Jungkat

Hidden Gem Jakarta: Desain “Gila” Arsitek Raul Renanda (YouTube Video)

  • 08/06/2025

Hai, Guys. Balik lagi di Bandon Bri. Sekarang kita mau house tour di rumah yang gak ada fasadnya. Udah gitu awal mulanya mau dijadiin gudang loh. Yuk kita lihat. [Musik] Nah, Teman-teman, sekarang kita udah di dalam dan inilah lorongnya. Ini rumah didesain oleh Pak Raul Renada. Dan kita bisa lihat ya, ini lorongnya. Kita bisa lihat masuk ke sini itu ada dua lorong yang kelihatan situ kayak mungkin ke taman kali ya. Kita mungkin bisa lihat nanti di situ. Tapi coba kita lihat sini. Ini entrance-nya keren banget. Jadi kalau materialnya kalian lihat ya itu ada perpaduan kayu, besi, dan juga ada batu juga. Dan ini menunjuk ke dalam. Kita coba lihat ya entrance-nya. Nah, ini kalau kita lihat kayaknya vibe-vibe-nya juga kayak berasa kayak Jepang karena kayu burn gitu ya, kayu yang dibakar gitu. Terus kalau kita lihat di ujung ada artwork keren banget. Nanti mungkin sama Pak Raul bisa dijelasin ya, mungkin artw ini sebelah sini langsung dikasih view ya sedikitlah kayak satu teaser gitu lah. Tadi kan sebelumnya ada gang ya, ada gang terus lorong ke entrance-nya itu terus langsung ada cuplikan teaser dan tebak entrance-nya ke living room di mana? Di sini guys. Di sini juga sebenarnya didesain ya e modelnya juga tertutup gitu kayak hidden tapi tetap kelihatanlah handlennya. Yuk, coba kita lihat. Nah, ini kita masuk-masuk langsung disambut sama karya ownernya sendiri. Ini foto, guys, by the way. So, ownernya itu emang dia e suka foto dan dia banyak taruh artwork di rumahnya. Nanti kita bisa lihat banyak-banyak banyak artworknya. Ini juga salah satu artwork-nya juga. And ini bagian sini adalah powder room. Simpel desainnya and nyaman banget. Terus ada lukisan lagi. Coba kita lihat ini sebelum kita ke living room. Ini ruangan buat hobinya owner tempat foto, cuci foto. Jadi ini e black room ya kalau enggak salah. Kalau enggak salah black room. Terus coba kita lihat ya ke living areanya. Nah ini guys langsung disambut tadi ya. pelan-pelan langsung dikasih element of surprise. Dia void-nya dikasih lebih high ceiling pakai lampu garis-garis. E kitchen di sini jadi e memang kitchennya itu terlihat terbuka ya. Biasa kan ada island ya. Ini terbuka dan menyatu dengan tembok juga. Terus ini bagian dining areanya buat makan-makan, kumpul-kumpul. By the way, ini furniture-nya juga e dari Jepang. So, e ownernya suka banget Jepang. Jadi, eh ownernya kumpul-kumpulin mostly e dari rumah ini furniture dari Jepang dan langsung view-nya kaca yang gede ini ke teras depan. Keren banget. Teras depan. Kita coba lihat dulu ya bentar. Emm ini atapnya itu ya dibikin partisi-partisi gini. Kalau pagi-pagi katanya cahayanya jadi bagus banget di sini buat nyantai dan ditemanin sama apa? Kolam ikan. Kolam ikannya juga berbentuknya unik banget. Itu dari eh taste dari arsiteknya juga. So, ini kita bisa lihat view ke taman juga sedikit. ke taman. Jadi ada teaser tadi lah. Jadi ada ee experience dari tadi tuh dikasih step by step detail gitu mau menuju ke ruang sana. Coba kita tebak cara ke sono gimana. Mungkin di sini bisa kali ya, cuman ada aksesnya loh. Coba kita lihat yuk. Nah, aksesnya itu akses itu di sini. Ini juga hidden door. Nah. Nah, ini materialnya juga kayu, Guys. Nih, kayu asli. Terus emm ini juga partisinya pakai kayu juga, tapi di pakai rangka besi. Dan inilah tamannya, Teman-teman. Wah, berasa Zen Zen Garden banget ya. nanti mungkin kalau soal eh pohon-pohonnya nanti Pak Rau bisa