Jungkat

HP 5G Harga 2 Jutaan yang Pas! Review POCO M7 Pro 5G Indonesia (YouTube Video)

  • 13/04/2025

Poco seri M balik lagi dan ini dia versi terbarunya Poco M7 Pro 5G. Untuk pertama kalinya Poco seri M Pro yang mendukung 5G itu dijual di Indonesia. Harganya masih start di R jutaan untuk versi paling basic yang saya pakai sekarang yaitu RAM 8 gig dengan storage 256 gig plus ya. Ini smartphone udah support 5G. Masih jarang banget untuk harga segitu karena biasanya kan di R jutaan itu masih stuck di 4G aja. Jadi, bakal sebagus apa smartphone barunya ini? Langsung aja kita bahas. Tapi sebelum itu, boleh support video ini, boleh di-share, boleh di-like, boleh diislike. Apapun itu, makasih banyak nonton video ini. Oke, dari segi desain, tampilan handphone-nya ini si Poco M7 Pro berubah cukup signifikan ya. Jadi di bagian belakangnya Poco pakai model tampilan yang saya bisa bilang cukup ramei ya. Jadi sebagian dibikin polos, sebagian lagi berpola yang kalau kena cahaya itu bakal ada sedikit efek-efeknya kayak gini. Ini tampilan yang menurut saya berani sekali dari Poco karena sudah pasti ada yang suka ada juga yang enggak. Kalau enggak suka sebenarnya solusinya gampang. Kita tinggal tiban casing seperti ini casing bawaannya dalam kotak dan beres jadi polos. Ya, jadi balik lagi ke preference sukanya kayak gimana. Dari segi build quality sebenarnya standar Poco ya smartphone-nya saya enggak expect dia bakal yang jadi berasa solid parah gimana. Terus untuk material dia overall masih dengan plastik polikarbonat di bagian belakang di backover dan juga di bagian frame perangkatnya. Bagusnya secara sertifikasi Poco tuh ada peningkatan di seri terbarunya ini. Karena sebelumnya itu dia masih IP 54, IP54, sekarang dia menjadi IP64. Dari segi sertifikasi ini sebenarnya yang berubah itu adalah ketahanan debunya ya. Ditandai dengan angka 6 ini udah jadi full kedap selevel flagship. Sedangkan kalau untuk tahan airnya karena masih angka 4 jadi sebenarnya tidak berubah dibandingkan Poco yang seri sebelumnya. Cuma masih bagus lah karena paling tidak dia sudah aman kalau ketumpahan atau handphone-nya kehujanan. Kemudian sekarang kita ngelihat ke sisi sekitar perangkat. Tombol volume sama power ya seperti biasa ada di sisi kanan perangkat di bagian atas Poco masih menyediakan colokan langka yaitu 3.5 mm audio jack. Terus di sampingnya juga ada speaker dan ada infrared juga untuk dipakai sebagai remote. Lanjut ke bagian bawah. Ini ada slot SIM card, dual SIM, tapi dia hybrid untuk micro SD-nya. Habis itu ada USBC dan juga speaker kedua. Jadi, smartphone ini speaker udah stereo dan menurut saya untuk segi output suaranya sebenarnya udah cukup banget untuk pemakaian sehari-hari. Lanjut ke poin berikutnya. Kita ngomongin soal spec juga. Nah, ini buat para antusias mungkin bakal langsung ngeh kalau Poco M7 Pro 5G ini punya kemiripan dengan salah satu saudara mereka sendiri yaitu Redmi Note 14 5G. Layarnya 6,67 inch, AMOLED Full HD plus udah support GCP3 dan HDR10 ya. Ini mantap banget untuk harga segini dan bisa dipakai juga pada aplikasi mendukung seperti Netflix. Cakep, visualnya oke. Untuk harganya bezel emang bukan yang paling tipis, tapi menurut saya enggak masalah. Paling dari segi optimasi sistemnya aja nih ya, menurut saya masih perlu di-update untuk mengakomodir refresh rate 120 Hz ya. Soalnya sekarang kalau saya lihat 120 fps-nya ini seringan masih ketahan di 60 fps pada beberapa aplikasi. Contoh