Jungkat

HP Infinix 7 Juta ?? Emang Bisa Apa ? Unboxing Infinix GT 50 Pro (YouTube Video)

  • 18/04/2026

Infinix bukan lagi King yang kita kenal. Tahun ini perubahannya [musik] itu besar-besaran termasuk naik harganya juga. Kayak si Infinix GT 50 Pro yang akan kita bahas ini harganya kalau dibandingkan dengan Infinic GT30 Pro jauh ya. Dulu Infinic [musik] GT30 Pro itu start from Rp3 jutaan buat yang 8256 terus yang 512 itu 4,6 juta. Nah, si Infinix GT50 Pro ini dia udah enggak ada yang varian 8256. Langsung naik RAM-nya ke 12256. Tapi harganya juga ikut naik di 6499 pas flalil dan yang 12512 itu di [musik] 7499. Wah, naiknya udah berapa tuh? Udah kayak dua kali lipat. Cipsetnya naik sih. Dia pakai Diamond City 8400 [musik] dibandingkan si Infinitexic GT 30 Pro yang pakai Diamond City 8350 secara angka kayak dari [musik] 350 ke 400 kayak naik cuman 50 ya. Tapi sebenarnya naiknya cukup lumayan sih. Kalian bisa lihat chart ini aja biar durasi videonya enggak terlalu panjang. Cuman dengan harga segitu jujur menurut saya ya kayak bukan [musik] Infinix yang kita kenal. Kalau si Infinix si perusak harga pasar aja udah naik ya kalian bisa tahulah [musik] ya gimana vendor-vendor lainnya. Nah dengan harga Rp6 juta ini selain chipset, RAM dan juga storage tadi kalau misalkan Infinic ini enggak ngasih lebih, menurut saya sih jadinya enggak worthed ya. Tapi kalau kita lihat di dalam paket pembeliannya aja ini udah ada dapat banyak banget. Jadi dengan harga sekitar start from R jutaan, apakah masih menarik untuk dibeli Infinix Town ini? [musik] Yuk, kita bahas. Sebelum kita bahas, saya mau nge-jokes dulu tentang tagline-nya Infinix. Semoga [musik] lucu ya. Jadi, Infinix itu kan tagline-nya play performance, gabungan dari kata play dan performance. Nah, performance itu ini nama HP atau nama gym? Enggak lucu kita, ya. Kak lucu sih. [berteriak] Nah, kalau kalian lihat di sini ada banyak box. Ada GTBS 5, GT Watch 5 Pro, GT50 Pro, sama ini nanti ini ada semacam arsitekturnya lah. Jadi Infini itu pengen nunjukin gimana liquid cooling-nya mereka bekerja karena kan di bagian dalam ya. Tapi nanti kita coba lihatin. Nah, untuk harga-harga dari ini, ini dan juga MAC charge cooler yang ada di dalam itu kata Infinix sih nominalnya sekitar Rp1,5 [musik] juta. Nah, strategi ini menurut saya juga termasuk salah satu strategi Infinix untuk ngakalin harga-harga yang memang sekarang komponennya lagi naik. Jadi, bukan cuma ng-upgrade spek aja, ng-upgrade bonus juga biar kelihatannya itu masih worthed dengan harga Rp6 juta. [musik] Nah, dari sini menurut kalian apa masih worthed? Ya, ini nanti kita bahas di review-nya aja ya. Kita coba ekosistemnya juga. Cuman sekilas aja, jadi si GT Watch 5 Pro ini smartwatch yang punya fitur countdown. Kalau misalkan kalian main respon, Mobile Legends bisa di layar tangannya juga gitu. Fitur [musik] yang enggak terlalu penting tapi nanti di video ref-nya kita bahas ya. Terus ada GT Buds 5 ini punya latency sekitar 44 m dan dia punya full link khusus untuk GT 50 Pro-nya juga. Sekali lagi nanti aja diev-nya ya. Jadi paling enggak kalian tahulah ya gimana [musik] boksnya. Dan untuk si box Infinix-nya sendiri, ini sih yang menurut saya membuat dia mahal tuh ini nih MPL. Coba bayangin kalau