Jungkat

Honda Civic e:HEV 2025 dipakai harian, segini konsumsi bensinnya (YouTube Video)

  • 27/08/2025

[Musik] Kalau misalnya kalian ngelihat sosm teman kalian dan ngelihat eh dia SPK mobil ini, dia beli mobil itu merek baru ini, merek baru itu, mobil listrik ini, mobil listrik itu dan ada hasrat FOMO dalam diri kalian alias pengen ikut-ikutan doang beli mobil itu karena si itu juga beli. Coba tanya lagi diri kalian lebih dalam. Apa benar kalian kalau misalnya beli mobil itu bisa memenuhi kebutuhan kalian? Apa semuanya harus FOMO? Cobalah sekali-sekali untuk jomo. Ya, kalau FOMO kan fear of missing out, takut ketinggalan tren. Cobalah untuk jomo dan joy of missing out untuk tetap teguh sama prinsip kalian. Kalau misalnya gua beli mobil ini sesuai kebutuhan gua kayaknya bakal lebih pas. Dan itu berlaku juga buat mobil ini Honda Civic hybrid. Dengan mesin hybrid berarti kita gak perlu ngerubah kebiasaan. Isi bensin aja kayak biasa. Dan masih banyak lagi tentang mobil ini yang patut kalian pertimbangkan kalau kalian mencari mobil yang irit, kencang, dan enak. Orang suka bilang makin banyak pilihan kita sebagai konsumen makin diuntungkan. Dan itu ada benarnya. Apalagi kalau misalnya kita lihat pilihan mobil di atas R500 juta itu udah banyak banget. Dan jangan lupa juga orang yang bisa beli mobil di atas R00 juta biasanya kemampuan finansial itu enggak usah ditanyain. Tapi gara-gara sekarang kan makin banyak pilihan mobil dengan berbagai macam power trend. Dan kebetulan yang sekarang lagi ngetren atau lagi naik adalah mobil dengan tenaga listrik murni atau mobil listrik gitu ya. Cuma gara-gara ini juga kalau misalnya orang ngelihat kita baru beli mobil di atas R juta tapi bukan listrik itu kadang-kadang suka ada yang mandang dengan pandangan bermaksud tertentu. Padahal kan baik lagi semua mobil ada untuk setiap jenis-jenis orang gitu. Enggak semua misalnya si A harus pakai mobil listrik, si B juga harus gitu. Enggak semuanya mobil itu bisa cocok-cocokan antar orang. Jadi gini, misalnya si A enggak bisa beli mobilik karena entah mungkin di tempatnya itu enggak bisa narik listrik sembarangan, enggak bisa masang charger, atau mungkin dia tinggal di apartemen yang enggak bisa seenak modelnya buat masang wall charger gitu kan. Kondisi orang beda-beda. Nah, makanya kalau misalnya kita senang banget ada banyak pilihan mobil biasa, mobil bensin, diesel, turbo, super charger hybrid, pakin hybrid, mobil listrik itu kita senang banget. Terutama juga kita senang begitu ada Honda Civic hybrid ini. Karena kemarin ada Civic RS Turbo dan sekarang dia udah pakai mesin hybrid. Kita pinjam mobil ini lagi karena kita pengin ngerasain gimana sebenarnya rasa mobil ini. Karena kemarin kita cuma dipinjamin sekitar 1 2 jam dan apa yang mau kerasa kalau gitu. Tapi kita udah ngerasain mobil ini sekian hari dan kerasa benar kalau misalnya Civic ini emang kontestan yang tidak boleh dipandang sebelah mata sama sekali. Pertama-tama bentuknya Civic generasi ini yang kodenya FE ini dari depan sampai belakang lumayan ganteng. Terus dari facelift ini dia dapat bumper baru, desain lampu yang lebih smoke segala macam dan peleknya sih sama ya. Dan detail yang belum pernah gua bahas sebelumnya adalah kalau misalnya mobil kan di kap mesinnya kan ada tonjolan hitam yaitu buat apa ee windshield washer ya. Buat apa? Nyuci kaca depan kalau misalnya di kaca depan tu lagi kotor atau gimana. Nah, cup mesin Civic ini bersih. Terus kalau gitu e apa namanya? Titik buat windscreen