Jungkat

Hyundai PALISADE baru 2025 : Jadi hybrid, dieselnya dihapus! (YouTube Video)

  • 14/06/2025

[Musik] Halo, kembali lagi di Autonet Max dengan Audi dan kali ini di samping gua adalah Hyundai Palisate generasi kedua yang tampilannya sekarang jadi makin mirip SUV SUV Ningrat khas Inggris. Apa aja detailnya dan apa yang menarik dari generasi kedua si Palisate ini? Cek terus video ini. Kita mulai dari bagian desain eksteriornya. Desain eksteriornya benar. Mirip kayak kalau kalian gua ngomong kayak gini ada yang marah enggak ya? Mirip kayak Range Rover. Kalau kalian perhatiin Range Rover generasi keempat ini punya potongan-potongan kotak-kotak dan di belakangnya juga kayak ada aksen-aksen silver. Bahkan lampu belakangnya juga benar-benar mirip banget. Tapi untungnya depannya ini tampil berbeda. Karena depannya dia pakai garis-garis desain khas Hyundai modern. Jadi ini kayak apa ya? Kayak positioning lamp. Dia berpendar bukan lampu utamanya. Karena lampu utamanya ada di dua biji di sini kayak tersamarkan sama grillnya semuanya sama fasia depannya. Disambung sama grill yang punya aksen sebenarnya masih mirip sama palis yang lama. Dan ini sudah active shutter grill. Jadi grillnya sendiri tuh dia bisa kebuka ketutup termasuk ke bagian bawahnya ini dia bisa mengimprove aerodinamika dari mobilnya. Selain itu juga aksen-aksennya kas Hyundai ya. Di sini dikasih kayak silver tapi kayak silver satin gitu. Ini layering banget loh. Jadi ini kebetulan warnanya hitam semua. Kalau dia warnanya putih, dia ada layer kayak silver hitem body color yang bertumpuk tapi bikin dia kesannya jadi wah banget. Dan kalau kalian lihat lagi dari aksen si cup mesinnya, cup mesinnya itu kayak pokoker tinggi, tapi dia ada coakan di tengah-tengahnya bikin dia kelihatan kayak agak-agak sporty. Tapi overall desainnya gua pribadi gua demen desainnya. Nah, ini bagian sampingnya. Sebelum ke sampingnya kita lihat dulu nih. Di sininya spionnya keren banget. Dia ada kamera 360-nya tapi di sini kayak ada pahatan gitu ya. Ada lampunya buat blind spotnya segala macam. profilnya tinggi dan mengotak sampai ke bagian belakangnya. Dan uniknya lagi biasanya biasanya mobil-mobil kayak gini kalau dibikin apa ya elegan gitu kan mereka kasih kayak aksen silver di atas sampai sekeliling jendela. Kalau yang ini aksen silvernya dari depan dia nembus di kaca depan ke belakang turun sampai ke bagian bawahnya. Jadi aksen silvernya kayak melingkupi mobilnya sendiri. Dan ini bagian bannya dia pakai ban ukuran 21. Jadi ini versi ee apa namanya? Paling tingginya ya, versi bukan signature-nya yang gua lihat. Ini adalah versi kaligrafi yang paling tingginya kaligrafi AWD dan dia pakai ban 21 inci enggak kira-kira. Profilnya 26545. Dia pakai Pirelli apa ya? Scorpion. Desain ininya sih gua demen ya. Jadi dia kesannya kayak lagi-lagi aristokratnya tuh malah keluar di desain peleknya yang tuton seperti ini. Nah, bagian belakangnya justru bagian belakangnya ini yang paling mirip Range Rover generasi keempat. Karena kalau Range Rover generasi keempat ini lampunya yang panjangnya di atas, yang pendeknya di bawah. Ini dibalik. Yang panjangnya di bawah, yang pendeknya di atas. Dan kalau dinyalain tuh lihat dimmer gitu