HYUNDAI TUCSON LM Gen.2 | Beberapa Hal Mengejutkan Kami | Motomobi Used Car (YouTube Video)
Mencari mobil Korea itu gampang-gampang sulit. Cuman kalau pengen yang badak ada salah satu pilihannya yaitu Hyande Tuson LM. [Musik] Hello YouTube, selamat datang di channel Motomobil. Hende Tusan. Tusan generasi kedua merupakan mobil yang tidak begitu dikenal orang karena hmm bentuknya tidak terlalu menggiurkan sebenarnya. Namun di balik itu semua, mobil ini ternyata menyimpan hidden jem. Di Indonesia, Hyundai Tusan generasi pertama muncul tahun 2005 dengan bentuk seperti ini. Sebenarnya tidak jelek-jelek amat, tapi seperti ada yang tidak proporsional saja. Dan untuk pertama kalinya Hyundai menghadirkan crossover yang canggih pada saat itu. Kemudian generasi keduanya muncul tahun 2010 dengan bentuk yang mirip pada video used car kali ini. Bentuknya lebih membaik dan punya konsep fluid sculpture yang didesain oleh exdiner BMW Thomas Burkley. Kemudian generasi ketiganya dengan kode body TL yang muncul tahun 2016. Wah. Kalau yang ini baru Tusan yang ganteng bentuknya proporsional dan di Indonesia merupakan salah satu SUV diesel yang kencang. Kemudian generasi yang terakhir atau generasi keempat ketika kami buat video ini yaitu Hyundai Tusan dengan kode body NX4 yang lahir tahun 2020 namun baru masuk Indonesia tahun 2024. Merupakan Tusan yang terganteng yang pernah dibuat oleh Hyundai. Mesinnya tidak mengandalkan diesel lagi, namun mengandalkan hybrid. Anda bisa lihat review-nya di channel Motomobi. Nonton video itu juga apabila belum. Pada video kali ini akan membahas suatu tusan generasi kedua. Apakah masih worth itak tahun 2025? Review-nya akan dilanjutkan oleh si mamang-mamang itu. Mamang-mamang Yuscar. Silakan mamang. Ini desain depannya juga kan mengalir gitu kan ya menurut Thomas Brokle gitu ya. Ini fluidik, jadi seperti lampu-lampunya juga mengalir-mengalir aja kayak tier drop seperti ini. Ini masih halogen H4 cuman kalau udah yang facelift dia udah pakai projecttor xenon tipe yang XG. Sedangkan XG yang ini ini tahun 2013 belum pakai projecttor HID. Terus fog glamp udah ada di sini juga. Ini fog glamp-nya mirip kayak sport touch ya. Mirip aja sih apa sama gitu. Eh ini murah. Ini murah Rp250.000 satu. Sedangkan headlampnya berbanding terbalik, headlamp-nya satu copotan itu harganya hampir 2,5 juta. Jadi kalau misalnya mau beli tuxsen, lihat dulu headlamp-nya apakah kuning. Tapi memang penyakitnya di situ sih mobil Korea. Apakah kuning? Apakah retak? Nah, ini bisa dilihat dulu di sini ya, karena ini harganya cukup mahal. Terus body-body part di sini juga cukup tricky, jarang, dan agak-agak sedikit pricey gitu. Itu aja sebetulnya tuon yang ini. Sedangkan mesinnya, kenapa mama bilang di awal video ini mobilnya bundle? Karena mesin Teta 2 ini juga dipakai oleh ini adalah basic-nya dari Mitsubishi Outlander. Yes, itu yang pertama 2000 cc 4 silinder. Gampang ditemukan spare part-nya. dan dia punya tenaga 166 PS dengan torsi 197 Nm yang disalurkan ke roda depan dengan transmisi ada dua tipe. Ada yang manual 5 speed sama automatic 6 speed konvensional. Ini dia mesinnya. Ini tergolong bundle mesinnya juga. Dan katanya sama pemiliknya bisa dilihat di situ Instagram-nya ini radiator dari pertama beli radiator ya itu belum pernah diganti asalkan dikuras Rp40.000. R itu salah satu kebandelannya ini. Terus selang-selang juga masih asli ini. Padahal kilometernya udah tinggi. Belum ada yang diganti dari area part transmisinya juga belum pernah ada yang diganti. Ini cukup bundle mobilnya mesinnya terutama. Nah, tapi di facelift-nya di tahun 2014 mesin ini itu diganti jadi kodenya NU. Kalau ini kan teta 2 ya. NU itu. Jadi mesinnya baru horsepower-nya berkurang sedikit jadi 158 PS. dan torsnya juga berkurang. Cuman