Jungkat

HYUNDAI TUCSON Hybrid NX4 | Kok Bisa Lebih Mahal? Apa Spesialnya? (YouTube Video)

  • 16/05/2025

[Musik] Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Hmm. Tukson. Ah, bukan tuon. Tuk tuan. Salah satu crossover dari Hyunde yang legend juga berdampingan dengan Santa Fe. Dulu di bawahnya Santa Fe ada si Tson ini. Namun sekarang Tusan ini untuk mengisi kelas di atas Hyundai kereta karena sudah ada kereta namun tetap di bawah Santa Fe. Yes, seperti Santa Fe juga nama Tusan diambil dari nama daerah yang ada di Amerika. Merupakan terbesar di Arizona Selatan dan kota terbesar kedua di negara bagian Arizona setelah Phoenix. Yes, di Tusan ini banyak gurun-gurunnya sehingga mobil yang cocok di sana mungkin ya Hyundai Tson. Padahal ini buatan Korea. Heran Hinde suka sekali pakai nama-nama daerah Amerika. Palisate, Santa Fe, Tucson. Padahal nama Indonesia keren juga. Coba bayangkan. Hende Wonosobo atau Hende Timika. H. Dari generasinya si Tusan ini sudah berevolusi hingga empat generasi. Oh ya, mari kita bahas sejarah singkatnya. Nah, sedikit sejarah mengenai Hyundai Tusan Sun. Generasi pertama Hyundai Tun ini lahir tahun 2004 dan sempat masuk Indonesia juga untuk menemani Kia Sportage generasi kedua. Karena dua-duanya pakai platform yang sama, dari bentuknya tidak menggoda sama sekali untuk kami beli saat itu. Kemudian generasi kedua Hyundai Tusan Sun dengan kode body LM yang lahir tahun 2009. bentuknya sudah lebih baik. Namun kami belum bisa bilang bentuknya itu proporsional. Ada garis tegasnya namun gembung membulat. Rasanya masih kurang pas. Tusan generasi kedua ini dijual resmi di Indonesia namun kurang banyak peminatnya. Lanjut generasi ketiga dengan kode body TL di tahun 2015. Tusan ini juga masuk ke Indonesia. Namun entah kenapa masih tetap kurang peminatnya. Walaupun desainnya jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya. Apakah karena harganya? Apakah karena status CBU-nya? Ah, entah kenapa. Yang pasti Tusan ini makin bagus desainnya. Mungkin karena harganya terlalu mepet sama Santa Fe. Lanjut generasi terakhir, yaitu generasi keempat yang mukanya sangat berbeda jauh dari generasi-generasi sebelumnya. Yang ini agak menggoda untuk dibeli karena selain bagus, ternyata mobil ini enak. Tapi ya Tusan ini terlalu mahal. Bahkan harganya sudah melebihi Santafe yang versi Prime non hybrid bikin orang bingung ngambil yang mana. Ah kalau gitu kami review saja apa yang membuat mahal Hyundai Tusan ini. Nonton video ini sampai habis agar kami semua bahagia. Oh ya tekan tom jempol ke atas juga. Tsun ngomongnya tuan gitu loh. Suatu daerah di Amerika tulisan Tson. Kirain ngomongnya tukson. Tuksan ternyata Tsan. Dan ini merupakan Hindai Tusan yang paling ganteng ya, generasi sebelumnya. Jelek jelek jelek jelek. Eh, tahu-tahu keluar ganteng sekali. Heran ini ee bahasa desain Hyundai terbaru ini luar biasa keren. Ini keren dari segala sisi mobil ini. Dari depan, dari samping keren, siletnya keren, dari belakang juga keren. Jadi kayak ada rasa kepenginnya. Tapi buat apa? Dan mohon maaf, mohon maaf ini review-nya di kantor yang hampir jadi ini belum jadi 100% dan mobil berantakan-berarakan di mana-mana karena ada bagian-bagian yang ada stagers dalam jadi enggak bisa