Jungkat

HP apa ini ?! 2 Jutaan Storage 512GB Garansi 777 hari ?! (YouTube Video)

  • 18/07/2025

Ini brand HP yang namanya baru saya dengar dan katanya dia dari Eropa loh. Namanya adalah Inoy. Entah gimana bacanya benar atau enggak ya. Innoy atau I know atau in Oi ya pokoknya itulah. Dan kalau saya research-research, dia ini punya tim desain di Prancis, di kota Nis. Terus headquarternya di Dubai, tapi dirakitnya di Cina. Uh, gila melencar-melencar ya. Kata Inoy dia udah ngejual lebih dari 10 juta unit ketika launching di berbagai negara dan dia diunching di sekitar 40 negara lebih. Hmm, lumayan juga. Kalau dari sisi pricing sih saya lihat harganya bakal ada di R jutaan. Jadi, ya price sensitif banget. Wah, saingannya udah lumayan gokil-gokil ya. Ada Tikno Itel, Infinix, Redmi. Wah, apakah dia sanggup untuk berdaya di Indonesia? Yuk, kita bahas. [Musik] Secara spesifikasi sih kalau kita lihat ya, ya, selling point-nya ini ya, kameranya itu 50 megapel, 6,8 inch G99 ya. Walaupun dari brand Eropa ternyata juga pakai chipset sejuta umat ya. Tapi yang menarik di sini walaupun harga R jutaan, dia punya storage 512 GB. Kalau RAM-nya 16 GB enggak ya? RAM-nya walaupun di sini tertulis 16 GB, tapi dia 8+8. Jadi virtualnya kalau di tootal 16 GB ya biasalah ya. HP interlevel itu selalu mainin angka RAM dengan virtual. Kalau dari sisi spesifikasi lain ya, baterainya standar ya, 5000 mAhm. NFC ada, terus bisa di-upgrade lagi. Gila, 512 mau di-upgrade lagi ya. Masih ada opsi untuk extend storage. Nah, kalau dari sisi boxnya walaupun dia dari brand Eropa dengan tagline-nya itu elegan ya, elegan tapi jujur aja menurut saya kayak kurang elegan gitu ya. Elegan itu biasanya kalau misalkan di box ya, tulis aja inoi di tengah udah cukup terus pagingnya warna hitam dengan gold itu luxury elegance-nya dapat. Nah, kalau kayak gini ya masih kelihatan HP R jutaan menurut saya pribadi ya. Tapi kan desain itu preferensi masing-masing. Tapi buat Inoi mungkin ke depan bisa kayak gitulah ya. Dan coba kita lihat di dalam paket pembeliannya ini ada apa aja. Yang jelas ada HP-nya. Wuh HP-nya lumayan berat juga. Terus kita juga dapat apa aja? Kalau di boknya tadi katanya dapat earphone juga ya. Tapi coba kita cek. Wow. Jadi kita dapat kabel type wih type C to type C. Gokil. Ini termasuk salah satu selling point ya. Karena biasanya HP mid range aja yang masuk ke Indonesia itu dapatnya type A to type C. Tapi ini dia udah pakai type C to type Type C. Terus untuk charging-nya kita dapat 33 watt untuk harga R jutaan lumayan oke. Terus ada sim ejector dan ada oh ini earphone-nya nih. Kita dapat earphone juga yang masih pakai audio jack. Berarti dia ada audio jack-nya. Terus dia juga ada case-nya. Case-nya ini uh lumayan case-nya ini bukan yang soft tapi hard case kayak gini. Walaupun sama-sama bening tapi secara harga harusnya lebih mahal ya karena bukan silikon ya. Untuk desainnya sih mirip-mirip sama apa ya coba? Advan X1 terus Itel Infinix yang zaman-zaman dulu yang 1 tahun lalu lah mirip kayak gini dengan tiga boba kamera seperti ini dan HP-nya lumayan tebal dan lumayan bulky juga. Ini coba saya lepas dulu ya. Dan buat enjoy mungkin stikernya bisa diubah yang gampang dicopot ya. Karena ini kelat tuh jadi agak susah ini. Harus pakai alkohol nih jatuhnya nanti ya. Dan finishingnya sih cakep ya, dia mid jadi enggak gampang nempel sama fingerprint. Terus bagian kameranya ini 