washer itu di mana? Washer wiper gitu kan. Nah, itu dia disatuin sama batang wipernya. Jadi kelebihannya adalah satu, tampilan kap mesin jadi lebih bersih. Dua, jumlah air wiper yang diperlukan untuk membersihkan kaca depan itu jadi lebih sedikit dan tiga ngebersihinnya lebih efektif. Gua suka itu. Kedua adalah interiornya. Ya, mungkin dibanding sama beberapa mobil baru sekarang, interior Honda ini mungkin terasa agak kurang up to date. Mungkin ada yang notice layarnya enggak gede, terus enggak ada herup display segala macam, enggak ada sunroof. Oke, itu fakta. Emang mobil ini tidak punya beberapa hal yang kalian sebutkan, tapi sebagai sebuah mobil yang penting basic-basic itu ada, dia udah cukup memadai. Bukan over the top ya, tapi udah cukup memadai. Contoh layar dia bisa Android Auto, bisa Apple CarPlay, dan bisa wireless ya. Jadi enggak harus pakai kabel. Terus instrumennya juga bisa ganti-ganti desain. Dan kalian bisa tebak yang paling gua suka masih banyak tombol fisik buat AC, buat volume di setir segala macam. Dan ini bukan sembarang tombol karena didesainnya tuh enak banget. Jadi kita mainin tombol AC misalnya itu tiknya itu bagus loh. Putar-putteran di setir, tombol putter-putaran sama ada toker switch di sini juga maininnya enak banget. Bahkan kalau misalnya mobil lain kan pengin ngatur spion sama rem tangan itu udah di layar ini tidak begitu. Rem tangan elektronik ya elektronik tapi ada tombol fisiknya. Ngatur spion juga ada tombol fisiknya. Jadi terutama kan kalau kita tinggal di kota besar yang sempit kan di mana-mana sempit apa mungkin harus lewat jalan tikus segala macam. Misalnya kita parkir dan emang harus ngelipat spion biar mungkin orang ini bisa lawat segala macam, tinggal selesai. Please, hal yang bisa dibikin simpel tuh jangan dibikin ribet. Dan buat yang belum tahu aja kenapa pabrikan sekarang demen banget pakai layar sentuh buat segala macamnya. Apa karena buat bagus? Enggak. Murah pasang layar tuh murah. Jadi kenapa harus bikin tombol satu sini satu sini? Kalau bisa semuanya di layar. Jadi kalau ada yang bilang L itu tuh lebih mewah, lebih segala macam, enggak. Itu mereka cuma cutting cost doang. Mereka cuma ngirit duit doang. Hah. Dan mungkin akan ada yang menyayangkan kalau generasi ini udah enggak ada Civic hatchback lagi. Adanya cuma sedan doang. Kalau pengen hatchback kita harus langsung naik ke Type R yang mestinya 2000 cc turbo 300 horsepower lebih dan harganya mungkin bisa mungkin dua kali lipat mobil ini gitu ya. Tapi bukan berarti sedan ini enggak praktis. Nih kita kasih contoh sekarang dengan tes bagasi. Di sini ada tangga dan gua pengin buktiin kalau misalnya sedan itu sebenarnya sebuah mobil yang praktis. Banyak orang yang menjauh dari sedan gara-gara ah enggak praktis praktis mobil ini itu ini, itu. Dia bisa praktis kalau kita tahu cara manfaatinya. Jadi kita buka bagasinya. Kalau misalnya menurut orang awam ini pasti kelihatan enggak akan muat kan? Udah panjang tinggi lagi. Tapi jangan lupa kalau sedan itu bisa dibuka joknya. Nih di sini tuasnya. Kita coba masukin dulu ya. Nih, kalau begini doang pasti enggak muat. Makanya kita bisa tarik ini. Terus kalau locknya udah ngunci, kita tinggal agak dorong aja nih jok belakangnya. Iya. Dia bisa kelipat rata lantai dan ini bisa tembus sampai baris kedua. Gua selalu pakai mobil sedan gua ini buat belanja yang kalian bisa lihat gini tangga terus alat buat nyomotin lampu segala macam. Jadi buat yang bilang sedan enggak praktis itu bukan