Jungkat

HP 5 Jutaan Terbaik Itu…?! POCO F7 vs IQOO Neo 10 vs Samsung A56 🔥 (YouTube Video)

  • 29/06/2025

Jadi kalau disuruh pilih jujur gua akan condong ke Welcome back to bit Battle Royale di mana kita aduin tiga HP yang lagi panas di pasaran. Nah, kalau sebelumnya kita adu Xiaomi 14T Galaxy A56 dan Vivo V50. Kali ini kita versusin HP 5 sampai 6 jutaan yang lagi hot nih di pasaran yaitu Poco F7 dan IQ Neo 10. Plus HP ketiganya itu ada Galaxy A56 yang banyak kalian request juga di video unboxing Poco kemarin. Kita bakal pantau dari segi performa, layar, kamera, desain sampai user interface. Apakah Poco F7, IQ Ne atau Galaxy A56 yang paling menarik di harganya? Jawabannya kita cek bareng-bareng di video ini. Let's go. Pertama, kita spill dulu dari spek dan harga ketiga HP-nya. Poco F7 ini pakai chipset Snapdragon 8S Gen 4 dengan pilihan storage 1212 GB dan baterai di 6500 mAh dengan 90 watt charging pakai Hypro S2 out of the box ya dan layarnya sendiri ini AMOLED 120 Hz dengan Dolby Vision dan kamera pakai 50 megapel main kamera, 8 megapel ultra wide dan 20 megapel selfie. IQ Ne pakai chipset yang sama, Snapdragon 8S Gen 4 dengan pilihan storage di 8256 GB. Baterai 7000 mAh plus 120 wat charging dan OS-nya Fun Touch OS 15. Layarnya sendiri pakai AMOLED 144 Hz dengan HD R10 Plus dan kameranya 50 megapel main camera 8 megap ultra wide plus 32 megap selfie. Sementara Samsung Galaxy A56 pakai chipset Exyos 1580 dengan pilihan storage 8256 GB baterai 5000 mAh plus 45 watt charging udah pakai OneU i7 dan layarnya ini pakai Super AMOLED 120 Hz HD R10 Plus dan kameranya 50 megap main camera 12 megap ultrawide 5 megapel makro dan 12 megap selfie. Ketiga HP-nya ini saat ini dijual dengan harga yang sama di pasar yaitu Rp5.990. kita Rp999.000 dan bisa lebih murah sih tergantung dengan diskon masing-masing HP-nya. Oke, sekarang kita langsung adu ke bagian yang paling ditunggu ya, yaitu performa di mana Poco dan IQU bisa dibilang overkill dengan chipset Snapdragon 8S Gen 4-nya. Sedangkan Samsung yang paling kalem dengan Exyos 1580. Yuk, kita uji benchmark dan real life test-nya. Lewat Antutu 10 dan Geekbench 6, Poco dan IQ saling senggol-senggolan poin nih. Sedangkan Samsung cuma bisa mantau aja dari jauh, Bos. Dengan skor yang cuma setengahnya. Tapi beda cerita pas kita adu 3D Mark wildlife stress test. Stability IQ Neo 10 ini malah yang paling rendah di 44%. Sedangkan Poco F7 ini ada di 70-an% dan Samsung yang paling stabil nih di 80-an%. Kita udah coba beberapa kali ya untuk stress tes IQ Neo 10, tapi hasilnya tetap sama dan sebenarnya bisa tembus sampai ke 90-an% stability tapi loop scor-nya ini bisa jeblok ke 8.000-an poin. Berasa kalau sistem IQ itu main aman kalau ketemu processing data yang berat dan berkali-kali gitu ya buat ngejaga suhu dan kestabilan HP-nya. Buat kecepatan storage lewat CPDT, IQ ngebut di speed sequential R MB/ dan R-nya itu 1,6 GB/s. Sedangkan Poco F7 itu sequential R-nya di 500 MB/, Rid-nya 1 GB/s. Sementara Samsung yang punya speed Ride paling lambat di 400 MB/s. Tapi RIT-nya ini bisa tembus di 1,1 GB/s. Jadi secara overall IQ dan Poco dapat skor yang gede nih buat benchmark-nya. Speed storage-nya sendiri ini diunggulin sama IQU juga. Sedangkan Samsung ini punya performa yang paling stabil ya walaupun dari segi skor ya jauh lebih rendah ketimbang 2 HP lainnya. Tapi gimana buat real life usage-nya nih? Hmm. Lewat tes booting HP IQ lebih dulu masuk ke lock screen. Disusul sama Poco baru terakhir Samsung. Lanjut ke speed test. Aplikasi phone, message, files, apps. Itu ketiga HP-nya bisa masuk bersamaan