Jungkat

Ide Bisnis 3D Print Cuma Modal 3.2 Juta ?! Bambu Lab A1 Mini (YouTube Video)

  • 17/08/2026

Saya beli 3D printer ini di 8.8 kemarin cuma dengan harga 33,2 juta aja. Dan saya kan pebisnis ya, jadi saya mencoba men-challenge diri saya sendiri kapan saya bisa balik modal dengan 3,2 juta dan akhirnya saya nge-print beberapa hal yang mungkin bisa dijual dan bisa bikin dia cepat untuk BP. Jadi di video kali ini kita akan bahas hitung-hitungannya gimana, nentuin filamennya gimana, listriknya gimana, lisensi makerw gimana, terus ya wate-nya gimana, hitung-hitungannya semualah. Siapa tahu kalian juga punya ide atau pengin berbisnis dengan modal yang sebenarnya enggak gede ya, cuman Rp3,2 juta aja. Tapi kalau kalian lihat memang dia ini ukurannya mini. Jadi dengan ukuran mini ini apakah dia bisa nge-print sampai ribuan jam? Apakah dia bisa jualan sampai ribuan pie produk? Hm, mungkin nanti kita bikin series lah ya, kayak gimana perjalanan dia dengan harga Rp3,2 juta. Apakah dia bisa menghasilkan untuk dirinya sendiri? Kenapa saya beli A1 Mini ini pertama dari harganya murah? Karena kalau misal A1 itu di jutaan ya. Kalau Mini kan 3,2. Jadi selisihnya separuh pas 8.8. Kalau harga normalnya itu di Rp4 jutaan. Nah, kemarin pas saya bikin adapter untuk fit bit Air ke wah itu ternyata laku keras. Cuman di situ ada komplain sih kayak katanya gak enak dipakainya. Nah, akhirnya dengan komplain dan feedback itu saya bikin versi 3 dan juga versi dunya. Nah, sekarang lebih fit, lebih firm, dan juga yang versi 3 ini lebih benar-benar mirip sama boop nih. Jadi kalau dilepas sekarang lebih mudah dan kalau dipasang tuh lebih cetek gitu. Kalau kemarin memang agak susah sih, makanya kita bikin versi 2 dan versi 3. Kenapa ada versi 2, versi 3? Karena versi 2-nya itu lebih ringan. Plus Google Fed-nya bakalan kelihatan logonya. Kalau versi 3 itu benar-benar kayak adapternya. Wop. Jadi tertutup kayak gini. Dan saya enggak nge-print desain kita sendiri aja. Desainnya Danil sebenarnya, bukan desain saya. Karena saya bukan 3D artis. Saya enggak bisa desain. Jadi minta tolong Danil. Nah, di depan saya ini udah ada beberapa 3D print yang ada saya nge-print sendiri dan ada yang saya nge-print dari Maker Word. Nah, nanti kita bahas hitung-hitungannya gimana. Tapi sebelum itu kita coba bahas si A1 mininya dulu kali ya. Yang saya suka ya dari bambu lab ini sebenarnya pilihan saya ada dua. Ada Creality Ender F3S kalau enggak salah kemarin pas 8.8 murah banget tuh R,6 juta ini 3,2 selisih sekitar berapa Rp600.000 tapi setelah saya resarch-research yang paling plat and play itu adalah si bambu lab ini karena ekosistemnya udah jadi. Terus dia bisa kalibrasi sendiri mulai dari bed leveling is-nya sampai ada active flow rate compensation-nya. Jadi kalau si ender yang harga 2 contoan itu kalau saya riset dia itu harus kayak ya kalibrasi manual terus harus dicolokin pakai micro SD enggak ada aplikasinya ribet. Akhirnya saya mutusin ya udahlah bambu lab A1 aja walaupun kalau secara dimensi dia lebih kecil 180 * 180 * 180 bobotnya sekitar 5 kg. Jadi kalau misalkan mau dipindah-pindah lebih gampang tapi ya saran saya enggak usah dipindah lah ya. Ngapain dipindah karena nanti dia bakalan kalibrasi lagi. Tapi yang menarik dari A1 Mini ini mirip-mirip sama A1 yang harga Rp jutaan yang hampir dua kali lipat. Jadi, speed-nya itu 500 m sampai 10.000 m². Terus untuk layarnya juga sama-sama touch screen. Bedanya yang A1 Mini ini cuman 2,4 inch. Nozle-nya juga tersedia opsi 0,2, 0,6 sampai 0,8. Dan kameranya pun juga udah ada walaupun kameranya ya kalau dibikin timelaps enggak bisalah dibikin untuk ngecek 3D pr-nya ini berhasil atau enggak. Itu aja kadang menurut saya burik banget kameranya. Mungkin buat bambu ke depan bisa ngasih aksesoris kamera tambahan lah ya. kamera yang lebih