INI BARU UPGRADE!! | Xiaomi 15T (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Akhirnya Xiaomi Indonesia punya flagship entry yang sangat mudah direkomendasikan, yaitu ini Xiaomi 15T. Upgrade-nya itu enggak cuma dari spesifikasinya aja, tapi juga hadir di kenyamanan dan experience harian. Nobech review barengan Nobotch Review dan Xiaomi 15T ini awalnya pengen banget saya nyinyirin. Asli kalau ini enggak bohong. Tapi yang namanya manusia bisa aja punya rencana mau nyinyir dan segala macam, tapi ujung-ujungnya setelah dipakai saya akhirnya doyan juga sama handphone yang satu ini. Dari sisi desainnya, handphone ini masih sama sebenarnya punya nafas seperti Xiaomi 14T, tapi bedanya hadir di kamera bump. Looknya bisa dibilang sekarang jadi lebih elegan dengan bump yang seperti ini. Terus secara dimensinya memang Xiaomi 15T ini jatuhnya lebih lebar dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Ketebalannya pun juga berubah dari 7,8 menjadi 7,5 mili menjadi lebih tipis. Tapi walaupun lebih tipis, baterainya punya peningkatan daya dan juga performanya nantilah kita bahas. Sekarang masih bahas di bagian desain dulu. Untuk handphone yang jatuhnya ini sebenarnya lumayan besar, jujur saya kaget ya karena pas awal-awal megang kok ya digenggam jatuhnya masih enak. Walau memang untuk operasi harian saya harus mengamini kalau menggunakan satu tangan bukan yang paling mudah. Lebih enak menggunakan dengan dua tangan. But however, buat yang senang menggunakan one hand mode, handphone ini jadinya lebih makes sense dibandingkan dengan Xiaomi generasi-generasi sebelumnya yang secara ukuran emang lebih kecil. Dari sisi layar, Xiaomi 15T juga mengalami peningkatan dimensi ya. Sekarang ini punya ukuran layar 6,83 inci, panelnya AMOLED dengan refresh rate 120 Hz, resolusinya 1.5K. Basel-nya ini slim dan juga simetris. Jadi, punya look yang bisa dibilang dari bagian layarnya dia terlihat mewah. Kalau ada satu hal yang harus saya acungi jempol sama Xiaomi itu adalah penggunaan one hand mode di Xiaomi 15T jadi lebih mudah. Entah apakah ini berhubungan dengan dimensinya atau mungkin berhubungan dengan UIU-nya yang ada Twak gitu ya. But someway somehow jauh lebih gampang mau itu di home screen, mau itu di aplikasi gampang banget mengakses one hand mode di Xiaomi 15 Tage. Dan ini adalah sebenarnya salah satu painp yang selama ini sering saya omongin di setiap video-video Xiaomi. Jadi untuk ini saya acungi jempol. Mantap. saya merasa didengarkan walaupun mungkin bukan pure omongan saya yang didengerin. Dan untuk experience saya sendiri juga pasti bakal happy sih karena untuk vibration motornya ini udah vibration motor ala flagship lah brem gitu. Jadi enggak yang endert-endert. Nah, masih ngomongin soal multimediaan dari visualnya emang dia udah cakep. Tapi untuk masalah audionya hadir sih Xiaomi 15T ini dengan stereo speaker. Tapi memang secara suara bukan yang paling panci dan juga bukan yang paling detail ya. cenderung main di area mid dan juga travel, tapi emang suaranya loud atau suaranya besar. Jadi, ya itu mungkin catatan utama untuk kita yang berain multimediaan menggunakan si handphone ini nantinya. Xiaomi 15T. Yang bikin Xiaomi 15T jadi incaran banyak orang tentu adalah bagian kamera ya. And I'm happy to say kalau logo Laica di sini