HP Midrange Sekarang Kok Kaya Gini ?? Review vivo V70 (YouTube Video)
Hidup itu kadang diremehkan, kadang juga ditawarkan. Kayak HP yang satu ini, saya kira awalnya dia malas-malasan, ternyata malah kasih banyak kejutan. Mulai dari layar yang lebih mapan, kamera yang lebih menawan, sampai desain yang lebih elegan. Ya udah, enggak usah banyak alasan. Selamat menonton. Yang belum azan udah makan duluan. Hai Andika, guys di sini kenalin ini adalah Vivo V70, Vivo V70. Biasanya Vivo V series itu cuman modal tampang tapi di seri kali ini beda. Dia lebih durable, lebih kuat. Tapi itu pembahasan berat. Kita bahas yang ringan-ringan dulu ya. Kita bahas desainnya dulu. Jujur aja secara desain khususnya bagian kamera belakang, saya lebih suka V60 kemarin sih karena kesannya K lebih simpel. Tapi kalau ngomongin build quality dan racikan warnanya, beh si V70 ini cakepnya ugal-ugalan. Sebenarnya saya berharap dipinjamin yang warnanya itu sandal bronze sih, bukan sandal yang hilang pas jumatan. Ya, beda itu sandal yang beda. Tapi sandal brown ini adalah sejenis kayu harum yang berasal dari pohon endemik khususnya di NTT Nusa Tenggara Timur. Kalau yang kita dapat ini namanya keren sih. Namanya itu Golden Hour. Warna kekuringan khas matahari terbit atau matahari terbenam. Cakep juga sih kalau dilihat langsung. Dan ada satu warna lagi selain golden aur dan juga sandal wood. Ada yang namanya Alvin Gre. Saya enggak bisa komentar banyak tapi kalau dari foto sih jujur menurut saya biasa aja. Kalau dari gambar saya lebih suka yang sandalwood. Terus tahun ini secara build quality sama mereka juga di-upgrade. Ya tumben ya baik Vivo tahun ini. Karena kalau tahun lalu frame-nya itu masih pakai plastik yang jujur aja kalau diketuk itu rasanya agak kopong. Nah, di seri V70 ini mereka akhirnya tobat. Frame-nya sekarang pakai Aeros Gre Aluminium alloy ya. Metal beneran yang kalau misalkan kita uh sakit ini. Kalau kita giniin tuh jari kita yang sakit malahan. Pas kita pegang-pegang feel-nya juga kerasa mahal. Jadi padat, solid, keras pas dipegang. Nah, gitu deh pokoknya. Bodinya juga ramping di 7,59 mili. Udah gitu, bagian bum kameranya yang mereka sebut dengan dynamic floating camera modu itu dibuat super tipis, cuma 3,29 mili. Nah, kebanyakan HP sekarang kan kayak bum kameranya itu gede ya. Enggak. Enaknya kalau misalkan di meja tuh, kalau setipis kayak gini kan masih oke ya. Kalau misalkan kita HP. Misalkan tangan kiri kita makan lalapan gini deh lalapan ini kiri sini. Nah, kita masih harus balas penting HP-nya itu gak goyang-goyang. Terus soal sertifikasi dia juga udah punya IP6869. Jangankan cuma ketumpahan kopi atau kecemplung kolam ya, disemprot air panas bertekanan tinggi pun dia juga masih bisa santai. Belum lagi layarnya ini dia dibekali dengan five star drop resistant alias tahan banting. Jadi mau jatuh di aspal atau enggak sengaja kepental ya masih aman. Jadi kalau secara body sih saya suka sih ya padat, kuat dan tahan lama. Beneran tahan lama nanti ya baterainya itu tahan lama. Enggak percaya? Nanti kita tes ya. Sekarang kita coba bahas layarnya dulu. Tampak depan lihat aja. Gila, basel-nya tipis banget. Dan kalau kita bandingkan dengan iPhone 17 Pro, basel-nya Vivo ini juga masih enggak jomplang, enggak kalah gitu ya. Padahal ini seri V loh, bukan seri X. Klaim mereka baselnya itu di samping ada di 1,27 mili. Kalau iPhone 11 Pro itu di sekitar 1,36 mili. Jadi lebih tipis Vivo. Walaupun secara ilusi kayak mirip-mirip ya, tapi kalau secara angka lebih tipis Vivo. Emang sih bagian dagu atau basel bawahnya agak sedikit tebal dibandingkan