Jungkat

Ini Alasan Kenapa Nissan Livina Justru Layak Kami Rekomendasikan (YouTube Video)

  • 16/05/2025

[Musik] Teman-teman, kalau bicara soal mobil MPV 1500 cc tiga baris bangku di Indonesia, Nissan Livina mungkin terdengar lesu. dia kalah secara penjualan dari Velos, Avanza atau Senia gitu. R3 Xander, Stargazer mungkin bisa disebutin ini bukanlah yang paling bagus kalau enggak mau disebut ee terpuruk ya. Padahal secara produk Teman-teman ini adalah mobil yang sangat amat bagus. Dia kembar dengan Xpander dan Expander sebenarnya pun juga ee salah satu mobil yang sangat diperhitungkan. Tapi di lain sisi dia enggak seoke itu. Sekali lagi soal penjualan. Dan sekarang kami pengen ulas lagi untuk mengingatkan kira-kira apa sih yang menarik dari Livina? Apa saja plus minusnya sehingga plusnya lebih banyak dan bisa direkomendasikan buat teman-teman yang cari e MPV 1500 cc 3 baris bangku. Oke, sehingga langsung saja ini ulasan tentang Nissan Livina plus dan minusnya. Alasan pertama adalah soal harga, Teman-teman. Jadi, harganya Nissan Livina itu setelah kami telusuri di beberapa dealer di Jabo Detabek itu dibungkus dengan diskon yang sangat signifikan. Ini varian VE bukan paling tinggi, bukan flagship. Eh, VE A. Dia secara reguler harganya Rp316,5 juta. Diskonnya itu terbentang dari 45 sampai Rp50 jutaan. Jadi penurunan harganya karena di diskon itu lumayan menggiurkan dan itu pintu masuk dari betapa dia jadi bisa dijangkau oleh lebih banyak orang karena harganya dibungkus dengan diskon yang sangat menggiurkan. [Tepuk tangan] Alasan kedua adalah soal transmisi, Teman-teman. Jadi, ya Teman-teman tahu bahwa Nissan Livina itu merupakan kembaran dari Expander. Tapi, seiring waktu, Expander itu berevolusi dan salah satu perubahannya adalah transmisi otomatis yang pindah dari e matic hidraulis ke CVT. Ini enggak. Nissan Livina tetap dengan hydraulis gear. Mungkin dia enggak sehalus Expander CVT gitu ya, yang bisa eh menurunkan putaran mesin di kecepatan yang sama karena CVT kan. Lalu kemudian perpindahannya berlangsung lebih smooth itu enggak. Tapi dia pun juga udah cukup oke dengan e rasa berkendaranya dan bonusnya adalah transmisi gear hidraulis itu cenderung lebih kuat teman-teman. Jarang sekali transmisi hidraulis gear itu rontok seperti yang didengar oleh e transmisi-transmisi CVT disebutin apa aja gitu. Saya termasuk penggunaan Nissan Grand Leina yang generasi sebelum ini dan saya jadi aware dengan berita tentang transmisi CVT-nya yang gampang e rusak gitu ya, beltnya bermasalah dan ini enggak mengalami itu. Ini enggak mengalami masalah-masalah dari transmisi CVT. Itu pertama tahan banting. Apalagi kalau sering dipakai tujuh penumpang gitu ya, dia lebih kuat untuk memanggul beban transmisi gear. Kelebihan berikutnya adalah transmisi gear itu feel-nya tuh lebih natural, Teman-teman. Kalau CVT pas lagi berakselerasi kan meraung di awal gitu ya, kecepatannya memang meningkat dan itu oke. Tapi kalau transmisi seperti ini, putaran mesin meningkat seiring dengan kecepatan mobil. Jadi, bagi beberapa orang termasuk saya itu kayak lebih natural dan lebih menyenangkan. buat dikendarai. Sehingga kelebihan dari transmisi ini adalah daya tahan jangka panjangnya, kemudian F berkendaranya yang lebih natural. Kelebihan berikutnya adalah soal akomodasi, Teman-teman. Jadi, ini luar biasa menurut saya. Untuk ukuran 1500 cc dia lega. Dia satu basis dengan XAnder dan merupakan dua mobil yang ngeset benchmark baru di dunia MPV 1500 cc tuuh penumpang di Indonesia. Kebayang teman-teman, jadi ini bangku depan sudah di-et untuk ketinggian saya 168 cm. Rata-rata saja buat orang Indonesia dan kelihatan di sini light room-nya itu udah lebih dari 10 jari. Ini yang paling jauh, yang