mention lebih. Tapi experience di sini itu benar-benar berasa kayak kalau misalnya mau baca baca buku, kumpul-kumpul nih enak banget di sini berasanya. Nah, di sini juga dibikin artwork juga lah. Di sini ada pohon yang kita ada pathway yang mengelilingi dan ee pakainya semua batu kerikil. Nah, jadi teman-teman bayangin ini awalnya tuh mau jadiin gudang. Kalau kalian lihat tuh strukturnya tuh mau pakai buat buat gudang. And kalau kalian lihat struktur utama di situ yang miring itu sebenarnya struktur utamanya. Jadi benar-benar menarik banget. Bentuknya juga menarik. Nah, sekarang kan kita udah di luar nih. Emm di rumah ini tuh sebenarnya ada satu kamar tidur. Satu aja kita coba lihat di atas ya. Yuk. Nah, untuk ke atas kalian bisa tebak engak tadi dari entrance tangganya di mana ke lantai du. Nah, kalau kalian lihat tadi e buat clean kitchen-nya ini tuh melayang dan memang sengaja ini tuh sebenarnya tangganya, Guys. Tangganya itu di belakang kitchennya. Yuk, kita lihat yuk. Nah, ini kita naik dan ini emang konsepnya dark tone gitu tadi supaya ya kamuflase itu juga ada dan view ke bawah memang di e dipikirkan juga ya langsung view ke taman juga tadi. So, ini kita lagi di lantai du akhirnya sebelum kamar di depannya itu ada meja kerja yang view-nya langsung enak banget langsung ke teras terus bisa lihat kiri dan kanan. Kalian juga bisa lihat view ke bawahnya juga void-nya tadi. Dan kalau kalian lihat notice e atapnya itu ya strukturnya kayak gini, Guys, isinya. Jadi emang sebenarnya kayak atapnya tuh kayak kopong gitu dan benar-benar kayak warehouse gitu, kayak kayak gudang gitu. Kamar ini itu tuh benar-benar kayak di tengah gitu, kayak gantung. So, kamarnya kamarnya itu kayak cabin. Konsepnya ngasa warm banget, classy, minimalis, terus benar-benar kayak comfortable banget. Udah langsung ada TV dan bathroom-nya. Coba kita lihat. E, ini apa ya? Ini ada wardrop kayaknya. Oh, ya, that's right. Iya, benar. Coba mungkin kan tadi dari tadi kita ada yang hidden dan lain-lain. Mungkin di sini ada yang hidden juga enggak ya? Ini ini juga wardrop. Oh bukan. Coba kita lihat yang ini. Wah ada hidden door. Coba kita lihat yuk. Nah. Oh, ini yang tempat hobinya ownernya juga. Dia ada tempat vinil dan tempat audio juga ya, Teman-teman, di sini. Keren banget. Jadi memang ada private space di sini. Terus di sini ternyata udah terbuka. Ada hidden door juga. Coba Oh oke. Ini backupnya. Betap. Terus langsung dapat view juga ya. Mungkin karena suaranya jadi agak gelap. Tapi ini udah dapat view juga di ada teras dan tanaman di situ. Tanaman gantung ya di situ. And bagian sini ada shower. Menarik ya dia. Shower sama betup juga gabung. Jadi juga kalau mau e betaan sini, view-nya langsung ke depan. Dan e kalau kalian udah ikutin dari awal banyak yang hidden emang ini tempat buat powdernya. So, gimana menurut kalian? Keren enggak? Nanti kita akan ngomong lagi e details-nya sama Pak Raul. So, dengerin sampai habis ya. Oke, Pak. Mungkin bisa mulai dari luas lahan sama luas bangunan ini itu berapa sih, Pak? Luas lahannya sebenarnya 600 m² hampir 600. Namun di sini ada long passage ya. I think itu bisa 100150 m². Jadi efisiennya 500-an dan ee karena ada lorong panjang dan area dalamnya agak mengantong. Cuman kantongnya itu enggak enggak perfect ya. Jadi sangat bersudut-sudut gitu ya. Tapi seperti itulah. Kalau bangunan sendiri em saya enggak tahu aslinya pastinya berapa, tapi ini sekitar 150-an. Konsep keseluruhan desainnya itu gimana sih, Pak? Ceritanya sebenarnya jadi rumah ini ee