loh. Terus senya di sini, di belakangnya clean. Mobilnya kelihatan apa ya? Wah banget. Tambahan lagi, lampu remnya malah di atas sini dong. Keren banget. Dan di sini juga masih ada kamera untuk e apa namanya? Kaca spion tengahnya yang sudah pakai kamera. Jadi overall desainnya Range Rover banget. Aristokrat khas Inggris tapi buatan Korea. Setuju enggak kalian? Kita masuk ke dalam Piset generasi kedua. Gila, luarnya aristokrat tapi dalamnya Hyundai banget kalau menurut gua ya. Dia tampil lebih progresif ya kelihatan dari garis-garis ininya. Ambient lighting-nya dia taruh di sini. Dikasih kayak material lagi. Material soft touch-nya juga oke. Ada lapisan e apa fabrik juga, plastiknya juga kombinasi. Setirnya wow. Setirnya sih so ya itu balik lagi ya. Luarnya aristokrat kuno. Bukan kuno klasik ya. Dalamnya futuristik banget sumpah. Ini istirnya tuh aslinya batangnya kayak kecil banget tapi tombolnya gede. Hyundai-nya tulisan Hyundai logo Hyundai-nya diganti dengan kode Morse 4. H ini di sini. Di sini ada Ushape-nya dikit, setirnya bulat banget dan enak dipegangnya. Tuas transmisi khas Hyundai ya. Dia kayak tuas panjang gitu. Start stopnya jadi satu sama tuas transmisi dan tuas transisinya tinggal diputar kayak gini doang. Keren banget. Lanjut lagi ke depannya sini. Ini ada instrumen cluster 12,3 inci full digital. Di sebelah sini ee apa namanya ya? Pengaturan-pengaturan bisa kalian lihat dari sini. Tapi ini dibikin curve layarnya bikin melengkung. Ada lagi 12,3 inci lagi di sampingnya. Jadi, ada dua layar 12,3 inci buat aktivitas kalian. Ini layar 12,3 inch curving-nya. Ini settingan-settingannya, kiblat, telepon, proyeksi ponsel, memo suara. Pengaturan kursi kalian bisa atur gini. Ini harus menyala ya. Tapi pengaturan kursinya kalian bisa setting dari sini. Ada setelan sendiri di sini. Segala macam kluster HUD-nya bisa kalian setting dari sini. Responnya juga bagus lah. Mode cuci mobil, cuaca, kalender, mode valet, diagnostik kendaraan, notifikasi, termasuk panduan mobilnya sekarang sudah online. Ini juga masih bisa ada tuh ini kayak Android ya. Mirip-mirip ya kecerahannya, navigasi segala macamnya. Kalian bisa setting dari sini. Canggih ya. Dan gua demennya Hyundai dibandingin merek-merek Tiongkok yang membanjiri Indonesia belakang ini, mereka tidak lupa memberikan kita tombol-tombol manual. Jadi pengaturan AC, e, medianya, drive terrain, auto hold, parkingnya, kameranya segala macam, termasuk tombol-tombol AC-nya masih bisa kalian akses secara manual dan ventilasi AC-nya juga kagak aneh-aneh alias masih konvensional. Good job. Kadang-kadang kalau yang udah bagus enggak usah dirubah-rubah, enggak usah aneh-aneh. Oke, di sampingnya juga dia clean ya. Jadi kayak desain dashboardnya ini kayak kepisah gitu loh antara tengah dengan samping. Ada tombol memory seat-nya di sebelah sini. Tombol-tombol power window dan pengaturan di sini. Dan tuasnya ini klasik loh. Bulat gitu loh. Jarang-jarang loh sekarang pakai tuas bulat seperti ini. Dan kalau kalian lihat lagi, balik lagi ke bagian tengahnya ini senternya. Jadi kalau versi Korea, gua sempat baca-baca ya, versi Korea ini bisa dilipat dijadiin kursi. Jadi dia eight seater atau n seater ya gitu deh. N seater kali