salah mobilnya. Itu salah kalian tidak bisa memaksimalkan mobil kalian. Tapi kalau kalian masih ngotot gua pengin mobil yang ada rasa canggihnya entah teknologi feature segala macam. Ini juga ada. Tapi gua enggak bicara soal ADAS atau apa ya. Kalau kita beli mobil ini kita dapat tiga kunci. Kunci yang biasa, Kop biasa, terus kunci yang bentuknya kartu kayak di Honda Odyssei RB itu mobil masih ganteng banget sih sampai sekarang. sama kunci yang ketiga, kita bisa pakai HP buat jadi kuncinya dengan aplikasi Honda Connect. Ya, tadi itu dia feature sama penampilan mobil ini dan akhirnya gimana rasanya mobil ini untuk dikendarai. Dengan sangat senang gua mengatakan ini mobil masih enak kalau misalnya kalian emang demen nyetir apalagi kalau misalnya kalian menghargai ee dynamic sebuah mobil gitu ya dari cara dia berbelok, dari cara dia transfer berat dari depan belakang kiri kanan gitu bahkan sampai respons gasnya mobil ini menunjukkan kelasnya. Ada perbedaan antara pabrikan mobil yang udah matang atau udah katam banget gimana cara bikin mobil yang enak dan ada juga perbedaan antara pabrikan yang biasanya bikin mobil cuma buat sekedar transportasi dari A ke B. Ini ini mobil enak buat dikendarain. Ambil contoh dari power trend hybrid-nya. Kalau misalnya ada yang bilang, "Ya iyalah, Bang. Honda kan Jepang. Jepang kan jago banget soal hybrid." Tergantung. Honda tuh kalau bikin hybrid selalu ada aja ceritanya. Contoh waktu pertama Toyota bikin Prius, Honda merespon dengan bikin Honda inside. Itu generasi pertamanya tuh e kayak hatchback terus yang roda belakut tuh bentuknya khas banget. Kedua, generasi Inside itu bentuknya kayak Prius. Dan ketiga, Honda Inside itu bentuknya kayak sedan, kayak Civic, tapi sedikit lebih refine gitu ya. Dan kalau misalnya Prius itu namanya naik, inside mungkin ya so aja seperti itu. Dan enggak cuma itu, enggak cuma dari model yang spesifik hybridnya. Teknologi hybridnya juga Honda tuh suka maju mundur gitu waktu di Inside ya. Teknologi hybrid pertama-tama ya Soso. Yang kedua waktu zamannya Honda Integrated atau Intelligent Motor Assist gitu ya, IMA, IMA gitu kan. Kita bisa lihat pertama kali itu di Honda CRZ di Indonesia gitu karena itu hybrid pertama yang Honda J secara resmi. Padahal enggak juga ada Civic FD hybrid itu mobil masih cakep ya sekitar 3 atau 4 unit masuk sini tapi enggak dijual resmi. Ada juga Honda Jaz GE8 hybrid di sini cuma masuk 4 unit. Enggak tahu sekarang kondisinya gimana. Tapi kalau di sini Honda Hybrid ada CRZ dan itu pun sebenarnya agak kurang matang karena hybridnya Honda CRZ itu enggak bisa jalanin mobil pakai tenaga listrik aja kayak mobil ini sekarang dia bisa dan agak tanggung karena apakah nolong askerasi enggak juga tapi ngebantu keiritan enggak si CRZ itu dengan sistem hybridnya? Enggak juga seperti itu. Dan jangan sampai gua misin soal gimana hybridnya Honda waktu zaman McLaren Honda zaman Alonso gitu ya. itu lebih baik buku yang ditutup aja. Dan ketiga, bahkan Honda juga pernah bereksperimen gimana power train hybrid itu dibantu dengan sistem kopling ganda, transmisi kopling ganda. Betul. Jadi dulu ada gearbox IDCD kalau enggak salah itu intelligent dual clutch drive dipasang di Honda City Hybrid. Nah, tapi dengan naik turun itu akhirnya mereka bisa menyempurnakan sistem hybrid mereka ke titik ini. Teknologi IHV kalau enggak salah dulu namanya IMMD ya, intelligent multiode drive. Intinya adalah ada mesin di depan dan ada dua motor listrik sehingga mobil ini bisa melaju dengan