Jungkat

HP LIPAT PALING TIPIS DI DUNIA! Performa Kencang, Baterai Besar, Kamera Keren: Review OPPO Find N5 (YouTube Video)

  • 30/04/2025

Jumpa lagi di ya. Eh, ini enggak ada HP-nya Krisah. Bukan di situ. Enggak ada. Engak ada. Enggak ada. Selip kali ya. Cariin dong. Cari dong. Enggak enak kalau enggak megang. Waduh mana ya? Ini mah Oppo Find X8 [Musik] Pro. Duh, enggak ada. Oalah. nyelip di sini. Oke. Nih nih nih. Nah. Ah tipis ya? Tipis. Eh entar dulu review dulu. Oh review dulu. Sip. Gini aja deh. Nah gini gini gini gini. Nah ya. Let's go. Ini adalah smartphone lipat terbaik Oppo ya. Ya, ini adalah Oppo Fine and 5. Setelah sempat vakum di tahun 2024, akhirnya Oppo Indonesia menghadirkan smartphone lipat terbaiknya lagi. Ketebalannya hanya 4,2 mm menjadikannya smartphone foldable tertipis di dunia saat ini. Soocnya Snapdragon 8 Elite dong. Setipis ini masih punya kamera periscope 50 megapel. Lalu dia bisa kerja sama dengan Apple MacBook. Wah, RAM 16 GB storage 1/2 TB. Kamera juga udah codevelop bareng dengan hassle blood. Apakah ini smartphone lipat yang cocok untuk kalian? Nah, langsung aja. Ini dia review Oppo Fine 5. Oke, Oppo Fine N ini merupakan penerus dari Oppo Fine N 3 ya yang tiga ya, yang pernah kami review pada tahun 2023. Peningkatan yang paling terasa setelah kami uji smartphone ini ada di bagian desain dan juga di baterainya. Tapi sebelum kita lanjut lagi, langsung kita lihat dulu isi paket penjualannya. Nah, di dalam tentunya ada unit dengan screen protektor yang sudah terpasang termasuk sisi cover screen juga ya. Lalu tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 80 watt super f ya. Lalu ada kabel USBC dan ada case untuk back cover, ada sim tray ejector dan tentunya ada paket dokumen. Nah, kalau dari desain ini termasuk yang sederhana ya, masih menggunakan desain modul kamera yang membundar gini ya, yang besar seperti ini. Tapi ini jauh lebih tipis dibandingkan pendahulunya yang entry itu ya. Nah, kalau dibuka dimensinya itu adalah 160,9 * 145,6 * 4,2 mm. Nah, kalau ditutup dimensinya jadi 160,9 * 74,4 * 8,9 mm dan bobotnya di klaim Oppo ada di 229 gr. Nah, kalau kami timbang sih masih ada sedikit lebih tinggi di 236 gr ya. E mungkin ini efek dari screen protektor mungkin ya. Tapi tetap terhitung sangat ringan untuk sebuah foldable ini. Bobotnya udah mirip dengan smartphone kelas atas yang nonfoldable ya. Nah, saat tertutup bayi kami sudah seperti menggenggam smartphone yang bukan foldable tentunya. Untuk material backover ini terbuat dari aerospace grade fiber dan frame-nya dari metal. Yah, back covernya kok bukan kaca ya. Ini atas nama supaya bobotnya itu bisa lebih ringan. Lagi pula ini tidak membuat sampai feel premiumnya itu hilang ya. Kalau kita pegang tetap terasa solid di sini. Untuk varian warna yang tersedia ada misty white dan ada cosmic black. Kalau yang ini tentunya ya cosmic black. Untuk finishing back cover keduanya halus dan tidak meninggalkan bekas sidik jari. Bodinya ini juga sudah disertifikasi dengan IP rating ya, ada IPX6, IPX8, dan IPX9. Jadi enggak hanya tahan kecebur air ya, yang IPX8 kecebur air ya, tapi juga tahan tekanan air level tinggi dan juga suhu yang ekstrem. Itu dinyatakan dengan IPX9 tentunya. Kalau untuk X depannya ini artinya smartphone ini memang belum tahan debu, tapi itu wajar untuk sebuah smartphone lipat. Nah, meskipun dia tahan air, tapi kami tidak akan menyarankan untuk smartphone ini dengan sengaja dibawa berenang apalagi dibawa nyemplung ke air laut. Ya, jangan, jangan ya. Sertifikasinya ini cuma untuk jaga-jaga aja dan e pengujian kami juga pakai air bersih ya, bukan air yang seperti air laut yang asin gitu. Tentu tidak ya. Oke, lanjut kita lihat sisinya dalam kondisi terbuka. Kita lihat di sisi kanan ada tombol power yang sekaligus jadi fingerprint scanner. Lalu ada tombol volume up and down. Di atas ada dua buah lubang mikrofon, infrared blaster, dan juga ada grill speaker. Di kiri ada alert slider yang berfungsi untuk menggantikan notifikasi menjadi ring atau vibrate atau silent. Ini akan berguna misalnya kalau lagi meeting, lupa matiin suara notif tanpa