HONDA STEP WGN e:HEV TEST JAKARTA-SURABAYA: KEPRAKTISAN & KENYAMANAN SUPERIOR (YouTube Video)
Kita diundang sama Honda Prossek Motor untuk mencoba seluruh line up produk elektrifikasinya. Mobil hybrid mulai dari ada Honda CRV EHF, lalu juga ada New SRV EHF, lalu juga ada Honda Stepwagon EHF fan dan MPV keluarga. Nah, kita cobanya dari Jakarta sampai ke Surabaya. Jadi kurang lebih jarak tempuhnya sekitar 700 sampai 800 km. Karena di video kali ini kita bikin video rasa berkendara road trip bareng Honda Stepwaget. Nah, bagaimana keseruannya? Apa aja keunggulan tahan menarik dan juga bagaimana kondisi bahan bakarnya? Teman-teman tonton videonya sampai selesai. [Musik] Ya, perjalanan dimulai dari markasnya Honda di Sunter. Nah, kita ingin gali apa aja keunggulan yang ada pada Honda Capewagon ini dibandingkan terutama Nissan Serena C28 yang sama-sama kemas teknologi hybrid. Pering jadi pertama kali saya cobain Honda Stepwagon ketika duduk di balik kemudi bawa mobil fan ataupun mobil MPV keluarga yang bentuknya seperti ini. Pemandangan ke depan ini luas sekali, kacanya besar dan enak ya fleksibelnya ini mobil kita bisa atur untuk posisi duduk yang paling terbaik. Jadi setirnya sudah dalam teleskopik juga. Pengaturan setirnya sudah cukup relableel. Jadi ada maju mundur, ada reclining, dan juga ada tinggi rendahnya. Jadi bisa disesuaikan dengan tinggi dan juga posisi duduk yang paling terbaik untuk drivernya. Ya, kalau ngomongin di si sebenarnya, Guys, ini dia head to head banget sama Nissan Serena C28 yang e-power yang paling terbaru. Jadi memang dimensinya dari panjang, lebar, tinggi sampai wheel base. Ini ya mirip-miriplah walaupun memang ini dia punya panjang lebih panjang dibandingkan Nissan Serena sekitar 90 sampai 100 mm untuk panjangnya. Wheel base itu di 2888 mm yang tentu akan kasih space ataupun ruang kabin yang lega. Terutama ketika jadi driver memang luas. spiccious ketika Anda sebagai driver. Lalu juga ada kaca di pilar A-nya sini dan ini besar sekali ukurannya. Jadi biasanya di bagian sini jadi titik buta ataupun bland spot. Nah, dikasih ini tujuannya supaya kita bisa ngelihat ke bagian sisi terluar ataupun paling tersudut blind spot dari mobil ini ya. Teman-teman bisa lihat headro saya sangat-sangat lega dan di samping sini juga ada amres. Ini berfungsi banget ketika memang lagi perjalanan jauh kayak begini, kita lagi cruising di jalan tol ataupun konstan bawah 80 sampai 100 km/h ini akan ngebantu banget posisi tangan bisa istirahat. Oke, guys. Sekarang udah di tol Layang MBZ. Ee ini jadi baru permulaan ya untuk kita sampai ke Surabaya dan ini jadi tempat yang mungkin rasanya pas untuk ngerasain bantingan suspensi dari Honda Stepwagan. Karena di jalan tolang ini memang banyak sambungannya terus juga jalannya agak sedikit bumi ya. Jadi dia pakai suspensi MC pesion sot di depan lalu di belakang itu pakai suspensi torsin beam. Ah, terus untuk peleknya pakai ring 16 inci dengan profil ban 205/65. Ini masih terasa empuk ngelibas sambungan jalan tol dengan kecepatan di sekitar 80 sampai 100 km/h. Saya bilang sih settingannya cukup pas ya. Nah, untuk setirnya ini berbeda sama Nissan Serena C28 ataupun juga Toyota Foxy. Nah, ini dia dibuat sedikit lebih