50 megapel yang lainnya bisa dibilang gimik lah. Dan ada branding dia juga dengan warna ungu di samping kanan. Terus ada volume up and down di bagian atas kosong. Di bagian kirinya ada SIM tray yang SIM tray-nya disupport sampai 512 GB tadi. Terus di bagian bawah ada type C, audio jack, mikrofon, dan juga speaker lagi. Dan menurut saya sih karena ini brand dari Eropa, seharusnya ke depan mungkin bisa dikasih branding identity yang luxury, yang elegan sesuai namanya ya. Karena menurut saya kalau desainnya kayak gini mm kurang luxuri sih. Mungkin bisa permainan warna lah, entah warna gold, white atau apalah biar terlihat lebih elegan. Kalau untuk bobot dia ada di 192 gr, tebalnya di 8,2 mili ya, bukan yang paling tipis dan paling ringan di kelasnya. Terus untuk bagian depan kalau kita lihat baselnya masih lumayan tebal ya, terutama di bagian bawah dagunya. Kalau kanan kiri atasnya sih mirip-mirip flip ya. Kalau ini saya tutupin tuh kan mirip flip ya tebalnya ya masih okelah. Tapi kalau bagian bawah dagunya lumayan tebal. Tapi untungnya untuk kamera dia udah pakai punch hole ya, enggak pakai water drop. Terus untuk layar dia udah 120 Hz dengan resolusinya ada di full HD plus tuh lancar mulus dan untuk refresh ris-nya ini dia udah bisa adaptif dari 60 sampai 120 Hz. Kalau untuk YouTube dia bisa diupsaling sampai 1440p 60 fps. Cuman kalau kalian tanya HDR enggak ada ya. Dia enggak sebut HDR ya. Di kelas harganya wajar sih ya. Dan ini kalau misalkan kita upscaling kita coba lihat apakah ada patah-patah. Ada ya tapi itu karena bisnet. Tolong bisnet ya. buffering nih. Nah, ini udah lumayan gak nih. Tuh, masih lumayan cakep ya. Walaupun dynamic ear-nya kayak kurang, tapi masih ok lah. Masih seimbang. Nanti tolong editor untuk color akurasinya yang pakai Kalman bisa dip upin ya. Tapi kira-kira kalau misalkan dibuat untuk YouTube masih cukup oke, terus kita tembakkan ke lighting juga masih terlihat. Jadi brightness-nya juga lumayan oke. Nah, kualitas warnanya juga cakep nih. Rumput-rumputnya langsung terlihat vivit. Terus detail di rumah itu juga kelihatan cakep. Cuman memang dagunya aja sih kalau dibuat full screen gini kayak agak aneh. Terus audionya apakah dia udah stereo? Saya coba tutup di bawah. Hm, sayangnya audionya masih mono di bawah aja ya. Untuk OS-nya base-nya ya dia pakai Android 14 dan kalau kalian tanya apakah software update, jujur saya belum tahu informasinya. Mungkin buat ee representatif Ino bisa tulis di kolom komentar ya, apakah ada software update-nya. Tapi yang saya tertarik sih memang RAM-nya ini ya eh sori storage-nya ini loh 512 GB di kelas harga R jutaan itu termasuk gokil sih. Harga resminya itu di 2,8 tapi kalau promo bisa sampai 2,5 atau Rp2,6 juta. Sebelum kita bahas tourisnya buat apa 512? Kita coba untuk chipsetnya ya. Karena kan dia masih pakai Mediatek HO G99 dan 3D Mark-nya ini bukan 3D Mark yang pure ya, ini yang LED. Dan skornya itu totalnya segini. Untuk CPU, memori kalian bisa langsung lihat di sini. Nah, dengan skor segini ya dia jadi standarnya HP dengan Mediatch Helio G99 sih ya rata-rata di R00.000-an untuk AnTutu. Skor Geekband juga sama mirip-mirip di 700-an untuk single core. Multicore-nya hampir 2.000 ya sama dengan G99 yang lain. Dan untuk game tadi udah kita tes juga ya, langsung aja saya lihatin chartnya kepada kalian. Kita coba di PUBG dulu. PUBG dia bisa dapat settingan smooth extreme jadi 