Jungkat

Hemat Listrik dgn Built In AI, Ada Turbo, Fitur Premium - Review AC TCL Gentle Cool Pro (YouTube Video)

  • 26/09/2025

Power Saving King AC dari TCL ini pakai AI untuk penghematan daya. Bisa lebih hemat daya 37% dibandingkan AC inverter pada umumnya. Bahkan kalau dibandingkan dengan AC biasa katanya bisa lebih hemat 70%. Ini adalah AC TCL Gentle Cool Pro Series. Bukan cuma andalkan power saving aja, AC ini juga punya banyak fitur modern. Ada smart Wii Control membuat AC bisa dikendalikan dari mana saja lewat smartphone kita. Ada juga gentle Breeze dengan 1066 lubang mikro bikin dinginnya tuh jadi lebih merata di ruangan kita. Lalu ada six inone healthy filter ini memastikan udara tetap bersih dan sehat. Terasa lebih segar saat kita hirup. Oke, canggih ya. Tapi apakah benar bisa hemat banget daya listriknya? Kita akan bahas dalam review kita kali ini. Ya, ini AC baru dari TCL. Eh, bentar. TCL punya AC. Bukannya TCL itu merek TV ya? Nah, buat yang belum tahu, TCL memang punya banyak perangkat elektronik. Bukan cuma TV aja, ada AC, kulkas, mesin cuci, ya. Setidaknya itu yang sudah tersedia di Indonesia. Oke, untuk yang kita bahas kali ini adalah TCL AC Gentle Cool Pro. AC ini hadir dengan dua varian, ada yang 1 PK dan 1,5 PK. Nah, yang kami coba ini yang 1 PK. Oke, langsung aja kita kenalan dengan AC yang satu ini ya dari paket penjualannya tentunya. Di sini ada unit indoor-nya, lalu ada unit outdoornya, ada remote control lengkap dengan bracket untuk nempelin remote ini ke dinding. Lalu ada set baut untukem pasangan AC, ada drain host atau selang pembuangan air. Ada paket dokumen yang berisi installation guide, user manual, dan kartu garansi. Nah, pipa AC, kabel listrik, kepala outlet listrik, serta bracket unit outdoor ini tidak termasuk dalam paket penjualan. Jadi harus dibeli secara terpisah. Tapi lagi-lagi ini wajar ya untuk AC. Oke, coba kita lihat unit indoornya. Desainnya kelihatannya minimalis ya dengan warna dasar putih. Area tepi kiri dan kanan unit indoor ini punya sudut yang melengkung. Ini bikin desainnya enggak kelihatan kaku gitu. Nah, di pad depan terdapat layar LCD di sisi kanan. Ini untuk menampilkan informasi seperti target suhu dan timer. Lalu di bawah panel depan ada area keluarnya udara dingin. Nah, ketika hasil dinyalakan penutup area ini akan terbuka. ini juga berfungsi untuk flap pengaturan arah hembusan AC secara vertikal. Di dalam area tersebut terdapat beberapa flap kecil yang berfungsi untuk pengaturan arah hembusan secara horizontal. Nah, di flap yang kecil-kecil ini ada lubang angin mikro dengan total 1066 lubang. Menurut TCL ini dua kali lebih banyak dibandingkan yang ada di produk sejenis. Lubang ini membuat hembusan udara AC itu tidak terlalu kencang. Selain itu, lubang-lubang ini juga disebut membuat suhu dingin jadi lebih merata. Di sisi atasnya itu ada filter debu, tapi ini bukan satu-satunya filter dalam unit indoor ini. Ada juga six inone healthy filter yang ditempatkan di balik panel depan. Nah, menurut TCL, filter ini terdiri dari silver ion filter untuk membasmi bakteri berbahaya. Lalu ada ketekin filter. Ini fungsinya untuk menangkal virus dan menjaga udara tetap segar alami. Kemudian ada fotocatalist filter untuk menguraikan zat berbahaya dan bau yang tidak sedap. Ada juga electrostatic dust