In this economy beli laptop gaming 30 juta, dapet spek gimana?? (YouTube Video)
Beberapa tahun lalu, kalau kita beli laptop gaming 30 juta, pasti dapatnya itu cukup powerful ya, close to flagship lah. Nah, di zaman now 30 juta dapat laptop gaming kayak apa sih? Ini adalah TUF Gaming F16 FX608JHI yang harganya mepet 30 juta. [musik] Bahasa desain TUF Gaming masih enggak berubah di beberapa tahun belakangan. Kesannya clean, kekar, solid. Nah, dimensi laptop ini tuh gede ya. Panjangnya 35,4 cm dengan lebar 26,9 cm. Tebalnya itu ada di 1,79 sampai 2,73 cm dan beratnya ada di 2,2 kg. Nah, laptop ini punya batok jajaran yang masih cukup besar. Jadi, laptop ini tuh bakal susah dan butuh effort dan niat yang tinggi buat dibawa-bawa. Engselnya ini solid, cukup terasa berat tapi enggak sulit untuk dibuka. Gampang banget buat dibuka menggunakan satu tangan. Layarnya ini bisa dibuka sampai 180 derajat. Secara keseluruhan, bodinya ini solid dan pastinya bodinya sudah mengantongi standar militer 810H yang kayaknya sudah jadi standar deh sekarang. Cutting-cuttingannya juga rapi banget. Overall, build quality-nya itu legit banget. Buat I/O ports-nya, di sebelah kiri ada satu LAN RJ45, satu HDMI 2.1 FRL, satu USB Type-C 3.2 Gen 2 support power delivery dan display port, satu USB tipe A 3.2 Gen 2 dan satu combo jack audio. Dan di sebelah kanan ada USB tipe A 3.2 Gen 2. Layarnya menggunakan panel IPS 16 inci dengan resolusi Full HD Plus 1900 * 1200 pixel, 100% sRGB, NTSC 72%, 75, 35% Adobe RGB. Refresh rate-nya ada 144 Hz dan sudah support MUX Switch Plus NVIDIA Advanced Optimus. Layarnya sendiri sudah punya bezel yang cukup tipis ya. Paling di bagian atas dan dagunya yang sedikit lebih tebal. Kualitasnya sendiri sudah cukup decent. Ketajamannya sebenarnya masih cukup, tapi sebenarnya gue berharap kalau resolusinya bisa naik dikit lah ke 2K. Buat kalibrasi warnanya sih sudah cakep. Warnanya akurat, vibrant dan terasa pop up. Balance warnanya juga sudah pas. Sayangnya buat di YouTube ataupun Netflix, dia belum support playback HDR. Tapi buat dipakai nonton, layarnya ini cukup. Buat speakernya, laptop ini punya dua stereo speaker yang sudah support Dolby Atmos. Jadi waktu digunakan untuk Netflix, audio surround-nya itu cukup berasa. Buat detail dan kelantangannya itu sebenarnya masih biasa aja, apalagi buat laptop gaming ya. Gua tuh berharap dia sedikit lebih powerful gitu. Laptop ini ditenagai oleh Intel i7 1460HX yang punya 16 core dan 24 thread. Base clock speed-nya ada di 2,2 GHz yang bisa di-boost up to 5,2 GHz. Ditandem dengan dua GPU, Intel UHD Graphic dan NVIDIA RTX 4050 yang punya VRAM 8 GB DDR7. TGP max-nya ada di 115 watt. RAM-nya ada 16 GB DDR5 5600 SODIMM. Storage-nya ada 512 GB PCIe 4.0 NVMe M.2 SSD. Dan masing-masing punya dua slot ya, jadi bisa di-expand. Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.4, dan sudah terinstal Windows 11 Home Edition. Cooling system-nya menggunakan ASUS Arc Flow fans generasi kedua. Dia menggunakan sistem dual fan dengan full width heat pipes dan fans. Fan-nya sendiri punya 84 outer dan 42 inner blades yang cukup powerful untuk membuang hawa panas dari laptopnya. Oke, gua langsung benchmark. Di Geekbench 7, skor untuk single core-nya ada di 2430 dan untuk multi core-nya ada di 15067. Di GPU benchmark dengan API OpenCL, skornya ada 89921. Dengan API Vulkan, skornya ada di 4460. Dan dengan API CUDA, skornya