Jungkat

HP GAMING 4 Juta | AUTO BELI AJA ! Unboxing Infinix GT 30 PRO Special Edition ! (YouTube Video)

  • 28/05/2025

Hai Andika, guys di sini. Jadi, kenalin ini adalah Infinix GT30 Pro HP gaming 4 jutaan yang bikin kita lupa sama HP gaming yang mahal. Gimana enggak, karena di harga 3,7 sampai R juta untuk yang special edition ini dia punya yang namanya GT Trigger. Yang ini biasanya ada di HP gaming mahal. Layarnya juga udah AMOLED 1,5K 144 Hz. CPSnya pakai Mediatek 8000 series dan ada desain mechanical lightwist yang biasanya juga ada di HP Gaming. Nah, dan ada juga yang R juta selisihnya sekitar Rp400.000 dengan yang basic ini special edition. RAM-nya itu ada di 12 GB plus dari segi box aja udah beda. Dan enggak cuma itu aja ya, Infinix juga ngejin banyak fitur AI plus banyak aksesoris gaming yang bikin kita lupa sama HP gaming mahal. Langsung aja kita [Musik] unboxing. Dia ada dua varian ya untuk Infinix GT30 Pro. Ada yang basic yang boknya putih kayak gini. Ini harganya di 3799 dan ada yang special edition ini harganya di 4199. Jadi selisihnya sekitar Rp400.000. Tapi beda boknya aja. Wah segini besarnya. Kita coba buka yang basic dulu lah ya. yang 3799 dengan selling point-nya yang udah kita sebutin tadi. Dan disclaimer dulu, ini bukan video review karena saya baru datang dari Comutex, jadi saya belum bisa nge-review dengan full. Nanti di video review-nya kita mungkin tes beberapa game lah, 10 game berat untuk ngyiksa si Dimensity 8350 Ultimate-nya. Tapi sekarang kita coba lihat tipis-tipis dulu di dalam paket pembeliannya ada apa aja. Jadi yang jelas untuk yang basic ada HP-nya sendiri. Bah dan dia sih bilang ya all day full system jadi gak ada frame yang drop. Wah benarkah seperti itu? Nanti kita coba. Dan ini sih yang gokil sih GT Trigger. Di harga Rp3 jutaan ada GT Trigger-nya. Plus chipsetnya juga udah pakai chipset bukan Helio G99 khasnya Infinix. udah pakai Mediatek 8.000 series. Dan di dalam paket pembeliannya ada apa aja? Ada buku panduan debu dan juga pakai data ini gede banget ya 792 GB setiap bulannya 33 GB selama 24 bulan. Jadi istilahnya kalian beli HP ini enggak perlu bingung soal kuota lagi karena hampir 1 TB ya. Ini gede banget sih. Terus kita juga dapat adapter yang adapternya ini 45 wat untuk yang versi basic. Apakah versi spesial juga 45 wat? Nanti kita bahas. Terus juga kita dapat kabel yang type A to type C dan ada sim ejectornya di sini. Dan kita juga dapat case transparan kayak gini. Dan untuk HP-nya seperti ini. Untuk yang basic be desain-desainnya itu desain-desain futuristik makanya disebut dengan meca desain atau cyber design. Wah, sekarang kita taruh di sini dulu sambil kita bandingkan dengan yang special edition. Wah, kalau yang special edition ini lebih berat ya. Jadi isinya harusnya lebih banyak. Dan kalau untuk pembedanya sebenarnya secara selling point sama ya, tapi untuk yang special edition ini RAM-nya coba kalian lihat 512 plus 12. Kalau yang basic tadi 8 GB untuk RAM-nya. Okelah dan langsung aja kita buka. Seharusnya experience-nya beda sih. Ini biarin ngintip dulu. Set. Weh, gila. Dan ada dua box loh ya. Jadi enggak satu, kita langsung dapat dua box. Dan di box ini udah tertulis jelas GT Pro Gaming kit. Jadi, ada M case dan juga Macnya. Apa itu? Kita buka sekarang apa HP-nya dulu? Kita buka HP-nya dulu aja ya. Wuh, gila dapat dua bok ya. Dan langsung aja kita buka HP-nya dulu. HP. Wah, HP-nya kita taruh sini dulu. Kita coba lihat. Harusnya sih sama di dalamnya