HP Impian Para Gamer! Redmagic 10 Pro (YouTube Video)
Eh, Guys, kayaknya gua udah nemu calon HP gaming terbaik di tahun 2025 ini deh. Punya desain yang gaming banget dengan lampu joget-jogetnya, layar mulus tanpa ada topel, dan tentunya performance plus cooling system yang GG banget. Semuanya itu bakal gua coba dan buktiin kesaktiannya, termasuk hal yang harus dikorbanin sama HP ini. Tapi sebelumnya yuk kita intip isi box-nya. Ini dia yang berwarna abu-abu minimalis bertuliskan Redmi Jig di depan. Buat unit gua ini punya konfigurasi RAM 16 gig dan storage 512 dengan warna dust. Di dalamnya langsung disambut sama kotak lagi berisi SIM ejector dan kertas yang sering ditelan tarin. Terus dapat casing hard case plastik yang semi transparan gelap gitu dengan tekstur garis-garis. Ada HP-nya dan yes masih dapat charger 80 watt tentunya sama ada kabelnya USBC kesi warna merah. Pas dinyalain langsung disambut sama logo Red Magic. itu setup-setup kayak biasa, regi sidik jari. Dan setelah kelar gua cek storage-nya udah kemakan hampir 40 gig dari total 512. Cukup banyak ya. Udah kemakannya nih lumayan kontra sama HP yang baru gua review kemarin. Pixel 9A yang kemakan 14 gig aja. Seru deh HP Google yang satu ini. Cus ke sana kalau belum nonton. Buat OS-nya pakai Red Magic OS 10 berbasis Android 15 dan pas gua cek ternyata langsung dapat update software sekitar 600-an meg. Impresi gua sama HP ini benar-benar tampil beda. Ada tiga hal yang bikin gua salf nih. Yang pertama desain belakangnya yang semi transparan ya. Yang ada beberapa komponen kayak logo X, Snapdragon 8 Elite, penampakan baterai, dan tulisan Red Magic beserta logonya. Belum lagi di saat HP lain berlomba-lomba buat tonjolin kameranya, HP ini malah bikin kamera modul yang rata tanpa bum. Terus kalau kalian lihat kayak ada tombol merah gitu. Ini bukan tombol recording ya, tapi kipas yang ada lampu joget-joget yang kita bisa atur di settingan cooling fan. Terus buat logo X sama Red Magic-nya juga sama ya, ada lampu LED dan bisa diatur juga di bagian light strip. Pengaturannya macam-macam sih, sampai ganti warna juga bisa. Itu baru salf gua yang pertama. Yang kedua, coba kalian perhatiin layarnya deh. Ada yang aneh enggak? Bukan karena ada binatang yang lagi berjemur di atas pohon, tapi tompel kamera selfie-nya enggak ada. Ei. Yes. HP ini pakai teknologi under display kamera yang kalau sekilas dicari enggak ketemu. Cuman saat layarnya dimatiin ada tipis-tipis kelihatan sebenarnya. Tapi dari sudut tertentu aja tuh. Hmm. Jadi penasaran gimana hasil selfie-nya. Sama tambahan satu lagi, bezelnya ini super tipis ya di semua sisi. Mantap. Dan salf gua terakhir dari sisi bentuk sih HP ini benar-benar definisi HP ngotak. Di semua sisinya flat, habis itu tebal dan berat juga di 8,9 mili dan 229 gr. Untuk frame-nya sendiri dia dari metal ya, kelihatan dari garis antena. Terus lihat di sisi sebelah kanan buset penuh banget. Yang pertama ada tombol trigger, terus ada lubang ventilasi, tombol volume, tombol power bullet, dan switch warna merah buat nyalain fitur game space. Nanti kita bahas lebih lengkap. Terus ada satu mic juga dan tombol trigger satu lagi. Kalau di kiri cuma ada lubang ventilasinya doang ya. Terus di atas ada lubang kebahagiaan bagi sebagian para gamer, yaitu headphone jack, plus ada AR blaster juga, lubang speaker dan mic. Kalau di bawah ada slot dual SIM yang enggak bisa tambah memori. Mic lagi, port C, dan lubang speaker. Gimana, Guys? Ikutan salvo kayak gua enggak? Oke, Guys. Sekarang kita ke spesifikasi. Tapi yang penting-penting aja, ya. Mulai