Jungkat

"iMac" 8 Jutaan Versi LOKAL? - Advan ForceOne MAX (YouTube Video)

  • 26/04/2025

Di saat perlaptopan merek-merek lokal makin menggeliat, Advance juga menghajar pasar tablet dan PC beragam wujud. Termasuk ini sang PC berbentuk monitor harga Rp jutaan baru yang ditawarin oleh Advance. Hmm, ini bukan pertama kali kami review paket all-in-one PC bikinan Advance. Akhir 2024 lalu, kami udah pernah upload review Advance Force One Standard edisi 24 inch. Lalu ini adalah versi gedenya. Yes, upgrade terbesar berada pada ukuran layar yang sekarang 27 inch dan stand yang bisa dipivot dua arah lengkap pakai sensor orientasi. Beda sama Force One sebelumnya yang cuma bisa ditekuk dan naik turun doang. Keseluruhan body dan stand lepas pasang Force One Max terbuat dari polimer warna hitam polos, webcam pop up di sisi atas, lalu tombol power dan brightness ada di kanan bawah. Udah gitu keren, Bro. Ini ada sensor orientasinya, jadi otomatis bisa ganti orientasi antara landscape dan portrait pas dipivot ke kiri maupun ke kanan. Di luar ukuran dan stand, adakah lagi upgrade dibanding Force One 24 inch? Well, ada potensi utama yang harusnya bisa dimanfaati dengan ukuran lebih besar. Tapi ini sayangnya enggak, yaitu soal resolusi layar yang harusnya sangat crucial di produk AIO 27 inch ke atas. Kami menyayangkan layar IPS 27 inch 100 Hz segini belum naik ke resolusi minimal QD 2.5K. Padahal dengan layar luas, user harusnya bisa expect layar yang lebih tajam dari rata-rata laptop di price range yang sama. Masa resolusinya kalah sama Advance Tab V8 yang udah 1920* 1200 tablet 8 inch harga R jutaan loh itu. Tapi oke, setidaknya yang secara gemood dan warna enggak terlalu ada masalah lah. Lebih bagus dari Advance Work Plus. Selain WiFi 5 dan Bluetooth 5.1 integrated, percolokan terdiri dari power 2 USB A 3.2 gen 2, USB 2.0, LAN port HDMI 1.4 display port, lalu audio jack dan microphone jack di bawah. Lucunya di depan ada tambahan USB 2.0, USBC 2.0, audio jack, dan slot SD card quick access. Namun agak kecewa ini speed-nya masih USB 2.0 semua. Padahal enak kalau ada USBC di depan yang speed-nya udah at least 5 GPS. Seperti AIO lainnya, ada pula pop up webcam resolusi tinggi, tapi disarankan buat ngandelin mikrofon eksternal aja. Webcam pop up di sini punya resolusi 3,7 megapel dan dia bisa ngerekam video up to 1440p alias. Dalam paket pembelian udah termasuk wireless combo sederhana dengan satu receiver tapi belum termasuk baterai A2 untuk masing-masing mouse dan keyboard. Kalau Advance Force 124 inch pakai AMD Ryzen 6600H seperti halnya Workpce Gen 1 Force One Max pakai chip sekelasnya dari Intel yang bernama i5 1240p namun bukan yang lebih kencang 6600 H ya. Well, ini chip yang sebenarnya didesain buat Ultra Book Mainstream. Punya 4 core dan 8 core bareng Intel Iris Xi80iu dalam TDP 28 watt. Dibarengi RAM 16 gig DDR4 dual channel SSD 512 gig NVME yang semuanya upgradable. Plus satu lagi tempat buat SATA 2,5 inch. Apakah Force One Max bisa ngasih performa memuaskan? Straight away di sini bench cukup jelas bahwa CPU Ryzen 5 6600 H pada Force One yang lebih murah R2 juta masih perform sedikit lebih oke. Mungkin kalau dikasihnya semacam i7 1260p atau 1280p ini baru bisa ngasih performance yang lebih unggul. Benchmark Real World-nya juga mencerminkan ya, baik di Blender dan Premier Pro 66 H konsisten jadi pemenang. Lalu apakah Iris Xi80i EU bisa menang lawan Radon 660M? Ternyata di segi sama aja nasibnya. Tidak kelihatan ada keunggulan Iris Xi80iu di sisi grafis dan gaming. Mungkin emang benar harusnya disamain pakai 6.600 saja. Untuk layar 100 Hz ke atas ini ya paling bisanya untuk game-game esports dan casual dengan setting low. Tapi kalau disuruh mainin Cyberpunk dan game-game triple E lainnya jelas enggak akan bisa lebih dari 60 fps. Bahkan lucky kalau bisa di atas 30 fps. Cooling harusnya enggak ada masalah mengingat ini kipasnya gede banget dan langsung buat ke sisi atas. Seperti yang kita lihat buat ng-upgrade RAM dan storage cukup mudah, tetapi emang gak ada quick access slot untuk si SATA 2,5 inch. Di luar jeroan kami mau bilang kualitas speaker stereya lumayan oke. Alright. Harusnya udah tahu dari pembawaan gue di video kali ini agak bingung dengan keputusan Advance terkait SP Force One Max ini. Kalau emang ngasih nama Max, alangkah baiknya bukan sekedar gedein layar, tapi juga gedein resolusi yang bikin senang kaum content creator dan penikmat Netflix yang nyari alternatif iMac versi kere Hore. Terus enggak perlu juga ganti chip merek sebelah yang performanya enggak lebih kencang. Kami suka ini standnya jadi adjustable banget. Tapi kami juga sekalian mau ngasih saran niche yang belum ke-cover merek-merek lokal buat Advance. Misal nih ya, AIO PC modular yang bisa dipakai sebagai monitor dan mini PC terpisah atau sesimpel smart monitor 4K USBC yang bersaing lawan lineup smart monitor Samsung. Keren kan kalau ada gituan dan bisa dipakai sepaket bareng laptop WordPL, AI Gen, bahkan Xlay sebagai ekosistem yang enggak cuma dipakai buat nampilin gambar, tapi sekalian jadi docking station yang ngecas laptop, tablet atau handheld yang dipakai. Sekali lagi, kami hanya mengkritik soal pemilihan spek layar dan prosesor. Karena secara form factor dan fleksibilitas ya sulit banget nyari AIO 27 inch di bawah Rp9 juta. Jika saat ini pengin punya AIO PC yang praktis buat di kamar atau di kantor, lebih baik ngambil Advance Force One 24 inch aja. Well, jangan lupa buat lanjut mendang-mending. Gue Mike. Stay safe, stay healthy. [Musik]

Lihat di YouTube