didesain untuk menjadi rumah sementara ya karena ownernya itu tidak tinggal di Indonesia. Jadi kalau dia ke teng baru dia tinggal di sini. Jadi ini didesain dari awal adalah bangunan yang sangat sederhana ya. Bisa dibilang kayak gudang gitu ya. Tapi along the way ee sepanjang perjalanan akhirnya diputuskan untuk di-upgrade sekalian gitu. Jadi setengah jalan kita struktur sudah jadi. Tadinya cuman rumah temporary, akhirnya diminta untuk diselesaikan sebagai rumah final. Oh, oke. Oke. Kalau dalam ee pembangunan desain ini jadi akhirnya tuh ee material yang digunakan secara keseluruhan tuh apa sih, Pak? Jinya saya selalu em kecuali klien yang very high end ya. Jadi ada klien memang yang udah udah kelas A plus. Ya, kalau bukan A+ ya, kelas B, kelas C ini saya anggap sebagai kelas C+ lah yang ini. Tapi memang e saya selalu menggunakan material-material yang mudah didapat. Jadi enggak ada material eksotis. Semuanya yang affordable dan mudah dikerjakan dan mudah didapat. Jadi e fokusnya kita lebih kepada craftsmanship-nya. Crustmanship. Jadi ee waktu sama fokus lebih banyak pengolahan daripada material itu. Material yang biasa aja menjadi suatu yang enggak biasa itu menjadi fokus kita dalam mendesain. E jadi pengolahan itu paling penting. Jadi bukan spending waktu dan dana banyak di harga materialnya, tapi cara mengolah materialnya itu yang akan menjadi fokusnya kita. Interesting point ya. Kalau dari user sendiri itu ada request juga enggak, Pak? Tadi e requestnya lebih fungsional aja di sini ya. Karena memang di ownernya sendiri adalah emm hobi ya semi profesional ya adalah sebagai fotografer. Jadi dia ada ruangan yang khusus untuk dia bisa develop e film karena dia foto pakai analog. Jadi itu menjadi hobinya utamanya dia dan dia juga minta ruang audio itu yang paling utama sebenarnya. Yang lainnya e saya justru diberikan kebebasan selama masuk dalam budget ya atau sesuai dengan lifestyle-nya dia. Oke. Tadi kan kita sudah houseer nih Pak. sudah lihat-lihat em mungkin bisa dari ee depan awal bisa dijelasin enggak mungkin dari entrance-nya itu sendiri dari tekstur itu kan udah kelihatan tuh dinamikanya Pak. Gimana Pak? Ya sebenarnya dalam pertama ini kan adanya di gang sebenarnya ya enggak di jalan besar ya kan lebar jalan tuh mungkin sekitar enggak sampai 6 mungkin 5 m ya jadi gang kecil. Keuntungannya adalah rumah ini untung buat arsitek itu suka dengan rumah yang mengantong ya jadi punya privacy yang cukup tinggi di dalamnya. Jadi kita juga ee pagar itu saya selalu mendesain pagar itu sebenarnya bagian daripada tampak. H ya itu jadi em kalau ada beberapa rumah yang saya desain yang memang ada pagarnya, saya tuh mendesain dari awal tuh termasuk pagarnya karena itu yang orang lihat. Nah, di sini kebetulan rumahnya ada di belakang. Tapi paling enggak di daerah entrance itu ee orang tahu bahwa project ini pesan saya adalah satu memang orang tahu bahwa ini bukan rumah biasa. berarti didesain dengan styling yang cukup unik. But at the same time eh menggunakan material yang tidak eksotis. Jadi berapa material memang kita sengaja pakai material yang murah. Jadi ketika orang masuk lorong tersebut panjang itu kita juga enggak mau spend banyak juga. Karena rumah dengan tanah sebesar ini biaya dinding pagar keliling tuh mahal sekali loh. Gede loh ya. Jadi banyak orang yang enggak pernah sadar bahwa ee biaya untuk bikin dinding keliling itu memakan biaya besar karena apa? Kalau orang punya tanah besar ya. Nah, jadi kita menggunakan e dinding tetangga yang akhirnya of