filter untuk menangkap debu halus yang berterbangan. Lalu ada active carbon filter untuk menyerap polusi dan asap. Dan ada vitamin C filter untuk melembabkan kulit dan membuat pernapasan jadi lebih nyaman. Jadi ini jauh lebih dari sekedar filter debu biasa. Nah, komponen dalam unit indoor ini disebut TCL menggunakan tembaga gold fin yang disebut lebih tebal dan tahan karat atau korosi. Untuk unit indoor ini, TCL juga mengklaim kalau tingkat kebisingan yang dihasilkan itu bisa di bawah 22 dB. Oh ya, untuk unit indoor ini dimensinya adalah 69,8 * 25,5 * 19 cm. Sekarang kita coba lihat unit outdoor-nya. Ini dimensinya 76,5 * 48,1 * 31 cm dan bobotnya sekitar 21 kg. Sama seperti unit indoor, komponen dalam unit outdoor ini juga pakai tembaga gold fin. Ini bisa menjaga performa dan daya tahan AC untuk penggunaan jangka panjang. Nah, untuk spesifikasinya seperti kebanyakan AC 1 PK, kapasitas pendinginan yang ditawarkan AC ini mencapai 9.000 BTU perh AC ini menggunakan kompresor dengan inverter. Jadi secara umum kemampuan pendinginan AC ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Nah, TCL juga menyematkan AI Energy Saving Tag. ini memanfaatkan build-in AI untuk pengaturan kinerja kompresor menyesuaikan dengan kebutuhan pendinginan. Model AI ini disebut sudah dilatih secara spesifik untuk prediksi suhu yang tepat memanfaatkan data dari beberapa sensor yang ada. Ini disebut-sebut bisa memaksimalkan efisiensi energi. Bahkan diklaim bisa 37% lebih baik dari AC dengan inverter pada umumnya. Nah, selain itu menurut TCL setelah digunakan setahun pun konsumsi daya AC ini masih setara dengan AC baru lainnya. Bisa sayaat apa sih? Nanti kita bahas ya. Nah, eh sekarang pakai build in AI, AI-nya ini bisa bekerja tanpa harus terhubung ke internet ya. Tapi itu bukan berarti ini adalah AC klasik yang tidak bisa dikendalikan dari jarak jauh ya. Ada smart WiFi control di sini. Jadi AC ini mendukung konektivitas Wii. AC ini bisa kita kendalikan dari smartphone kita di mana pun kita berada selama terhubung ke internet. Nanti kita coba ya pengendalian dari jarak jauh ini. Tapi sebelum itu kita coba penggunaan normal dari AC ini alias dengan pakai remote bawaannya terlebih dahulu. Oh ya untuk remote bawaan desain seperti ini ya. Ada cukup banyak tombol pengendalian di remote ini. Ada juga layar LCD di bagian atasnya. Layar ini bisa menampilkan berbagai informasi seperti target suhu ruangan, kecepatan kipas, serta mode yang sedang dijalankan. Pengaturan standar seperti on, off, pengganti mode, mengatur target suhu, mengatur f speed, timer, slip, dan fungsi-fungsi lain tentu bisa dilakukan dengan remote ini. Terkait pengaturan swing, ada tombol untuk mengatur aliran udara secara vertikal dan horizontal. Jadi, selain bisa diatur atas bawah, aliran udara juga bisa diatur kiri dan kanan juga. Nah, di sini ada beberapa tombol khusus ya, seperti gentle wind, I feelel, turbo, AI eo, dan slip. Kita coba yang gentle wind. Saat diaktifkan, flap yang ada di area keluarnya udara akan menutup dan udara akan dihembuskan lewat lubang-lubang kecil dari flap tersebut. Ini memang membuat hembusan udara jadi lebih halus, tidak terasa langsung kencang mengenai badan kita. Tapi suhu ruangan tetap bisa diturunkan dengan baik dan penyebaran suhu dingin pun tetap terasa merata. Berikutnya