bagus biar content creator itu bisa timeelapse tanpa harus pakai gear lagi gitu biar lebih plug and play lagi. Paling bedanya dengan A1 kalau saya baca-baca ya A1 itu betnya bisa sampai 100 derajat celcius betis permukaan yang ini. Sementara A1 mini itu cuman mentok di 80 derajat celcius. Tapi selama nge-print ini sih saya enggak butuh bet sampai 100 derajat celcius sih ya. Karena mentok paling saya PETG. Nah, keduanya enggak bisa nge-print ABS. Kalau kalian mau nge-print ABS harus yang tertutup ada enclosurnya kayak P1, P2S itu bisa. Nah, si A1 Mini ini juga bisa AMS. Cuman AMS-nya sendiri harganya mahal ya ternyata ya. Jadi dia kalau pakai AMS itu bisa multiolor, anggap aja kayak kartridge-nya lah. Jadi bisa dua warna, dua warna kayak gini misalkan merah sama putih, terus warna apa lagi ya? Ini kayak misalkan pink sama putih itu bisa kalau misalkan yang single NS enggak bisa. Jadi kita harus cari atau ng-edesain 3D yang istilahnya kayak di puzzling gitu. Jadi biar dia bisa warnanya itu kita tempel-tempel sendiri. Dan kalau kalian tanya saya sudah nge-print apa aja banyak sih ya. Contohnya kayak adapter boot tadi versi 2, versi 3. Sekarang udah lebih matang. Nah, kalau misalkan kalian pengguna Google Fedbit dan pengin upgrade, pengin terlihat wob look, kalian bisa pakai adapter ini. Ini lebih mudah sekarang, cuman kalau mau yang lebih ringan bisa pakai versi 2. Tapi saran saya sih versi 3 ya. Versi 3 itu shape-nya kayak lebih bagus, lebih pas aja gitu dengan adapter woop manapun. Jadi saya punya adapter whip tuh dua putih kayak bawaan originalnya sama yang third party. Yang third party itu lebih pas gitu. Nah, kalau kalian tanya ini apa, ini adalah Lige. Harga Rp200.000-an. yang nantilah video review-nya saya mau bandingin Google Fedbit sama Liga, tapi ini di video terpisah ya. Nah, terus saya juga mau bikin namanya itu modular kickcap karena kan kalau 3D print sekarang yang saya lihat ramainya itu clicker ya, clicker-klicker kayak gini tuh. Nah, yang kayak gini-gini yang dia bisa bunyi klik-klik gini itu lagi rame banget. Nah, cuman kalau di Micerelw saya lihat itu adanya yang kayak gini nih yang jadi dua langsung tiga. Jadi nge-printnya ribet. Harus nge-print 1 base, 2 base, 3 base sampai 10 base tergantung pesanan custom name-nya kan. Nah, akhirnya saya putusin gimana kalau kita bikin keybase yang modular. Jadi, kalau misalkan mau lepas pasang itu lebih enak gitu. Cuman belum berhasil ya. Contohnya ini saya bikin K cap yang kayak gini. Nah, ini kayak gini. Ini udah berhasil sih. Cuman saya tuh penginnya modularnya itu bisa ke kayak puzzle gitu atas bawah gitu. Saya pakai empat modular. Jadi kayak gini sistemnya. Nah, ini cuman ada yang belum klik gitu. Nah, nantilah kalau misalkan desain ini udah kelar saya bakal share. Mungkin saya juga di Maker World nanti ya untuk upload di situ. Jadi kalian bisa download juga. Cuman yang perlu dicatat di Makerw itu memang kalian bisa download, bisa print, tapi kalian enggak bisa jual dengan bebas. Di situ ada namanya lisensi. Biasanya sih kayak subscription Patreon lah. Harganya enggak mahal kok sebenarnya, ya. Nah, ini contoh-contoh yang saya download di Mrw World. Terus saya beli lisensinya ini nih. Oreo. Ini saya beli lisensinya untuk bisa dijual lagi. Yang enggak beli sih ini ya. Ini tuh pasta matic dari KYZ. Jadi filamen itu kadang tangled atau nyantol gitu. Nah, dengan ini saya bisa pindah si filamen yang nyantol pakai ini terus m gitulah. Ada videonya nanti ya. Coba editor tolong dikasihin ya. Terus ada tempat kabel kayak gini. Terus ada juga kayak gini. Ini tempat bedaknya Azura sih. Nah, yang saya desain sendiri itu sih. Kemarin itu kan saya lihat di Maker World itu cuman ada untuk Pocket 3 ya. Nah, saya punyanya Pocket 4 Pro. Jadi saya terinspirasi dari desainnya. Aduh, saya lupa