buat parkir. Anyway, headlamp-nya itu berada di bawah ini cuma DRLDRL-an dan lampu se dua ini logo Hyundai-nya warna hitam. Terus ee sayangnya gini, bagian belakang tuh belakangnya keren. Kayak kuku-kuku gitu lampu belakangnya. Nah, ini lampu kayaknya komplit ya. Segala macam ada di sini. Se lampu mundur ternyata enggak. Lampu SE-nya itu ada di bawah. Jadi ketika kita rapat-rapat sama mobil ini, dia ngasih se kita enggak terlalu kelihatan. Heeh. Dari belakang jadi SE enggak kelihatan. Heran. Ini tuh panjang totalnya tuh lumayan wih 4,6 m lebih. Tadinya kan pikir ini mobil yang kecil gitu ya? Ya memang ini di atasnya Hyundai Venue cuma enggak segitu atasnya harusnya. Oke, sekarang kita lihat balik kap mesin. Nah, ini adalah mesin yang mahalnya. K mesinnya berat sekali. Ini mesin yang hybrid. Jadi, ada dua macam dan harganya tuh luar biasa. Mesin yang hybrid ini harganya Rp766.600.000. Yes. Harganya sudah lebih mahal daripada Hy Santafe Fe yang termurah. Nah, kalau yang di bawahnya ini yang non hybrid itu mesin 1600 cc harganya Rp652 juta. Tetap mahal. Apa yang bikin ini mahal? Nonton sampai habis. Oh iya, ini tenaganya 235 PS dengan torsi maksimal 367 Nm. Sangat bertenaga. Ini kayaknya mesin yang sama yang kepasang di Santafe deh dengan body yang lebih kecil. Jadi harusnya ini mobil kencang. Nanti kita tes 0 ke 100-nya. Ehh, belum bagasi. Yuk, bagasi. Y bukanya dipencet di sini tombol. Nah, bagasinya ini lumayan lega karena mobil ini agak lumayan panjang sebenarnya. Terus di bawah masih ada tempat lagi ditempati oleh ban serap space saver bersama dengan kawan-kawannya. Ini kardus-kardus kosong. Ada 12 volt power outlet di sini. Terus ada ini subwoover kayaknya nih. Terus kita ngelipat dari sini bisa langsung tuh rata lantai. Coba bisa rata lantai banget enggak sih? bisa ngunci lagi tuh. Oke, ini review-nya kami agak singkat-singkat bukan karena hujan karena sudah pernah dilakukan first impression review oleh si mamang-mamang duuk belakang ya. Nah, ini di belakang posisi nyetir kami. Tinggi kami 174. Jarak dengkul dengan jok depan. Wah, lumayan jauh. Hampir sejengkal. Kaki masih bisa masuk karena di bawah ini enggak ada baterai, bukan mobil listrik ya. Headroom-nya juga lumayan lega. Enggak sih, agak rapat tapi ya cukup. Ada amres-nya dengan dua cup holder. Ini masih plastik-plastik keras, tapi ini bawa lapisan kulit empuk. Enggak empuk-empuk amat sebenarnya. Masih banyak plastik-plastik sih sebungnya. Ini juga plastik-plastik. Ada AC dan ada dua buah colokan USBC di belakang sini. Sangat charge kencang. Ada dua kantong jaring, kantong pintu. Hanya ada untuk naruh botol saja. Nah, belakang ini lega. Asik. Dan ini asik buat bos-bos. Kenapa? Tambah ini bisa disenderin habis seperti ini ya. Cukup rebah senderannya. Terus, Bos-bos kan duduk sebelah kiri. Ini jok kiri itu bisa diatur ada tombolnya di sini tuh. Jadi kalau paling maju kita bisa tes paling majunya itu segini kan. Aduh lega sekali. Huh luar biasa. Oke itu pertama penyebab ee harganya sampai ngelewatin Santa Fe. Sekarang kita ke depan. Nah, dashboard-nya pun bagus. Ini dashboard standar Hyundai. Seperti biasa ada dua layar ee instrumen cluster dan layar tengah. Ini ee kami suka. Kenapa? Mereka masih pakai tombol-tombol