paling dekat bahkan tetap lebih dari 5 jari, Teman-teman. Bisa 8 sampai 9 jari. Dan ini Lroom yang sangat proper bahkan untuk ukuran dewasa. Bangku baris ketiga. Ketika saya majukan di posisi yang paling maju nih, di baris keduanya dia masih menyisakan ruang sekitar 3 sampai 5 jari untuk dengkul ya, untuk lutut. Jadi secara keseluruhan dari baris 1 2 sampai 3 buat penumpang dewasa itu masih beradab. Jadi enggak ada yang dikorbankan. Menurut saya itu adalah akomodasi yang istimewa dan itu buat penumpang. Untuk barang dibagasi dengan tujuh bangku semua aktif masih fine lah ya untuk dua atau tiga backpack gitu atau copper cabin size. Tapi kalau kurang bangku baris ketiga dilipat dan itu menghasilkan lantai rata. Kalau masih kurang juga baris kedua dilipat menghasilkan lantai yang rata itu bisa mengakomodir barang yang panjang, lemari gitu misalnya atau meja yang lumayan panjang gitu. Itu sangat akomodatif. Dan kalau masih kurang juga, kalau masih kurang juga nih bahkan ketika ketiga baris bangku itu dilipat masih ada ruang nih di Lightroom baris kedua yang bisa menaruh barang seperti copper cabin size gitu atau backpack. Jadi ya secara akomodasi ini adalah mobil yang sangat amat leluasa ya. Ini teman-teman saya pengin nunjukin bahwa ini varian pelapis ya bukan yang paling tinggi. Dia joknya itu bukan jok kulit dengan beludru yang halus. Saya termasuk orang yang suka dengan tekstur lapisan seperti ini. Istri saya pun juga lebih suka dengan kayak gini. Jadi, e beberapa orang memang enggak lebih nyaman dengan jok berlapis kulit, malah lebih suka dengan pelapis seperti ini. Dan itu adalah kelebihan berikutnya dalam soal kenyamanan. Ini mobil kenyamanannya menurut saya proper dibanding apa Avanza, Velos eh Xia gitu. Livina merupakan mobil yang secara natural nyaman. Hal simpel misalnya pelapis jok itu juga sudah memberikan kenyamanan apalagi yang secara platform, secara rancang bangun. Set suspensinya, kekedapan kabinnya itu juga lebih nyaman, Teman-teman. Cenderung lebih nyaman. Jadi kalau buat ee keluarga yang kayaknya kenyamanan, kekedapan, e bantingan, suspensi yang disentuh sama kulit di kabin gitu ya adalah sesuatu yang penting. Maka ya ini adalah mobil yang memberikan semua itu. Kenyamanan adalah sesuatu yang lebih mudah didapatkan di Nissan Livina. Jadi kelebihan berikutnya adalah Nissan Livina adalah mobil yang nyaman. Kalau soal mesin teman-teman, Livina menerapkan resep yang umum dipakai di kelasnya yaitu 1500 cc. Dan mesinnya pun sebenarnya juga oke juga sih. 1500 cc 4 silinder. E tenaga itu di sekitar 104 PS dengan torsi yang menurut saya lumayan 141 Nm. Ya, dia enggak mencolok, tapi menurut saya dia bagus. Ketika kami tes akselerasi, dia biasa saja. Emang bukan mobil yang oke buat adu kencang gitu ya. Dan ketika kami tes untuk efisiensi pun juga dia biasa saja karena enggak lebih irit dibanding apa Velos gitu misalnya atau Senia gitu atau XAnder yang sekarang yang sudah CVT. Semua rival CVT-nya itu bisa lebih irit dalam kota itu bisa dapat di 1415 km/l. Sementara dia harus puas di 13,6 artinya di sekitar 13 sampai 14 km/l. Benar enggak lebih irit tapi enggak sampai dibilang boros. Jadi ini udah bisa diterima lah ya. Di tol pun juga dapat di 17-an dan itu oke juga. Sehingga dalam soal output mesin, dalam soal performa baik performa akselerasi maupun efisiensi dia enggak unggul, enggak menjadi kelebihan, tapi juga enggak menjadi kekurangan. Ini adalah ulasan netral. Nah, tapi yang pengin saya highlight adalah soal rasa berkendaranya, Teman-teman. Mesinnya ya enak torsinya kan, jadi enggak terasa belet. Benar. Dia enggak terasa yang kencang banget untuk ee gaspol gitu ya. Enggak yang seenak itu, tapi dia enggak sampai terasa belet. Untuk tujuh