ya 333 ya. Tapi untuk versi yang Indonesia ini di sini jadi senter konsol gede. Di sini ada UVC buat ngebersihin handphone dikasih sinar gitu. Ada USB bisa 100 watt max USB-nya. Jadi bisa nyalain laptop dan ilmu mereka di handphone mungkin dari Samsung kali ya kayak ketularan di Hyundai karena di sini ada fingerprint activation. Jadi, lu bisa pakai jari yang bikin kesannya tuh jadi kayak eksklusif, elegan gitu loh. Bisa kalian nyalain dari sini ditambah sama wireless charging. Nah, untuk korsinya sendiri dia pakai bahan kulit semua. Dia ada insertnya di sini hitam bisa pijit segala macam. Dan kebetulan kursi pengemudinya ini karena ini versi kaligrafi dia dapat ergo motion seat. Jadi, Ergo Motion Seat itu ksinya dilengkapi semacam kayak airbag tipis ada tuuh biji di dalamnya. Sini itu bisa menjaga posisi duduk kalian tuh seoptimal mungkin dan mengurangi fatik atau kelelahan ketika kalian jalan jauh. Jadi, si apa ya namanya? Airbag di dalam korsinya ini tanda kutip airbag-nya itu dia bisa ngembang atau ngempis nyesuai dengan postur badan kita. Jadi, kita bisa dapatin posisi duduk ideal sepanjang perjalanan. Canggih banget gila. Canggih banget. Gua harus nyobain ini jalan jauh kayaknya sih. Lanjut ke pilar-pilarnya. Speakernya sudah boost ya. Kanan kirinya udah ada logonya ke sini. Ke atasnya dikit. Kalian bisa dapetin sunroof bagian depan, sunroof bagian belakang. Dan seperti tadi gua ngomongin, ada kamera di bagian belakang yang bikin ee kaca spion tengahnya ini bisa manual dan bisa juga elektronik atau digital. Baris keduanya si palisit. Wah, ini bisa. Wah, asik nih. Bisa majuin mundurin ya. Tapi sayangnya mentoknya cuman segini doang. Enggak bisa lebih mundur lagi. Eh, agak pendek tapi coba gua naikin dikit. Oh, masih bisa dinaikin dikit ininya korsinya atau diturunin kayak gini. Ini pengaturan elektronik semua ya. Ada di sebelah sini tuh sampai ke belakangnya gini. Modelnya Captens seat. Tapi duduknya menurut gua agak aneh. Kenapa? Bawahnya ini agak kerendahan kalau buat gua ya. Gua mencoba mencari posisi duduk yang ideal. Nih support sini gua kurang jujur aja. Gua agak munduran lagi. Iya, agak kurang tuh. Jadi kesannya jadi agak maksa. Jadi agak ngegantung nih kakinya nih. Lantainya agak tinggi, korsinya terlalu rendah. Kalau buat ukuran gua 174. Untungnya headro tidak ada masalah. Light room di sini juga enggak ada masalah. Posisi duduk apa, posisi sandaran tangan juga ini bisa kalian atur di sini tuh kayak ada racetnya ya. Ini bisa pas banget tapi kurang pas kalau buat gua. agak ngatur. Cuman di sini kelengkapan oke banget. AC kalian bisa atur triple zone-nya kanan kiri sampai di belakang kalian bisa atur sendiri. Di sini masih ada laci juga. Di sini kalian bisa atur juga posisi mall kursi yang sebelah sini mau maju atau mundur. Colokan USB masih ada di kanan kirinya sini. Jadi kalau kalian bos duduk di belakang ya nyaman sih. Tapi ya kalau di baris kedua ini yang duduknya 160-an tiba-tiba ksinya jadi pas. Lanjut lagi. Di bagian belakang juga kalian bisa dapetin sunroof lagi tambahan. Jadi dia dual sunroof depan dan baris kedua. Kita lihat bagian belakangnya yuk. Oke, gua duduk di bagian belakang atau di baris ketiganya si paliset generasi kedua