Hyundai Creta N Line Turbo : Masih Lebih Murah Dari HR-V RS (YouTube Video)
Kereta itu memiliki arti kendaraan para dewa. Menjanjikan sih performanya karena dia memang torsi gede 1.5T ini e menunjukkan bahwa dia bermesin turbo. Jadi berhati-hatilah dia ketemu mobil ini jalan karena mobil ini kencang. Ini dia Hyundai kereta Nline Turbo dan ini merupakan versi facelift dari Hyundai Kereta yang sudah dipasarkan di Indonesia sejak tahun 2021 lalu. Mobil ini berubah sebenarnya cukup major perubahannya di bagian eksterior, kemudian di bagian interior, dan juga di bagian mesinnya. Sebenarnya kami sudah pernah membahas mobil ini pada saat e first impression waktu itu ya dibahas oleh Mas Aziz. Anda bisa klik linknya di atas. Di situ eh Aziz mer-review lengkap seperti apa saja perubahannya. Dan kali ini saya akan lebih fokus kepada e rasa berkendaranya. Tapi ee sebelumnya kita ya enggak apa-apa deh bahas sedikit-dikit dah highlight-nya ya. Jadi secara overall desain berubah cukup total. Yang tersisa tuh benar-benar hanya body shell-nya saja. Body shell-nya juga ada sedikit perubahan dibandingkan sebelum facelift. Tapi lihat dari mukanya fasianya tuh bisa dilihat dia kini lebih kaku ya justru dibandingkan kereta e sebelumnya. Dia mau ngotak sama mengotak. Kemudian di sini dia running light, head-nya di bagian sini tidak ada fog lamp dan khusus varian Nline. Nline itu ada dua tipe ya. Ada yang mesin 1500 cc naturally expiredited dan juga ada yang turbo. Yang ini turbo turbo. Dan secara overall memang perubahannya cukup modern, cukup keren gitu ya. Kemudian sedikit meremind eh versi sebelum facelift ya. Kalau sebelum facelift itu antara versi Indonesia kereta dengan versi e India itu bentuknya tuh beda gitu ya. Jadi versi India bentuknya ee seperti ini. Kemudian versi Indonesia seperti ini bentuknya. Dan sekarang untuk versi facelift, versi Indonesia dan versi India benar-benar bentuknya sama. Tidak ada yang membedakan. Kemudian ada satu fakta menarik ini saya juga baru tahu sebenarnya baru-baru ini. Kereta itu ternyata memiliki makna, memiliki arti di bahasa India yang artinya adalah kendaraan para dewa. Kalau Anda belum tahu itu arti dari kereta. Jadi kenapa Hyundai menamakan mobil ini dengan nama kereta di Indonesia? Oke, sekarang kita lihat highlight selanjutnya adalah mesinnya karena ini cukup spesial dan ini ya mungkin tantangan Honda dijawab langsung oleh Hyundai karena ini menjadi pesaing utama dari HRV RS Turbo. Jadi setup mesinnya tuh mirip dengan HRV. Dia gini 1500 cc turbo 4 silinder. Kemudian yang cukup spesial adalah transmisinya karena dia menggunakan transmisi otomatis tujuh percepatan dual clutch dan tenaganya mencapai 163 PS serta torsi 253 Nm. Secara tenaga memang dia lebih kecil dibandingkan Honda HRV RS Turbo. Tapi torsinya mobil ini lebih besar dibandingkan HRV. Mungkin pada saat dno eh Honda itu ada kehilangan torsi mungkin gara-gara dia CVT. Nah, mobil ini torsi berlimpah karena dia menggunakan transmisi otomatis dual clutch. Sebenarnya mesin ini sudah pernah ditemukan di mobil yang ada di Indonesia yaitu Kia Celtos GTinline. Setup mesinnya sama persis dengan Celtos karena Celtos dan kereta itu merupakan eh sama-sama ini ya sama-sama sharing platform. Kia Hyundai ya. Peleg juga desainnya keren, sporty, dan dia diameter lebih besar dibandingkan sebelum facelift ya dan juga dibandingkan eh yang bukan versi Nline. Nah, dia menggunakan diameter ring 18. Sementara untuk versi non Nline dan juga e versi sebelum facelift itu menggunakan diameter 17 inci. Kalau sebelum facelift kereta itu banyak menuai pro kontra ya. Banyak yang