Jungkat

HP Brand Lokal Paling "Berani" | ADVAN Macha (YouTube Video)

  • 02/01/2026

Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Advance Macha gak pakai T ya. Maca sih, maca. Sebenarnya saya juga bingung ya, kenapa Advance ini ngasih namanya Maca. Apakah karena warnanya hijau? Tapi kalau dibilang hijau boknya doang nih yang hijau. Karena HP-nya enggak ada yang warna hijau. Kalau dibilang ini bukan maca yang itu karena enggak ada T-nya tapi boksnya hijau. Jadi saya sempat riset sampai saya lama di web enggak bisa tidur dan akhirnya tetap enggak ketemu jawabannya. Kenapa macah tapi warnanya enggak hijau? Dan akhirnya saya nyerah dan saya tanya sama asisten saya si chat GPT dan katanya sih ini ya intinya terserah marketing mereka lah. Katanya Macha itu merepresentasikan Gen berarti HP ini memang buat Gen tapi ngomongin HP ini harganya itu ketika video ini dibuat yaitu di 299 dan dia adalah HP pertama dan bisa dibilang HP brand lokal pertama juga yang udah pakai Diamond City 7060 nih harganya 2.9 9 layarnya udah pakai AMOLED, kameranya mirip-mirip sama iPhone atau Infinix Smart 10 Plus ya kalau dari gambarnya ini. Dan karena udah dimens city dia udah 5G dan di sini ada pojok kecil AI support. Wah, untuk memori RAM-nya dia di 8 GB dengan storage 256 dan kalau dari gambarnya sih dia tipis ya. Tapi langsung aja deh kita coba lihat di dalam paket pembeliannya dengan harga 29 ini dia dapat apa aja. Wah, boknya sih oke sebenarnya, cuman ya experience unboxing-nya biasa aja kayak HP entry level pada umumnya. Coba kita lihat di dalam paket pembeliannya apakah kita dapat charger yang gede dan chargernya di 33 watt. Ya, lumayan lah ya kalau dibilang kencang enggak juga, tapi kalau dibilang enggak kencang enggak juga. Standar lah di 33 watt. Kabelnya aduh pakai kabel plastik kayak gini lagi ya. Kabelnya pakai kabel plastik obat kayak gini. Terus uh tapi udah type C to type C, Guys. Coba kita lihat dulu ya. Ini jarang banget terjadi ya, apalagi ini di kelas HP entry level nih. Kabelnya type C to type C. Berarti ininya type C dong. Weh, type C juga cakep. Karena biasanya untuk HP-HP lain brand China yang 6 jutaan trin sekalipun Xiaomi biasanya itu di type A type C. Agak ribet ya karena ya harus dipasin. Terus ada sim ejector. Yang sim ejectornya juga enggak ada tanda-tanda macanya sama sekali. Terus dia ditaruh di plastik di bagian dalam. Jadi agak susah harus dikletek gitu. Kita kletek deh. Tuh, kan agak susah kan. [musik] Ini adalah sim ejector yang h paling susah tuh. Gini aja deh yang pernah kita unboxing agak repot ya. Jadi plastik dia itu dibikin di dalam plastiknya gitu. Kalau biasanya kan ditaruh, disekat terus ditarik gitu ya. Ini agak repot sih sebenarnya ya. Terus ada silica gel. Udah. Buku panduan. Apakah kita dapat casing? Harusnya sih di dalam sini ya. Coba kita lihat. Yap. Jadi kita dapat casing. Casing-nya transparan kayak gini. Wah, dari segi desainnya aja udah mirip iPhone dan juga Infinix Smart 10 Plus ya. Coba kita lihat HP-nya. Kalau dari sisi HP-nya lebih mirip mana? Beh, ini HP-nya, Guys. Kalau dibilang tipis enggak juga sih ya. Enggak tipis juga. Nah, desainnya kayak gini nih. Cakep sih ya. Kalau ada yang bilang Advan ini ODM, yap, dia ODM. Tapi ODM dari brand mana? Jujur saya belum pernah lihat desain yang kayak gini ya. Karena Infinix Smart 10 Plus itu agak di tengah. Terus kalau iPhone Air cuman satu, terus dia kayak pickup gitu ya, jadi bongsor di bagian atasnya. Terus yah dia glossy ya glossy. Jadi kalau misalkan saya giniin, dia masih nempel magnet fingerprint ya. Terus warnanya hitam banget enggak ada