HP 7.000 mAh dari POCO | Unboxing POCO M7 4G Indonesia (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua, Romi. Udah lama banget ya gua gak unboxing handphone baru. Kayaknya udah sebulan ya. Nah, ini ada yang kuning-kuning yang baru dari Poco nih. Serinya Poco M7. Wih, polosan aja nih boksnya ya. Begini enggak ada penampakan handphone-nya. Seperti biasa ini udah dibuat di Indonesia. Ini yang warna hitam dengan kapasitas 8256 GB. Nah, si Poco M7 ini sebenarnya kan ada yang Pro, ada yang biasa. Ini yang biasa, terus ada yang 5G, ada yang 4G. 5G udah rilis duluan harusnya. Yang ini yang terbaru adalah yang versi 4G-nya LTE nih. Dalamnya seperti ini. Kita lihat kompartemennya. ada sim ejector, quick guide, pembatas buku, stiker, dan ada oh casing. Nah, gua perhatiin ya HP HP-nya Xiaomi nih makin ke sini untuk casing bawaan yang dikasih kualitasnya meningkat. Kalau biasa kan cuman transparan biasa ya. Nah, ini kita dikasih yang lebih bagus walaupun masih softc tapi ini kualitasnya lebih oke lah. Tuh, dalamnya juga ada teksturnya seperti ini. Terus ini handphone-nya. Wih. Terus charger kita dapat 33 watt USBA harusnya. Terus kabelnya juga USB A USB C. Nih handphone-nya harusnya di depan tuh ditulisin ya baterainya R.000. Karena kita enggak tahu ya kalau ternyata si Poco M7 4G ini tuh ngebawa massif bater 7000 mAh. Layarnya gede 6,9. Snapdragon 685 chipsetnya dan kameranya 50 megap. Oke, nice. Ya, kalau dipegang ini gede sih memang handphone-nya ya. Tuh, dia warna hitam. Sayang banget sebenarnya gua berharapnya dikirimin yang warna e silver karena yang silver itu lebih menarik ya. Kalau yang hitam ini polosan aja terlalu biasa gitu. Walaupun sebenarnya kalau kita perhatiin nih warna hitamnya dia finishingnya itu agak-agak berkilau sedikitlah gitu. Enggak terlalu yang dof-dof banget ya. Tapi kalau kena cahaya itu baru kelihatan ya. Bagian belakangnya sebenarnya simpel aja seperti ini. Kameranya ada di sebelah kiri memanjang ke bawah secara vertikal. Terus ada logo pokoknya tulisannya di sini di sebelah kiri bawah nih. Oke ya, bagus. Eh, minimalis lumayan. Ini sih berasa lumayan agak berat dan tebal. Tapi ya enggak tebal-tebal banget ya. Kalau seandainya kita enggak tahu ini baterai 7000 mAh, berasanya kayak tebal. Tapi kalau kita tahu ini baterainya 7.000 ya termasuk oke, termasuk tipis gitu. Dengan size seperti ini bisa ngegendong baterai segede 7000 mAh. Nah, di atas kita bisa melihat ada infrared blaster tuh. Terus di sebelah kanan ada tombol power. Ini harusnya nyatu dengan fingerprint ya. Terus ada tombol volume di bawah ada port USBC, speaker dan juga ada mikrofon. Dan di sebelah kiri ada slot kartu di bagian kiri atas ya. Nah, ini dia sudah ada slot micro SD tapi hybrid ya. Nah, fun fact-nya seperti biasa ya kalau Xiaomi sama Poco itu kan e saudaraan. Nah, sebenarnya handphone si Poco M7 4G ini adalah handphone yang sama dengan ini Redmi 15 tuh ya. Si Redmi 15 ini kemarin udah launching harganya R2 juta kecil. Nah, kita enggak tahu ya kalau si Poco ini nanti harganya akan berapa. Tapi secara dimensi ini sama. sudah menyala, sudah gua set up. Tampilannya seperti ini. Ini layarnya IPS 6,9 inci udah full HD ya. Tampilannya tajam, enak dilihat, enggak jelek sama sekali. Tapi memang untuk basel ya masih basic aja, standar. Eh, atas, kiri, kanan sama, yang bawah lebih tebal sendiri ya. enggak akan protes lah untuk handphone e yang seperti ini harusnya harganya R2 jutaan juga atau mungkin bisa kurang maybe. Nah, untuk punch hale-nya juga menurut gua ini aman ya, enggak pakai waterdrop. Kalau Samsung itu kan handphone 2 R3 jutaannya masih suka pakai poni water drrop. Nah, ini sudah model punch ha. Begini kita lihat untuk OS-nya dia pakai Xiaomi Hyper OS 2 versi kedua maksudnya. Terus versi Android-nya udah 15. Security P-nya ada di bulan Juli. Tapi gua belum ngecek ada update terbaru atau enggak. Nanti aja. Eh, kita mau lihat tampilannya seperti ini untuk app drawer-nya. Tuh, Teman-teman bisa lihat ya. Kalau yang udah pakai Xiaomi Poco ya pastinya familiar lah dengan tampilan e app drawer-nya, aplikasi-aplikasi yang terinstall tuh apa aja. Ini benar-benar pure. Gua belum instal aplikasi benchmark juga yang mana ini blotware seperti biasa lumayan banyak dan bisa dihapus aja sendiri. Ini kan katanya eh refresh rate-nya di up to 144 Hz dan brightness-nya up to 850 unit. Kita coba cek ya, kita buktiin nih pilihan refresh rate-nya default dia up to benar tuh dynamically up to 144 Hz atau bisa kita custom bisa kita