Jungkat

HP yang biasanya juara rekomendasi - Unboxing Redmi Note 17 Pro 5G! (YouTube Video)

  • 28/09/2026

Halo guys, David sini dan kita bakal cobain Redmi Note 17 Pro 5G varian Redmi Note yang biasanya paling worthed di antara Redmi Note yang lain. Kayak tiga generasi terakhir Redmi Note 13 Pro, 14 Pro, 15 Pro. Saya suka semua. Posisi Pro itu enggak terlalu basic, tapi bukan yang paling mahal juga. Dia kayak pas di tengah. Kali ini juga dia nyelip di antara Redmi Note 17G, 17 5G, dan yang Pro Max. Jadi posisinya ada di sini. Ting tuing. 4G, 5G, dan Pro Max ini udah kita bahas duluan. Sekarang waktunya si jagoan buat maju. Apakah dia tetap bisa bersinar di masa kegelapan harga komponen kayak sekarang? Let's go kita bahas mulai dari harganya dulu. Yang buat saya langsung menarik ya, Redmi Note 17 Pro 5G punya tiga varian harga ya. Dan buat saya ada yang terindikasi jebakan atau trik Xiaomi. Biar kita pilih varian lain. Yang paling murah itu yang RAM 6 gig. Masa nambah Rp300.000 bisa dapat yang 8 gig. Terlalu good deal rasanya. Ibarat baju harga Rp100.000 kalau beli dua Rp10.000. ya beli dua lah sama kayak gini ya 8 gig lah atau kita balik aja ayolah jangan mau pilih RAM 6 gig hanya demi hemat Rp300.000 R ini HP level 56 jutaan loh. 8 gig lah. Lupain varian 6256 kalau selisihnya kayak gitu. Kalau selisihnya sejuta, nah itu bisa dipikirin lah. Nah, buat varian 8256-nya sendiri sekarang harga di9 juta. Itu artinya naik R1,3 juta dari generasi tahun lalu. Ya, pas saya tahu harga itu langsung muncul pertanyaan, kok naiknya R,3 juta aja? Saya pakai tanda kutip aja karena sejutaan emang tinggi, tapi kedengarannya gak terlalu tinggi kalau dibandingin sama Infinix, Techno dan kawan-kawan yang HP barunya itu selisihnya bisa sampai R juta. Kenapa Redmi Note 17 Pro 5G bisa R1 juta kecil? Apa ada sesuatu di baliknya? Let's go kita cobain dari unboxing dulu yang sebenarnya standar aja kita udah unboxing 4G 5G Pro Max. Desainnya sama kayak gini, abu-abu dengan tulisan Redmi Note 17. Beda di sini aja. 4G polos, 5G Pro, 5G Pro Max. Kita langsung ke bawahnya aja. Kali ini ada tulisan baterainya 8.340 mAh. Ini baterainya lumayan gede. Salah satu bagian yang diusahain Xiaomi karena harga komponen mahal tapi baterai masih murah. Ya udah kita kasih baterai aja biar kelihatan ada upgrade. Naiknya lumayan sekitar 30% dari generasi tahun lalu. Sama bagian charging juga lebih kencang. Kemarin 45, sekarang 67 watt buat ngimbangin baterai yang lebih gede. Ini entah salah cetak atau apa, tapi aneh aja ada kayak ginian. Terus ada RAM up to 16 gig. Ini bohong yang benar. 8 gig hardware, 8 gig software extension ini lupakan saja. Dan memori internal 256 gig. Jadi ini varian tengah-tengah ya. semuanya serba tengah, bukan yang 512 gig, bukan yang RAM 6 gig 8256. Varian warnanya bisa kita lihat di stiker ini. Ini yang warnanya biru, bukan warna hitam. Jadi ngelihat background kayak gini sama kayak Redmi Note 17 yang lain. Selain warna biru dan hitam, ada satu lagi varian warna ungu ya. Di sini juga ada keterangan soal NFC dan Redmi Note 17 Pro 5G. Di