macam-macamnya sama sekali. Di bagian sini ada volume up and down tombol power. Coba kita lihat sambil nyalain karena dia pakai AMOLED, harusnya udah under display fingerprint ya. Terus ada speaker type C, SIM tray di sini. Mana tadi sim ejectornya? Nah, ini sambil kita lihat. Uh, butuhnya lumayan lama ya. Padahal saya nyari jarum tadi lumayan lama. Dan isinya dia hybrid ya, jadi dual SIM atau hybrid. Masih ada storage-nya. Apakah audio audio jack? Audio jack enggak ada. Sayangnya di kiri kosong. Di sini ada speaker dan juga mic lagi. Oke, jadi sesuai dukaan karena dia AMOLED jadi dia udah punya under display fingerprint. Ya, ada sih brand HP yang udah olet tapi pakai side moed fingerprint itu menurut saya agak mubazir ya karena dia udah OLED tapi enggak dikasih under display fingerprint. Dan udah ada beberapa aplikasi untuk kita hands on. Ini apa nih? Ini ada kucingnya di sini. Ini kayaknya AI-nya deh kalau misalnya kita tahan. Namanya tapi nanti aja kita coba explore di situ. Sekarang kita coba lihat desainnya dulu ya. Nah, ini desainnya. Kalau untuk bobotnya enteng sih. Dia sekitar 174 gr dengan ketebalannya 7,2 mili. Kalau dibilang paling tipis enggak juga, tapi untuk entry level masih okelah tipis. Terus untuk baselnya, baselnya okah ya di kelas harganya. Dia juga udah punch hole, enggak ada water drop. Tapi kalau dibilang tipis enggak juga, masih lumayan tebal. Tapi yang saya suka dia itu rondotnya pas gitu dan dia kayak HP yang benar-benar kotak gitu. Dipegangnya enak, nyaman. [musik] Cuman karena ini glossy, jadi buat tangan kayak saya yang cepat basah, fingerprint-nya lumayan. Tapi ijaunya ini hijau maca bukan sih? Saya bingung deh kenapa masih maca. Saya masih penasaran bahkan saya sampai pakai baju hijau biar kelihatan temanya sesuai gitu maca. Tapi wallpaper-nya hijau sih. Tapi ini bukan hijau maca. Ini lebih ke hijau PKB ya kalau enggak P3. Soal speaker tadi dia speakernya stereo atas bawah ada infrared blaster juga aman. Nah, sekarang kita coba lihat untuk spesifikasinya ya. Jadi, dia pakai Diamond City 7060, RAM-nya 8 GB dengan storage 256 dan untungnya udah pakai UFS 3.1. Untuk kelas harganya masih lumayan kencang loh ya, 3.1. Cuman yang jadi catatan saya, harganya ini 299 hampir Rp3 juta, tapi heptic feedback-nya itu masih kayak HP R jutaan gitu, enggak nyaman ya. Jadi, dia geter semua. Kalau kalian pernah naik becak, ya mungkin Gensi sekarang udah jarang naik becak ya. Tapi kalau kalian naik becak ketika belnya yang pakai besi terus karet ter getarnya kayak gitu tuh. Jadi seluruh badannya geter. Jadi ibaratnya kayak orang yang lata atau orang yang gelian. Jadi kalau kita tekan pinggangnya dikit tek nah seluruh tubuhnya itu geter. Nah mirip kayak gini nih. Jadi rasa ttilnya ya rasa ttil entry level. Kalau untuk OS dia pakai namanya D do OS enggak ada L-nya ya tolong dibacanya yang benar. Di Do S enggak ada huruf L dan versinya udah pakai Android 15. Memang sayangnya belum Android 16 out of the box-nya, tapi saya belum tahu software RP-nya berapa. Tapi let's say misalkan dia dapat 2 tahun berarti bisa sampai dapat Android 17. Nah, ini RAM-nya 8, storage 256 benar diam City 7060. Nah, kalau kita ngomongin diam city 7060 memang secara di Indonesia ya yang baru masuk itu masih advance. Cuman kalau saya lihat di global yang pakai Diamond City 7060 itu ada beberapa. Ada Motorola G565G yang harganya pas saya research itu di 3,2 sampai 4,5 juta. Jadi, Advance masih bisa dibilang dimensity 7060 termurah juga di dunia. Tapi kalau kita cari alternatifnya sebenarnya ada Infinite Hot 60. Infinite Hot 60 itu kalau enggak salah