misalkan dia gak sponsorin MPL [musik] mungkin harganya bisa jauh lebih murah. Kenapa sih Infinix harus MPL? Ya bisa MBG aja gitu dibanding MPL kan ya. Kan lebih jangan di sini [musik] jadi mahal. Jadi lebih mahal nanti kalau MPG. Nah di sini kalau kalian lihat udah ada tulisannya GT50 Pro dengan cooling Edition. [musik] Terus ada Macarge Cooler dan juga Mac Kiss. Itu bonusnya ya. Dan kenapa ada Mounton-nya ya? Mungkin karena dia collab sama si Mounton jadi Moonton Allri reserved. Terus untuk RAM-nya 24 GB. Gokil. Ini sebenarnya cuman 12 tapi virtual RAM-nya 12 jadi 24. Staurage-nya di 512. Jadi udah naik clas ya. Udah kayak HP-HP flagship dengan 512 [musik] GB. Oke, jadi langsung aja kita coba lihat di dalam paket pembeliannya ini ada apa aja. Uh, kita dapat dua box ya dan taglinnya itu liquid flow hyper performance. Kita coba buka ini dulu deh. MC Charge Cooler 2.0-nya. Jadi fiturnya itu dia ada wireless bypass charging, ada glaser cooling power. Apa ini saya juga belum tahu, kita buka dulu aja. Jadi harusnya sih case sama coolernya ya. Oh, kita dapat coolernya aja, Guys. Dan coolernya ini kayak gini. Boknya sih cakep banget ya, tapi coolernya. Oh, ini nih. Jadi dia harus pakai magnetic. wireless-nya di sini nanti kita coba. Dan kabelnya ini type C to type C loh ya. Gokil untuk charger aja type C to type C. Nah, sekarang ini nih box [musik] utamanya. Jadi kita dapat uh dapat kuota juga, Guys. Kuota dari Smartfend 48 GB selama 1 tahun. Terus ya coba kita lihat di dalamnya ada HP Infinix-nya. Ini ada yang varian Black Abis. Jadi dia [musik] black abis. Hitam banget gitu M. Jadi black A B Ys gitu. Cuman kalau orang enggak tahu kan black [musik] habis, hitam habis gitu maksudnya. Kita taruh sini dulu. Terus kita juga dapat. Nah, ini nih case-nya yang memang udah didesain [musik] untuk compatible sama si coolernya tadi. Jadi, di sini kan ada kayak semacam wireless charging-nya. Bentar, saya ambil wireless-nya. Terus tak. Wih, coba ya kalau misalkan tanpa case-nya nanti deh kita coba lihat dulu di dalam paket pembeliannya. Nah, ini HP-nya pakai Mediatek tapi ada tulisannya license by Qualcom. Lucu sih Infini itu emang lucu sih. Terus ya iniya dapat kuota 48 GB lumayan. Terus kita dapat charge juga 45 watt enggak yang gede-gede banget ya. Terus dapat kabel type E to type C plus ada sim ejectornya ya. Untuk harga Rp7.45 watt kurang sih menurut saya. Harusnya 66 atau 90 watt gitu lebih makes sense sih ya. Oke jadi ini yang varian black abis ya hitam abis gitu. Nah, yang black ini sih terlihat HP gaming [musik] banget sih, Guys. Terus kalau misalkan pakai case yang transparan, jatuhnya transparansi di bagian bawahnya ini. Wah, ini bukan softcase ya, ternyata hard case ya ini ya. Tuh, jadi di bagian sini masih kelihatan. Cuman ini bentar aja kalau kalian lihat udah langsung gampang magnet fingerprint ya. Coba saya bersihin dulu. Nah, terus kalau pakai coolingnya entar. Nah, seperti ini nih. Cakep. Nanti kita coba nyalain ya. Oke, sekarang kita coba lihat dulu desainnya kayak gimana. Karena di Infinix GT30 Pro menurut saya udah bagus dengan trigger button-nya. Nah, ini bagian dalamnya ini. Ini beneran liquid, Guys. Jadi, kalau misalkan kalian gerak-gerakin dia itu pindah jadi kayak water cooling yang