HP 2 JUTAAN lagi bagus2nya ๐ญ Unboxing TECNO Camon 40 Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David disini, dan kita bakal ngetes anak baru lagi dari pasukan Transsion, Tecno Camon 40, Camon 40. Harganya kurang lebih 2.5 jutaan tergantung varian memorinya. Harga yang lumayan unik ya buat seri Camon. Biasanya kan HP 2 jutaan Tecno itu pova ya, seri yang ngandelin mesin, keren-kerenan desain, fiturnya banyak. Sementara seri Camon itu biasanya main di level yang lebih tinggi seri yang udah serius soal kamera. Camon, Camera on. Bukan Camon ya, bukan let's go atau... Kayak waktu itu ada Camon 20 Premier, harganya di 5 jutaan. Sekarang Tecno ngebawa Camon ini buat ngerusuhin kelas 2 jutaan. Tetep ngandelin kamera yang katanya bisa ngejepret super kenceng plus hasil fotonya juga bagus. Mesinnya juga tetep dijaga kenceng lah ya, namanya juga Transsion. Sebagus itukah? Kita langsung cobain aja lah. Di sini kotaknya berwarna putih dan ada hiasan segitiga-segitiga panah yang besar dan kecil, yang ada teksturnya by the way. Jadi ini bukan cetakan rata doang, tapi kalau... Kalau diginiin nggak agak susah berasa ya dari bunyinya ya. Tapi kalau disentuh, ini jelas ada teksturnya. Di sini ada tulisan soal memori internal 256GB, ada yang 128GB, dan RAMnya 8GB plus 8GB Extended. Di sini Camon 40, ada Tecno AI, ada Flash Snap. Ini fitur yang tadi saya bilang bisa ngejepret super banyak dalam hitungan 1-2 detik dengan 50MP Sony Camera. Sensornya LYTIA, AMOLED 120Hz, Ultra Bright, IP66 alias bisa kena sireman air tapi belum bisa dicemplungin, dan ya ini water resistant. Kotaknya ini berasa lumayan premium ya, kayak bukan kotak HP 2 juta. Rasanya halus-halus lembut dan ada titik-titik halus-halus, nggak kayak kotak biasa yang cuma mengkilat doang, dicetak doang. Ini lebih asik sih. Di sebelah kiri ada fitur andalan mereka, One-Tap Flash Snap, ini yang tadi jepret banyak dalam hitungan 1-2 detik doang, terus ada SGS Performance Tested sertifikasi-sertifikasi ada Dolby Atmos, ada TUV Rheinland, ada garansi 12 plus 1 bulan, dan di belakang ada fitur-fitur utamanya. Yang paling atas tentu saja langganan Transsion MediaTek Helio G100, ultimate processor, ultimate buat Transsion tentu saja. Baterainya 5200 mAh, 5 year ini, ya ini klaim-klaimnya aja nggak ada hubungan sama garansi atau apa. Ini 45W Super Charge, Dolby Atmos, stereo dual speaker, dan di sini ada spek-spek lebih detailnya lagi. Yang seru di sini, di kamera belakangnya 50MP, dia udah ada OIS. Mantep! Sekali lagi, dia berasa mantep karena dia HP yang harganya 2 jutaan ya, atau 2.5 jutaan ya. Kalau misalnya ini harganya 4 juta, ya ada OIS udah biasa, tapi 2 jutaan udah ada OIS dan udah dapet ultrawide, itu yang diandalkan si camera on ini, beneran jual kameranya, nanti yang pasti kita bakal tes-tes. Di sini ada varian-variannya, teknis-teknisnya, semuanya barcode atau IMEI dan lain-lain. Ada varian warnanya juga, Emerald Glow Green. Ada yang warna hitam juga, jadi ada 2 varian warna, dan tentu aja dia dibuat di Indonesia. Sip! Sekarang kita buka saja kotaknya, lihat apa yang langsung menyambut kita HPnya. Oke, ini ada fitur-fitur utamanya, tapi di sini ada tulisan sensornya, Lytia 700C, Ultra Night Camera, semuanya serba Ultra-Ultra, Ultra Charge, Ultra Camera, Ultra Bright Display, Ultra Performance, jadi nggak ada maknanya lagi ya Ultra. Chip