pakai di City 7020 yang sebenarnya secara performance bakalan mirip-miriplah. Ngomongin soal performance udah kita coba ya di AnTutu, tapi entah kenapa AnTutunya itu skornya enggak mau keluar. Mungkin kalau tech reviewer lain bisa ngetes Anut-nya. Kalian bisa lihat di teagtuber lain aja karena di kita entah kenapa enggak bisa. Jadi sebagai gantinya kita pakai Geekbandch. Nah, untuk Geekbandch single core-nya di 983, multiore-nya di sini nih 2337. Kalau untuk GPU-nya ini juga kayaknya anomali ya, karena skor GPU-nya enggak mungkin segini nih. 135 ini enggak mungkin. Jadi nanti kita coba tes game-nya lah. Untuk skor sintetisnya kayaknya masih belum dikenal gitu diamond City 7060 di Advance Macha ini. Terus kalau untuk di doos-nya juga bloodware ada sih ya kayak children spa eh children spa ya kayak gini-ginilah ya bloodware bawaannya. Tapi kalau kalian tanya apakah ada aplikasi pinjol enggak ada kok aman. Jadi enggak ada aplikasi-aplikasi tambahan cuman bloodware dari Dido OS-nya. Tapi ini kayaknya benar-benar Android stock ya. Karena kalau coba ya kita search ya galeri, karena saya enggak nemu nih galerinya di mana. Saya mau nunjukin screenshot-an dan OS-nya saya kurang suka sih ya, kurang intuitif. Jadi kalau misalkan kita cari Exit Center tuh exit centernya sih aman, desainnya juga bagus, cakep. Terus kalau misalkan notification di sini cuman dia enggak ada search-nya. Nah, ini saya mau nyari galeri. Enggak ada nih galerinya nih. Coba di sini ya. Galeri. Galeri. Galeri. Tuh enggak ada kan? adanya kita berarti harus pakai bawaannya si Android yaitu Google Photo deh jadinya. Nah, ini saya mau nunjukin Scor D Max-nya. Slingshot dia dapat 2.600, slingshot yang biasa 3.800. Apalagi ya? Kita coba lihat yang udah kita tes mungkin gaming-nya ya. Jadi gaming-nya kita juga udah sempat tes nih. Nih untutunya pas kita coba tuh skor cannot be display. Entah kenapa kita juga udah coba berulang-ulang tuh cannot be display juga. Nah, sekarang langsung lanjut aja ke CPU throttel-nya. Dia aman secara 30 menit aman, enggak ada masalah, enggak ada kendala, enggak ada throttle. Terus turis testnya juga sempat kita tes karena kan dia klaimnya 3.1 ya dan kencang sesuai dengan klaimnya. Terus kalau untuk performa gaming-nya kita coba dulu di PUBG. PUBG dia dapat settingannya di 40 fps nih. Jadi dia amannya di 40 fps. Enggak ada kendala sebenarnya kalau misalkan 60 fps-nya aktif harusnya enggak ada masalah juga karena enggak pernah turun di bawah 40 fps dia kayak maksa naik 60 fps. Cuman settingannya aja yang enggak ada ya. Nah nih contohnya kalau misalkan di PUBG 90 FPS-nya aktif tuh dia bisa 90 FPS terus stabil enggak ada masalah. Nah ini balik ke lobi karena kita mainnya setengah jam. Gensin Impact juga enggak ada masalah di Gensin Impact rata-rata di 40-an FPS. Walaupun kadang dropnya di bawah 30 fps tapi enggak terlalu sering. Jadi masih aman. Nah, sekarang kita ngomongin soal layarnya ya. Karena untuk layarnya nih dia cukup menarik. Dia punya dimensi itu 6,67 inch resolusinya Full HD plus dengan refresh range di 120 Hz dan dia udah pakai AMOLED. Jadi kalau misalnya kita pakai tema dark kayak gini ya itu bakal langsung pekat karena memang layarnya enggak nyala ya. Hemnya itu berarti dia mati. Nah, ini refresh rate-nya. Kalau misalkan kita pilih yang high atau highest, dia nge-lock di 120 Hz. Nah, kalau misalkan 120 Hz jadinya wih super mulus kayak gini. Nah, kita juga sempat tes untuk color akurasi warnanya. Jadi, dia ada dua mode ya, ada natural dan juga vivfit. SRGB-nya tembus di 128,8%. P3-nya di 94,9%. yang menarik brightness nits tipikalnya