Jungkat

HP 1.3 jutaan Kenceng Gini? Gak Salah Harga? Review Samsung Galaxy A07 (YouTube Video)

  • 08/09/2025

Ini Samsung Galaxy A07 yang sepertinya salah harga nih ya. Masa dengan harga mulai dari 1,3 jutaan dia udah pakai Helio G99. Storage pakai UFS bukan MMC dong ya. OS pakai One. UI versi standar bukan versi core. Jadi ini fiturnya versinya lengkap semuanya termasuk fitur keamanannya yang enggak kaleng-kaleng udah pakai fingerprint scanner dan ada Nox Fult pula di sini. Jaminan update juga panjang sampai 6 tahun. Ada IP rating enggak di IP 54 untuk perlindungan dari debu dan air? Nih beneran nih Samsung yang kayak begini harganya R1 jutaan doang. Nah, mau tahu kemampuannya seperti apa? Simak review kali ini ya. Samsung Galaxy A07 yang satu ini kalau dibandingkan dengan generasi yang sebelumnya dia membawa peningkatan yang sangat-sangat signifikan. Oh ya, yang satu ini hadir dengan empat opsi RAM dan storage. Nah, yang harganya mulai dari 1,3 jutaan itu adalah yang variannya RAM 4 gig storage 64 gig. Tapi kali ini kita berkesempatan untuk menguji yang 4128 dan 6128. Tenang, harganya masih di R1 jutaan kok ya. Nah, sepertinya banyak banget yang penasaran sama smartphone ini ya, karena banyak yang nagih video review-nya kami sejak lama. Emang semenarik apa sih yang satu ini? Oke, langsung kita mulai dari paket penjualannya. Di dalam paket penjualannya tentunya ada unit smartphone-nya, lalu ada kabel USBC to USBC, ada sim tray ejector, ada paket dokumen, dan uniknya yang satu ini datang dengan box tambahan yang nempel. Ini nempel dengan box utamanya dan di dalamnya ada travel adapter 25 watt. Jadi ini ada chargernya, ada chargernya. Ada dong chargernya di sini. Gitu dong Samsung. Kalau emang enggak boleh ter, ter luar nempel kayak gini boleh kan? Bisa nih ya. Oke, lanjut untuk desain. Galaxy A07 terbilang masih mengusung desain yang mirip dengan pendahulunya. Frame-nya menggunakan e desain yang key island itu ya dengan area tombol power dan volume up and down yang lebih menonjol. Sementara untuk bagian frame line-nya tetap flat. Bagian back cover-nya itu ada pola garis-garis vertikal yang akan terlihat dari sudut tertentu yang berbeda dari generasi sebelumnya. Kamera utamanya sekarang ditempatkan dalam satu kamera bum, tidak terpisah-pisah lagi. Nah, untuk materialnya frame-nya tentunya pakai polikarbonat. Sementara untuk back cover smartphone ini menggunakan glass fiber reinforce polymer atau GFRP yang memberikan perlindungan yang lebih kuat tapi bobotnya tetap ringan. Nah, untuk opsi warna Galaxy A07 ini hadir dengan warna green, light violet, dan black. Jadi, ada tiga warna ya. Untuk dimensinya tinggi 164,4 mm, lebar 77,4 mm, dan ketebalannya di 7,6 mm. Sementara bobotnya sekitar 186 gr. Jadi bobotnya masih cukup ringan ya. Oh ya, untuk daya tahan terhadap debu dan air dia punya IP rating di IP54. Jadi kalau kecipratan air tipis-tipis masih aman ya. Kena hujan-hujan doang masih aman tapi bukan untuk diajak berenang. Sekarang kita lihat di sisi kanannya. Di sini ada tombol power sekaligus merangkap sebagai fingerprint scanner dan di sini juga ada volume up and down. Lalu di atas ada mikrofone. Di kiri ada sim tray triple slot. Jadi kita bisa masang dua nano SIM plus micro SD secara bersamaan semuanya. Beralih keisi bawah. Di sini ada audio jack 3,5 mm, ada mikrofon, ada port USB type C, dan ada grill speaker. Jadi ada dua mikrofon dan satu speaker di smartphone yang satu ini. Untuk suara speakernya memang bukan yang luar biasa hebat ya, tapi udah mencukupilah untuk kelas harganya yang R1 jutaan ini. Beralih