Jungkat

HP Lipat Paling Worth It?! Review vivo X Fold 5 (YouTube Video)

  • 03/09/2025

Setelah tahun lalu sukses sama Vivo XF 3 Pro, penerusnya udah ada nih Vivo XF resmi rilis di Indonesia. Minim teaser, bocoran tiba-tiba dia diumumin barengan sama Vivo V60. HP lipatnya ini tentu dia makin tipis, makin ringan, tetap mewah, tapi dengan harga yang lebih murah. Oke, sebelum kita mulai ke pembahasan, mungkin sebagian ng ya ada yang sedikit berbeda dengan smartphone Vivo terbaru ini ya. Beda nama karena yang baru ini tidak ada kata pro di belakang. Jadi walaupun angkanya lebih baru ya, XF, tapi ini bukan versi Pro. Hal pertama dari Vivo Xol 5 itu udah pasti desain. Secara tampilan smartphone ini masih ada sih miripnya tapi dengan sedikit perbedaan. Yang pertama ada pada penempatan logo Vivo di bagian back cover yang geser serta susunan dari bagian kameranya. Habis itu di versi baru ini smartphone-nya juga hadir dengan body yang lebih tipis dan lebih ringan. Selisihnya itu lumayan banget loh. Tahun lalu aja saya udah sempat bilang kalau Vivo Xol 3 Pro itu tipisnya mantap dan berasa premium banget. XF 5 naik level lagi. Emang Vivo enggak ngeklaim smartphone-nya sebagai yang paling tipis, paling ringan, tapi tetap ini mantap banget. Enak dipegang dan enggak berasa tebal. Masuk kantong juga oke loh. Sekalipun udah pakai casing bawaannya. Dipegang dalam kondisi terlipat begini menurut saya masih nyaman sekali dengan tipisnya tadi. Rasio layarnya juga pas ya, sehingga enggak harus selalu kita buka lipatan HP-nya pas dirasa emang lagi enggak perlu gitu. Misal kita buat pakai HP-nya scrolling timeline, ngetik balas chat, email atau pesan ojol itu udah cukup banget. By the way, kalau kita ngomongin secara specs, cover screennya dari Vivo X 5 ini udah bagus banget. Panelnya AMOLED LPO, resolusinya tinggi, refresh rate-nya adaptif 1 sampai 120 Hz, dan dia punya kecerahan hingga 4.500 nitz. Udah spek layar yang menurut saya flagship banget sih sebenarnya. Jadi kalau emang mau dipakai nonton atau main game sekalipun, ya nyaman-nyaman aja. Cuma sayang dong, namanya juga smartphone foldable, kita pakai layar yang lebih gede. Untuk layar utamanya yang di dalam ini spek-nya masih sama dengan cover screen tadi. Beda di solusi aja karena emang layarnya kan lebih gede. Nah, ini baru menurut saya bakal lebih pas untuk multimedia karena visualnya ya bagus kalau usah ditanyal namanya juga layar flagship enak di mata dan sangat memuaskan. Saya udah enak dilihat dari desain handphone-nya, dari layarnya yang cakep, Vivo gak ngelupain juga dari segi build quality smartphone yang ditingkatkan banget. Nah, ini menjadi satu poin yang terlihat diseriusin sama Vivo dengan peningkatan pada sertifikasi tahan air dan debu yang lebih maksimal. Nah, ini bikin smartphone-nya menjadi smartphone lipat paling kuat saat ini dalam urusan tahan air dan debu. Klaim Vivo dia itu juga bisa kerendam air sampai kedalaman 3 m dalam waktu 30 menit bahkan dalam kondisi sambil kita buka tutup lipatan dalam air. Mantap banget ya. Kena debu atau mungkin partikel-partikel bubuk gitu juga aman banget. Smartphone ada kedap dan ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan sekali dibandingkan versi sebelumnya. Jadi kalau dari segi desain udah bagus, build quality juga mantap banget di Xol 5 yang beneran meningkat menjadi sangat baik dibandingkan versi sebelumnya. Nah, dengan desain yang lebih tipis dan makin ringan, Vivo juga ternyata bisa pasang baterai yang semakin besar di Vivo Xol 5. 