like and dislike tentang desain dari belakangnya. Belakangnya memang tuh bentuknya ada yang suka banget, ada yang enggak. Nah, kalau di versi facelift ini mungkin Anda akan setuju dengan saya karena ini desainnya lebih keren, lebih bisa diterima dibandingkan sebelum facelift. Ya, desain sebenarnya preferensi tapi ini rasanya berubah cukup keren dan cukup stylish gitu ya. Dia lampunya menyambung dari kanan ke kiri dan semuanya sudah LED. Dan tadi tuh di sini ada emblem kereta ya. E dia tuh jadi kalau Hyundai itu memang HC gitu ya, Paliit kereta. Nah, dia enggak lagi di tengah ditempatkan tengah tapi di bagian sini. kereta. Kemudian nih varian pemedanya 1.5T ini e menunjukkan bahwa dia bermesin turbo. Jadi berhati-hatilah jika ketemu mobil ini jalan karena mobil ini kencang. Kemudian ada fitur baru lagi di mobil ini yaitu electric tailgate yang tidak ada di versi sebelum facelift dan kemudian bagasinya dibandingkan sebelum facelift ya masih sama lah. Masih sama-sama luas juga. Kita lihat apa yang ada di balik ini. Ada ban serep yang masih full size. Wow. bukan space saver ya. Jadi secara kesimpulan dengan ban sereap full size ini bagasnya cukup puas loh untuk sebuah compact SUV dan kita tutup. Nah, kita lihat apa yang menarik di bagian interiornya. Langsung aja kita nyalain untuk melihat apa yang menarik. Nah, jadi instrumen customernya sebenarnya sama digital dengan semua facelift tapi ee dia ini menyambung gitu layarnya ya. Jadi lebih keren, lebih modern dibandingkan e sebelum facelift. Jadi secara overall ini berubah total dibandingkan sebelum facelift. Jadi ee bukan penyegaran ringan, tapi mobil ini mendapatkan penyegaran yang cukup menyeluruh. Kalau misalkan Anda ingat tuh ini pernah terjadi di salah satu model Mitsubishi yaitu Mitsubishi Xpander ya. Xpander facelift yang 2021 itu juga berubah total. Jadi bisa dibilang itu major facelift dan sama dengan kereta ini. Kemudian di endline, apa yang membedakan dibandingkan ee varian nonline? Setirnya beda. Dia setirnya palang tiga. Kalau di versi nonline dia menggunakan palang 4emp yang sama dengan sebelum facelift. Kemudian ini eh masih ada tombol fisik. Nah, ini yang menyenangkan dari Hyundai karena mereka menyatakan bahwa tidak akan pernah menghapus tombol fisik di mobil-mobilnya. Dan ya itu hal yang positif karena kadang-kadang kalau mengatur semua pengaturan di layar head itu ee membuat distraksi ke pengendara. Kemudian eh fitur juga masih lengkap. Apple CarPlay, Android Auto, eh Bluetooth dan speaker juga sudah bos. Kemudian nah versi online juga dia dilengkapi dengan aksen-aksen merah seperti ini nih di stitching, stitching setir, stitching jok itu ada merah dan ada embos n di bagian sini nih bagian sandaran kursi. Kemudian eh shiftnob juga berbeda dengan versi non line. Jadi kalau versi nonline dia menggunakan yang T gitu, model T. Kalau ini tuh lebih sporty gitu ya. Model seperti ini. Dan dia juga ada ini stitching merah dan eh aksen merah di bagian sini. Wir charging USB type A dan type C di bagian sini. Cooling seat masih ada. Kemudian untuk mengatur mode berkendara, drive ada empat eco normal sport dan smart. Dan juga traction snow, mat, and sun. electric parking brake, auto haw, kemudian ada dua buah cup holder yang menyala ya bagian bawahnya cukup keren. Kemudian masih ada juga air purifier di bagian sini karena mobil ini tuh dirilis eh sebelum facelift ya, dirilis tuh pada zaman pandemi mungkin ya ini menjadi game Hyundai ya disediakan air seperti ini karena enggak semua mobil ada loh kayak gini. Nice. Kemudian atap panoramik dan juga kalau Nline dia atapnya itu berwarna