ini. Dan ini posisi duduk gua tadi ya. E, kalian bisa majuin korsinya tinggal satu tombol doang elektrik. Posisi duduk gua tadi dia agak nyisa cuman segini doang ya. Ini bisa dimajuin mundurin korsinya. Bagian belakangnya sudah elektrik juga. Sadis, men. Ini sampai ngerebahinnya tuh bisa sampai begini. Ini bisa sampai mundur banget. Ini coba gua balikin lagi ya ke posisi semula ya. Tuh dia elektrik yah. Buat jalan jauh sih kalau dengan poster gua sih ya. Kaki sih enggak nyupport banget, masih kayak ngedingklik banget. Tapi light room-nya segala macamnya sih oke banget ya. Masih bisa dapetin USB juga di sini. USBC kanan kiri lagi. Sadis juga. Cuman memang trim-trim speakernya kalau yang di depan sini dikasih kayak chrom-chroman semuanya. Di belakang sini jadi hitam semua. Oh iya dan kursi ini juga kalian bisa lipat secara elektronik dengan tombol di belakang. Jadi dia bisa flat banget untuk ngangkut barang. Ini bagasinya si Palisate generasi kedua dan gede ya sebenarnya ini masih ada kayak karpetnya lagi. Pelipatan kursi kalian bisa atur dari sini. Ini bisa kalian lipat langsung dari sini. Tuh ini ada tombolnya ya. dia akan melipat secara elektronik tuh. Oh, ini tahan set. Dan ketika dilipat dia jadinya benar-benar flat. Ini ada kayak karpetnya gitu. Bisa kalian dapatin. Coba kita lipat satu lagi deh ya. Nih dia jatuhin dulu headr-nya. Lalu dia akan terlipat secara elektrik ke depan. Oke, begitu udah rata ini kalian bisa ginikan sehingga barang-barang besar kalian bisa masukin dengan gampang. Pengaturannya semuanya ada di sini. Lengkap dan canggih. Oh, i untuk penyimpanan tambahan. Di bawahnya juga masih ada penyimpanan tambahan. Kayaknya ini untuk baterai ya. Di sini juga masih bisa kalian naruh macam-macam di sini ya. Masih ada tempat penyemang lagi. Ada ban serap enggak? Kayaknya ada ban serap de. Iya, ada ban serap nih. Spare tire nih di sini kayaknya di balik sini dia ada ban sapnya. Untuk mesin dia sekarang enggak ada versi diesel sama sekali. Kalau dulu Pis terkenal dengan 2.200 cc dieselnya. Sekarang dia pakai mesin 2.500 cc. TGDI turbo gasro direct injection hybrid. Powernya mencapai 334 PS. Torsinya 460 Nm. Fans diesel kayaknya bersedih deh nih. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulannya si Hyundai Pet generasi kedua. Kesimpulannya, mobil ini makin Inggris daripada makin Korea. Desainnya masih aristokratnya, masih kuat banget. Cuman memang desain dalamnya atau interiornya itu kerasa Koreanya dia tampil. Kalau di interior dia tampil progresif, tampil dinamik. Di luarnya dia tampil lebih klasik, lebih apa ya namanya? Elegan gitu kan. Cuma balik lagi ya, harganya sekarang juga naiknya signifikan karena dia start dari 1,1 itu untuk versi atau trim-nya signature. Dan yang kita lihat di samping ini adalah trim kaligrafi ada kaligrafi biasa, ada kaligrafi all wheel drive-nya atau AWD-nya yang harganya udah 1,3 m lebih. Apakah seworth itu untuk sebuah Hyundai harga 1,3 M? Gimana menurut kalian? Tulis di komen ya. Oke, mungkin sekian itu video kali ini. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, subscribe, tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Automx. Audi Sign off dari Darmawangsa. Bye bye.

Lihat di YouTube