Honda Civic e:HEV 2025 : Layakkah Mengganti Civic Turbo? (YouTube Video)
Tapi bagi Anda pecinta sedan, Anda ingin sedan medium, ya ini yang terbaik. [Musik] Bye bye Turbo. Setelah dua generasi Civic masuk dengan format mesin turbo, sekarang sudah tidak ada lagi dan digantikan oleh ini. Ini adalah Civic Hybrid terbaru. Sekaligus melakukan facelift, sekaligus juga mengganti power trade-nya dengan hybrid. Tapi jangan khawatir karena walaupun hybrid ini sudah pasti lebih hemat, ternyata di atas kertas mobil ini juga harusnya lebih memiliki performa tinggi dibandingkan Civic Turbo. Jadi di video kali ini kami akan memberitahukan ke Anda detail dari Civic Hybrid terbaru ini. Sekaligus juga kami akan menyetir mobil ini keliling Jakarta. Civic Turbo bermula di Civic generasi ke10, satu generasi sebelum ini. Ketika itu pertama kalinya Civic menggunakan mesin 15500 cc turbo. Kapasitas kecil, tenaganya besar, lebih dari 173 HP dan ee membuat Civic itu kembali mendapatkan reputasi sporty-nya. Walaupun memang transmisinya e CVT ya, tapi Civic Turbo waktu itu di ya waktu itu Civic Turbo itu eh namanya gitu ya. Jadi eh garang gitu. Nah, kemudian itu dilanjutkan juga ke Civic generasi ke-11. Tapi pada saat melakukan facelift tahun ini, Honda Indonesia memutuskan untuk tidak lagi memasukkan varian turbo dan digantikan dengan varian hybrid. Sebenarnya kalau di luar negerinya, di Thailand-nya varian hybrid dan varian turbo itu masih dijual bersamaan. Tapi tidak, sekarang hanya varian hybrid saja. Tapi seperti saya bilang, hybrid sudah pasti lebih hemat. Nanti kita akan bicara lebih detail tentang ee mesinnya. Tapi karena mobil ini memiliki tenaga yang lebih besar dan penambahan bobotnya juga tidak terlalu banyak, kemungkinan performanya akan bertambah. Nanti kita akan cek langsung. Saya juga akan nyetir mobil ini dan kalau ada kesempatan saya akan cek akselerasinya bandingkan dengan Civic Turbo. Tapi itu nanti kita akan bicara sisi teknisnya nanti. Sekarang kita lihat dulu keseluruhan mobilnya. Kita lihat dulu dari harganya. sebelumnya Civic Turbo sebelum facelift ini dengan mesin 1500 cc turbo 173 PS itu harganya di 600 26 tidak sampai Rp630 juta. Tapi terjadi peningkatan harga yang cukup besar ketika hybrid ini masuk. Harga jualnya hampir Rp700 juta. Rp699 juta yang artinya terjadi kenaikan sekitar Rp63 juta. Tapi ya wajar karena ini sebuah hybrid. Artinya ada baterai yang ditempatkan di mobil ini. Tapi seperti saya bilang, dia akan memberikan operational cost yang lebih rendah. Nah, dengan harga yang lebih mahal secara tampilan sebenarnya tidak terlalu banyak bedanya. Jadi ini adalah Civic generasi ke-11 yang melakukan facelift. Lampu sama bagian body sebagian besar sama kecuali bumper dan grillnya. Sekarang grillnya ini dia e menggunakan honeycom dan bumpernya juga lebih agresif. Dan di sini tetap ada RS. Yes. Walaupun ini bukan varian yang dinilai sporty gitu ya, karena ini hybrid tapi Honda tetap memasukkan varian body kit yang sporty yaitu varian RS. Jadi terlihatnya tetap terlihat sporty. Untuk veleg ini modelnya sama dan ukurannya juga sama, sama-sama 17 inci. Ee warnanya hitam dove ini e jadi simpel dan sporty. Serta remnya ini lebih besar di varian ini. Jadi rem depan lebih besar, rem belakang juga lebih besar sedikit. Sama ada satu yang menarik. Jadi mobil ini sudah diberi fitur keselamatan yang lebih baik. Memang sama-sama masih menggunakan Honda Sensing, tapi untuk lampu e depan ini sudah ada auto high beam serta dia bisa menaikkan kap mesin bagian belakang ini sampai 10 cm kalau mendeteksi terjadi tabrakan dengan pejalan kaki. Itu untuk membuat kemungkinan cedera si pejalan kaki itu lebih kecil. Jadi misalnya dia tertabrak karena ini naik 10 cm, jadi dia tidak menabrak kaca secara frontal lebih soft untuk yang ditabrak. Saya enggak mau nyoba sih, tapi minimal teknologi itu sudah ada. Nah, kemudian yang lainnya sama di sini ada side skir tipis tapi tuas pintunya ini sekarang menggunakan eh chrome ya. Ya, mungkin karena ini model yang less sporty dinilainya adalah ee hybrid. Jadi ada chrome. Bukan selera saya. Saya lebih senang kalau sewarna body. Tapi ya ini yang ada di varian Indonesia. Nah, sekarang kita ke bagian belakangnya. Lampunya ini bentuk sekilas terlihat sama, tapi sekarang di bagian putihnya ini ada efek smoke di dalamnya serta ada emblem eve. Nah, ini adalah emblem untuk produk hybrid Honda Eybrid electric. vehicle. Bagasinya belum elektrik ya, tapi dia ada e soft opening, jadi tetap bisa ngebuka sendiri seperti ini walaupun nutupnya masih manual. Bagasi sama, tidak ada yang terkorbankan dibandingkan yang non hybrid sebelumnya. ini tetap sangat lega dan di bawah itu masih ada ban serep yang full size. Nah, untuk melipat bangku belakang kalau misalnya masih kurang ini bisa dengan dua tuas di kanan dan di kiri. Kemudian pertanyaannya kalau misalnya bagasinya tidak berkurang, di mana diletakkan baterainya? Baterainya diletakkan di bawah bangku baris kedua. Apalagi ini kan bukan plugin hybrid, ini hanya hybrid. Jadi baterai ya kapasitasnya paling 1, maksimal 2 kW hour enggak terlalu besar. Namun ada space yang diambil oleh baterai itu adalah space dari tangki bensin. Kalau sebelumnya Civic Turbo itu punya kapasitas tangki bensin 47 L, di mobil ini hanya 40 L. Tapi dengan sistem hybrid yang dia lebih hemat, range-nya seharusnya lebih jauh. Karena ya hybrid yang ada di mobil ini ketika di e Honda Accord atau Honda CRV itu dengan mudahnya mencapai 20 km/l atau lebih. Artinya mobil ini anggap saja hanya 20 km/l itu bisa 800 km hanya dengan tangki bensin yang 40 L. W kapesinnya cukup berat. Tidak ada sistem pegas. Jadi harus manual. Ada ini panas panas panas panas panas. Oke. Mesinnya lebih besar dari sebelumnya. Sebelumnya 1500 cc dengan turbo sekarang 2000 cc Atkinson Cycle 4 silinder yang menggerakkan dua roda depan lewat transmisi CVT dan masih dibantu juga oleh motor listrik yang diberikan suplai energinya dari baterai yang ada di bawah bangku baris kedua. Tenaganya untuk motor listriknya itu besar 184 PS. Sedangkan untuk mesin bensinnya itu 141 PS. Namun ketika dicombine bukan 184 + 141, tapi data dari Honda setelah dicombine mobil ini memberikan tenaga 203 PS yang mana itu 30 PS lebih besar dibandingkan mesin 1500 cc turbo yang ada di sebelumnya. Jadi dia 30 HP atau 30 PS lebih bertenaga dari sebelumnya. Namun memang ada penambahan bobot. Penambahan bobotnya tidak terlalu banyak ternyata hanya di 90-an kg. Jadi nambah 90 kg tapi ditambah 30 PS berapa 0100-nya? Belum tahu. Nanti kalau ada kesempatan kita coba. Kemudian torsinya sendiri, torsi gabungan dari mesin bensin dan mesin listriknya tidak ada datanya, tidak dikeluarkan secara resmi. Namun untuk motor listriknya saja itu torsinya sudah 315 Nm yang artinya enggak mungkin dia berkurang, malah mungkin bertambah dari mesin bensinnya. Artinya ini torsinya di atas 315 Nm yang mana itu akan membuat ee pengendaraannya menjadi supel dan eh lebih enak ya, lebih fleksibel untuk berbagai kondisi. Dan satu lagi warnanya. Ini adalah warna baru yang belum ada di varian sebelum facelift, belum ada di varian turbo, tapi sekarang sudah ada di sini. Ini warna biru. Birunya tuh di antara biru muda dan biru tua. Keren sekali. Elegan. Elegan sekali. Dan ini cocok sekali untuk eh Civic ini. Selain ada warna merahnya juga yang saya suka tetap hadir di varian ini. Kemudian di logonya ya karena ini hybrid ya. Kalau Type R itu dia merah di sini. Tapi