M4 Ultra, Xiaomi pake Dimensity 8300 Ultra, susu juga Ultra, semuanya Ultra. Lanjut, di dalam kotaknya ada emblem yang berasa super premium ya, warna hitam dan gold. Ini ya lambangnya aja, garansi 12 plus 1 bulan dari TECNO. Ini ada TECNO Camon 40, petunjuk pengguna, dan di sini ada list pusat pelayanan Carlcare. Ini ada form-formnya, dan ada casing silikon dengan tekstur garis-garis. Ada 3 buletan kamera yang berjejer ke bawah, ini mirip kayak HP Samsung ya, atau Sony ya, lumayan beda nggak pake model kamera yang ngotak atau boba-boba, dan di sini ada TECNO 45W, dan terakhir ada kabel USB A to USB C. Oh, sama satu lagi ini ada SIM Ejector. Kita beres-beresin dulu biar lebih plong, lebih lega, buat ngeliat si HP-nya yang lumayan enteng ya. Ini ukuran layarnya 6.78 inci, baterai 5200 mAh, kalau denger dari 2 spek itu rasanya ini HP yang gede dan berat, tapi ini pas pertama kali dipegang, tadi terus saya pegang ulang lagi, dia kerasa enteng. Boleh pinjem timbangan. Timbangan yang lebih mahal dari si HP. Waktu itu berapa timbangan ini? 4 ya? Astaga. Ini 2 HP cuma buat beli 1 timbangan ya? Buat menimbang kalau dia ini, bobotnya adalah 181 gram. Nggak seberat yang dibayangin sih, soalnya kalau ngeliat ukurannya gini, mungkin sekitar 190-200, tapi ternyata 180 gram saja, dan warnanya adalah hijau emerald. Kita lepas kletek dulu ini. Wah, wih, wah. Nah ini nih, varian warna hijau emeral dari TECNO Camon 40. Saya lumayan suka sih sama desain si Camon ini, rasanya dia berani beda aja buat sebuah HP 2 jutaan. Saya nggak pernah lihat HP yang desainnya kayak gini ya, ada bukit di sekitar kameranya ini, ada tonjolan gini yang bentuknya, entah kenapa, ngingetin saya sama termometer gitu. Mungkin karena saya udah bapak-bapak, sering ngukur suhu anak, tapi ini biasanya gitu kan, ini displaynya dan sini ujungnya itu. Jadi ini mungkin sebutannya desain termometer. Cuma elegan lah, saya lumayan seneng, ada desain yang fresh dibanding desain Infinix gini, banyak yang bilang kurang suka, tapi yang namanya desain itu selera, ini harganya 3 juta, ini 2,5, nggak jauh beda sama-sama dari Transsion. Kalau lu suka yang mana Bal? Ini gede, ini... Ini... Warnanya? Iya sih, warnanya emang lumayan mencolok ya, warna hijau emerald sekali lagi. Kalau misalnya nggak suka warna yang ini, ada satu lagi warna yang agak abu-abu gelap gitu. Cuma kita kali ini unbox yang lebih menonjol aja kali ya. Kalau saya lihat di sosmednya TECNO emang kok rasanya lebih keren, lebih simple, lebih cocok sama yang warna abu-abu ya. Kalau ini desainnya mau kita mirip-miripin sama HP yang udah ada, ini lebih kiblatnya ke Samsung S25 ya, yang kameranya berjejer ke bawah ada 3 kayak gini, cuma dengan adanya bukit seperti ini, bukit termometer, dia jadi beda. Buat bahannya sendiri tentu aja dia dari polikarbonat, dari back cover sampai ke framenya, dia ini dari polikarbonat semua, belum kayak Infinix yang udah pake frame metal, keunggulan saudaranya emang di desain yang lebih keras, rasanya bahan yang lebih premium juga, tapi kalau megang gini dia lebih enteng sama lebih minimalis, jadi ada plus minusnya. Lagi-lagi soal desain, silakan sesuaiin sama selera, di sini kalau dari spek kameranya, dia pake kamera utama 50MP, terus ada kamera Ultra Wide 8MP, dan satu lagi kamera gimmick, di sini ada LED Flash, dan merah-merah ini apaan? Kayak nggak