perlu nyalain layar, langsung aja kita bisa silent atau vibrate dengan cepat. Nah, di bawah ada tiga lubang mikrofon. Ada SIM tray dual SIM tanpa micro SD tentunya ya. udah biasa dan selain slot SIM fisic ini tentunya smartphone ini support eIM juga. Lalu di sebelah mikrofon ada USBC 3.1 Gen 2 di sini. Kemudian ada grill speaker juga di sisi bawahnya. Ini speaker ini stereo ya dengan pasangannya yang ada di atas tadi. Nah, untuk kuatnya termasuk yang keren di sini. Suaranya lantang, detailnya oke. Untuk nmatin konten dan gaming ini udah kelas flagship bangetlah pokoknya ya. Oke, kita beralih ke sisi depannya. Ini adalah layar utama yang 8,12 inci. Resolusinya 2.480 * 2.248 piksel. Brightness-nya diklaim 600 nits tipical dan 2.100 nit untuk peak brightness-nya. Nah, kalau kita coba untuk indoor maksimum gratisnya itu ada di 610 nitz. Wah, sesuai ya dengan tipikalnya ya. Nah, kalau untuk simulasi outdoor dia bisa mencapai sekitar 1000 nits ya. Ya, tentunya karena beda itu bukan pik yang kami ukur ya. Nah, bisa setinggi ini tanpa banyak syarat dan ketentuan loh. Jadi, udah mantap banget. Ini udah tergolong sangat terang untuk di outdoor itu enggak ada masalah. Oke, untuk warna di layar di sini terdapat berbagai model warna ya. Ada mode natural, ada pro, dan ada vivit. Mode default-nya adalah natural dan ini udah cocok banget untuk ngedit konten ya karena gamut coverage dan volume-nya itu diarahkan ke 100% sRGB. Yang aneh kalau kita setel mode layar ke Pro, color gamut coverage dan volume-nya juga mirip 100% sRGB. Jadi, baik natural maupun pro sebetulnya enggak terlalu jauh beda. Kalau mau layarnya lebih gonjreng warnanya ya atau mau lebih asik untuk nonton film, untuk main game, pasang di vivit aja karena ini diarahkan ke 100% di CP3. Nah, untuk refresh layar ini up to 120 Hz dan adaptif dari 1 ke 120 Hz. Untuk touch sampling rate itu belum ada info tepatnya berapa herz di sini, tapi yang jelas layarnya udah responsif lah, enggak ada masalah di sini. Untuk fitur always on display juga tersedia dan beneran bisa diatur selalu menyala. Lalu di sisi kiri atas layar ini terdapat kamera selfie. Ini 8 megapel ya, bukannya F2.4. Ini tentunya fixed fokus. Perekaman videonya tuh up to 4K 30 fps. Nah, untuk 60 fps sayangnya belum bisa di sini. Nah, kita beralih ke sisi sebaliknya ya. Kita lihat dari sisi ini tuh yang ada layar cover-nya nih ya. Ini adalah layar 6,62 inci resolusinya 2.616 * 1140 piksel. brightnessnya diklaim 600 nitical dan 2.450 nits untuk peak brightness-nya. Nah, kalau kita uji di dalam kondisi indoor maksimum beratnya ada di kesan 574 nits. Ini udah ya mirip-miriplah ya. Sementara simulasi outdoor lagi-lagi dia bisa mencapai 1100-an nits. Nah, terkait warna layar dan hasil tas color gambut ini cenderung mirip dengan layar utamanya tadi. Jadi lumayan konsisten ya. Nah, oke. Refresh layar ini juga adaptif sama juga 1 sampai 120 Hz. Tapi dari beberapa situasi entah kenapa bisa nyangkut di kisaran 10 sampai 30 Hz. Ini beda dengan yang dalamnya tapi ya enggak terlalu jauh lah bedanya. Nah, buat yang biasa pakai foldable nih ya biasanya akan butuh cover screen-nya dipakai buat nonton di atas meja dengan posisi smartphone separuh terbuka. Nah, di Oppo Find N5 ini ternyata bisa juga, tapi syaratnya posisinya harus seperti ini, seperti tenda begini. Di sisi tengah atas layar itu ada kamera selfie. Ini juga 8 megap F2.4 4 fix fokus dengan perekaman video 4K 30 fps dan ini juga belum 60 fps ya. Nah, sekarang kita beralih ke sisi sebelahnya lagi. Di sini ada modul triple kamera dengan satu LED flash. Nah, sini terdiri dari satu kamera ultra wide 8 megap ya. Ini ekivalen dengan 15 mm lensanya. Bukanya f2.2 autofokus kalau yang ini ya. perekaman videonya up to 4K 30 fps dan sayangnya ini juga gak bisa 60 fps. Lalu ada kamera utamanya ya atau kamera white 50 megap setara dengan 21 mm. Sensornya adalah LYT700 atau Sony Lia 700 ya. Bukaannya F1.9 dan dilengkapi dengan optical image stabilizer. Perekaman videonya up to 4K 60 fps. Kemudian nah ini spesial nih ada kamera periscope 50 megap ini setara dengan lensa 70 mm. Jadi lumayan tele di