ke sisi depan ini adalah layar 6,7 inci. Panelnya adalah PLS LCD ya. ya mirip-mirip IPS gitu deh. Lalu untuk resolusinya ini HD Plus 1600 * 720 piksel cukup wajar R1 jutaan. Refresh set-nya up to 90 Hz. Jadi sekarang anual series udah bisa 90 Hz dan udah bisa adaptif. Mantap ya. Anual series kan biasanya cuma bisa 60 Hz doang. Nah, untuk brightness kita mendapatkan angka sekitar 480-an nits baik untuk pengujian indoor maupun simulasi outdoor. Nah, kemudian untuk color gambutnya hanya ada satu mode warna layar di smartphone ini ya. Dan hasil pengujian kar gambutnya ada di kisaran 86,6% sRGB dan 98,5% untuk gamut volume-nya. Berarti dia lebih ke arah mendekati 100% sRGB yang biasa disebut sebagai natural ya. Lanjut untuk beaselnya. Nah, ini memang belum bisa dibilang tipis ya, terutama untuk bagian bawahnya. Kemudian ada earpiece di bagian bezel atas. Sementara itu kamera selfie 8 megapel-nya ada di bagian atas ya, di bagian tempat yang ada model Infinity U-nya itu di layar. Ini adalah kamera yang bukan F2.0 kos fix fokus dan perekaman videonya sampai 1080p 30 fps. Beralih ke sisi belakang. Kamera utamanya 50 megapel. Bukanya F1.8 tentunya autofokus berkamar video juga di 1080p 30 fps. Untuk fitur-fitur ada banyak juga ya di sini. Ada portret, ada pro untuk foto, ada night, ada food, panorama, slow motion, dan hyperlaps. Kemudian ada kamera bonus 2 megapel serta ada LED flash. Nah, untuk spesifikasi internalnya SOC yang digunakan adalah Mediatch Helio G99 ya. Udah pakai G99 ya. Jadi ini upgrade banget dibandingkan A06 yang pakai G85. Untuk RAM dan storage untuk Galaxy A07 ini ada empat konfigurasi. Ada yang 464, ada yang 4128, 6, dan ada yang 8256. Yang kita uji kali ini adalah yang 4128 dan ada yang 6128. Nah, untuk RAM dia pakai LPDDR 4X. Sementara untuk storage sudah pakai UFS 2.2 ya, bukan pakai IMMC. Jadi kecepatan baca dan tulis storage-nya jauh lebih tinggi. Untuk baterainya 5000 mAh dengan dukungan charging maksimum di 25 watt dan tersedia loh chargernya. Lanjut untuk sensor. Dia punya akselometer, light sensor, proximity sensor dan sayangnya untuk sensor giroskop ini belum tersedia. Nah, untuk kektivitas dia 2G, 3G, 4G seperti biasa G99 sampai 4G aja. Lalu Wii-nya Wii 5. Bluetooth versi 5.3. Untuk Bluetooth kodexnya ada SBC, ada AAC, Qualcom Uptex LDAC dan tentunya ada SSC yang punya Samsung itu. Untuk NFC sayangnya di sini belum ada tapi untuk OTG tentunya sudah support USB OTG ya. Lalu dia juga masih punya hiburan gratis berupa FM radio di sini. Nah, untuk menggunakannya kita perlu masang earphone ke smartphone melalui jack audio 3,5 mm-nya. Sayangnya ya kita harus cari dulu ya earphone-nya karena yang itu enggak ada dalam paket penjualan. Nah, untuk security-nya dia menggunakan fingerprint scanner dan ada face unlock juga serta dia punya sistem Nox-nya. Nah, yang satu ini dilengkapi dengan Nox Falt. Mirip dengan smartphone Samsung yang kelasnya lebih tinggi. Singkata, dia punya prosesor dan memori khusus untuk menyimpan data-data personal kita seperti fingerprint, pin, pola kunci smartphone kita, ya. Jadi, data-datanya itu enggak ngambang di software ya, disimpan pakai hardware beneran. Jadi, security-nya kelas atas di sini. Kemudian fitur auto blocker itu juga sudah ada di sini ya. Nah, sesuai namanya fitur ini bisa otomatis ngeblokir aplikasi berbahaya dan iklan yang mengancam keamanan smartphone ini. Jadinya data-data yang ada di smartphone kita tuh lebih terjaga dan mengurangi kemungkinan penyalahgunaan data pribadi kita. Ini penting ya, karena sekarang itu semakin marak yang namanya undangan APK yang