Jungkat

HP Spesialis GAMING paling MURAH 🧐 (YouTube Video)

  • 11/06/2025

Halo guys, David di sini, dan kita bakal cobain Nubia Neo 3 GT. Ceritanya, ini HP spesialis gaming yang paling murah. Harganya 2.999.000, 3 juta kembali 1000 perak. Dia bisa lebih murah loh, dari HP gaming murah lain macam Infinix GT 30 Pro. Dan tentu aja jauh lebih murah dari sang kakak, bos terakhir HP gaming, ini si ganteng yang kemarin kita bahas, Nubia Red Magic, yang harganya bisa 10 jutaan. Ini wallpaper apa ya? Cuma pertanyaannya ya, itu HP murah kok gaming? Susah loh, mau jadi HP gaming. Dia harus enak buat main game, performanya harus tinggi, otomatis speknya harus bagus juga. Kita buktiin bareng dah, bareng kopi Kapal Api Special Mix. Partner setia buat segala aktivitas nih, mau kita ngetes HP mahal, murah, andalannya tetep Kapal Api Special Mix dong... Nggak pernah gagal buat bikin semangat maksimal sepanjang video. Sampai kemarin ada yang komen tuh, si @rajaiblis6998. Kalau ada kapal api di video, entah kenapa reviewnya bagus ya, plus nggak tau kenapa menyenangkan lihat video reviewnya. Padahal HPnya nggak selalu bagus lho, pasti ada aja kurangnya. Mungkin kerasa positif gara gara moodnya semangat ya, bikin vibesnya jadi lebih seru. Ya wajarlah, aroma khas kopi kapal api, emang nyenengin sih. Sampai kerasanya juga, paduan kopi dan gulanya pas, terbuat dari 100% kopi asli. Segala aktivitas apapun, pasti kerasa lebih semangat lah. Buat yang pengen ngopi Kapal Api Special Mix, langsung sikat aja produknya di e-commerce langganan anda pake link di deskripsi. Atau langsung mampir aja ke warung, ke pasar, minimarket, supermarket terdekat, pasti ready. Kapal Api Special Mix. Let's go kita mulai unboxing HPnya. Yang keliatan gede ya, karena ini adalah special gift box yang kita bakal dapetin kalau pesannya di awal-awal penjualan. Yang sayangnya... udah agak lewat sih dari tanggal unboxing ini. Jadi bakal agak susah buat dapetin paket lengkap yang ada di offline maupun online. Jadi kita sekali lewat aja ya. Ini kotaknya bagus, gambarnya heboh, warna-warni, kuning merah, ada GT, Nio, 03, ada Nubia, ada kolaborasi sama tim e-sport. Nanti kita lihat di kotak kecilnya juga ada. Karena nggak bisa didapetin banyak orang, rasanya jadi nggak terlalu penting ya. Buat pamerin TWS di sini, rasanya malah bikin ngiri doang ngeliatin sesuatu yang sulit dicapai gitu. Ada TWS Bumblebee, mantap. Terus ada apalagi ini? Beuh! Kirain apa? Ternyata kaos. Jersey! Wah, kalau kaos doang nanti dikira t-shirt t-shirt-an Ini bukanya dimana ya? Mari kita lihat merah dan hitam. Ini kapal api berarti ya? Oh bukan, ini Nubia. Let's Geek with Nubia, Geek Fam. Widih! Ah belakang. Apa ini? Apa ya? Apa? Ini kayaknya bukan seragam resmi deh. Masa seragam resmi se... HP ini? Dan nggak ada sponsor lain. Dan ini berarti khusus Nubia aja sih. Terus ada apa ini? Wih, ada photocard Baloyskie dong. Ini sering banget saya denger pas lagi nonton si Hertod. Channel MLBB yang mengenalkan saya dengan Geek Fam, karena Doi adalah fans Geek Fam, dan si Baloyskie ini katanya ketuanya ya. Jadi sangat familiar sekali. Gara-gara channel YouTube merasa dekat ya. Ada dapetin finger sleeve juga Nubia, Geek Fam, terus di sini ada nyelip juga ya. Ini satu lagi karena mainnya pakai 2 jempol, terus ada dapetin casing Neo GT, terus ada HPnya. Jadi