ada turbo. Saat aktif, AC akan mencoba mendinginkan ruangan dengan cepat. TCL mengklaim mode ini bisa mencapai 18 derajat Celcius dalam 30 detik. Ini seharusnya bukan suhu ruangan tiba-tiba jadi dingin dalam 30 detik ya, lebih ke arah suhu udara yang dikeluarkan AC itu bisa mencapai 18 derajat Celcius hanya dalam waktu 30 detik yang diharapkan itu bisa mendinginkan ruangan lebih cepat dari kondisi standar. Kemudian ada AI EO. ini bisa dipakai agar konsumsi daya AC ini jadi lebih hemat lagi. Ini mode yang manfaatkan fitur AI energy saving tech yang tadi kita bahas itu. Lanjut lagi ada tombol slip yang bisa menyesuaikan suhu dan hembusan udara saat kita tidur. Moda ini hanya berjalan selama 10 jam. Lalu setelah itu AC akan otomatis kembali ke mode yang sebelumnya kita gunakan. Ada juga IEL ini manfaatkan sensor yang ada di dalam remote. Jadi AC bisa mengetahui berapa suhu yang kita rasakan dan secara otomatis mengatur kekuatan pendinginan berdasarkan informasi tersebut. Pastikan saja remote-nya berada di dekat kita. Lalu ada tombol clean. Ini bisa digunakan untuk menjalankan fitur pembersihan bagian dalam unit indoor secara otomatis. Nah, di sini AC akan memerlukan waktu sekitar 30 sampai 60 menit untuk melakukan proses ini. Tergantung seberapa kotor bagian dalam AC-nya. Tapi ingat ya, walaupun ada fitur pembersihan otomatis, pembersihan manual secara berkala tetap dibutuhkan. Nah, terakhir ada tombol gen. Fungsinya untuk membatasi kemampuan maksimum AC. bisa sampai 30%, 50% atau 70%. Ini biasanya digunakan saat listrik tidak stabil atau bisa juga untuk kebutuhan spesifik lainnya. Oke, itu tadi penggunaan AC dengan remote. Sekarang kita coba kalau pakai aplikasi seperti apa. Kita butuh aplikasi TCL Home. Nah, setelah aplikasi ini diinstal di smartphone kita dan dijalankan, kita bisa dapat opsi pengendalian yang secara umum mirip dengan yang ditawarkan oleh remote. Bedanya ini bisa kita gunakan dari jarak jauh. Misalnya saat perjalanan pulang ke rumah, kita bisa hidupkan AC lewat smartphone supaya saat sampai rumah rumah kita sudah sejuk ya. Selain itu, ada juga beberapa opsi pengendalian khusus, contohnya precision airflow. Ini bisa dipakai untuk mengatur arah hembusan udara sesuai dengan keinginan kita. Lalu, ada juga fitur penjadwalan yang lebih lengkap. Kita bisa jadwalkan kapan AC menyala secara otomatis dan mati secara otomatis. Selain itu, ada juga fungsi build in self check yang hasilnya akan ditampilkan dalam aplikasi. Contohnya ketika sudah waktunya AC dibersihkan, notifikasi akan otomatis muncul untuk mengingatkan kita. Atau kalau AC mendeteksi ada masalah seperti kebocoran refrigeran misalnya ya, notifikasi juga akan muncul menampilkan kode masalah yang mungkin terjadi. Nah, arti dari kode itu bisa dilihat di buku panduan. Oke, jadi kurang lebih seperti itu ya penggunaan AC ini. Sekarang kita masuk ke pengujian. Pengujian AC ini kita lakukan di kamar tidur dengan luas kurang lebih 12 m². Kita coba dulu tes performa peringan AC ini di tiga fans speed yang tersedia masing-masing pengujian ini dilakukan selama 3 jam. Sebagai catatan, untuk biaya penggunaan kita menggunakan tarif listrik golongan R1 atau TR daya 1.300 sampai 2.200 VA yaitu Rp1444,7 per kWh. Oke, yang pertama kita coba dulu dengan setting target suhu terendah yang tersedia