tiga sisi lainnya, tapi tetap gokil sih ya. Kok bisa AP midrange kasih basel yang setipis ini atau bahkan lebih tipis dari flagship-nya buah-buahan. Dan layarnya ini walaupun panelnya sekilas mirip kayak seri sebelumnya, tapi sama Vivo dikasih peningkatan yang lumayan drastis. Sekarang resolusinya naik ke 1,5K Ultra Clear OLED dengan ukulan layar yang justru dibikin lebih kompact ya di 6,59 inch. Sebenarnya ini bukan kemunduran sih, bukan downgrade karena logikanya gini, karena kalau misalkan resolusinya lebih gede, terus dimensinya lebih kecil, yang terjadi adalah PPI atau pxel per inch-nya jadi lebih padat. Dan buat pesuka HP Compact, resolusi makin gede, terus dimensi kecil, Wah, itu sih kalau kalian nonton ibaratnya kayak nonton surga gitu karena matanya dimanjakan banget. Kita juga udah tes untuk akurasi warnanya dan hasilnya sih paling oke ada di mode bright ya. Color gambutnya itu di IP3-nya bisa tembus 100%. Untuk brightness emang masih kalah tipis sama mode natural, tapi selisihnya enggak banyak. Jadi buat harian pakai mode bright ini menurut saya sih kalau kalian memang suka yang panci-panci bright paling benar. Terus kalau untuk pick brightness, klaim mereka sih 5.000 nits. Tapi ingat pick 5000 nits itu akan terjadi kalau misalkan di kondisi tertentu HDR-nya nyala, terusp-nya nyala dan susah untuk dites. Karena pas kita tes ya di ketiga modenya, tipical brightness-nya dapatnya di 600-an nits lah. Sekarang kita masuk ke sektor yang menurut saya HP mid range ini masih berani untuk nantangin HP flex kamera dan ya logo biru ini bukan cuma pajangan ya, semua lensa ini udah diracik langsung sama Zeung-nanggung. Kamera depannya juga ikutan pakai lensa ZIS 50 megapel dengan fitur autofokus dan wide angle-nya bisa sampai 92 derajat. Hasilnya saat dipakai foto bareng-bareng view angle-nya luas, detailnya juga tajam. Terus karena ini Zeh juga untuk tuningan color-nya. Kalau yang pengin suka warna-warna gonjreng, kalian pilih default-nya aja di VFIT. Tapi kalau suka warna yang natural, kalian bisa pilih tuningan dari Zeh lebih suka yang natural ya, tapi itu kan preferensi dan selera masing-masing. Di belakang setup-nya sangar, kamera utamanya 50 megap Zeis, ada OE dengan sensor Lia 700V ditemani 8 megapel ultrawide. Ya, sayangnya ultrawide-nya masih 8 megapel, tapi bintang utamanya jelas lensa ketiganya ya, 50 megapel Z O telefoto pakai sensor Sony AMX 882. Lensa ini dibikin khusus buat kalian yang suka foto putrit atau foto ketika konser ketika kalian posisinya itu gak dekat dari panggung. Berhubung di Kota Malang ini saya lihat belum ada konser apapun ya, mungkin karena memang lagi puasa. Jadi kita coba telefotonya ini low light dan juga delate di dekat-dekat kantor aja untuk kita lihat seberapa bagus telefotonya. Dan ternyata gokil sih ya. Sensor Sony AMX 882 ini disandingin sama Ois bikin foto malam pakai zoom dua kali, 5 kali, bahkan 10 kali. tetap terlihat minim noise ya. Kalau 10 kali sih karena dia sistemnya ini digital zoom ya ada noise sih ya. Tapi masih oke loh untuk kelas midrich. Dan mumpung lagi di luar sekalian kita tes fitur andalan mereka. Ze multial putrit ini miriplah kayak lensa fix di mirrorless atau di SLR dan sudah disediakan preset gambar lensa di pojok kanan. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Enggak berhenti di situ, Vivo juga kasih fitur AI travel putrit yang bisa bantu ganti langit jadi cerah, ngelurusin foto, bahkan ngilangin orang. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Vivo V70. POV-nya luas banget ya. Jadi dia bisa 0,5 1 dan 2 kali. Hmm, dua kalinya. Uh, detail ya. Lumayan ya. Nah, ini 0,5-nya kok makin deras ya? Ini kalau misalkan damices-nya kayak gini nih. Terus kalau kita buat jalan ya enggak gembang-gembang banget, aman kok ya. Khasnya seri lah ya. Terus kalau kita buat agak lari kencang di sini nih. Kita coba lihat. Gimana? Woh, masih smooth kan tuh? Masih aman. Detail muka juga cakep, enggak yang over expose. Misalkan kita dari tempat terang ke tempat gelap. Coba kita tes ya ke sini. W masih aman juga exposur-nya enggak naik turun. Oke, sekarang kita coba kamera belakang. Di kamera belakang ini. Kamera belakang ya. Dia ada ultrawide-nya. Tapi ultrawide-nya ini enggak bisa di 1080p 60 fps dan juga di 4K 30 fps enggak bisa. Bisanya di 1080p 30 fps. Nah, ultrawide-nya kira-kira seperti ini. Dan coba kita lihat set. Wow, masih oke ya dynamic range tuh. Jadi area gelap dan terangnya masih aman. Terus untuk kestabil kestabilannya juga masih oke. Kita coba buat jalan nih. Kita zoom di sini untuk ultrawide-nya. Nah, terus kalau mau pindah lensa, weh, transisinya udah lumayan oke lah ya. Terus ini dua kali, ini tiga kali. Tiga kalinya biasanya di sana tuh. Ini terlalu dekat kalau di sini ya, enggak fokus. Nah. Nah, kalau ini ini di 4K 60 fps, min kameranya ya. Coba kita lihat detailnya. Apakah beda dengan 1080 p 30 FS tadi? Uh, beda sih, Guys. Jadi kalau misalkan saya dekatin lagi kira-kira segini. Wah, gila ini. Ih, ada ulat. Kaget nih. Lihat nih. Wuh, untung enggak ke situ tadi ya. Kacau kacau. Nah, ini kalau misalkan digunain untuk jalan sambil kita coba dnamic range tilting aman aja. Coba auto fokusnya ya. Jadi gelap keterang ya. Dari area sini kita coba terus pindah. ke sini. Set. Oke, aman aja. Untuk tele juga oke sih ya. Dia bisa di 15 kali nih untuk telennya. Bisa 4K 60 fps juga tuh. Cuman kalau udah ke-record di 4K 60 fps kita enggak bisa pindah ke main kamera. Jadi bisanya langsung ke 15 kali, 10 kali, 5 kali, dan tiga kali. Oke, urusan kamera dan juga desain udah. Sekarang kita urus dapur pacunya ya atau performanya ya. Secara teori sebenarnya ya, secara spesifikasilah sebenarnya dia mirip dengan Vivo V60. Jadi dia pakai Snapdragon 7 Gen 4. Cuman kalau saya ulik hasil tesnya berbeda ternyata. Mungkin karena tuningannya beda dan juga material yang dipakai beda ya. Ini kan pakai aluminium yang kemarin pakai plastik ya. Ibaratnya kalau misalkan kita pakai jaket merek A, merek B, kita lebih cepat keringetan yang mana. Kira-kira kayak gitulah ya. Walaupun prosesornya sama tapi kalau tuningan dan material yang lainnya itu beda ya prosesor ini kecepatannya bisa berbeda juga. Karena pas saya lihat ya di teman-teman Teh review yang lain, skor Geekbench 6 si V60 itu di kisaran 1200-an buat single core, terus 3.400-an buat multiore. Nah, di V70 ini single core-nya tembus 1330 dan multior-nya melonjak jauh ke 4.144. Peningkatan yang lumayan oke walaupun sebenarnya prosesornya sama. Terus di Antutu 11 itu skornya dapat di R1,4 juta. Nah, kalau untuk 3D Max kalian bisa langsung lihat di sini aja lah ya karena 3D Max itu tesnya banyak dan kalian bisa lihat stability-nya. kayak gimana. Nah, kalau untuk gaming di Mobile Legends dan juga PUBG enteng-enteng aja ya. Cuman sayang settingan fanpage 120 FPS-nya masih dikunci. Nah, ini PR buat Vivo karena secara hardware harusnya udah mampu sampai FPS gitu. Enggak puas kita siksa ke game yang lebih berat. Gensin Impact grafic high 60 fps. Surprisingly, HP ini kuat ngangkat di average 53 fps tanpa kendala berarti. Karena di gensin aman, jadi kita penasaran. Kita tes di WA juga yang lebih berat lagi. Di WA ini kita coba pakai