ya. Yap, jadi ada Smart Friend sama-sama 33 GB untuk 1 tahun per bulan 33 GB. Terus kita juga dapat buku panduan. Nah, chargernya juga sama kita dapatnya yang 45 watt dan kabelnya juga sama type A to type C. Terus untuk softcase-nya juga sama ya, warnanya pun sama dengan varian yang basic tadi. Mungkin pembedaannya ada di sini ya. Nanti kita lihat, kita coba lihat HP-nya dulu apakah ada perbedaan antara yang basic sama special edition. Wah, beda sih dari segi desain. Kalau kalian lihat lebih ramai di special edition terus lebih niat di special edition. Yang special edition ini kayak ala-ala transparannya gitu ada. Terus tekstur lighting-nya harusnya berbeda sih, tapi secara garis bentuk mirip-mirip. Bingkai kameranya mirip ya. Pembedanya cuma di back cover. Layar pun juga sama. Di bagian sini juga ada warna aksen hijau yang menjadi pembeda. Di sini juga ada aksen tipis hijau. Kalau di sini merah. Tuh. Kalau saya sih suka yang special edition ya. Kalau memang mau dibuat gaming sekalian biar kelihatan futuristik dan gaming gitu. Wah, kalau kalian suka yang mana coba tulis di kolom komentar ya. Nah, ini nih selisih 400.000. 1000-nya nih. Ini yang penting nih. Ini kita dapat apa aja? Kalau dari gambar sih seharusnya ini dapat cooling ya. Tapi ini ada dua nih. Maxve dan juga make charge cooler. Set. Wah. Uh. Kita dapat casing lagi guys. Jadi casing-nya yang lebih niat ini versi special edition. Wah jauh sih ya. Secara feel ini lebih hard. Kalau ini kan soft nih. Nah, ini enggak bisa nih ditekuk-tekuk. Dan di sini juga bolong-bolong. Kenapa bolong? Karena nanti biar lighting effect-nya itu bisa muncul dari bolongnya sini. Secara desain juga futuristik untuk cas-nya. Uh. Oke, kita coba geser. Kalau misalkan kita main game kan pasti hebo ya. Eh, gila dia kuat ternyata ya. Tuh, enggak gampang jatuh. Wah, gokil. Wah, ini sih kalian mau nge-game apapun mau aspalt yang pakai Jau gini-gini aman sih. Terus kita juga dapat kabel yang seharusnya kabelnya ini buat ngecas make charge-nya ini ya. Oke, jadi kedua HP-nya udah selesai kita instalasi untuk hands on dan secara software sih mirip-mirip ya. Dan untuk UI sih sama persis ya, enggak ada pembeda. Action center-nya sama, kolom notifikasinya juga sama. Harusnya ini masih belum ada notifikasi. Terus secara UI karena sama-sama XOS, sama-sama 144 Hz. Wih, gila ini sih mulus banget ya. Kayak kulit bayi baru lahir. Oke, jadi sekarang kita coba lihat dulu desain untuk gamingnya. Saya penasaran dengan me wave-nya ini. Kalau misalkan nyala antara yang basic sama yang pro gimana? Jadi kita tinggal masuk ke setting terus setelah itu tinggal tekan mechanical light wave. Wow, beda sih kalau yang pro itu dia RGB. Sementara yang varian basic itu putih aja ya. Coba kalau misalkan kita nyalain lagi tuh putih aja. Dia ada warna RGB-nya dan efeknya lebih terlihat karena warnanya hitam ketemu kontras merah. Cakep gitu cuman karena dia glossy ya jadi reflect tuh kamera atas saya langsung kelihatan. Kalau ini ini karena dia mid jadi reflek-nya enggak terlalu kelihatan kacanya enggak terlalu kelihatan kayak di seri pro tapi kan nanti bakalan pakai casing ya. Jadi harusnya sih enggak kelihatan juga. Kalau untuk settingannya sama persis ya. Jadi mechanical light wave-nya ini bisa nyala kalau misalkan kalian aktifkan beberapa fitur ini. Jadi ada charging, musik, call, shooting, dan juga gaming. Party modood ini kalau misalkan dia ada lagu, dia bakalan nyesuaiin sama lagunya. Contohnya kalau