HP pertama snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 | Xiaomi 18 Pro Max (YouTube Video)
Saya baru aja berkesempatan untuk hands [musik] on Xiaomi 18 Pro series yang udah pakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan juga Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 di varian Pro dan juga Pro Max-nya ya. Saya cuman punya waktu sekitar 15 menit atau sekitar 20 menit untuk nyobainnya ya. Jadi ini adalah quick review bukan quick review juga ya lebih ke first impression dari si Xiaomi 18 [musik] Pro dan juga Pro Max-nya. Jujur kalau disuruh milih di antara keduanya Pro atau Pro Max, saya lebih suka [musik] yang Pro ya. Karena yang Pro Max itu buat saya berat dan Pro itu enak banget dipegangnya kompact dengan satu tangan. Untuk layarnya yang Pro itu sekitar 6,4 inch. Sementara yang Pro Max itu 6,9 [musik] inch. Ya, kayak selisih cuman beberapa 0 koma sekian inch. Tapi kalau di tangan wah kerasa enak banget untuk varian yang pro. Terus yang saya suka karena back covernya itu secara desain dia kayak rata gitu. Jadi kalau misalkan kita HP yang di atas meja dia gak yang jomplang [musik] jomplang gitu. Dan saya adalah orang yang sering banget HP di atas meja karena tangan saya satunya biasanya itu lagi repot. Untuk varian Pro lebarnya itu sekitar 72 mili. Jadi jempol itu masih enak ya kalau misalkan [musik] dipakai untuk dengan satu tangan. Terus bobotnya sekitar 203 gr tergantung material yang di belakangnya. Kalau untuk Pro Max [musik] itu lebarnya 77 mili, tingginya lebih dari 163 mili. dan bobotnya 230-an [musik] sampai 240 gr. Kalau secara desain ya Xiaomi mempertahankan desainnya tahun lalu ya. Mereka masih mempertahankan modul kamera horizontal gede yang menyatu dengan layar belakang. Bedanya kaca di area kamera dan layarnya itu sekarang lebih utuh dan rata kayak jadi satu permukaan ya seperti yang saya bilang tadi. Jadi kalau misalkan ditaruh di atas meja itu kayak lebih nyaman aja. Tapi modulnya tetap menonjol ya. Jadi di bagian atasnya itu agak menonjol ya. ya kalau dipegang distribusi beratnya agak ya kurang gimana gitu, butuh adaptasi sekitar 1 sampai 2 hari. Terus pilihan warnanya kalau saya lihat sih cukup beragam [musik] ya. Tadi itu kita megang warna putih, biru, terus saya juga lihat di FP itu ada yang warna merah kayak transparan kayak ala-ala Nothingting phone tapi dikombine sama iPhone. Nah, yang menarik beda warna itu ada beberapa yang beda material juga. Versi hitam, putih, dan juga pink pakai material yang namanya itu fiber glass. Jadi lebih ringan, [musik] steady blue, dan edisi transparan pakai kaca jadi sedikit lebih tebal dan sekitar 5 gr lebih berat kalau saya baca-baca ya. Kalau tadi kita ah ngomongin layar utamanya, sekarang kita ngomongin layar di bagian belakangnya, [musik] back cover-nya ya. Untuk yang varian Pro itu lebih kecil sesuai dengan size-nya sekitar [musik] 2,7 inch untuk yang varian Pro. Sementara yang Pro Max itu sekitar 2,9 inch. [musik] Dan yang menariknya lagi ya, walaupun dia cuman secondary screen di belakang, tapi udah support sama refresh rate 120 Hz. Gila. Pertanyaannya kenapa back cover atau layar belakang secondary aja dikasih 120 Hz? Karena layar belakangnya itu enggak cuman sebagai hiasan aja. Kalau dulu kalau kalian masih ingat itu dibikin kayak seolah-olah dia adalah iPhone 17 Pro [musik] Max gitu ya, diganti wallpaper-nya. Jadi, yap wallpaper tetap masih bisa di bagian belakang. Terus kalau kalian slide