course dengan eh mereka izin ya izin sama mereka itu diing dining tangga itu enggak hanya kita chat tapi kita perbaiki dinding tangga juga kita kasih waterproofing habis itu kita chat jadi win-win juga kita ngebantu mereka juga tapi the same time juga dinding mereka menjadi pagarnya kita secara enggak langsung jadi gitu jadinya ya itu ya enaknya di Indonesia tuh kita masih bisa asal kita minta baik-baik sama orang dan memberikan keuntungan buat orang lain itu mungkin bisa jadi ya cara kita l bersosialisasi juga dengan tetangga. Nah, itu kita kasih tanaman bambu ya karena enggak mahal ya kan panjang besar gitu. Dan sebelah kanan itu memang sudah mulai ada dinding ya ee 2 man itu adalah bagian daripada elemen yang ada di dalam rumahnya. Jadi material yang kita pakai itu memang sudah material yang apa mewakili elemen di dalam. Biasanya kan kalau fas rumah kelihatan tuh bangunannya tinggi, tapi ini tuh lorongnya enggak kelihatan dulu nih bangunannya. Itu juga salah satu e mungkin surprising elemennya itu ya, Pak. Iya, betul. Jadi dan penuh juga sebenarnya makna simboliknya ya. Jadi kalau orang lagi baru masuk ngelihatin terus itu ada pohon kamboja yang Indonesia banget ya istilahnya ya. Banyak Bali lah itu ya feel-nya ya di situ dan banyak tanaman ya. Dan itu material juga agak rastik kita bikin ya. kita pakai ee besi yang sengaja kita bikin karat dan kita mix ya di sini ya besi yang kita cat dan besi yang kita biarkan e natural ya again jadi selalu ada kombinasi antara eh natural roten ya istilahnya ya dengan yang very clinical jadi itu yang kita kombinasikan always. Nah, ketika dia masuk ke lorong itu ee ada juga sculpture yang bentuknya sebenarnya kayak pohon juga, tapi itu jadi sama jadi dua dua dua ada dua lorong lorong satu lagi itu adalah sculpture ya e yang kita bikin ee itu karya Ibu Rita Widakdo. Jadi ee karya yang sudah lama tahun 0-an gitu ya. Nah, itu di lorong tersebut juga mempunyai makna simbolik antara natural sama manmade. Oh, berarti ee di dari entrance-nya itu ada dua ya, Pak? Iya. Lorong, betul. Satu yang langsung menuju ke taman, tapi kita tapi kita juga tidak mau review langsung. Jadi, let the people e bawa tuh owner itu bawa orang tuh menuju ke satu experience ya. Jadi em again rumahnya enggak gede ya gitu ya dalam skala perbandingan sama tanahnya lah ya. Kalau tanahnya 500600 bangunannya usually sekitar the same ya. Ini kan enggak ya gitu ya cuman se 20%-nya bangunannya. Tapi kita bikin dengan long passage. Long passage. Jadi dan habis itu ada posisi di mana orang dikompres. Habis itu ketika dia masuk setelah ngelewatin lorong tadi baru dia sedikit melihat e reveal yang yang view yang di sini kita lihat ini ya. Tapi orang hanya bisa ngelihat tapi enggak boleh. Jadi slowly aja. You can see but you cannot go there yet gitu ya. Kamu harus masuk lagi ke rumahnya lagi baru masuk ke dalam rumahnya. Jadi ada e step by step untuk masuk ke dalam interior rumahnya. Dengan demikian juga rumah ini sebenarnya somehow em it's my apa ya interpretation ya daripada eh karakter daripada ownernya sendiri. Hm. Jadi pelan-pelan reveeling baru kita masuk ke daerah yang living room-nya. Jadi pelan-pelan orang kita bawa memang. Wow. Di area living room itu atau di lantai pertama dulu deh itu ada ruangan apa aja sini, Pak? Boleh di-mention enggak? Fungsi utamanya di living room itu ee adalah fungsi yang day ya, yaitu Pak ada ruang TV, ada meja makan juga ada dapur ya. Nah, dapur di sini pun juga saya desain dapurnya ya. ya. Di mana dapur sendiri itu