itu enggak cuman asal tempel, mereka beneran coengineered. Ibaratnya kerja kelompok lah. Tapi ibarat kerja kelompok pun tentu enggak bisa langsung club di awal gitu ya. Tapi dari per iterasi itu kelihatan kok peningkatannya hadir dibandingkan dengan 14T aja. 15T ini terasa lebih ada peningkatannya. Terutama kemudahan kita mengambil foto lah sampai somehow mendapatkan hasil cakep straight ar of cam itu lebih gampang. Ada tips-tips khusus enggak untuk mengambil foto? Kalau saya sih sebenarnya lebih senang undertone ya - 0,3 atau - 0,7. Standar lah. Saya sering ambil foto seperti itu. Tapi pun dengan Xiaomi 15T kalau misalnya tidak diundertone fotonya juga masih bisa kok kelihatan enak. Tapi memang catatan utamanya mungkin hadir dari sisi tchnical lensa gitu ya di ultra wide angle-nya. Kalau misalnya kita ngambil shat terus itu backlight jatuhnya dan ada objek yang seperti pohon ranting-ranting, kita bisa ngelihat yang namanya CA atau chromatic aberation. Good news-nya kalau misalnya kita punya objek yang emang menarik C A-nya jadi tidak mengganggu. Jadi, ya perkuat objek supaya CA enggak kelihatan. Satu hal nih yang berasa meningkat banget dari Xiaomi 15T di kamera itu adalah telefotonya untuk si Xiaomi 15T. Sebenarnya sih untuk zoom-nya sama ya, cuman 2X, tapi entah gimana caranya di Xiaomi 15T ini kita bisa nge-push gambar lebih jauh tanpa kehilangan detail. Bahkan dalam kondisi low light pun juga rasa-rasanya hasil masih oke. Dan saya pribadi ini masih bisa nyaman menggunakan telefoto Zoom up to 5X atau 6X. Berbeda dengan generasi sebelumnya di mana 5X atau 6X ini udah kelihatan banget kehilangan detail. Sementara dari sisi perekaman videonya, Xiaomi 15T ini bisa merekam up to 4K 60, tapi tidak di semua kamera. Ultra wide angle dan juga front kameranya mentok di 4K 30 fps. Untuk hasil perekaman videonya sendiri, HP ini sebenarnya lebih cocok kalau kita pakai stationary atau mungkin menggunakan gimbal ya. Untuk dipakai ala-ala vlogging sambil jalan-jalan, sepertinya kita masih harus berharap nih sama Xiaomi untuk bisa mengupdate algoritma EIS-nya supaya bisa lebih optimal lagi ya pas lagi dipakai dalam kondisi ya jalan-jalan. Satu hal yang belum pernah saya lakukan menggunakan handphone ini dan ini adalah pertama kalinya itu ngerekam video ya kayak kebanyakan ngambil foto aja nih pakai si Xiaomi 15. Kalau ngelihat di layar handphone aja sih secara warna estetically menarik sekali ya. Nah, kalau ini hasil perekaman kamera belakang dan bisa 4K60 itu di kamera utama dan juga di kamera dan di kamera telenya. Tapi eh saya menemukan bahwa ternyata begitu saya pencet tombol record, handphone ini eh kehilangan kemampuan untuk pindah-pindah kamera. Nah, ini kamera telenya ee masih di 4K 60 fps juga. harusnya lebih gempa ataupun kalau EIS-nya dijalanin lebih jater. Tapi enggak tahu juga ini cuman ngelihat dari layar handphone aja. Silakan dicek lebih detail lagi di layar kaca Anda saat ini seperti apa. Mm harusnya sih kalau bisa dapetin shot yang menarik nih ya semisal begini terus kita aturin exposure-nya masih bisa dapat shot-shat yang jatuhnya kayak portrait tapi apa namanya ala video gitu ya. Jadi kayak video portrait, video-video ee semi-semi filmic. Harusnya sih masih bisa cakep. Nah, ini kalau pakai kamera ultra wide