misalkan ini ret nih. Nah, terus kalau misalkan ini kita coba meteor. Meteor tuh. Jadi bedanya gini nih. Ini kalau misalkan lampu saya mati terus kita nyalakan dia bisa jadi lampu disco juga pasti. Terus di bagian sini ada GT trigger-nya ya. Nah, ini yang menarik kalau misalkan volume up, tombol power ya ini standar lah ya. Dia udah dual stereo juga yang juga menjadi standarnya HP Phoenix. Terus di sini enggak ada apa-apa. Di bagian atasnya ada mikrofon, air blaster, dan juga speaker lagi. Cuman saya penasaran sama GT triger-nya mana settingnya. Nah, ini nih GT Trigger-nya. Ini dia bisa jadi shortcut juga. Jadi kalau misalkan kita long press botton itu kita bisa misalkan mau buka PUBG ya bisa. Jadi tinggal di long press ditahan seperti ini. Dia bakal langsung buka PUBG karena kita udah masuk ke settingannya yang tadi. Terus kita juga bisa pakai double press one button to enable ini. Jadi kita tinggal tekan tap dua kali kayak gini aja. Dia bakal open kamera. Jadi enaknya karena ada dua trigger ya. Jadi kalau posisinya vertikal bisa kayak gini nih. Tuh langsung open kamera. Kalau buat foto bisa enggak? Oh enggak bisa ya. Cuman buat open aja. Kalau foto bisa pakai volume sih tuh. Oke sekarang karena ini HP gaming trigger, saya mau coba yang pro aja deh yang 12 GB untuk kita coba dia main di PUBG. Dan dia kalau misalkan dipencet selain ada getarnya ya entah dengar apa enggak ya di sini ya. Jadi kayak ya kayak iPhone lah, kayak buatannya iPhone. Jadi hepticknya itu enak tek tek gitu. Jadi walaupun bukan mekanikal sebenarnya, tapi feel ttil-nya ada. Terus kita juga bisa seternya ini mau dipakai apa. Jadi misal bisa buat scop, bisa buat nembak, bisa buat leaning, bisa semua. Dan kalau misalkan in game gila suaranya kencang banget. Bentar ya. Ini volume berapa nih? Uh 100%. Woh, suara vokalnya itu jelas, tapi bassnya di background itu juga tetap kedengar. K banget loh ini. Gokil, gokil. Bentar, sekarang kita coba. Gila, kencang sih untuk HP R jutaan ini sebenarnya Rp3 jutaan dapat juga ya. Beda RAM untuk HP R3 jutaan lah berarti ya. Dia lumayan imersif juga. Nah, di bagian ini kita bisa lihat ada banyak banget menu ya, mulai dari performance, equilibrium, sampai power saving. Jadi, kita bisa pilih modenya, brightness-nya, terus bahkan sampai kita mau apa nih? Esport mode juga ada. Terus di sini juga ada image stabilization, esport mode, touch optimization. Wuh, banyaklah. Bypass charging juga ada di sini. Jadi kalau misalkan kalian mau nge-game lama tanpa pengin baterai kalian itu boros, bisa pakai bypass charging aja. Karena dia enggak bakalan pakai baterai. Jadi langsung ke mobonya dibypass gitu baterainya. dan masih banyak lagi fiturnya ya. Tuh, kalian tinggal pilih aja mode gaming-nya karena banyak banget. Oke, kita coba untuk main game PUBG karena menurut saya triggernya ini paling enak untuk main game FPS lah. Karena untuk leaning, scooping, sama firing itu lebih enak kalau game FPS. Cuman kalau kalian biasa main Mobile Legends pakai GT Trager mungkin dengan shortcut atau tombol custom makro kalian ya bisa juga sebenarnya. Waduh, ini siapa nih? Teman bukan ya? Bentar ya, semoga aja itu teman. Oke, kita harus cari senjata dulu. Oke, udah dapat. Mantap. Nah, ini bisa buat tuh. Ini udah saya set di bagian kirinya itu untuk scooping dan bagian kanannya untuk tembak. H mampus. Mampus satu, Guys. Sebentar. Wih, mampus dua, Guys. Bentar. Sini, sini, sini. Mampus. Gila, ini saya belum pakai kul, ya. Jadi, saya mau di