berat, kerasa presisi terus juga bikin kerasa antep ketika memang harus di kecepatan tinggi seperti ini. Sekitar 90 sampai 100 km/h. Jadi, mobil itu enggak berasa melayang di setir gitu. Oke, sekarang ngomongin engine ataupun mesin dan teknologi hybridnya. Nah, jadi dia pakai mesin 2000 cc Atkinson Cycle E DHC 16 katup 4 silinder dengan sokongan baterai dan juga motor listrik. Jadi baterai itu sekitar 1,1 kWh ya dia pakai tipoliity mayon. Mesinnya ini bisa kasih tenaga sampai 141 horsepower dan juga tors di 175 Nm. Tapi ada sokongan dari motor listriknya. Ini motor listriknya cukup besar ya. ada di 181 HP dan torsinya itu di 315 Nm. Jadi mesin dan motor ini dia tuh akan selalu berbarengan. Jadi memang konsep HBIT ini ataupun mode-modenya kita enggak bisa atur. Jadi ini akan disesuaikan dengan cara kita berkendara, speed kita berkendara yang ngatur itu sistemnya. Akselerasi sedikit, nah dia akan langsung nyala untuk hybridnya. Terus engine pur-nya juga akan aktif ataupun engine mesinnya akan bekerja sendirian ketika kita akselerasi banget. kita kick down cepat naikin RPM dia otomatis akan langsung matiin motor listriknya yang bekerja adalah si mesinnya dan juga ada negative breaking. Nah, ini jadi ada empat mode ya. Pertama ada yang EV mode, lalu juga ada yang hybrid mode, ada yang engine mode, dan juga ada yang negative braking. Menariknya di mobil ini juga ada pedle shift. Jadi, sebenarnya ini bukan pedle shift untuk ngatur gigi ya, tapi untuk ngatur level dari negative breaking-nya. Sekarang kita ngomongin kelengkapan fitur ADAS ataupun Honda Sensing di Honda Steapwagon e Hybrid Electric Vehicle. Jadi kalau misalkan dirinci nih, dia itu ada lima fungsi fitur ADAS dan fitur-fiturnya sebenarnya enggak banyak. Jadi enggak selebai mobil China ya yang banyak, malah kita jadi bingung tuh untuk ngaktifin lebih kepada fitur fitur yang paling terpakai dan paling berguna untuk kebutuhan berkendara di jalan raya di perkotaan ataupun juga untuk kebutuhan jalan jarak jauh seperti ini. Dia punya fitur adaptif cruise control with low speed follow. Jadi ini ACC-nya bisa aktif di 0 km/h. Let's say di lampu merah dia akan ngikutin berhenti dan akan kembali berjalan ngikutin juga kendaraan objek di depan berjalan. Dan juga ada fitur landeping assist. Jadi dia akan menjaga mobil ini tetap di markah dan juga akan follow mobil di depan untuk kecepatannya mau berapa. Lalu distance-nya ada lima level. Jadi teman-teman bisa pilih posisi yang paling safe, paling aman ataupun yang ingin disesuaikan dengan objek di depannya. Oke, sekarang ngomongin interiornya e terutama di pilar A sini di kokpit ketika jadi driver dan juga penumpang di depan sebelah kiri. Jadi emang Honda Stapagon ini dia udah pakai material-meter yang cukup oke ya. Di bagian depan dashboard sudah pakai bahan-bahan soft touch. Lalu dia dash dashboard-nya dibuat seperti bertumpuk. Dan yang paling diat adalah emang kompartemen penyimpanan-penyimpanan ini jadi tawaran menarik ya untuk mobil fan MPV family seperti ini. Dan itu ada di Honda Stepwagon teman-teman akan banyak dapat penyimpanan. Di bagian sini juga ada yang terbuka. Lalu juga ada glove box di bawah ada penyimpanan terbuka di atas ini. Dan juga ada penyimpanan