seperti saat saya buka saya buka Instagram, saya buka YouTube, itu seperti belum optimized dan dia langsung nge-drop ke 60 fps. Nah, di sini juga belum tersedia opsi untuk ngatur per aplikasi secara mandiri pengin pakai berapa FPS. Jadi, semoga ke depannya bakal di-update sama Poco ya di smartphone barunya ini. Next, kita ngomongin soal chipset. Di sini dia pakai Demen City 7025 Ultra RAMnya 8 gig dengan storage 256 gig untuk varian base modelnya. Baterai juga sama di 5110 mAh dengan charging 45 wat. Buat sebagian yang mungkin udah nyimak Poco M6 Pro ya kita bisa lihat ada sedikit penurunan. Sebelumnya kan ngecasnya 67 sekarang jadi 45 watt. Tapi mestinya sih enggak ngaruh banyak enggak jadi deal breaker dari segi experience. Secara benchmark saya coba di sini handphone-nya dapat sekitar angka Rp460.000-an. Ribuan. Aman banget untuk sebuah smartphone yang harganya Rp3 juta kurang ya, R jutaan bahkan. Tapi ekspektasi selebihnya emang enggak bisa tinggi-tinggi. Kalau menurut saya, buat sebuah smartphone 5G ini udah bagus dan nyaman sekali jika tujuannya adalah sebagai alat komunikasi. Scrolling media sosial, TikTok, Instagram sebenarnya cukup banget. Browsing, chatting, enggak masalah. Multitasking yang basic, yang mendasar juga oke-oke aja jalan. Main game bisa juga, tapi emang bukan yang kelas berat ya. Selain itu saya juga ngerasa beberapa game itu terasa belum optimal ya. Contoh kayak di Mobile Legends. Dengan specs yang ada di smartphone ini, harusnya jalan 90 fps tuh udah enggak masalah, bisa-bisa aja. Tapi secara sistem dia tuh masih dikunci di 60 fps. Tetap lancar, tetap nyaman dipakai, dan saya yakin kebanyakan orang juga enggak bakal ngah. By the way, ini dia tuh kekunci bukan dari handphone-nya ya, tapi lebih ke aplikasi yang memang belum nge-optimize dari segi chipset. Jadi, kalau misalnya nanti di-update, harusnya settingnya lebih tinggi itu bakal kebuka. Next, main game yang ringan lagi kayak misalnya Pokem TCG Pocket ya itu aman-aman aja. Kita balik lagi ke konteks handphone yang pas untuk kebutuhan komunikasi. Daya tahan baterai adalah satu aspek yang menurut saya bagus dari smartphone ini. 5000 mAh lebih ditambah dengan aktivitas yang mayoritas tidak intensif. Ini bisa bikin Poco M7 Pro bertahan lebih lama. Full charge itu saya sehari pakai enggak habis dan biasanya butuh 1 seteng hari bahkan lebih supaya harus ngecas lagi. Jadi menurut saya untuk banyak aktivitas orang ini udah bakal mencukupi banget. Kemudian di bagian software Poco M7 Pro saat ini masih menggunakan Hypro S generasi pertama dan juga Android 14. Meskipun mungkin sebagian akan menyayangkan, tapi balik lagi ke kelas harga ya udah enggak apa-apa gitu kan ya. Ada iklan juga menurut saya jadi satu poin lain yang harus diterima aja di smartphone ini. Tapi bagus ya di sini Poco M7 Pro masih bakal dapat update security patch yang panjang dan juga tentunya masih dapat pembaruan dari segi seri Android. Jadi harusnya nantinya seri Hyper OSOS bakal di-update ke yang versi baru. Begitu juga untuk Android-nya. Terakhir kita ngomongin soal kamera juga. Untuk desain modul kamera ini berubah di versi terbaru karena sekarang ada kamera bump yang mengingatkan saya sedikit ke Xiaomi 15, Xiaomi 15 yang baru aja saya review. Dia bentuknya mengotak dan beda di sini cuma ada dua lensa aja. Terus kalau kita lihat bentuk casing-nya juga sebenarnya mirip-mirip ya sama Xiaomi 15. Jadi ya mungkin mau dibikin kelihatan lebih premium