sini Hyper OS, atas bawah enggak ada apa-apa. Dan di belakang kita bakal menemukan garansi 15 bulan. Kalau kita belinya di masa first sale sampai akhir Oktober, Xiaomi berani ngasih garansi sampai 2 tahun. Plus ada garansi-garansi lain. Misalnya ada garansi screen replacement, ada back cover replacement, ada batery replacement. Dan yang kerennya Xiaomi berani ngasih garansi liquid damage selama 2 tahun. Jadi kalau misalnya HP-nya kenapa-kenapa karena kemasukan air atau cairan apapun Xiaomi bakal benerin ada garansinya itu sesuatu yang enggak lumrah walaupun banyak HP di luar sana yang punya rating IP68 69 tahan cemplung tahan hujan tapi kalau misalnya HP-nya rusak karena ternyata kemasukan air karena tiba-tiba longgar atau apa, brandnya enggak bakal benerin karena itu kesalahan user katanya. Sementara Xiaomi berani nanggung selama satu kali selama 2 tahun. itu keren sih walaupun ada tanda bintang harus beli di masa first sale ya. Tapi tetap saya apresiasi yaitu salah satu cara Xiaomi buat ngasih nilai tambah lah karena harga komponen kan udah enggak ketolong lagi. Jadi gimana caranya ngasih nilai tambah ke bagian lain dan itu cakep. Masa sulit bikin orang lebih mikir ya ayo brand lain ide bagus itu kasih garansi lebih 3 tahun 4 tahun. Lanjut ke bagian hardware-nya. Di sini dia dibuat di Indonesia mantap. Dan baterainya 8340 mAh. Charging tadi udah ketulis. Di sini kacanya Corning Gorilla Glass Victus 2 level flagship. Dia layarnya 6,83 inci 1,5K AMOLED dan prosesornya Snapdragon 6S Gen 4. Ini varian Skyblue 8 gig 256 gig. Langsung kita buka saja. Kalau dari isinya harusnya diwelcome. Yes, selamat bergabung jadi keluarga besar Xiaomi. Terus ada Redmi dan isinya ada casing. Terus ada buku petunjuk juga. Harusnya casing-nya seperti ini. Sama semua Redmi Note Redmi yang polos. Dia sama persis casing-nya ada garis-garis dan warna hitam. Dan di sini ada sim ejector, ada buku petunjuk, terus di sini ada HP-nya. Kita parkir dulu di sebelah sini karena kita mau ngelihat sebentar kelengkapan sisanya. Ini ada type A to type C Yup sama charger 67 watt. Jadi dia upgrade dari 45 watt di tahun lalu. Ya, ini video ketiga dari Redmi Note 17 series. Jadi sudah lumayan hafal dan bentuk ini juga saya lumayan hafal. Dia akan sama seperti tiga HP yang di sini. Dia layout-nya sama semua sih dari Polos ke Pro Max dan ini adalah yang pro. Jadi kali ini desainnya satu keluarga yang DNA-nya sangat mirip ya, pabrikannya juga mirip. Ini juga mirip kayak HP Oppo Reno. Jadi dia kayak beda varian warna saja. Dari ukuran juga mirip-mirip aja. Kalau yang polos dia gede, kalau yang Pro dia agak kecil. Ini agak unik sih kenapa si Pro ini tebalnya sama kayak yang Pro Max. Padahal Pro Max dia baterainya Rp10.000. Sementara yang Pro dia R8.300. Kalau hitung-hitungan persentase baterainya harusnya si Pro ini bisalah lebih tipis 10% gitu. Sekarang kita eh salah. Ini yang Pro. Sama-sama biru sih. Ini Redmi Note 17 Pro 5G varian warna sky blue ya. Dia ada awan-awannya karena namanya Sky cuma warnanya enggak bakal berubah kalau ditembak sinar matahari kayak varian