e kompartemen tertutup tepat di bagian penumpang di depan. dan juga ada cup holder yang fungsinya ini juga sebagai pendingin e mungkin botol ataupun minuman cup holder. Jadi tetap bisa dingin ketika di perjalanan dan ya tentunya semua door sudah ada penyimpanan. Jadi untuk mencari penyimpanan baik terbuka ataupun tertutup dan juga yang tersembunyi ini ada di Honda Stepwagon. Oh ya, ini juga ada cantolan di bagian sini teman-teman. Ini ada 3 kilo ee bobotnya. Jadi mungkin berguna banget ya untuk ibu-ibu ataupun istri-istri yang sudah punya anak ini akan berguna banget untuk naruh tas belanjaan maybe atau juga untuk naruh tas perlengkapan untuk si anak bayinya. Terus gimana untuk kekedapan kabinnya? Sebenarnya ini masuk kategori yang soso aja ya. Jadi enggak yang terlalu kedap banget tapi enggak terlalu yang gombranggomreng banget gitu. Sebenarnya ini masih ada noise masuk di bagian atas sini ya, tapi sudah cukup nyaman untuk kita bawa di tadi kecepatan 80. sampai 100 km/h itu enggak bikin capek ke telinga si e pengendaranya. Enggak tahu deh ini penumpangnya gimana. Aman-aman aja ya. Aman ya? Aman aman aman. Jadi masih cukup oke, Guys, untuk ee kekedapan kabin di Honda Stipwagan ini. Oke, sekarang masuk ke R 167. Nah, ini kita udah di Pilometer udah jalan 126,6 km. E average consumption-nya saat ini ada di 17,7 km/l. Tadi sempat 18 km/l, tapi kita tadi agak speed agak cepat jadi agak turun. Nanti e saya akan di belakang gantian sama engak tahu nih antara Kakak Momot atau Mas Fox yang akan jadi drivernya. Sekarang kita istirahat dulu. Sekarang sedang ada di baris kedua. Mungkin ini jadi baris paling utama ya ketika Anda membeli Honda Stepwagon. Jadi salah satu spot yang kasih kepraktisan, lalu juga fitur-fitur dan juga ruang yang cukup lega. dan dan juga dimensi dari jok ini terasa lebih besar dibandingkan Serena C28 yang e-power tadi. Bagian bokong lalu juga punggung ini bisa tercover dengan cukup sempurna. Apalagi ketika berjalan jauh seperti ini tentunya akan kasih kenyamanan ekstra untuk Anda duduk di bagian baris tengah sini. Ketika saya mundurkan bangku ini ke paling belakang iya seperti ini sebenarnya ini bisa kasih legroom yang sangat-sangat lega tapi ada efek ataupun poin minusnya. Jadi ketika Anda duduk di sini, jadi ada di bagian poros roda ataupun dekat wheel cesis-nya. Di mana ketika duduk di sini memang getarannya lalu juga e hentakan peredamannya ini terasa lebih keras ataupun berasa banget gitu ketika Anda duduk di bagian jok belakang ini dimundurkan paling maksimal ya. Jok ini praktikal sekali mirip seperti di e Kia Carnival. Jadi kita bisa selain kita bisa maju mundurin, kita juga bisa geser ke kiri ataupun geser ke kanan. Jadi kalau misalkan pengen kita geser ke kiri, tarik tuas yang paling panjang di sini dan kita bisa geser ke kiri. Nah, seperti ini. Kalau misalkan mau geser ke kanan, kita tinggal tarik dan geser ke kanan seperti ini. Joknya sudah dilapis dengan kulit sintetis. Lalu juga ada material fabrik di bagian tengahnya. Jadi berasa lembut dan kokoh dengan ee material kulit di pinggiran sampai ke bagian headrnya. Headr juga empuk, busanya empuk juga. Di sini juga ada amres yang bisa kita atur posisinya. Dan untuk kasih