6000 mAh ini adalah angka terbesar untuk sebuah smartphone lipat saat ini. Daya tahan pemakaian ya sudahlah ya bagus ya sangat cukup untuk smartphone lipat sekalipun buat seorang power user ya. Memang konsumsi baterai dari smartphone ini akan bergantung seberapa sering kita pakai smartphone-nya di cover screen atau di layar utama yang lebih gede. Kalau kita pakai layar yang lebih gede, ya otomatis konsumen baterainya juga akan lebih tinggi. Tapi balik lagi tidak dengan selisih yang signifikan. Untuk ngecasnya juga masih cukup cepat kok ya dengan 80 watt. Jadi untuk ngisi full charge atau misalnya kita lagi punya waktu yang sedikit ya ini tetap bisa banget. Yang ngomong-ngomong soal smartphone fold-nya Vivo ya dari tahun ke tahun kita udah pasti penasaran sama bagian kameranya. Sistemnya triple kamera di bagian belakang 50 megapel semua lensa ya. Jadi udah pakai Zice 50 megapel tapi yang highlight sekarang itu adalah lensa Z photo dengan sensor IMX 882 yang punya jarak optikal 3X. Untuk kamera lain seperti yang di depan ini 20 megapel, begitu juga dengan kamera yang ada di bagian layar dalam. Sebelum lanjut ke soal hasil, saya mau sedikit info dari segi fitur bahwa XFold 5 ini juga ngebawa beberapa yang sempat saya bahas di review-nya Vivo V6. Contoh seperti AI for season ya untuk ganti-ganti musim dan juga ada AI untuk ngebuat foto zoom-nya tetap oke ya di atas 3X itu bakal kelihatan lebih maksimal. Optimalnya pas saya cobain sih memang sampai di 10X ya. Sedangkan kalau di atas itu udah bakal kelihatan ada penurunannya. So langsung aja kita ngebahas soal hasil foto dari Xfoldult 5 ya. Ini adalah sebuah smartphone foldable yang sangat bikin PD untuk diajak foto-foto atau ambil video. Lensa utamanya bisa dapetin detail yang baik sekali. Ditambah dengan processing ala size yang tajam. Paling enak nih buat foto kayak makanan, bunga atau objek lain yang pengin kita tonjolin detailnya. Foto subjek orang juga tentunya bagus ya, enggak mengecewakan sama sekali. Dengan perisot warna default yang vivit ya, karakternya memang eye pleasing sekali. Kalau mau yang kelihatan lebih natural, selalu ada pilihan ze yang bisa dicobai. Tapi untuk user casual kebanyakan kayaknya sih akan lebih senang pakai yang Vivid. Sedikit catatan dari segi preferensi saya aja nih, Vivo di sini masih sering bikin exposure tuh sedikit lebih tinggi lah. Jadi biasanya saya tuh t fokus habis itu saya turunin sedikit ya exposure-nya untuk dapetin foto yang saya mau. Tapi balik lagi ini kan soal preferensi aja ya. Tiap orang pastinya beda. Nah, untuk kondisi low light hasilnya dari si XT 5 juga tergolong bagus. Sebenarnya enggak ada komplain selama kita pakai foto di tempat yang tidak terlalu gelap. detail mungkin di beberapa situasi bisa kelihatan jadi sedikit lebih soft ya, tapi gak masalah sama sekali. Kemudian untuk telefotonya tadi dengan jarak 3X ini untuk mengabadikan objek atau subjek dengan jarak dekat atau menengah udah sangat mencukupi. Detailnya bagus dan tajam. Terus buat multiokal portraet juga cakep kok dengan bokai rapi yang manjain mata. Habis itu kalau buat 10X ini juga masih oke dengan bantuan AI-nya tadi, tapi dengan syarat ya apa yang difoto itu jaraknya bukan yang terlalu jauh. Jadi misalnya objeknya itu udah bagus nih di 3X, tapi kita pengin dekatin lagi ya pakai 10 hasilnya masih oke. Cuma kalau kita pengin ngambil yang jauh beneran ya apalagi udah jaraknya di atas 10x. Nah, saya ngelihat di sini detailnya bakal tidak setajam kalau yang lebih dekat. Dalam kondisi lain lagi, shutter speed memang cenderung dibuat lebih lambat ya. Seperti saya cobain di sini nonton pertunjukan ya. Jadi kalau misalnya yang difoto itu adalah orang ditambah dengan gerakan yang cukup aktif sulit untuk mendapatkan foto yang tajam atau freeze ya. Namun kalau dalam kondisi cahaya yang bagus misal kita telepoto, lagi traveling, jalan-jalan siang-siang sih hasilnya sama sekali enggak ngecewain. N ultrawide. Nah, ini 50 megapel hasilnya oke dalam kondisi cahaya yang baik. Tapi tetap saya tidak merekomendasikan digunakan dalam kondisi low light. Kamera depan di bagian cover screen hasilnya okelah ya. Begitu pula dengan kamera yang ada di dalam layar nih, layar utama yang di pojokan. Tapi kalau misalnya kalian pengin selfie, seperti biasa tidak bosan-bosan saya mengingatkan pakailah kamera utama dibantu dengan preview dari cover screen-nya. Ya, jangan lupa pas foto matanya lihat ke