dari layar yang punya ukuran 6,85 inch, AMOLED dengan refresh rate 144 Hz. Habis itu buat performance tentunya pakai Snapdragon 8 Elite yang pakai RAM LPDDR 5X Ultra. Katanya sih lebih cepat 13% dari LPDDR 5X biasa ya. Dan storage-nya pakai UFS 4.1 yang diklaim punya kecepatan baca tulis yang lebih cepat sekitar 3 dan 10% dari yang biasa. Terus ada ketambahan satu chipset lagi yang dibikin bareng sama Qualcom yaitu Red Core R3. Sedangkan buat cooling systemnya lengkap juga nih mulai dari vaper chamber yang gede di 12.000 1000 mm². Sebagai perbandingan, kuning sistem di IQ 13 itu punya luas 7.000 mm ya dan Poco F7 Ultra 5.400. Gil, another level sih. Dan enggak sampai situ, dia punya kipas sendiri beserta lubang sventilasi di kanan dan kiri HP-nya. Tapi pertanyaannya apakah ngaruh? Buat Antutonya sendiri dapat di 2,7 juta ya tertinggi kedua setelah IQ 13 di 2,78 juta yang sempat gua tes kemarin baru Poco F7 Ultra. Sedangkan Geekbench 6 dapat skor tertinggi yang pernah gua coba di 3.100 single core dan hampir 10.000 multi core. Habis itu benchmark terakhir 3D Max rest. Di sini gua coba dua kali. Yang pertama kondisi kipas mati dan hasilnya dapat baseloop hampir 7.000 dengan stabilisasi 79,5% yang kalau gua cek suhu maksimalnya ada di 54 derajat. Dan gimana kalau pakai kipas? Punya skor yang beda tipis aja sih dengan stabilisasi 79,5% juga tapi suhu maksimumnya ada di 51 derajat terpaut 3% ya yang lumayan banget ini. Dan tahu apa yang menarik? Ternyata konsumsi baterainya bisa sama loh. Jadi di tes kedua tadi gua sempat charge dulu biar sama baterainya di 68% dan kalau dilihat sama-sama berkurang 15% ya. Hmm menarik nih. Padahal pakai kipas loh yang tes kedua. Ya udah, balik lagi kita ke spek dan buat baterai udah kayak judul animasi yang lagi ngetren di Indo ya, jumbo di 7.050 mAh dengan charging yang mendukung sampai 100 watt fast charging. Tapi buat chargernya sendiri dapat yang 80 wat. Terus enggak ada wireless charging, tapi ada salah satu fitur favorit para gamer, yaitu bypass charging. Dan tambahan aja kalau kipasnya ini juga jalan pas kita lagi ngechas ya, yang gunanya biar charging-nya lebih cepat. Karena biasanya saat ngecap kalau suhunya udah mulai panas nanti aliran dayanya bakal diop atau dilambatin. Tunggu sampai adem lagi. Terus buat kamera, dia punya 2 50 megapel lensa utama dan ultra wide plus bonus lensa yang tak dianggap 2 megapel makro. Untuk selfie-nya yang tadi di dalam layar ya dengan resolusi 16 megap. Terakhir buat spek lainnya, HP ini udah HP 5G support stereo speaker yang kalau dilihat spek di website mereka gak main-main sih. Habis itu ada NFC, AR Blaster dan lain-lain. Yang menarik di sini Redmi Judah support USB type C 3.2 gen 2 ya. Cuma emang belum support di IP68, baru di IP54 doang. yang menurut gua sih gara-gara ada lubang ventilasinya ini kali ya. Terus gue jadi kepikiran deh kalau debu masuk gimana. Oke, sebelum kita tes sebuas apa HP ini kalau dipakai nge-game plus gimana persebaran aliran panasnya dengan kipas ini, mari bahas fitur gaming yang menurut gua paling komplit yang pernah gua coba deh, yaitu game space. Kalian bisa masuk ke game space ini pakai switch merah di samping ya. Dan ketika dinyalain langsung masuk ke game lobi. Di sisi kiri ada list-list game kalian dan langsung aja kita pakai Genchin Impact. Kalau di dalam game kalian bisa swipe dua kali dari kiri atau kanan buat masuk ke interface game space-nya tadi. Simpelnya game space ini dibagi jadi dua area. Di sebelah kiri ini ada settingan yang langsung ngefek ke iname kayak performance mode, custom