Jungkat

HP 3 Jutaan Terbaik Itu…?! 😲 Tecno POVA 7 5G vs Infinix Note 50 Pro vs POCO X7 5G (YouTube Video)

  • 25/07/2025

Halo, sebelumnya kita aduin HP midrange di kelas 5 jutaan, kali ini kita mampir ke pasar HP harga Rp3 jutaan yang lagi ramai di pasaran Indonesia. Ada Pova 75G, Infinix Note 50 Pro, dan Poco X7 5G. Kita aduin ketiganya lengkap dari desain, performa, tangkapan sinyal internet, layar OS sampai kameranya lengkap. Jadi selamat datang di Bit Battle Royale di mana kita aduin 3 HP yang lagi panas di Indonesia. Let's go. Nah, sebelum kita masuk ke pengetesannya, pertama kita cek dari spesifikasi masing-masing HP-nya dulu. Pova 75G ini pakai chipset Dimensity 7300 Ultimate dengan pilihan storage itu start dari 8128 GB dan baterainya pakai 6000 mAh dengan 45 watt charging. Pakai high OS 15 forova out of the box. Layarnya IPS 144 Hz dan kameranya ini pakai 50 megapel main kamera sama 13 megapel selfie. Harga SRP-nya ini start dari 33,1 juta. Infinix Note 50 Pro pakai chipset Helio G100 Ultimate dengan storage 8256 GB dan baterai 5.200 mAh 90 watt charging. Pakai XOS 15 out of the box. Layarnya AMOLED 144 Hz dengan 1300 fak brightness-nya. Kameranya pakai 50 megapel main camera 8 megapel ultra wide dan 32 megapel selfie. Harganya dari 3,2 juta. Dan terakhir Poco X7 5G yang chipsetnya pakai Dimensity 7300 Ultra dengan pilihan storage 8256 GB dan yang kita pakai ini 1212 GB ya. Baterainya itu di 5110 mAh dengan 45 watt charging pakai Hyper OS2 dan layarnya ini pakai AMOLED 120 Hz dengan 3.000 nitak brightness-nya. Kameranya 50 megapel main camera, 8 megapel ultra wide, dan 20 megap selfie. Harganya ini start dari Rp3,8 juta. Oke, kita start dari gulat pertama yaitu body dan desain. Oke, di bagian desain Infinix ini pakai material yang paling premium di antara dua HP lainnya. Frame-nya ini aluminium dan backdoornya juga kaca. Asli pas genggam itu berasanya kayak HP mahal gitu R jutaan gitu ya. Padahal ini harganya Rp3 jutaan. Dan bentuk bodinya juga ini unik ya, kurus gitu memanjang kayak HP-nya Sony. Di sisi lain PoV dan Poco ini sama-sama pakai plastik ya di sekujur tubuhnya. Tapi cuma Poco nih yang dikasih lengkung-lengkung di tiap sisi HP-nya. Jadi nyaman ya pas kita genggam. Enggak ada tajam-tajam atau sisi yang kaku lah. Pova sendiri ini punya keunggulan di bagian desain. Gua sendiri ini suka ya gitu cocok sama looknya yang ngingetin sama HP nothing ya dengan LED strip yang kayak begini. Soal bobot, Poco yang paling ringan nih di 189 gr dan ternyata Pova ini yang paling berat malah ya di 209 gr. Sedangkan Infinix yang materialnya itu lebih premium ada di 197 gr di antaranya tuh antara si Pova sama Poco. Nah, buat penggunaan outdoor Poco dikasih IP rating paling mantap nih ya di IP68. Artinya kecebur gitu ya sampai kedalaman 1,5 m itu masih aman. Sedangkan Pova dan Infinix ini tahan kena sembur air atau hujan gitu ya di IP64. Jadi dari segi body dan desain Infinix ini yang paling unik ya dengan material dan bentuk yang langka gitu yang kita temuin di HP R3 jutaan. Poco sendiri ini nyaman digenggam dan Pova punya desain yang paling keren. Lanjut kita ke area performa di mana Pova dan Poco sama-sama pakai chipset Dimensity 7.300. Sementara Infinix ini ngandelin Helio G100. Oh ya, versi Poco X7 yang kita tes ini pakai RAM yang 12 GB ya, jadi yang paling gede memang. Tapi apakah udah pasti menang si Poco? Hmm. Kita spill dari sisi benchmarking-nya dulu. Anutu dan Geekbench. Poco