sini ya. Sensornya adalah ISO JN bukannya F2.7 jadi cukup lebar dilengkapi dengan OIS juga dan perekaman videonya lagi-lagi sampai 4K 60 fps. Untuk fitur ekstra kamera itu ada banyak ya, ada slow motion, dual view video, long exposure dan lain-lain. Lihat aja nih menunya ya, lengkap di sini. Oke, salah satu keunikan dari layarnya Oppo Find N5 ini sebetulnya mirip dengan yang entry adalah support stylus-nya. Baik layar cover ataupun layar utamanya bisa memanfaatkan stylus khusus dari Oppo yang satu ini. Namanya adalah Oppo Pen ya. Umumnya dibang itu cuma bisa untuk layar utama. Nah, kalau ini bisa layar utama dan cover screen-nya juga bisa. Jadi semua bisa pakai stylus yang satu ini. Ini masih pen yang sama yang dipakai di Oppo Fine Entry tahun 2023 kemarin. Jadi untuk kalian yang sudah punya, enggak perlu beli baru lagi. Tapi keman besar memang harus beli baru lagi. Kalau emang kalian baru pertama kali beli smartphone-nya Oppo. Jadi Oppo Pen ini tetap bisa dibeli ya dengan harga kisaran Rp799.000. Oke kita lanjut ke spesifikasi internalnya. Untuk SOC tentunya pakai Snapdragon 8 Elite. RAM 16 GB LPD dan 5X. Storage 512 GB UFS 4.0. Nah, untuk versi resmi di Indonesia ya itu tidak ada varian RAM dan storage yang lain. Cuma ada yang satu ini aja. Untuk baterai dia pakai 5.600 mAh silikon carbon baterai ya. Makanya kapasitasnya bisa tinggi ya walaupun ukurannya sangat tipis karena udah pakai baterai tipe yang baru. Nah, di sini kita bisa lihat bahwa baterainya itu ada di kedua sisinya dan ketebalan nyaris hanya seperti kartu ATM atau imani kita aja ya. Tipis banget baterainya. Untuk charging dengan kabel itu super sampai 80 watt super FU. Untuk protokol PD itu juga bisa ya, yang lebih umum ini bisa juga ya. Dia akan jalan di kisaran 25 sampai 30 watt kalau kita pakai charger yang power delivery. Untuk wireless charging dia support 50 watt Airvook wireless charging. Dia support reverse wireless charging untuk charging TWS atau smartwatch yang mendukung juga nih. Untuk bypass charging sayangnya di sini belum ada, tapi kan bukan HP gaming juga ya. Nah, untuk sensor lengkap, enggak ada yang dipangkas. Kalau flagship memang harus seperti ini. Sensor-sensor esensial tuh ada semuanya. Untuk fitur keamanan seperti dibahas tadi ada fingerprint scanner dan tentunya dia juga bisa face unlock. Untuk kontivitas tentunya udah 5G jadi 2G, 3G, 4G, 5G bisa semua dan udah support e SIIM sebagai alternatif untuk SIM keduanya ya. Nah, untuk Wii Wii 7 dan WiFi sharing tersedia di sini. Bluetooth-nya versi 5.4. Untuk Bluetooth coddex-nya lengkap juga di sini ya. Bisa dilihat ini aja nih lengkap semuanya. Untuk USB OTG tentunya bisa, NFC juga ada. Dan untuk display out via USBC jelas bisa. Tinggal colok aja ke monitor eksternal atau proyektor juga bisa ya. Nanti layarnya akan langsung mirroring ke situ. Nah, hal yang Oppo terkait konektivitas sebetulnya adalah fitur Olnect. Dengan fitur ini kita bisa membuat Oppo Find N5 ini bekerja sama dengan Apple MacBook. Syaratnya adalah kita harus nginstal dulu OL Connect di MacBook-nya terlebih dahulu. Lalu kita scan barcode. Lalu akan ada instruksi untuk pairing terlebih dahulu. Kalau udah terhubung kita bisa pakai beberapa fitur menarik. misalnya fitur remote. Dengan fitur ini kita bisa mengendalikan MacBook lewat Oppo Fine N5. Ini layar MacBook-nya akan muncul di smartphone seperti ini nih ya. Bahkan kita bisa memposisikan tampilan MacBook ke satu sisi layar lipatnya dan satu sisi layarnya lagi bisa digunakan sebagai trackpad atau keyboard. Saya rasa punya mini laptop yang bisa ditaruh di dalam kantong. Nah, dengan OPL connect ini kita juga mempermudah transfer file. Tinggal drag and drop aja seperti ini ya. Enggak usah pakai iPhone, pakai ini juga bisa ya. Jadi ini adalah salah satu contoh langkahnya Oppo supaya pengguna Apple bisa jadi bro dengan Oppo. Nah, buat pengguna Windows tenang, selain buat MacBook, OP Connect juga bisa untuk Windows. Tinggal download aja di website resminya ya, httpsconnect.com. Nah, untuk OS-nya dia pakai color OS15 berbasis Android 15. Nah, kalau untuk update OPPO itu menjanjikan 5 kali