60 FPS-nya nyala. Bentar, ini layarnya kayak terlalu terang deh. Nah, segini tuh. Oke, segini pas. cakep. Dan untuk average power yang didapat di PUBG, dia di 2 watt suhunya di 41 derajat Celcius. Tapi kalau kita lihat chartnya turunnya itu bisa nyentuh sampai berapa nih? 19 FPS. Tapi setelah itu dia stabil lagi ya di kisaran 60 fps ya. G99-nya masih relatif aman. Mobile Legends. Mobile Legends kebukanya di 90 fps dan dia lancar-lancar aja karena ini yang drop kayak lembah ini ini adalah ketika ke lobi. Karena tadi kita mainnya itu 2 match jadi sekitar 30 menit. Average power-nya cukup rendah juga G99 ini ya di 2,6 watt. Terus suhu bagian dalam itu di 40 wat. Mobile Legends aman. Kita coba Gensin Impact dulu. Wah, Gensin Impactnya langsung kayak catnya eh Doge ya, kayak catnya Crypto nih. Jadi naik turunnya seperti ini. Kalau untuk average dia dapatnya di 35 FPS tapi dropnya bisa sampai 7 FPS. Ini padahal settingan low ya dan average power-nya naik jadi 3 watt, suhunya naik jadi 42 derajat Celcius. Nah, kalau ditanya apakah dia bisa digunain untuk main? Bisa. Asalkan kalian mau rela drop sekitar ya kalau di bawah 30 FPS itu berapa nih? Dua kali lah. Terus game yang seharusnya tidak kita coba, kita coba juga yaitu watering wave. Di watering wave dia stabilnya di 22 fps, power-nya 3 watt. Ya, kalau game ini sih cari chipset lain ya, karena dia udah di bawah 30 fps yang enggak nyaman untuk main game open world di bawah 30 fps itu udah enggak nyaman pakai banget. Nah, sekarang pertanyaannya buat apa, Bang, 512 GB di chipset Mediatek Helio G99? Karena ya kalau kita download game-game berat tadi aja ya, itu masih sisa berapa nih? Cuman sama OS-nya ya, itu kemakan 98 GB. Jadi sisanya masih sekitar 400 GB. Nah, pertanyaannya buat apa? Karena dari sisi kamera juga bukan yang 4K atau 8K kayak di HP flagship gitu. Tapi ngomain kamera sebelum kita masuk ke storage, kita coba kameranya di depan dulu deh. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Inoi A75 Elegance ya. Kira-kira seperti ini kualitasnya. Kalau untuk skin tone sih lumayan oke ya, enggak kayak HP yang entry level yang biasanya kayak VGA gitu. Tapi kalau untuk dynamic range, nah kalian lihat tembok sama langit saya itu langsung jadi overblown, tapi detail muka saya masih terlihat. Apakah bisa diouch? Hmm, sayanya enggak bisa ditouch untuk ngatur fokusnya di mana. Tapi skin t-nya saya suka sih, natural. Terus kalau dibuat muter-muter kayak gini ya, bagian belakang sih masih motion blur ya, masih jater starter. Tapi bagian depan fokusnya sih masih cukup okelah untuk kelas harga Rp2 juta ya. Nah, kalau misalkan saya gunakan untuk jalan lumayan kencang kira-kira seperti ini dan agak delay dikit ya. Shaky lumayan yah. R juta mau minta gimana ya? Nah, kalau kamera belakangnya dia bisa 2K nih. Nah, kira-kira seperti ini kualitasnya. Untuk 2K-nya damic range tipis sih, enggak yang gimana gitu. Terus ini saya jalan mundur sambil zoom out. Hmm, standar R jutaan sih ya. Tuh, kalian nilai sendiri deh. Kira-kira seperti ini untuk autofokusnya, jaternya. Dan kita coba lihat kalau misalkan dia untuk nge-zoom detail daun yang ada di sini tuh. Nah, kira-kira seperti ini. Bokehnya sih oke. Detailnya coba kalian tulis di kolom komentar deh menurut kalian dengan harga R jutaan apakah pantes nih? Balik lagi storage-nya ini buat apa dengan 512 GB? Ya, sebenarnya banyak ya. Contoh, kalau misalkan