settingan balance dan kita masih dapat average di 47 FPS dan maksimumnya masih bisa nyentuh di 61 fps. Masih sangat playable buat ukuran game yang optimalisasinya sering bikin emosi sampai pengen bikin banting HP. Kadang faktor lain kenapa performanya juga jadi lebih kencang mungkin juga karena storage ya. Karena kan di yang dulu itu pakai UFS 2.2 nah sekarang udah pakai 4.1 jadi pemosesan datanya juga lebih kencang jelas. Perbedaannya UFS 2.2 sama 4.1 itu ibaratnya kalian biasanya naik angkot terus kalian naik wus gitu jadi wah kencang banget. Saking kencangnya tiap tahun kereta bus itu masih rugi. Tapi sekarang sayangnya udah enggak ada varian storage lagi ya. Kalau dulu kan masih ada yang varian 512. Nah sekarang mentok di 256 GB yah sayangnya di situ. Tapi menurut kalian untuk seri VA 256 GB itu cukup atau enggak? Kalau buat saya sih kayaknya enggak cukup deh karena kamera dan videonya lumayan bagus saya review ini. Tapi sebenarnya yang menarik lagi itu ada di kalian sadar enggak? Coba kalian lihat ya. Ini HP tuh setipis ini 7,59 mili. Tapi coba tebak baterainya berapa? Baterainya itu bukan 5000 mamp, baterainya itu 6.500 mA. Gede banget untuk ukuran HP setipis ini. Dan untuk kelihatan baterainya pas kita tes ya kayak PUBG 30 menit berkurangnya 7%, Mobile Legends 30 menit berkurang 8an%. ini dengan settingan rata kanan btw ya. Terus Gensin Impact 30 menit berkurang cuma 8%. Bootering waeve yang lumayan berkurangnya 10% dengan settingan balance tadi. Terus untuk ngecasnya juga kencang dengan 90 watt. Jadi 0 ke 100% itu enggak butuh 1 jam. Tapi kalau misalkan kalian gunakan HP ini buat gaming dan enggak pengen panas, tinggal pakai bypass charging aja karena dia juga udah ada bypass charging-nya. Sekarang kita beralih ke software akhirnya, Guys. Tapi Vivo V series itu udah dapat origin US6. Dan jujur aja saya tuh ya bosan banget ya lihat Fun Touch OS yang gitu-gitu aja. Tapi sekarang di Origin OS6 saya udah bikin videonya sampai berapa? Tiga kali kalau enggak salah Origin OS itu karena saking enaknya. Kesan pertama pakai Origin OS di V series ini langsung kerasa beda ya. Animasinya beneran enak dilihat. Fluid, elastis, dan natural. Gerakannya bukan yang ngebut buru-buru, tapi ada animasinya halus dan santai gitu. Ada juga Origin Island-nya ya. Ini kelihatannya memang mirip kayak pulau-pulau tetangga sebelah. Kayaknya semua Android juga punya pulau sekarang ya. Bukan Jeffre Fstein aja yang punya pulau. Semua Android punya pulau. Tapi yang ini lebih pintar dan fungsional. Kalian bisa drag and drop teks atau gambar langsung ke situ buat di-share ke sosmate atau cari lokasi. Rasanya kayak multitasker profesional aja. Padahal ujung-ujungnya cuma nge-share memes yang ada dari IG. Yang saya suka sih watermark akhirnya sekarang lebih fleksibel ya. Sekarang watermarknya itu bisa dihapus atau diganti walaupun fotonya udah terlanjur diambil. Jadi gak ada lagi drama lupa matain watermark ya. Karena biasanya kan kalau teman kita pinjam HP kita, fotoin dong pakai HP lu. HP lu bagus. Tapi mereka enggak mau ada watermark-nya biar kelihatan diambil dari HP mereka. Kan kurang ajar emang ya. Terus ada lagi fitur private space. Fitur yang benar-benar kepakai di satu HP. Kita seperti punya dua kehidupan terpisah. Beda aplikasi beda galeri, beda riwayat chat. Jadi kalau ada sidak mendadak dari istri, jangan ditulisin ya bahaya. Kalau saya buka nanti kasihan istri-istri yang ada di sana. Selain itu ada juga fitur one tap transfer mirip-mirip sama airdrop. Gunanya buat nge-share fil tapi enggak rasis karena bisa ke Android, iOS bahkan PC. Cukup tempelin dua device nanti bisa langsung pindahin data. Secara visual sih jujur saya suka sih ya sama Origin OS6. Control centernya sekarang lebih modern. Sudah ada slider volume langsung dan ada widget baterai bawaan. Jadi kalau misalkan kita koneksikan dengan TWS enggak perlu tebak-tebakan TWS ini baterainya tinggal berapa karena udah ada informasinya di situ. Satu lagi fitur yang diturunin dari seri flagship seri X-nya ke seri V adalah fingerprint. Fingerprint-nya sekarang udah pakai 3D Ultrasonic yang kencang banget. Tinggal di-touch, ditempel aja langsung kebuka. Konektivitasnya juga udah paripurna ya. Udah NFC multifunction udah pasti ada dan asyiknya lagi sekarang udah support sama ISIM yang hobi traveling atau ke luar negeri. Ini ngebantu banget sih biar kalian enggak repot untuk beli-beli SIM di sana karena harus registrasi passport. Belum lagi data kita ke negara sana. Ribetlah pakai e SSIM aja. Kalau misalkan ke sananya cuman seminggu. Tapi kalau di sananya 2 tahun ya beli SIM sana aja. Kesimpulannya apakah si Vivo V70 ini HP sempurna? Ya jelas enggak lah ya kalau dibilang sempurna. Namanya HP mid range pasti ada aja yang dikompromi. Pertama basel. Basel memang tipis di ketiga sisi, tapi sayangnya yang bagian bawah dagunya itu kayak ilusinya lebih tebal dikit. Terus yang kedua, urusan gaming kompetitif secara hardware dan cool system, HP ini udah lebih dari mampu buat ngangkat frame rate 120 FPS tapi di settingannya belum kebuka 120 fps mungkin ya. Kalau misalkan Vivo mau sama PUBG atau Mobile Legends, harusnya kuat lah kalau 120 FPS. Dan yang ketiga, storage-nya cuman ada satu varian 256 GB aja. 512 enggak ada ya. Walaupun tipenya udah dua kali lebih kencang ya, UFS 4.1, tapi sayangnya masih 256 GB. Tapi jujur kalau misalkan kalian bisa berkompromi dengan hal yang menurut saya juga minor tadi paling storage doang ya. Kenapa cuman 5256? Tapi sisanya menurut saya minor dan kalau itu tadi bisa ditoleransi, coba bayangin aja dengan harga midrange kita udah dapat build quality yang metal aeros spills grid atau yang sama metalnya ini kayak bahan pesawat terus layarnya udah 1,5K ultra clear OLED yang seterang masa depan lah ini saya bilangnya ya karena sampai 5.000 nit. Terus yang gokil lagi jelas kameranya karena serif V pakai ziz harganya midrange. Wah itu nikmat mana yang kalian dustakan. Apalagi di kondisi low led-nya ya. dan AI-nya juga banyak yang ngebantu untuk fitur-fitur kameranya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video dari V7070 kali ini. Untuk harganya pas video ini dibuat saya belum tahu berapa ya, tapi harusnya sih bakalan mirip-mirip aja sama Vivo V60 sama V seri sebelumnya. Kalaupun naik harusnya enggak banyak ya, karena sekarang kalau kita lihat brand lain pun juga banyak yang naik harganya dibanding serinya tahun lalu karena kelangkaan komponen. Terus pertanyaan sekarang kalau kalian punya Vivo V60, apakah kalian bakal upgrade ke Vivo 70? Kalau kalian suka desainnya ya upgrade sih. Tapi kalau kalian nyarinya performa dan kamera mungkin peningkatannya ada, tapi enggak begitu kerasa. Jadi yang lebih kerasa itu kalau kalian upgrade dari Vivo 50 ke 70 itu bakalan lebih kerasa sih. Dan buat kalian yang mutusin buat beli HP ini di masa launching-nya ya, di tanggal 9 sampai 15 Maret, kalian bisa dapat ekstra benefit berupa panjangan garansi 12 bulan dan perlindungan layar. Lumayan udah layarnya ini kuat five star dapat lagi perlindungan 12 bulan. Lumayan kan ya? Saya budi. See you on the next video.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...

