ya. Tapi di Chrome ternyata Samsung masuk belakangan nih. Tapi tenang aja karena bisa disalib pas buka YouTube dan Instagram Samsung itu bisa masuk ke aplikasi lebih awal. Buat aplikasi yang berat kayak games, Poco yang pertama kali masuk ke lobi game Mobile Legends disusul sama Iiku baru Samsung. Tapi menariknya itu pas buka watering wave nih IQ bisa masuk lebih awal baru Poco dan terakhir Samsung. Jadi buat buka aplikasi harian ketiganya ini ternyata sama-sama ngebut ya. Bedanya itu di game aja yang mana IQ dan Poco ini bisa satset gitu buat masuk ke lobi game-nya. Lanjut untuk video rendering pakai CapCut dengan footage 4K30. Durasinya 2 menit. Dan seperti yang udah kita duga ya, kalau IQU bisa selesai render lebih dulu dengan durasi render itu 43 detik baru disusul Poco di 1 menit 21 detik. Dan Samsung ini yang paling ngos-ngosan gitu ya di 1 menit 54 detik. Jadi emang ngaru banget ya storage kencang di IQ buat urusan produktivitas. Sekarang kita masuk ke tes gaming dari Mobile Legends dulu. di mana unit Poco F7 kami ini ternyata enggak kebagian settingan refresh rate ultra atau 120 FPS kayak di IQ. Jadi mentoknya itu ada di super super ya atau 90 fps yang mana ini sama kayak Samsung. Dan buat experience mainnya sendiri ketiganya stabil ya pas kita ajak buat ranket Poco dan Samsung dapat sekitar 878 FPS sedangkan IQ di 119 FPS. Rasanya settingan refresh rate di Poco ini hanya masalah optimalisasi aja ya. Mudah-mudahan pas kalian nonton video ini udah ada update barunya deh. Jadi buat yang udah pakai Po F7 ya dan settingan refresh setnya udah muncul ultra, tolong dibantu dikabarin aja di kolom komentar. Lanjut ke wing wave dengan settingan mentok kanan nih ya. Kita dapat average frame rate Poco dan IQ yang 1112 di 53 fps. Lancar tuh. Sedangkan Samsung yang paling rendah nih di 29 fps dengan penurunan frame rate yang berasa banget pas animasi berat. Oh iya, soal temperatur nih yang mana IQ paling panas untuk internalnya ya sampai ngelewatin 40 derajat. Sedangkan Poco ini pas di 40 derajat dan Samsung masih anteng di bawah 40 derajat. Walau gitu beda cerita nih buat temperatur body ketiga HP-nya. Samsung bisa nembus sampai 44 derajat sedangkan IQ dan Poco sama-sama di 42 derajat celcius. berasa kalau frame aluminium di Poco dan Samsung itu ngebantu buat disipasi panas dari dalam HP-nya. Tapi ya memang si Samsung ini jadi agak panas aja gitu pas kena tangan. Enggak cuma game mobile, kita tes buat emulasi game konsol PS2 dan PS3 yang mana jadi kejutan buat HP Samsung. Di sini kita main game Chaos Legion menggunakan Ether SX2 di upscale renderer dua kali dan tiga kali. Poco daniku sama-sama lancar di dua kali resolution, tapi pas naik ketiga kali ini baru berasa batuk-batuk, bisa turun sampai 20-an FPS bahkan dan laging-nya itu berlanjut gitu ya. Sedangkan Samsung ini nampaknya lebih optimize di emulasi game dengan tiga kali resolution-nya yang berasa lebih mulus. Tetap ada penurunan sih frame rate-nya ya, tapi enggak sesering 2 HP lainnya. Next, kita coba emulator PS3. Ini kita tes pakai Rayman Origins di resolusi 720p. Dan ketiga HP-nya ini aman ya dengan frame rate yang stabil di 50 sampai 60 FPS. Paling di bagian temperatur aja nih yang mana IQ ternyata paling panas bisa ke 41 derajat sedangkan Samsung dan Poco masih di sekitar 30-an derajat. Kalau kita lihat secara overall ya dari segi performa, boleh aja IQ dan Poco ini kencang di bagian processing power, tapi Samsung bisa unggul di kestabilan performanya. Lewat pengujian speed test pun, penggunaan harian pakai HP Samsung ternyata enggak berasa lemot ya, malah