ke kiri [musik] itu bakalan buka opsi kamera, tapi kameranya di bagian depan itu harus terbuka dulu. Terus kalau misalkan kita slide ke atas ada notifikasi slide dari bawah itu bakalan ada agenagentics [musik] AI kayak calendar itinerary, dan travel assistant yang bisa kita atur [musik] di situ. Nah, ini berkesinambungan dengan chipset terbarunya Qualcom season Cag Elite [musik] Gen 6 Extreme Gen 6 karena mereka tahun ini tuh temanya [musik] itu agenic AIDS gitu. Jadi, ya, AI yang agentik atau AI yang punya inisiatif. Dan walaupun mungkin ya, mungkin tujuan awalnya si Xiaomi ini [musik] pakai back cover karena pengen ng-lock-ngelog iPhone. Walaupun itu kayak pakai bukan Xiaomi resminya ya, [musik] tapi kayak kreator banyak yang pakai kayak gitu. Tapi sekarang itu menurut saya jadi lebih berguna ketika kita pakai back cover-nya ini untuk nge-vlog selfie karena sebagus-bagusnya kamera depan pasti masih lebih bagus kamera [musik] belakang. Tapi kalau saya lihat skilas tadi sih ada dua aja sih kameranya. Kalau untuk spesifikasi kameranya, kalian bisa lihat aja foto-foto slide berikut ini. Tadi di keynote-nya itu dicompare sama S26 Ultra sama iPhone 18 Pro Max yang kata Xiaomi sensornya itu lebih gede punyanya Xiaomi ya. Klaim sih boleh ya. Tapi ini kan [musik] kita enggak tahu gimana nanti hasilnya karena ini juga masih baru aja bahkan belum launching glompal ya. Jadi kalau barang belum launching itu biasanya belum bisa [musik] dibahas atau di-review karena bakalan banyak optimize-optimize atau update-update yang masih dilakukan sama Xiaomi. Tapi untuk produk jadinya tadi ketika saya coba untuk perpindahan lensanya [musik] dari ultrawide BTW ultrawide-nya itu di 0,7 terus naik ke 3,2 sampai di 6,4 dan 8,6 kalau misalkan kita pakai varian yang [musik] Pro Max. Perpindahan lensanya sih mulai smooth ya. Saya suka. Cuman saran saya buat Xiaomi mungkin bisa dibikin lebih pelan lagi karena itu kan kayak pindah Lens [musik] kayak set set terlalu kencang gitu. Pelan aja gitu kayak mungkin lebih oke sih ya. Dan perpindahan lensa dari misal white ke ta itu masih cukup kelihatan. [musik] Terus satu lagi ada privacy display namanya Xiaomi Privacy Display [musik] RGB privacy display yang cara kerjanya nanti aja di video review-nya kita bahas. Tapi ya dia mirip-mirip sama kayak punyanya Samsung [musik] lah ya. Jadi kita bisa pilih yang mau di privacy display ini itu apa aja, aplikasi apa aja, bisa notif doang, bisa mbaging doang. Misalkan kalian pakai BCR terus di privacy display gitu bisa. Intinya kita bisa milih. Cuman tadi jujur aja di beberapa software, di beberapa HP lah ya. tadi kan ada di hands on itu ada satu HP ini, ada satu HP ini. Nah, ada satu HP yang menurut saya privasi displaynya bagus, ada satu HP yang menurut saya kurang entah [musik] settingannya atau gimana, tapi ya sekali lagi namanya barang belum launching itu pasti ada aja masalahnya. Tapi seenggaknya Xiaomi udah mempersiapkan si Xiaomi privacy displnya yang saya yakin nanti pasti HP-HP flagship lain juga ngikutin dan belinya mungkin [musik] juga sama-sama di Samsung. Terus kalau untuk spesifikasinya yang varian Pro ya itu pakai chipset yang Snapdragon 8 Elite Gen [musik] 6. Sementara yang Prox itu pakai Snapdragon Iite Extreme Gen 6. Nah, mungkin yang perlu saya kritisi di sini adalah kenapa harus pakai extreme kalau [musik] misalkan Pro Max-nya itu enggak bisa 8K 60 fps. Karena kata Qualcom kan bisa 8K 60 fps dan 4K-nya bisa 4K 240 [musik] fps. Tapi pas saya coba tadi 4K-nya itu mentok di 120, full HD-nya juga mentok di 60, mentoknya di 30 fps untuk yang varian Pro dan juga [musik] Pro Max. Nah, kalau enggak ada pembeda antara Pro dan Pro Max, ngapain pakai ekstem? Lebih mahal jatuhnya ya. Pakai chipset yang biasa aja ya. Misal kalau enggak ada pembedanya cuman di performance yang tipis-tipis aja, mending [musik] enggak usah ada ekstrem enggak sih? Dan mungkin buat Qualcom bikinlah sesuatu kayak Intel Evo gitu ya. Intel Evo itu kan prosesor Intel dia jadi kayak bikin vendornya itu patuh. Ada standar oh resolusinya harus full HD, minimal kameranya harus ini. Nah, Qualcom mungkin bisa bikin [musik] kayak gitu ke vendor-vendornya. Jadi vendornya itu biar performa Qualcom yang udah disiapin itu benar-benar diambil [musik] gitu sama vendornya ya. Jadi karena percuma kalau misalkan Qualcom-nya udah nyiapin tapi vendornya kayak Xiaomi IQ atau siapapun nanti cuman ngasih separuhnya aja disunat atau kata disesuaikan gitu kan menurut saya agak kurang ya. Mungkin kan bisa bikin standar itu tuh. [berdehem] Jadi biar vendor-vendor tuh ada satu dan ada batit khusus misalkan nih kalau Intel kan Intel Evo. Nah, ini misalkan Qualcom apa gitu, Qualcom Prime atau apa gitu. Samsung aja ada Samsung 4 Galaxy kan mungkin Qualcom bisa ada beach baru, stiker baru untuk penanda kalau ini adalah vendor yang benar-benar paling optikal di chipsetnya Snapdragon. Mungkin itu bisa ningkatin penjualan juga mungkin ya. Nah, kalau untuk baterai si Xiaomi 18 Pro itu pakai baterainya di 7.000 mAmz. terus 100 watt, wireless chargingnya di 50 [musik] watt. Sementara Pro Max itu pakai baterai yang 8.500 mA. Tapi menurut saya itu masih kecil ya. Ini btw saya tetap video callan nih. Kalau kalian lihat saya video callan sama istri saya karena [musik] dia enggak mau ditinggal. Padahal nikah udah 5 tahun tapi masih kayak gitu. Jadi saya tik udah 3 jam. Ini pakai Redmi Note 17 Pro Max yang baterainya 10.000 mAz. Nah, tapi enggak bisa disamain sih ya. Kalau ini 8.500 00 dengan chipset yang paling kencang bisa juga hasilnya bakalan ya mirip-mirip [musik] aja karena chipsetnya udah kencang 5 gz dan 5 GHz itu [musik] prime core-nya ya dua prime core 5 GHz performance core-nya 4 GHz jadi enggak [musik] ada efisiensi core gitu enggak ada semuanya core kenkelah jadi mungkin cukup segitu aja ya first impresi saya dengan si Xiaomi 18 Pro Series Kalau kalian akan tanya apakah nanti bakalan masuk Indo? [musik] Biasanya ya biasanya kalau misalkan sudah launching global itu bakalan masuk Indo. Karena tahun lalu seingat saya untuk varian 17 Pro-nya Xiaomi itu enggak masuk dan seingat saya juga enggak ada varian Pro Max ya. Adanya yang langsung ke ultra karena dulu saya sempat beli tuh di Cina kalau enggak salah sekitar R juta tapi sebelum sebelum RAM-ram menyerang ini kayaknya. Dan kalau ditanya harganya berapa, wah harganya enggak mungkin sama dengan Xiaomi 17 Pro tahun lalu. Maksudnya enggak mungkin mirip-mirip. [mendengus] Pasti akan naik gitu ya harganya. Tapi saya enggak tahu juga naik yang berapa dan apakah masuk Indo saya pun juga belum tahu. Tapi menurut kalian gimana dengan first impress ini? Kalau misalkan masuk Indo kalian rela nabung dan rela beli enggak atau kalian skip aja dan cari device yang lain? Kalau saya sih alasan saya yang paling kuat untuk beli si Xiaomi 18 Pro Series ini jelas back cover ya karena saya suka nge-vlog. kayak enak banget gitu ya.