kita membuat itu emm bukan seperti dapur pada umumnya ya. Tapi kita juga mendesain itu orang tetap tahu bahwa itu dapur. Ada prinsip desain yang totally hiden. Orang enggak tahu itu apa. H kalau kita enggak ya. Kita tetap orang tahu ini bendanya apa. Orang tahu bahwa ini pintu tapi sebenarnya menjadi satu dengan dinding. Kalau dapur juga sama. Orang tahu oh ini dapur tapi juga lebih kayak kabinet. Jadi ya that kind of approach yang kita kita bikin di sini dalam desainnya dan di living room yang ada di samping saya ini semua punya view ke kolam ikan ini dan sedikit kasih reveal di bagian tamannya. Bagian taman ya. Jadi di belakang dapur itu sebenarnya ada yang di sini juga again kita hidden lagi adalah tangga ke atas. Jadi tangga ke lantai du di beberapa project kan orang ingin ya tangganya di desain yang cantik apa. Dan untuk yang di sini enggak, tangganya malah ngumpet. ada di belakang dapur. E orang tahu kamar tidur ada di lantai dua karena mezanin ya kan ada high ceiling di situ ya yang kita bikin seperti sangkar. Tapi sebenarnya orang enggak tahu gimana cara nyampai ke sana itu ya. sampai di sana baru dia masuk ke ruang kerjanya. Di mana? Di dalam ruang kerja ini itu adalah mungkin posisi paling menarik Kak di dalam rumah sini karena dia bisa melihat itu 180 derajat ya dari kolam renang kita ini ke taman belakang sampai ke area yang masuk ke entrance ya itu jadi bisa kelihat luas. Jadi dia mungkin juga ya kalau malam-malam kerja atau apa ya ada feel juga ee feel secure ya karena bisa mengontrol juga areanya secara enggak langsung. Bater time juga it's beautiful point of view. Wow. Tadi sebelum mungkin kita masuk ke ruangannya nih yang di lantai du nih ee boleh nanya enggak, Pak? Interesting banget bentuk-bentuk kolam kayak gini, bentuk bangunan sendiri itu kan segitiga ya. Itu ada approach tertentu enggak sih yang kenapa mau pilihnya segitiga? Cerita saya sama segitiga itu panjang sekali karena dulu saya itu emm awalnya itu ini ceritanya bisa panjang ya, bisa long story ya. Tapi ee untuk menggambarkan aja waktu saya umur 24 tahun saya mendesain gedung teater yang ada di Taman Ismail Marzuki. Waktu itu saya baru lulus dan saya e berusaha mencari karakter Indonesia itu apa sebenarnya. Pada akhirnya saya ee mempelajari bangunan-bangunan tradisional kita dan salah satunya adalah ide mengenai kapal layar. Jadi kapal layar ini adalah simbolisasi yang bahkan sampai sekarang pun saya e selalu ee fokus terhadap e ide apa ya idealisasi dari kapal layar. Nah, setiap ada kesempatan saya untuk membentuk feel kayak sale itu saya akan bikin. Nah, dan project ini bagian struktur yang kita lihat ini adalah kolom. Jadi ee beberapa project pada umumnya orang punya kolom yang berdiri dan ada kolom yang miring sebagai aksesoris. Sebenar ini adalah kolom utama sebenarnya structural dari langsung ke atap miringnya sudutnya sama. Sementara kolomnya berdiri ini ini sifatnya malahan cuma hanya penopang ya e frame aja sebenarnya. Oh ini frame aja. Iya gitu. Jadi struktur utama justru ada yang di sini sebenarnya gitu. Nah itu yang dan tema-tema itu yang akan saya repeat. Tapi secara dena kita masih masih em kotak ya. Heeh. Ya gitu ya. Emm apa saya enggak fanatik ee Fengsui ya, Hongsui tapi saya berusaha di rupa masih mengikuti emm alur-alur yang ada di Hongsui sebenarnya. Jadi ee em apa bangunan itu saya usahakan tetap tetap dengan dinamik dengan ee bentukan yang ya sebenarnya secara hongsui masih ya masih acceptable gitu. Hanya di elemen-elemen tertentu aja kita taruh elemen