Pro Max ini ya. Kalau Pro Max dia bisa berubah warna jadi agak orange. Sementara biru ya biru-biru aja. Jadi dia konsisten seperti lukisan jadi ingat lukisan Pak SBY gitu. Jadi, I e sering muncul di YouTube gitu lagi melukis di samping sungai dan ada langit-langit birunya kayak lukisan buat kameranya. Dia pakai sistem dual kamera yang utama di atas ini. Dia resolusinya 50 megapel dengan OS dan di bawah ada kamera ultrawide 8 megap. Kalau misalnya Anda ingat soal Redmi Note 15 Pro, ini jatuhnya downgrade ya, karena tahun lalu kameranya 200 megap dan ukuran sensornya lebih gede. Sementara ini 50 dan sensornya lebih kecil. Lumayan konsisten sih temanya sama Redmi Note 17 yang lain karena semua Redmi Note 17 dia kameranya di bawah Redmi Note 15 tahun lalu. Di sebelah kanan ada tombol volume dan power buat frame-nya. Dia pakai polikarbonat ya. Di atas dia ada mikrofon, ada speaker. Jadi dia udah dual speaker. Di kiri dia polos dan di bawah ada port C speaker mikrofon. Dan ada SIM tray yang bisa masuk dua kartu nano SIM. Ini ada SIM 1 dan di baliknya ada SIM 2. Selain SIM fisik, Redmi Note 17 Pro juga support eIMnya itu lumayan karena rasanya fitur ISIM yang dulunya mahal sekarang mulai masuk ke HP-HP Midrins dan Redmi Note udah dapat buat versi Pro dan Pro Max-nya. Terus HP ini juga udah support NFC, Gyro hardware, in display fingerprint dan dia punya rating IP69K. Klaimnya Xiaomi sih bisa sampai 2 m selama 72 jam di air tawar ya. Tapi ya kalau gak kecelakaan masuk nyemplung enggak sengaja, jangan kayak gitu sih. Itu jaga-jaga aja. Oh ya belum timbang beratnya. Ini HP yang baterainya lumayan gede. Jadi harus kita timbang. Penting banget dia. Beratnya di 223 gr plus krim protector ya. Jadi aneh lagi sih dia bedanya cuma 7 gr Max yang 10.000 mAh. Padahal kalau hitung-hitungan kasarnya aja baterainya lebih kecil kayak belasan pers tapi beratnya cuma 7 gr doang bedanya kayak enggak sampai 5%. Tebalnya juga mirip-mirip aja sama yang Pro Max dia di 8,5 8,6 mm. Jadi aneh sih, baterainya lumayan jauh tapi bobot dan dimensinya enggak jauh-jauh banget. Sekarang kita hidupin dulu. Dia pakai Hyper OS3 dan bakal dapetin update OS sampai 4 tahun ke depan plus security pad sampai 6 tahun ke depan sama kayak semua Redmi Note 17 series. Sip. Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Redmi Note 17 Pro 5G yang warna biru ya. Jadi, wallpaper-nya mungkin ngikutin konsisten sama 17 yang lain. Wallpaper-nya ngikutin warna HP-nya, bawaannya. Kalau mau ganti ya tentu saja gampang. Di sini layarnya punya ukuran 6,83 inci, resolusi 1,5K, panelnya AMOLED 120 Hz, dan kacanya Corning Gorilla Glass Victus 2. Kaca yang bagus sih. Buat brightness-nya juga mantap. Dia di 1800 nits buat high brightness mode dan picknya bisa sampai 3.500 nitz. Kalau ditembak sinar matahari juga sudah nyaman. Jadi soal layar tidak ada masalah. Terus apakah layar yang bagus ini bagus juga buat menampilkan iklan yang ada di Hyper OS? Coba kita cek. Kemarin di Prox sih enggak ada ya. Kita masuk ke sini. Ha. Tadang jreng. Wah. Ada. Iya, langsung ya. Heboh ya. Waduh, langsung dapat iklan juga. Padahal saya sudah punya tapi masih diiklanin ternyata. Ya lumayan mungkin agak lega karena kalau misalnya enggak ada ini ada enggak ya? Karena biasanya Redmi itu ada. Di Pro Max kemarin saya juga kasih disclaimer kayaknya ada walaupun dia enggak nampilin tapi sekarang di Pro ini langsung ya udah ada. Sekali lagi. Eh, ini yang tadi. Oh, dari TikTok ke tiket.com sama-sama T. Eh, iya oke. Eh, tunggu ini. Kalau swap ke atas install. Now, nih. Ini bahaya juga nih. Oh, silang. Silang. Eh, weh. Uf, tebal ya. Wow. Oke. Saya penasaran yang Pro Max sekarang apakah ada live reaction? Ha. Tadang. Oh, tetap. Eh tadi ada Oh, ini ini bisa dibilang iklan enggak sih? Karena ini kan aplikasinya Xiaomi dan Hm masih abu-abu sih kalau TikTok atau tiket baru. Coba ya. Sekali lagi. Sekali lagi. Ha ha. Oh, masih aman Pro Max ya. Huh. Oke ya. Jadi udah fix ya. Ini ada color block. Terus di bawah sini ada apa lagi? Ada lain engaknya? Oh enggak. ganti wallpaper satu langsung muncul lagi biasanya. Oh ini gak usah deh. Di sini juga udah ada. Jadi aplikasi bawaan Xiaomi di Redmi Note 17 Pro punya iklan. Cuma di aplikasi bawaannya ya ini lumayan penting buat saya tekanin karena kayaknya beberapa minggu lalu saya ada lihat HP tante saya pas saya buka iklan. Padahal HP-nya bukan Xiaomi. Ternyata dia install game enggak jelas dan game itu nampilin iklan waktu kita hidupin HP-nya. Jadi harus bedain ya, iklan Xiaomi itu muncul kalau kita buka aplikasi bawaannya. Kalau aplikasi yang enggak jelas nampilin iklan, itu bukan salah Xiaomi, itu salah kita. Karena kalau enggak salah HP-nya itu Oppo atau Vivo gitu. Itu saya langsung apa ini langsung uninstall. Eh, siapa HP emak lu? Samsung. Samung. Aplikasi Barcode nampilin iklan di hom screen. Di hom screen ya? Itu sih. Jadi iklan Xiaomi ada tapi enggak separah itu ya. Itu udah gawat banget kalau itu penjebak emak-emak. Penyebak boomers sih bukan emak-emak sih. Mari kita cobain speakernya. Oh ini 300% aja. Kemarin Pro Max 400% nih di 300 padahal sama bagus sih speakernya. Saya suka sih. Ah, enggak terlalu sih. Ternyata enggak se luas si Pro Max kayak bagian vokalnya enggak bening-bening banget, terus bassnya enggak terlalu keluar. Nah, kalau lagu bass banget gimana? Kalau yang Pro Max sampai banyak frekuensinya berasa gitu ini. Ih. kecil sih, agak mendem sih, bagus tapi enggak sekeren Pro Max ini nilainya tuuh aja kayak standar aja tidak jelek tapi okelah. Nah, sekarang kita masuk ke bagian mesinnya kita buka AnTutu dan dia akan mendapatkan skor 879.000. Ini prosesornya adalah Snapdragon 6S Gen 4. Kalau saya baca speknya itu mirip banget kayak Dimensity 7400 yang dipakai Redmi Note 15 Pro tahun lalu. Enggak jauh beda tahun lalu dan tahun ini. Tapi clock speed dari Snapdragon 6S Gen 4 di HP baru dia kayak 10% lebih rendah. Jadi gasnya itu enggak bisa sekencang HP tahun lalu. Ini kebalik sih. Biasanya kalau ada HP baru prosesornya beda, biasanya itu clock speed-nya lebih tinggi. Ini baru clock speed-nya malah lebih rendah. Jadi lagi-lagi temanya sama kayak HP-HP Redmi Note 17 lain. Chipsetnya