pilih 60, 90 atau up to 144 Hz. Dan di sini aplikasinya bisa kita lihat juga nih apa aja yang berjalan di refresh rate tinggi. Nah, sekarang gua pengen coba ngetes fingerprint-nya. Ini ada di tombol power yang harusnya karena ini adalah teknologi yang udah lumayan lama ya, jadi ini bukan lagi menjadi masalah. Harusnya secara kecepatan akurasi juga bagus. Ini gua coba set up dulu. Oh cepat dan asik sih tuh ya. Ya, walaupun enggak yang responsif. Sebenarnya animasinya itu gak terlalu cepat, tapi kalau untuk proses unlocknya ini oke sih. Ini enggak ada masalah lah menurut gua ini udah mantap. Oh ya, satu lagi yang juga mesti kita lihat di sini adalah konektivitasnya NFC. Oke, ada NFC ya buat ngecek saldo terutama kalau lagi di jalan tol tuh ya kita buat ngisi-ngisi. Nah, di sini aman. Kemudian menu interconnectivity kalau punya device Xiaomi juga di sini lengkap. Sekarang waktunya kita untuk ngetes speakernya, suaranya. [Musik] [Tepuk tangan] Oke, ini ee bassnya oke banget ya. Ee dentumannya itu berasa enak enggak enggak apa namanya? Enggak tipis. Terus juga untuk volume maksimalnya tertulisnya tuh 200% kayak dibost gitu ya dan enggak pecah di volume maksimal. Cuma sayangnya dia tidak stereo. Jadi cuman keluar dari lubang yang bawah. Nah, untuk e speknya di sini gua enggak jelasin lebih panjang lebar lagi dan juga gua enggak ngetes Antutu juga. Kalau teman-teman penasaran ya mungkin bisa cek di video gua yang Redmi 15C. Yang penting ini sebenarnya chipsetnya sama pakai Snapdragon 685 itu udah chipset yang salah satu yang legend juga lah ya. Yang udah sering banget ada di pasaran yang sering banget dipakai. Ee untuk RAM-nya dia 8256, baterainya 7000 mAh dan ngecasnya bisa sampai dengan 33 watt. Sekarang gua mau langsung move ke kameranya aja ya. Kita lihat setup-nya. Di belakang terlihat seperti ada dua kamera. Tapi gua yakin sebenarnya ini cuman satu aja. Yang optimal yang bisa dipakai yaitu 50 megapel. Tuh ada tulisannya 50 MP AI cam. Nah, tampilan interface-nya seperti ini. Oke, by default ada pilihan satu kali atau dua kali untuk digital zoom. Kemudian untuk mode portret kita tidak bisa memilih eh lensanya. Untuk aperture F1 sampai 1.4 sampai 16 ya. Eh 1 sampai 16. 1.0 sampai 16. Kemudian ada mode night-nya bisa satu kali atau dua kali zoom. Ada mode timeelapse. Kemudian lagi ada mode ultra HD untuk full rest-nya di 50 megapel. Bisa satu kali atau dua kali digital zoom. Nah, untuk shutter lag-nya sendiri ya ini enggak enggak bisa dibilang cepat ya. Tuh, tapi masih oke. Kemudian untuk kamera depannya. Oke. Wah, ini backlight ya. Oke, kita coba moto. Kita lihat hasilnya. Wah, masih bisa ngejar juga tuh untuk dynamic range. Gua pikir enggak bisa, tapi ternyata awannya tuh masih kelihatan oke. Terus wajah gua juga cukup soft ya. Ya, not bad lah untuk eh resolusi 8 megap. Nah, perekaman videonya mentok harusnya di full HD aja. Yes, benar. Full HD 30 FPS. Kemudian untuk kamera belakang juga sama di full HD 30 fps aja. Nah, ya teman-teman udah lihat sedikit sekilas kita unboxing bareng-bareng Poco M7 yang versi 4G ini yang warna hitam. Eh, pokoknya intinya yang paling menarik dari handphone ini sebenarnya paling utamanya adalah baterai ya, 7000 mAh ngecasnya 33 watt. Di klaimnya katanya dia bisa dipakai untuk nonton video sampai dengan 28 jam. Bayangin berarti sehari semalam masih lebih 4 jam lagi dikasih ekstra ya. Terus untuk main game kayak MLBB atau Free Fire ya kurang lebih kayak gitulah seakan-akan sekelas itu katanya bisa sampai dengan 9 jam. Gua sendiri belum coba. Kalau beneran bisa kayak gitu sih edan ya menurut gua bikin lupa waktu. Gokil. Dan jangan lupa juga tadi gua ee ke-skip ini UFS 2.2 untuk tipe storage-nya 256 GB. Jadi itu salah satu juga yang bisa e jadi apa ya? Jadi daya tariklah untuk sebuah Poco M7 4G ini yang versi LTE. Cuman kalau boleh jujur, gua sendiri sebenarnya lebih tertarik itu kalau gua lihat gambarnya yang warna silver. Nah, Teman-teman mungkin kalau mau beli bisa cek dulu, bandingin dulu warnanya kira-kira yang mana nih yang oke. Dan kalau udah fix nentuin warnanya, tinggal lihat di deskripsi gua kasih link buat belinya. Thank you.
Video Lainnya
Persaingan ponsel di kelas harga dua jutaan kini semakin memanas dengan hadirnya tiga penantang kuat yang membawa keunggulannya masing-masing. Pertarungan antara...
Desain estetik yang memikat mata rupanya menjadi senjata baru lini teranyar POCO untuk mengguncang pasar kelas menengah. Penampilan fisiknya yang menawan seketika...









