Jungkat

House Tour - Rumah Mungil Tropis Japandi 87 M2 | IDEA RUMAH (YouTube Video)

  • 23/07/2022

Kita memilih tema Japanese Scandinavian atau Japandi karena kebetulan suami saya suka aksen yang Jepang. Sementara saya sendiri suka yang Scandinavian. Makanya akhirnya kita mix jadilah Japandi. Halo halo IDEA lovers. Selamat datang di Akarumah. Saya Kiki, saya Agung. Kita owner dari Akarumah akun Instagram @akarumah dan juga YouTube Akarumah. Jadi kalau nonton ini jangan lupa subscribe juga ya di YouTube kami! Nah kita sebelum masuk ke dalam kita lihat dulu teras kami ya. Jadi terasnya ini kita pakai decking kayu ulin yang sengaja tidak dikasih finishing supaya nanti dia semakin tua semakin terlihat karakternya. Jadi terkesan rastik, seperti itu. Terus kalau untuk di sisi sebelah sini, di sini ada sedikit tempat nongkrong. Ada dua kursi dan satu meja. Ini buat kalau misalkan ngopi-ngopi cantik ataupun ngeteh di sore hari dan bisa ngobrol juga sama tetangga. Ok, kita masuk ke sini. Di sini ada sedikit taman vertikal ke beberapa tanaman yang udah cukup rimbun. Nah kemudian kita masuk ya ke rumah. Di rumah kita langsung masuk ke ruang keluarga atau dan ruang tamu. Di sini kita ukurannya itu sekitar 3,5 x 4,5 meter. Ada beberapa area yang mungkin kita bisa kasih tahu. Yang pertama itu ada area TV, sofa ini jadi ruang keluarga yang utamanya, sementara di pojokan kita juga punya ruang kerja. Kalau untuk material meja dan juga kabinet TV ini kita pakai kayu jati kemudian kalau untuk sofanya kita beli di Ikea. Begitu juga dengan kursi kerjanya itu dari Ikea juga. Nah kita pilih tema Japanese Scandinavian atau Japandi karena kebetulan suami saya suka aksen yang Jepang. Sementara saya sendiri suka yang Skandinavian. Makanya akhirnya kita mix (campur) jadilah Japandi. Oke mungkin kita langsung move (pindah) ya ke area dapur. Jadi dapur ini terdiri dari ruang makan dan juga dapur. Untuk ukurannya, dapur itu lebarnya 2,8 meter sementara tingginya 2,85 meter. Nah kalau materialnya kita pakai plywood, tapi finishing-nya berbeda antara yang bawah sama yang atas. Kalau yang bawah ini pakai kayu sungkai kemudian handle-nya kita minta untuk kaya di-carving (diukir) sedikit, supaya handle-nya mudah untuk dibuka. Kemudian kalau untuk table-top nya ini marmer. Marmernya marmer Ujung Pandang. Dia ada sedikit aksen coklatnya jadi dia agak lebih nyambung gitu sama nuansa kayunya. Nah yang bikin ini jadi kelihatan Japandi banget itu perpaduan antara...eh apa namanya.. unsur kayunya, kemudian sama backsplash yang dia kotak-kotak. Kita pakai backsplash-nya ini keramik warna putih. Dia doff kemudian ukurannya 10x10 cm. Tipe keramik ini sebenarnya ada yang tipe keramik satuan seperti ini dan ada yang mozaik. Kalau yang mozaik itu lebih bisa kelihatan rapi karena dia 3x3 gitu ukurannya. Kalau di atas finishing duco. Duco-nya ini white doff jadi dia blend-in (berbaur) sama warna cat. Kita memang pilih cari yang paling mendekati warna cat tembok supaya dia blend-in dan kesannya itu menyatu sama tembok. Dan lebih apa ya.. lebih ringan gitu dilihat oleh mata. Jadi nggak terlalu sumpek walaupun kabinetnya sampai ke atas. Oh iya saya sampai hampir lupa. Di sini ada kamar mandi. Jadi pintu ini ke kamar mandi yang letaknya di bawah tangga. Kamar mandinya ini memang masih sederhana. Dia masih bawaan developer. Tapi kita coba hias dengan ada sedikit tanaman. Kemudian ada vas dan perkakas yang kira-kira warnanya juga enggak terlalu silau. Dari dapur kita pindah sedikit ke area mungil ini. Ini adalah taman. Tamannya ini dia outdoor ya jadi itu full terbuka jadi dapat angin dapat hujan. Untuk ukurannya sendiri ini 2,5 meter. Jadi lebarnya 2,5 meter. Kemudian kalau untuk panjangnya itu 2,3 meter. Kalau untuk area yang ada batu koralnya itu panjangnya tadi 1,5 x 2,5 meter. Tapi yang 2,5 x 0,8 m yaitu untuk area laundry. Nah kita sekarang akan masuk ke kamar. Tapi sebelumnya kita akan liatin dulu entryway yang ada di balik pintu ya. Jadi di balik pintu itu kita taruh entryway. Ini lemari kayu jati tapi dengan pintu rotan. Di dalamnya itu sepatu. Jadi sengaja kita pakai pintunya rotan, supaya di ada sirkulasi udara. Supaya sepatu nggak gampang berjamur. Jadi dia ada sirkulasi udara. Dan Alhamdulillah sekarang sih ke sepatu-sepatu itu nggak ada yang lembab, gitu. Nah kalau ini biasa ya. Ini tepat masker kemudian tempat juga untuk apa namanya hand sanitizer karena pandemi dan ada cermin. Oke selanjutnya kita masuk ke kamar. Di kamar tamu ini, memang ukurannya itu 2,8 x 2,8 net-nya. Kemudian kita pakai kasur yang ukurannya custom, ini 