itu senggol-senggolan lah sama Pova beda-beda tipis. Sedangkan Infinix ini mantau dulu aja kali ya dari samping gitu dengan skor yang paling kecil. Tapi pas kita tes speed storage ya ini baru berasa nih pokok unggul di speed sequential R dan Rit-nya yang sama-sama di 400-an MB/s. Disusul sama Infinix baru Pova yang mana ketiganya itu sama-sama pakai UFS 2.2 ya. Jadi dari segi benchmark benar ya Poco yang paling ngebut tapi tetap aja dipepet terus nih sama POVA. Buat tahu mana pemenang sebenarnya untuk performa, kita langsung uji aja real usage-nya. Yuk, dari booting HP dulu nih, ternyata yang pertama kali masuk ke lock screen itu Pova ya, baru disusul sama Poco dan terakhir Infinix. Tapi yang seru itu diuji buka aplikasi yang mana ketiganya ternyata susul-susulan cuy. Buka kamera ini masih sama-sama cepat, tapi pas buka mapsova yang lebih dulu. Baru disusul sama Poco pas kita buka Instagram dan Infinix menang pas buka TikTok. aplikasi online shop kayak Tokopedia dan Shopee Pova ternyata bisa ngebut nih. Begitu juga dengan Grab ya, Pova bisa masuk cepat tapi kali ini barengan sama Infinix dan Traveloka. Giliran Pova dan Poco yang masuk barengan duluan. Buat buka game Mobile Legends Pova emang masuk duluan nih tapi login akunnya ternyata dicuri sama Infinix. Sedangkan buat game wooding wave baru berasa Poco yang cepat buat loading game-nya. Buat produktivitas, kita tes render video 2,5 menit ya dengan di-render e pakai output video 4K 30 fps di CapCut. Hasilnya Poova yang kelar paling cepat nih di 1 menit 50 detik baru disusul sama Poco di menit kedua. Dan terakhir Infinix yang ngos-ngosan ternyata ya buat render video dengan durasi hampir 4 menit loh. Gak nyangka ya gua kira awalnya Poco nih yang bisa kelar duluan dengan chipset dan storage-nya yang ngebut. Tapi ternyata pas kita uji real life usage-nya malah Poova Fa nih yang stand out di sini. Oke belum selesai karena kita tes juga untuk gaming-nya. Kita adu lewat Mobile Legends tadi ya dengan settingan super HD. Hasilnya Infinix yang tadinya kalem-kalem nih di belakang sekarang berasa keluarin ulti ya dengan average frame rate itu di 84 FPS. Di sisi lain Pova juga enggak mau kalah nih ya nembus sampai ke frame rate 90 FPS. Sedangkan Poco ini kenapa jadi loyo ya? Rata-rata frame rate-nya di 56 FPS-nya. Hmm. Terakhir kita geber habis ketiga HP-nya pakai game watering waves dengan settingan balance 60 fps. Dan ketiga HP-nya ini amsong cuy. Cuma Pova yang pas kita mainin itu masih mendingan lah ya walaupun average frame rate-nya itu ada di 26 FPS. Sedangkan Poco dengan average frame rate yang enggak jauh beda sama Poa. Masih ada di bawahnya dikit ya. Tapi memang tiap kali mau keluarin Jurus itu kayak enggak responsif aja button-nya si Poco gitu ya. Dan Infinix haah ya udahlah ya. Jadi secara overall bisa dibilang Pova 7 5G yang jadi juara soal performance. Entah buat kita gontaang-ganti aplikasi harian, render video lewat CapCut atau main game Poco walaupun benchmark-nya ini menjanjikan banget gitu ya, tapi pas kita geber kerjaan berat ternyata masih ada di belakang PoVA ya. Senggol-senggolan dikitlah. Dan Infinix ini agak sulit ya buat keep up sama kedua HP lainnya. Selama kita geber game tadi, dari segi penggunaan baterai juga kita pantau ya. Dan hasilnya kayak begini. Pova ini yang paling irit dengan baterai gedenya di 6000 mAh. Main game 10 sampai 15 menit cuma 3% aja penurunan baterainya. Sedangkan Infinix dan Poco ini bisa