angle-nya. Mentoknya di 4K 30 FPS ya. Emm, nih view-nya kalau diambil foto cakep nih kayaknya nih kalau kita turunin. Nah, ya enak ya kegelapan. Nah, ini kayak begini gitu. Jadi, e ya kurang lebih seperti inilah hasil perekaman video dari si Xiaomi 15T. Nah, satu hal yang kita suka lupa nih kalau ngomongin kamera biasanya fokusnya cuman ke lensa, terus juga sensor kamera. Padahal chipset punya perenan penting ya berhubungan dengan ISP dan segala macamnya. Nah, kali ini Xiaomi 15T memutuskan untuk menggunakan Diity 8400 Ultra. Berpadu dengan varian yang saya pegang ini 12 GB untuk RAM-nya dan juga 512 GB untuk storage-nya. Untuk teknologi RAM-nya sendiri menggunakan LPDDR5X dan untuk storage-nya UFS 4.1. Dengan spesifikasi seperti ini dari benchmarking tentu hasilnya udah lumayan ya dan kita bisa ngelihat gitu kan dari Antutu dia udah punya skor Rp1.589.000-an an Geekbench 6-nya single core 1500-an dan multiore score-nya 5.900-an. Open CL 10.353 dan vulcannya 11.783. Sementara untuk 3D Mark dia ini punya tingkat stabilitas ada di angka sekitar 77,4%. Yang menarik dari 3D Mark ini sebenarnya adalah kalau kita ngelihat ee garis grafik stres testnya. Dia ini bisa dibilang penurunannya cukup stabil. Jadi asumsinya adalah kalau digunakan untuk aktivitas yang lumayan berat seperti gaming, harusnya juga performanya masih oke. Dan iya mari kita coba. Walaupun emang handphone ini bukan handphone yang berkonsentrasi di gaming, tapi ya enggak apa-apalah sekalian kita jajal. Untuk bermain game seperti Call of Duty Mobile dia ini bisa mendapatkan FPS up to 120 FPS. Dan untuk MLBB di saat saya uji coba ini grafiknya masih mentok di 90 fps. Secara stabilitas sebenarnya yang menarik kita bisa ngelihat gitu ya ternyata pergerakan grafiknya bisa dibilang cukup stabil both untuk CODM dan juga MLBB. Tapi catatan utamanya adalah ya untuk bermain game handphone ini bisa dibilang stabil dan menarik ya karena handphone ini konsentrasinya di kamera dan bukan di gaming. Salah satu keluhan dari Xiaomi 14T itu adalah masalah panas ya. yang suka tiba-tiba berasa lagi enggak ngapa-ngapain kok panas. Dipegang panas, panas, panas gitu kan. I'm happy to say Xiaomi 15 Day selama uji coba saya itu tidak ada panas yang mengganggu. Panasnya sempat meningkat tinggi sekali itu pas lagi uji coba 3D Mark. selebihnya itu bisa dikategorikan sebagai ya aman-aman aja pas main game aman. Anget-anget dikit tapi wajar. Terus pas lagi foto-foto, e hunting keliling-keliling. Iya benar, suhunya agak meningkat tapi bukan yang sampai mengganggu tidak nyaman di tangan. Jadi ya Xiaomi 15T ini punya performance yang menarik, punya kamera yang oke, dan juga punya heat managemen yang alhamdulillah kali ini beres. Fix kalau di coba untuk editing dan juga rendering seperti apa? Oke, seperti biasa ya kita coba ngedit menggunakan CapCut menggunakan file benchmark yang saya punya. Ini adalah perpaduan antara file 1080 dari Camera mirrorless dan juga 4K. Untuk masalah playback saat dia ketemu 4K pertama kali memang kelihatan ada jaternya. Tapi setelah kita melewati masa cheiter, kita mencoba nih mengulang footage yang awal tadi giter, jatuhnya sekarang sudah berjalan lebih baik. Jadi ini bisa menjadi semacam catatan ya. Bisa sih ngejalanin file 4K menggunakan CapC di handphone ini, tapi memang