ya itu ada di 539 untuk sebuah HP entry level lumayan tinggi. Jadi kalau misalkan kita pakai di outdoor enggak ada kendala. Nih kita contohkan putar YouTube ya kuality-nya coba kalau mentoknya di 1440p di atas resolusi bawahnya yang full HD. Nah ini kualitasnya kayak gini. Cuman walaupun dia AMOLED sayangnya di YouTube ini udah konten [musik] HDR kan ya? Coba saya cek lagi ya. Udah saya cek pakai konten XDR, dia XDR-nya gak nyala. Jadi, sayangnya dia gak support sama konten XDR. Tapi untungnya kalau misal kita up ke 1440p dia enggak lagi ya, enggak patah-patah. Dan kualitasnya [musik] kira-kira seperti ini nih. Ini pakai brightness yang cuman berapa persen nih? 20% kalau misalkan saya [musik] naikin separuh aja. Wah, aduh sori kepencet, Guys. Nah, kira-kira kualitasnya kayak gini nih. Baselnya cukup oke kok ya. Terus untuk speaker. Waduh. Speakernya memang stereo, tapi sayangnya suaranya kalian dengar enggak ya? Semoga kalian bisa dengar. Tapi suaranya [musik] kalau misal misalkan pakai volume 100% dia agak goyang dombret ya atau pecah. Nih [musik] tuh ada kayak kemersek-kemersek radionya gitu. Nah, sekarang kita ngomongin soal kameranya ya. Kamera depannya dia punya resolusi 8 megapel dan yang menarik Advan udah berani gandeng Sony loh ya. Dan ini kameranya itu pakai Sony AMX 752 di kelas harganya sebenarnya udah cukup oke. Jadi untuk main kameranya ini dia 50 megapel pakai Sony IMX 752. Kayak gimana kualitasnya? Langsung aja kita coba di luar ya. Oke, jadi adalah kualitas kamera depan dari Advance Macha yang enggak ada T-nya ya dan enggak ada macanya juga. Kira-kira seperti ini. Dynamic range ah masih tipis aja ya. Jadi tembok sama langit itu masih jadi satu. Belum ada tekstur awannya. Terus karena dia 1080p 30 fps, jadi masih ada starter-starternya. Agak gempa juga ini. Kalau misalkan kita buat untuk face movement di bagian belakang kalau kalian lihat ada starter-starter juga. Dan biasanya HP entry level itu dia [musik] agak sulit di bagian perpindahan dari terang ke gelap. Ah, kayak kurang gimana gitu ya. Tuh, ini saya dari terang kegelap teksturnya jadi hilang. Tuh, osif-nya juga agak kayak tap-tap transisinya kurang halus gitu ya. Untuk kamera depan sih ya so aja L ya. Kita cobain sekarang kamera belakangnya. Nah, ini untuk kamera belakang yang tadi over expos atau enggak ada detailnya. Seharusnya kayak gini nih. Kalau misalkan dnamic ris-nya cakep. Terus kalau untuk autofokus, autofokusnya cepat sih, tapi kurang halus aja kayak tap-tap gitu ya. Terus kalau misalkan untuk detail misal kita zoom bagian ini, mm detailnya agak kurang tapi di kelas harganya masih ok lah. Bokehnya juga dapat. Terus kalau misalkan kita coba perpindahan dari fokus ke sini ke area yang agak gelap masih oke fokusnya. Cuman auto exposure-nya biasanya emang HP-HP entry level tuh auto exposure-nya gini nih kayak kurang mulus gitu. Terus kalau untuk true time zoom-nya karena main kameranya terus ini digital zoom jadi masih oke sih. Haah. Kira-kira seperti ini. Terus kalau misalnya kita gunain untuk jalan masih agak gempa juga ya karena memang dia enggak ada OIS-nya. Tapi auto fokus sih. Oke. Fitur lain jelas dia udah 5G, terus gyroskop-nya hardware, NFC ada infrared blaster tadi ada. Wii-nya pakai Wii versi 5, Bluetooth-nya pakai Bluetooth versi 5.2. Cuman saya penasaran yang diklaimnya AI tadi apa ya? Oh, ini ada beberapa fitur nih. Ada special function-nya, flip to silence, smart answer, dynamic window, refresheres-nya bisa dilihat. Oke, biasa. Oh, ini AI-nya nih, Guys. Ada AI call summary. Jadi kalau misalkan kita telepon, dia bakalan ngerangkum