makan baterai 1 sampai 2% lebih banyak buat gaming tadi tuh. Walau gitu dari sisi charging nih, ini beda cerita karena Infinix ini manfaatin charging kencangnya di 90 watt yang bisa isi baterai dari 1% sampai 100% itu dalam waktu 48 menit. Disusul sama Poco yang isi dayanya itu di 45 watt itu dapatnya di 53 menit dan Pova yang paling belakangan karena tadi ya 45 watt dan kapasitas baterainya juga paling gede di 1 jam 19 menit. Oh ya, New Neus juga buat Pova dan Infinix yang kompatibel buat wireless charging sampai daya 30 watt. Nice. Tes selanjutnya soal sinyal dan kecepatan internet. Nah, di sini ya dari segi kompatibilitas dulu nih Pova dan Poco ini unggul dengan koneksi 5G-nya. Sedangkan Infinix yang mentok di 4G sendirian. Pova itu punya dua SIM slot hybrid ya. Jadi yang satu itu bisa diganti ke micro SD card. Sedangkan Infinix dan Poco itu cuma ada dua slot SIM aja dan enggak bisa kita masukin micr SD card tadi. Sekarang kita tes internet ketiga HP-nya dengan koneksi 4G dan menggunakan operator XL. Pengetesan ini dilakukan di dalam gedung ya dan ternyata nih yang paling stabil buat kecepatan download dan upload-nya. Sedangkan Infinix ini sedikit lebih lambat speed-nya ya, tapi pink-nya ini memang lebih kencang. Kalau Poco download speed dan pink-nya yang kencang, tapi upload speed-nya ini malah jadi lambat banget nih. Sekarang kita masuk ke bagian layar dan speaker di mana Infinix dan Poco di sini yang pakai panel paling oke dengan AMOLED ya. Sedangkan PoVA ini ngandelin panel IPS. Berarti kureng nih kualitas layarnya Pova enggak juga karena kita langsung tes aja nih ya dari segi kualitas layarnya. Nah, untuk kompatibilitas HDR content Pova dan Poco ternyata kompatibel dengan HDR di YouTube. Sedangkan Infinix ini enggak muncul ya pilihan HDR-nya. Di Netflix Poco sendirian yang lengkap kompatibilitasnya dengan Dolby Vision. Tuh, dari kualitas warna layar, jujur gua agak bimbang nih sebenarnya karena gua pengen pilih Poco, tapi Pova juga bagus ternyata ya buat video atau film yang dominan warna-warna cerah. Layarnya tuh gimana ya menarik perhatian aja gitu. Sedangkan Infinix ini berasa kayak warnanya dibost gitu pas kita nonton YouTube. Poco sendiri punya karakter yang agak warm, tapi buat nampilin warna gelap memang AMOLED nih ya enggak bisa bohong gitu ya. Oh ya, tingkat brightness buat pemakaian outdoor nih ternyata Infinix ya, yang paling terang pas kita tes sampingan kayak gini. Tapi rasanya di sini gua akan berpihak ke Poco sih dengan panel AMOLED dan kompatibilitas HDR-nya. Tapi kalau kalian gimana nih? Karena jujur ya kalau mau cerita gua galau mau milih IPS karena teknologinya yang udah lewat. Tapi dari segi durabilitas seharusnya ini bisa lebih diandelin ketimbang AMOLED atau OLED gitu ya. Selain dari sisi visual, kalau kita cek audio ketiga HP-nya ternyata Pova punya tingkat volume yang paling tinggi ketimbang dua HP lainnya. Dan kualitas speakernya pun ini bisa dibilang oke ya, walaupun berasa kencang sebelah gitu yang si down firing speakernya. Tapi fun fact-nya ini terjadi juga di Infinix ya yang kencang sebelah tadi. Sedangkan Poco yang menurut gua paling seimbang gitu ya dari segi kualitas dan tingkat volume speakernya tuh. Remember I told you if we dance in the blizzard we are not getting cold. So keep on dancing, baby. Lanjut ke bagian user interface di mana ketiganya ini punya jaminan pembaruan software yang berbeda-beda nih. Poco ini dapat 3 tahun OS update