trigger, picture quality, dan lainnya. Sedangkan sebelah kanan lebih banyak menyangkut ke basic system setting kayak WiFi, kipas, bypass charging, RGB, dan lain-lain. Serius modenya banyak dan lengkap banget ya. Jadi gua bakal bahas yang menurut gua penting-penting aja nih. Yang pertama ada Diablo. Diablo, Diablo. Diablo mod yang fungsinya buat naikin dan maksimalin penggunaan CPU dan GPU. Mirip kayak fitur overclocking di PC. Terus ada juga info yang kalau dinyalain kalian bisa tampilin status FPS, koneksi, baterai, dan lain-lain. Ada juga superior pick quality buat naikin resolusi dan FPS. Dan yang paling berasa di sini efeknya guma 60 fps ke 120. Kalian bisa lihat di bagian info ya, FPS-nya langsung berubah dan game-nya jadi berasa lebih smooth. Terus ini nih, customize trigger yang bisa kalian pakai buat custom trigger kiri kanan. Dan ternyata ada lampunya juga loh, merah sama biru. Tinggal kalian assign aja ke salah satu tombol di layar dan pas dipencet ada getaran-getaran gitu. Habis itu ini yang bikin gua bingung sih, Scott mode. Dia kayak ngasih kaca pembesar di tengah gitu ya, yang gua enggak ngerti sih buat apaan. Gua coba pindahin kaca pembesarnya tapi gak bisa. Berasa enggak ada gunanya enggak sih? Terus ada sensor manipulation di mana kita bisa kendaliin game-nya dengan goyangin HP kita. Misalnya gua set goyang ke atas buat loncat. Btw, Guys, kalau kalian suka gua ngebahas HPHP gaming kayak gini, boleh kasih tahu gua dengan like video ini, ya. Dan subscribe juga buat yang belum. Oke, thank you. Nah, langsung aja kita gas ke Gin Impact dengan settingan rata kanan high 60 fps dan hasilnya rata dong 60 fps tuh dengan drop terendah di 52. Itu pun jarang banget. Dan selama gua main titik terpanas ada di 38,8 C eh cm. di 38,8 derajat celcius. Ngegame genchin Impact rasa Mobile Legends enggak sih? Gua main selama 20 menitan dan baterai berkurang 7%. Terus lanjut kita ke game Withering Wave. Lagi-lagi langsung gaspol pakai settingan rata kanan di ultra high 60 fps. Lagi-lagi hasilnya kita dapat hampir di 60 ya atau tepatnya 59,5 fps dengan drop terendah di 57. Stabil banget. Buat suhu layar. Titik paling panas sih 42,6 derajat yang mana termakud wajar apalagi dengan performance yang mentok. Tapi gue jadi penasaran sih apakah cooling systemnya ngaruh atau cuma pajangan aja? Ya udah cara tahunya ya kita tinggal cek aja suhunya dan terbukti nih justru suhu paling panas ada di lubang atas ini yang mencapai 46,2 derajat. Dan menurut Ilmu soto guanan cupu ini, kipas yang ada di HP ini ngebantu ngebuang panas dari chipset ke lubang ventilasi yang ada. Makanya bisa lebih panas di sana. Sedangkan lubang yang bawah enggak sepanas yang atas sih, karena mungkin rada jauh aja dari kipas dan chipset di 41,1 derajat. Btw, koreksi kalau salah ya. Untuk konsumsi dayanya sendiri selama 20 menit main tadi baterai berkurang 9% yang mana dengan durasi sama dan settingan mentok, pengurangannya sama kayak IQ 13 berkurang 9% sedangkan Poco F7 Ultra di 11%. Bt buat detail duel IQ dan Poco ini kalian bisa lihat videonya di sini nih. Habis itu lanjut ke PUBG. Udah ke-unlock settingan smoke Ultra Extreme. Enggak usah dites lagi lah ya. Harusnya mentok di 120. Dan di sini emang terbukti kalau fitur gaming yang ada tadi benar-benar ngebantu pengalaman mainnya lebih mantap. Misalnya gua bisa pakai trigger button yang buat nembak sama satu lagi buat loncat-loncat bahagia kali ya. Terus kalian masih ingat scout mode yang sempat gua bully? Berasa gak ada gunanya enggak sih? Ternyata gua yang kena bully, Guys. Fitur ini ngebantu banget ya