keiritannya lebih bagus daripada tipe yang ini. Kalau NU mah memang enggak tahu basicnya apa. Cuman kalau pengen ngambil Tuson, ambil aja mesin yang ini. Karena ini udah tahu basicnya dari Mitsubishi 4B11 Outlander Sport. Oh iya, kelemahan lain kalau misalnya pengen beli mobil ini gitu ya, lihat mesinnya, terutama lihat AC-nya. Nah, AC-nya tuh merek Dowon dan itu memang agak-agak kurang ya kualitasnya. Cuman dingin sih, dingin cuman kualitasnya kurang. Itu yang harus diperhatiin. Karena AC-nya yang dipakai ini Dowon itu kompresornya lumayan mahal bisa sampai R juta. Jadi kalau mau beli tuson, lihat AC-nya. Terus yang menjadi eh perhatian lagi kalau misalnya pengin beli Tuson itu dilihat dari link stabil itu yang agak lemah. Sedangkan yang tirot-terotnya masih oke. Panjangnya mobil ini cukup kompak 4,4 m aja dengan wheel base 2,6 man. Dia pakai veleg mesinnya enggak gini. Ini lebih gede udah digedein tapi lucu ya jadinya ya. Lebih kecil dari ini. Terus depannya cakram. belakangnya cakram juga. Oke, untuk harga-harga part-nya biasa aja. Kalau itu kampas rem depan itu Rp300.000-an dan samalah kayak mobil Jepang yang lainnya. Terus ini lihat fluidik-nya sampai ke sini-sini fluidik fluidik gitu semuanya ya. Terus enggak ada roof rail-nya itu enggak ada. Bedanya dengan tipe XG gitu ya. Yang facelift itu ada yang namanya sunroof. Iya, gitu aja. Desainnya tuh bermain aman sih. Kalau di sini sih ini di spionnya juga udah ada LED di bagian samping model tarik seperti ini. Udah enggak ada yang istimewa sih sebetulnya. Belakang-belakangnya khas Yande juga dari zaman dulu gitu ya. yang lampu belakangnya memanjang sampai ke samping seperti ini. Bukan memanjang ke sini ya, malah ke samping. Terus udah lengkap ada topi belakang, bak lamp, antena kecoa tuh di atas tuh yang tinggi gitu kan kecoa. Terus juga ada rear defoger wiper, sensor parkir belakang, terus ditambah aksesoris kayak gini. Rear glamp gitu ya. Ini kacanya ini banget ya. Lantai sekali ya. Pandai ini mungkin bisa jadi kalau kita nyetir visibilitas belakangnya agak kurang. Udah pakai itu bukan pakai yang itu tuh mechanical enggak ini udah otomatis nih pakai motorize. Uh udah ditambahin nampan. Bukan nambah ini memang aslinya udah ada nampan belakang orang bilang katanya ten nih lah bagasinya. gede, ada lampunya, ada tempat-tempat nyimpan, terus juga di sini ada yang namanya ban serap kaleng. Nah, kalau misalnya beli tuson juga harus diperhatiin ini ban serepnya harusnya ada. Kadang-kadang ini si kaleng ini dikumpulin jadi satu jadi mode-mode alto. Jadi, makanya lihat ini apakah masih ada atau enggak karena ini sangat berharga. Kala kalengnya gede loh. Terus kalau masih kurang Oh, bisa. Oh, flat floor. Uh, terus dia ininya kelipatannya 40 60 40. Iya, sama. Ah, Mamang pengen duduk di dalamnya. Ini kursi ini udah di-et. Tinggi Mamang 172 cm. Oh, gede luas. Duduknya enak. Ada en jari, kepala ada lima jari. Senderannya enggak terlalu tegak. Enak duduknya. Terus joknya kulit. Eh, enak duduknya. Terus kaki mamang yang besar ini itu bisa masuk ke situ. Enak banget nih duduknya. Paha tersangga dengan baik. Kursinya naik ke atas. Jadi enak nih paha eh duduknya enak. Surprisingly. Wah, jadi ini dulu saingannya adalah CRV X-trail T31, terus juga Outlander Sport. Mungkin ini duduk yang kedua terenak menurut Mamang. Yang pertamanya CRV sih enak ini. Kedua terenak baru habis itu duduk di belakang yang enak lagi T31 baru Outlander Sport yang kurang. Ini nyendernya enak. Udah gitu dikasih amres. Ada cup holdernya. Terus di pintu sini juga ada cup holder lagi. Sini buat nyimpan-nyimpan banyak. Wah, enak sekali di belakang. Wih, surprisingly enak. Tapi kalau masalah luar itu selera ya. Ada yang fluid gini, ada yang suka ada yang enggak. Cuman mamang duduk di belakang ini nyaman sekali. Duduknya very comfortable. Sekarang kita lihat depannya. Nah, ini dalamnya kulit-kulitan semua. Joknya ya kalau untuk tahun 2000-an masih ya okelah. Ini kondisi jok aslinya udah mulai pecah-pecah dikit, cuman si busanya tuh masih enak gitu ya. Terus pengaturan kursinya ada sixway, ada head adjuster segala macam reclining, terus juga sama maju mundur. Jadi udah lengkap sixway kita lihat dalamnya. Ah kuncinya tuh kayak gini ada logo Hyundai-nya. Nah, gitu ya. Nih dashboard. Dashboard-nya. Apa aja yang nyala ya? Kita lihat ya. Mesinnya tuh halus ya. Engine mountingnya juga bagus nih. Kayaknya enak gitu ngegapainya tuh torsinya udah mulai. Cuman ini kayaknya karakter dengan Nah, dengan engine kayak gini nih kalau mamang gas-gas dikit ini di RPM atas nih mainnya. Nanti kita coba aja ya. Dashboard-nya keras-keras semua. Keras keras semua. Terus bentuk dashboard-nya lumayan intuitif. Alah, apa itu intuitif, Mang? Enggak bosan ngelihat desain dashboardnya. Biasanya kalau mobil Korea kayak misalnya Avega gitu ya, itu bosan banget. Ini lumayan bagus gitu ya, desainnya desainnya cuman bahan-bahannya memang plastik-plastik keras semua gitu. Terus kisi AC-nya juga lihat berbeda semua bentuknya. Jadi tuh enak gitu ngelihatnya. Terus di tengah sini ada jam. Terus juga ini ee entertainment-nya ini index kayak gini ya. Jadi kalau mau dirubah agak sulit ya. Tapi udah ada MP3, CompactD, CDIN in gitu ya. Udah lengkaplah. Ada Hazard tengah sini yang dimuliakan sekali. Untuk tipe XG yang facelift speakernya tujuh ada subwoover-nya. Kalau yang SG yang ini ini belum subwover loh dikasih. Jarang-jarang mobil baru aja jarang banget dikasih subwoover. Tuh kan di sini kan ada rear refogel. Pencet-pencetan ada yang kosong tombolnya. Terus juga untuk panel AC-nya cukup simpel. Mamang suka yang model putaran seperti ini. Temperaturnya ada heaternya juga. Arah semburannya lengkap. Ada maksimum AC. Terus di bawah sini ada tempat penyimpanan terbuka gitu ya. Kayak ada buat narik-narik juga. Nih sini juga ada soket lighter 12 volt. Dia yang sudah ditambahin audio nih. Matic-nya. Terus juga ke ini apa namanya? Sray. Est-raynya masih ada dong. Ini aslinya nih. Terus juga ini ada cup holder. Ini bisa jadiin cup holder juga tuh ada dua. Terus di sini ada tempat nyimpan lagi. Dah. Yang perlu diperhatikan apa, Mang, dari interiornya? Oke, printilannya body part sama printilan di dalam sini untuk Tuson itu mahal ya. Jadi harus diperhatikan kalau misalnya kita beli Tson, tombol-tombol yang ini harus berfungsi semua. Switch switch-nya berfungsi semua. Ini udah barangnya jarang dan mahal kalau ada gitu ya. Tombol-tombolnya harus berfungsi semua kayak tombol-tombol power window kayak gini-gini. Ini harus diperhatiin. Terus juga electric mirrornya udah ada. ada central lock-nya, power window lock, itu harus berfungsi sebagaimana mestinya. Itu aja. Terus di sini ada tempat penyimpanan lagi yang yang lumayan gede sih. Ini penuh pakai. Terus apalagi tempat penyimpanan enggak sih? Di pintu tuh ada tuh tuh battle holder segala macam udah ada. Tempat speakernya juga unik tuh. Oh, ada vanity mirror nih. Cuman enggak ada lampunya. Sayang sekali. Terus juga lampu kabinnya ditekan saja. Terus juga ada tempat kacamata. Spion tengahnya model night and day secara manual. Speedometernya masih model yang kayak zaman dulu cuman lampunya warna biru itu aja bukan model yang optitron kayak gitu-gitu enggak. Modelnya biasa aja kayak gini. Terus di tengah sini mid-nya bisa nunjukin apa aja, Mang? Gitu ya. Mari kita lihat. Range dengan bahan bakar yang tersedia. Ada di sini juga. Terus berapa keiritannya? 