ada di PC gitu. Tuh, jadi misal ke sini tuh pindah kan dia coolingnya, ya. Tuh, keren sih. Gokil. Ada aja gimiknya ya. Nah, si Infinix ngirimin kita kayak semacam gimana sih cara kerjanya liquid coolingnya? Nah, ini nih. Ini jadi cara kerjanya dia bakalan menyebarkan panas dengan cara airnya ini disebarkan ke bagian panas. Nah, panas ketemu liquid air itu bakalan cepat dingin. Jadi, pertama heat dispensation-nya bakal lebih bagus plus juga lebih dingin. Tapi apakah benar? Nanti di video review-nya kita coba, ya. Nah, kayak gini nih. Namanya Hydroflow Liquid Cooling Architecture. Tapi yang keren sih karena dibuat [musik] ini ada kayak semacam transparansinya ya. Jadi, kita masih bisa lihat liquid coolingnya kayak gimana. Terus kalau untuk ketebalannya dia di 815 mm. Bobotnya gak sampai 200 gr ya. Ada di 198 [musik] gr. Dan ya agak bongsor sih di tangannya tapi kalau dibilang berat enggak juga karena masih di bawah 200 gr. Terus di bagian kiri sini enggak ada apa-apa. Di bagian atas ada speaker, ada air blaster, ada mikrofon juga. Di bagian kanan ini ada trigger button-nya. Jadi left, right, terus tombol power, volume up and down. Di bagian bawah type C, mic, speaker sama sim tray. Dan coba deh kita coba nyalain ya. Saya penasaran gimana butiknya kalau HP yang udah terlihat gaming kayak gini. Dan untuk F-nya ini pakai aluminium loh ya. Aluminium. Ini juga pakai kaca ya. Harga segitu. Kalau enggak pakai aluminium dan kaca sih agak merepotkan ya. Cuman sayangnya kalau kalian lihat nih gampang nempel fingerprint juga. Case-nya gampang nempel, backovernya gampang nempel. Uh, gila ada nyala-nyalanya ternyata. Wih, wih, wih. Jadi ditambah liquid cooling terus ditambah dengan nyala-nyalanya kayak gini. Wah, itu tadi pas booting ya. Oke, jadi si HP Infinic-nya udah selesai kita instalasi untuk hands on. On ini. Saya coba saya turunkan brightness-nya karena kayaknya terlalu terang. Dan untuk OS-nya dia pakai XOS yang jadi satu temanya itu dengan warna abis black-nya ini. Jadi banyak warna hitamnya kayak gini. Dan untuk refresh range dia di 144 Hz. Cuman saya penasaran deh dengan [musik] liquid cooling atau lighting-nya tadi karena dia baru nyala. Coba kita lihat di settingannya. Oh, ini ada GT zone. Apa nih? Ada trigger. Kita bisa atur triggernya di sini. Terus juga ada liquid cooling. Wih, hepticnya kalau misalkan liquid cooling-nya tadi kita masuk menu itu geter dia. Terus uh liquid cooling-nya ini flow-nya bisa kita atur ada normal, rapid, atau smart. Kita coba di rapid. Rapid itu. Wih, wih geraknya. Coba kalian lihat kalau rapid ya. Dia geraknya lebih cepat. Jadi ini misalkan kalian butuh performa liquid cooling yang lebih bagus, lebih cepat menghantarkan panas, ini sih oke sih. Untuk liquid cooling window atau jendelanya ini sebenarnya Infinix ngasih namanya itu dengan cooling pipeline window Display. Jadi udah kayak mirip ada akuarium di sini tapi yang jalan-jalan ini bukan ikan ya, lebih ke air yang jalan-jalan. Terus kita juga bisa ubah ke smart mode, normal mode juga. Normal modood enggak sekencang tadi ya gerakannya ya. Terus ada sound effect and vibration. Oh, ini yang bikin dia kayak geter-geter tadi, Guys. Gokil. Mungkin ini HP pertama atau HP pertama yang pernah saya review yang pakai