segitiga gitu. Oke. Kalau elemen interior gitu sendiri em kayak furniture gitu-gitu tuh dari Bapak sendiri atau gimana, Pak? Enggak semuanya, tapi bisa dibilang sekitar 60% itu furniture dari Jepang. Kalau untuk e lantai sendiri pakai apa nih, Pak? E batu and seat biasa. Batu and seat murah. Jadi, kena lantai murah, dinding murah, frame murah, besi juga besi yang ada di pasaran. Jadi enggak ada yang custom di sini dalam pengertian source of materialnya ya. Cuma yang umum aja gitu. Pokoknya saya biasanya itu ee istilahnya material yang bisa dibeli di toko bangunan dekat rumah. Nah, itu yang kita pakai. Heeh. Pendekatan pakai GRC. Jadi enggak ada yang suatu yang eksotis di sini. But how we gonna make it? Yes. Ya, itu jadi dengan budget yang mungkin sama ya, dengan budget orang yang beli material mahal tapi ya enggak perlu didesain dengan ini material murah tapi pengolahannya yang lebih lebih khusus ya gitu. Wow. Dan bahkan ini ee udah berapa tahun nih, Pak? Ee ini project cukup lama karena em ada ada dua atau tiga lah kejadian major mengenai projek ini. Jadi yang pertama tentunya memang direncanakan hanya hal untuk seperti rumah sementara. Jadi kayak semacam gudang yang entar lagi dirombak dan kita sudah desain itu. Dan yang kedua em ada mau di-upgrade sedikit dan e ketika kita sempat mau upgrade lebih sedikit dan e saya mendesain agak lebih detail dan eh kontraktornya itu saya pilih eh kontraktor yang memang ahli di dalam highly detailed ya building gitu. Jadi saya desain tuh untuk kalau kontraktornya si A ini, saya akan desain rumah ini seperti kemampuannya si A ini. Kebetulan si A ini bagusnya udah pernah kenal waktu itu kita sama-sama bikin project kaskus long time ago kaskus networks ya. Jadi ngelihatin dia orangnya cukup kompeten mengenai detailing. Desain saya bikin em sesuai dengan kemampuannya dia dan cukup tinggi menurut saya. Tapi long sayang dalam pembangunan struktur dia sakit ya. Nah, ketika sakit ee kita tunggu ya sampai dia pulih lagi. Udah kita tunggu 1 tahun ternyata enggak bisa pulih. Terus kita coba lagi dengan kontraktor kedua. Saya masih mencoba memaksakan dengan desain karena kita desain sudah jadi ya. Mencoba pakai kontraktor yang itu tapi ternyata enggak mampu dan pandemi happens. H gitu ya. Akhirnya em ya akhirnya kita teman-teman kantor saya saya suruh untuk de kerjain ramai-ramai deh kita selesaiin projek ini akhirnya saya sendiri kira yang turun tangan di sini untuk ee ya mengawasi untuk bikin detailing segala macam tapi kita juga bersama dengan itu juga em si klien juga rumahnya udah deh Raul deh ini rumah kita bikin permanen aja gitu ya jadi em ya kita bisa menyelesaikan rumah ini ya bersama-sama gitu. Wow. Oke, kalau gitu kita lanjut lagi ke lantai du tadi nih, Pak. Bisa diceritain enggak ee model e tipe kan ini kan kelihatannya sebenarnya satu lantai tapi ada mezanin. Iya. Bisa dijanican enggak itu apa tuh, Pak konsep? Ya, di lantai dua sendiri. Pertama kan memang di bangunan yang struktur baja ini ya. Jadi, kita ada dua struktur ya. Satu struktur yang kotak itu dari konkrit semuanya di mana semua utilitas ada di sana ya. Jadi ee kamar mandi- kamar mandi AC semuanya menempel ke dalam yang dinding yang beton itu. Sementara ini kita ada di bawahnya yang rangka dari baja ini yang tadinya memang ini dibikin untuk dibongkar lagi tapi kita akhirnya jadiin permanen di sini ya. Tapi yang ini sifatnya memang terbuka jadi e tidak ada utilitas gitu ya. Emm kecuali memang air buat ee dapur aja ya. Nah tapi di sini ada living