unboxing ini, saya enggak mau pakai coolingnya dulu. Saya mau ngetes kalau misalnya enggak pakai cooling suhunya nanti ketika untuk main PUBG satu match kira-kira berapa Oke, mampus. Headshot. Huh. Jadi untuk settingannya di grafik dia bisa dapat smooth itu di ultra extreme jadi bisa 120 fps. Ini udah 120 fps nih. Tuh kalau kita lihat FPS-nya kan 120 tuh. Nanti kita dieview-nya kita pakai FPS meter juga ya. Tapi ini di sini tuh udah kelihatan kan? Bentar. Nah tuh 118 FPS dan settingannya langsung autonya itu di smooth ultra extreme tadi dengan 120 FPS dan pemainnya tinggal 10 satu match ya kira-kira 20 menitan lah ini ya. Dia masih bisa stabil di 120 FPS. Aman. Terus kita juga bisa lock ya ini brightness-nya ya biar dia enggak gonda-ganti. Kita lock di sini aja. Ini harusnya pas sih kalau di mata saya sih. Uduh wuduh wuduh wuduh. Pencet sorencet. Uh gila sensitif banget ya triggernya ya. Dan karena imersisnya suaranya ya kalau ada tembakan suara jauh di bagian belakang backovernya ini geter. Jadi visualnya itu atau kerasanya adrenalinnya itu bukan dari bukan dari sound-nya doang, tapi dari back covernya yang geter itu. Kita juga tahu kalau ada musuh. Yah. Yah, game over, Guys. Gila. Bentar, ya, sambil kita tes suhunya ada berapa. Oke, sambil saya spectate teman saya, kita coba fleir di berapa ya? Ini langsung live live fleir aja langsung dari kalian. Ada di 39. Coba kita lihat titik paling panasnya. 41 kom sekian derajat celcius. Ini paling panasnya ya. Itu dekat kamera. Tapi kalau misalkan yang tangan kita pegang itu di 38,7 derajat celcius. Jadi masih aman walaupun tanpa case dan tanpa ma chargernya. Bayangin kalau misalkan ini ditambahin ini dan pakai cooling, wah bisa lebih dingin lagi sih. Tapi nanti ya di video review-nya kita coba ya. Jadi itu tadi adalah beberapa fitur gaming yang ada di Infinix GT 30 Pro di mana triggernya ini kepakai banget. Terus back covernya ini kalau misalkan ada suara tembakan pun juga geter. Jadi feel-nya itu bukan cuma tembakan aja. Jadi kita bisa kayak sinyalnya itu dari back cover-nya yang getel tadi. Cuman ya itu kalau buat main game plusnya gitu ya. Tapi kalau kita gunakin untuk mainin musik ini geter nih. Tapi suaranya enak sih. Ini volume 100 tapi dia enggak gembreng, enggak pecah gitu tuh 100% tapi dia enggak pecah. Cuman backovernya jadi geter-geter. Jadi kerasa geternya. Nah, kalau main game ternyata enak karena kita bisa istilahnya bisa tahu musuh lagi nembak itu bukan dari suara aja, tapi dari back cover yang geter tadi. Jadi kayak nambah adrenalin gitu. Cuman kalau buat musik atau film sih ketika kalian pegang mungkin agak kurang ya. Terus selain itu coba kita lihat beberapa menunya ya sebelum nanti kita masuk ke review-nya. Ada Infinix AI. AI-nya banyak. Jadi ada assistantnya ini kayak semacam sirinya Infinix. Jadi namanya ini FAC voice, terus ada smart touch, translation assistant, social assistant, dokumen sampai writing ada AI noteing, banyaklah tuh. Visual enhancer, circle to search juga ada. Coba circle to search-nya tuh ada juga. Sekarang kita cobain kameranya ya. Kameranya kita coba untuk objek yang GT ini deh. Kita coba di ultrawide-nya dulu. Oke, 0,6 satu kali dan tiga kali. Nah, hasilnya kayak gini. Ini tiga kalinya, ini min-nya dan ini ultrawide-nya. Cuman biar lebih lengkap, kita langsung coba di luar aja kali ya. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera belakang dari si Infinix GT30 Pro. Untuk hasil-hasil fotonya besok aja ya atau di video review-nya lah. Sekarang kita spill tipis-tipis saja untuk hasil videonya. Nah, ini kalau misalkan dynamic dalau kita gunakan untuk jalan kira-kira seperti ini. Dan untuk resolusinya ini langsung aja kita cobain yang 4K 30 fps. Nah, di video review-nya nanti kita bakal cobain lebih lengkap. Sekarang kita coba spill tipis-tipis kamera depannya. Nah, untuk kamera depannya pun juga bisa 4K 30 fps ya. Kalau untuk dynamic range seperti ini, uh, masih okelah ya karena tembok dan juga langit masih bisa terseparasi dengan jelas. Skin tone agak kecoklatan, tapi masih enggak masalah di resolusi 4K 30 FPS-nya ini. Terus digunain untuk jalan kira-kira seperti ini. Jadi untuk videonya segitu aja ya. Karena videonya tadi saya lihat udah durasinya 20 menit lebih. Jadi nanti di video review-nya kita bahas lebih lengkap beserta untuk foto-fotonya juga. Kalau untuk layar F 144-nya ini mulus, aman. AMOLED-nya juga seperti yang kalian lihat tadi ketika main PUBG juga detailnya dapat dengan settingan yang mentok. Tapi kalau kalian pengen tahu gimana kalau misalkan kita nonton konten HDR tuh, wahnya itu hitam pekat. Cuman saran saya satu sih, mungkin kalian bisa beli temper atau screen guard yang anti reflectif ya. Kalian sayang banget nih ini kualitasnya udah oke, tapi larnya ini glossy jadi agak reflect tuh agak ngeganggu. Tinggal beli screen guard atau temper yang anti reflectif aja. Tuh pekatnya itu juga dapat banget. Wah cakep sih. Dan kalau di upscaling dia bisa ini tadi belum diup scaling ya. Udah. Segitu detail aja di up scaling dia bisa di 2160p XDR. Wah dan lihat aja uh detailnya tetesan madunya warna kuning sama pekatnya itu dapat banget. Nanti di-nya juga kita tes berapa untuk color gamut atau color akurasinya. Untuk baterai ya baterainya itu 5.500 mAh. Dan tadi pas kita tes PUBG itu di 1 jam 14 menit dia berkurang 12%. Lumayan awet juga. Nah, ini Gensin Impact tadi juga udah saya sempat coba sama watering wave. Dia berukurannya segini. Tapi untuk lebih lengkapnya nanti aja di video review-nya. Oke, jadi mungkin cukup segitu aja video unboxing dan juga tes tipis-tipis dari Infinic GT Pro yang special edition yang basic sih. Nanti aja dieview-nya ya kita gabungin jadi satu gitu. Dan kesimpulannya dengan harga R jutaan untuk yang Pro ini 4199 yaitu tadi kalian bisa lupa kalau ada HP gaming yang mahal karena fitur triggernya ini udah responsif bukan trigger yang murah yang ada latency-nya yang enggak enak dipakai gitu. Bahkan tadi saya coba main PUBG juga seperti yang kalian lihat saya kekhilapan walaupun sayangnya memang kita belum chicken dinner ya, terlalu agresif, terlalu overcfident. Tapi overall dari segi desain, fitur, bahkan hptik feedback dari GT trigger-nya juga bukan Htik feedback yang murah. Tapi coba ya kalau untuk HPIK feedback pengetikannya gimana? Enak juga sih. Bukan ciri khas yang biasanya Rp3 jutaan itu kayak kalian enggak tahu enggak sih geli-geli tipis. Ini enggak nih. Ini udah kayak HTIC feedback. Happy flagship. Gila, R juta nih harganya nih. Gokil. Gokil ya. Kalau ada yang bilang King Phoenix saya enggak heran sih. Karena dia selalu ngasih price to performance, price to designs, dan price to gimik kayak gini-gini itu banyak banget. Wah, bahaya sih Infinity ini ya. Coba deh kalau menurut kalian lawannya HP R jutaan dari Infinix GT30 Pro ini apa coba? kayaknya menurut saya belum ada ya yang bisa seallrounder ini untuk HP gaming. Tapi coba deh kalian tulis di kolom komentar.

Lihat di YouTube