kalau di hybrid dia ada striping birunya di sini untuk memberitahukan bahwa ini adalah varian yang hybrid. Jadi sekarang kalau misalnya Anda membeli Honda Civic, dua pilihan Anda. Yang hemat energi seperti ini hybrid atau yang Type R dengan format body hatchback. Tapi kalau kita lihat harganya, mobil ini harganya tidak sampai setengahnya Type R. Type R itu sekarang on road-nya sudah 1,445 miliar. Ini tidak sampai Rp700 juta. Dan tenaganya tidak setengahnya, tenaganya di atas 200 HP. Untuk interior belakang, ada sedikit perubahan dibandingkan generasi sebelumnya. Yang jelas kentara adalah USB slot yang tadinya tidak ada untuk penumpang belakang, sekarang sudah ada. Dan ini sudah USBC dua lagi kanan dan kiri serta ada aksen merah di trim pintunya. Lainnya sama headro dan leg room-nya lega. Ini posisi duduk saya. Saya tingginya 177 cm. Paha tersangga dengan baik. L room-nya memadai. Headro tidak banyak tapi tetap enggak mentok juga. Dan ini nyaman di belakang sampai perjalanan jauh sekalipun. Sekarang kita ke depan. Kuncinya sama. Ini ada kunci yang normalnya dan ada kunci dengan menggunakan kartu yang tinggal kita kantongin aja. Keren, enggak menyita tempat serta interiornya basically desainnya sama, tidak ada perubahan setelah facelift. Tapi lihat ini ada aksen merahnya yang memanjang di dashboard dan di semua kisi AC serta ada juga di bagian trim power window ini. Setir sama dan karena ini RS jadi kulit berwarna hitam dihiasi dengan jahitan-jahitan warna merah. Bukan hanya di setir tapi juga ada di tempat duduk. Posisi nyetir enggak usah dipertanyakan lagi. Civic adalah salah satu mobil yang paling ergonomis posisi berkendaranya. Dan ini ada pedle shift. Pedle shift-nya ini bukan untuk memindah gigi karena ini eh CVT ya. Jadi ketika misalnya kita ee berkendara dan kita menggunakan mode hybridnya, paddle shift ini digunakan untuk mengatur level of regenerative braking. Jadi eh efek engine brake-nya itu bisa kita atur kekuatannya. Katanya sih ada sampai enam. Nah, kemudian layarnya ini sama seperti sebelumnya, tapi sekarang ada menu baru karena dia hybrid. Ada power flow di sini yang kita bisa melihat flow dari eh sistem hybrid ya. AC sama dual zone dengan tombol fisik yang sangat mudah untuk pengoperasiannya. Kemudian ee yang baru ini adalah ada wireless charger serta USB slot-nya bukan USB A lagi tapi sudah USB C serta drive mode-nya. Kalau yang tadinya cuman Econ atau e mode echo econ normal dan sport sekarang sada individual sama seperti di Civic Typar. Jadi di individual ini kita bisa mengatur bagaimana karakter power train-nya, karakter e berat setirnya, sama engine sound-nya dan gauge-nya apa eh tampilan instrumennya. Engine sound ini sesuatu yang baru juga. Jadi tadinya itu hanya ada di Civic Type R. Bunyi buatanlah lewat speaker untuk menambah adrenalin. Tadinya tidak ada di Civic Turbo, sekarang di Civic Hybrid justru ada. Biasanya ini hanya untuk di mobil-mobil yang sporty, tapi sekarang di hybrid ternyata dia ada. Nah, tapi satu yang secara signifikan menurut saya akan meningkatkan ee pengalaman kepemilikan dari Civic adalah hadirnya Honda Connect. Honda Connect ini berarti mobil ini sudah bisa terintegrasi dengan aplikasi yang ada di handphone kita dan sistem ini memiliki internet yang terintegrasi dengan head unitnya. Internet ini enggak perlu Anda top up. Dia otomatis akan di-update oleh Honda ketika Anda melakukan perawatan ee berkala. Tapi dengan adanya Honda Connect dan sistem internet dia sudah Google ready. Jadi Google Maps, Google Assistant, Play Store, semua ini bahkan YouTube Music itu bisa langsung diakses dari head unitnya. ee Google Maps bahkan sudah bisa membaca kemacetan tanpa perlu Anda me integrasikan atau mengkoneksikan HP Anda. Tapi kalau misalnya Anda ingin mengkoneksikan HP Anda, dia sudah bisa Apple CarPlay dan Android Auto. Dan Apple CarPlay-nya menurut keterangan Honda bisa wireless dan bisa wired tergantung preferensi kita. Lainnya di sisi kepraktisan sama ada laci yang cukup ee besar di sini dengan ada tempat buat barang-barang kecil. Kemudian laci di sini juga ee soft opening dengan kapasitas ya biasa-biasa saja. Dan ada dua buah cup holder di tengah serta dua lagi di pintu kanan dan pintu kiri. Oh ya, sistem audionya sekarang menggunakan B. Jadi memang penambahan harga itu sepadan juga dengan yang ee penambahan fiturnya. Bukan hanya mobil ini menambah baterai karena ini hybrid, tapi dia sudah ada Honda Connect. Kemudian eh Honda Sensing-nya juga lebih lengkap fiturnya. Kemudian sistem audionya lebih baik. E ada wireless charger dan dia sudah terintegrasi internet yang membuat dia ready untuk menjalankan beberapa aplikasi Google. Dan karena ini udah Honda Sensing, artinya semua fiturnya ada termasuk land keeping assist dan adaptive cruise control. Tapi yang membuat saya penasaran di atas kertas mobil ini lebih bertenaga. Bagaimana impresi berkendaranya? Apakah dia impresi berkendanya seperti ee mobil yang lebih nyaman, mobil hybrid atau lebih sporty dibandingkan Civic Turbo RS atau sama aja? Oke, mendingan kita langsung coba. Karena mobil tes yang bisa dipinjam dalam jangka panjang itu belum tersedia. Jadi di tes kali ini kami hanya bisa meminjam sebentar, hanya 1 jam. Enggak lama. Tapi lumayan kita bisa jalan sampai ke jalan tol. kita bisa keliling-keliling Jakarta lewat ee tol dalam kota dan tol ini. pertama kali Civic generasi ke-11 ini keluar dalam format Civic Turbo itu kami terkesan dengan rasa berkendaranya. Mobil ini nyaman eh kemudian dia juga e responsif gitu ya ketika di tikungan. Posisi duduknya enak, halus, Civic terbaiklah dalam hal pengalaman berkendara dan itu masih dibawa terus sampai mobil ini. Bahkan mungkin ini terasa lebih positif. Kenapa? Karena kabinnya lebih hening. Lebih heningnya bukan karena dia menggunakan kaca double, karena ini kacanya normal, tapi karena di sistem audio dari bos-nya bukan hanya memberikan suara audio yang lebih bagus, tapi dia juga sudah ada. Seperti tadi saya bilang eh fake engine sound lah ya. Eh kalau di Honda mereka menyebutnya itu sebagai ya engine sound. Nah, tapi juga sistem dari Bose ini memiliki active noise cancelling. Jadi, sistem audionya walaupun dalam kondisi kita tidak lagi pasang audio, dia mengeluarkan sinyal suara yang berlawanan dengan sinyal suara yang terjadi di dalam kabin mobil. Jadi, dia lebih senyap tanpa perlu menggunakan kaca yang double. Bantingannya mirip dengan di Civic Turbo, tapi saya merasa sedikit lebih empuk. Mungkin karena penambahan bobot 90 kg itu ya masih ada kaku Hasi Civific tuh masih ada ya karena ini adalah mobil yang harus lincah juga. Tapi ketika melewati polisi tidur itu terasa empuk dan nyaman mobil ini untuk perjalanan jauh sekalipun. pertama kali ketemu dengan hybrid dari Honda itu pertama kali di Honda Inside di awal 2000-an. Itu awal-awal Honda itu membuat sistem hybrid. Kemudian saya ketemu lagi di Honda CRZ dan sempat juga di Civic FD. E tapi itu sistemnya adalah integrated motor Asis. Jadi dia tidak bisa mematikan mesin, tidak bisa menjalankan mobil hanya dengan listrik. Dia hanya menyimpan energi dan ketika kita akselerasi akan dibantu oleh motor listriknya. Tapi sekarang hybrid Honda sudah jauh lebih berkembang. Nah, hybrid generasi terbaru Honda ini pada saat pertama kali dikeluarkan oleh Honda di e Honda CRV, saya sempat ragu karena raja hybrid di kelas ini adalah Toyota dan Toyota itu sudah lima generasi sudah sangat efisien. Honda saya belum tahu, tapi begitu lihat di CRV, wow tidak kalah dari hybridnya Toyota. Bahkan e ada kemungkinan lebih baik dalam menangkap energinya. Karena untuk di kendaraan seperti CRV saja dengan mudahnya kita mendapatkan 20 km/l di rute kombinasi ini. Tadi berangkat dari Honda prospect Motor itu baterainya masih eh kosong. enggak jalan berapa lama, tiba-tiba sudah penuh. Sistem penangkapan energinya sangat efisien milik Honda ini. Dan konsumsi bahan bakar ada dari perjalanan sebelumnya. Ini mobil saya lihat di mid-nya itu sudah menempuh perjalanan sekitar 150 km dengan kecepatan rata-rata itu 22 km/h. Konsumsi bahan bakar rata-ratanya 19,9. 22 km/h itu artinya di dalam kota yang benar-benar e padat dan masih bisa dekat ke 20 km/l. Dan kita juga enggak tahu cara bawanya gimana. Nah, tadi dari berangkat saya udah ee riset mobil ini dan sekarang sudah mencatat angka 21 km/l. Padahal tadi ada kemacetan dan tolnya juga enggak kosong-kosong amat. Sekarang saya mau coba kalau kita masuk ke sport mode seperti apa sih lihat suara engine sound-nya enggak enggak begitu kedengaran ya dari speaker menurut saya. Padahal ini settingannya sudah settingan keluarin yang eh sport. Coba kita lihat sport tapi enggak terlalu enggak terlalu yang kayak Civic Type R gitu ya. Enggak sih, saya enggak belum bisa dengar apa-apa ya. Masih dominan suara mesinnya dari depan. Walaupun ya halus, samar-samar terdengarnya. Tapi gak apa-apa. Menurut saya fake sound enggak perlu untuk mobil ini karena ini adalah mobil hybrid. Bukan mobil yang untuk track day, bukan mobil yang untuk berkendara e sporty gitu ya. Walaupun saya juga jadi penasaran sih. Nah, dengan alat ukur akselerasi berbasis GPS ini, saya pengin tahu berapa 0 sampai 100 km/hnya. Kita akan coba berapa 0-nya. Kita akan masukkan mode Wow, wow, wow. 0 sampai 100 km/h. Kalau Civic Turbo itu tuntas dalam 7,7 detik. Sedangkan di mobil ini tuntas dalam 6,6 detik. Lihat ini, Anda bisa lihat foto yang saya ambil. Yes. 6,64 detik. 402nya jangan dihitung ya, karena itu tadi begitu 100 saya udah e angkat gas. Jadi eh 6,6 detik. Wow. 2011 met juga saya udah angkat gas tadi. Jadi secara performa lebih kencang daripada Civic Turbo. 1,1 detik lebih kencang dibandingkan Civic Turbo yang digantikannya untuk 0 sampai 100 km/h. Kemudian selain lebih kencang, mobil ini juga terasa lebih responsif pada saat kita berjalan santai. Karena ini kan transmisinya CVT, tapi bukan CVT biasa, tapi eVT. Jadi CVT yang sudah disesuaikan untuk penggerak listriknya juga. Nah, kalau di Civic Turbo satu, pertama mesin harus membangun RPM sampai tekanan turbonya terbangun. Kemudian CVT juga membutuhkan waktu supaya mesin itu bisa mencapai putaran yang tinggi. Sedangkan kalau di ECVT ini dia terasa lebih instan karena di awal itu dibantu oleh motor listriknya. Jadi motor listrik itu kan sifatnya instan tenaganya. Jadi terasa tidak ada turbox sama sekali. Terasa seperti naturally aspirated engine tapi kencang. 6 detik loh 0 100-nya. Enggak nyangka dan enggak terasa kencang. Tidak ada drama di mobil ini. Tidak ada yang wow gitu ya. Ada memang kerasa GeForce yang kuat ke belakang ketika kita berakselerasi tapi suara mesinnya normal. Enggak ada drama berlebihan lah. Tahu-tahu kencang aja. Jadi effortless ini mobil untuk akselerasinya. Wah ini asik sih kalau buat perjalanan jauh. Range-nya pasti besar. Dan ketika kita mau menyalib juga tenaga itu tersedia lebih instan dibandingkan yang turbo. Dan ketika kita menikung, iya bukan menikung alat Type R ya, tapi ini body roll-nya sedikit dan sangat terkontrol mobilnya. Sekarang kita akan coba fitur landeping assist-nya. Dia cukup halus belok-beloknya. Nah, saya pengin tahu ketika dia peringatannya menyala, setirnya bisa disentuh saja atau harus digoyangkan? Steering required. Eh, bisa nih. Jan-jan nih. Coba. Lama juga ya. Baru steering required nih. Dari tadi enggak megang apa-apa. Oke, steering require. Oh, dia tidak bisa disentuh. Tetap harus digoyang. Tapi goyangnya sedikit saja, sangat sedikit. Ee kita perlu menggoyangkan. Jadi enggak terlalu merepotkan. Ini berjalan 90 100 dengan mobil ini rasanya seperti 80 km/h. Dan ini kita lagi lari 95 km/h, mesinnya mati. Hanya baterai saja. Gimana enggak hemat? Nanti kita lihat ya sampai balik lagi ke Honda Prospek Motor berapa konsumsi bahan bakarnya dan sudah pakai tes akselerasi loh. Dan ini satu yang sangat enak ya menurut saya adalah sudah ada sambungan internet di mobil ini. Benar-benar enggak perlu sambungkan handphone kita sama sekali. Google Maps langsung sudah tersedia dan dia sudah bisa membaca kemacetan serta memprediksi ee waktu kedatangan. Banyak sekarang mobil sudah bisa Apple CarPlay, Android Auto, tapi enggak banyak yang sudah Google ready seperti ini. Dan belum lagi ketika Anda mengkoneksikan dengan Honda Connect, Anda bisa mengecek kondisi mobil, bisa remote start dari aplikasi, bisa geo Fancing. Jadi kalau misalnya ada teman Anda minjam, Anda bisa kasih batasan berapa kilometer radiusnya. Kalau melewati itu, Anda akan mendapatkan ee peringatan dan ya banyak sekali hal yang bisa dilakukan ketika mobil dan gadget kita itu terintegrasi. Well, secara overall mobil ini lebih menggoda dibandingkan Civic Turbo RS sebelumnya. Karena oke ada selisih harga sekitar Rp0-an juta tapi model year-nya baru. Kemudian dia sudah facelift hybrid pula dan penambahan fiturnya sepadanlah dengan penambahan harganya. Tapi Anda mendapatkan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit. Ini kita udah berjalan kira-kira hampir 50 km dan sudah dekat lagi ke kantor Honda. Ini konsumsi bahannya bahan bakarnya di atas 23 km/l. Segitu gampangnya kita mendapatkan konsumsi bahan bakar yang fantastis di mobil ini. Kemudian dia juga berakselerasi lebih cepat secara signifikan lebih cepat dibandingkan Civic Civic Turbo serta lebih supel di harian karena ada motor listrik yang memberikan tenaga yang instan. Overall ini memang mobil yang layak diberi harga lebih mahal dibandingkan Civic Turbo. Ya, jadi senang rasanya tahu bahwa kita bisa membakar bahan bakar jauh lebih sedikit tapi mendapatkan performa dan keasikan berkendara lebih baik di mobil ini. sayangnya memang kelas medium sedan seperti ini semakin tergerus oleh SUV, even kendaraan listrik. Jadi, ya sudah tidak banyak lagi pemainnya. Paling hanya ini. Corolla pun masih menunggu model terbaru. Mazda 3 Sedan juga tidak ada yang terlalu istimewa. Jadi, ya mobil ini terbaik memang di kelasnya saat ini. Definitely terbaik. Tapi memang kelas Civic ini menjadi kelas yang nis, bukan kelas yang banyak diminati orang lagi. Tapi bagi Anda pecinta sedan, Anda ingin sedan medium, ya ini yang terbaik. Well, sama-sama ganteng, sedikit lebih mahal, lebih bertenaga, dan lebih irit. Bagaimana menurut pendapat Anda tentang hybrid ini? Layakkah dia menggantikan keberadaan yang turbo? Layakah turbo dihilangkan di Indonesia untuk digantikan varian hybrid ini? Silakan komentar di bawah. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Auto Driver jika Anda belum. Nanti setelah mobil ini bisa dipinjam dalam waktu yang lama, kami akan memberikan impresi dan tes yang lebih detail lagi. Bagaimana ketika dipakai perjalanan jauh, bagaimana konsumsi bahan bakarnya di beragam kondisi, begitu juga dengan ee kondisi akselerasinya di environment yang tepat sesuai standar kami. serta apa saja kelebihan dan kekurangannya itu nanti pada saat kita bisa mengetes mobil ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