fisik nih. Tombol-tombol fisik nih. Tombol-tombol fisik. Ctrl AC-nya nih. Putar-putteran fisik. Ini bisa pencet buat autonya. Autonya bisa diatur seberapa auto tuh. Tapi sayangnya tombol AC-nya ini masih tombol sentuh. Masih ya. Padahal harusnya lebih canggih yang begini. Tapi kami tidak suka. Kami lebih suka tombol fisik dipencet rasa gitu loh. Apakah empuk-empuk? Empuk-mempuk. Pintu juga empuk-empuk. Belakang aja dikasih murahan. Layar tengah itu ee ini ada tombol kehibridan ya. Ini mesinnya lagi nyala buat ngechage baterai. Kehematan terakhir tuh 10,9 km/l ya karena banyak diam kali ya. Ini ada electric motor use berapa kilwatt juga ada di sini. Dia bisa Apple CarPlay dan Android Auto. Tometer display. Oh, ini bisa display sport, bisa display e, tapi di RPM-nya aja nih. H tergantung driving mode-nya. Kita ubah driving mode-nya, dia akan berubah-ubah. Itu dah, layar itu simpel begitu aja. Enggak terlalu besar juga dibanding mobil-mobil Cina zaman sekarang. Mobil ee Korea, ya kan. Dan ini sayangnya posisi layar ini menurut kami agak terlalu jauh sama tangan. Jadi mesti agak nunduk dikit gini untuk mencet-mencet. Hmm, itu saja. Terus ini ada AC yang nyambung terus dari ujung ke ujung sampai ke start stop engine button yang eh lumayan dimuliakan di sini dia suhunya tuh layarnya tuh ada sini bagus teringat Audi dulu Audi nih pertama kali kayak gini nih. Nah, ini tombol-tombol lagi, parking sensor dan ada kamera 360 komplit. Ada heal desain control, ada tombol kosong, ada auto hold-nya karena ini e electronic parking brake, dan ada tombol kosong lagi di sini. Setirnya, setirnya setir baru nih. Jempol kanan untuk mengatur audio, jempol kiri untuk mengatur adaptive cruise control. Sudah adaptive cruise control komplit dan mid. Dan kami sukanya tuh ya Hyundai Kia ya. Kami paling suka nih untuk ngelihat kehematannya. Lalu dia ada current trip-nya. Kita jalan udah berapa kilometer baru waktu pertama kali dinyalain. Jadi kita bisa lihat seberapa hemat kita jalan. Bisa reset manual juga. Terus ada engine temperature. TPMS juga ada. Eh posisi kehibridannya ada juga. Sebelah kiri urusan wiper combination switch ada autonya. Sebelah kanan ada autonya juga untuk urusan headlamp dan instrumen cluster standar Hyundai Kia. Kemudian ini ada karena ini electric seat full electric seat 8 way electric seat yang kanan yang sebelah kiri juga way termasuk ada lumbar supportnya yang enggak bisa diatur posisinya tapi ada lumbar support ada dua memory seat tombolnya di sini sebelah kanan electronic parking brak ada 12 volt bater reset matiin stability control di sini buka bagasi juga ditahan di sini pencet ini standar kaca yang belakang tidak auto up and down yang depan auto up and down kami suka nih masih konvensional lag gitu ng apa mindahin geser-nggeser spion itu tombol di sini ya enggak di layar bagus kepraktisan kantong pintu ada tempat sini ada kantong yang lumayan gede bisa naruh botol ada dua buah cup holder lagi di sini ada tempat handphone yang bisa jadi wireless charger gede juga nih konsol tengahnya tapi plastiki enggak enak gitu loh nih di sebelah sini juga masih ada tempat bisa buat naruh handphone juga dan kawan-kawannya deh komplit ada dua colokan USB C in USBC yang sebelah kiri bisa