aksesorisnya lumayan banyak ya. Dapetin finger sleeve, TWS, ada casing, dan dapetin kaos. Cuma ya itu udah agak langka stoknya. Jadi jangan terlalu berharap, berharap dapetin HPnya aja. Kalau misalnya check out di e-commerce atau di manapun tempat kita beli si HP. Dan begini, penampakan kotak HPnya. Lumayan rame ya. Di sini ada tulisan Neo GT Generation, ada 03, ada 5G, ada Nubia, ada apa ini? RAMnya 20. Salah! RAM yang benar realnya adalah 8 aja. 12 ini cuma virtual alias cuma bohong-bohongan, dan ada memori internal 256GB. Dan variannya cuma satu ini aja. 8GB, 256GB. Yang kerennya ini sih, garansinya super long, super panjang, 18 bulan. Lambangnya juga pake kunci ya. Tagline Nubia tetep sama, mau yang mahal, mau yang murah, pokoknya tetap menangin banyak game, lebih banyak game, win more games. Pokoknya HP gaming dibikin buat menang. Buat gaya juga. Tapi intinya lebih banyak menang semoga. Di kiri ada namanya Nubia Neo 3 GT 5G, dan di kanan ada fitur-fitur kuncinya. High refresh rate, 6.8 inci OLED, Full HD+, 1300 nits. Terus ada Vapor Chamber Cooling, 4000an mm persegi, terus ada Dual Shoulder Triggers, ada LRnya, terus ada Fast Charging juga, 80 Watt, mantap, 6000 mAh, baterainya Nubia di bawah, terus di atasnya ada keterangan soal variannya. Dibuat di Indonesia, dan varian warna yang kita unbox kali ini adalah Interstellar Grey. Nah, di sini nih, kalau ditulisan-tulisan teknis kayak gini nih, nggak boleh bohong nih, ini 8GB, nggak boleh tambah 20GB, atau 12GB, 8GB, 256GB. Kalau mau yang lebih Nubia lagi, ada satu varian warna lagi, namanya Electro Yellow ya. Jadi yang kita unbox kali ini warnanya abu-abu. Sekarang kita buka saja HPnya, ada si HP yang dibungkus oleh plastik, dengan tulisan spek-spek kunci, ada Dedicated Gaming Processor, ini Unisoc T9100 atau Unisoc, terus pabrikasinya 6nm, 5G, oke, ada visi cooling, display, baterai kontrol, dan RAM-nya besar, big memory, banyak ya, tagline-taglinenya, oke, kita coba lihat di dalamnya dapet aksesoris apa, ada buku tunjuk, panduan mulai cepat, sip, ada kartu garansi, ini list tempat service centernya lumayan banyak, oke, ini Unicom Care ya, oke, ada SIM Ejector yang bentuknya kayak obat nyamuk yang dibakar, sip, dalamnya lagi ada casing, mantap, kita dapetin casing sili... Oh bukan, bukan silikon lho, ini casing hardcase yang agak burem-burem gitu, jadi kalau kita tutup mungkin desainnya malah nggak terlalu jelas ya, nanti coba kita pasang, di sini udah kelihatan desain kameranya, kanan kirinya dia bolong karena ada tempat buat shoulder triggernya, kalau ketutup nanti nggak bisa dipakai, di sini ada kabel charger warna merah dong, dan Type-C to Type-C dong, keren lho, bukan Type-A to Type-C lagi, jadi udah berasa HP-HP mahal, bahkan HP mahal aja nggak semuanya kasih Type-C to Type-C, adanya Type-A to Type-C, masih, kepala charger, yang kelihatan mewah juga ya, eh, tapi finishingnya glossy ini rasanya, jadi nggak terlalu mewah-mewah gimana gitu, ini bakal mudah lecet dan kelihatan agak kusam, nggak usah pake plastik, jadi kita tutupin aja deh, sekalian menghindari lecetnya, ini kalau glossy sekali baret, sakit sih rasanya, keren ya hitam, wih! Ya oke, asal rapat dia bakal bagus, terus Type-C lagi, wih! 80 Watt Max dong, mantap! Oke, sekarang kita coba liat desain HP-nya, apakah se-gaming itu ini warna