ada gunanya, kayak plastik, dot plastik Honda Jazz gitu doang, yang sering dicolong orang itu, ini titik mungkin hiasan doang kali ya, kayak infrared atau laser gitu, tapi kayak Leica ya? Ini kayak plastik, kayak nggak ada isinya gitu. Kalau saya salah tolong dikoreksi ya. Di sebelah kanan ada tombol power dan tombol volume, ini finishingnya sangat mengkilat, sangat glossy, jadi mungkin agak susah kelihatan ya putih-putih ya. Di atasnya ada mikrofon, ada speaker, dan ada IR Blaster, mantap. Dan di kiri ada satu tombol yang dilebihin oleh TECNO, yang saudaranya nggak punya, ini adalah semacam action button kayak di iPhone-iPhone gitu, nanti kita bakal tes, ini warnanya sengaja dibedain, sama ada tekstur-tekstur juga, di bawah ada port type C, ada speaker, ada mikrofon, dan ada SIM tray. SIM tray yang agak unik ya, ini saya baru pertama kali lihat model SIM tray kayak gini, soalnya... Lu nyadar nggak bal? Nih, lu nyadar nggak? Ada yang aneh nggak? Dari SIM tray-nya. Nih, ini, ini, ini kayak gini. Miring dia. Ini model SIM tray-nya hybrid ya, jadi ini bisa SIM 1 atau SD card, dan di sini bisa buat SIM 2. Jadi memang miring awalnya, saya lihat di plastiknya ini, saya kirain ini salah cetak atau apaan, soalnya di plastik covernya keterangannya juga... Ini SIM tray-nya miring. Agak unik ya. Entah kenapa dibikin kayak gini, mungkin pas ngedesain, eh, udah kecetak kegeser dikit. Yaudah SIM tray-nya sesuaiin lah gitu. Mungkin kayak gitu. Ada contoh apa? Ya, kalau dipasang kayak gini. Eh, ya begitulah ya. Ya, entah... Ya nggak ngaruh sih yang penting, chipnya kan ngadepnya ke receiver-nya, tapi agak aneh aja. Tecno... Oh, barusan dihidupin dan mesin getarnya tidak menyenangkan. Geli-geli. Ngeng-ngeng. Sesuai harganya. Ya, kita udah kebiasaan dimanjain Transsion, semuanya check the box semua, semuanya centang, oke semua. Wuh, apaan? Wuh, animasinya lucu ya. Tecno AI! Bukan Tecno lagi ya. Wuh, layarnya cakep ini. Ehm, itulah udah kebiasaan dimanjain Transsion. Padahal kalau HP-HP lain yang mesin getarnya lemah di 2 jutaan, yaudahlah. Namanya juga 2 jutaan, tapi sekalinya Transsion, Tecno, Infinix ngasih yang lemah, rasanya kok agak aneh. Ya, itu keenakan sih. Thank you, thank you. Sip, jadi ini adalah penampilan paling awal dari Techno Camon 40. Camon 40 yang cakep ini lagi-lagi. Ya, ini maksud saya, kita sudah terlalu manja, dikasih enak oleh Transsion, dikasih layar yang lebar, bening, yang bezelnya tipis, dibawahnya hampir... bisa dibilang simetris lah ya, secara sebentar, sekilas doang liatnya. Ini layar yang bagus, AMOLED 120Hz, mantul! Ini auto brightnessnya kita matiin, dari sistemnya juga sudah pakai Android 15, ini ikon-ikonnya, walaupun nama OS dari Techno itu HiOS, beda sama XOS dari Infinix, tapi sebenarnya dia mirip-mirip aja sih, kalau kita liat di sini. Kalau kita bandingin misalnya di bagian settingnya, ini ya semuanya sama-sama aja, bedanya cuma Techno AI, Infinix AI. Kalau dari urutannya, ya ini mirip semua, password, privacy, location, sampai ke sistem semuanya sama-sama saja. Bedanya ya di nama OSnya saja, yang bisa kita lihat di bagian My Phone, 1 HiOS, 1 XOS, padahal ini juga desainnya aja udah sama banget, atas urutan susunannya juga sama banget. Jadi ini cuma brandingan doang, HiOS, XOS, makanya saya sering bilang HP-HP dari Transsion, karena sama aja, mereka itu sama-sama