liquid cooling. Wah, ada Red Magic Nubia ya. Cuman saya belum pernah pegang sih itu ya. Terus ada juga mechanical light wave-nya ini atau yang bagian lampu ini kita bisa pilih dia mau durasinya itu ada di custom bisa start time-nya kapan tuh. Terus juga bisa kita lihat ada flip to flash 6. Ada macam-macam. Kalau charging dia juga bakal nyala. Terus fix effect misalkan kita flywheel coba. Flywheel. Kalau flywheel dia bakalan muter kayak gini ya. Dia HP gaming tapi secara bingkai kamera enggak terlihat HP gaming. Jadi satu kesatuan itu kayak jadi HP gaming ketemu can cakep banget gitu. Terus di sini kalau kalian lihat bingkai kameranya juga cukup niat. Di sini ada flash. Terus ada island-nya lagi di sini dibikin [musik] sama dia. Terus apa lagi? E infinite. Infinite coba. Mmm. Wih, kayak gini kalau misalkan infinite, Guys. Coba saya paskan dulu lighting-nya. Tuh. lah. Eh, hilang. Entar kita coba rainfall. Nah, kalau rainfall kayak gini nih. Wih, cakep. Dan ini bisa kita atur warnanya. Jadi kalau misalkan mau warna ungu terus warna apa lagi? Biru. Karena dia RGB ya, jadi kalian bisa atur sesuai dengan kemauan kalian. Tapi karena liquid coolingnya ini warna hijau, saran saya sih memang bagus hijau ya biar blending gitu. Karena kalau kalian lihat di samping sini ya, itu juga ada kayak aksen-aksen hijaunya. Terus trigger buttonnya juga hijau. Jadi kalau enggak terlalu banyak warna, ini juga ada hijau nih di sini nih detail. Jadi kalau enggak terlalu banyak warna bakal terlihat lebih bagus. Sekarang kita coba untuk kualitas entertainment-nya. Kita coba untuk muter YouTube. Untuk speaker dia stereo speakernya. Bentar, ini masih iklan. Kita coba kalau misalkan di upsaling dia mentoknya di berapa? Bisa sampai di 2160p. [musik] XDR-nya juga nyala. Kita pilih yang tertinggi terus kita coba play. Kira-kira seperti ini kualitas layarnya. Jadi layarnya ini punya dimensi 6,78 inch. AMOLED resolusinya 1,5K. Beh, cakep sih ya [musik] layarnya ya. Terus dia juga pakai proteksinya itu Corning Gorilla Gl 7i dengan peck brightness-nya tembus di 4000 nit. Ada XDR10 Plus juga, XLG [musik] juga ada. Makanya kalau kalian lihat tadi di settingan advance-nya kebuka untuk settingan XDR-nya [musik] dan dia ini 144 Hz. Cuman biasanya si 144 Hz-nya itu cuman [musik] bisa di home screen dan juga di aplikasi bawah. Nanti di video ref-nya kita coba apakah udah ada game yang [musik] support 144 Hz di Infinix GT 50 Pro ini. Cuman ini apa karena kontennya ya? Kalau kalian dengerin agak cempreng kan ya. Tuh ada kayak gembretnya. Coba ya kita putar lagu yang noncopyright. Hm. Kalau untuk heptic feedback-nya pas nyari lagu ini udah bukan kayak Infinix sih. Htic feedbacknya itu enak dengan ttel yang nyaman. Coba kita tes ya. Siapa [musik] yang mau kau bisa cerita kita? Memang kalau volume 100% dia agak cempreng dan bassnya itu kayak kurang keluar aja gitu. Tapi untungnya ternyata hiptic feedback-nya enggak kayak Infinic yang saya kenal ya. Ini enak banget nih dibuat ngetik. Jadi udah kayak HP flagship tactilnya itu cuman di bagian tombolnya aja. Jadi berasa kayak ada keyboard walaupun dia enggak punya keyboard. Nah, sekarang coba kita lihat skor AnTutunya berapa sih. Masa udah HP yang diklaim liquid cooling kayak gini, skor