interstellar grey, yang bakal abu-abu ini. Hei! Ini keren sih, ini nggak kelihatan kayak HP murah 2-3 jutaan doang lho, kelihatannya mahal, kelihatan kalau dibilang 8, 9, 10 juta pun, masih percaya-percaya aja kalau diliat di video gini ya, tapi kalau dipegang emang feelingnya nggak sedingin itu, nggak seberat itu, nggak semahal itu lah, tapi kalau diliat kayak gini, saya suka banget sama desain gamingnya yang kelihatannya elegan, misterius-misterius, tapi ada mata yang mengintip di bagian sini warna biru, ini juga nanti bakal bisa keluar lampu-lampunya, ada banyak hiasan-hiasan yang bikin gamer seneng harusnya, di sini seperti biasa HP gaming harus ada mur-murnya gini ya, kalau nggak mur nggak gaming, terus ada tulisan NEO yang entah kenapa, bikin saya ingat sama logo Legion, itu punya Lenovo, fontnya lumayan mirip kayak gini tulisannya, di sini ada tagline win more games, ada Nubia, terus ada AI kamera, terus ada 03 GT, ini berasa jet-jet baling-baling jet, kipas-kipasan, ini ada lampu, tapi ya ini kalau diliat juga bisa membentuk mata yang sedang serius, ada 3 kamera yang sebenarnya cuma ada 1 kamera aja yang bisa dipake resolusinya 50MP, sisanya kamera portret atau apalah 2MP, dan ada LED Flash. Ini desain yang keren sih, jauh beda kesannya sama Nubia NEO 2 tahun lalu ya, yang warnanya kuning dan glossy-glossy, berasa ditempel doang, kalau ini ada teksturnya, ada bunyinya juga, kelihatan lebih dewasa aja, kelihatan lebih serius aja, lebih elegan gitu, cakep-cakep ini, warnanya juga masuk. Di sebelah kanan ada tombol power, yang teksturnya ada gerigi-geriginya, plus warnanya juga beda, warnanya merah, ada tombol volume, sama ada shoulder button, yang teksturnya juga dibedain, jadi glossy-glossy, berasa jadi lebih spesial aja, daripada cuma ditempelin lambang panah doang, di sini dipegang pun dia berasa beda, berasa lebih spesial aja rasanya. Di atas cuma ada 1 lubang mikrofon, cuma ini dia udah sistem stereo ya, jadi 1 speakernya lagi digabung sama earpiece di bagian atas, terus di kiri dia polos lagi, dan di bagian bawah ada speaker, ada port type C, ada mikrofon, dan ada SIM tray, yang bisa masuk 2 kartu nano SIM saja, jadi nggak bisa masuk kartu micro SD lagi, dan kalau dilihat-lihat, dia tidak punya headphone jack ya, jadi nilainya agak minus buat sebuah HP gaming, tidak ada colokan headphone jack, tapi saya nggak tahu itu sesuatu yang bisa diprotes lagi atau nggak, sayangnya karena Infinix ini pun juga tidak punya headphone jack. Nubia ini pun yang mahal ini, Red Magic, oh ada ya? Oh untungnya ada, oh iya. Huft, malas! Ini 10 juta, masa nggak ada? Langsung dibully ROG kalau nggak ada. Untungnya ada. Sekarang kita hidupin... Nubia, Be Yourself, Waduh! Waduh! Be Yourself lagi, nggak ada keren-keren ya rasanya. Tadi kayak gaming banget, tapi tiba-tiba Nubia Be Yourself lah, ya udah lah. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Nubia Neo 3 GT, dengan wallpaper karakter Free Fire, si Kelly, dan kita langsung cobain pasang casingnya aja. Sebelum lupa ya, kalau kita pasangin casingnya, apakah seganteng yang tadi? 1, 2, eh gemini deh. 1, 2, 3, hap! Hmm... Kurang sih. Kurang, kurang ganteng. Ini warnanya langsung mute, langsung burem, langsung kusam. Mungkin lebih aman, iya semua casing fungsinya gitu. Cuma kalau gini kan, wah rasanya beda, beda banget. Kayak gini, sama kayak gini. Waduh, jauh banget. Oh satunya lagi, oke boleh satunya lagi bang. Nah yang ini... kok agak alay sih. Nih kayak gini nih. Ada sih mata biru-birunya, nanti kita hidupin lampunya. Sekarang aja deh. Jadi kita bisa atur lampu-lampuan yang si mata ini, di bagian lightstrip setting. Kita tinggal hidupkan, dan kita tinggal atur aja dia modenya kayak gimana di kondisi tertentu. Misalnya kalau notif dia breathe, kalau incoming call saat telepon masuk seperti ini, kalau charging dia on saja, oke ada warna LEDnya, warna hijau. Coba kita colokin sekarang. Yaudah... Tadah... Oke, tadah... Warnanya green ya? Tapi ini kayak biru aja sih. Greennya ada di ujung sini doang sih. Cuma ini kayak warna biru aja ya? Biru sih. Coba kita warna kuning. Oke back. Kuning. Kalau diulang oke. Sip. 1, 2, 3! Kuning! Nggak sih tetap biru. Pengaruh casing lah. Oh dia langsung preview loh. Kalau ungu, kalau saya pilih merah tuh dia ada kedit sebentar. Nggak ada berubah tetap. Atau... Oh! Angkanya gez! Kalau kita hijau dia hijau, kalau biru dia biru. Kalau kita kuning dia kuning. Kalau merah dia merah. Tapi sih agak susah kelihatan ya. Ini... Oke. 3 ini ada sih ternyata. Dan nggak terlalu terang ya. Berasa memang dari sana bauannya dan nggak ada lampu yang bisa nyala. Sini aja warnanya sama. Kalau yang lain gimana? Ada alarm clock juga. Oke sekarang kita warna hijau. 351. 1 menit lagi kita coba tungguin saja. Apakah dia akan hidup? Kalau alarm hidup sih kita nggak bakal sempat enjoy lampu LED-nya ya pasti. Udah-udah. Matiin, matiin. Udah mungkin LED-nya mati abis itu. Wow! Hijau dong. 03-nya aja. Alarmnya sangat menenangkan hati. Tambah ngantuk. Oh tambah gede. Iya tambah lagi, tambah gede. Oke lah. Mesin geternya juga enak. Geterannya mantap. Jadi itu mainan lampunya lumayan. Dia bisa kasih tau soal sisa baterai yang bakal kecas seharusnya. Tadi kita lupa perhatiin cuma lihat lampunya bedanya di mana warnanya. Ini 66% dan lumayan sesuai dia dari sini. Seperti 2 per 3-nya. Buat layarnya sendiri ini udah cakep dia udah pake OLED. Terus ukurannya juga gede 6,8 inci. 120Hz. Bezelnya juga kelihatan simetris ya. Walaupun nggak tipis-tipis banget. Tapi buat harga 3 juta ini masih standar lah. Nggak bagus banget tapi nggak jelek juga. Ada fitur gaming apa lagi ya? Oh ini, ini, ini, ini. Ini ada si demi-demi ini nih. Kalau kita aktifin. Commander Identity. Astaga identitas komandan. Halon dan kita student. Oke lahir di 25 tahun yang lalu. Oke home icon tambah di home screen. Allow-in aja semuanya. Waduh ternyata ini adalah waifu. Kenapa ada dress up di sini? Apa yang akan terjadi kalau kita teken ini? Apakah bajunya akan... Berubah? Atau apa? Oke gimana? Saya udah pilih. Ini suaranya, suara, suara. Nggak ada. Bentar. Meet Denver Enlightenment. Birth of Demi. Demi-demi. 18 tahun. Gue ngerasa salah banget main ini. Kenapa? Action! Ini sih waifu virtual ya? Oh oke. Kalau ini? Oh mode landscape. 1x, 2x. Astaga. Bisa digini-giniin? Tidak bisa. Bisa sekali. Rasanya salah banget sih. Entah kenapa. Everyday care. Apa lagi ini? Ah ngeri ah. Udah jangan lah. Ini yang... Waduh ditimpa loh wallpapernya. Ini langsung diremove. Langsung diremove. Ini Wibu udah langsung check out sekarang. Kalau kita jangan lah kayak ginian lah. Kayaknya bukan kita pasarnya. Cuma ini fitur yang unik banget sih. Nggak ada brand lain yang ngasih ginian. Silahkan, silahkan. Demi ya. Lanjut, lanjut. Kita seperti biasa. Ngapain ya? Berarti ngapain? Oh iya, Antutu. Memang berbeda sekali Nubia ini. Buat skor Antutu-nya dia dapetin 540 ribu. Si Unisoc 9100 ini... Ya saya lebih suka ngomong Unisoc aja sih. Tau kalau cara bahasanya Uni S.O.C. Tapi Unisoc lah. Suka. Mijon, enak. Skor ini bukan skor yang tinggi-tinggi banget ya. Apalagi kalau kita ingat soal status HP ini sebagai HP gaming. Yang harusnya performanya tinggi... Lebih tinggi dari yang lain lah di kelasnya. Tapi kalau 540 ribu bisa dibilang standar lah. Soalnya ada HP 3 jutaan yang skornya bisa 800 ribu. Kayak si iQOO Z10 ini. Dia jualan baterai tapi dia 3,5 jutaan. Skornya 800 ribuan. Jadi kalau Nubia yang gaming banget. 3 jutaan 540 ribu, ya standar lah. Tapi yang penting performa gamingnya dong. Dan si Nubia ini bisa dapetin ngebuka setting ultra-ultra. Di sini juga ada... Ini temen langsung kok itu aja. Dan Nubia ini ada fitur buat kasih lihat fps real time-nya. Di sini 120 fps juga ada informasi baterai. Ada informasi berapa banyak data yang sedang dimakan. Ada soal lagi jam berapa juga. Keterangan waktu juga. Masih banyak sih info lain yang bisa kita akses di mana ya. Oh di sini nih. Ada game space yang bisa melihat banyak sekali indikator-indikator game. Ada bypass charging. Ada 120 Hz apakah lagi recording. Apakah kita aktifin notification blocker. Ada AI trigger. Ada data panel dan ada stopwatch juga. Ada MRadio, crosshair, macro, hunt. Banyak ya. Ada rise, ini brightness. Mirip Nubia sih. Wah! Dibilang AFK bener sih. Kita turunin brightness dikit. Disuruh iqbal. Wah tinggal di sini, mantap. Dan ada mode-mode CPU. Ada balance, ada eco. Di sini ada ordinary notification. Fitur spesial sih jarang ada di HP mid-range. Jadi ya itu mungkin bagian yang gaming dari si Mio 3 GT ini. Fitur dari flagshipnya dibawa ke gaming murahnya juga. Mantap. Kalau buat performanya sendiri juga aman. Dia bisa dapetin rata-rata 110 fps kurang lebih. Naik turun sedikit masih wajar. Jadi 3 jutaan bisa buat main Mobile Legends selancar ini cakep. Buat shoulder buttonnya sendiri. Shoulder trigger yang ada di sini. Hapticnya juga bagus. Getarnya enak kalau kita tekan. Dia getarannya tidak terasa murah. Cepat juga. Set, set, set, set, set, set, set. Duh, duh, duh, duh, duh, duh, duh. Kita nge-reload dulu. Set! Oke, set, set boys, set. Lagi-lagi fitur gaming yang tidak ada di HP 3 juta yang lain. Ini kalau anda lagi cari yang gaming murah, ini yang paling terjangkau. Kalau buat Genshin ini di setting lowest, dia bisa 56 fps, 60 fps. Tapi ini di awal-awal aja ya. Nanti kita coba lihat pas udah mainnya agak lama. Tapi di awal-awal bisa kena 60 fps lumayan sekali ya. Ini kenapa bossnya ilang-ilang. Gede banget lagi. Wah. Oke, kita main Rollerblade dulu. 57 fps, 59 fps. Kelihatan sangat meyakinkan sekali. UniSoC T9100. Ah, babah, babah, babah, babah. Wah, tipis, tipis, tipis. Oke, lumayan, lumayan. Pukulin buntutnya. Oke, naik motor, lari! Lancar nih, berasa lancar. Ada lawan boss kayak gini ya. Wah, lumayan. Ini agak nutupin sedikit data. Nah, oke. Oh, elemental types. Setelah main selama setengah jam, si Nubia emang agak turun ya performanya, tapi masih oke. Buat kelas harganya, dia bisa dapetin rata-rata di 30-40an fps. Jadi kalau pengen super mulus, ternyata ya HP 3 juta walaupun gaming masih belum bisa. Cuma sangat enjoyable sih. Apalagi awal-awal tadi, dia bisa lancar juga. Speakernya lumayan ada detailnya sih. Embel-embel gaming ternyata tidak asal ya. Sampai ke speakernya juga serius. Terus ada lampu-lampuan. Oke, bass drop. Lumayan. Nggak se-wow itu, tapi ini enjoyable. Harga 3 juta. Coba kalau kita dengerin suara manusia. Karena musik sama suara kadang agak beda sih. Kita coba iKunyong. Oke juga. Jadi saya kasih nilai 7.5. Buat si Neo 10. Kok Neo 10? Neo, Neo juga. Neo 3 GT. Ini Neo 10... Kalau iQOO... Sekarang kita cobain kameranya. Bagian yang selalu mengkhawatirkan dari sebuah HP gaming ya. Apalagi ini adalah HP dengan chipset Unisoc. Ya semua nggak ada serinya. Kayaknya reputasi Unisoc ? itu udah kurang bagus. Kayaknya cuma ada 1 atau 2 aja HP yang pakai Unisoc yang hasilnya bisa bagus. Kalau nggak salah, si Nubia Camera ini deh. Saya lupa dia pakai chipset apa. Tapi ini fotonya bagus. Ya entah ini pakai chipset apa. Coba cari sebentar. Nubia apa ini namanya? Nubia Focus. Dia pakai Unisoc loh. Unisoc T760. Dan kameranya bagus. Jadi nggak bisa pukul rata. Tapi kita lihat buat si HP gaming ini kayak gimana. Kalau si Focus itu kan emang jualan kamera banget. Masa kameranya jelek kan? Dan setelah dilihat-lihat, dalam berbagai kondisi, kamera dari Nio 3 GT ini kurang ya. Dia warnanya terutama. Semuanya miss. Nggak ada yang kelihatan real atau enak dilihat juga nggak terlalu. Kadang warnanya keijauan, tapi banyak kuning-kuningnya. Terus dynamic range-nya juga nggak seimbang sama sekali. Contrast-nya juga nggak bagus sih. Ini berasa kayak lagi liatin kualitas HP 1.5 juta lah. 1.5 juta sampai 2 juta. Bahkan 2 juta ada yang lebih bagus. Apalagi foto malamnya ya. Ya mungkin ini adalah sesuatu yang direlain si Nubia Nio 3 GT ini. Sesuatu yang harus dikorbanin karena HP 3 juta. Apalagi yang kuat banget di gaming, nggak mungkin kuat juga di kamera ya. Bisa aja sih, tapi susah. Cek-cek, ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Nubia Nio 3 GT 5G. Di resolusi 1080p 30 fps. Maksimalnya gitu, nggak ada yang 60 atau 4K. Bisa turun ke 720p. Kalau ini sih masih goyang juga ya. Jadi kamera emang bukan keunggulan dari Nubia ini. Kalau dynamic range juga oke sih. Aman-aman. Kesimpulan buat Nubia Nio 3 GT. Cuma cocok kalau anda emang cari HP yang punya fitur spesial gaming ya. Desainnya rame, ada lampu-lampuan, ada shoulder trigger, terus baterainya gede, ada game space juga, sama bonus waifu. Performa juga mantap buat kelas harganya. HP ini emang all in ke gaming. Tapi kalau anda nggak nge-game sekeras itu, masih banyak pilihan lain buat harga 3 juta ya. HP-HP dari Transsion misalnya, ada Tecno, ada Infinix, ini lebih all rounder, desainnya ganteng, fitur lengkap juga, kamera lebih bagus, performa oke, cakep. Kemarin kita juga barusan bahas IQOO. Kalau 3 juta kecil, udah dapet baterai yang rekor, performa juga oke. Tahun 2025 mantep bener sih. 3 juta udah banyak pilihan yang bagus, dan Nubia Neo 3GT ini, sangat spesifik buat pasar yang... nargetin gamer hardcore aja. Demikian unboxing GadgetIn buat Nubia Neo 3GT. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @Subbox.id Nggak ada yang... all rounder ya. Nubia game, Nubia kamera, Nubia musik, Nubia mainstream nggak ada?

Lihat di YouTube