username-nya lagi. Ininya adalah L. Terus saya modifikasi desainnya biar bisa pakai si DJI. Nah, jadi nanti pakainya kayak gini biar kita bisa punya handheld. Wah, kayak kesannya profesional gitu ya. Jadi, red card-nya bisa nambah kalau pakai ini. Terus ada juga modular. Nah, ini saya bikin modular juga buat Pocket 4P yang tersedia di Microwol itu masih Pocket 3 sama Pocket 4. Karena secara dimensi si Pocket 4P itu lebih tinggi ya. Nah, jadi sistemnya itu nanti kayak gini, Guys. Nah, selain kayak gini. Terus ini handeld-nya. Bentar, handelt-nya seperti ini. Plus HP-nya bakalan ada di tengah. Jadi, si DGA-nya bisa ngerekam horizontal, HP-nya bisa ngerekam vertikal. Nah, ini saya butuh banget kalau misalkan saya liputan. Biasanya kan saya bikin video panjang dan video pendek biar satu tag aja enggak ribet gitu ya. Nah, ini saya bikin modularnya versi Pocket 4P yang terinspirasi dari desain yang ada di Macrowave. Nah, kalau yang saya beli lisensinya sih ada punyanya Oreo cable management. Ini lucu sih, Guys. Ini kabel Oreo Managemen ini. Jadi kalau misalkan maulai dipakai tinggal ditarik gini. Nah, iklannya Oreo itu kan diputar, dicilat, dicelupin ya. Jadi kalau misalkan udah kelar tinggal diginiin aja. Tuh, udah beres. Dan bisa muat empat Oreo nih. Nah, kayak gini. Nah, sekarang kita masuk ke hitung-hitungannya. Gimana sih kalau misalkan kita mau usaha 3D printer? Mungkin yang udah jalan juga bisa nambahin di kolom komentar ya kalau misalkan ada masukan silakan aja. Hitung-hitungannya gampang sih. Filamen itu kan harganya Rp200.000 per kg ya. Jadi per 1 gramnya itu 200 perak. Per10 grnya berarti 2.000 perak. Benar ya? Benar. Nah, saya hitung-hitungan saya agak lemah juga sih. Nah, terus kalau misalkan mau jualan berarti tinggal dikali dua aja. Nah, itu hitungan yang salah. hitungan yang terlalu simpel dan menurut saya salah kaprah. Makanya kemarin saya minta tim finance-nya DKID karena dia jago Excel, jago rumus, jago forecasting, saya minta tolong dia untuk bikin Google Seatsum kalkulatornya untuk usaha 3D print. Di situ udah lengkap banget rumusnya dan ada hitung-hitungannya juga dan itu saya bikin untuk clicker lah ya, karena yang ramai itu kan clicker. Jadi, pertama yang bisa kita hitung ya filamennya beratnya dibagi 1000 dikali filamen per kg. Kedua, listrik. konsumsi listrik itu lumayan juga. Walaupun kalau kalian lihat video review saya yang A1 sebelumnya ya, itu sebulan dia nyala terus-terusan. Benar-benar terus-terusan ya karena saya lagi ngyetak apapun waktu itu. Itu per bulannya kalau enggak salah cuman Rp130 atau Rp150.000 deh. Cuman dirumus nanti itu bisa kalian hitunglah. Terus ketiga kalian bisa masukin packaging terus jangan lupa admin Shopee karena admin Shopee itu mahal banget kalau enggak salah sekarang 8%. Belum lagi kalau kalian ikut program cashback dan juga free ongkir itu makin mahal. Jadi di situ juga udah ada hitungannya. Nah, hitungan lain 3D print itu ternyata ada hidden V-Hidden V yang patut kalian hitung juga karena enggak semua hasil printan kalian kalian print langsung jadi gitu. Ada error-errornya juga kayak dia jadi spagetti terus printernya pas kemarin mati lampu kayak contohnya ini ya. Dia mati lampu jadi bentuk bawahnya itu kayak enggak presisi gitu enggak berhasillah intinya. Nah, di rumus itu sih saya hitung 5% aja untuk tingkat kegagalannya dimasukin ke biaya itu. Terus jangan lupa kalau misalkan kalian belum bisa desain, belum ada orang desain, ya paling gampangnya itu untuk start up ya beli aja lisensi di mord kok. Kalau misalkan kalian udah dapat nih kreator yang menurut kalian produk-produknya itu bisa kalian jual, kalian bisa join patreon-nya biasanya di deskripsi itu ada per bulannya kalau yang punya saya ini yaitu $ jadi dolar itu kalau dirupiahin sehari itu sekitar Rp4.000. Jadi bayangin kalian jualan ini satu atau 100 ya dalam waktu 1 bulan itu sebenarnya kalau 4.000 itu kayak biaya parkir aja. Memang harus subscription ya per bulan karena ya desain itu susah guys. Jadi kalau saya ada orang kayak misalkan oh saya kemarin desain rumah nih harganya Rp50 juta. Luas berapa? 