AnTutunya enggak bisa tinggi. Jadi, kita tes pakai tiga skenario, ya. Nah, ini adalah skenario. Ini udah kita screenshot, ya. Skenario di mana dia enggak pakai cooling, ya. Itu di bawah klaimnya Infinix dengan R1,8 juta. Nah, ada juga cooling bawaan. Nah, ini cooling bawaannya dia naik jadi R1,9 juta. Cooling bawaan itu yang ini ya. Terus kita juga sempat tes pakai cooling third party kita itu skornya tembus [musik] di1 juta. Nah, ini hampir sesuai dengan klipnya Infinix yang 2,2 juta. Cuman cooling kita apa saya enggak tahu anak KRK yang ngetes. Nanti saya coba taruh di deskripsi deh kalau misalkan kalian tertarik sama coolingnya ya. Nah, kalau performanya itu ya. Tapi kalau untuk gaming-nya tesnya mungkin di review-nya aja karena saya juga ada NDA sama Infinix. Nah, ini kita coba lihat aja gimana pengalaman si triggernya ini kalau misalkan digunain untuk main PUBG. Karena menurut saya trigger itu paling enak ya digunain kalau main PUBG ya. Karena kalau mau nembak kiri kanan gitu lebih lebih asik aja. Nah, jadi ketika masuk game-nya kita bisa slide dari kiri sini ya. Dan kita bisa lihat banyak banget fitur gaming-nya. Ini saya kecilin dulu suara game-nya ya. Jadi kita bisa atur si trigger button tadi lewat menu interface ini. Jadi kalau misalkan GT trigger ini. Nah, kita bisa atur misalnya ini nyala. Nah, di sini juga ada plan-plannya ya ini. Tapi kayaknya enggak cocok buat game PUBG. Jadi mungkin kalau di X Arena saya lihat dia lebih teroptimal dengan game Mobile Legends sama CODM. Nah, kalau kalian lihat di GT trigger-nya ini, itu kan ada progressive plan, advance plan yang ya ini kalau misalkan gameennya enggak support sih ya dia coba kalian lihat ada biru, merah di sini. Jadi, letak triggernya itu jadi enggak maksimal. Nah, ini saya mau custom sendiri. Jadi, add strategi sendiri kalian bisa namai custom strateginya itu apa, game apa. Jadi, ketika kalian pindah game, kalian enggak usah setting-setting lagi. Jadi, tinggal pakai custom strateginya apa. Nah, ini karena di PUBG. Coba ini biar turun dulu. Saya mau mau lihat untuk tombol. Nah, ini tombol ininya di sini. L-nya kita di scop aja ya. Scops scop di kiri sini deh. Oke. Nah, kalau udah. Nah, jadi sekarang karena saya set left trigger-nya itu untuk ngintip tuh, [musik] dia bakal langsung ngintip dan kanannya langsung nembak tuh. Nah, ini bisa disesuaiin di game lain juga ya. Jadi kalian bisa custom strategi. Eh, musuh enggak nih? Bukan. Ah, oke. Cukup untuk PUBG dan untuk pilihan game-nya. Pilih sori pilihan menunya banyak banget. Ada smart trigger, liquid cooling, bypass charging juga ada banyak ya esport mode. Nah, untuk tahu ini apa aja nanti ya di video review-nya. Karena kata Infinix dia bakal lebih optimal di game Mobile Legends dan juga CODM karena kalau hard press itu bisa ulti, macam-macam kayak gitulah. Jadi banyak menunya kita harus benar-benar mengadaptasi dulu atau beradaptasi dulu dengan fitur gaming-nya yang memang seabrek. Nah, ini nih kita harus lihat dulu di X Arena di aplikasi Infinix itu ada bawaan untuk tutorial GT trigger gimana memanfaatkannya [musik] karena dia cuman bukan kayak tombol kiri sebagai pencet gitu aja enggak ya ada banyak menunya jadi kita harus pelajari dulu. Oke untuk unboxing-nya cukup itu kalau