lah dengan kamera bum yang baru. Untuk kameranya secara speks dia kelihatan ada dua lensa. Yang utama itu 50 megapel. Udah ada OIS-nya juga udah mantap banget. Dan satu lagi adalah lensa dep yang mungkin tidak bisa dibilang kepakai. Jadi utamanya kita hanya punya satu lensa aja yang benar-benar kepakai. Mode foto yang disediakan cukup lengkap di sini dan enggak ketinggalan sama bumbu-bumbu AI. Contoh seperti fitur eraser ya udah pasti ada dan bisa dipakai sebagaimana mestinya. Terus ada AI Sky juga untuk ganti-ganti warna langit biar kelihatan lebih biru atau mungkin mau mengubah langit misal kita foto lagi mendung ya itu bisa diganti. Untuk hasil foto secara umum sebenarnya saya bisa bilang ini oke kok ya di kondisi terang. prosessing-nya mungkin kelihatan ada, tapi masih dalam kadar yang aman untuk kelas smartphone-nya. Detail cukup sekali, warnanya juga oke. Paling kalau dari saya saranin enggak usah nyalain fitur AI kamera karena di sini saturasi warnanya jadi seringan ngacau ketinggian. Ya, intinya sih kamera menurut saya masih mencukupi sekali untuk foto-foto sehari-hari dan enggak bisa dibilang jelek untuk kelas harganya. Di kondisi low light, OIS itu ngebantu sekali untuk bikin foto lebih stabil sehingga enggak gampang blur ketika shutter speed kamera itu lagi melambat. Enggak perlu pakai night mode juga untuk mendapatkan foto yang layak. Dan ini menurut saya adalah satu poin penting yang perlu diapresiasi dari Poco M7 Pro. Di bagian kamera depan ini menurut saya boleh juga ya di kondisi terang hasil oke, di low light turun detail tapi menurut saya sudah sesuai ekspektasi. Di bagian video, smartphone ini hanya bisa ngerekam di resolusi 1080 30 fps aja maksimalnya baik itu dengan kamera depan maupun belakang. Ois ini bikin video memang jadi kelihatan lebih stabil, lebih enak kalau ada sedikit goyang-goyang atau dipakai sambil jalan. Andai aja ada resolusi yang lebih tinggi kayak 4K, menurut saya sih bakal lebih keren, tapi balik lagi dengan harganya kita mungkin enggak bisa nuntut terlalu banyak. Sample videonya Poco M7 Pro dia hanya bisa diolusi 1080p aja, 30 fps. Tapi kamera utamanya itu udah pakai OIS. Jadi kalau di bawa jalan seperti sekarang ada movement dia tetap bisa kelihatan stabil hasilnya ya. Oke banget sih sebenarnya walaupun ya resolusinya masih 180p. Andai bisa di 4 udah ada OS mungkin bakal lebih keren tapi ya balik lagi handphone R jutan enggak masalah. Habis ini kita pindah ke kamera depan. Habis itu kita cek di low light juga. Nah, sekarang ini dia untuk sampel video dengan kamera depannya Poco M7 Pro. Dan saya harus jujur kalau awalnya saya punya ekspektasi yang cukup rendah untuk perekaman video dari smartphone ini. Tapi ternyata setelah dipakai seperti yang sekarang kamera depannya surprisingly oke loh ya untuk sebuah smartphone harga R jutaan walaupun masih 1080p tidak ada 4K atau resolusi yang lebih tinggi tapi untuk perekaman casual untuk sehari-hari aja menurut saya udah cukup banget ini hasilnya. Oke, mungkin dynamic range enggak yang luas banget, tapi sama sekali enggak bisa dibilang jelek. Jadi, menurut saya udah cukup banget. Menurut kalian gimana? Oke atau enggak? Silakan tulis saja pada kolom komentar di bawah. Habis ini kita lanjut ke kondisi low light. Oke, ini kita cobain sampel di low light buat Poco M7 Pro yaitu ada lampu-lampu meja. Kita bisa lihat tuh detail-detailnya itu tempatnya lumayan gelap. Kita pindah ke sisi yang lain. Ini sedikit