hitam jadi ee kental sekali rasa sporty-nya. Kemudian masih ada fitur juga blueling dan eh SOS yang standarnya Hyundai udah udah sekarang udah hampir semua mobil Hyundai ada fitur ini dan oh ya karena mobil ini menggunakan transmisi dual clutch dia dilengkapi dengan pedle shift yang sungguhan gitu ya bukan untuk perpindahan virtual di ee transmisi CVT. Kemudian, nah bagian belakang saya tidak akan bahas karena sudah dijelaskan semua oleh e Aziz waktu itu eh tingkat kepraktisannya, kemudian bagaimana posisi duduk di belakangnya. Dan untuk bagian depan sebelum saya berjalan, saya akan menjelaskan sedikit ini nih untuk setir masih bisa tilt dan teleskopic yang cukup leluasa. Kurang mundur sedikit lagi tapi udah sebenarnya udah pas sih. Kemudian jok sudah dilengkapi dengan elektrisit untuk bagian driver. Sementara untuk bagian penumpang kiri masih ee manual. Oke, langsung saja kita jalankan mobil ini untuk mengetahui performanya dan juga konsumsi bahan bakarnya dan fitur-fiturnya. Karena dia juga punya fitur baru untuk radarnya yaitu adaptive cruise control. Kalau di sebelum facelift itu hanya sebatas lan keeping assis saja. Cruise controlnya masih manual. Oke, let's [Musik] go. Karena mobil ini adalah bisa dikatakan versi performanya ya dibandingkan kereta yang biasa, kereta yang non turbo e tipe tertinggi. Nah, langsung saja kita uji akselerasinya. Seberapa hebat mobil ini dalam e berakselerasi 0 sampai 100 km/h. Langsung aja nih AC sudah off, Traction control off, kemudian sudah di mode sport. Oke, sayang enggak ada launch control ya. Tapi ya udah enggak apa-apa. Go. Uh, perpindahan giginya cepat sih. Dual cut tuh enggak bohong ya. Huh. Oke, sudah dapat waktunya 0 sampai 100 km/h di angka 8,44 detik. Kemudian 2011 m-nya untuk duck race test di 10,51 detik ya. Menjanjikan sih performanya. Oke, saya lagi AC-nya. Jadi secara overall mesin turbonya itu memang karakternya ee bertorsi ya, bertorsi sekali dia karena dia memang torssi gede. Kemudian semakin bertorsi karakternya karena dia transmisinya tuh dual clutch. Kalau di Honda HRV kan dia CVT ya, jadi ee enggak begitu nge-punch gitu torsi rasanya ya. Tapi di mobil ini torsinya sangat nimpah dan overall ini performanya cukup positif. Kemudian suspensinya. Nah, ini yang e sebenarnya cukup menarik ya. Jadi dia itu rasanya tidak ada perubahan untuk ee rasa suspensinya dibandingkan sebelum facelift tapi terasa mengeras. Kenapa begitu ya? Jadi memang ee disuruh istirahatnya. Jadi memang ee kereta itu kalau yang kita kenal itu dia memang ee karakternya cenderung ke arah membuai, ke arah empuk gitu ya. Dan di Nline Turbo ini dia juga masih terasa seperti itu tuh dia tuh memang ada body roller berasa tapi mengeras. Nah mengeras itu dalam artian peredamannya. Nah, kemungkinan hal tersebut ditimbulkan karena dari penggunaan peleg berdiameter yang lebih besar dibandingkan E varian non Nline. Kemudian sebelum facelift dia menggunai R1 dengan profil ban yang lebih tipis. Jadi kalau misalkan kita melewati posisi tidur atau speed trap gitu ya, speed bu rasanya memang terasa lebih keras tapi enggak lebih kaku gitu loh. Jadi memang mungkin nline eh 1500 turbo ini ya dia benar-benar hanya mendapatkan perubahan di bagian mesin dan transmisi saja. Kemudian untuk struktur sasis kemudian suspensi tidak ada perubahan dibandingkan versi non turbo atau versi non performanya. Mungkin Anda masih menimbang-nimbang gitu ya, pengin ambil kereta tipe tertinggi yang Nline Turbo yang kencang tapi takut boros. Nah, jangan khawatir, jangan takut karena mobil ini masih sangat irit. Nah, kami sudah melakukan pengetesan