untuk fitur gaming-nya. Sekarang kita coba bahas baterai. Baterainya kalau dibilang dia paling gede enggak karena bobotnya aja di bawah 200 gr. Jadi baterainya itu punya kapasitas 6.500 mAm. Terus charging-nya tadi 45 watt dan dia support wireless charging 30 watt. Untuk segmen ini ya di harga Rp jutaan 30 watt itu cukup tinggi walaupun untuk fast charging-nya yang pakai kabel enggak cukup tinggi ya cuma di 45 watt. Tapi untungnya dia udah support itu tadi bypass charging. Karena HP game kalau enggak ada bypass charging-nya kalau digunain untuk main game yang lama dia bakalan panas. Nah, untuk kamera dia pakai kamera itu 50 megapel Sony AMX dengan bukanya F159 ya dengan O ada autofokus juga ini ada 8 megapel ultrawide selfie-nya di 13 megap record videonya support 4K 60 fps. Depan seperti biasa Infinix bisa 2K 60 fps. Tapi kayak gimana kualitasnya? Langsung aja kita coba di depan. Fitur lain apa ya? Paling speaker. Speakernya ini kalau kalian lihat dia JBL ditune by JBL. Tapi seperti yang kalian dengerin tadi menurut saya suaranya [musik] B aja. Terus untuk konektivitasnya dia pakai WiFi6. Bluetooth-nya udah pakai Bluetooth versi 5.4 dan dia juga ada chip tambahan namanya N1 Network Chip yang gunanya kalau misalkan kalian gunakan untuk main game di basement atau di yang susah sinyal lah si sinyal N1 network [musik] ini diklaim 60% lebih stabil di area yang weak signal atau lemah sinyal. Dan kalau untuk software-nya dia XOS Android 16 update-nya itu 3 tahun security update-nya 5 tahun. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja first impress saya dari Infinix GT50 Pro. Karena ini belum review jadi saya belum bisa ngasih kesimpulan. Tapi first impressinya sih dengan harga Rp6.500 ya saingannya banyak. Dulu tuh Infinix kalau harga segini kayak susah gitu pesaingnya ngejar. Tapi kalau sekarang dengan harga itu ada Poco X8 Pro Max juga dengan Damin City 9500S. Cuman gimmik-nya [musik] dia kan dia pakai liquid cooling dengan banyak aksesoris. Paling itu sih yang perlu kalian pertimbangkan kalau kalian milih antara Poco atau In. Tapi sekilas aja karena dia dioptimasi buat Mobile Legends. Jadi HP ini kalau misalkan kalian user yang sering main game Mobile Legends atau PUBG yang sustain ya di 144 FPS plus bypass charging dan ekosistem gaming-nya yang sekarang lebih terintegrasi sih ya menurut saya sih kalian wajib beli. Tapi kalau misalkan kalian itu cari HP yang allrounder dengan prioritas kamera dengan harga segitu menurut saya sih kurang ya. [musik] Terus ini kan bonus-bonus ini kan di masa preorder ya. Jadi kalau misalkan kalian beli di masa udah enggak preorder ya jatuhnya R1,5 juta tadi jadi hilang. Jadi HP-nya jadi lebih mahal. Ya intinya si GT50 Pro ini adalah HP gaming ya. Beda dengan cara biasanya vendor lain ngejual HP. Strateginya aja udah beda. Ini bukan HP yang bisa dibilang tercepat di kelasnya. Tapi kalau kalian butuh HP gaming yang terlihat gaming dan juga ada liquid cooling yang stability dan throttlinya saya belum tes ya menurut saya sih menarik untuk first impress ini ya. Untuk detail lengkapnya, review-nya nanti aja lah. Kalau kalian ada pertanyaan tentang Infinic GT50 Pro ini, review-nya pengin kayak gimana, coba tulis aja di kolom [musik] komentar.

Lihat di YouTube