dan 4 tahun security patch. Sedangkan Pova dan Infinix sama-sama dapat 2 tahun pembaruan OS dan 3 tahun security patch. Soal garansi sendiri ini gua mau minta tolong kalian buat bantu ceritain aja pengalaman saat klaim garansi HP Tchno, HP Infinix, dan HP Poco di kolom komentar. Oke, kita saling bercerita aja di sana. Nah, ketiganya ini udah di-update ke UI terbaru atau OS terbaru ya dan pakai interface bawaannya masing-masing. Tapi yang pertama kali bikin salah fokus itu jujur interface-nya Pova 75G dengan high OS foranya yang ngikutin 5-nya Nothing OS nih. Bahkan icon style-nya ini dibuat khusus ya, beda banget dari dua HP lainnya nih. Jadi dari segi icon notification bar sampai control center ini cakep ya dengan ada tambahan IR control juga nih di bagian bawah layarnya. App library-nya juga ini gua enggak expect gesture swipe ya yang mirip kayak di OneUI. Jadi kita kiri kanan bukan discroll gitu. Infinix sendiri ini punya interface yang serupa kayak Pova dengan XOS 15-nya cuma di bagian warna icon-nya aja yang cuma bisa default atau kita pakai custom icon color bawaannya Android 15 itu juga bisa. Sedangkan Poco dengan Hyper OS2-nya ini punya ketertarikan sendiri di bagian widgets yang unik-unik. Contoh kayak widgets anabul dan dashboard ini. Nah, buat fitur AI-nya sendiri, Pova dan Infinix ini jauh lebih bervariasi ya. Ada fitur kayak AI call assistant, writing assistant, AI wallpaper generator banyaklah. Plus ada voice assistant yang terkoneksi langsung ke deep sck AI juga. Sedangkan Poco ini fitur AI-nya itu banyak di bagian galeri aja. Kayak kita bisa expand ece sampai Sky tuh atau gonta-ganti langit. Terakhir kita bahas soal kamera ya. Yang mana Infinix dan Poco sama-sama punya tiga lensa ya totalnya di bagian depan dan belakang. Sedangkan Pova yang pilihan lensanya paling sedikit cuma satu di depan, satu di belakang. Tapi gimana buat hasil jepretan ketiga HP-nya? Kita langsung cekin aja yuk. Motret pakai kamera utama Infinix bisa nangkap detail yang paling mantap ya dengan tekstur botol yang kelihatan banget nih. Motret pakai night mode-nya. Infinix lagi-lagi yang bisa dapetin hasil foto paling tajam dan Pova sendiri yang paling terang hasilnya nih ya. Kita coba pakai digital zoom 2X-nya buat motret bunga dan Infinix win the game nih dengan hasil yang eye catching. Poco di sini nge-bost warna merahnya jadi pekat banget. Buat dipakai potret sendiri Poco yang paling natural hasilnya. Kalau kita cek buat kamera ultrawide Poco ini lebih dramatis ya hasilnya dengan shadow yang pekat nih. Sedangkan kalau kita pakai buat foto malam dengan night mod Infinix yang bisa nangkap hasil lebih terang tapi luas tangkapannya enggak selebar Poco memang ya. Dan terakhir buat selfie, Poco bisa dapetin hasil yang paling oke dengan tangkapan yang luas dan skin tone juga natural. Oke, guys. Ini adalah contoh perekaman video pakai selfie dari Pova 75G, Infinix Note 50 Pro, dan Poco X7 5G ya. Dan sini gua pakai resolusi yang berbeda-beda dulu nih di antara ketiga HP-nya. Kalau Pova itu pakai di 4K 30. Eh, Infinix itu pakai di 2K30. Dan Poco X7 nih yang paling rendah resolusinya di 1080 tapi dia frame rate-nya di 60 fps. Sekarang kita cekin kalau misalkan dinyalain stabilisasinya nih. Nah, ini kalau misalkan stabilisasinya udah nyala di Pova dan Infinix. Kalau si Poco sendiri dia enggak ada pilihan buat stabilisasinya ya. Dan ya, ini jadi agak ke-ekcrop nih buat si Pova dan Infinix, tapi hasilnya jadi