kenyamanan ekstra, ada juga support di bagian sini. Jadi sebenarnya ini lebih kayak ke fungsi otoman ya. Jadi kita bisa naikkan sandaran betis ini jadi bisa lebih rileks. Apalagi ketika dimundurkan misalkan kayak gini ya. Sebentar. Nah, kayak gini. Terus kita mundurin ke belakang. Nah, Teman-teman bisa lihat posisi duduk yang rasanya paling nyaman ketika Anda duduk di baris tengah dari Honda Stepwagen. Nambah kepraktisan dan juga akomodasi pencipan barang, di sini ada meja lipat yang cukup koko dengan dua cup holder, baik di kursi penumpang depan dan juga di kursi driver di bagian sebelah kanannya. Ya memang kalau ngomongin tempat penyimpanan di mobil ini sangat-sangat banyak. Di depan juga banyak penyimpanan tadi seperti saya bilang. Lalu juga di bagian belakang sini juga banyak tempat penyimpanan seperti pocket di bagian sini. Lalu juga ada poket di bagian bawahnya dan e pocket di bagian jok driver depan. Tapi sayangnya di driver depan ini dia enggak ada pocket utama di bagian belakangnya. Dan seluruh do trim ada penyimpanan bule holder yang bisa Anda manfaatkan untuk simpan tumblr ataupun juga cup. dan botol minuman lainnya yang bisa Anda simpan dengan aman bagian penyimpanan situ. Enaknya road trip dengan mobil ini adalah kita enggak perlu ee berantem gitu ya dengan rekan di mobil karena sudah banyak slot USB tipe C dan ada juga USB power outlet di bagian belakang. Jadi ketika Anda nge-charge ini kita enggak perlu gantian USB slot-nya. Kita bisa tinggal charge aja di tempat masing-masing duduk karena sudah ada disediakan untuk pengecasan USB port tipe C. Untuk kasih kenyamanan dan juga privacy lebih juga hadir tirai di bagian kaca sini kasih privacy lebih kenyamanan juga api ketika lagi berkendara di cuaca panas seperti ini. Jangan tanya ada fitur panoramik ataupun juga sunroof karena memang teman-teman bisa lihat atapnya ini blind. Jadi memang enggak ada fitur panoramic sunroof. Sama seperti di ee rival-nya Nissan Serena C28 juga dia enggak dilengkapi dengan ee fitur panoramic sunroof. Tapi kalau misalkan ngomongin urusan ke praktisan, lalu juga kempukan kursi, ee fitur-fitur penunjang dan juga akomodasi barang, bisa dibilang Honda Sapwagen ini lebih baik dibandingkan Nissan Serena C28 tadi urusan yang tadi sudah saya sebutkan. Ya, spasingly ketika duduk di paling belakang karena memang dia punya dimensi yang panjang lalu juga wheel base yang panjang ini berdampak pada ruang kabin yang bisa dimaksimalkan, dimanfaatkan, dan juga kasih ruang yang sangat-sangat baik. Jadi, ini sebenarnya masih menjadi spot yang juga menarik karena biasanya kalau misalkan ya mungkin di mobil-mobil MPV yang medium atau mobil SUV biasa ketika duduk di paling belakang ini ruangnya tuh terbatas baik dari light room dan juga headro. J ketika duduk di sini memang ee ruang kaki, ruang lutut, lalu juga ruang kepala ini masih menyajikan keluasaan yang cukup baik ketika Anda duduk di bagian jok ketiga ini. Nah, banyak akses-akses ataupun fungsi-fungsi yang bisa kita maksimalkan, ya. Jadi enggak berasa anak tiri ketika Anda duduk di bagian belakang ini. Mulai dari ada kisi-kisi AC, lalu juga ada hand grip, ada dua butttle e holder, ada USBC juga di sini, dan juga ada port pengecasan