Honda STEP WGN e:HEV road trip Jakarta - Surabaya, segini konsumsi bensinnya (YouTube Video)
Ya, seperti yang bisa kalian lihat, sekarang kita pengen cobain Honda Stepwagon Spada Hybrid, ya. Ini mobil hybrid yang kemarin nongol di Geia 2025 udah langsung dijual dan harganya mengejutkan. Honda tuh harganya bisa mengejutkan gitu ya, siapa yang sangka gitu. Tapi sekarang kita bakal cobain mobil ini dari Jakarta sampai Surabaya dengan kondisi full tank dan harapannya kita sampai Surabaya enggak usah isi tangki lagi. Kira-kira dapat berapa? Kita lihat aja. Ya, sekarang kita berangkat dulu dari sekitar rest area KM 370-an. Ini kita baru pertama kali nyoba dan posisi sekarang kan yang tadi bawa mobil ini kan bukan kita. Ini konsumsi bensin rata-rata tadi dari Jakarta ke sini itu 16,3 km/l. Mungkin enggak kedengaran gimana-gimana banget buat sebuah hybrid, tapi satu tadi bukan kita yang bawa. Dua, ini mobil gede dibanding Civic atau Accord kali ya. Dan tiga, emm kecepatannya juga ya kecepatan ngejar-ngejaran mobil lain lah. Tapi ini coba aja kita bawa sampai rest area berikutnya entar gimana ee bensinnya. Tapi pertama-tama si Honda Snapwagon Eve ini adalah generasi yang paling baru. Dan seperti yang gua sampaikan di video sebelumnya, dia udah kehilangan waku-waku doornya yang unik itu yang pintu belakang bisa buka ke samping dan bisa buka ke atas. Tapi ya sudahlah mungkin pintu itu emang agak mahal bikinnya. Dan urusan mesin dia sama-sama pakai mesin 2000 cc 4 silinder kinon cycle dengan dual electric motor. Satu buat generator, satu buat drive motor seperti itu ya. Dan kalau misalnya kita baru nyalain, biasanya sih dia cuma mengaktifkan tenaga listriknya aja. Jadi kalau misalnya kita mau parkiran atau mau parkir gitu ya, jangan pelan-pelan merayap dalam kemacetan kota gitu, dia senyap, tenang, enggak ada getaran sebagaimana mobil hybrid, plugin hybrid atau elektrik yang kalian kenal. Cuma kalau misalnya apa namanya kita kick down atau mungkin e apa namanya baterainya udah mau habis gitu ya mesinnya bakal kick in dan jadi generator atau genset buat ngecas baterainya. Oke sekarang kita udah di KM 434. Terus pertama-tama seperti sebuah MPV Boxi Japanese domestic market gitu ya. Bentuknya kotak, gede panjang dan kacanya lebar bikin ngelihat keluar itu enak banget. Mau ngelihat ke depan samping itu enak. Bahkan karena ada kaca di pilar A. Jadi kalau misalnya kita di pertigaan atau perempatan pengin ngintip tuh enak gitu semuanya kelihatan. Ngelihat ke belakang juga enggak masalah. Kaca belakangnya gede, spion tengahnya juga gede. Pokoknya kalau pengen mobil yang bisa ngelihat keluar dengan jelas biar lebih aman. MPV box Jepang terutama kayak Honda Stepwagon ini cocok banget. Terus dia model transmisinya kan tekan ya. Jadi bukan kayak Civic gitu-gitu yang masih tuas biasa dia model tekan. Ini sebenarnya bukan hal baru ya buat Honda. Jadi ee di luar negeri udah ada beberapa Honda yang pakai tuas transmisi ini. Dulu CRV hybrid bukan yang sekarang ya, tapi yang generasi kemarinnya juga pakai model transmisi kayak gini. Jadi lebih gampang pengen ee maju tekan yang DN segala macam. Oke. Ee ada juga di bawah mobil Korea kayak Hyundai gitu ya. Tapi syukurlah ada juga di mobil ini. Terus gua pengen bicara soal mode berkendaranya. Jadi mobil ini enggak kayak katakanlah Civic hybrid gitu ya. Civic RS hybrid kan kalau si Civic Hybrid ada mode apa namanya? Eo normal sport sama individual gitu ya. Ini dia cuma dua antara mode normal sama mode Ecoo. Dan buat yang suka tanya-tanya itu e mode berkendara kayak gitu-gitu driving mode itu efek placebo doang atau placeb doang atau gimana sih? Yang ini enggak. Karena kalau misalnya kita tekan ke mode atau ECON ya di mobil ini itu ada bedanya. Jadi gasnya tuh kerasa kayak lebih nahan gitu ya dan RPM-nya lebih turun ya sesuai namanya kan mode Econ biar hemat bensin. Cuma sebagai konsekuensinya kadang-kadang emang kerasa kalau tarikannya responsnya atau jampakannya itu agak berkurang. Terutama kalau misalnya kita lagi lewatin tanjakan kayak di sekitar tol Jingaleh gini-gini ya. Kalau nanjak-nek itu berasa banget ee kulangnya. Jadi tinggal masukin lagi modal normal. Tenaganya balik ke sedia kala kayak biasanya. Cuma kalau di tanjakan kayak gini emang suara mesinnya kedengaran agak ngegerung gitu ya. Kayak di sekitar putaran. Oh iya dia enggak punya takometer ya. Enggak tahu berapa RPM. Bayangin aja kalau di mesin biasa sekitar 3.000 4000 rpm. rowongannya kira-kira kayak di sekitar putaran mesin yang gitu. Nah, balik lagi soal bensinnya, ini mobil kan gede ya, jadi gua udah expect mobil ini mungkin apalagi ini jalan tol