sekeluarga, lebih sama daripada Oppo, Vivo, mereka masih beda ini, cuma beda dikit-dikit doang. Sampai AI-nya pun ya mereka cuma beda nama doang, yang Infinix, Infinix AI, yang ini Techno AI. Padahal isinya AI eraser ada, ini buat ngapus objek, harusnya udah tau kalau lumayan sering ngikutin dunia HP perkembangannya, misalnya buat AI eraser, kita bisa ilangin objek-objek yang tidak diinginkan di dalam foto, padahal ini objek utamanya ya, justru ini yang harus dijaga banget. Tapi ini ya buat demo saja lah, kalau dia bisa menghilangkan. Wohoo! Bersih! Mas-masnya ini bisa ini nih bilang nih, ini rekan gua kok nggak dateng nih, gua cuma foto sendirian nih, parah banget ini, nggak ada yang jagain. Nama ada Image Expansion, kalau ini kemarin saya nggak lihat di Infinix ya, adanya eraser doang di Infinix, kita sambil tunggu coba sambil lihat. Ya kalau di Infinix dia belum ada expansion lho, dia cuma ada AI eraser, sementara kalau si Camon ini dia ada expansionnya, jadi fungsinya buat memperluas foto yang sudah ada. Alami nggak nih? Cakep sih. Jadi ini after, ini before, gini aslinya, terus kita expand kayak gini. Iya, bener lho, kayak bener-bener aja gitu. Nice! Camon 40 ini ada unggulnya sendiri lah, dari software ternyata ada bedanya juga, cuma pasti ada minusnya, apalagi dia lebih murah dari si Infinix ini kan. Misalnya dari kecerahan layarnya, pas saya tes di outdoor, dia ya oke lah, di suasana yang mendung, gambarnya masih bisa ditampilkan dengan jelas, tapi kalau udah trik ini bakal keteteran sih, kalau mendung aja udah mentok gini. 2 juta tidak bisa menang semuanya ya, itu mengerikan sih. Pasti ada, agak aneh harus ingetin soal itu, soal harganya 2 juta biasanya cuma 1-2 yang unggul, tapi ini kita malah nyari-nyari kelemahan itu udah hebat sih. Gimana dengan speakernya? Apakah jadi bagian yang lemah juga? Atau jadi bagian yang unggul dengan stereo speaker? Wih, kenceng bro. Pecah loh. Kalau agak kecilin dikit lebih mending. Hmm, bagus loh. Lumayan, lumayan. Bawahnya lebih dominan dari yang atas, mungkin sekitar 65-70% dari totalnya. Ini saya kasih 8, 7.5-8. Lebih sedikit lebih bagus diantara HP-HP 2 jutaan yang lain. Lebih karena bassnya lumayan berisi ini. Sekarang soal mesinnya. Hmm, seperti biasa, Transsion Helio G100, skornya 450 ribuan kurang lebih, jadi skip aja ya. Ini RAM-nya 8GB, dan memorinya tentu aja udah UFS ya, bukan eMMC lagi. Tentu saja, Transsion, eMMC saya harus cepat bangun. Karena nggak mungkin. Semoga nggak ya. Buat frame ratenya bisa di Super, dan bisa di grafis Ultra. Tapi kita di Super High saja. Tidak perlu... Wah! Ya, hiunya. Sayang sekali. 30 detik tuh. Oke lah. Malah ketekan. Nah, ah! Ah! Ayo deh! Ah, nggak, abis deh. Wah, salah tembak. Setelah main beberapa saat, frame rate rata-rata yang kita dapat, tidak mentok sampai 90 sih, tapi sudah mendekati. Sudah 85 fps ke atas, itu udah cakep buat HP 2 jutaan. Wow! Agak... suaranya agak patah-patah ya. Hmm, hmm, hmm, hmm. Kedengeran ya, kalau suaranya patah-patah ya. Nah, ini kalau lawan kecil-kecilan... Eee... Iya ya, tetap ya. Nah, ini udah performance mode, terus aplikasi yang lagi jalan juga cuma Genshin aja, udah setting lowest. Ya, masih ada sedikit. Hmm, iya. Berasa ya. Kalau dari grafiknya sendiri nggak ada yang aneh, dia tetap dapetin rata-rata 30an fps, tapi memang kalau pengalaman gaming itu nggak bisa