di sini ya 16 derajat Celcius. Saat menggunakan setting kipas high dalam 3 jam, suhu ruangan belum menyentuh 16 derajat celcius. Ini tanpa AI Echo ya. Konsumsi daya ada di 3,106 kWh dan biaya listrik menyentuh Rp4.400. Ini cukup tinggi. Bagaimana kalau AI Eco diaktifkan? Nah, suhu akhir ruangan setelah 3 jam ternyata masih mirip di kisaran 18 derajat Celcius. Tapi kebutuhan penggunaan daya turun cukup jauh, hanya di 1,590 kWh. Biayanya turun ke Rp2.200-an. Jadi terlihat kalau build in AID AC ini memang bisa membantu kita mendapatkan efisiensi yang lebih baik. Melihat hasil ini AI Eco memang sebaiknya kita aktifkan aja terus ya. Oke, lanjut lagi. Sekarang kita coba cek konsumsi daya AC ini di berbagai konfigurasi penggunaan. Masih di target suhu 16 derajat Celcius dengan AI EO. Kita coba dengan fan medium dan low. Sama seperti setting fan atau kipas high yang tadi, di setting medium dan low su ruangan emang enggak bisa nyampai 16 derajus dalam waktu 3 jam. Sutur rendah yang kita dapatkan ada di kisaran 18,3 derajat celcius dengan setting medium. Anehnya setting ini menghabiskan daya paling besar di 1,626 kWh. Biaya listriknya sekitar Rp2.300 per 3 jam. Sedangkan untuk setting low, biaya listriknya paling rendah hanya sekitar Rp1.600-an. Nah, perhatikan konsumsi daya tertinggi di ketiga mode itu ya. mode kipas ha ternyata konsumsi daya bisa menyentuh lebih dari 1100 watt. Sementara di mode medium dan low konsumsi daya tertingginya masih di bawah 1000 watt. Lalu kita coba target suhu 25 derajat Celcius. Ini suhu yang mungkin banyak digunakan dan terbilang suhu yang paling pas untuk tidur. Hasilnya suhu ruangan di ketiga setting kecepatan fans sudah bisa mencapai di bawah target di fans speed high. Penggunaan daya selama 3 jam ada di 0,318 kWh atau sekitar Rp459. Untuk fan speed medium ada di kisaran 0,276 kWh dengan biaya sekitar Rp399. Sementara untuk low menggunakan 0,278 kWh dengan biaya sekitar Rp402. Sedikit lebih tinggi dari setting medium, tapi secara umum masih di kisaran yang sama. Oke, itu tadi kan untuk penggunaan 3 jam. Lalu bagaimana kalau kita simulasikan untuk penggunaan harian? Kita coba uji penggunaan selama 12 jam. Target suhunya sama 25 derajat celcius suhu yang umum digunakan. Sementara untuk fans speed kita pakai medium. Hasilnya setelah 12 jam suhu ruangan bisa lebih rendah dari target suhu yaitu di 23,5 derajat Celcius. Konsumsi daya maksimumnya bisa mencapai 374 watt dengan penggunaan daya 0,742 kWh untuk 12 jam. Jadi untuk penggunaan 12 jam biaya yang diperlukan itu cuman Rp1.072. Ya. Jadi kalau pemakaian selama sebulan biaya listrik yang dikeluarkan itu cuma sekitar Rp32.000an saja. Asumsinya adalah 12 jam sehari ya dipakainya ya. tentunya kalau sudah digunakan berbeda, biaya bulanan juga akan jadi berbeda. Tapi untuk konfigurasi yang cukup umum digunakan ini, biaya penggunaannya memang terbilang rendah. Lanjut lagi kita coba mode turbo. Hasilnya suhu bisa turun dengan cepat. Berikutnya kita coba gentle win. Kita pakai setting suhu target di 25 derajat celcius dengan fans speed di medium selama 3 jam. Tentunya dengan AI echo diaktifkan. Nah, dengan gentle win AC ini menggunakan daya 0,193 kWH. lebih sedikit dari saat pakai mode standar yang menghabiskan 0,276 kWh suhu yang bisa dicapai juga sama-sama lebih rendah dari