juga agak di-downgrade kayak kameranya. kamera sama chipset di Redmi Note 17 series turun sih. Tapi ada satu lagi hal yang aneh dari performa Redmi Note 17 Pro. Dia pakai UFS 3.1 play ketekan kan tutunya ya. UFS 3.1 itu lebih kencang daripada UFS 2.2 di tahun lalu. Jadi anehnya chipsetnya turun, storage-nya naik. Padahal storage itu lagi mahal-mahalnya. Apa yang dipikirin Xiaomi? Saya gak tahu juga sih, tapi saya terima aja. UFS yang lebih kencang buat setting. Hmm, masih di super ya, belum unlock 120 FPS. Dia masih 90 aja. Jadi belum yang maksimal banget buat awalan ini. Kenapa enggak ya? Wei, bisa dong nge-kill satu. Padahal Campa aja. MLBB ada istilah campa? Enggak ada. dicampa itu atau itu istilah Palembang. Cuma istilah Palembang. Nyampa hai dicampa Zeus. Nah, kalau di istilah nasionalnya apa? Di sampah enggak ada ya? Enggak ada ya? Elah skill-nya diambil gitu. Hmm. Buat frame rate-nya tentu ini 90 fps doang mah gampang ya. Udah pasti stabil. Jadi butuh tantangan nih Redmi semoga cepat update MLBB-nya biar lebih efisien jadi 120 FPS darahnya langsung. Wah heal dulu, heal dulu, heal dulu, heal dulu. Makanya harus ada benet si bintang empat yang sangat berguna. Ini gak bisa enggak. Wah, terbang. Oke. Wow, naik motor. Wow, wow. Oke, kalau dari performanya lancar sih ini. Walaupun enggak mulus-mulus banget, tapi enak buat mainnya kayak Dimensity 7.300, Dimensity 7.400 yang performanya alami trend yang aman aja. F mainnya lancar sih walaupun dia sebenarnya FPS-nya cuma stabil di 30, 31, 33 fps. Ini mungkin F mainnya kayak main PS lah ya. 30 FPS asal stabil rasanya nyaman-nyaman aja enggak naik turun. Kalau kita lihat grafiknya sendiri dia emang kecap di limit di 30 fps ya. Entah kenapa, lagi-lagi performa dari Redmi Note 17 Pro enggak dilepas-lepas banget oleh Xiaomi. Kayak Mlb tadi, Gensin ini rasanya terlalu cari aman atau emang mereka nyadar kalau prosesornya enggak kencang-kencang banget. Na, ini udah enak mainnya, tapi gak bisa lebih lagi. Sekarang mari kita cobain kameranya yang sensor dan resolusinya lebih kecil dari tahun lalu. Apakah fotonya bagus? Cuma ee ada satu yang saya sayangin sih yang nanti bakal dilihat di video. Kita lihat dulu fotonya. Rasanya flat aja ya, aman. Oke. SNI buat HP midrange enggak ada kesan wah bagus ya. dan gak ada kesan rasa jelek gimana juga. Ini foto super standar dengan warna standar tanpa karakter juga. Yang penting terang dan enggak usah aneh-aneh. Dynamic range-nya udah pas bagian bayangan enggak kalah jadi gelap banget kalau kita motret yang ada langit terangnya. Foto-foto barang juga ya oke jelas bagus tergantung barang apa yang difoto. Pas malam juga lumayan bersih dari noise tapi warnanya sedikit kusem. Ini definisi foto 7/10 sih, biasa banget, aman aja. Kalau lensa ultrawide-nya sendiri masih bisa nangkap suasana dengan baik, tapi detail dan dynamic range udah nurun jauh dari kamera utama. Kelemahan yang paling berasa dari Redmi Note 17 Pro 5G ada di rekamannya ya. Dia bisa di 1080p 30 fps aja dan tidak bisa diganti ke ultrawide bisanya zoom kaya. Gini aja digital jadi tidak