dengan model port outlet. Jadi masih banyak fitur-fitur yang dikasih ataupun diberikan untuk penumpang di bagian belakang sini ya, Teman-teman bisa lihat headro saya sangat lega sekali. Lalu juga ee ruang kaki ataupun ruang lutut juga masih punya space yang bagus. Kalau misalkan teman-teman ngerasa nih ee ruang kakinya memang ee terasa agak mepet, kita bisa punya akses untuk majuin bangku ini secara mandiri tanpa kita suruh ataupun kita minta tolong penumpang di bagian depan gitu ya. Jadi ini ada tuas di sini kita bisa tarik. Nah, seperti ini untuk ngasih ruang space tempat duduk ataupun ruang lutut yang lebih besar ketika duduk di bagian belakangnya. Tapi yang paling pas ataupun ideal ya seperti ini sih. Nah, jadi masih punya ruang lutut sekitar ee empat jari. Lalu juga paha bisa tersangga dengan sempurna dan tentunya bagian ataupun penumpang di bagian tengah ini juga masih ee punya space yang baik dan juga untuk memanfaatkan bagian e legku captain seat dari Honda Stepwagen di bagian tengah sini. Kemudian yang jadi tawaran menarik adalah kapasitas bagasinya. Bila bangku baris ketiga tegak, masih punya space menjorok ke dalam yang bisa dimanfaatkan bawa banyak barang. Sementara bila baris ketiga rebah, volumenya menjadi 950-an liter dan bisa rata lantai. Kemampuan rata lantai bagas ini yang tidak dimiliki oleh Nissan Serena C28 E Power ataupun Toyota Foxy menjadikan Honda Stepwagon EV memiliki selling point lebih menyoal kemampuan angkut barang di dalam kabin. Ya, jadi itu eh perjalanan dengan Honda Stepwagen EHV dari Jakarta ya, dari kantor pusatnya Honda Prosep Motor di daerah Sunter sampai ke Surabaya. Kita juga kunjungin pameran GIAs seri Surabaya menjadi driver, penumpang di tengah dan juga penumpang di bagian belakang ini sama-sama punya porsi yang menyenangkan lalu juga kasih experience erience yang baik. Sedikitlah catatan ketika memang berkendara agak agresif gitu ya, sekitar 100 sampai eh 120 itu memang mobil ini agak sedikit lembung karena memang mobil ini dia dibuat shap-nya itu boksy, kotak dan tinggi. Jadi memang hempasan angin ini terbentur langsung ke bagian depan mobil. Jadi sedikit agak limbung ketika memang harus bermanuver dengan karakter yang agresif. Tapi rasanya ketika diisi full muatan lebih ajek, lebih antep untuk dipakai kecepatan tinggi, terutama di jalan tol Trans Jawa yang sudah kita lewatin. Ya, soal kons bahan bakar berkendara dengan tiga orang tentu dengan gaya dan karakter berkendara yang berbeda-beda ya. Sekitar kita dapat 16,1 sampai 16,2 km/l jarak di atas 600 km. Jadi cukup oke apalagi mengingat mobil ini punya dimensi yang panjang, lebar dan juga bobot yang cukup berat ya untuk di kelas mobil upper MPV yang memang dihuni dari Honda Stepwagon IHV ini. Nah, soal harganya, Honda Stepwagon EHV ini e dijual dengan harga Rp629 juta on road Jakarta. Jadi kalau misalkan ngelihat posisi harganya memang ini dijual lebih murah dibandingkan lawan-lawannya. Mulai dari Nissan Serena C28i Power ataupun juga e masih lebih terjangkau dibandingkan Toyota Foxy yang belum dibekali dengan teknologi hybrid. Nah, gimana teman-teman pendapat kalian sama mobil ini? Coba sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di video berikutnya.