tenaga listrik aja. Tapi kalau misalnya kecepatan tinggi, motor listriknya bobok diam, baterainya juga diam. Mesin lewat sebuah roda gigi yang rasionya kayak roda gigi atau gigi en gitu ya, kayak di mobil-mobil biasa itu langsung menggerakkan roda depan. Alasannya simpel. Kalau di dalam kota motor listrik lebih efisien, lebih irit energi. Tapi kalau di luar kota, tol dengan kecepatan konstan dan enggak banyak akselerasi aneh-aneh. Mesin bensin, terutama siklus kkinson kayak mobil ini itu lebih efisien. Dan sekedar tahu aja kalau misalnya beberapa user Honda yang dulu gitu kan suka mengeluhkan soal Sabuk CVT-nya, yang ini kalian tenang aja karena mobil ini enggak pakai Sabuk CVT ya. Gua selalu bilang berkali-kali di video mobil Honda hybrid. Hybrid Honda enggak punya gearbox. Jadi, sistem dual motor itu udah bisa menggantikan gearbox CVT. Jadi, kita enggak perlu khawatir lagi sama durabilitas Sabuk atau belt CVT-nya. Tapi mungkin bakal ada yang tetap nanya, "Bang, ini kan Honda namain ini ECVT. Berarti dia tetap CVT dong." Ee enggak. Serius. Kalau kalian ada kesempatan buat ngelihat bagian dalam sistem eve Honda ini, kalian bisa lihat enggak ada subuk CVT sama sekali. Terus kenapa dinamain ECVT? Itu biar kita mudah aja mencerai. Karena kalau dijelasin ya pakai dua motor gini gini gini kita kan kadang-kadang agak loading ya. Tapi kalau dijelasin ECVT oh ya orang bisa ngerti lah gitu. Dan ini enggak cuma Honda yang ngelakuin. GMC atau General Motors itu juga ngelakuin waktu mereka bikin GMC Hammer EV. Serius kan dia dual motor. Tapi daripada si GMC atau GM bilang dia ini AWD gitu enggak. AWD tuh kurang kedengaran gagah atau raget gitu buat mobil segede Hammer. Mereka bilangnya E fourwheel drive. Padahal maksudnya sama-sama dual motor penggerak empat roda. Cuma yang satu tuh kedengaran lebih manly, lebih offroad, lebih tanggu aja gitu. Kan kalau dengar fourwhel drive kan kebanyakan mobil kayak Land Cruiser atau mungkin e Mitsubishi Pajero, Pajero beneran ya atau mungkin Nissan Patrol, Nissan Armada yang tangguh-tanggu gitu-gitu kan. Kalau kita dengar AWD ketnya apa Subaru gitu-gitu ada perbedaan. Jadi EVT cuma istilah nama aja, tapi sebenarnya dia enggak pakai CVT, dia pakai dual electric motor. Terus posisi baterai hybridnya itu ada di bawah jok belakang. Kalian bisa lihat itu ada kisi-kisi AC. Biar udara dingin dari AC sini itu bisa masuk ke bagian kolonjok belakang buat menjaga temperatur baterai. Dan seperti gua bilang, hybrid Honda ini halus. Jadi, transisi dari tenaga bensin ke listrik ke hybrid itu sama sekali enggak berasa. Benar-benar karena baik lagi itu mesinnya kalau di kecepatan normal 20, 30, 40 itu cuma jadi genset buat ngisi baterai dan menggerakkan motor listriknya. Tapi kalau dikeceatan tinggi dia langsung pakai koplingnya tuh dia nge-lock dan langsung ngejalanin roda depan. Dan enggak cuma itu, kalau misalnya kalian penasaran, dia udah pakai sistem Honda Sensing yang baru. Jadi, udah dikalibrasi biar lebih halus pas pakai adaptive cruise control, land assist, road mitigation di partnya segala macam itu jadi lebih halus. Tapi ingat, canggih-canggihnya ADAS manusianya harus lebih canggih karena ADAS hanya membantu kita nyetir tapi enggak menggantikan tanggung jawab kita. Nah, lanjut lagi. Kalau soal peredaman suara dan di sini biasanya Honda emang agak kurang ya. dia udah pakai future active noise cancellation. Jadi udah lumayan improve lah ya. Tapi kalau misalnya kita lewatin aspal yang mungkin kurang halus