buat lihat musuh yang kecil gitu. Jadi lebih gede dan ngekernya lebih enak. Maafkan saya, Red Magic. Tapi pertanyaan gua, ini jatuhnya keren atau curang ya? Coba kubu yang bilang keren siapa nih? Dan kubu yang bilang curang kenapa alasannya? Oh ya kalau buat Mobile Legends langsung ke settingannya aja lah ya. Udah mentok di ultra-ultra. Buat kamera sekilas aja ya. Overall 50 megapel lensa utamanya punya detail dan dynamic range yang baik dengan saturasi warna yang lebih tinggi dan zoom-nya bisa mentok di 10 kali. Untuk foto portretnya juga bagus sih kalau kalian lihat di sini. Sedangkan buat ultrawide punya resolusi sama 50 megapel yang ada sedikit penurunan kualitas. Tapi kalau kita enggak terlalu zoom gitu enggak terlalu jauh beda sih menurut gua. Lanjut kita ke selfie yang mana kalau lihat di preview agak butek gitu. Tapi dengan kecanggihan pemrosesan gambar di belakang layar hasilnya udah cukup baik kok. buat selfie yang lensanya ada di dalam layar. Paling agak keterangan dikit aja buat gua. Cuma hasil ini cukup keok kalau di video. Berasa lagi berkabut aja suasananya. Dan gue juga udah pastiin bersih dengan lap layar depannya ya. Tapi sama aja ya, Guys. Karena ini under display sih kualitasnya. Ini udah gua lap ya. Kalau buat video udah termakud baik. Kalian bisa lihat di sini dengan resolusi mentok di 8K30 dan selfie-nya tadi di 1080p30. Terus gimana pas lo? Sebelum gua kasih tahu selfie-nya, untuk kamera belakang sih udah baik ya. Paling punya warna yang sedikit lebih keluar sama kayak videonya yang berasa lebih hijau rumputnya dengan giter yang lumayan berasa. Terakhir untuk selfie low light tipical kamera under display ya. Kalau ada lampu gitu hasilnya kayak banyak berlian di sini dan gambarnya juga lebih gelap. Sedangkan fotonya enggak separah video sih. Ada pemrosesan di belakang layar yang bikin berlian-berlian tadi lebih teredam. Jadi di Singapura HP ini punya empat warna ya, ada shadow sama light speed buat varian 12+ 256 seharga 95 Singaporea dolar atau kalau dirupiahin R,3 juta. Dan dua warna lagi moonlight dan dust buat 16+ 512 yaitu di 15,3 juta. Sebenarnya ada satu varian lagi yang paling tinggi warna Dust dengan konfigurasi 24 gig RAM dan 1 ter storage. Sadis enggak tuh? seharga hampir Rp19 juta. Overall untuk sebagai HP gaming, Red Magic 10 Pro ini benar-benar bikin gua impress banget sih. Mulai dari desain yang menarik, layar luas tanpa tompel, performance buas, baterai awet, fitur-fitur gaming yang lengkap banget dan lain sebagainya. Cuman enggak ada yang sempurna, Mak Bro, dari kelebihan-kelibahan. Tunggu kiri, tunggu kurus, kurus, tunggu kiri. Eh, dari kelebihan-kelebihan tadi ada kekurangannya juga. Pertama dari sisi kamera khususnya selfie ya yang udah gua jabarin sebelumnya. Foto selfie daylight masih oke cuman buat video selfie-nya kureng tuh. Terus untuk lowlight selfie lebih kurang lagi. selebihnya udah ok lah untuk ukuran HP gaming. Habis itu karena IP ratingnya di IP54 jangan terlalu barbar juga buat penggunaannya. Enggak bisa dicelup-celup ataupun ke tempat yang banyak debu atau pasir kayak di pantai karena ada ventilasinya tadi ya buat buang panas. Dan terakhir mungkin secara update software agak pendek kali kalau gua cek di GSM Arena support satu kali Android update dan dua kali Red Magic OS update. Kayaknya udah sih itu aja. Dan kalau kalian bisa berdamai dengan kekurangannya tadi, ini HP menurut gua menyeramkan banget dalam artian positif ya. Karena tiap-tiap kelebihan tadi bisa gua bilang kelebihan yang di atas rata-rata. Menurut kalian apakah HP ini harus dibawa ke