hasil telepon kita. Uh, lumayan banyak ya. Sensor calibration, antive alarm. Ini basic bawahnya Android 15. Three finger screenshooot untuk gester. Ya, lumayan sih ya. Terus step menu lain ada smart touch. Jadi kita bisa pilih gesturnya ada single click, double click, sama long press. Terus apaagi ya? Oke, special function udah. Wallpaper. Coba apakah ada wallpaper macha? Enggak ada. Enggak ada ya? Saya masih ngotot tentang maca aja nih. Terus untuk Gemininya apakah ada? Gemini aman. Jadi bisa share screen juga bisa live versi Gemini juga aman enggak ada masalah. Tuh. Oke, terus saya penasaran sama ini nih. Si kucing ini. Halo. Halo kucing. Halo kucing. Apakah kamu bisa bahasa Indonesia? Halo kucing. Halo kucing. Apakah kamu bisa bahasa Indonesia? Halo kucing. Kucing. Kucing. Kucing. Apakah kamu bisa bahasa Indonesia? Kucing. Halo kucing. Apakah kamu bisa bahasa Indonesia? Halo kucing, apakah kamu bisa bahasa Indonesia? Hmm kayaknya enggak bisa deh, Guys. Hello, how can [musik] I help you today? Hm, ini EA-nya Advance ya. Jadi menarik sih kita bisa tekan-tahan si kucing ini sambil ngobrol sama AI-nya. Bentar sekali lagi saya coba ya apakah dia bisa bahasa Indonesia? Tinggal kita tahan. Hai apa kabar kamu hari ini? Dia enggak mau ditag ya kalau misalkan bahasa Indonesia ya. Coba kalau misalkan kita ganti bahasa Inggris. Hello, how are you today? Hello, I am doing well. Thank you for asking. Dan suaranya suaranya suaranya enggak banget ya. Suaranya itu kayak AI zaman jadul gitu. Padahal sekarang itu intonasinya ada terus udah mirip manusia lah. Ini sayangnya belum ya. Dan fitur A-nya sih sebenarnya banyak. Kalian bisa masuk ke special function-nya ini tadi nih ada banyak banget atau kalian bisa lihat di deck-nya Advance nih saya kasih aja ya. Ada AI hoverball, AI retouch call assistant, handrighten calculation juga ada, smartpad ada AI tax assistant juga ada. Sekali lagi lumayanlah untuk brand lokal yang harganya enggak terlalu mahal, dia lumayan punya banyak AI. Nah, sekarang kita coba bahas baterainya ya. Baterainya sayangnya standarnya HP aja di 5000 mamp. Mungkin dia gak pakai silicon batery ya. Dan pas kita tes untuk main PUBG 30 menit dia berkurang sekitar 10%. Mobile Legend juga sama 10%, Gensin 30 menit berkurang 20%. Kalau dibilang awet enggak juga karena Gensin Impact 30 menit 20% itu lumayan boros. Untungnya charging-nya lumayan kencang ya di 33 watt. Ngecas itu ya sekitar 1 jam lah. Okelah. Jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Advance Macha. yang kesimpulannya sih maca ci maca ci maca gitu. Paham enggak sih? Masa sih maca gitu? Karena enggak ada macanya sama sekali tapi namanya maca. Walaupun macanya itu tanpa T ya dibacanya tetap maca kan ya. Hah saya bingung deh penamannya gimana. Cuman kalau kata CGBT sih segmentasinya si Advance Macha ini adalah anak muda Geni. Dan kenapa Maca? Karena maca itu merepresentasikan geni. Mentang-mentang maca Jepang itu lagi viral ya. Ya, semuanya itu dikaitkan dengan geni. Karena Gensi itu pasarnya memang lebih banyak kalau di Indo. Katanya kan kita dapat bonus demografi ya dan bakalan ada Rp1 juta enggak usah dibahas. Oke, jadi dengan harga 29 menurut saya ya patut diapresiasilah ya Advance. Walaupun di kelas harga segini sebenarnya ada banyak banget saingannya. Contohnya ada Motorola G45 5G, terus ada Techno Camon yang non pro, ada Infini Hot 60 Pro. Wah, lumayan. Jadi kalau dengan harga Rp3 jutaan, apakah kalian bakal Minang Advance atau kalian lirik grupnya Transion? Coba tulis di kolom komentar ya. Sayaikudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube