HP sultan nih bos!!! Huawei Mate XT (YouTube Video)
[Musik] Ini adalah Huawei Mate XT, HP lipet 3 pertama di dunia yang udah bisa dibeli sama konsumen umum dan sebentar lagi bakalan masuk resmi di Indonesia. Impresi gua tiap kali megang HP ini tuh rasanya kayak megang HP prototype gitu. Rasa-rasa kayak ketika era smartphone pertama kali itu baru keluar, gua tuh ngebayangin HP di masa depan tuh bakal kayak apa. Ya, bayangan gua waktu itu bakalan kayak gini. Yang outstanding menurut gua bukan cuma karena dia bisa dilipat tiga, tapi the fact that mereka bisa bikin HP ini cuma dengan ketipan 3,6 mm setipis ini nih, ini paling tipis di dunia saat ini. Itu impresif banget. Bayangin dalam satu bagian yang tebalnya cuma 3,6 mili ini mereka bisa gabungin layar, baterai, komponen-komponen, dan back cover itu semua disandwich. Jadi satu kesatuan yang tipis banget kayak gini. Dan saking tipisnya, bahkan bumpul kameranya aja itu lebih tebal dibanding lembaran HP-nya itu sendiri. Baterainya ini juga tertipis di dunia yang tebalnya itu cuma 1,9 mm. Jadinya dengan bodies tipis ini ditumpuk tiga, dia bisa punya ketebalan yang enggak beda jauh sama HP-HP folding lain yang dilipat dua. Anyway, yang paling menarik perhatian orang-orang dari HP ini udah pasti mekanisme lipat tignya. Yang lipetannya kalian bisa lihat ya, ini yang di kanan dia layarnya ngelipat ke dalam dan yang kiri ini layarnya ngelipat ke luar. Dan ini bikin kita jadi punya tiga opsi ukuran layar dalam satu device. Yang pertama, layar depan 6,4 inci waktu ketutup kayak gini. Terus layar 7,9 inci ketika layarnya dibuka kayak gini seperti folding phone pada umumnya. Dan pastinya yang paling keren itu waktu dibuka semuanya kayak gini yang ngasih layar gede berukuran 10,2 inci. Ini benar-benar layarnya udah 111 sama tablet berukuran 11 inci. Tapi form factornya itu jauh lebih compact dengan baselnya yang lebih tipis dan juga bodinya yang lebih tipis dibanding tablet-tablet pada umumnya. Jadi mekanisme kayak gini tuh benar-benar kayak dream comes through ya buat yang pengin punya flexibility dari tiga layar itu tapi di satu device aja. Berikutnya Huawei mungkin tinggal masukin WPS Office yang PC level aja nih buat bikin HP ini bisa dipakai Office work kayak Huawei Mateepad. One thing to note karena layar depannya ini adalah sambungan dari layar dalam yang ngelipat keluar. Di bagian kanan body ini adalah flexible display layar dalamnya yang keekpose. Jadi buat ngelindungin Huawei itu kasih casing bawaannya yang punya semacam flap di sisi kanan yang extended buat nge-cover bagian layarnya ini. Jadi waktu kita mau unfold atau buka layar dalamnya itu ada gestur tambahan buat buka flatnya terus baru buka layarnya. Ini baru PAI, bentar, bakalan kebiasa. Dan ini implementasi yang masuk akal buat desain kayak gini. Satu hal yang gak bisa benar-benar 100% tenang, terproteksi itu adalah layar depannya. Ini nih yang kalian pasti udah pada sadar kalau ini adalah flexible display. Jadi, tidak seperti layar depan foldable pada umumnya yang full material kaca. Jadi layarnya ini enggak bisa dipasangin tempered glass karena pada dasarnya ini adalah flexible display yang di HP-HP folding umum manapun itu enggak disaranin buat ditempelin screen protektor tambahan. Soalnya lapisan paling atasnya itu berfungsi juga sebagai screen protector. Ini bukan berarti layarnya ringkih ya, soalnya kita tahu sendiri Huawei juga pernah nunjukin durabilitas dari flexible display-nya yang sampai dipakai buat ngegantung beban seberat motor. Tapi ya balik lagi layar depan yang covernya kaca aja itu tetap bisa baret. Apalagi kalau flexible display. Jadi yang pai HP ini itu bakalan harus lebih ekstra hati-hati buat bodinya. Back panelnya dia pakai figan leather gitu. Terus ada tulisan embos metalic Huawei Ultimate Design di sini sama di bagian paling atas kanan ini ada semacam emblem metal gitu dengan tulisan designed and crafted by Huawei. Frame-nya pakai bahan metal dan dibikin curve gitu jadi nyaman buat di tangan. Hingch-nya juga gua harus kasih props sama Huawei soalnya foldablefoldable mereka tuh menurut gua punya hingch yang one of the best gitu. Bobotnya pas dan ini solid banget bisa berhenti di hampir segala sisi. Di bagian sebelah kanan ada volume button dan juga side button yang berfungsi sebagai fingerprint sensor. Modul kameranya punya desain oktagonal khas Huawei yang kita udah pernah lihat juga di Huawei Mate X6 itu ada tiga kamera, satu spektrum sensor, dan lampu flash-nya yang dikumpulin dalam satu modul yang di blackout kayak gini dengan brandingan logo XMage. Di tepian modul kameranya ini kalian bisa lihat ya, metalnya kayak ada pattern wave gitu yang temanya ini mereka namain Ionic Curve. Dan detail-detail ini juga bisa kalian lihat di hingch-nya juga. Overall desainnya clean dengan sentuhan-sentuhan kecil yang align sama auranya yang udah berasa mewah. Layarnya yang secara keseluruhan ini adalah satu bagian. Ini pakai panel AMOLED dengan refresh rate 90 Hz. Yes, kalian enggak salah dengar ini 90 Hz bukan 120 Hz. kemungkinan besar supaya bisa nghemat konsumsi daya di sebuah device yang setipis ini yang isinya tuh layar semua. Dan to be honest, gua rasa perbedaannya enggak noticeable dan kalau gua enggak ngulik-ngulik spesifikasinya, gua enggak bakalan sadar kalau ini tidak 120 Hz. Layarnya juga cakep, brightness-nya oke. Dan form factor kayak gini gua benar-benar suka banget buat kalau lagi misalnya pergi keluar terus mau streaming nombar bola itu gua tinggal buka layarnya terus pasang kick stand yang ada di belakang casing-nya. Oh i casing-nya ini dia kayak gini ya. Dia nge-cover bagian sepertiga paling kanan yang kalau HP-nya tuh dalam keadaan folded itu bagian belakangnya HP ini. Dia tuh tipe yang hard case gitu dengan motif kayak carbon fiber atau biasa orang bilangnya apa? Aramid gitu ya. Dan di sini itu ada build-in kick stand. Speakernya stereo ada di bagian kanan di lembaran yang paling bawah ini. Sedangkan satu lagi itu ada di lembaran paling atas di tengah. yang kalau HP-nya dalam keadaan kebuka atau full unfolded itu speakernya ada di atas kiri dan di kanan bawah. Kameranya punya setup triple kamera, main ultrawide dan periscope telefoto 5,5x dan ada color spectrum sensor. Di kamera utamanya itu ada variable aperture buat ngatur efek atau background blur secara natural. Ini bisa dari F1.4 sampai F4 yang kalian bisa lihat nih ya aperture-nya tuh ngebuka tutup. Foto yang dihasilin sama kamera utamanya ini sih cakep ya, bisa nangkap detail-detail dengan bagus. Dan soal warna ini juga kelihatan arahnya ke natural, bukan yang mau nge-boost vibrance biar cakep dipost di sosial media. Ultra white-nya juga bagus dalam nge-handle detail dan dynamic range. Untuk zoom-nya juga masih very good sampai 10X dan dia tuh maksimum bisa sampai 50x, cuma hasilnya masih belum sebagus telefoto zoom dari flagship lainnya. Dan di sini juga ada fitur unggulan flagship-fagship Huawei, yaitu fitur snapshot yang bisa nangkap foto-foto gerakan berkecepatan tinggi supaya enggak ngeblur. Kamera depannya punya resolusi 8 megap yang hasilnya kayak gini. Dan ini dia kalau misalnya dibandingin sama selfie pakai kamera belakangnya. Oke, ini perekaman video kamera belakangnya di 4K60 sambil jalan nih ya. Kita tes getarannya berasa apa enggak, stabilization-nya gimana dan sekarang kita coba tes switch ke kamera ultrawide-nya. Kayak ada slider gitu ya. Dan ini kalau seandainya 1X. Kita coba zoom-nya. Ini 2X 5,5X 10X. Coba zoom lagi. Oke, maksimalnya di 10X. Oke, terus ini perekaman dari kamera depannya yang bisa shoot sampai up to 4K 30 frames per second. Coba lihat matahari ada di atas di backlight apa enggak. Hasilnya kayak gini. Oke, barusan ngelihat footage-nya yang 4G agak eh stabilisasinya kurang gitu ya, kayak agak kayak getar-getar bangetlah. Kita coba kalau seandainya pakai 108 apakah bakal lebih stabil hasilnya? lagi. Untuk chipset Huawei Mate XT ini pakai chipset flagship-nya Huawei kiin 9010 yang dipakai juga di Huawei Pura 70 Ultra. Bukan yang paling baru sih emang, soalnya ada Huawei Mate X6 yang pakai Kirin 9020 yang rilis lebih baru. HP ini juga pakai baterai silikon carbon 5600 mAh. Dan dalam paket pembeliannya dia dapat charger 66 watt yang dalam pengetesan kita bisa ngisi 40% dalam 15 menit. Dan HP ini juga udah support wireless charging sampai 50 wat. Sayangnya HP ini belum ada sertifikasi IP rating dan juga varian yang masuk ke Indonesia itu belum support 5G. HP ini punya dua warna yaitu hitam dan merah. Tapi varian yang bakal masuk Indonesia itu cuma yang warna merahnya aja nih dengan RAM 16 gig dan storage 1 TB. Dan buat harganya, HP ini bakal dijual dengan harga Rp50 jutaan. Jadi udah pastilah ya, HP ini tuh emang benar-benar ditujuin buat segelintir orang yang bukan cuma mampu buat beli, tapi juga yang enggak masalah keluarin duit sebanyak itu buat beli satu device aja. Dan ya, udah jelas ini barang yang bisa jadi statement piece buat flexing. Karena ini produk yang one of its kind saat ini. Gampang dikenalin dan harganya itu mind blowing buat yang udah tahu kalau misalnya papasan sama orang yang pakai HP ini. Kira-kira kayak pakai Apple Vision Pro di tempat umum kali ya waktu zaman lagi hype-hype-nya. Dan HP ini kalau menurut gua dirilis sama Huawei buat benar-benar nunjukin kemampuan engineering mereka udah sehebat apa. Sampai-sampai HP ini juga dibikin viral sama ISO Speed waktu dia visit ke China buat ngasih lihat teknologi-teknologi di China itu udah semaju apa. Dan dengan nunjukin Huawei bisa bikin HP lipet 3 pertama yang sefuturistic ini, itu memperkuat image brand mereka dan hal ini bakalan ngasih efek positif ke device-device mereka yang lainnya. Kayak Huawei Mate X6 misalnya punya desain yang mirip sama Mate XT ini yang tipis banget. Terus punya True Chroma Camera yang ngasih warna akurat dan konsisten di ketiga lensanya dan chipset Huawei Kirin 9020 yang lebih updated dengan harga yang cuma setengahnya Mate XT ini. Kira-kira gitu kali ya positioningnya. Tapi anyway menurut kalian gimana nih, Guys, soal Huawei Mate XT ini? Apakah bakal ada brand lain yang ngikutin bikin HP Lipe 3 kayak gini dan apakah form factor kayak gini tuh bakalan masih umum di masa depan? Coba komen di bawah. Jangan lupa juga buat like video ini kalau misalnya kalian suka dan subscribe ke Basinotch kalau misalnya kalian belum. Nama gua Edwin. Thank you guys for watching and I'll see you guys in our next video. 53 juta Nat motor lu berapa duit? R00.000 R00.000.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...
Kehadiran HUAWEI MatePad Mini membawa kejutan tak terduga di segmen tablet ringkas yang selama ini nyaman dikuasai oleh iPad Mini. Bersembunyi di balik dimensi...
Membuat konten liputan di lapangan sendirian tanpa bantuan kru sering kali menjadi momok bagi para kreator, terutama dalam menjaga kualitas visual dan audio agar...
Pasar ponsel lipat mendadak gempar lewat gebrakan Huawei yang sukses mencuri start dari Apple lewat lini terbarunya, Pura X Max. Kehadiran gawai futuristik ini...
Tren berolahraga luar ruangan kini memicu pergeseran minat dari TWS konvensional ke perangkat Open-Ear Headphones (OWS) demi faktor keamanan dan kenyamanan telinga....
Mencari smartwatch ideal di rentang harga 3 jutaan sering kali berujung pada kompromi antara fitur kesehatan yang akurat atau desain yang modis. Namun, Huawei Watch...
Pasar smartwatch kembali diguncang oleh lini terbaru Huawei yang berani menyematkan fitur pelacakan kesehatan tingkat lanjut, termasuk indikator risiko diabetes. Di...
Dunia wearable baru saja kedatangan standar baru lewat kehadiran lini Huawei Watch Fit 5 Series yang diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes secara dini. Jam...
Pasar smartwatch kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat terbaru Huawei yang berani menantang dominasi Apple Watch dengan harga jauh lebih ramah...
Pasar smartwatch premium kini kedatangan penantang serius yang siap mengacak-acak dominasi merek besar lewat lini HUAWEI WATCH FIT 5 Series. Perangkat cerdas ini...
Kehadiran Huawei Watch Fit 5 Pro menandai babak baru dalam evolusi perangkat sandang kesehatan dengan membawa fitur pemantauan risiko diabetes langsung ke...

