konsumsi bahan bakarnya ya untuk rute dalam kota. Dengan kecepatan rata-rata 22 km/h, mobil ini masih sanggup meraih angka 13,5 km/l. irit banget loh itu untuk sebuah mobil turbo. Kemudian untuk route tol dengan kecepatan rata-rata 90 km/h dia malah sanggup meraih angka 18,5 km/l. Memang bukan 20 e 21 22 km/l, tapi rasanya itu masih sangat positif, masih sangat irit untuk mobil dengan akselerasi yang hebat dan juga performa yang hebat. Jadi jangan takut untuk ngambil mobil ini. Dan mungkin ada juga yang menimbang-nimbang kalau kereta Nline turbo itu transmisinya dual clutch. Apakah dia nyaman? Karena dual cut itu kan terkenal dengan rasa jerkinya ya di beberapa mobil gitu ya. Memang perlu diakui kalau Anda menggunakan mobil ini di perkotaan kemudian di jalanan yang macet itu sebenarnya enggak ada masalah. Tapi mungkin lebih terasa ketika mobil ini di jalan yang menanjak gitu ya. Misalkan di parkiran gedung parkiran yang menanjak gitu. itu memang terasa ee kurang apa ya, kurang smooth, kurang gentle gitu untuk transmisi dual clutch-nya. Ee tapi ketika Anda menggunakan mobil ini untuk performanya itu rasanya tidak main-main dan ya kegunaannya emang di situ sih sebenarnya dual clutch. Kemudian nah menariknya di mobil ini kereta ini sebenarnya sharing platform dengan e saudaranya yaitu Kia Celtos GTline ya. Dan entah kenapa di kereta NL turbo ini yang transmisi dual clutch, dia itu tidak ada salah satu informasi yang sebenar cukup penting untuk pemilik mobil dengan transmisi dual clutch, yaitu transmission temperature. Ya penting enggak penting sih, cuman kalau di saltos ada, kenapa di sini enggak ada gitu kan. Tapi ya overall ini masih terasa bukan yang jerki-jerki banget sih rasanya, tapi masih terasa positif, masih terasa halus untuk seukuran transmisi dual cas di mobil yang ee R00 jutaan gitu ya. Dan untuk fitur radar adasnya dia eh smooth semuanya untuk b smart monitoring, kemudian untuk land keeping assist, adaptive cruise control-nya dan adaptive cruise controlnya itu juga yang dia itu bukan yang kayak di kalau di Toyota tuh Toyota eh Yaris Cross gitu ya yang kalau Toyota tuh fitur radarnya antara yang enter level sama yang flagship tuh beda gitu. Kalau ini enggak. Semua sama. Jadi dia fitur radarnya bekerja dengan baik. Kemudian ada fiskus control ya. Dia tuh menjaga jarak dengan mobil depan tuh cukup dekat gitu loh. Jadi rasanya tuh rasa-rasa fitur radar yang mobil premium gitu ya. Kemudian masih banyak sih sebenarnya dari cross traffic alert dan ada juga asisnya ya. Jadi ketika Anda mundur ada mobil yang melintas dia akan melakukan pengereman. Memang kadang-kadang jadi mengganggu gitu tapi bisa Anda matikan tuh. Tenang aja ya. Overall fit radarnya kini lengkap. Oh ya dia juga dilengkapi kini dengan kamera 360 derajat. Dan ketika Anda melakukan se nih, nah dia muncul ini fitur sebenarnya sangat sangat berguna banget di mobil Hyundai itu yang flagship ada dan sekarang hadir di kereta facelift. Jadi dia dihadirkan di layar instrumen clusternya. Jadi kalau Anda se kanan, dia akan muncul cita dari spionnya. Kemudian se kiri juga sama dia muncul juga di sini. Itu sangat berguna dan ini benar-benar intuitif sekali. Tapi ada beberapa kelemahan juga di mobil ini. Yang pertama adalah ini nih. Kalau Anda perhatikan interior tuh udah keren, udah rapi, udah ya enggak ada yang salah lah. Tapi ada satu hal yang mengganjal sebenarnya yaitu dia kan dilengkapi dengan electric tailgate kan. Nah, di sini ada tombolnya dan rasanya tuh enggak kurang matching gitu dengan tombol tion control dengan tombol startop yang terletak rapi, diposisikan rapi