Jungkat

IGP Jaman Sekarang Udah Gokil ‼️- ASUS TUF Gaming A14 2026 (YouTube Video)

  • 29/06/2026

Ini adalah laptop TUF Gaming pertama yang enggak pakai discrete GPU. Kok bisa? Emang bisakah berpegang hanya sama integrated GPU doang? [musik] TUF Gaming yang tahun ini enggak berbeda sama sekali di chassis ketimbang yang tahun lalunya. Bodinya masih tipis dan overall badannya itu enteng. Bahannya terbuat dari gabungan antara polycarbonate dan CNC aluminium yang solid dan bersertifikat US military grade. Kalaupun ada apa-apa, ASUS juga udah garansiin laptop ini selama 2 tahun dan ada accidental damage protection-nya juga. Hinge-nya seperti biasa masih ringan banget buat dibuka pakai satu tangan dan kita juga enggak melihat adanya perubahan di layarnya. Masih menggunakan panel IPS 14 inch QHD 165 Hz yang punya color gamut 100% sRGB yang basic. Ketimbang upgrade bodinya, TUF Gaming ini bener-bener menggunakan chassis yang sama termasuk di keyboard dan touchpad-nya. Nah, buat keyboard-nya ini yang gua suka dia itu ada tombol volume dedicated di bagian atas. Dan sekalipun di bagian konektivitas ini masih sama semua, di mana di sebelah kanan itu ada micro SD card reader, 2 USB 3.2 Gen 2 di mana satunya type C dan satu lagi type A. Sementara di sebelah kiri ada charging port, full HDMI port, USB 4, USB 3.2 Gen 2 lagi, dan audio combo jack. Yang membedakan TUF Gaming ini dengan seri sebelumnya itu ada di spesifikasi. Jadi, TUF Gaming AI 14 tahun ini menggunakan CPU Ryzen AI Max Plus 392 dengan iGPU Radeon 860S. Ini adalah versi light dari Ryzen AI Max Plus series di mana perbedaannya adalah sekitar 4 core dari Ryzen AI Max Plus 395 dan ada NPU-nya juga yaitu AMD XDNA 2 NPU up to 50 tops. Dan karena ini memakai iGPU berarti memorinya kan akan shared, ya. Itu juga mengapa laptopnya itu butuh sampai 32 GB RAM. Jadi, bisa alokasiin up to 24 GB VRAM kalau sewaktu-waktu dibutuhin untuk yang butuh VRAM gede. Misal, untuk lokal AI inference. Cuma, ya, komprominya karena body dari laptop ini cukup tipis, jadinya laptop ini enggak pakai SODIMM atau yang upgradeable, tapi pakainya itu LPDDR5X. Nah, beda cerita dengan storage-nya, dia itu sudah ada satu berkapasitas 1 TB PCIe Gen4x4, tapi ada satu lagi additional M.2 yang masih bisa kita isi. Lalu, kalau kita ngomong performa, buat sebuah TUF Gaming yang enggak pakai discrete GPU, kita enggak bisa ngremehin performancenya dia. Pertama, kita lihat performa CPU-nya, di sini sudah ngalahin beberapa prosesor gaming laptop yang harganya di 20 jutaan ke atas dan jadi yang paling atas dari CPU kubu merah. Nah, tapi kalau kita melihat dari skor 3DMark Fire Strike, skor dari IGP-nya ini sebenarnya di bawah RTX 4060 sedikit dan tentunya itu lebih kencang daripada RTX 4050. Dan ini adalah sebuah IGP, loh. Saat kita tes game, Cyberpunk itu bisa dapetin sampai 102 FPS dengan FSR. Forza Horizon 6 bisa 55 FPS di preset extreme native. Sementara, High itu bisa dapat 77 FPS. Wuthering Waves dapat 54 FPS dan Pragmata bisa dapat sampai 94 FPS. Overall, gaming di sini pakai resolusi QHD juga PW, namun FSR 4 masih belum available di 8060S, jadi masih memakai FSR 3. Selain dari gaming, penggunaan yang paling make sense juga menurut kita untuk sebuah laptop ini adalah creator. Di Adobe Premiere Pro, saat scrubbing tanpa nyolok pun, kita masih bisa ngelihat footage 4K dengan cukup mulus dan render time-nya juga masih termasuk singkat. Sementara, saat kita cek Blender, dia masih bisa ngerender image 3D barbershop dengan cepat asal memakai HIP. Buat pendinginan, laptop ini memakai dua fan dan dua heat pipe. Namun, CPU-nya memang lumayan hangat nih. Di sini mentok di 90 derajat Celcius dan begitu pun dengan iGPU-nya karena ini masih