bisa unggul buat buka aplikasi sosial media. Dan buat produktivitas sendiri, rendering video pakai IQ ini yang paling satset. Gaming-nya sendiri ini punya hasil yang menarik ya. IQU gacor buat kita geber main game mobile. Begitu juga dengan Poco. Tinggal tunggu optimalisasinya aja supaya dia seacir IQU. Dan Samsung enggak disangka-sangka punya performa optimal ya buat kita main game lewat emulator. Lanjut kita cek dari konsumsi baterainya setelah tes performa dan gaming tadi. Samsung yang paling cepat buat habisin baterai nih. Wajar ya karena kapasitasnya ini yang paling kecil di 5000 mAh. Tapi enggak beda-beda amat ya. Selisihnya sekitar 1% dari Poco di Mobile Legends dan Ether SX2. Sedangkan IQU di sini yang paling berjaya soal konsumsi baterai. Bahkan enggak ada penurunan baterai sama sekali pas kita ajak main game PS2 selama 10 menit. Soal charging, kita tes dengan kondisi baterai 0% di ketiga HP-nya dan menggunakan daya terkencang dari masing-masing HP. Ya, IQU walaupun paling gede nih kapasitas baterainya, tapi penuh, paling cepat pas dicasnya ini. Sedangkan Poco dan Samsung perlu waktu 1 jam ke atas buat isi baterainya. Dan selama ngecas, kita juga ngecek buat temperaturnya ya. Dan ketiganya ini mirip-mirip di 30-an derajat lah. Lanjut ke bagian layar yang mana ketiga HP-nya punya refresh rate dan tingkat pick brightness yang berbeda-beda. Poco pakai 120 Hz dengan 3.200 nits pick brightness. IQ di 144 Hz dengan 5.500 nitak brightest-nya. Dan Samsung ini ada di 120 Hz dengan 1900 Nits pick brightness. buat penggunaan harian dari buka tutup aplikasi di home screen. Ketiganya berasa sama-sama mulus ya di 120 Hz. Untuk frame rate yang 144 Hz di IQ ini hanya kompatibel dengan aplikasi dan game tertentu aja ya. Jadi buat kita pakai harian itu tetap sama di 120 Hz. Nah, kita juga ngetes buat adu terang pas dibawa trik sinar matahari gitu ya dan lewat settingan auto. Ternyata Samsung nih yang kelihatan paling terang padahal speknya itu IQ yang paling tinggi loh. Dan Poco sendiri ini ternyata mirip-mirip ya tingkat kecerahannya sama IQ. Kalau kita lihat langsung, tapi tetap ya buat kita pakai itu di outdoor udah cukuplah. Buat yang suka nonton nih, kompatibilitas HDR Poco yang paling canggih dengan Dolby Vision. Sedangkan IQ dan Samsung ini mentok di HDR 10 Plus. Tapi pas kita pakai buat nonton video dengan HDR di YouTube, ternyata Poco yang kasih kualitas gambar paling cakep ya. Iiku sendiri ini pekat warnanya tapi ya berasa jadi enggak natural ya. Sedangkan Samsung berasa jadi agak pucet gitu. Tapi beda cerita kalau kita masuk ke Netflix secara teori Poco yang paling oke buat nonton karena support Dolby Vision. Sedangkan IQ dan Samsung kan mentok di HDR10 tuh. Tapi ternyata nih pas kita cek langsung ya secara real lewat animasi Arcane, ternyata Samsung yang kasih kualitas gambar paling bagus ya. Poco sendiri ini agak warm dan IQ entah kenapa berasa tone warnanya itu agak kehijauan. Nih plotus-nya juga ini Samsung ternyata enggak muncul HDR 10 di videonya cuma dapat HDR aja. Nah, masih berhubungan dengan entertainment dari segi audio speaker ketiga HP-nya punya kualitas audio yang berbeda-beda. Samsung punya kualitas audio yang paling jernih dan berisi ketimbang Poco dan IQU. Ya, Poco memang masih bisa bersaing ya sama Samsung, cuma di bagian instrumennya aja nih yang kalah bright gitu. Sedangkan Ikiku yang ha becek ya suaranya. [Musik] No matter, you got me sleep. Oh ya, tingkat volume Poco juga ini berasa agak rendah ya. Kita tes di tingkat volume 50%. Poco ada di 79 dBel sendiri. Sedangkan Samsung dan IQ itu dapat di 