lebih terang, ya. Itu kita bisa lihat detail-detail kecilnya. Di bagian dalam ini sebenarnya masih terekspos lampu jadi oke enggak masalah ya. Warnanya juga kelihatan masih cukup oke. Kita pindah ke Pikachu-pikachuan. Nah ini nah itu dia ada sedikit perubahan white balance ya. Tadi kita bisa lihat dari warm terus dia agak berubah tapi enggak apa-apa. Hasilnya ternyata masih lumayan ya. Enggak jelek sama sekali. Nah sekarang kalau ke orang ya saya seperti ini di lampu ini sebenarnya cukup terang. Coba saya matiin lampunya sedikit. Nah. lebih low light. Kita bisa lihat warnanya seperti apa. Eh, ada lampu sebelah sana itu warna lampu kuning di situ. Warna kuning lainnya kotaknya Poco M7 Prousnya dalam kondisi low light. Kita langsung lihat menurut kalian gimana, oke atau enggak. Kalau menurut saya sih sebenarnya masih oke-oke aja ya untuk smartphone harga Rp2 jutaan. J untuk terakhirnya kita coba ke kamera depan ya. Nah, kamera depan di kondisi low light kita bisa langsung lihat di sini nih ya. Noise-nya udah kelihatan banget ya. Lumayan banget sih noise-nya tuh makin kelihatan. Nah, itu di background makin gelap makin kelihatan noise-nya ya. Untuk sebuah smartphone entry level 5G R jutaan okelah enggak enggak bisa dikomplain banyak-banyak menurut saya ya. Udah cukup banget hasil. Kalau menurut kalian gimana masih bisa diterima atau enggak? Langsung tulis aja di kolom komentar di bawah. Dan sekarang kita masuk ke kesimpulan apakah smartphone ini layak dibeli atau dikip aja. Overall itu dia si Poco M7 Pro menurut saya adalah satu smartphone alternatif yang sangat menarik untuk kebutuhan komunikasi kita. Jadi buat mereka yang mungkin lagi mencari smartphone 5G dengan harga terjangkau dan specs yang bagus untuk sehari-hari kayaknya masih belum banyak yang bisa menyaingi smartphone ini. Paling tidak saat ini. HP ini jelas enggak sempurna. masih ada yang kurang-kurang, tapi balik lagi dengan harga yang terjangkau sudah support 5G, rasanya bisa dikecualikan dan dinikmatilah bagi mereka yang emang ngerasa kebutuhannya tercukupi oleh smartphone ini. Jadi ya kalau misalnya kalian butuh handphone basic untuk pemakaian sehari-hari budget R jutaan ya ini bisa dipertimbangkan si Poco M7 Pro 5G. Kalau buat yang pengin lihat lebih detail mungkin link pembelian dan segala macam saya taruh linknya aja pada kolom deskripsi di bawah. Untuk sekarang kayak itu dia review dari saya untuk si Poco M7 Pro. Mak kasih banyak menonton sampai habis ya. Semoga bisa menjadi referensi bagi yang membutuhkan. Boleh di-share videonya, di-like atau discribe. Putamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day. [Musik] Yeah.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Poco M7

POCO M7 adalah smartphone yang dipasarkan secara resmi di Indonesia dan hadir sebagai bagian dari lini POCO yang fokus pada layar imersif, baterai besar, serta performa harian yang seimbang. Perangkat ini menjalankan Xiaomi HyperOS berbasis Android, antarmuka terbaru yang mengatur sistem, optimasi daya, dan fitur-fitur navigasi yang intuitif. HyperOS membantu...

Poco M7 Pro 5G

POCO M7 Pro 5G adalah smartphone yang dipasarkan secara resmi di Indonesia dengan dukungan jaringan 5G. Perangkat ini membawa fitur layar besar yang imersif, performa yang kompetitif di kelasnya, dan sejumlah fitur yang mendukung kebutuhan multimedia serta konektivitas modern. Sistem operasi yang digunakan adalah HyperOS berbasis Android, yang menjadi dasar...