200 x 150. Jadi cukup untuk dua orang. Kita custom supaya dia itu tidak terlalu bulky (mengambil banyak tempat) di dalam ruangan ini. Nah untuk kasurnya sendiri enggak pakai dipan, supaya lebih luas kesannya. Kemudian di sebelah sini biasanya jadi area salat. Makanya ada tempat mukena. Kemudian tentu kita kasih hijau-hijauan juga supaya tetap fresh yah ruangannya. Kemudian geser sedikit... Di sini ada meja tempat buku. Sebenarnya tempat buku ini kita taruh di sini untuk pajang beberapa pajangan yang kita punya kemudian buku-buku kita sama alat-alat lukis yang Emang kadang suka kita pakai juga. Untuk rak bukunya mungkin mau dilihat juga. Rak bukunya ini, dia custom juga. Dia dari kayu jati. Ini kalau ukurannya ini panjangnya 170 cm kurang lebih. Kemudian ketinggiannya kurang lebih ini 85 cm. Nah ini kita kemaren juga pas custom kita juga udah request sekali supaya dia itu ketebalan kayunya itu harus sama semua gitu. Jadi biar kelihatannya simetris. Kita naik ke atas ya. Ini tangganya masih tetap dari developer sudah seperti ini. Jadi kita enggak ada ubah-ubah. Yang kita tambah hanya untuk hiasan aja ya. Jadi di sini ada sedikit artprint kemudian kalau naik ke atas lagi di sini kita taruh vas supaya lebih ada transisinya antara lantai bawah dan lantai atas. Kemudian di area bordes kita taruh eh foto-foto kita kurang lebih ada 9. Jadi framenya kita pilih warna hitam karena memang di area tangga ini kita ingin aksennya itu hanya hitam putih saja. Jadi warna-warna lebih dari foto. Nah di atas juga kalau lihat ke atas itu ada lampu. Lampunya ini agak kayak topi yah. Jadi kayaknya kalau kita bilang bisa kayak topi sombrero lah atau topi miring. Nah kalau untuk lampunya kita beli di Nagarey. Nah kelihatan kan ya aksennya lebih ke hitam dan simpel aja gitu. Nggak terlalu banyak warna lainnya. Oke dari tangga kita ada dua pintu. Pintu ke 2 kamar. Jadi kalau kamar yang satunya ini masih kosong karena memang belum ada yang nempatin. Jadi kita langsung aja masuk ke kamar utama. Di kamar utama ini nuansanya kita biasanya ganti-ganti. Kalau hari ini kita lagi pengen nuansanya itu hijau. Jadi pakainya seprai warna putih kemudian dikasih warna aksen hijau. Nah kalau untuk eh apa namanya ini banyak yang suka tanya nih duvet-nya. Duvet-nya untuk selimut itu kita belinya di Ikea. Kemudian kalau untuk bed frame nya itu dia bed frame kayu jati. Untuk detailnya sendiri kita memang selalu suka dengan rounded shape, supaya lebih dinamis gitu.Jadi kalau untuk kaki-kakinya, kaki dari bed frame ini memang dia cenderung bulat kemudian juga nanti di bed side table (nakas) nya juga dia kakinya bulat juga supaya lebih dinamis dan kohesif. Areanya tuh agak kayak huruf L. Kalau untuk area kamarnya saja itu ukurannya 2,8 meter x 3,5 meter. Jadi untuk ke area bed frame-nya ini 2,8 meter, sementara ke panjangnya itu 3,5 meter. Nah, untuk berikutnya di sisi lainnya ini ada ruang untuk ganti baju atau tempat wardrobe. Bisa juga dibilang sebagai walk in closet. Ini ukuran panjangnya itu 2 meter sementara dari ujung tembok sampai dengan ke sini itu sekitar 2 meteran juga sih kalau nggak salah ya, 2 meteran juga. Nah ini untuk wardrobe-nya kita pilih lebar 2 meter dikali dengan tingginya 2,8 meter. Jadi full sampai ke atas. Supaya tempat penyimpanannya lebih banyak. Karena di sini nggak ada gudang, jadi kita harus maksimalin sampai ke vertikal. Jadi ke atas gitu penyimpanam-penyimpanannya. Nah kemudian kalau di lantai dua itu berbeda dengan lantai satu yang pakai keramik kita pakai lantai dari Stone Plastic Composite atau SPC. SPC ini sekarang jadi alternatif dari vinyl karena dia katanya lebih kuat. Karena dia dari stone plastic yang dikompositkan jadi lebih tahan lama, kemudian tahan rayap tahan air dan motifnya sekarang udah semakin banyak. Kalau ini kita pakai yang natural oak, jadi kayak kayu oak gitu. Kalau untuk harganya ini kurang lebih 70% dari kayu parket kayu jati yah. Jadi kurang lebih sekitaran segitu. Bisa dibeli di toko vinyl ataupun toko-toko lain yang memang mulai banyak yang jual kok sekarang SPC. Itu ada kamar mandi kamar mandinya ini mungil. Tapi kita coba sebisa mungkin dipisahkan antara area yang basah sama area yang kering. Jadi yang area basah kita kasih partisi ini tambahan dari kita sendiri tapi selebihnya Itu dari developer. Jadi masih sama kaya baru, gitu. Nah, tetap kita taruh hijau-hijauan supaya tetap fresh Demikianlah house tour dari Akarumah. Terima kasih sudah menyimak kita semua. Jangan lupa di follow instagram @akarumah dan juga subscribe YouTube Akarumah. Sampai ketemu lagi!

Lihat di YouTube