penumpang mengakomodir termasuk di jalan menanjak, dia enggak ada masalah gitu. Yang juga saya suka adalah ini mobil dari awal memang diset untuk menjadi kendaraan yang nyaman. Set suspensinya itu kalau ketemu jalan jelek misalnya atau polisi tidur atau e speed bum gitu ya, dia akan lebih tenang. Jadi ya sekali lagi kalau buat teman-teman yang suka wah pengen bermanuver kencang apa namanya membelok dengan kecepatan tinggi kayaknya ini bukan pilihan utama deh. Tapi kalau teman-teman termasuk ayah yang senang lihat e istri dan anaknya tertidur sepanjang jalan karena dia nyaman, ini adalah pilihan yang pantas untuk dipilih. Karena sekali lagi ini adalah mobil yang penuh dengan orientasi kenyamanan. Sehingga bagi teman-teman yang ee suka dengan mobil seperti itu ya, ini Sunlip. Maaf ya teman-teman ya. Ini Sanlivina adalah mobil yang perlu dipertimbangkan dalam soal kenyamanan. Teman-teman, sebelum saya sampai pada akhir ulasan, saya perlu paparkan dulu kira-kira kekurangannya apa aja. Yang paling signifikan adalah soal brain image, Teman-teman. Jadi, Nissan 10 sampai 5 tahun terakhir itu adalah merek yang secara kekuatan tuh kayak sedang drop, Teman-teman. Dan itu enggak hanya di Indonesia, tapi juga secara global Nissan lagi terpuruk. Itu pertama. Kenapa itu menjadi penting? Karena ya itu dia Nissan jadi kayak e orang tuh jadi kayak enggan gitu untuk membeli karena e mereknya sedang tidak oke dan itu salah satu yang bisa berpengaruh dalam pasar adalah harga jualnya akan cenderung turun, depresiasinya akan cenderung tinggi gitu. Ditambah lagi Nissan di Indonesia kalau menurut saya ya itu kayak lebih bersemangat sama model yang lain, sama Serena misalnya, sama Kick e PPower gitu misalnya. Tapi kalau sama Livina kayak saya ngerasa ini kayak anak tiri gitu di Nissan. Padahal produknya bagus kayak ya itu dia Expander dikembangkan ee transmisinya gitu misalnya. Sementara kalau yang ini di luar dari ini tahan banting gitu ya, tapi ini kayak enggak dikembangin gitu kayak stuck gitu aja. Jadi terasa banget anak tirinya. Kasihan kamu, Nak. itu pertama dalam soal brand image dan kemudian model image. Lalu kemudian soal fitur teman-teman. Fiturnya ya biasa saja ya kalau sekarang itu kayak misalnya Toyota Velos yang paling tinggi ada e apa namanya? Eh Adas. Terus Stargazer pun juga bisa ada telematika. Kalau yang ini enggak. Ini bahkan yang di varian kedua ee pelapis gitu ya. Eh, kuncinya masih dengan anak kunci untuk menghidupkan mesin. Masuknya pun juga mesti mencet. Jadi, mencet di modul remote ya, bukan di gagang pintu. E, tapi untungnya ada Apple CarPlay e untuk mengkoneksikan dari HP ke head unit dengan layar head unit yang imut-imut itu untuk ukuran mobil zaman sekarang. Ya, intinya kalau soal fitur dia jauh dari kata mentereng lah ya. meskipun sudah cukup tapi jauh dari katom tereng gitu. Jadi ee itu yang menurut saya menjadi kekurangan mendasar dalam soal brand image dan model image. Lalu kemudian fitur yang enggak selengkap rival-rivalile gitu. Mungkin teman-teman bisa nambahin lagi kira-kira apa saja kelebihan dan kekurangannya Nissan Livina atau mungkin e kekurangannya apaagi sih? Kenapa kekurangannya itu bisa lebih e dari yang tadi saya sebutkan? karena kenyataannya ya pasar e tidak menyambut ini dengan hangat kan dia tidak selaku rival-rivalnya. Apalagi ya apalagi teman-teman silakan tulis di kolom komentar mungkin teman-teman yang punya e Nissan Livina yang punya pengalaman berinteraksi dalam hal merawat Nissan Livina. Apa saja sih ee pengalamannya baik plus maupun minusnya? Tolong tulis di kolom komentar teman-teman. Mungkin itu saja dari saya. Terima kasih sudah menonton dan sampai ketemu teman-teman di video Grid Auto berikutnya.

Lihat di YouTube