Android update dan 6 tahun security update. Nah, kalau tanya soal iklan keterlaluan sih kalian ya. Ini kan kelas flagship ya. Paling tidak sampai saat video ini dibuat tidak ada iklan yang intrusif di sini. Kalaupun ada itu biasanya penawaran dari up market dalam bentuk notifikasi. Tapi karena itu notifikasi jadi mudah untuk dimatikan. Kalau blootware atau software-software ekstra itu memang ada, tapi sebagian besar juga bisa diuninstal. Jadi bukan masalah apa pinjol. Ah aman. Kami bisa bilang saat ini kita tidak menemukan aplikasi seperti ini lagi ya. Find easy juga aman sekarang ya. Nah untuk fitur AI sudah ada beberapa di sini. Kalau kita cek menu settings, Oppo belum memberikan list fitur AI-nya. Jadi untuk yang baru mau ngulik fiturnya mungkin akan bingung ya fitur AI-nya ada apa aja. Klaimnya sebetulnya ada banyak ya, bahkan urusan sinyal aja diklaim ada fitur AI-nya. Tapi mungkin kita coba tunjukkan beberapa yang menurut kami paling menarik aja ya. Untuk editing gambar kita bisa temukan fitur AI-nya pada app galeri bawaan. Ada AI Clarity Enhancer untuk membuat foto yang lowest jadi kelihatan lebih HD di sini. Lalu ada fitur AI eraser untuk hapus objek-objek yang tidak diinginkan pada foto. Ada juga AI unblur untuk bikin foto yang blur jadi lebih jelas. Ada AI reflection remover untuk mengurangi efek pantulan pada kaca. Nah, dari segi produktivitas ada fitur AI translate assistant. Ini bisa kita temukan pada app translate bawaan. Dengan ini kita bisa menggunakan cover screen-nya untuk menampilkan translate ke bahasa lawan bicara kita. Sedangkan dari main screen yang kita lihat adalah hasil translate ke bahasanya kita tentunya ya. Lalu ada AI Assistent for docums. Kita bisa merangkum dokumen dengan mudah pakai yang satu ini. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian performanya. Kita langsung benchmark aja ya. Di setting baterai itu by default mode performanya ada di balance. Untuk dapat skor yang lebih tinggi, kita perlu atur dulu setting baterainya menjadi high performance mode. Sedikit catatan ya, skor benchmark ini cenderung lebih rendah kalau kita pakai layar utamanya. Dan ini hal yang wajar karena mungkin faktor layarnya yang lebih besar. Jadi, kita akan sebutkan skor untuk layar kecilnya. Lalu, skor untuk layar besarnya kita taruh di sampingnya ya. Oke, kita mulai aja. Untuk Antutu 10 dia dapat 2,3 jutaan. Untuk Geigbench 6 single core 2964 dengan multiore di 8.221. JFX Benz Carsreen 1080p 194 fps. Trex sling shot extreme unlimited. Graphic scornya di 33.20. Tremar solar B dapat 42 fps. Nah, sekarang kita stress test dulu ya dengan 3ark wildlife stress test. Best scor-nya ada di 22.339 dengan low score di 12.703. Stability-nya adalah 56,9%. Nah, kalau kita kipasin stability-nya naik dikit tapi cuman ke 61,6%. Ya, ini wajar sih untuk yang kencang-kencang seperti ini, apalagi kalau tipis ya. Oke, lanjut ke gaming. Nah, supaya dapat performa yang maksimal, kami menggunakan mode baterai di high performance mode ditambah dengan mengaktifkan pro gamer mode di overlay game tools yang ini. Kita mulai dari Mobile Legends. Setting grafisnya itu bisa sampai ultra dan refresh rate juga bisa nyampai ultra. Sejak update terbaru, setting grafis yang diatur jadi makin banyak di sini. Untuk smartphone flagship seperti ini jelas kita harus tes dengan settingan mentok rata kanan ya. Nah, kalau kita mainin game ini di cover screen, kita bisa langsung buka layarnya ke main screen-nya dan game akan lanjut terus dan jalan dengan normal. Nah, kalau kita mainkan di main screen ini, kita juga lancar-lancar aja ya. Frame rate-nya juga dikisaran 120 fps aja. Jadi mulus, lancar. E, jadi kalau saya sih pilih pakai main screen aja ya, lebih enak, lebih lega. Lanjut untuk Subway servers. Kalau game ini bisa jalan di 120 fps dong, tapi syaratnya kita perlu atur dulu settingan refresh rate per application-nya. Masuk menu settings, lalu display, refresh rate, pilih supply server dan atur jadi 120 fps. Ya, enaknya di sini kita bisa ngatur per aplikasi ya. Lanjut untuk Real Racing 3. Game Bap ini ternyata belum bisa jalan dari 60 fps. Mau di-etting