atau agak kasar atau mungkin lewatin jalanan konblock gitu ya, dia masih ada sayup-sayup kedengaran. Bukan sayup-sayup sih, kedengaran suara ban, suara kolong gitu-gitu. Cuma kalau misalnya suara angin dari depan sini, dari samping sini itu enggak terlalu kedengaran. kecuali kita udah di atas 130 atau 140 km/h itu dia. Dan kalau misalnya kemarin kan dia pakai mesin 1500 cc turbo, sekarang 2000 cc hybrid, dia adalah mesin yang punya tenaga lebih gede daripada mesin turbo kemarin. Tembus 200 horsepower tenaga kombinasinya. Jadi harusnya tarikannya lebih kencang. Coba kita tes akselerasinya. ya. Jadi kalian bisa lihat mobil hybrid ini bisa buat akselerasi dari 100 lebih kencang daripada Honda Civic Turbo yang mesinnya 1500 cc turbo kemarin. Dan enggak cuma lebih bertenaga, konsumsi bensinnya juga puf gitu kan. Selama ini kita ngelihat hybrid yang buatan merek sebelah gitu kan. Wah irit irit irit segala macam. Dan ini pertama kali gua nyobain Honda hybrid di Indonesia yang di luar area test drive. Ya, gua awalnya gak tahu apa yang pengin gua expect ya. Gua ngak spek bahan bakar ini, tapi gua enggak nyangka seirit ini. Rata-rata rute kombinasi di MID kita bisa dapat 25 km/l dengan gampang. Bahkan kalau kaki kita lebih sopan lagi, 30 km/l tuh enggak mustahil bisa dijangkau. Beneran deh gua enggak nyangka. Jadi selama berpuluh-puluh tahun ya mereka nge-develop sistem hybrid dan mereka sampai di titik ini mereka berhasil bikin hybrid yang penggunaan tenaganya cukup efisien gitu ya bukan cukup sangat efisien 30 km/l tuh mungkin jarang kesampaipean tapi bisa di momen ini enggak enggak mustahil gitu dan ada fun fact ya waktu ada merek di sini ya e mereknya tuh 50 mereka bikin atau mungkin ngerakit lokal SUV hybrid pertama mereka kan namanya ee perkenalan produk itu kan ada presentasi iya hybrid kita gini gini gini gini gua waktu ngelihat slide-nya gua ngelihat kok kayak Honda ya terus selesai presentasi gua tarik orangnya sini sini Mas sini Mas ini kok kayak hybridnya Honda dia bilang ya ini memang mirip hybridnya Honda. Hm. Langsung gua yakin. Hah, belajar dari sini rupanya merek itu bikin hybrid. Cuma kalau yang itu ee SUV yang bermesin turbonya kan terkenal ee sahabat SPBU ya. Bahkan yang hybridnya pun dibilang irit ya, enggak irit-irit amat. Ini udah kencang irit. Mau nyari apa lagi coba dari mobil ini? Dan tadi gua bilang ini mobil enak karena sekarang semua orang tuh bisa bikin mobil kencang. Kasih motor listrik yang bertenaga gede, baterai gede, segala macam. Tarikan 0 ke 100 bisa ya mungkin 5 detik itu oke. Tapi gara-gara sekarang semua udah bisa bikin gitu jadi enggak spesial lagi. Sekarang itu spesialnya mobil yang bisa nurut kalau misalnya diajak belok kayak begini nih. Siap siap. Itu dia maksud gua. Kalau misalnya kalian punya kesempatan di jalanan, mungkin jalanan gunung atau mungkin e sekitar puncak Sukabumi gitu-gitu buat ngerasain sebuah mobil yang jago kalau ditekuk-tekuk, enak kalau ditekuk-tekuk, cobain Civic ini dan kalian akan bisa ngebedain antara mobil yang cuma didesain buat dari sini ke sana, dari A ke B, sama mobil yang bisa bikin tiap kali kita berkendara itu rasanya enak karena mobilnya nurut. Bobot setirnya, setirnya itu dia ringan. Tapi kalau misalnya kita makin kencang atau mungkin kita belok, itu dia ada bobot yang pas gitu. Jadi dia bisa ringan di saat yang tepat dan bisa juga ngasih feedback di saat yang tepat juga kayak gini. Duh, ini mobil sih enak sih. Dan enggak cuma itu, kalau misalnya kita masuk