room di atas ini di Mazenin ini kita bikin ee kamar tidur. Kamar tidur juga kita bikin seperti kukun. Heeh. Kembali lagi step owner memang beda, klien beda ya gitu. Cuman e Benny memang juga dia bilang dia lebih banyak dia masuk kamar tidur hanya kalau dia mau tidur. Jadi kita bikin kamar tidur very small, compact kurang lebih sekitar 3* 3 m ya dan box juga dengan pendek. Ada dua hal. Satu juga eh again fungsi kamar tidur hanya ada tempat tidur sama TV and that's it ya. Em di satu sisi lagi juga penggunaan AC juga lebih hemat karena ruangannya kecil. Jadi enggak perlu AC yang gede ya. Jadi cepat untuk jadi dingin ya. Nah, itu itu yang ada di atas ini. Jadi, kuning sifatnya di depan ruang kerjanya dia. Nah, di balik itu kita ada ada pintu-pintu kaca yang semuanya all. Again, konsep hidden kita pakai lagi ya. Ada hidden e wardrop ya sebenarnya. Tapi satu lagi ketika dibuka itu masuk ke bangunan yang beton itu di mana itu adalah reveal ruang hobinya dia yang pertama itu adalah di lantai bawah. Jadi emm apa? lantai bawah di bidang gedung kotak itu lantai bawahnya adalah ruang film ya kancu cuci film yang di mana hobinya dia dan di atasnya itu hobinya dia juga yaitu adalah ruang audio. Oh iya. Ya, jadi secara secara makna simbolik itu adalah emang atas bawah adalah video ya kan fotography and audio di dalam bok itu di yang sisi samping lagi di bawahnya itu adalah powder room dan di atasnya lagi ada kamar mandi. Kamar mandi. Nah, jadi itu ya itu memang apa ya itulah cara kita berpikir tuh how to make the house punya story punya ya kita kasih kehidupan terhadap benda mati ini sebenarnya. Dengan demikian ee semoga ya bangunan ini enggak jadi bangunan yang membosankan ya gitu. Oke. Ee berarti tadi kan yang sebelah kanan itu ruang audionya dan sebelah kiri itu juga hidden nih, Pak. Ada ada apa ruangan apa nih, Pak? Ya itu itu justru itu adalah kamar mandi utamanya dia ya kan. Nah, di kamar mandi ini memang em kita bikin seluas mungkin. Kalau saya sendiri sih pengertian yang namanya pakai kutip ya kamar mandi itu cuman area toiletnya aja sebenarnya. Yang lainnya kita anggap sebagai area terbuka. Ya. Dan di sini em memang kita mempunyai taman kecil. Jadi fields-nya tuh kayak spous dan terbuka. Tapi sebenarnya orang luar enggak bisa ngelihat ke dalam. Ya, di sini adalah memang harus memahami juga dalam mendesain itu mengenai angle ya. Angle-angle mana yang memberikan orang feel of the openness but feel secure juga ada di kamar mandi. Ya, itu paling penting kalau menurut saya. Lalu juga untuk area basah. Em kalau di hotel itu tipikal, tapi hotel kan beda ya tujuannya ya sama rumah tinggal itu orang bikin batap ya ee di daerah kering ya. But ya kalau kita tinggal di hotel kita tahu keluar dari batap enggak mungkinlah kita kering. Nah, jadi akhirnya keluar basah lagi. Jadi let the area batap itu adalah area basah. Jadi area batap itu dengan area shower jadi satu kalau menurut saya ya. Di sini kita pakai dinding dari granit ya. biar gampang bersihinnya karena itu basah pastikan air kan agak susah ya jadi kita bikin gradek jadi setiap sekian tahun sekali bisa dipoles lagi supaya clean ya that's the the yang material paling mahal tuh cuman batu granit itu aja dan luasannya juga sedikit jadi itu kita bikin area basah jadi sehingga dia mau batap dia mau shower dia bisa basah diandukan udah kering baru dia melangkah ke area yang lantai dari terato ya di situ ya baru kering di situ. Jadi juga ada faktor apa ya, ada faktor kenyamanan juga. Jadi em luxury menurut saya adalah