600 m. Itu sebenarnya murah. Tapi entah kenapa orang Indonesia itu belum menghargai jasa ya. Kayak edit video, edit foto, edit 3D. Dikiranya gampang ya. Edit 3D itu susah. Bahkan saya aja ngedesain ya ini modular ini saya udah nge-print nih. Coba kalian lihat ini saya udah nge-print berapa kali nih? Ini produk gagalnya. Jadi harus nge-print ulang, desain ulang, nge-print ulang, desain ulang kayak gitu. Jadi kalau kalian mikirnya desain 3D itu murah, wah salah sih. Nah, untuk template-nya itu nanti kalian juga bisa lihat linknya ada di bagian bawah ya atau di pojok kiri itu ada ya. Harganya cuman Rp1.000. Kok murah banget? Cuman kalau misalkan kalian pengin tahu secara globalnya ya, misalkan enggak butuh rumusnya cuman gambarannya ini udah kita kasih. Kalian bisa lihat Excel yang ada di sini juga. Jadi misalkan nih kalian jual clicker dengan HP dasar setelah packaging semuanya itu Rp10.000 gitu ya. Terus kalian jual di Rp25.000 jadan marginnya Rp15.000 ya. Terus misalkan laku 60 pie aja per bulan yang berarti cuman 2 piece per hari, kalian balik modalnya itu di 4,3 bulan karena dapatnya Rp750.000 per bulan. Balik modal untuk si 3D print-nya aja ya. belum filamennya. Ya, itu gambarannya aja. L cuman sebenarnya kalau hitung-hitungan kayak gini tuh kayak teorinya gampang banget gitu. Tapi ketika dikerjain wah susah ada biaya-biaya faktor X yang tiba-tiba customer komplain, terus tiba-tiba barang di-cancel, terus tiba-tiba printernya rusak. Faktor X-actor X kayak gitu. Kalau misalkan kalian berbinis, kalian juga harus siap. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video kita kali ini. Kesimpulannya sih ya kalau misalkan kalian memang pengin usaha bisnis 3D, menurut saya bambu lab A1 ini bisa jadi starter lah ya untuk coba-coba dulu. Jangan beli yang mahal-mahal dulu. Ini aja satu dulu, enggak usah yang AMS dulu karena startnya murah banget Rp3,2 juta. Anggap aja kalian nyewa start lah. Tapi kalau misalkan kalian hobi enggak pengin jualan cuman punya pengin 3D diprint, kalau misalkan suatu saat ada yang rusak diprint gitu ya enggak masalah. Nah, saran saya kalau misalkan masih start ya itu pakai lisensi macrol aja. Kalau udah jalan baru higher 3D artist atau freelance 3D artist untuk bikin desain 3D kalian. Karena kalau desain 3D kalian udah jadi, itu bisa dijual sampai beribu-ribu unit gitu. Kalau misalkan desainnya memang banyak yang mau. Karena enaknya 3D print ya kalian itu jangan jualan sesuatu yang udah ada di microwor ya. Karena saingannya banyak kayak clicker-klicker gini saingannya udah banyak banget. Jadi jualan itu desain dan juga solusi dari masalah yang udah ada. Kayak contohnya adapter Fitbit ini. Nah, kalian cari tahu tuh kira-kira apa ya yang bisa diselesaikan masalahnya dengan solusi 3D printing kayak gini. Dan ini kayaknya bakalan jadi hobi baru saya. Jadi, saya pengen bikin segmen 3D printing gitu ya. Nanti kita coba print-print sesuatu yang berkaitan dengan gadget dan juga teknologi. Entah itu wireless charging, entah itu ya kayak gini rikriknya Pocket 4P something something NFC gitu-gitulah. Kalau kalian punya ide apa yang perlu diprint yang masih gadget related, tulis aja di kolom komentar ya. Saya K Budi and see you on the next video. Bye byye. Oh ya, sama satu lagi guys. Perumuin dong. Ini istri saya juga minat ya. Jadi dia mau jualan clicker juga cuman masih saya desainin modularnya. Jadi nanti ya untuk clicker-klicker biar di handle istri saya lah. Saya yang handle-handle yang desain sendiri aja. Ev.

Lihat di YouTube