ke mode mode berkendara yang lain ya, dia ada tiga ya atau empat sih, eco, normal, sport, sama individual. Dia bisa mengubah fungsi pedle shift-nya. Jadi kalau di mode biasa dia cuma buat apa namanya? ngecilin sama gede-nya. Tapi kalau di mode sport dia bisa ngasih kayak simulasi ganti gigi artificial itu seru sih. Dan bicara soal regenative breaking ya, gua agak sayang kenapa regen breaking itu enggak bisa stay di level yang kita mau. Jadi gini, misalnya nih, misalnya kita pengen set e regin-nya tuh di level 4 terus aja gitu, jangan, jangan ganti-ganti. Selesai kita set di level 4 ya udah dia di level 4 aja gitu jangan hilang. Kalau di mobil ini tiba-tiba kita udah set terus dia hilang balik ke mode normal lagi. Kenapa gitu? Why? Padahal harusnya bisa dibiarin di situ aja. Agak aneh sih. Tapi ya udahlah. Tapi biarpun dia punya regenerative breaking, dia enggak bisa one pedal driving kayak beberapa mobil hybrid atau mobil listrik murni. Dan kalau lagi jalan pakai tenaga listrik aja, Honda Civic hybrid ini bisa ngeluarin suara artifisial. Dengerin deh. Nah, suspensinya dia punya bantingan itu yang pas. Jadi, dia enggak terlalu empuk sampai apa ee kayak ngambang gitu-gitu. Tapi dia juga enggak terlalu keras atau kasar sampai kita ngerasa kayak gubrak-gubrak atau gasruk-gasruk gitu. Kayak settingan rebound baunya gitu, dampernya itu semua pas di mobil ini bisa ngasih rasa nyaman tapi tidak melupakan karakter fun to drive ya. Mobil ini masih fun to drive sebagaimana sedan Honda seharusnya. Karena biarpun Civic Corolla, Mazda 3 itu Civic itu harus punya elemen fun to drive. Dan mungkin gua bisa bilang ini dia lebih fun to drive daripada Corolla. Dan mungkin hanya selisih dikit dari Mazda 3 gitu ya. Bedanya kalau di Mazda 3 belakangnya sempit, ini enggak sempit belakangnya. Gila sih. Dan ini mobil kalau ditekuk-tekuk dia tuh nurut beloknya tuh dia lincah, setirnya akurat, dan belakangnya tuh enggak geol-geol. Dia tuh belakangnya bisa ngikut tiap kali kita berbelok. ini asli ini biarpun statusnya mobil normal tapi dia bisa ngasih sedikit kenikmatan berkendara biarpun kita cuma kayak ya ke kantor atau ke sekolah gitu tapi tiap kali kita pengin agak ugal dikit gitu dia bisa mengakomodir dan dia tidak akan komplain bahkan kalau misalnya kalian belok di kecepatan mungkin ee ambillah mungkin putaran balik yang keara gitu kan atau mungkin ya pokoknya belokan manalah favorit kalian mobil ini kerasa stabil dan nurut. Kalau udah cobain mobil kayak gini, kalian bisa bedain mana mobil enak, mana mobil buat transportasi belakang. Coba balik lagi ya, enggak semuanya di sini tuh sempurna atau bagus. Ada beberapa catatan. Yang pertama kalian gak tahulah ya harganya ya R00 juta buat sebuah Honda Civic yang mungkin agak sulit dicerna gitu ya. Kedua, dia punya sensor parkir depan belakang. Cuma tiap kali kita mendekati sesuatu, dia tuh warning-nya tuh di dua-dua layarnya. Jadi di instrumen iya, di sini iya. Yang di layar tengah harusnya enggak usah, enggak apa-apa deh. Benar. Cukup di instrumen aja. Yang di layar tengah udah enggak usah tampilin. Kalau kita mendekati sesuatu kita tahu, kita udah lihat kode instrumen. Ketiga, gua harap dia punya kamera yang lebih bagus ya. dia punya kamera di belakang doang agak sayang dan gambarnya juga agak kabur. Gua berharap dia bisa ngasih kamera lebih bagus dan resolusinya lebih tajam dan kamera 360 derajat buat mobil kayak gini ya. Ada kamera blind spot juga tapi ya enggak usah dibahaslah yang itu. Keempat, tapi