super super stabil. Keren banget. Sedangkan Poco ini dari awal itu udah stabil ya, walaupun tanpa ada ee tambahan opsi stabilisasinya itu. Sekarang kita cek untuk kamera belakangnya ya, kamera mainnya. Nah, ini perekaman untuk kamera utamanya ya. Dan sama di sini resolusinya beda-beda kalau Pova sama Poco itu di 4K30. Infinix ini masih sama kayak kamera selfie-nya ya di 2K30. Jadi kalau misalkan kita lihat e Infinix sama Poco ini kamera depan sama belakangnya konsisten ya dari segi resolusi dan frame rate-nya. Dan ini gua pakai jalan tipis-tipis. Gimana menurut kalian soal kualitas eh video ketiga HP-nya? Terus komen. Oke, setelah kita adu ketiga HP-nya, sekarang udah jelas ya keunggulannya masing-masing. Pova 75G ini punya performa yang paling oke. Tongkrongan HP juga keren, koneksi sinyal internet juga kuat, dan desain UI ini menarik perhatian ya dengan icon dan fitur eanya yang pencibun. Sayangnya HP ini masih pakai layar IPS dan kameranya aja yang cuma punya dua lensa. Masa tapi cocok ya buat kalian yang nyari HP gaming atau pengen look HP yang e catching banget. Infinix Note 50 Pro sendiri ini keren di bagian material body aluminiumnya dan backdoor kaca. Layar AMOLEDnya juga ini punya rasio yang unik ya, sama kayak HP Sony dan kecepatan ngecasnya juga paling ngebut. Plus kameranya ini tajam loh hasilnya. Sayang ya memang performa HP ini loyo gitu ya kalau kita ajak gaming atau kerja. dan sinyal internetnya mentok di 4G aja. Tapi memang cocok buat kalian yang nyari experience pakai HP dengan material dan tampang yang mahal sama nyari kamera yang oke di harga Rp3 jutaan. Terakhir Poco X7 5G yang allrounder nih. Oke dari segi performa, layar AMOLED, sisi lengkung juga body paling ringan, nyaman digenggam, dan dukungan update OS-nya ini juga sampai 3 tahun dan kameranya juga cakep ya. Sayangnya desain HP ini entah kenapa berasa old school aja menurut gua dan harganya juga yang paling mahal ya ketimbang 2 HP lainnya. Jadi buat yang nyari HP allrounder nih harus all-roundounder banget di Rp3 jutaan ya cocok buat dipertimbangin. Jadi kalau ditanya mana HP R jutaan yang paling bagus menurut gua itu yang Poco X7 5G yang paling allrounded deh. Dan untuk pemakaian jangka panjang sampai 3 tahun pun ini kita tetap dapat update ya untuk sistem OS-nya. Tapi gimana kalau kalian ya, mana HP R jutaan yang paling cocok buat kebutuhan kalian saat ini? Dan gua juga mau tahu ya untuk pendapat kalian, apakah menarik kalau next-nya kita tambahin sistem point buat adu HP kayak gini? Tulisin aja di kolom komentar. Kita saling sharing di kolom komentar dan kita saling berbagi aja di sana. Kalau misalkan ada kritik dan saran boleh banget buat ditaruh aja nanti kita saling berbagi aja di sana. Sip. Thank you guys. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. C. Next. Kita aduin apa lagi nih ya? Karena ada banyak HP yang baru-baru nih dan yang akan datang ya. Karena kalau enggak salah bentar lagi Motorola ada yang baru ya. Terus ada apa lagi ya? Hm. Terusin yang jadi komen.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Poco X7 5G

POCO X7 5G adalah smartphone kelas menengah yang dipasarkan resmi di Indonesia dengan dukungan jaringan 5G serta fitur-fitur modern yang relevan untuk kebutuhan pengguna masa kini. Perangkat ini dirancang untuk memberikan performa seimbang, visual tajam, kamera yang kaya fitur, dan pengalaman penggunaan harian yang lancar. Seluruh informasi berikut adalah data...