bisa ganti lensa. Kalau ganti fokus sih cepat ya. Anjing disco. Buat perekaman kamera depannya juga sama, dia bisanya di 1080p 30 fps aja. Ini lumayan jauh dari versi Pro Max-nya yang bisa di 4K30. Cuma untungnya yah ini dia masih stabil, udah enggak gempa, dan dynamic range lumayan oke. Ini muka masih kelihatan walaupun di situ. Huh, trik sekali. Jam 10. Sekarang udah terang sekali. Ini lagi cerah banget nih. Dan layarnya bisa kelihatan jelas. Terus mikrofonnya ini saya eh salah banget. Saya pastiin e tidak ketutup ya. Karena di Prox kemarin suara mikrofonnya agak sedikit berubah. Mungkin karena sekitarnya lagi berisik jadi nice canceling-nya aktif. Kalau sekarang tadi di awal itu sepi, kalau sekarang udah mulai kedengaran suara dengungan gedung-gedung gitu kayak asep-asep ventilasinya gedung AC. Apakah kualitasnya berubah jadi lebih ke- cancel? Suara di sekitar suara saya juga berubah. Silakan dinilai saja. Kesimpulan buat Redmi Note 17 Pro 5G. Tahun ini levelnya enggak seworth tahun-tahun kemarin ya. Ternyata tahun-tahun lalu saya suka. Tapi tahun ini ya sama kayak HP keluaran baru-baru inilah setengah tahun terakhir rasanya enggak sesemangat tahun lalu. Ternyata walaupun kenaikan harganya enggak setinggi brand lain, kita tetap harus bayar lewat cara lain. Spek kamera yang dipotong dan chipset yang agak diturunin. Hasilnya lumayan berasa di kualitas foto yang jadi biasa banget, enggak spesial. Sama soal enggak bisa rekam 4K rasanya aneh buat sebuah Redmi Note Pro. 2K pun enggak, padahal chipsetnya masih sanggup di 2K. Jadi itu emang cara Xiaomi biar harga Redmi Note enggak naik-naik banget dibanding yang lain. Karena speknya juga ada yang dipotong. Untung mereka ada usaha ngasih baterai yang hampir 30% lebih gede, charging lebih kencang, speed memori internal yang lebih kencang juga. Jadi tetap ada bagian upgrade-nya. Dan yang saya apresiasi tadi soal garansi ekstra tadi walaupun cuma pas sale aja yaitu buktilah kalau mereka juga mikir gimana cara ngadapin kenaikan harga komponen gini yang emang enggak ya kita udah sering bahas sih enggak bisa dihindarin. Jadi buat Redmi Note 17 Pro 5G biasanya buat Redmi Note Pro saya aja rekomen ke banyak orang karena allrounder mantap harganya enak. Tapi sekarang harus mikir dulu soal performa sama kameranya. Cukupkah? Kalau enggak berarti bisa lirik saingan macam Technopova 8 Pro atau Infinix Note 60 Pro, Motorola ada IQ juga. Harganya lagi bagus enggak? Soalnya harga HP kan naik turun tuh. Enggak, bukan naik turun, naik terus. Apakah harganya lebih bagus dari si Redmi Pro? Kalau bagus sikat aja, tapi kalau enggak ya memang tiap bulan agak beda sih posisinya. kayaknya harus bikin video rekomendasi 3 bulan sekali deh. Kalau misalnya pengen Redmi Note yang paling maksimal ya si Pro Max ini kamera oke, performa oke, baterai juga lebih gede. Tapi ya nambah harga lagi, nambah duit lagi. Begitulah realitanya. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau enggak suka. Kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo, seri andalanku kali ini yah kena sih.

Lihat di YouTube