comfort. Hmm. Ya, kalau kita harus terpaksa begini, terpaksa begitu, for me that's not luxury sebenarnya. Nah, di sini juga kita bikin e area kamar mandi itu e ada zona-zona tersebut yang kita harus pahami dan semuanya juga menghadap ke satu taman, taman kering gitu ya, yang di mana taman kering itu juga saya kasih ya kind of em artwork kecil ya, yaitu yaitu sebenarnya bonsai ya yang kita taruh di atas e papan kayu yang menempel di dinding. Jadi kesannya floating ya. Tapi of course di dalam papan kayu itu ada rangka baja yang kita tusuk ke dalam. Jadi kesannya apa kuat gitu. itu ada permainan lah ee di kita. Nah, di situ ketika diambil batap juga, view dari batap juga kadang-kadang orang kalau masuk ke hotel itu masuk e batapnya melintang sebelaknya baru view. Sementara kita yang mandi kan enggak ya, kita mandinya kan menghadap memanjang terus jadi kelihatannya bagus ketika difoto. Tapi pas lagi kita di dalam nyemplung di dalam batapnya yang kita lihat malah dinding ya. Ini kita kita balik kita putar. Jadi yang ketik view paling bagus adalah ketika dia batap sebenarnya kan pas dia tiduran di situ apa yang dilihat ya diaat adalah taman. Jadi ini mungkin agak sedikit perbedaan dengan ee tipical rumah atau hotel yang orang desain. Wow. Kalau untuk durasi desain sampai durasi konstruksi itu berapa lama sih, Kak? Jadi sebenarnya project seperti ini ya em pada umumnya itu adalah definitely harusnya under 3 tahun ya tapi 1 seteng tahun pasti lebih ya gitu ya 2 tahun waktu 2 tahun 2 seteng tahun waktuya yang make sense menurut saya tidak rushing karena again ada beberapa myth orang mengenai bangun buru-buru bangunan buru-buru itu enggak bagus ya karena struktur sendiri pun juga belum matang jadi sering kenapa orang bikin buru-buru habis itu bangunannya retak bocor karena bangunannya masih belum settle kita enggak bisa maksain gitu ya. E buru-buru bangun tuh bukan prestasi loh gitu ya. Ya. But we have to do bangunan tuh lancar. Nah secara waktu paling baik adalah segitu. Tapi ini memang sayangnya tadi ya kepotong beberapa musibah segala macam. Ini rumah hampir 4 tahunan ya. Tapi juga di sisi lain juga memang dari owner juga em karena dia juga tidak buru-buru untuk tinggal di sini. Budgetnya pun juga dia keluar juga perlahan-perlahan. Jadi sesuai dengan development daripada budgetnya sendiri. Tapi kalau kalau ya that's that's specifically for this project karena situasinya. Tapi mungkin in general harusnya ini 2 tahun 2 seteng tahun harusnya sih sebenarnya. E kalau orang pengin bangun seperti ini itu kira-kira budgetnya berapa sih Pak? Budget itu menarik ya. Paham luasan yang kecil lebih tinggi per meternya ya. Makin besar per meternya makin e makin rendah ya. Saya rasa di sini ini untuk yang ini di level 15 juta per meter. Untuk yang kecil mungkin bisa turun ke 13 juta per meter ya untuk yang besar seperti itu ya. Itu yang saya mungkin di tahun yang 25 ini ya gitu ya. Mungkin tahun lalu juga sudah mulai beda. Tapi saya rasa ee kalau orang punya budget di angka R5 juta itu per meter itu udah safe lah gitu. Oke. Kalau ee teman-teman yang lagi nonton pengin lihat desain Bapak nih yang tadi filosofi Bapak itu bisa ke mana nih kira-kira, Pak? E, search saja Raul Renanda. Nama saya aja nanti ada beberapa ya bisa dilihat. Siap. Nanti bisa langsung di bawah ya komen. Sip. Nah, menurut teman-teman gimana nih? Keren enggak? Mungkin buat teman-teman yang pengin nanya jangan lupa untuk komen di bawah dan juga share, like, dan juga subscribe. Bye bye.

Lihat di YouTube