diatur ini mau buat nge-charge aja atau sekalian data untuk Apple CarPlay Android Auto. Oh iya lupa bilang ada pemanas dan pendingin jok laci lumayan gede banget lacinya. Terus masih ada tempat naruh-naruh lagi di atas sini kepraktisannya luar biasa. Terus audionya juga enak ini. Audionya bos. Pertanyaan shifternya ada di mana sih? Kok gak bisa ng pergi? Ada sini putar-putteran kayak di IC 5. Maju ke depan untuk drive, belakang untuk mundur. Parknya dipencet. Ini ada model manual mode juga di pedle shift. Posisi nyetirnya gimana ya? Nah, karena bisa naik turun depan dan belakang, posisi nyetirnya jadi enak. Terus ini tilt dan teleskopic. Jadi menghasilkan posisi nyetir yang sesuai apa yang kita inginkan. Dan ini kita duduknya juga terasa apa ya? Lebih commanding karena dashboard tuh terasa rendah depannya. Sebenarnya dashboardnya tidak rendah-rendah amat. Dasb kan di sini nih, tapi instrumennya agak ke bawah. Jadi terasa kita lebih comending gitu ceritanya. Ada panoramic roof besar yang bisa dibuka nih. Ya, sistemnya dari dulu sama aja nih. Ini kalau kita nyalain lampu di sini dia kalau ditutup, kalau tutup visernya otomatis lampunya mati karena begitu ketutup tombolnya kepencet. Nah, pintar ini auto day night. Eh, komplit mobil komplit plit. Itu lagi kenapa harganya bisa nyentuh Santa Fe. Sekarang saatnya kita jalan. Tapi kita mau sulap dulu di luar. Kita pindahin jadi enggak hujan sekalian ganti baju. Gak hujan. W to ini ya. Ee secara rasa nyetirnya itu ada rasa mahal dan bergengsing. Lihat dashboard-nya apa segala mewah empuk-empuk ya kan. Cuma masalahnya enggak ada orang yang ngelhatin. Iya, dia kayak naik mobil biasa aja begitu dari luar ada normal-normal aja. Cuma kita di dalamnya ada rasa bangganya juga. Tapi memang faktor kemewahannya sih ada kurang satu hal yaitu head up display. Somehow head up display itu menambah ada rasa mewah kita ketika nyetir. Walaupun kadang-kadang mengganggu head up display itu. Kemudian posisi nyetir ini sebenarnya comanding ya enak ya, tapi ini jok sudah diel paling rendah tetap ada rasa ketinggian. Ee mungkin mereka mendesain ini biar orang yang nyetir ini seakan-akan benar-beneran naik naik SUV gitu loh. Tinggi. Emm kalau kami lebih senang lebih rendah lagi joknya itu pasti akan lebih enak. Tapi dengan gitu, visibility itu dengan tinggi begini visibility memang lebih enak. Kita ngelihat lebih di atas, ngelihat ke belakang juga ketika parkir masih oke. Walaupun ee jendela samping di belakang pilar AC C di belakang pilar C itu ee kecil tapi em ada kamera 360 ketika mundur-mundur. Kamera 360-nya juga bagus. Nah, bicara soal kamera ini pemanfaatan kamera dengan baik ketika kita sendan gitu misalnya itu ada kamera untuk blind spot-nya di instrumen cluster. Ini adalah fitur Hyundai dan Kia yang menurut kami sangat amat bagus. Jadi blind spot bukan hanya ada blind spot monitor, ada juga secara visual kita bisa ngelihat melalui kamera. Saya rasa nyetirnya itu kayak proper memang ini mobil mobil R00 juta bahkan rasanya kayak lebih enak. Kekedapannya tuh oke, udah kekedapan oke. Road noise-nya juga oke. Ini kita di jalanan tol yang beton gitu ya. Ee suara road noise-nya memang ada, cuma masih enak, masih oke, masih pas di kuping ini. Bannya juga empuk. Jadi bannya ini enak juga nih. Ban Korea nih. Apa namanya nih? Nexen apa-apa deh. Oke juga loh ini, Ban. Padahal ini veleknya 19 inch ya. Ee profilnya juga otomatis pasti lebih tipis dan tapi masih enak dengan ban ini dan juga masih empuk. Nah, tuhlukan enak sekali ini. Suspensi proper R00 juta nih. Kayaknya mungkin ee suspensi ini kalau terpasang di mobil di atas R miliar tuh masih enak. Ini suspensinya enak sekali walaupun bannya ban yang lebih tipis ya. vel 19 inch. Tapi ini ayunannya enak. Ayunannya proper gitu loh. Di kecepatan tinggi juga masih enak tuh. Enak suspensinya. Ini kami acungi jempol sekali untuk Hindai yang masang suspensi ini. Sini ini suspensinya lebih enak daripada Santa Fe. Jadi untuk harian mau ngerasain suspensi enak, nyaman, ini mobilnya Santafe agak lebih keras daripada ini soalnya. Nah, kestabilannya juga ya ada body roll pasti ini crossover. Tapi masih bisa diterima juga. Enggak tahu ini suspensinya ngedesainnya proper sekali. Harusnya semua Hyundai Kia itu suspensinya seperti ini. Kemudian rasa setirnya juga. Ini rasa setirnya rasa setir yang mahal. Dia padat-padat empuk gitu loh. Ngerti enggak sih? Rasa setir padat-padat empuk, enggak ada rasa murahnya. Kadang kita suka menemukan mobil Cina gitu ya, ee setirnya tuh keentengan rasa murah atau kita ngerasain mobil LMPv yang setirnya keentengan enggak enak, kerasa kosong. Kalau ini enggak. Padat, berisi, ada feedback-nya lumayan. Muter setirnya berasa muter setir mobil mewah. Tapi radi seputarnya biasa-biasa saja. Enggak terlalu bagus. Enggak bisa dibilang bagus, enggak bisa dibilang jelek ya. Karena wheel base-nya memang ternyata enggak kecil mobil ini. Nah, ini mobilnya bisa nyetir sendiri tanpa ngaktifin ee adaptif cruise control. Tapi setiap h kurang lebih 5 detik sekali dia akan minta pegang setirnya. Sekarang sekarang apa belum? Agak lebih panjang kelihatan. Nah, keep hands on steering wheel. Kalau kita pegang aja enggak cukup, tidak ada sensor pegang seperti pada e Santa Fe. Tapi kita sentuh tapi ada gerakan sedikit tuh dia udah nangkap setirnya udah dipegang. Jadi hanya perlu gerakan sedikit aja. Nah, kalau sambil kita pegang enggak ada masalah karena memang ini didesain untuk sambil kita pegang. Kalau sambil kita pegang pasti kita kasih steering input. Cuma kalau sambil kita pegang ngapain ada fungsi ini? Hm. Ya, itu berlaku ke semua mobil yang e adaptive cruise control. nyetir sendiri. Kemudian rasa remnya. Rasa remnya mobil hybrid memang selalu tidak terasa natural, tapi ini sudah mendekati natural rasa remnya. Ee agak lebih sensitif aja, tapi masih e gampang sekali untuk beradaptasi untuk rem yang hybrid yang ini. Karena rem hybrid itu tidak langsung gigit dis brake kampas rem-nya. Begitu kita nginjak rem, dia akan regenerative breaking dulu seperti pada mobil listrik yang ini ada ukurannya di sini seberapa regen, seberapa e dalam kita injak pedal e remnya untuk memasukkan listrik ke dalam baterai. Nah, itu inilah yang bikin suatu hybrid itu hemat. Karena begitu mengurangi kecepatan, kita nginjek rem atau ngelepas gas, dia akan menyimpan lagi energinya ke dalam baterai yang bisa kita pakai untuk berhenti lama dan jalan biasa. Jalan biasa kalau kita nginjek gas enggak terlalu