seperti apapun dia akan nyangkut di 60 Hz layarnya. Jadi otomatis game-nya ke limit ke 60 fps. Lanjut untuk PUBG Mobile. Kalau dimainkan aman ya, lancar, enggak ada masalah. Kita coba mainkan battle royale terus-terusan sampai 1 jam. Itu juga belum ngerasain adanya frame drop. Mantap banget yang satu nih. Dan kalau bicara gyro aing tentunya aman. Aman banget ya. Kami juga udah tes pakai layar main screen-nya ya. Ini lancar-lancar aja enggak ada masalah frame drop. Paling tidak dalam sejam kami tes itu aman banget. Kalau udah berjam-jam dan bodinya panas ya wajar kan ada penurunan performa tapi paling enggak 1 jam ah okelah ya. Lanjut untuk Gensin Impact. Kita coba mainkan di settingan highest 60 fps dengan layar covernya dulu. Untuk standar pengujian biasa traveling selama setengah jam, frame rate yang kami dapatkan adalah 60 fps lancar untuk sekitar 6 menit pertama. Setelah sekitar 6 menit, perlahan frame rate-nya itu turun ke 58 fps. Lalu pelan-pelan turun ke 55 dan ee cukup lama ini bertahan di sekitaran 49 FPS. Walaupun performanya perlahan turun, tapi penurunannya terbilang sangat rapi ya. Enggak ya langsung tiba-tiba jeglek turun ke 30 FPS. Enggak, enggak begitu ya. Enggak begitu. Selama kita enggak pantengin angka FPS-nya ya, normalnya mayoritas pengguna tidak akan merasa bahwa game ini terpatah-patah. Rasanya akan mulus lancar aja. Nah, untuk suhu di sisi layar paling panas itu adalah 38 derajat Celcius. Lalu, suhu di frame kiri sekitar 43 derajat Celcius. Suhu di body belakang itu paling panasnya di 47 derajat Celcius. Saat minggam smartphone ini kita bisa cukup merasakan agak panas ya di sisi frame kiri dan back cover-nya ya. SOC itu adanya di sisi back cover ya. Makanya sisi ini pasti suhunya lebih tinggi. Sedangkan di area body lainnya kurang kena penyebaran panas. Jadi wajar untuk foldable kalau performanya agak di rem ya. Lagi pula ini bodinya kan tipis banget ya. Oke untuk solusi gampang kipasin aja frame rate-nya. Jadi bisa bertahan lebih lama di 60 frame pers. Nah untuk ranking Gensin tanpa kipas kita kasih S minus. Kalau pakai kipas langsung S plus. Oke tadi tuh gaming pakai cover screen pakai layar luar. Nah, kalau kita pakai layar main screen-nya, ternyata frame rate-nya lebih cepat turun. Baru 3 menitan udah turun ke 40-an FPS. Dari segi suhu juga cukup tinggi ya, 45 derajat Celcius, baik untuk layar maupun sisi back cover-nya. Saat model layar utama begini memang penggunaan kipas jadi lebih penting ya. Masalahnya adalah tidak ada kipas yang dirancang untuk ini ya. Jadi mungkin kalian mau pakai kipas meja dan diarahkan ke sini bisa. Tapi pakai kipas jelas lebih aman dan lebih stabil aja. Nah, jadi untuk Gensin Impact dengan layar main screen-nya rnya kita kasih A kalau tanpa kipas dan S kalau dikipasin ya. Lanjut untuk watering waves. I enggak kelupaan yang satu ini juga ya. Setting graphics quality di high semua setting rata kanan frame rate di 60 fps. Nah, jadi kita pakai setting rata kanan untuk semua efek dinyalakan kecuali fitur auto FPS-nya ya. Nah, game ini bisa lancar di 58 sampai 60 fps. Tapi karena ini lumayan berat, sekitar 5 menit dimainkan, itu frame rate langsung turun ke 30 fps. Ketika udah agak adem, dia bisa naik lagi ke arah 60 fps. Penuran performanya agak beda dibandingkan Gensin tadi ya, karena frame drop-nya dari 60 langsung ke 30 membuat game-nya terasa agak kurang nyaman aja, turun patah-patah dikit gitu ya. Solusinya sama, tinggal jaga aja suhunya supaya tetap adem. Kita main di ruangan yang AC lalu pakai kipas. Nah, udah mantap tuh ya. Lalu kita tes juga pakai layar main screen-nya dan performanya mirip-mirip aja bisa lancar tapi cepat frame drop juga jadi butuh pendinginan ekstra. Oke, sekarang kita lanjut dengan pengujian kamera seperti biasa bareng sama Kris ya. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Oppo Fine N5. Jadi, langsung aja kita lihat kemampuan kameranya seperti apa. Nah, yang lagi kalian lihat sekarang ini adalah video kamera selfie-nya di resolusi 4K 30 fps dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Dan suara yang kalian dengar sekarang juga suara langsung dari mikrofon spaponnya. Saya enggak pakai mikrofon. Untuk video sehari-hari atau vlogging hasilnya seperti ini. Nah, terkait mikrofon, di sini juga ada fitur ekstra nih untuk mikrofonnya. Namanya sound focus. Jadi, kalau kita lihat di menu kameranya ada tombolnya tuh di kiri atas. Jadi, ini nama fiturnya sound focus. Ini contoh kalau fitur sound focusnya kita nyalakan. Jadi, ini tujuannya supaya suara vokal kita lebih diprioritaskan dan suara noise di sekitar lebih diredam. Nah, pertanyaannya apakah teman-teman bisa dengar bedanya? Jadi, kita coba sekali lagi deh. Ini fitur sound focus-nya kita matikan. Hasilnya seperti ini. Dan ini kalau fitur sound focus-nya kita aktifkan. Gimana, Teman-teman? Bisa dengar bedanya enggak? Oke, kita lanjut bahas kamera selfie-nya. Untuk kamera selfie kan ada dua ya, cover screen 1 dan diin screen 1. Biar enggak terlalu panjang karena spesifikasinya mirip-mirip aja dan hasil tesnya juga mirip. Jadi saya samain aja ya pembahasan kamera selfie untuk cover screen dan juga main screen-nya. Jadi bisa kalian anggap kamera selfie cover screen dan kamera selfie main screen hasilnya mirip-mirip aja. Oke dari segi kualitas gambarnya yang jelas kualitasnya bukan level kamera selfie kelas flagship. Detailnya mencukupi aja dan untuk dynamic range belum terlalu bisa meng-handle kondisi cahaya yang sulit. Kalau urusan stabilizer sih aman ya. Resolusi manapun yang dipakai videonya bisa stabil. Sayangnya kamera selfie-nya downgrngade cukup jauh dibandingkan pendahulunya Oppo Find 3. Sepertinya memang kamera selfie tidak dianggap terlalu penting untuk foldable karena untuk hasil selfie maksimal kita bisa pakai kamera utamanya aja dan pakai preview dari cover screen seperti ini. Cara pakai kamera seperti ini memang jadi salah satu keunikan smartphone foldable sih. Kita lanjut ke kamera utamanya. Dari segi detail ini udah oke. Meskipun sensornya bukan 1 inci tapi hasilnya tetap bagus. dan bok naturalnya juga masih lumayan. Skin tone juga saya suka, enggak ada masalah. Terkait dynamic range ini udah aman. Sisi gelap terang dapat diseimbangkan dengan baik. Sayangnya ini hanya berlaku di 30 fps. Saat kita setel ke 60 fps, dynamic range-nya jadi over expos di area highlight. Jadi kalau mau pakai mode 60 fps, pintar-pintar atur pencahayaan aja. Stabilizernya lengkap. Mau di 4K 60 fps hasilnya bisa stabil, enggak ada masalah. Sedikit berharap ada resolusi 8K 30 FPS dan 4K 120 fps. Tapi sampai saat video ini dibuat belum ada ya. 4K 60 fps harusnya masih sangat mencukupilah untuk mayoritas pengguna. Sekarang kita cek kamera ultrawide-nya. Ultra wide-nya ini 8 megapel ya, turun lumayan jauh ketibang pendahulunya yang 48 megapel. Kualitas gambarnya bukan kelas flagship sih ini. Di kondisi terang sekalipun gambarnya terlihat soft dan minim detail. Dynamic range kurang terangkat di bagian shadow dan untuk frame rate pun terbatas di 30 fps saja. Urusan stabilizer aman di 4K 30 fps videonya bisa stabil. Ultra wide-nya ini juga autofokus ya. Jadi kita bisa gunakan untuk ultrawide makro juga jika dibutuhkan. Lanjut kita ke kamera telefotonya yang tiga kali. detailnya termasuk oke. Boke naturalnya juga mantap nih. Damic range sudah oke selama di 30 fps. Kalau di 60 fps area highlight-nya jadi over expos. Kalau dari segi stabilizer memang belum yang stabil-stabil banget sih. Tapi ini wajar untuk kamera telefoto. Yang menarik telefoto periskopnya ini punya jarak fokus yang sangat dekat. Jadi untuk foto atau video makro ini bisa pakai kamera yang ini juga. Untuk pengalaman mult kameranya sayangnya belum level flagship. Perpindahan antar kameranya memang sudah cukup mulus, tapi karena ultrawide-nya enggak bisa 60 fps, otomatis kita tidak bisa pindah langsung ke kamera ultrawide-nya saat rekam 60 fps dari kamera utamanya. Dan urusan konsistensi warna ini juga masih jadi PR Oppo sih di smartphone ini. Semoga bisa diperbaiki lewat software update. Sekarang kita coba di low light. Kamera selfie-nya seperti ini. M ya udahlah kalau lagi low light pakai aja kamera utamanya seperti ini. Kalau ultrawide-nya gimana hasilnya nih? Langsung