kalian download episode Netflix bisa beribu-ribu episode. Jadi, kalian gak perlu download-download lagi. Gak perlu nghapusin video-video lagi. Dan bukan cuma Netflix aja, Prime Disney atau kalian mau download yang versi banyak, janganlah ya. Jangan. Pokoknya jangan kalau yang itu. Terus kalian juga bisa nyimpan video meeting. Yang video meeting itu bisa 2 jam sampai 3 jam. Video seminar kayak materi-materi itu bisa sampai 5 jam, 6 jam. Nah, itu bisa kesimpan di sini tanpa harus menghapus videonya satu-satu. Jadi, kalau ditanya 51 GB itu buat apa? Ya, banyak istilahnya. Kayak kalian punya lemari tapi lemarinya gede banget gitu. Jadi kalian bisa simpan apapun di situ. Kalau ditanya fitur EA-nya apa, sayangnya masih belum ada ya. Tapi kalau kalian tanya bloodware-nya ada enggak? Ada sih beberapa ya. Karena memang Bloodware itu kadang TKDN itu harus memasukkan aplikasi Indonesia juga. Makanya kalau kalian ada lihat langit musik, tapi ada pinjolnya ya enggak ya? Biasanya ada ee aman sih enggak ada pinjolnya ya. Terus ada bloodware-nya Ino sendiri kayak Ino App Store kayak gini. Tapi mau seberapap pun bloodware-nya sih enggak masalah ya karena ya storage-nya 512 GB. Kalau untuk baterai ya standarnya tadi di boxnya 5000 mAh terus juga chargingnya lumayan kencang di kelas entry re level biasanya itu kan kalau enggak 10 18. Nah, ini kita langsung dikasih 33 watt. Untuk harganya pas promo itu bisa Rp2,5 juta. Tapi pas video ini saya shoot, dia harganya sih di Rp2,8 juta untuk yang varian 512 GB ya. Link pemilihannya udah saya taruh di pojok kiri. Siapa tahu lagi promo kalian cek aja. Dan yang menarik lagi di harga ini dia udah include warranty. Yang warantinya ini cukup unik ya karena angkanya itu cantik 777. Jadi, warantinya itu 777 hari yang kalau dinominalkan eh dinominalkan diconvert ke tahun 2 tahun 47 hari ya. 2 tahun 1 bulan 2 minggu lah ya berarti ya. Dan warrantinnya itu adalah international warranty. Jadi kalau misalkan kalian main ke negara manapun yang negaranya itu ada ino-nya kalian bisa klaim juga warrantinya di sana. Untuk warantinya dia kerja sama terpati sih namanya Unicom. Yang tahu HP pasti tahulah ya. Karena Unicom itu termasuk terpati yang dipakai sama beberapa brand di Indo juga. Jadi kalau untuk jaringannya lumayan banyak juga. Kalau kalian pengin tahu jaringannya di mana, nanti lihat aja di unicom.co.id/networks. Nah, itu banyak banget tuh di kota mana aja. Dan kesimpulannya jelas selling point yang paling unik di kelas harga segini ya storage ya. Sturage-nya 512 GB. Jadi kalian mau nyimpan apapun sampah digital apapun lah ya masih cukup di sini. Terus fast chargingnya lumayan 33 watt dan garansinya tadi itu 2 tahun 1 bulan lebih lumayan sih ya kalau kekurangannya mungkin di kelas harga hampir Rp3 juta harusnya enggak pakai Mediatch Hogi99 sih mungkin bisa lebih naik lagi gitu dimensity apa kek harusnya ya tapi karena pilihannya untuk jadi selling point itu di storage ya karena storage-nya juga UFS 2.1 bukan MMC ya. Lumayan mahal sih memang storage yang itu ya. Overall Inoi A75 Elegance ini ya termasuk brand baru yang kita coba lihat aja ya apakah dia bisa bertahan di pasar Indonesia dengan selling point 512 GB-nya. Yah, tapi kalau menurut kalian gimana deh? Apakah dia pantas untuk masuk Indo dengan 512 GB under Rp3 juta? Coba tulis di kolom komentar ya. Sayaik budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube