Jungkat

Ini Bedanya Laptop Gaming & Laptop yg “Bisa” Main Game! Seri Mengenal Laptop Gaming - Part 8 (YouTube Video)

  • 05/01/2026

Laptop gua bisa main game nih. Main game berat lancar ini nih. Pasti ini laptop gaming dong. Tunggu dulu. Enggak semua laptop yang lancar main game bisa disebut sebagai laptop gaming. Sini deh kita kasih tahu apa sih bedanya laptop gaming dengan laptop yang bisa dipakai buat main game. Ini adalah video keedelapan dan video terakhir dari seri video mengenal laptop gaming [musik] ya. Enggak seperti beberapa tahun yang lalu, performa laptop biasa alias laptop tipis dan ringan atau Tin and Light sekarang sudah naik jauh. Salah satu penyebabnya adalah prosesor yang makin canggih, jumlah cor-nya juga makin melimpah. Ya, ini membuat laptop bisa menangani aplikasi berat yang butuh jumlah core banyak. Enggak cuma itu, sistem grafis atau IGP-nya kini juga lebih canggih dan lebih kencang performanya. Bahkan performanya kini bisa disetarakan dengan grafik card tipe tertentu. Jadi kalau mau main game berat kayak Black Myth Wukong bisa aja enggak ada masalah. Mau dipakai untuk produktivitas juga lancar. Misalnya untuk editing atau export video 4K. Nah, udah banyak yang bisa. Nah, masalahnya kalau laptop biasa udah sekencang itu, kenapa masih ada laptop gaming dan apa sih bedanya? Mari kita mulai pembahasannya. Nah, pertama untuk performa sebenarnya kita gak bisa bantah lah ya bahwa laptop gaming itu masih jauh lebih kencang dibandingkan laptop biasa yang bisa dipakai buat main game. Ini enggak aneh ya karena laptop gaming biasanya dilengkapi dengan prosesor high performance dengan power besar dan jumlah core yang melimpah. Contohnya misalnya seperti SP Omen Max 16 ini ya. dia pakai 24 core Intel Core Ultra 9275HX dengan base power 55 watt. Ini beda dengan laptop biasa yang pakai prosesor itu biasanya 15 watt atau mungkin 28 watt dengan jumlah core yang enggak terlalu banyak. Dan enggak hanya itu, laptop gaming juga dilengkapi dengan GPU terpisah seperti misalnya RTX 5080 laptop yang ada di Omen Max 16 ini. Yang satu ini membuat performa grafis dan akelasinya jadi lebih kencang dibandingkan integrated graphic processor atau IGP yang ada di dalam prosesor. Oke, kita coba lihat performanya saat main game ya. Nih, kalau di laptop biasa yang pakai Intel Core Ultra Lunar Lake ya, game Blackbe Kong bisa dapat 50 sampai 70 FPS. Woh, ini udah hebat ya untuk laptop yang tin and light dan ya bisa dibilang laptop biasa ini. Tapi perlu diperhatikan untuk mendapatkan frame rate seperti ini setting resolusi dan grafisnya harus diturunkan dulu. Nah, kalau di Omen Max 16 game yang sama bisa dimainkan dengan frame rate di atas 100 FPS dengan setting resolusi dan grafis yang lebih tinggi. Jadi lebih enak dilihatnya dan lebih lancar. Berikutnya kita coba game Cyberpunk 2077. Nah, di laptop biasa frame rate-nya itu sekitar 40 sampai 60 FPS. Itu udah oke banget sebetulnya ya. Tapi begitu dijalankan di Omen Max 16 frame rate-nya tembus di atas 100 FPS juga dengan setting yang lebih tinggi juga ya. Jadi jelas buat main game berat itu jauh lebih nyaman di laptop gaming dengan menggunakan kualitas grafis dan frame rate yang lebih tinggi juga ya. Nah, selain gaming sekarang mari kita lihat performanya saat kita eksport video. Pertama kita pakai Adobe Premiere Pro dengan video 4K60 yang 2 menit 7 detik. Di laptop biasa exportnya itu butuh waktu 4 menit 1 detik dengan akselerasi grafis aktif. Sementara kalau kita pakai Omen Max 16 ini waktu eksportnya cuma 50 detik aja. Jauh lebih kencang. Sekarang kita coba pakai Da Vinci Resolve. Nah, ya di laptop biasa ekspornya tuh butuh waktu 6 menit 45 detik. Hm. Udah keekspor udah syukur ya gitu ya. Sementara di Omen Max 16 waktu exportnya itu cuman 1 menit 37 detik lebih singkat daripada durasi video yang diekspor. Jadi lagi-lagi ini jauh lebih kencang. Selain itu, dengan adanya 5080 laptop kita bisa pakai fitur EA yang lebih canggih saat