beredar di WhatsApp gitu misalnya ya. Dan dengan fitur-fitur ini tentunya kita jadi lebih aman. Keren ya. Sampai smartphone kelas entry pun udah fitur kamar itu kelas yang atas banget, yang prima banget. Oke, lanjut untuk OS-nya. Dia pakai One UI7 berbasis Android 15 ya. A0 series sejak tahun lalu udah pakai One UI versi standar udah bukan pakai OneUI core lagi seperti sebelumnya. Karena menggunakan OneUI versi standar, berarti fitur-fitur khas OneUI seperti separate app, sound, mode and routines, serta secure folder tentunya ada dalam smartphone yang satu ini. Tapi kalau untuk fitur edge panel dan pause USB delivery, sayangnya emang belum tersedia. Ya, tapi ya wajar ya A0 series loh ini. Nah, untuk update OS-nya Samsung menjanjikan 6 kali update versi Android dan 6 tahun security patch. Kalian enggak salah dengar itu 6 tahun. Jadi, update-nya akan membawa dia sampai ke Android 21 nanti kalau namanya masih pakai angka. Terus ya. Sepertinya ini adalah janji update paling panjang untuk smartphone yang harga jual dari awalnya udah mulai dari Rp1 jutaan. Ini luar biasa banget ya. Samsung bisa ngasih dukungan software selama itu untuk smartphone yang harganya seterjangkau. Ini kita lanjut untuk pengujian performanya. Untuk AnTuTu gimana AnTuTu 10? Ya, kita pakai 3lite seperti biasa kita dapat angka di R18.000-an. Lanjut untuk Geig Bench 6 core di 726 multiore di 1940 lalu untuk Tradmarx Sling Shottreme Open GL grafik suaranya di 2.394. Sementara itu untuk 3k wild life stress test best scor-nya di 1262 dan low score di 1255. Jadi stability-nya tinggi di 99,4%. Lalu untuk GFX Band 1080 PTX offsreen 63 fps. GFX Band 1080 man off screen dia dapat 25 fps. Ya, jelas ya di sini ya bahwa dibandingkan dengan A06 yang A07 ini hasil pengujiannya signifikan jauh lebih tinggi hasil pengujiannya, hasil benchmark-nya. Sekarang mari kita lihat untuk gaming seperti apa. Untuk supply servers, nah yang satu ini bisa jalan di refresh-nya 90 Hz. Jadi kita bisa merasakan game ini di 90 fps. Saat dimainkan juga lancar banget, enggak ada masalah sama sekali. Gimana untuk PUBG Mobile? Nah, di sini yang gab buka settingnya adalah smooth extreme alias 60 fps. Di kelas harga sini sebetulnya masih jarang loh yang bisa jalan di 60 fps. Dan ini bisa biasanya yang lain-lain itu terkunci di 40 fps aja. Nah, saat dimainkan di sini frame rate-nya cukup stabil dekat dengan 60 fps tanpa ada masalah. Jadi, udah cukup asik nih main PUBG Mobile di sini. Sayangnya emang gyro aiming enggak bisa di sini ya karena enggak ada sensor gyroscop-nya. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting grafis yang terbuka di sini seperti ini ya dengan setting frame rate yang terbuka sampai high alias 60 fps. Kalau lagi sepi frame rate-nya bisa cukup stabil di 60 fps. Sementara kalau lagi ada battle yang rame frame rate-nya bisa turun ke kisaran 50 sampai 55 fps. Setelah dimainkan 3 mat berturut-turut hasilnya juga masih mirip-mirip aja. Menurut kami sih masih cukup nyaman nih main Mobile Legends selama ini bukan di level yang kompetitif ya. Nah, lanjut untuk Gensin Impact yang satu ini kita mainkan di lowest 60 fps tentunya. Kita coba tanpa kipas pendingin terlebih dahulu. Di 5 menit pertama frame rate yang dapatkan itu cukup tinggi ya di kisaran 40 sampai 50 fps. Setelah itu frame rate-nya mulai turun ke kisaran 30 sampai 35 fps dan sekali sempat turun di bawah 30 fps. Hasil seperti ini bertahan hingga akhir pengujian. Nah, untuk su permukaannya titik terpanas di bagian layar itu ada kisaran 39 sampai 40 derajat celcius. Sementara untuk di bagian belakang itu titik