yang itu jadi kayak kesannya tuh aksesoris gitu loh. Kurang senada gitu dengan aksen-aksen lainnya. Kemudian yang kedua adalah ini nih konsol tengahnya. Konsol tengahnya tuh warnanya hitam black gitu ya. Tapi kalau misalnya Anda perhatikan secara sesama itu kelihatan tuh gelombang-gelombang gitu. Enggak, enggak kelihatan banget sih, cuman kalau diperhatiin banget tuh jadi kesannya kurang rapi gitu ya. Tapi semoga ini kan mobil tes ya. Semoga hal itu tidak terjadi di mobil yang ee produksi massal yang Anda terima nantinya. Kemudian yang ketiga adalah saya baru menyadari ini ketika sudah 4 hari berkendara dengan mobil ini, yaitu ini nih potongan konsol tengahnya. Itu sebenarnya awalnya enggak apa-apa, cuman lama-lama ketika saya menggunakan mobil itu rasanya kok kaki saya lama-lama enggak nyaman gitu ya bersender dengan kol tengahnya. Biasanya kan orang gitu ya enggak enggak selalunya enggak selalu nyetir tuh enggak nyender kosol tengah. Kadang-kadang nyender kol tengah dan terasa ini tuh kurang apa ya? Kurang lembut gitu loh. Agak tajam dikit tapi enggak tajam tanju banget sih sebenarnya. Dan berasa ini udah mulai 4 hari tuh jadi ada sedikit rasa sakit tapi enggak sakit-sakit banget sih sebenarnya cuman nah ini meremind sebenarnya di ada salah satu model-mobil yang juga terjadi hal ini yaitu di Mitsubishi Pajero Sport tahun 2016 yang generasi terbaru tapi yang awal-awal tuh ya. Jadi itu banyak kemelukan konsol tengahnya itu tajam. Nah, gara-gara itu di tahun 2017 keluar ada yang ada busanya itu loh. Jadi, ee yang 2017 tuh dia terasa lebih nyaman gitu dikendarai. Nah, ya ini semoga bisa diperbaiki sih. Tapi ya sebenarnya miner sih bukan yang sakit banget enggak sih. Kemudian ada satu detail menarik pada kereta Nline ini sebenarnya terjadi juga mungkin di semua versi facelift ya, yaitu speaker. Nah, speakernya itu dia sudah menggunakan aftermarket bow. ada subwover juga. Tapi entah kenapa di versi festif ini dia tuh terasa lebih e jernih gitu suaranya. Lebih premium, lebih vokal, lebih keluar kemudian lebih ya pokoknya secara kualitas dia terasa lebih baik dibandingkan sebelum facelift yang sama-sama sebenarnya menggunakan speaker Bos juga. Dan sebagai kesimpulannya, apakah kereta versi tertinggi ini worth to buy? Kalau menurut kami jawabannya iya. Karena jika Anda menginginkan sebuah SUV compact dengan performa yang cukup hebat, kemudian tampilan yang sporty, desainnya juga meng meng apa ya? Versi penyempurnaan mungkin ya dibandingkan sebelum facelift dia lebih ganteng. Kemudian desainnya juga jadi enggak jadi enggak salah gitu ya di mobil di kereta eh facelift ini dan juga fitur yang lagi-lagi sangat berlimpah di kelasnya. Kemudian untuk harganya R00 jutaan kecil yang artinya dia gapnya dengan rival terdekatnya yaitu Honda HRV RS yang sama-sama bermesin turbo juga itu gapnya jauh banget. Jadi rasanya mobil ini eh cukup value for money dengan performa yang didapatkan juga sangat tinggi. Tapi kalau Anda tidak ingin yang enggak butuh turbo gitu ya, enggak butuh yang performa ya Anda bisa memilih kereta Nline yang biasa yang mesin enak itu juga masih tersedia. Itu harganya masih R60 jutaan. Kemudian jika Anda tidak butuh yang airline juga masih ada juga yang e kereta prime di harga R00 jutaan juga. Jadi semua lagi tergantung kebutuhan Anda. Mau yang kencang pilih yang turbo. Mau yang stylish aja pilih yang non turbo. Kemudian tidak butuh yang sporty ya pilih yang frame atau varian lainnya. Jadi secara overall kereta facelift ini dia merupakan versi perbaikan dari sebelum facelift. Versi lebih penyempurnaan dibandingkan sebelum facelift.