ngedit video ya. Nah, oke. Selain performa, laptop gaming juga unggul dari segi layar dibandingkan laptop biasa. Memang untuk tipe panel dan resolusi masih mirip-miriplah antara laptop gaming dan laptop biasa. Tapi laptop biasa itu umumnya layarnya 60 Hz atau paling tinggi 120 Hz lah untuk tipe tertentu ya. Itu pun biasanya harganya udah tinggi-tinggi gitu ya. Sementara laptop gaming seperti Omen Max 16 ini layarnya udah 240 Hz. Jadi layarnya bisa menampilkan 240 buah gambar setiap detiknya. Ini berarti pergerakan saat main game di laptop gaming bisa jadi jauh lebih mulus dibandingkan laptop biasa yang hanya bisa nampir 60 gambar per detik. Ya, setelah itu Omen Max 16 kan juga dilengkapi dengan fitur Nvidia GSC. Jadi, gambar yang ditampilkan itu bebas dari gejala tiring tanpa mengganggu input lensinya. Ini fitur yang sulit ditemukan di laptop biasa ya. Dan tentunya sih ee 240 Hz tadi ya di-support oleh kemampuan internal dari si laptop ini. CPU dan GPU-nya emang superuper kencang. Jadi emang bisa nge-drive yang 240 tadi. Oke, faktor lain yang membedakan laptop gaming dan laptop biasa adalah sistem pendinginnya. Komponen dasarnya sebenarnya mirip aja ya. base plate, heat pipe, kipass gitu ya. Tapi beda dengan laptop biasa. Sistem pendingin laptop gaming dirancang dengan rating TDP yang besar. Contohnya seperti Omen Tempest Cooling Pro yang ada di Omen Max 16 ini yang mampu menangani rating TDP hingga 250 watt. Ini buat performa laptop gaming bisa kencang tanpa mengalami gejala thermal throttling yang dapat mengganggu performa dan kestabilan. Nah, kalau di laptop biasa atau yang TNL itu paling-paling sehingnya cuma bisa menangani RDP beberapa puluh watt aja ya. Selain itu, laptop gaming biasanya menggunakan thermal interface yang spesial. Nah, kalau di Omen Max 16 ini pakai liquid metal yang punya kemampuan transfer panas paling baik dibandingkan thermal interface biasa. Untuk laptop biasa sih kita lihat sejauh ini belum ditemukan ada yang pakai liquid metal ya. Menariknya lagi di laptop gaming juga disediakan aplikasi untuk mengendalikan kecepatan kipas sesuai dengan kebutuhan. Di Omen Max 16 kita bisa ngatur apakah kecepatan kipasnya di auto, maksimum atau manual dengan menggunakan kurva suhu. Bahkan ya ini fitur yang sulit ditemukan di laptop biasa. Enggak cuma itu, yang juga punya fitur fan cleaner yang dapat membantu mengurangi penumpukan debu di area kipas dan lubang pembuangan. Ada juga infrared thermobile sensor yang akan memantau suhu permukaan body supaya enggak terlalu tinggi. Jadi, lebih aman untuk disentuh. Jadi, effort pendinginannya jauh lebih banyak dan lebih serius. Nah, faktor berikutnya yang membedakan laptop gaming dengan laptop biasa adalah kelengkapan konektornya. Pada laptop biasa jumlah dampilan konektor tuh terbatas. Bahkan pada tipe tentu hanya pakai USB type C doang ya tanpa memberikan konektor besar sama sekali. Nah, kalau laptop gaming jumlah dan pilihan konektornya itu lebih banyak dan biasanya beragam. Di Omen Max 16 ini konektornya ada 2 USB type C, 2 USB type E, 1 HDM besar, dan satu Ethernet. Jadi enggak perlu beli converter kalau mau nyolok perangkat yang pakai USB dan HDMI yang besar. Konektivitas saat main game online juga lebih stabil karena kita pakai internet bisa dengan kabel Ethernet ya. Jadi udah jelas ya bedanya laptop biasa yang bisa dipakai buat main game dibandingkan sebuah laptop gaming. Laptop biasa pada dasarnya tidak dirancang khusus untuk bermain game. Meskipun game yang dijalankan di situ bisa lancar dimainkan dengan settingan tertentu. Dia lebih dirancang untuk produktivitas harian dengan baterai yang irit dan mudah untuk dibawa-bawa ke mana-mana. Sementara laptop gaming hampir semua aspeknya dipersiapkan untuk main game atau pekerjaan berat yang butuh performa ekstra tinggi. Nah, kalau kalian sendiri lebih suka main game di laptop gaming atau di laptop biasa, coba tulis di kolom komentar. Saya Irfan Jaka TV.

Lihat di YouTube