ya, bukan apa ya, medan yang menguntungkan bagi mobil hybrid atau mobil electrified gitu. Kenapa gua bilang gitu? Karena kalau di jalan tol kan banyakan yang main mesin ya, mesin bakarnya, mesin 2000 cc-nya, baterai sama motoristiknya diam. Makanya kenapa mobil hybrid itu kalau misalnya konsumsi bensin dalam kotanya itu bisa jauh lebih irit daripada di tol kayak begini. Karena kalau dalam kota yang banyak main itu baterai sama motoristiknya. Mesinnya bisa istirahat makanya bensinnya enggak banyak dibakar. Jadi lebih hemat kalau dalam kota. Tapi kalau di tol kebalikannya karena baterai dan motor listrik itu enggak terlalu efisien di tinggi mesin bensin lebih efisien. Jadi mesin bensin banyak main. Baterai sama motor listriknya itu banyakan tidur. Cuma karena mesinnya jadi sering main. Jadi ya nyala terus dan bakar bensin terus. Makanya konsumsi bensin mobil hybrid kayak gini kalau di tol kadang-kadang tidak sebaik kalau di dalam kota. Ya, balik lagi soal efisiensi tadi 16,3 ini masih sekitar segitu ya. Dan kalau misalnya apa namanya kayak penasaran dia minum bensin Ron 92. Nah, sejauh kita jalan, kita kan dari tadi kombinasi ya tol dengan beton, aspal, aspalnya halus, aspal kasar segala macam. Kalau misalnya kita lewatin aspal kasar atau mungkin ya beton gitu ya, kita masih bisa ngedengar sayup-sayup suara dari kolong, suara ban, suara aspal kayak gitu. Dan karena ini mobil gede, kalau misalnya kita udah di atas 100 km/h gitu ya lebih dikit, kita bisa ngedengar suara angin dan itu kedengaran dari sekitar kaca depan, sekitaran spion itu kedengaran ya. Sekarang ini kita di KM 575. Em, tapi kalau dari titik start kita, kita udah jalan 600 km lebih. Sekarang ini jam 0 .30. Jadi yang lain berhenti salat dulu. Dan konsumsi bensin yang ada di mid kita dapat sekitar 16,2 atau 16,3 km/l atau 16,1 lah pokoknya sekitar 16 km/l lebih dengan sisa jarak tempuh di tangki itu kira-kira sekitar 200 atau mungkin 195 km. Dan dari kita mulai ini dia belum isi bensin sama sekali. Oke, kita istirahat bentar kita lanjut sampai Surabaya. Oke, sekarang kita udah sampai di Surabaya. Artinya mobil ini udah jalan sekitar 700 atau mungkin 800 km dan kita belum bahas bantingannya kemarin. Jadi, karena mobil ini marwahnya adalah mobil keluarga, bantingannya cenderung empuk. Jadi, kalau misalnya kita manu tiba-tiba memang ada gejala limbung. Dan kemarin waktu jalan malam-malam kita ngerasa layarnya terlalu terang. Jadi pagi ini kita cek utak-atik settingan head unitnya, tapi kita belum nemu settingan buat ngatur seberapa redup atau terang layar tengahnya. Jadi ya mungkin kita yang kurang utak-atik atau apa kali ya. Dan karena ini mobil hybrid pasti kalian penasaran bensinnya. Jadi dari Jakarta ke Surabaya kita dapat rata-rata sekitar 16,2 km/l dengan catatan kita lewat Cipali speed-nya kadang-kadang sesuai kadang-kadang ya tipis-tipislah. nyusul truk, nyusul mobil segala macam, AC nyala, audio nyala, full muatan dan lain-lain dapat segitu. Tapi ini semua tergantung e kondisi traffic, kaki kanan kalian, terutama ya beban mobil dan lain-lain. Jadi bisa aja kalian bisa dapat lebih irit atau mungkin lebih bawah daripada yang kita dapat. Semua tergantung banyak faktor. Oke. Jadi, gimana kalau misalnya kita isi mobil ini full tank dengan konsumsi segitu ya? Kalau full tank mobil ini kan sekitar 52 liter ya dengan konsumsi 16 sekian harusnya bisa 800 km full tank pakai mobil ini. Tapi lagi semua tergantung kondisi. Oke, jadi gimana sih Honda Stepwagen ini pertama kali nyetir? Kita suka posisi duduknya, kaca depan yang gede dan ada armres buat driver. Jadi nyetirnya tuh enak dan leluas karena kita bisa ngelihat ke segala arah dan perjalanan jauh jadi makin rileks. Dan mobil ini lega dari depan tengah ke belakang semuanya enak dan dia benar-benar praktis bisa geser-gesek kanan kiri depan belakang segala macam ada mejanya benar-benar enak dan kayaknya enggak cuma buat nemenin Toyota Foxy sama Nissan Serena, orang yang tadinya pengin beli Toyota Kijang ZenxQ yang modelista bisa aja tergoda sama mobil ini. Apalagi dengan kualitas interior mobil CBU Jepang beda sama rakitan lokal sini. Cuma ya bukannya mobil ini tanpa bar catatan juga ya. Kalau misalnya jalan kencang kita bisa dengar suara angin, suara ban dan mobil ini harusnya punya kamera 360 derajat dan suara audionya kalau boleh jujur mungkin terlalu standar. Cuma baik lagi itu first drive kita bersama mobil ini. Jadi kalau misalnya kita ada waktu lebih, kita coba mobil ini lebih lengkap lagi ya kapan-kapan. Oke, itu dari kita. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempolnya, komentar, dan subscribe. [Musik] e