kamera, jangan lihat ke layar supaya hasilnya lebih benar. Lanjut ke bagian video. Kamera belakang sih sebenarnya gak ada masalah ya. Udah bagus karena udah bisa ngerekam hingga 4K60 di semua lensa. Nah, yang kurang justru adalah di kamera depan nih. Karena kamera yang di cover screen atau yang di dalam layar itu mentok cuma di 1080p aja. Sayang banget sebenarnya. Jadi sama kayak selfie tadi ya, Mister nge-vlog ya, kamera belakang aja dibantu sama cover screen untuk hasil yang jauh lebih proper. Dari segi hasil, lensa utama 1X atau telefoto 3X ini masih bagus untuk video. Sedangkan untuk 10X apalagi di pencahayaan yang menantang seperti tempat yang gelap ini bakalan kelihatan kurang maksimal. Nah, yang sekarang kalian lihat ini adalah perekaman video dengan Vivo X 5 ya. Dia bisa pakai resolusi 4K sampai 60 fps di semua lensanya. Lensa ultrawide, telefoto, lensa utama, semua bisa dipindah-pindahin juga. Jadi, misalnya mau pindah ke ultrawide ya, buat hasil lebih lebar hasilnya kayak gini. Kita balik ke satu. Saya mundur sedikit kita pakai 3X ya. Nah, segala kayak gini ya masih oke. Coba kita minak sini sedikit. Nah, balik 1x sini. Sini. Nah, kalau sambil ada sedikit jalan kita cari matahari sedikit di situ. Nah, itu ada matahari di sebelah sana. Dynamic range-nya bisa dilihat tuh gimana. Itu dia. Nah, masih okelah sebenarnya. Oke, jadi itu dia buat sedikit pakai kamera belakang. Habis ini kita lanjut ke kamera depannya, Vivo Xol 5 ya, masih oke atau enggak dan juga nanti ada kondisi lowl-nya juga. Nah, sekarang kita lanjut ke kamera depan ya. Ini emang udah time skip beberapa hari setelah video yang sebelumnya kalian nonton makanya rambut saya udah beda. Nah, ini pakai kamera depannya dari Vivo XF yang sayang hanya di 1080p aja. Jadi emang paling benar udah nge-vlog pakai kamera utama. Kita bantu dengan cover screen. Coba kita lihat seberapa jauh bedanya. Nah, sekarang ini dia hasil video kalau direkam pakai kamera utama dibantu sama cover screen. Jauh kan bedanya. Emang ini jauh lebih proper lah, lebih beres kalau dipakai untuk nge-vlog. Hasilnya kayak gini. Kalau kalian pengin lihat prosesnya, nah nih kayak gini nih. Tuh, seperti inilah kurang lebihnya. Jadi kalau mau nge-vlog pakai gini aja karena hasilnya jelas akan jauh lebih proper dibanding pakai kamera depan atau kamera di dalam layar. Oke, sekarang kita pindah kondisi low light lah. Kita lihat juga hasilnya kayak gimana. Oke, sekarang kita sudah masuk ke dalam ruangan untuk testing low light di studio aja. Karena mungkin kalian bisa dengar lagi hujan di luar, jadi saya dalam ruangan aja. Nah, ini ada replika stadion tim yang lagi lucu-lucunya bisa dilihat ya. Nah, ini ada Lego juga di atas nih warna hitam dan dia ada di bawah lampu sih. Jadi mungkin masih kelihatan terang tapi detailnya bagus ya. Kita bisa lihat nih 3X mantap sekali detailnya terjaga dengan baik untuk video-video debu-debu ya tuh kelihatan banget mantap balik blok satu sekarang kita pindah ke meja n ada buku-buku ya di bawah lampu detail ya itu daun-daunan bohongan ada buku pas banget di bawah lampu kalau saya geser nah tuh kalau gelap begini kalau di lampu begini sekarang baru ini kalau orang dalam ruangan lampunya di sana ada satu juga di sini di samping hasilnya kayak gini. A bisa kalian dengar ya sejernih apa dengan situasi di luar lagi hujan bisa kalian lihat skin tone warna autofokus ya apapun itu bisa langsung cek sini dari hasilnya Vivo Xol 5. Oke atau enggak silakan komenin aja di bawah kalau menurut saya sih hasilnya udah oke. Tapi apapun itu tulis aja. Oke itu aja kita langsung ke bagian berikutnya. Nah berikut ya itu adalah hasil dari kamera depan yang ya itu dia 1080p. sayang sekali hasilnya seperti ini dan tetap saya sangat merekomendasikan sudah pakai kamera utama aja untuk hasil yang jauh lebih proper. Jadi itu dia kita udah ngebahas kameranya Vivo X 5 dari foto udah banyak video juga udah ya langsung aja kita masuk ke section berikutnya untuk ngebahas