seperti biasa untuk file 1080 lebih digemari. Dan untuk rendering videonya sendiri waktu yang diperlukan adalah sekian lama. Sementara untuk pengguna harian sendiri Xiaomi 15T seperti tadi saya bilang untuk masalah heat manajemennya itu udah oke dan untuk swiping-wsiping segala macamnya tidak ada kendala yang kayak gimana-gimana. Saya pribadi selama pakai tidak menemukan starter yang mengganggu. Catatan utamanya mungkin adalah fakta bahwa Xiaomi Hyper OS3 itu sebenarnya udah mulai keluar gitu ya, digunakan oleh eh generasi-generasi terbarunya. Harapannya adalah Xiaomi 15T akan mendapatkan rollout Xiaomi Hyper OS3 secepatnya. Baterai. Nah, ini dia Xiaomi 14T. Salah satu komplain utamanya itu selain masalah panas juga adalah masalah baterai. Ee kalau saya pribadi ya, tahun lalu pakai Xiaomi 14T itu enggak pernah bisa tembus sehari gitu. Malam udah harus nyolok. Tapi berbeda banget dengan Xiaomi 15T kali ini. Iya, benar. besaran baterainya sekarang nambah gitu ya, dari yang tadinya 5000 mAh sekarang ke 5.00 mAh. Tapi perbedaan experience-nya gimana? Ternyata ya cakep diuji coba gitu ya menggunakan koneksi WiFi full Xiaomi 15T ini bisa bertahan punya stand total stand by time itu up to 45 jam. Ini angka yang cakep loh karena penasaran apakah ini hanya karena Wii aja. Saya coba full menggunakan GSM. Ternyata total standby-nya handphone ini bisa bertahan up to 35 jam. Iya, menggunakan koneksi GSM dari 100% sampai sisa ke 1 atau 2% lah. Jadi bisa dibilang saya sangat happy nih dengan performa dari si Xiaomi 15T dari sisi bagian baterai. Untuk nge-charge-nya sendiri gimana, FC? Nah, ini juga cepat. Saya hanya perlu waktu 47 menit untuk mengisi daya dari 0 ke 100% menggunakan charger bawaannya si Xiaomi 15T. Jadi, ya good news. Daya tahannya lama, nge-charge-nya juga cepat. Sementara untuk data benchmarking baterai yang saya biasa lakukan sendiri itu data-datanya seperti ini. Untuk YouTubean 30 menit menggunakan brightness full 100%, daya yang digunakan adalah 5%. Tiktokan 30 menit dengan full brightness 100% daya yang digunakan juga sama 5%. Untuk CODM 15 menit daya yang digunakan Xiaomi 15T adalah 5% dan untuk MLBB 15 menit daya yang digunakan itu adalah 6%. Jadi konsep bahwa Xiaomi T series itu naik kelas sangat bisa kita rasakan di Xiaomi 15T dan menurut saya ini adalah satu buah device yang menandakan Xiaomi sudah mulai dewasa ya. Karena tidak perlu menaikkan spesifikasi e setinggi-tingginya melainkan cukup di-upgrade atau dibump seperlunya tapi coba di-optimize dengan software yang ada untuk bisa menghasilkan device yang berasa night and day perbedaannya dari Xiaomi 14T ke Xiaomi 15. Iya, opini saya ada di sana banget. Jadi, ya pada akhirnya saya cuma bisa bilang good job Xiaomi. Karena si 15T ini benar-benar semenarik itu. Dan harganya 6999 atau R juta kurang 1.000. Satu buah harga yang benar-benar menurut saya agresif banget untuk Xiaomi 15T. Sangat mudah sebenarnya merekomendasikan salah satu flagship entry itu Xiaomi 15t. That was the video for today. Guaat sekarang Taufik nour diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...
Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone lewat lini terbarunya yang kali ini mencoba mendobrak batasan kelas menengah demi mendekati standar flagship sejati....

