dilihat dari rata-rata frame rate doang. Dia ada nyendet-nyendetnya gitu, itu juga sangat berpengaruh ke pengalaman main ya. Dan itu yang terjadi di Tecno Camon 40. Kalau dari suhunya sendiri justru malah aman banget. Ini lumayan anomali juga, karena biasanya Helio G99, Helio G100 itu, sekitar 42 derajat ya, atau 43 derajat paling tinggi. Tapi di Camon 40 ini dia paling tinggi di 40 aja. Bahkan nggak nyampe 40, kepala 3 aja. Entah memang performanya agak ditahan biar suhunya tetap adem, atau sistemnya yang dibedain di bagian mana, yang pasti gamingnya agak nyendet-nyendet. Oke, sekarang kita cobain bagian yang paling dijual dari Camon 40, yaitu kameranya. Sampai di bagian action button ini, yang jadi nilai plus dari Camon 40, udah dikustom biar kalau kita double click, dia ngebuka fitur flash snap. Fungsinya adalah kalau kita masuk mode flash snap, kalau kita tarik tombol shutter ke arah kiri, dia bakal ngejepret 20 foto dalam waktu yang sangat singkat. Jadi kita tarik ke sini ada angka 1-20. Kalau kita tahan gini doang, tidak. Dia nggak mau ngambil foto, dia arahin kita buat tarik ke kiri. Set, tetetetetetetetetetetet. Kalau buat hasilnya sendiri, saya lumayan kagum sih. Saya kirain ini gimmick doang, karena foto-foto burst yang cepet gini, biasanya ada di HP yang lebih mahal ya. Soalnya ini butuh kekuatan processing yang bagus, tapi ternyata Camon 40 bisa nangkep banyak momen dalam waktu yang singkat, dan tidak ngeblur kalau cahayanya cukup ya, atau kecepatannya tidak super ngebut misalnya sekedipan mata doang ya itu nggak bisa sih. Tombol ini juga bisa kita custom ya. Ini mirip action button yang ada di iPhone sih. Sudah pasti ini namanya one tap button kalau di TECNO tapi animasinya, ilustrasinya ini super mirip kayak iPhone tombol-tombol ini. Kalau kita double press kita bisa aktifin flash snap atau kita buka kamera jadi kalau kita tekan double dia buka kamera doang masuk ke mode auto AI cam-nya atau kita bisa custom ke aplikasi lain misalnya... Anda sangat seneng sama skor AnTuTu HP ini tiap Anda kangen Anda... pengen tinggal tekan double doang buat ngeliat skor AnTuTu-nya itu bisa atau kalau Anda tidak bisa lepas dari TikTok kebiasaan mencet gini dia bakal langsung ngebuka TikTok. Ya... Nggak bisa lepas nih. Di bawah sini juga ada... keterangan buat long press jadi kalau kita tahan tombolnya lama-lama dia bakal manggil si Ella. Ella itu siapa? Ella itu adalah asisten dari TECNO itu sendiri. Kustomannya si TECNO. Kalau kita tekan yang ada di sebelah kanan tombol power-nya kita aktifin... Ella juga. Jadi ngapain ya? Tuh, Ella is thinking. Nih kalau kiri kita manggil Ella sama... Kalau kanan kita manggil Ella juga. Jadi ngapain ada 2 tombol buat 1 fungsi ya? Iya, terus kalau kita mau custom long press ini nggak bisa kita langsung diarahin ke... Ella. Gimana ini? Ada... Oh bisa Google. Uff... Kirain ya. Nah jadi kalau kita long press set kiri kita buka Ella. Tapi Google... Kalau sini? Oh, kalau kanan kita bisa atur buat jadi Google. Jadi kalau kiri Ella, kanan Google. Dua-duanya? Oh, Ella dong... Harus yang punya sendiri ya yang diprioritasin ya. Nih nggak bisa di custom jadi kalau kita tekan... Kalau yang double press dia masuk ke pilihannya kalau kita tekan yang long press tidak bisa. Yep, tidak bisa. Sayang sekali ya. Padahal kalau long press bisa aktifin senter itu sangat berguna daripada voice assistant di kanan kiri. Buat hasil kameranya sendiri di kelas 2 jutaan tangkepannya bagus sih. Foto-foto dari Camon 40 ini bikin happy ya. Buat kamera utamanya mau kita motret pas cahayanya cukup pas cahayanya lagi kurang, pas lagi gelap. Semuanya bagus-bagus. Ini warnanya kalau siang hari emang masih agak ke-hijauan. Hijaunya lebih kuat ini ciri khas Transsion. Tapi jatuhnya masih bagus, masih balance. Pas malam juga noise-nya minim, terus warnanya tidak pudar, tidak kusam. Dan yang paling ngejutin kamera ultrawidenya. Di kelas 2 jutaan langka banget ada HP yang ngasih kamera ultrawide. Ada pun biasanya hasilnya asal ada ya. Dulu saya pernah bilang ada kamera HP 3 jutaan atau 2 jutaan kayak CCTV kualitasnya. Di Camon 40 tidak seperti itu. Bahkan ini lumayan mirip sama mid-range mid-range 5-6 jutaan ya buat ultrawidenya ya yang tidak terlalu jomplang dari kamera utamanya. Jadi dia bukan asal ada doang. Cek-cek ini adalah hasil perekaman kamera depan di 2K. 30 fps, TECNO Camon 40. Jadi resolusinya bisa tajam, detailnya bisa bagus. Cuma ini emang gempa sama dynamic range-nya tidak seluas itu ya. Di belakang langitnya putih semua. Padahal ini tidak cerah-cerah banget. Ini jatuhnya mendung, tapi kameranya sudah tidak bisa menunjukkan detail langitnya. Diputihkan saja. Yang penting muka yang direkam kelihatan bagus, sudah kelihatan jelas. Kalau 2K, dia gempa ini. Kalau kita aktifkan stabilizer, ada mode-nya, ada tombolnya. Dia bakal turunin settingannya mentok di 1080p 30 fps saja. Jadi bakal lebih kecil ketajamannya. Lebih kecil, lebih rendah ya. Dan kalau saya perhatiin, nggak sestabil itu juga ya. Gerakannya stabil, cuma di background kayak agak getar-getar gitu ya. Ya mungkin yang penting mukanya tetap stabil ya, nggak separah yang tadi. Kesimpulan buat TECNO Camon 40. Ini HP yang tau nilai jualnya. Targetnya jelas, kalau anda cari HP 2 jutaan yang kameranya bagus, Camon 40 ini bakal nikmat. Keras langka ya, HP 2 jutaan yang ngasih kamera wide bagus sama ultrawide yang fotonya nggak asal ada aja. Kalau kualitas videonya sendiri, standar lah. Fiturnya mantep. Flash Snap yang saya kirain cuma gimmick doang, karena biasanya ada di HP yang lebih mahal, dia beneran bisa ngambil banyak foto dalam sekejap. Dan untungnya dia bukan menang kamera doang, mesinnya masih tetep ala Transsion lah. Walaupun ada minus-minusnya kayak tadi kalau main game berat, dia ada nyendet-nyendetnya, cuma masih bisa dipake buat main game berat. Layarnya cakep, desain juga simpel, tapi kerasa fun. Beda dari yang lain, kemarin pas kita cobain Infinix Note 50 Pro, saya kirain HP lain bakal bubar jalan ya, saking bagusnya ya. Ternyata TECNO masih bisa nyari celahnya, ngasih lebih banyak pilihan lagi buat konsumen. Anda lebih seneng body metal, wireless charging, ya pilih Infinix. Tapi kalau mau cari kamera yang lebih bagus, di harga yang lebih murah, TECNO Camon udah siap buat ngegeser si saudaranya ini sih. Demikian unboxing TECNO Camon 40. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @subbox.id Wah, layar cakep-cakep. Kalau brand lain apa yang sebening ini?
Video Lainnya
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Dunia kreasi konten video bersiap menghadapi pergeseran besar seiring hadirnya Insta360 Luna Ultra, sebuah kamera pocket gimbal dual-lensa yang digadang-gadang...


