ini agak enggak asah juga gua bilang karena ini mobil baru gitu ya. Tapi kalau misalnya kalian punya Honda dan kalau kita bilang kaki-kaki, kalian tahu artinya? Gua harap mobil ini atau Honda-Honda lain ke depannya punya kaki-kaki yang lebih kuat. tapi tetap mempertahankan karakter seperti ini. Nyaman iya, sporty iya. Karena kalau misalnya orang bicara durability, reliability di seluruh dunia, enggak mungkin nama Honda tuh enggak dimention. Jadi ini mobil bagus, tapi kalau misalnya Honda bisa develop kaki-kaki yang lebih awet lagi dengan spek kenyamanan dan sport kayak begini itu mereka udah peluang sukses tuh udah makin besar gitu buat Honda. Tapi terlepas dari semua catatan kecil itu, Honda Civic ini masih sebuah mobil normal yang praktis, ganteng luar dalam yang mungkin enggak terlalu modern atau enggak terlalu banyak gimik atau gimana, tapi semuanya di sini pas. Mesin hybridnya kencang irit dan kalau kita nyetir mobil ini, ini masih fun to drive, masih asik banget dan kadang-kadang ada rasa eh iya ini mobil beda dan mengingatkan kenapa kita bisa suka mobil, kenapa mobil itu spesial bukan cuma transportasi buat dari A ke B. Mobil kayak gini bisa bikin ingat kalau mobil itu bisa spesial. Yah, ini dia Honda Civic RS Eve Hybrid. Di belahan dunia manapun, mobil-mobil kayak Civic, Corolla, Prius, Impresa, Mazda 3 itu kan default sebuah mobil gitu ya. Sormal-normalnya mobil ya begini. Tapi begitu ngendarain bisa kerasa kalau biarpun bentuk dimensi sama, kelas sama, tapi mobil tuh bisa dibikin beda-beda. Coba ngaku deh kalau kalian lihat mobil-mobil baru, cobain satu sama lain deh. Terutama merek-merek baru. Kerasa enggak kalau mereka tuh satu lain berasnya sama aja? Ini kalau gua boleh bilang ini angin segar buat mereka yang suka nyetir dan menikmati aktivitas nyetir. Buat mereka yang pengin nyetir mobil cuma buat e relaksasi, buat terapi, buat refreshing. cuma nyetir aja. Enggak usah enggak tentang tujuannya pengin ke mana, tapi aktivitas nyetirnya yang bikin rileks. Mobil ini mungkin harganya agak tinggi, bukan yang paling modern, bukannya featuring banyak, dan mungkin juga gimik-nya enggak gimana-gimana banget, tapi begitu ngendarain, this is still a Honda. Nyetirnya asik, bobot setirnya enak, bantingannya nyaman tapi tetap sporty, dan fun to drive-nya itu juga masih kentel banget nuansa Hondanya. respons gasnya bagus dan mesin hybrid ini gak cuma lebih irit daripada mesin turbo yang lama, tapi juga lebih kencang. Kadang-kadang kita harus kompromi mau kencang atau mau irit. Ini bisa digabungin kencang dan irit. Dan konsumsi bensinnya bisa 30 km/l dengan enggak gampang-gampang amat tapi bisa buat kalian yang kakinya sopan banget dan ya kalau misalnya kalian masih agak skeptis sama Honda ya dan gua ngerti kenapa ingat belakangan Honda udah mengubah diri mereka sendiri harga HRV sekarang turun jadi 488 yang paling mahalnya Stepwagon harganya di kelas box MPV dia bukan yang paling tinggi 629 jadi mungkin Honda sadar sama kondisi market sekarang Dan inilah jawaban Honda untuk fight back menuju kasta di mana mereka seharusnya berada. Ditunggu gebrakan-gebrakan lainnya dari Honda. Dan kalau Civic-nya aja seenak ini, gua punya harapan tinggi buat Honda Prelut nanti yang pakai Power Trend Civic, kaki-kaki Civic Type R dan gua harap dia bisa membangun sebuah mobil yang bagus dari pondasi Civic hybrid ini. Oke, itu a dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempolnya, komentar, dan subscribe. Nyetir dulu.

Lihat di YouTube