kita pindahin aja gimana? Ya udah balik ke kamera utamanya lagi aja ya. Nah, kalau untuk telefoto di kondisi seperti ini ada kendala teknis yang harus diperhatikan nih. Kalau kalian butuh banget telefoto di low light, saran saya nyalain dulu fitur lock lens pada menu settings. Fitur ini berguna supaya kamera yang kita pakai konsisten saat pindah tiga kali ya benar pakai tele, bukan digital zoom dari kamera utamanya. Soalnya kalau kita enggak nyalain fitur ini hasilnya begini, Bro. Enggak mau dia pindah ke kamera tele, ini malah jadi digital zoom dari kamera utamanya. Perlu dicatat juga kalau kita pakai fitur locklens, kemampuan pindah-pindah antar kameranya itu jadi hilang. Mau pindah kamera harus matiin dulu baru rekam lagi. Terkait autofokus sejauh ini aman. Di low light juga bukan masalah. Lancar-lancar aja. Sekarang kita lihat hasil foto-fotonya. Kalau untuk foto yang menurut saya bagus ada di kamera utama dan kamera tele tiga kalinya. Sisanya sekedar oke aja. Untuk low light, saran saya pakai kamera utama atau telennya aja ya. Di update software terbaru sekarang di mode portrait kita sudah bisa pilih aspek rasio. Di versi sebelumnya masih terbatas di 4 banding 3 aja. Akhirnya sekarang bisa nih. Nice. Nah, sekarang kita bahas fitur-fitur ekstranya. Kita cobain beberapa. Yang pertama ada slow motion. Ini contoh slowmo dari kamera utamanya di 1080p 240 fps. Hasilnya cukup smooth dan yang menarik, telefotonya juga bisa kita pakai untuk close up slow motion dengan setting 1080p 240 fps. Lalu ada fitur dual view video di mana kita bisa merekam dari dua kamera sekaligus seperti ini. Kombinasinya baru bisa untuk kamera selfie dan kamera utama. Belum bisa untuk kamera ultra wide dan tele. Tombol tiga kali di sini adalah digital zoom dari kamera utamanya. Oke, jadi saya rangkum lagi apa yang menurut saya masih kurang atau perlu diperbaiki lagi oleh Oppo. Yang pertama kamera ultrawide dan selfie yang 8 megapel. Saya agak menyayangkan sih kenapa Oppo pakai sensor seperti ini di kelas foldable flagship. Lalu terkait software masih butuh perbaikan di manual video yang terbatas di 21 b 9 belum bisa 16 b 9. Kemudian logika penggunaan lensock itu menurut saya masih terasa aneh. Harusnya pakai metode ono off auto land switch aja tanpa menghilangkan fitur pindah-pindah langsung antar kameranya. Overall kameranya Oppo Find N5 ini apakah mencukupi untuk mayoritas pengguna? Yes, saya rasa mayoritas pengguna yang hanya dipakai untuk foto casual ini masih cukup. Masalahnya kameranya Oppo Find 3 kemarin itu adalah contoh foldable dengan kamera terbaik pada masanya. foto, video, semua kameranya itu luar biasa. Kalau memang OPPO downgrade kameranya secara signifikan atas nama tipis, apakah worth it? Silakan kalian jawab sendiri aja ya. Sekian pengujian kameranya Oppo Find 5. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, lanjut lagi ke pengujian daya tahan baterainya. Seperti biasa, kita mulai dari YouTube local video playback 1080p. Jadi, kita download video pakai YouTube secara offline lalu kita putar ya. Langsung situ ya. Kalau kita pakai cover screen, baterai bertahan 28 jam 27 menit. Mantap yang satu ini ya. Sementara kalau kita pakai mainstream, dia bisa bertahan 24 jam ya. Mantap baterainya sih mantap banget ini. Untuk YouTube streaming 1080p selama jam. Kalau kita pakai cover screen baterai hanya turun 2%. Kalau kita pakai main screen yang besar ya tentunya baterai turun sekitar 3%. Lalu kalau mainan TikTok selama setengah jam pakai cover screen dia hanya turun 3%. Kalau pakai main screen baterainya turun sekitar 4% per seteng jam ya. Tapi wajarlah ya kan layarnya emang jadi lebih besar di situ. Oke untuk Genensin Impact setengah jam main di highest 60 fps. Kalau kita pakai cover screen baterai turun 11%. Bagus banget ini. Kalau kita pakai main screen, baterai turun di 15%. Ya, sekarang kita lanjut ke charging-nya. Untuk mencapai 50% butuh waktu 25 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh 58 menit alias kurang sedikit dari 1 jam. Hasil yang udah cukup oke di sini ya. Oke, lanjut lagi untuk Netflix tentunya udah L1 support