satu kesatuan. Sementara untuk power, dia itu di-tune di 95 watt. Tapi, aktualnya itu ada di 115 watt mentok dan stabilnya bisa di 85 watt. Itulah mengapa laptop ini masih memakai adaptor kotak yang bisa sampai 200 watt. Dan kalau ditanya dari suhu surface-nya, dia itu beragam dari 40 sampai 43 derajat Celcius. Lalu, kalau ditanya pengalaman memakai laptop tipis, enteng, efisien, tapi juga tetap powerful, ya enggak usah ditanya lagi lah ya. Pastinya ini udah asik banget buat pekerja, terutama pekerja kreatif. Kita sih ngedit video di laptop ini bahkan enggak nyolok itu masih bisa asalkan enggak pakai efek yang terlalu banyak. Baterai dari laptop ini tahan sekitar 8 jam aja. Ini wajar karena CPU-nya pun penggunaannya power hungry di penggunaan desktop karena ini adalah sebuah high performance CPU. Tapi, angka ini cukup efisien buat sebuah laptop gaming karena dia tidak memakai discrete graphic sama sekali. Beda halnya dengan SKU-nya satu lagi, yaitu memakai Ryzen 7 260 dengan RTX 560, itu mungkin battery life-nya akan lebih rendah daripada yang SKU ini. Jadi, kalian punya opsi antara dua. Kalau kalian mau lebih efisien, ambil SKU yang ini. Kalau kalian mau kuda course dan DLSS, ambil SKU yang satu lagi. Harganya sama-sama di 30 jutaan. Di dalam Armory Crate itu ada beberapa profil juga. Di profil silent dan penggunaan desktop doang nih, bukan gaming, CPU ini itu fluktuatif banget usage-nya. Kadang di 12 watt, kadang bisa ke 36, bahkan peaking-nya itu di 48 watt. Itulah kenapa baterainya masih turun banyak walaupun profilnya udah yang silent. Tapi ini juga membuktikan poin gua tadi di mana Ryzen AI Max Plus itu dia jauh lebih efisien karena dia enggak akan geber watt tinggi terus-menerus. Kalau ditanya yang paling kita demenin sih sebenarnya keyboard-nya ya, di mana switch-nya itu benar-benar empuk, dalam, dan fun to press banget. Ini adalah salah satu keyboard laptop terempuk selain dari ROG. Speaker-nya juga bagus buat sebuah TUF Gaming ini udah sekelas dengan Zephyrus G14 dan laptop ini juga udah support dengan Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3. Di mana card-nya sekarang ditaruh di dekat baterai dan harusnya sudah tidak DC DC lagi. Lalu yang terakhir, TUF Gaming ini juga punya Omni Virtual Assistant, di mana ini adalah sebuah lokal AI bawaan laptop ASUS yang bisa ekstrak informasi di dokumen kita, bahkan bisa bikin ringkasan meeting yang sebelumnya udah di-record pakai speech to text. Semuanya bisa diakses offline berkat si AMD Ryzen AI Max Plus 392. Jadi untuk urusan produktivitas ringan harian udah enggak perlu worry. Dan soal garansi, kalian udah enggak perlu khawatir lagi karena TUF Gaming A14 udah dapat 2 tahun internasional warranty dan 2 tahun ASUS VIP Perfect Warranty yang bisa nge-cover kerusakan karena kelalaian pengguna. Jadi untuk sebuah laptop gaming tipis dan enteng, sebenarnya TUF Gaming A14 2026 ini udah sangat ideal buat dipakai gaming dan produktivitas sehari-hari. Bobotnya itu cuma 1,4 kg, performanya udah kayak pakai discrete graphic, layarnya akurat, dan build quality-nya itu lumayan oke. Garansinya pun itu sampai 2 tahun dan ada ADP juga. Tapi yang bikin dilema adalah karena harga komponen sekarang lagi naik-naiknya, jadi ya harga dari TUF Gaming A14 2026 ini bisa sampai 30 jutaan saat launch price. Yang memang hal tersebut disebabkan harga komponen yang lagi pada naik, makanya harga TUF Gaming A14-nya juga ikutan naik. Tapi kalau secara performa, dia tuh enggak terlalu kalah kok ama laptop gaming yang pakai discrete graphic. Jadi untuk masa depan, ya ini sudah future proof banget lah. Buat kalian sendiri, sebenarnya laptop gaming tipis enteng yang ideal itu seperti apa sih?

Lihat di YouTube