smartphone VPoint Nah itu dia tadi kita ah ngebahas cukup panjang soal kamera dan satu lagi sebelum ke closing bahas tentang performa dari si XFult 5 ini. Sebenarnya enggak panjang-panjang dan sengaja saya bahas terakhir karena bagian ini tuh seperti tidak banyak berubah dibandingkan XF 3 Pro yang rilis tahun lalu. Smartphone baru ini masih menggunakan Snapdragon 8 gen 3. Sekali enggak jelek sebenarnya, tapi kalau dia pakai Elite, wah bakal lebih cakep lagi harusnya. Enggak cuma ya dari segi kencangnya doang, namun dari baterainya juga bisa jadi akan lebih efisien kalau dengan chipset yang lebih baru. Mungkin bisa dimaafkan karena smartphone ini kan bukan atau tidak ada kata proya tadi ya. Jadi yang tahun lalu kan ada pro, yang ini enggak. Secara performa benchmark tetap bagus, enggak jelek ya. Performa pemakaian juga mayoritas lancar dan nyaman sekali. Enggak ada problem ya, selalu saya cobain. Karena gimanapun, Snapdragon AG3 tetap levelan flagship. Multitasking masih sangat oke di layar besarnya. Yang standar split screen ya bisa dong kayak gini. Tapi enggak cuma itu. Sekarang ditambah dengan fitur multitasking baru yang dikasih nama origin workbench. Nah, sebelum pada salah kapra, Vivo XF 5 ini masih menggunakan Fun Touch OS 15 dengan Android 15. Jadi bukan original S ya, seperti nama fiturnya tadi. Pas pertama kali ngaktifin fitur ini, saya langsung keingat dengan fitur stage manager. Jadi ada satu layar besar untuk tugas utama kemudian ditambah dengan jendela-jendela kecil aplikasi di bagian samping ini. Bisa buka sampai lima aplikasi pas saya cobain. Satu yang utama sedangkan empat yang kecil-kecil itu ditaruh Windows di pinggir-pinggir pasti pakai. Animasi dan perpindahan aplikasinya sih mulus. Dan ini emang bisa jalan dengan lancar selama yang dipasang itu bukan aplikasi yang berat kayak game. Bisa aja sih sebenarnya ada game, tapi kalau gameennya kita mainkan ya itu biasanya emang FPS-nya enggak akan sebagus pas dia jalan sendiri secara full screen. Di luar testing tersebut ya fitur ini bisa banget dipakai kok buat mereka yang emang orangnya multitasking banget. Untuk pakai fitur ini, cara pertama itu adalah kita harus aktifin dulu ya di menu setting. Habis itu kalau udah nanti ada dua metode yang bisa kita gunakan untuk ngaktifin. Kita bisa mencet di bagian tengah layar kayak begini atau bisa juga kita nge-spe arah tengah dari pojok kanan layar seperti sekarang. Nah, jadi kayak gini. Tinggal pilih deh aplikasi apa aja yang pengin kita pakai barengan di bagian samping. Kalau menurut kalian gimana nih metode multitasking-nya yang dikasih Vivo di XFC Origin workbench? Asik atau enggak? Coba tulisin komen kalian di bawah. Jadi itu dia secara keseluruhan kalau kita ngomongin soal Vivo Xol 5, smartphone yang bisa dibilang kejutan Vivo untuk tahun ini. Ini adalah sebuah smartphone yang upgrade bagus sih menurut saya dari XF 3 Pro. Walaupun dia enggak ada label Pro-nya, tapi peningkatannya itu sama sekali enggak sedikit. Yang paling utama udah pasti dari segi desain, dia lebih tipis, build quality juga jauh lebih baik. Selain itu, enggak ketinggalan kamera dengan sensor baru serta baterai yang lebih besar. Soal chipset yang bukan elite mungkin emang cukup disayangkan ya kalau untuk para antusias. Tapi kalau buat casualf user yang lebih mementingkan kamera berkualitas untuk foto-foto dari sebuah smartphone foldable XFT 5 layak banget dipertimbangkan banget. Apalagi dengan harga retail nih yang resmi itu sangat menarik dan lebih murah dibandingkan kompetitor lain. Jadi kalau emang kalian tertarik ya sempat pengin beli Xolt 3 Pro tapi ya belum beli ya beli yang ini aja yang lebih baru karena peningkatannya enggak sedikit sama sekali dibandingkan yang sebelumnya. Buat yang penasaran untuk cek lebih lanjut linknya seperti biasa ada di deskripsi. Oke segitu aja dulu untuk video review-nya kali ini. Makasih banyak nonton sampai habis. pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.