12,7 L/100. Berarti kalau bisa di-convert itu sekitar 17 lah ya dengan mobil yang rute kombinasi. Ini mid ini belum tentu akurat. Dah jam dijelas. Eh, lengkap loh. Segini tuh lengkap. Nyetirnya gimana, Mang? Ah, posisi duduknya enak loh sebetulnya. Entar ya. Lebih enak lagi kalau ada teel steering. Teleskopiknya enggak ada. Cuman ini udah oke. Joknya meluk mamang enak. Posisinya juga udah pas. Visibilitasnya memang agak sempit apalagi belakang ya. Agak sempit memang belakang. Benar kan? Terbukti kan Mama ngomong karena landai biasanya landai-landai gitu agak-agak terbatas. Jadi kecil gitu ruangnya. Cuma segitu. Udah sekarang kita ngapain ya? Test drive. Masih. Apakah worth it si Tuson ini dipakai di tahun 2025? Mari kita coba. Oke, sekarang Mamang ada di dalam Yande Tuson. Tson Taksan. Gimana rasanya, Mang, mobil Korea yang satu ini? Katanya kan terkenal bandel dan segala macam. Nah, berarti kan yang nonton tinggal nungguin rasanya bagaimana. Nih, Mamang ceritain. Kalau dari cara duduknya, cara nyetirnya, handlingnya, Mamang bilang sih approve. Ini mobil enak sebetulnya. dipakainya enak, cara duduknya juga enak. Untuk jalan jauh sih enggak akan capek. Iya. Posisi duduknya juga enak. Apa yang harus dikomplain ya? Nah, tapi memang ini kerasanya mobil kan kompact ya, enggak terlalu lebar juga. Ada rasa-rasa lebarnya di sini itu ada lebar kayak yang jauh banget ke kiri ya gitu. Handlingnya menurut Mamang untuk sekelas SUV eh bagusan di CRV. Bagusan X-Trail ini di bawahnya X-Trail sedikit lah. Enggak terlalu tajam-tajam banget. Cuman suspensinya Mamang suka. Rasanya empuk. Yes. Di kecepatan tinggi juga oke. Dan ini Mamang jalan di 80 km/h itu enggak kerasa cepat. Ini mobil kayaknya masih jalan di 60 km, masih di 50. Kerasanya pelan. Padahal ini mobilnya kencang. Ini mobil enak nih. Dia ternyata ada kejutan di balik mukanya yang begitu. Menurut beberapa orang mungkin ada yang enggak suka juga mungkin ya. Cuman dipakainya ini mobil enak. Iya enak. Ini setirnya ee belum IPS ya. Kalau yang eh pra facelift ya ini belum IPS. Tapi yang setelah facelift itu menjadi IPS. Makanya ini rasa setirnya sangat natural, cuma memang handling-nya enggak sebaik itu. Kita cobain mesinnya 166. Oh, oke sih cuma memang tipenya ini agak agak slow ya. Enggak tenaganya tuh kayak enggak keluar semu semuanya gitu. Kayak kalau Honda tuh kan ditekan gasnya. Wah, kalau tuson enggak. Eh, delivery-nya tuh smooth gitu. Cuman nanti lama-kelamaan menjadi kencang. Ini cocoknya karakter kayak gini tuh buat cruing ini mobilnya. Kekedapannya gimana, Mang? Mamang bilang ini bagus kekedapannya. Ini mungkin pakai ban yang agak sedikit berisik memang agak masuk. Suara mesinnya enggak masuk. Traffic noise-nya juga bagus. Ini suara knalpot ya yang memang udah di custom jadi emang sudah berisik. Cuma kalau misalnya enggak ada suara knalpot ini mobilnya kedap. Mang bilang untuk kekedapan segini skornya 7,5 dari 10. Jadi buat siapa, Mang, si Tuson ini kalau misalnya lagi cari mobil yang anti mainstream di harga 80, 90, 100 ya mungkin bisa jadi mm pilihanlah mobil ini. Terus yang diwaspadai tadi Mamang udah ngomong dari depan, makanya tonton sampai habis, jangan diskip-skip. Approve lah. Approve, Mamang. Overall mengenai Hyundai Tusan generasi kedua. Suatu crossover yang nyaman dipakai. Joknya empuk, mesinnya tidak lemot, namun suspensinya agak keras. Walau kerasnya masih tergolong nyaman juga. Perawatannya cukup mudah, namun untuk urusan spare part agak sedikit tricky. Terutama di bagian body part. Cocok untuk Anda keluarga muda yang mencari crossover 5 seater dengan budget R jutaan. Bagaimana menurut Anda tentang Hyundai Tusan ini? Punya pengalaman? Ah, silakan komentar di bawah. Semua ini adalah opni pribadi saya dan mamang-mamang itu. Kami tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Omobi, dan Mesmobi apabila belum berikut dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton. Yeah.