81 dB. Jadi soal entertainment yang manfaatin layar dan speaker, Samsung yang paling oke dengan kualitas visual yang cerah pas kita nonton Netflix dan speaker juga bisa diandelin. Poco ini punya kecerahan layar yang paling mantap dan support Dolby Vision juga. Sedangkan IQ ini punya pilihan refresh rate yang paling tinggi walaupun tone warnanya ini agak kehijauan. Lanjut ke bagian body dan desain. Ketiga HP-nya punya ukuran yang mirip-mirip tapi dengan bahan body yang berbeda. Poco dan Samsung ini pakai frame aluminium dan backdoor kaca. Sedangkan IQOu ini yang pakai plastik sendiri. Jadi pas kita genggam ketiga HP-nya Poco dan Samsung ini berasa premium gitu ya dengan karakter cold atau hot to touch dan lebih kokoh juga. Dan Poco di sini yang paling berbobot ya di 215 gr. Enggak jauh beda sama IQU. Sedangkan Samsung yang sama-sama pakai bahan kaca dan aluminium itu punya bobot yang paling ringan nih malah di bawah 200 gr. Nah, soal desain ini subjektif banget ya. Tapi menurut gua ini Samsung yang paling slick. Poco ini juga oke ya, tapi frame kameranya menurut gua terlalu banyak ornamen gitu. Dan IQU ini terlalu gede sih ya untuk frame kameranya. Tapi buat kalian sendiri ini gimana nih? Paling suka desain Samsung, Poco atau IQ. Di bagian sistem operasi, dukungan software ketiga HP-nya ini beda-beda ya. Samsung dapat dukungan software update yang paling lama sampai 6 tahun OS update. Sedangkan Poco ini 4 tahun dan IQU yang paling rendah, yang paling singkat gitu ya di 3 tahun aja. Walau gitu Poco bakal tetap dapat security patch sampai 6 tahun kok. Jadi sama kayak Samsung tadi. Soal penggunaan user interface selama pengujian OneUI 7 yang paling nyaman buat pakai harian. Tapi buat lengkapnya ya gua rasa bakal kepanjangan kalau kita bahas di video ini. Gimana kalau misalkan kita lanjut di video terpisah versus OS antar brand? Kalau kalian tertarik boleh banget buat diquest di kolom komentar. Terakhir soal kamera sekalian kita bahas lengkapnya. Kita langsung cek aja hasil foto-fotonya. Niet pakai main kamera, IQ dan Poco bisa kasih hasil yang cerah plus detail subjek juga tajam. Tapi Poco berasa lebih pas gitu ya skin tone-nya. Sedangkan Samsung ini terlalu warm gitu ya. dan exposure-nya juga yang paling rendah. Buat motret di kondisi yang gelap dengan night, Poco hasilin foto yang lebih pekat gitu ya, shadow dan warnanya true to life. Sedangkan Samsung dan Iku ini bikin objek jadi cerah banget. Tapi tone warnanya ini jomplang juga ya. Yang satu merah, yang satu kuning. Koto pakai Digital Zoom 2X-nya ini Poco bisa nangkap hasil yang paling dramatis walaupun berasa kayak oversharpen ya. Samsung lagi-lagi terlalu gelap dan IQ ini ngejreng banget. Buset. Beda cerita kalau kita masuk ke mode potret dengan digital zoom 2X, IQ nih bisa dapetin skin tone dan detail yang paling oke. Poco juga bagus sih, tapi skin tone-nya berasa agak warm sedikit. Dan Samsung yang ini potongan bokehnya kurang rapi ya. Buat kamera ultrawide, Samsung yang paling luas nih tangkapan lensanya dan warnanya juga natural. Poco berasa ada color fringing di bagian down dan IQ ini kontras banget ya warnanya. Walau gitu pas pakai night mode, Poco malah yang paling true to life. Nih terakhir buat selfie, Poco punya lensa yang paling lebar dan IQ dapat detail wajah yang paling tajam. Samsung ini skin tone-nya yang natural ya, tapi memang enggak sedetail Poco dan IQ. Jadi dari hasil foto ternyata Poco bisa hasilin jepretan yang cakep ya, bahkan lebih oke dari Samsung dan IQ nih di beberapa foto. Oke, ini adalah contoh perekaman video menggunakan ketiga HP-nya