terpanasnya ada di 41 sampai 40 derajat celcius saja. Jadi masih lumayan aman sebetulnya ya. Nah, sekarang bagaimana kalau kita uji dengan kipas mendingin? Nah, sekarang frame rate kita dapatkan itu terjaga di kisaran 35 sampai 45 FPS sepanjang pengujian. Penuran frame rate itu memang ada sekali-sekali ya, tapi hanya sampai sekitaran 30-an FPS aja enggak pernah di bawah 30 fps. Jadi kalau pakai kipas pendingin hasilnya lebih lancar dan jauh lebih stabil. Nah, kalau maikasi ranking ini masuknya ke C minus kalau tanpa kipas dan bisa dapat C kalau kita pakai kipas pendingin. Untuk HP R jutaan ini mantap banget. Tapi ingat ini hasil pengujian pakai yang RAM-nya 6 gig ya. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Oke, di tangan saya kali ini udah ada si Galaxy A07 dan kali ini e pengujian kameranya bareng sama saya ya. Suara yang teman-teman dengar sekarang itu direkam langsung menggunakan eh mikrofon dari smartphone-nya. Dan yang saya suka itu kalau di HP Samsung entry levelnya sekalipun tetap punya dua mikrofon. Jadi kalau misalnya salah satu mikrofonnya ditutup kayak gini itu suaranya masih bisa terekam dengan baik. Dan ini kalau misalnya mikrofonnya dua-duanya bekerja, suaranya harusnya bisa lebih jelas lagi. Oke, kita lanjut aja ke pengujian selanjutnya. Untuk detailnya ini memang bukan yang super tajam ya, standar saj lah kalau menurut kami. Tapi untuk smartphone di kelas harga R1 jutaan, kualitas seperti ini wajar-wajar aja kok. Untuk kemampuan dynamic range-nya ini juga standar aja ya. Bagian background masih terasa over expos, tapi untungnya bagian wajah masih bisa diangkat jadi kelihatan dengan jelas. Lanjut ke stabilizer. Mengingat smartphone ini enggak punya sensor gyriro, jadinya yang satu ini tidak punya EIS untuk stabilizer. Sehingga video yang dihasilkan tuh belum stabil kayak gini. Lanjut ke kamera utamanya. Menurut kami ini juga sama ya dengan kamera selfie. Detailnya bukan yang super tinggi dan menurut kami ini agak terasa oversarpen. Tapi ini masih sesuai sama ekspektasi kami kok untuk kelas harganya. Untuk dynamic range menurut kami ini sedikit lebih baik ya dari kamera selfie-nya. Bagian background masih bisa diangkat walaupun bagian wajah jadi terasa sedikit gelap kalau diperhatikan. Tapi ini tidak sampai gelap banget juga masih bisa terlihat dengan jelas kok bagian wajahnya. Untuk stabilizer ini juga sama ya seperti kamera selfie karena tidak ada sensor gyriro jadi tidak ada IIS untuk stabilizer di kamera utamanya ini. Untuk kemampuan autofokusnya seperti ini. Amanlah ya. Lanjut ke low light. Untuk kemampuan kamera selfie-nya ini udah menurun ya. Kalau di keadaan minim cahaya kayak gini detail semakin menurun dan noise juga sudah bermunculan. Untungnya videonya tetap terang jadi wajah masih terlihat dengan jelas. Lanjut lagi ke kamera utamanya. Di sini juga detailnya sudah mulai berkurang dan video yang dihasilkan jadi lebih soft. Ini juga hal yang wajar ya untuk smartphone dengan kelas harga segini. Solusinya memang harus pintar-pintar cari tempat yang pencahayaannya bagus. Lanjut lagi ke fotografi. Kalau di kondisi cahaya yang cukup, foto yang dihasilkan itu cukup oke ya. Detailnya terasa cukup dan ketajamannya juga masih pas. Tapi kalau di kondisi low light, kualitasnya memang jadi menurun. Untungnya di sini ada night mode yang bisa membuat foto jadi lebih terang. Sekarang lanjut lagi kita bahas fitur ekstranya. Pertama ada slow motion. Ini bisa di kamera utamanya saja ya dengan resolusi maksimal di 720p 120 fps. Lanjut. Berikutnya ada pro mode. Ini bisa untuk foto-foto di kamera utama dan kita bisa mengatur ISO dari 100 sampai 3.200 serta shutter speed dari 1 banding 6.000 detik hingga 10 detik. Oke, itu dia tadi pengujian kamera dari Galaxy A07. Overall kemampuan kameranya memang bukan yang super hebat, tapi masih sesuai ekspektasi kami lah untuk smartphone di kelas harganya. Kalau ditanya apa yang kurang, bagi kami adalah kemampuan stabilisasi videonya. Mungkin di seri berikutnya Samsung bisa memberikan sensor gyirroskop untuk seri A0 sehingga ada fitur EIS juga di dalam smartphone entry level mereka ini. Sekian dulu pengujian kamera dari Galaxy A07. Lanjut lagi ke pengujian berikutnya. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian baterainya. Untuk local YouTube video playback 1080p. Kita lihat di sini hasilnya luar biasa ya untuk G99 ya. Bisa bertahan 26 jam 10 menit. Sebagai catatan, Galaxy A06 tahun lalu cuma bisa bertahan 20 jam 33 menit dan itu sebetulnya udah bagus. Yang satu ini 26 jam. Luar biasa mantap. Padahal baterai sama-sama 5000 mAh ya. Jadi di ANEL 7 ini gak cuma naik performance-nya doang, tapi daya tahan baterainya juga naik. Walaupun kapasitas baterainya sama aja. Lanjut. Untuk streaming YouTube 1080p 30 FPS non hadir selama setengah jam, baterai berkurang 4%. Sementara untuk mainan TikTok 30 menit, baterai berkurang sekitar 5%. Lalu untuk Gensin Impact lowest 60 fps selama setengah jam baterai berkurang hanya di 10% saja. Lanjut untuk charging. Tentunya kita tes pakai charger bawaannya. Jarang-jarang nih ya charger bawaan yang 25 watt itu hasilnya untuk mencapai 50% butuh waktu 27 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 20 menit. Ini adalah hasil yang sangat tipikal. Standar sekali untuk semua smartphone Samsung dengan baterai 5000 mAh dengan charger 25 watt. Dari bawah sampai paling atas ya begitu aja hasilnya. 1 jam lebih dikit. Lanjut untuk pengujian lainnya ya. Kita lihat sekarang untuk Netflix dia udah Wif L1 tapi memang tanpa dukungan HDR. Sementara itu untuk streaming YouTube dia bisa sampai 1440p 60 fps tapi tanpa dukungan HDR. Streamingnya tuh mulus ya, enggak ada patah-patah di sini. Lalu untuk heptic feedback secara default htic feedback-nya dimatikan. Jadi kita perlu menyalakan secara manual. Getar ini bukan yang super halus jadi masih agak kasar. Tapi ya cukup wajarlah untuk kelas harganya. Nah, untuk Wii sharing sayangnya ini belum bisa. Tapi kalau untuk hotspot dari 4G-nya itu bisa. Oke, untuk harganya Samsung Galaxy A07 akan dijual dengan harga Rp1.399. 399.000 untuk varian 464 Rp1.649.000 untuk varian 4128 Rp1.949.000 untuk varian 6128 dan Rp2.299.000 untuk varian yang 8256. Kalau kalian mau beli HP ini dengan harga lebih murah, ada promo tukar tambah sih sebetulnya ya. Jadi misalnya kalian punya Galaxy A05 misalnya A05 ya sebagai HP lama dan mau tukar tambak ke A07 ini. Nah untuk tipe yang satu itu bisa dihargai sampai Rp600.000 jadi lumayan ya tinggal bayar selisih harganya aja. Catatannya harga dari HP lama kali itu berbeda-beda ya, tergantung tipe dan kondisinya. Oh ya, smartphone ini juga bisa dibeli lewat layanan Finance Plus dari Samsung. Kalian bisa cicil Galaxy A07 ini dengan angsuran mulai dari Rp11.766 per bulan selama 12 bulan. Promolanya juga masih banyak ya, cek aja dalam kolom deskripsi untuk informasi selengkapnya. Sekarang kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama mungkin beberapa akan ada yang protes dengan resolusi layarnya yang masih HD Plus. Tapi HD Plus ini sebetulnya membantu mendapatkan daya tahan baterai yang lebih baik. Dan kalau untuk harga R jutaan sih memang masih banyak yang HD Plus