ada di 142387. Lanjut di 3DMark Time Spy, overall skornya ada di 10732. Dengan CPU skornya ada di 15029 dan GPU skornya ada di 10217. Di Speedway, skornya ada di 2478 dengan average frame rate di 24,79 FPS. Di Steel Nomad, skornya ada 2302 dengan average frame rate ada di 23,03 FPS. Terakhir, gua running PCMark 10. Overall skornya ada di 8884. Untuk Essentials, skornya ada 10261. Productivity ada di 16773. Dan Digital Content creation-nya skornya ada di 11.054. Nah, untuk main game gua pakai profile manual mode di aplikasi Armory Crate. Dengan gua mentokin TDP-nya dan TGP-nya. Gua juga nyalain fitur dynamic boost 15 watt untuk TGP-nya. Game pertama yang gua mainin itu Dota 2. Dengan settingan base looking, gua bisa mendapatkan frame rate di 92 sampai 110 FPS. Buat main game ini experience-nya smooth banget ya. Enggak ada kenaikan suhu yang tinggi juga. Game kedua, kebetulan gua juga lagi main Kena Bridge of Spirits. Jadi gua juga pakai game ini buat dicoba. Settingan grafiknya ultra. Nah, dia itu bisa kasih kita di atas 100 FPS ya. Ya walau kadang turun sampai 80-an, tapi itu juga jarang banget. Experience-nya itu masih sangat decent buat main game ini. Game terakhir gua coba Black Myth Wukong. Game ini paling nyaman gua set grafiknya ke medium. Dia bisa dapatin average frame rate di 90 sampai 100 FPS. Ini dengan DLSS frame generation off ya. Kalau diaktifin bisa lebihlah frame rate-nya. Di settingan ini itu smooth banget dan lancar. Walau kita main tuh lama. Nah, sebenarnya kalau kita naikin settingannya ke high, dia itu masih bisa dapatin sekitar 70 sampai 80 FPS, kadang turun ke 50 FPS. Cuman experience-nya agak kurang nyaman karena kadang patah-patah dan kalau ketemu animasi yang kompleks dia banyak artefaknya juga. Lanjut, touchpad-nya ini gede. Jadi beneran seenak itu buat digunakan. Bagian surface-nya juga smooth. Pas digunakan dia responsif dan akurat juga. Dan tombol-tombolnya juga clicky. Keyboard-nya ini punya ukuran yang masih pas menurut gua. Buat dipakai nulis itu masih sangat nyaman. Walau kayaknya sih lebih enak kalau size-nya lebih gede dikit deh. Area palm rest-nya ini gede. Dia punya backlit RGB yang bisa kita atur di aplikasi Armory Crate. Webcam-nya punya resolusi sampai full SD. Dan kita akan mendapatkan dua mikrofon yang letaknya di samping kiri dan kanan webcam-nya. Nah, mikrofon ini langsung menghadap ke arah kita. Keduanya punya kualitas yang sangat decent buat dipakai meeting-meeting online. Ada fitur noise cancelling bisa diaktifin di aplikasi MyASUS. Baterainya ada di 70 watt hour. Gua pakai buat kerja aja tanpa main game, itu berkurang sekitar 35% selama 2 jam. Jadi memang harus bawa charger-nya ke mana-mana. Kabar baiknya USB-C-nya bisa digunakan untuk charge karena punya daya maksimal di 100 watt. Dan charger bawaannya sendiri punya daya maksimal di 240 watt. Kesimpulannya, harga laptop ini ada 29,99 juta. Yang bikin gua sadar ternyata laptop tuh udah semahal itu ya. Ya, overall gua puas sih sama laptop ini. Dan kita tahu semua kalau ini bukan ASUS yang jual mahal, tapi karena harga part yang naik dari tahun kemarin. Jadi untuk tahun ini, kalau kalian budget-nya segini, laptop ini salah satu pilihan yang masuk akal. Dia enak buat dipakai kerja, enak juga buat main game. Ya, paling minusnya dia agak berat aja kalau kalian bawa ke mana-mana. Jadi enggak cocok buat kalian yang punya mobilitas tinggi.