dalam, hanya motor listrik yang bekerja ketika baterainya cukup. Ya, ini kami suka nih indikator baterainya tuh langsung gede di sini, low dan high. Kemudian ketika kita menghidupkan adaptive cruise control juga ya kita enggak pakai gas lagi. Adaptive cruise control yang main dia akan ngejaga jarak dengan mobil depan. Ketika mobil depan kecepatannya di bawah, kecepatan yang kita set dia akan ikutin kecepatan mobil depan dan jaraknya pun bisa diatur. Nah, ini ee ketika kita sudah biasa dengan sistem Hyundai Kia semuanya tuh gampang gitu ngidupin cruise control apa cepat. Karena semuanya standar tuh Hyundai Kia sistem begini-gininya. Padahal gasnya juga natural walaupun di Eco Moode. Nah, mode berkendaranya emang cuma tiga Eco, Sport, dan MyDrive yang bisa kita eh individualkan settingannya. Sport karena kita mau tes 0. Nah, ini kami suka tenaganya mobil ini secara eh hari-hari tuh torsinya tuh ada ngisi walaupun dia ya, torsinya ada ngisi karena motor listriknya tuh ternyata kuat. Jadi kita berangkat awal tuh langsung bisa ngejedak. ngisi tenaganya kami suka total dua t front wheel drive wah spin wheel spin wheel spin ngoper 23 dan 100 cepat juga ya wah keren kencang bener ini mobil beneran kencang 7 detik 18. Huh, suka mobil ini. Suka. Oke. Hybrid kencang. Tapi apakah hemat di Hyundai Santafe? Itu sudah hemat. ini di mobil yang lebih kecil, lebih hemat lagi. Jadi ee kami jalan kalau rata-rata sekitar 25 km/h itu dapat 19,7 km/l. Ketika kita 20 km/h rata-rata ya campur-campur macet dikit, tol dikit itu dapat 17-an km/l. Jadi kalau kita jalan tol lancar terus tuh pasti di atas 20 km/l. Dout deh. Jadi udah hemat kencang pula. Ini termasuk mobil sempurna kecuali harganya. Harganya kehal. Enggak bisa bilang kemahalan karena mobilnya enak. Tapi harganya sudah nyenggol Santafe yang murah. Tapi enggak selengkap ini Santafe yang murah tentunya. Tapi overall rasa nyetirnya dua jempol untuk Hyundai bikin Tusan menjadi seenak ini untuk disetir dengan tenaga yang enak juga. Aduh. Hah. Sayang bentuknya walaupun keren juga dari luar, cuma enggak bentuk yang 700 jutaan juga ya. Tapi rasanya definitely more than R00 jutaan. Lupa satu lagi ketinggalan. Ini suspensi kan enak sekali. Tadi kamu bilang biasanya suspensi enak keempukan itu ada suara gluduk-gluduknya di kaki depan. Yang ini bersih, enggak ada suara sama sekali. Ini engineering desain bagus. Overall mengenai Hyundai Tusan yang terbaru merupakan crossover yang layak untuk dipertimbangkan sebenarnya. Desain futuristik berbeda dengan crossover sekelasnya. Punya fitur yang canggih dan mesinnya lumayan kencang dan irit bahan bakar. Apabila Anda tidak punya uang Rp766.600.000 R000. Untuk tipe hybrid ini, Anda masih bisa memilih tipe yang non hybrid dengan harga Rp652 juta. Namun menurut kami mendingan ambil yang hybrid saja biar bisa ngejar kelasan hybrid Jepang yang masih jadi unggulan. Yes, ini mungkin bisa disamakan dengan Honda CRV Hybrid. Namun, Hindai Tusan Sun lebih terjangkau dengan kenyamanan yang hampir sama. Malah nyetirnya menurut kami lebih enak. Semua ini adalah opening pribadi saya. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobiomobi dan Mm Mobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.

Lihat di YouTube