ya. Ingat ini start dari bawah 1,5 ya bahkannya 1,3-an mulainya. Lalu desain layar menurut kami memang sudah agak ketinggalan zaman sih itu sih kami setuju benar ya. Lalu dia belum support NFC, jadi gak bisa isi ulang imani langsung dari smartphone ini. Kemudian dia belum punya sensor Gyro dan ini juga membat perekaman videonya tentunya jadi enggak punya stabilizer. AIS tuh enggak ada ya. Lalu perhatikan juga ya saat milih varian RAM dan storage pastikan sudah sesuai dengan kebutuhan kalian karena opsi ada empat tadi ya. Kalau cuma untuk komunikasi yang dasar sekali, yang basic sekali, mungkin 464 udah mencukupi. Tapi kalau udah banyak instal sosm mau dipakai kerja yang lebih serius, saran kami sih minimum ambil yang RAM-nya 6 GB. Oke, dari segi menariknya pertama performanya ini meningkat jauh dibandingkan generasi sebelumnya. Udah pakai storage UFS ketimbang yang sebelumnya pakai AMMC. Lalu dia udah pakai OneUI versi normal bukan pakai OneUI versi core. Fitur keamanan juga mantap ya. udah pakai Nox Fult bahkan di sini ini yang biasanya ada di smartphone Samsung yang kelasnya lebih tinggi di atas jadi ya fitur kanannya kelasnya kelas atas lah ini ya lal jaminan update-nya udah en kali Android update dan 6 tahun untuk security patch ini panjang banget untuk HP R jutaan layarnya juga 90 Hz bisa adaptif pula di sini datan baterai juga jadi lebih awet daripada pendahulunya padahal kapasitas baterainya sama aja dibandingkan generasi pendahulunya dan sebenarnya kita harus mention sih untuk SOC-nya ini termasuk salah satu yang paling awet dengan baterai 5.000. Luar biasa. Lalu dia punya IP rating di IP54 untuk protesi terhadap debu dan air. Punya dual microphone, punya fingerprint scanner juga. Sim tray-nya triple slot, jadi mau pakai dual nano SIM plus micro SD bisa. Lalu ada audio jack, masih ada di sini juga. Dan ada opsi hiburan gratis yaitu radio FM. Dan tentunya terima kasih ya Samsung, ada chargernya di sini ya. Walaupun dalam kotak terpisah tapi paling enggak ditempel di situ. Oke, jadi pertanyaan smartphone ini cocoknya buat siapa? Pertama, kalau kalian mencari smartphone yang entry level tapi maunya performanya cukup kencang, yang ini mungkin bisa jadi pilihan ya karena SOD-nya udah pakai G99 ya tentunya udah pakai UFS juga. Lalu buat yang nyari smartphone terjangkau tapi dukungan software-nya panjang. Nah, ini mah udah enggak ada lawannya lah. En kali Android update, 6 tahun security update. Lalu buat yang pengin smartphone dengan One UI tapi bajetnya terbatas. Cocok juga kalau ada yang mau ngeras OneUI-nya karena pakai One UI versi standar. Fiturnya lengkap ya. One UI ini terkenal dengan kemudahan pakainya. Jadi kalau mau dikasih ke orang tua mungkin, nah nyaman tuh. Mudah tuh makainya tuh ya. Apalagi kalau kalian yang ngasih juga udah pakai One UI juga jadi ngajarnya gampang. Lalu buat yang nyari smartphone terjangkau tapi punya fitur kameraman kelas atas jelas yang satu ini mantap banget karena punya Nox F. Jadi ini aman banget ya. Pada akhirnya Galaxy A07 ini berhasil membuktikan kalau Samsung juga bisa menghadirkan smartphone entry level yang punya banyak kelebihan tapi harganya tetap terjangkau dan tetap bersaing dengan yang lainnya. Saya D Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07 merupakan smartphone entry level terbaru Samsung yang resmi dipasarkan di Indonesia dan membawa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia yang menginginkan ponsel harian dengan performa lancar, layar besar, baterai tahan lama, serta ketahanan ekstra untuk penggunaan di lapangan. Samsung memposisikan...