ya, Poco F7, Galaxy A56 dan IQ Neo 10. Dan di sini resolusinya sama-sama 4K, tapi frame rate-nya yang Galaxy A56 ini pakai 30 fps. Sedangkan IQ dan Poco ini pakai di 60 fps. Jadi mentoknya ya kita tesin. Ini gua coba untuk pakai jalan tipis-tipis bareng-barengan ya. Gua pegang HP-nya pakai RC dan kelihatan banget kalau ICU agak geter ya ketimbang kedua HP lainnya. Dan dari segi warna juga beda-beda nih. Tapi kita cekin untuk selfie-nya yuk. Nah, ini buat perekaman selfie-nya ya. Ketiganya pakai resolusi yang berbeda. Frame rate juga berbeda. Kalau Poco F7 ini pakai di resolusi 1080 60 fps mentoknya untuk Galaxy A56 ini ada di 4K30. Jadi sama kayak kamera belakangnya dan IQ juga sama ya 4K60 sama kayak di belakang e kameramannya. Jadi bisa dibilang sini IQ dari segi frame rate dan resolusi itu yang paling mantap ya karena depan belakang bisa sampai nembus ke 4K60 gitu. Tapi gua pakai untuk jalan juga kayak gini. Gimana menurut kalian? Skin tone beda-beda juga dan kelihatan kalau di bagian background ini juga berbeda untuk dynamic range ketiga HP-nya. Kalian bisa nilai sendiri gimana hasilnya? Tulis komen. Nah, setelah kita adu ketiga HP-nya Poco F7, IQ Ne, dan Samsung Galaxy A56 masing-masing ini punya keunggulan tersendiri. Poco ini bisa kasih performa yang stabil, kencang. Layarnya juga support Dolby Vision. Hasil foto juga enggak didugaan gua paling oke dan dapat security patch update-nya itu sampai 6 tahun juga. Sedangkan Iku ini nawarin performance yang paling kencang dengan baterai yang gede. Charging juga ngebut banget. Plus refresh rate layar ini paling tinggi di 144 Hz. Samsung sendiri ini kuat di bagian emulasi game konsol, entertainment lewat layar dan audio speakernya mantap. Desainnya juga paling slick dan OS update ini yang paling lama sampai 6 tahun. Dengan harga yang mirip-mirip, Poco ini dapat storage yang paling gede ya, 1212 GB ketimbang IQ dan Samsung yang di 8256 GB. Jadi kalau disuruh pilih, jujur gua akan condong ke Poco F7. Enggak bisa bohong ya dengan performance yang mirip-mirip kayak Iiku dan segala kelebihannya, Poco berasa paling worth it harga R juta. Tapi gimana menurut kalian pendapat orang ini bisa beda-beda ya. Jadi kalau kalian mau kasih pendapat sendiri, kasih komentar sendiri, boleh banget buat ditulisin aja di kolom komentar, "Bang, gua enggak setuju gitu ya, Bang. Gua pengin kritik." Silakan lempar aja. Kita saling berbagi informasi, saling sharing aja dan kita belajar bareng-bareng di kolom komentar sana. Sip. Kita ketemu lagi di video selanjutnya atau di adu HP selanjutnya atau kalian punya ide kita mau aduin apa nih? Boleh banget ditulisin di kolom komentar. Thank you guys. Coo Bella. Huh. Dam. Udah lama enggak adu HP. Kayaknya gua udah setahun deh gak ngebawain ini. Kangen banget.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.

Samsung Galaxy A56 5G

Samsung Galaxy A56 5G merupakan smartphone kelas menengah atas yang secara resmi hadir di pasar Indonesia dengan perombakan desain, performa, layar premium, dan kemampuan kamera yang komprehensif. Ponsel ini cocok bagi pengguna yang menginginkan perangkat modern untuk kebutuhan sehari-hari, produktivitas, serta konten multimedia.Dari segi desain, Galaxy A56 5G hadir dengan...

Poco F7

POCO F7 adalah smartphone yang sudah dipasarkan resmi di Indonesia dan ditempatkan sebagai model yang menonjolkan performa tinggi. Perangkat ini memakai platform Snapdragon 8s Gen 4 dengan proses manufaktur TSMC 4 nm. Konfigurasi CPU-nya octa-core dengan kecepatan hingga 3.21 GHz, dan GPU yang digunakan adalah Adreno 825. Untuk kebutuhan AI,...