target nih ya. Perbedaan suhu keduanya minim. Jadi memang gentlewin ini enggak kalah efektif dalam mendinginkan ruangan. Perlu dicatat, selur pengujian tadi lebih mengarah ke gambaran saja ya untuk suhu dan konsumsi daya AC ini. Kalau dalam penggunaan sehari-hari tentu saja hasil suhu dan konsumsi dayahnya bisa berbeda karena perbedaan luas ruangan, suhu ambien, dan banyak hal lainnya. seperti misalnya kalau kita pakai di dalam kondisi di luar tuh panas, terik ya itu beda hasilnya pasti kalau kita cek di kondisi malam hari. Nah, sebagai catatan pengujian kali ini memang dilakukan saat cuaca di daerah Depok itu cukup banyak hujan. Jadi bisa saja hasil pengujiannya berbeda kalau lagi ee musim panas. Oke, untuk harganya TCL AC Gentle Cool Pro 1 PK Inverter ini dipasarkan dengan harga kisaran Rp3 jutaan. Sementara untuk harga varian lainnya langsung cek link di deskripsi dia. Langsung aja cek situ ya. Ya, AC ini dilengkapi dengan garansi spare part selama 3 tahun serta garansi kompresor sampai 10 tahun. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tanpa AI eco aktif, konsumsi dari AC ini terasa agak boros. Saran kami aktifkan saja si AI Eco ini. Lalu kalau membersihkan sendiri AC ini, filter debu posisinya ada di atas unit indoor. Jadi mungkin agak sulit terjangkau kalau enggak pakai tangga. Lalu saat target suhu diatur ke 25 derajat Celcius, kami mendapati suhu ruangan bisa turun sampai di bawah 25 derajat Celcius. Buat yang memang kurang suka dengan suhu dingin, mungkin coba atur target suhu sedikit lebih tinggi. Dari si menariknya, ya, AI Eco dengan build inin AI ini memang terlihat bisa membantu kita mendapatkan efisiensi yang lebih baik. Lalu kompresornya ini udah pakai inverter. Ini membuat konsumsi dari AC bisa naik turun sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pendinginan. Lalu di sini ada fitur gentle wind. Ini bisa bikin hembusan udara jadi lebih halus. tidak perlu beli deflektor secara terpisah. Dan di sini juga ada swing yang bisa vertikal dan horizontal. Bisa dikendakan dari jarak jauh juga dan bisa memberitahu kendala di AC lewat aplikasi TCL Home langsung di smartphone kita. Kemudian pengaturan penggunaan dari remote terbilang lengkap nih ya. Tidak wajib pakai aplikasi tertentu untuk mendapatkan fungsi-fungsinya. Lalu ada fitur auto cleaning juga. Garansi juga terbilang panjang terutama garansi untuk kompresornya ya. Al Gentle Cool Pro 1 PK inverter ini akan cocok untuk yang sedang butuh AC 1 PK yang hemat daya, hemat banget. Bahkan hasil pengujian kami menunjukkan kalau AC ini memang efisien tapi memang kita harus pakai AI E-nya. Tapi perhatikan ya, AC inverted seperti ini akan bisa efisien kalau digunakan di ruangan dengan ukuran yang tepat. Jangan dipakai di ruangan yang lebih besar dari kemampuan pendinginan AC ini. Kalau ruangannya memang lebih besar, AC ini bisa jadi akan kehilangan efisiensinya. Perhatikan ukuran yang pas itu adalah sampai sekitar 12 m² untuk luasnya ya. AC ini juga sudah punya banyak fitur modern yang biasanya ada di AC dengan harga yang lebih tinggi seperti gentle win, pengendalan lewat aplikasi dari smartphone-nya dan auto cleaning. Jadi secara umum ini adalah paket yang sangat menarik dan sangat layak untuk dipertimbangkan. Saya Did Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube