Honda New ADV160 RoadSync 2025 (YouTube Video)
Iya. Buat Bapak-bapak yang paginya ngantar anak schooling, siangnya turouring, sorenya mancing, malamnya terpaksa bobo sama kucing, motor ini cocok buat kalian karena ini adalah skuti konda yang paling asik. Tentu karena ini adalah motor baru ADV 160 roading. Yang pertama akan kita bahas adalah perbedaannya dibandingkan dengan ADV 160 sebelumnya. Pertama tentu bentuk sayap sampingnya ini itu ya bentuknya udah berbeda dari mulai atas sampai ke bawahnya. Dan ini ada aksen yang kayak winglet. Tapi sebenarnya enggak berlubang nih. Kita cari-cari lubangnya gak ada. Jadi kayak cuma aksen aja. Dan ya udah itu aja perubahannya. Oke, terima kasih. Enggak sampai situ ya, karena sisanya perubahannya itu cuma permainan warna aja nih ya. Ada aksen hitem di bagian bawah windshield-nya ini. Terus bagian tengah sini udah sewarna sama body. Dan aksen silver yang si shape ini ya. Bentuk huruf C ini enggak berlanjut sampai ke bagian D kaki. Terus bagian suspensi dia lebih gelap warnanya dibandingkan dengan yang terdahulu. Dan velegnya warnanya di tipe rouing jadi yang baru. Udah itu aja perubahannya secara visual. Tapi yang paling berubah itu justru ada di bagian panel instrumen dan juga speedometer yang udah menggunakan speedometer full TFT digital cluster ya 5 inci yang sudah terkoneksi dengan Honda Racing. Jadi bisa terkoneksi ke smartphone kalian. Dan enggak cuma itu, tentu kalau kalian lihat di PCX 160 yang roching, kalian pasti ingat kalau dia panel instrumen sebelah kirinya itu udah beda banget. Dan sekarang ditaruh persis ke ADV 160 rohing. ini plek ketiplek bentuknya. Nah, ini ya maksudnya jadi benar-benar lebih modern dibandingkan dengan panel instrumen yang kanan ini masih Honda PCX sama ADV yang lama nih. Bentuk tombol-tombolnya kayak enggak sinergi dengan panel instrumen yang sebelah kiri gitu kan. Ini yang futuristis. Sementara yang ini masih panel instrumen Honda yang lama. Enggak apa-apa, it's oke karena masih fungsional. Hazard ad startsop ya kan tombol starter terus yang sebelah kiri itu untuk menyalamatikan traction control high beam past beam terus tombol instrumen Honda roaching klakson sama sein. Klaksonnya agak kecil ya tapi kenotice kok karena ada tonjolannya. Dan sekarang kita nyalain si ADV 160 rootsing ini. Kalau kalian penasaran sama kuncinya ya masih sama aja sama Honda-Honda killer system yang lain ya. Tuh. Oke, kita nyalain. Oh, ya ada animasinya. Sebenarnya persis sama PCX 160, cuma ditaruh aja di ADV 160 sekarang. Dan langsung terkoneksi ke Honda Road Sing yang udah bisa turn by turn ya. Jadi kalau misalkan kita arahin nih, Nah, dia langsung navigasi turn by turn tuh ya. Nah, jadi langsung kelihatan di sini jarak berapa ketika kita mau berbelok. Oke, sisanya udah sama aja semuanya. Speedometer, takometer, tangki bensin. Terus kalau misalkan kalian mau lihat multi information display-nya, kalian bisa pilih atau customizasi sesuai preferensi kalian. So, fleksibel itu speedometer Honda Rouing dan membuat kesan kalau ini adalah sebuah motor mahal yang emang mahal karena harganya udah nyentuh R1 jutaan on the road Jakarta. Tapi feel-nya benar-benar jadi beda banget. Selasa motor adventure ala Eropa. Cocok nih kalau dibawa ke Eropa nih ya. Sisanya semuanya sama persis dengan ADV10 yang sebelumnya. Untuk pengoperasian naik turun windshield-nya masih sama. E kita tarik ya ke kiri kanannya terus bisa dinaikin, bisa diturunin dan bagian stangnya ya cuma beda permainan warna aja. Sekarang untuk yang tipe roching dia warnanya senada dengan warna body color-nya. Yang ini sisanya oke persis sama. Kita bahas soal kaki-kakinya. Kaki kakinya masih tetap menggunakan telescopik dan yang belakang itu dual shock dengan subtank suspension. Lanjut lagi. Di bagian pengeremannya masih sama juga persis dis brake depan belakang tapi ABS single channelnya di bagian depan aja cuma halus pengeremannya. Nanti akan kita bahas di impresi berkendaranya dan velegnya. Yang depan 14 inci belakang 13 inci masih sama. pun sama bentuknya juga cuma permainan warna lagi-lagi. Lalu untuk profil bannya sendiri yang di bagian depan dia 110/80 dengan lingkar 14 dan yang di belakang itu 130/70 dengan lingkar 13 inci. pakai ban dual purpose tire dari Federal yang sifatnya soft compound tapi tetap asik buat diajak main tanah pun di jalanan basah karena ya lagi-lagi sifatnya kompa. Mesinnya masih 156,9 cc kalau dibuletin 157 cc jadi bukan 160 cc dan berpeningin cairan yang dapat mengor tenaga sebesar 16 PS dengan torsi 14,7 Nm. Karena sifatnya overboard, jadi torsi dan tenaga puncaknya itu bisa didapatkan di putaran tinggi. Masih sama persis rasanya dengan ADV 160 yang sebelumnya. Oke, jadi itu dia perkenalan singkat dengan ADV 160 tipe road sing yang paling baru di 2025 ini. Gimana rasa berkendaranya? Ayo kita jajal. [Musik] Sekarang waktunya gua yang tingginya 164 cm ini nyobain duduk di ADV 160 rootsing dan rasanya ya udah sama aja sih. Tinggi kursi 780 mm dan kaki gua bisa menapak hampir sempurna tuh tanpa perlu gua maju-maju tuh ya. Heh, aman-aman aja walaupun ground clearance tinggi ya lumayan 165 mm. Jadi bisa nghantem jalanan rusak, polisi tidur juga bisa kalian hantem, genangan juga bisa kalian hantem. Tapi hati-hati ya, agak bahaya. Dan ergonomi berkendaranya ini enak banget segitiganya. Jadi stang lebar, posisi duduknya enak banget tersupport sama lumbar support yang di belakang ini. Jadi bisa nyender dan posisi kakinya fleksibel tuh ya. Dek kaki yang di bagian bawah lega. Sementara yang bagian atas ya masih bisa selonjoran tapi kakinya emang keluar. Ciri khas PCX dan juga ADV ya. Ciri khas kutik cruisernya Honda lah ya. Oke, itu kalau dari segi ergonomi berkendara. Sementara kalau misalkan kita pindah-pindahin motornya karena beratnya cuma bertambah 1 kg ya dari ADV 160 sebelumnya, jadi fine-fine aja sih. Masih terasa ringan untuk sebuah kutik cruiser tuh ya. Enak buat timb pindahin. Lalu kalau misalkan kalian penasaran sama tangki bensinnya lumayan besar dia 8,1 L. Enak banget buat dipakai touring jarak jauh. Sekarang kita bahas soal respon mesinnya. Untuk dipakai harian memang dia enggak seresponsif dan enggak seberisi ya rival-nya yaitu yang pakai mesin 155 cc merek Garbutala. Tapi ADV 160 rootsing ini masih bisa kita andelin untuk susul-menyusul. Karena lagi-lagi dia sifat mesinnya overboard. Jadi di putaran tinggi tenaga dan torsi puncaknya bisa didapatkan. Sehingga kalau misalkan kalian pakai motor ini untuk touring, terus untuk perjalanan jarak jauh, terus RPMnya di putaran tinggi, itu enak banget untuk melakukan overtaking. Belum lagi ngomongin soal kenyamanan vibrasi dari mesin yang halus, baik di putaran rendah maupun di putaran tinggi. Enggak ada gejala geredek sama sekali di ADV 160 roching ini. Jadi memang kalau misalkan kalian ingin meminang EDV 160 roing ini mesti terbiasa dulu karena putaran bawahnya enggak terlalu ngisi. Jadi dia mesti berada di putaran menengah barulah putaran atasnya dia terisi sehingga bisa melakukan overtaking dengan sangat mudah. Tapi kalau misalkan kalian berkendara dengan santai, gas diurut gitu di ADV 160 roing ini tetap nyaman banget. Ini buat yang ngincer kenyamanan dan performa yang rata ya, sama rata ADV 160 rootsing ini mesinnya cocok banget buat kalian. Oke, lanjut lagi. Kita ngomongin soal pengeremannya depan belakang udah disbrak pakem banget dan pengereman baik di depan maupun belakangnya tuasnya empuk, enak. Ngomongin soal ABS pun di bagian depan itu halus interveninya. Walaupun memang bukan dual channel tapi cuma single channel ya. Namun intervensi ABC itu benar-benar halus. Jadi dia enggak kasar, enggak der dert. Jadi enggak membuat kita kaget ketika ABS intervensi sehingga masih bisa berkendara nyaman ketika melakukan pengereman yang mendadak untuk rem depannya. Sementara di bagian rem belakangnya karena enggak ada dual channel ABS, jadi justru asik di ADV 160 ini. Karena ya sebagai motor scutik adventure ABS di belakang sebenarnya agak mengganggu kita bawa ke jalanan yang enggak rata. atau jalanan offroad karena asik banget untuk dimainin buntut belakangnya nih. Kita bisa melakukan pengreman mendadak, terus kita bisa kepot-kepotin buntut belakangnya sehingga dia bisa menari di atas tanah dengan sangat mudah. Belum lagi traction controller bisa kita matiin. Jadi makin asik berkendara di offroad. Ngomongin soal offroad pasti enggak jauh dari bahas soal bantingan suspensinya. Oke, emang yang di bagian depan standar-standar aja, teleskopik biasa. Tapi travelnya atau jarak mainnya itu jauh banget. Jadi enak buat ngghajar polisi tidur atau jalanan yang rusak. Bahkan hubangan sekalipun kita hajar enak banget, empuk. Namun di bagian belakang memang travel atau jarak main suspensinya itu juga jauh. Enggak berasa gejala mentok sama sekali. Tapi karena dia pakai subtank suspension, kompresinya jadi solid ya. Jadi konsisten sehingga dia menyebabkan rebound suspensinya itu lebih padat. membuat memang pengendaraannya jadi stabil, buntut belakang enggak ngebuang sama sekali, tapi lumayan mantul. Jadi di bagian depan enak nih ngejar lubangnya, tapi ketika udah ngajar ke roda belakangnya tiba-tiba berasa keras. Mungkin enak kalau misalkan dipakai boncengan, tapi ya agak susah sih buat menari di jalanan offroad kalau misalkan pakai buat boncengan ya. Cuma overall memang stabil jadinya ya untuk bantingan suspensinya. Jadi mau dipakai on road, buntut tenggak ngebuang, tapi dipakai offroad pun masih bisa sih ADV 160 roading ini. Itulah kenapa ADV 160 ini mungkin disukain sama banyak masyarakat Indonesia. Karena jalanan Indonesia masih banyak yang rusak. Jadi cocok skutik ini tinggal gas rem-gas rem tapi bantingannya enak buat dipakai di jalanan rusak sekalipun. Dan kapabilitas offroad-nya itu didukung sama ban bawaan dari pabrikannya. dual purpose tire dari Federal yang sifat soft compound. Jadi kalau misalkan kita bawa on road becek-becekan, dia masih bisa memberikan grip atau cengkraman yang bagus ke jalanan. Namun ketika kita bawa offroad pun, dia masih bisa mencengkram tanah dengan baik tanpa ada gejala slip sama sekali. ya tergantung kita matiin traction controller atau enggak dari sistem si Honda ADV 160 roading ini. Lanjut lagi kita bahas soal perubahan fitur yang paling signifikan di ADV 160 terbaru, yaitu panel speedometer yang udah pakai fitur Honda roadsing. Animasinya mulus banget, enggak kayak motor Cina yang patah-patah gitu kan. Kalau misalkan gerak takometernya ini mulus gerakan takometernya. animasi ketika perpindahan menunya itu mulus banget. Emang kecil, bezelnya tebal kayak HP jadul, tapi konektivitas dan animasinya itu bisa diacungin jempol. Konektivitasnya sendiri ya kita ngomongin. Dia bisa terkoneksi dengan smartphone dan intercom yang terkoneksi dengan sangat bagus. Jadi bisa kita operasiin di panel instrumen sebelah kirinya lewat satu tombol aja. Jadi kita enggak perlu megang-megang intercom gitu ya, tangannya lepas dari handle bar. Tetap tangannya dua-duanya tetap di handle bar sehingga integrasi Honda roching-nya itu pengoperasiannya mulus, bagus banget. tidak mendistraksi sama sekali ketika kita berkendara dengan ADV 160 ini lagi. Tapi ngomongin soal navigasinya memang dia bagus udah terkoneksi dengan Google Maps. Namun ketika kita pakai misalkan ya langsung eh quick akses lewat panel instrumen Honda roading-nya ini, itu mode navigasinya masih ke mode mobil bukan mode motor. Jadi mesti kalian perhatiin lagi kalau misalkan udah nyambung sama Google Maps navigasinya, tolong kalian ubah modenya dulu ke mode motor barulah lanjut pakai navigasi Honda Roading-nya. Hati-hati jangan salah opsinya ya. Dan kalau misalkan ngomongin navigasinya memang dia cuma turn by turn. Jadi tetap kalian mesti perhatiin jalanan jangan sampai kelewat karena turn by turn dia cuma nunjukin arah belokan dan jarak belokannya aja. Sementara kita secara makhluk visual ya, warga Indonesia jadi enggak terbiasa sama navigasi turn by turn pun gua pakai Honda Raching ini sering kelewat tuh belokan. Jadi belokan udah lewat eh navigasi Honda roaching-nya muter lagi kan ngreset lagi cari jalan baru gitu kan. Jadi mesti kalian perhatiin dan mesti terbiasa lagi sama navigasi di Honda roching. Ini sisanya enak sih pakai navigasi Honda Rouaching ini karena speedometer udah mengesankan kesan motor mewah banget ya. Bayar motor Rp40 juta lebih sih harusnya terkesan mewah sih. Emang sih harus. Oh ya buat kalian yang penasaran sama konsumsi bahan bakar ya kita udah pakai ADV 160 ini secara ratusan kilom ya. Jadi udah bisa disimpulkan bahwa konsumsi bahan bakarnya segini nih. Okelah ini buat Honda kan emang irit sih Honda bawaannya. Dan mesti kita kasih tahu juga, kita ingatin juga kalau misalkan mesin 160 cc-nya itu kompresinya 1 bing 12. Jadi disarankan bensin RON 92. Ingat Ron 92 jangan oplosan yang bersih-bersih aja. Ya, karena di sini lagi sepi, karena kebijakan yang tiada akhirnya, jadi kita bikin closing di sini aja. Jadi kesimpulannya ADV 160 roing ini punya desain yang seakan kayak enggak ada perubahan sama sekali ya. Ah, desainernya gabut, ah segala macam gini, ah, enggak ada perubahan. Tapi tetap ADV 160 punya formula yang cocok buat bapak-bapak tapi pengin touring. Jadi dia masih menawarkan ergonomi berkendara yang nyaman, masih tetap bisa diajak adventure dan memiliki performa yang juga nyaman. Tentu ditambah konsumsi bahan bakar yang masih irit ciri khas dari motor Honda. Belum lagi desain yang makin keker sekarang. Gimana menurut kalian dengan hadirnya tipe rootsing harga R1 juta an on the road Jakarta ADV 160 ini cocok enggak sih untuk di pinang? Komentar aja di bawah. Jangan lupa subscribe, jangan lupa tekan loncengnya untuk mengetahui video seru selanjutnya dari Autoret Max gua Bagai Satrio. Dadah.