HD, HDR10 support, Dolby Vision, AV1 juga di-support lengkap ya. Untuk YouTube smartphone ini bisa playback sampai resolusi 4K60 dan udah support HDR. Untuk heptic feedback ya jelas ini kelas flagship untuk ngetik, untuk navigasi, kamera itu semuanya hatcknya terasa sangat empuk, presisi, dan nyaman sekali. Oke, untuk harga Oppo Fine N5 itu yang 16512 enggak ada pilihan lain itu harganya ada di Rp27 juta999.000. Nah, setelah masa preorder akan ada hadiah spesial nih ya. Nah, di sini pengguna Oppo Fine N5 akan mendapatkan after sales premium service dari Oppo. Untuk lebih jelasnya cek aja langsung di kolom deskripsi. Kita langsung masuk ke hal yang perlu diperhatikan. pertama kameranya ini sedikit berkurang ya kemampuannya dibandingkan generasi sebelumnya. Tapi mungkin ini atas nama body ringan dan tipis mungkin. Mungkin. Kemudian untuk performanya ini bukan yang paling kencang. Tapi kalau bukan untuk gaming yang hardcore ya, tapi untuk makanan sehari-hari tetap berasa kencang. Yang satu nih lanjut. Untuk suhu kerja itu ya kalau buat gaming itu terasa cukup tinggi memang di sini. Lalu untuk performanya ini juga bukan yang terbaik untuk last foldable. Lalu untuk Oppo Pen ini memang unik karena bisa di kedua layar tapi masalahnya dengan ukuran pen sebesar ini otomatis membuatnya sulit untuk dibawa-bawa dan sampai saat video dibuat belum ada case yang bisa menyimpan pen ini. Setidaknya dari Oppo itu belum ada yang dijual di Indonesia. Oke, kalau dari segi kelebihannya gimana? Ada enggak? Banyak ya. Nah, untuk kelebihan yang spesifik dulu ya. Ini adalah smartphone lipat paling tipis yang bisa kalian beli saat ini. Lalu bobotnya cuma sekitar 230 gr. Ini udah seperti smartphone flagship nonfoldable. Ada yang kayak begitu? Ada 230-an tuh ada loh yang bukan lipat ya. Lalu dia punya alert slider, dia punya infrared blaster, lalu dia punya sertifikasi ketahanan air IPX6, IPX8, dan IPX9. Baterai awet banget ini ya. Terutama mengingat ini tipis banget. Ini awet banget. charging ini juga lumayan kencang. Chargernya masih ada dalam box ya. Dia juga support wireless charging yang super kencang. Lalu layaran after sales-nya itu bagus banget dari Oppo ya. Nah, itu kelebihan yang spesifik di sini. Oke, untuk kelebihan lainnya masih ada. Ada ya, ada kelebihan yang kita bilang sebagai kelebihan yang umum untuk smartphone flagship foldable yang ada di sini. SOC-nya itu kelas flagship. Desainnya premium banget. RAM 16 storage 1/2 TB. Update OS juga panjang 5 + 6. Fitur AI-nya juga sudah numpuk berlimpah di sini ya. Speaker udah stereo dan mantap speakernya ya. Kalau dia punya wireless charging NFC 5G itu udah biasa. Display output ya ada juga walaupun mirroring ya. Support ISIM juga di sini ya oke jadinya ya memang ya memang flagship di sini ya. Nah oke pertanyaannya smartphone ini cocoknya untuk siapa? Tentunya dia akan cocok untuk siapapun dari kalian yang mencari smartphone holdable di kelas 20 jutaan dengan prioritas desain yang tipis dan ringan. serta tetap punya daya tahan baterai yang luar biasa mantap. Pertimbangan sisanya udah urusan selera dan kebutuhan fitur spesifik. Misalnya selera hasil foto, video, desain body, dan UI atau user interface itu selara masing-masing ya. Kalau kalian sudah cocok dengan Color OS dan memang nyarinya yang layar lipat ya ini pilihannya untuk tahun 2025. Nah, soal after sales, Oppo juga udah menjadi salah satu yang namanya terbilang wangi nih, harum nih untuk saat ini ya. Bagi sebagian orang tentunya ini penting banget. Akhir kata, selamat datang kembali Oppo Find and Series. Terima kasih OPPO Indonesia sudah menilai masyarakat Indonesia layak dan mampu menikmati teknologi terbaik kalian dan tertipis kalian. Saya D Irfan Jaga TVTV.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.

Oppo Find N5

OPPO Find N5 adalah ponsel lipat dengan dua layar, yakni layar cover dan layar bagian dalam. Ukurannya 6,62 inci untuk layar cover dan 8,12 inci untuk layar bagian dalam. Keduanya disebutkan sebagai ukuran diagonal. Format dua layar ini membuat ponsel bisa dipakai seperti ponsel biasa saat tertutup, lalu berubah menjadi...