Ini Honda CR-V Turbo, Cocok Buat Kamu yang Gak Suka Hybrid! (YouTube Video)
Honda Char Turbo, Teman-teman. Kita tahu bahwa Honda Charv sekarang yang flagship adalah yang varian hybrid ya, yang paling oke. Secara performa pun juga terbukti jempolan. Tapi kita juga tahu bahwa ada varian pelapisnya yaitu ini CRV turbo yang menurut saya secara value itu juga oke teman-teman. Harganya lebih kompetitif dan lebih murah jelas dibanding KK variannya. Dan dia menyimpan beberapa hal yang potensial untuk mereka yang suka SUV. Mungkin salah satunya, Teman-teman. Dan sekarang kita ulas kira-kira apa aja sih plus minus dari CRV Turbo? Ini ulasannya. [Musik] Sebelum masuk ke plus minusnya, Teman-teman, kayaknya saya perlu cerita dulu bahwa menurut saya Honda CRV adalah eh model yang unik di Indonesia. Jadi ini e mobil masuk ke kelas yang menurut saya perkembangannya lumayan pesat. Jadi ketika dia masuk pertama kali ya e modelnya muncul pertama kali itu pakaian 2000 cc, Teman-teman. Bayangin ee generasi pertama CRV itu body se kecil itu untuk sebuah medium SUV tapi dengan mesin 2000 cc yang kalau zaman sekarang mobil seukuran itu ok lah ya buat diisi mesin 1500 tapi dia 2000 cc dan itu enak banget e dia bisa memberikan kapabilitas mobil untuk rekreasi gitu ya yang kompak tapi juga enak di e perkotaan. Nah, seiring berjalanan waktu mungkin saya perlu cerita dulu teman-teman. Sharvi menurut saya adalah e nama yang besar ya di kelasnya. Jadi eh teman-teman mungkin ingat kalau dia berada di kelas yang banyak pesertanya. Ada Nissan X-Trail, ada Mazda CX5 dulu bahkan ada Rinal Coleos. Eh, lalu kemudian Woling pun juga ada Almas gitu ya. Almas RS yang eh bisa memberikan pilihan yang mirip ada mesin bakar dan e hybrid ya. Tapi mereka tuh kayak gak se menyala CR RV gitu. Kayak misalnya X-Trail ya. X-trail itu redup enggak hanya di Indonesia, Teman-teman. Tapi di global pun Nissan juga enggak sekencang dulu ya. Lalu kemudian Mazda 65. Benar itu adalah mobil yang bagus gitu ya. Tapi dibanding CRV kalau di Indonesia namanya itu enggak sebesar CRV ya. Kalau dibanding Wooling juga gitu. eh kekuatan dari brandnya Honda dan kekuatan dari nama model CRV itu kayak jauh lebih powerful. Jadi ee secara brand image dan produk saya rasa eh value pertama atau plus pertama dari Honda CRV ya itu nama besarnya ee sejarahnya di Indonesia udah bagus banget, udah wangi dan itu bagi beberapa konsumen apa ya yang agak-agak tradisional yang lebih eh mementingkan juga hal terkait dengan image gitu ya. E ini adalah sesuatu yang sangat menarik. Itu e plus pertama dari Honda CRV nama besarnya. Plus berikutnya adalah soal harga, Teman-teman. Tentu saja karena yang hybrid harganya 825,8 dan memang dia banyak sekali kelebihannya. Cuma teman-teman kalau dibanding sama CRV turbo ini, ini harganya 759 760 kurang R1 juta. Jadi terpaut sekitar 666,8 juta ya 66 jutaan. Dan ya buat mereka terutama yang beli cash gitu ya, ya itu lumayan dan harga yang lebih murah Rp6 jutaan itu buat saya dengan apa yang dia berikan nanti akan saya bahas lebih lanjut mengenai fiturnya gitu misalnya atau rasa berkendaranya. Buat saya itu menarik, Teman-teman. Karena bagaimanapun ee dia tetap membawa banyak kelebihan yang diusung oleh CRV sebagai be minimum, sebagai e batasan minimal dari sebuah mobil Honda yang proper, apalagi CRV dengan nama besarnya. Jadi eh sekali lagi dengan harga yang e lebih murah R6 jutaan itu menurut saya teman-teman ini adalah mobil yang menarik dan itu menjadi poin plus berikutnya. Plus berikutnya adalah soal sistem penggerak, Teman-teman. Mungkin Teman-teman ee mau tahu bahwa secara output dia kalah ya. Ini 190 PS dengan torsi 240 Nm ya. Sementara kalau yang CRV hybrid itu di 200-an PS dengan torsi 330-an Nm. Artinya e secara output dia jelas kalah, terutama dalam soal ee torsi ya, momen puntir. Lalu plusnya di mana? Oke, jadi gini teman-teman, kita tahu bahwa mobil hybrid itu udah semakin masif persebarannya di Indonesia. Persebaran artinya penerimaan gitu banyak ya. Cuma tetap ada beberapa konsumen yang masih worry gitu terkait dengan baterai. Enggak hanya di Honda, Teman-teman, tapi juga di Toyota, di mobil-mobil Cina, mobil-mobil Eropa yang ada hybrid, yang ada baterainya gitu ya. Itu kayak ngasih ketakutan tersendiri gitu ya. Meskipun sekarang teknologi ah lebih canggih, baterai pun juga lebih aman, warrantinnya pun juga lebih panjang gitu ya. Tapi tetap ada konsumen yang ee daripada ada e worry tambahan, ada kekhawatiran tambahan, mendingannya enggak ada sama sekali. Dan ini ini menjadi kelebihannya yaitu mesin yang enggak di-cover ini dan kelihatan berantakan ini, itu enggak pakai baterai yang untuk penggerak. Bukan baterai aki ya, tapi baterai dari hybrid. dia enggak ada e baterai semacam itu. Sehingga untuk penggunaan jangka panjang buat mereka yang e apa ya lebih tanda kutip konvensional e perspektifnya bagi saya ini adalah mobil yang jadi menarik gitu karena dia lebih wireless dalam soal baterai. Itu plus [Tepuk tangan] Kelebihan berikut adalah soal desain, Teman-teman. Ya, desain selalu sesuatu yang sangat personal ya. Buat saya mungkin berbeda buat teman-teman dan itu wajar tapi saya berusaha menjelaskannya ya. Jadi ini tampilannya enggak sesangar varian hybrid yang eh dia dengan trim RS. Berarti yang e saudara variannya itu dengan RSI Rocket gitu ya. Lalu kemudian ada Rofrell juga di atas lebih macho. Dan ada active shutter girl yang eh hybrid RS ya. Kalau yang ini enggak teman-teman, dia enggak punya semua itu. Tapi secara silue body secara basic ini mobil udah enak dilihat teman-teman dibanding generasi persis sebelumnya. Menurut saya ini lebih sedikit guratan-guratan body menurut saya yang enggak perlu. Jadi dia lebih minimalis, lebih simpel desainnya dan itu ngebuat dia jadi timeless buat saya ya, Teman-teman. Mungkin ee ingat ya, kalau yang generasi sebelumnya tuh enggak selurus ini garis bodinya, garis bahunya. Lalu kemudian di bentuk-bentuk e stop lamp maupun headlamp-nya itu lebih banyak guratan tajamnya, siku-siku tajamnya. Ini lebih sederhana, Teman-teman. dan di itu wah paket dan itu buat saya menjadikan si RV yang ini dengan ee tanpa adanya RSI Rocket lebih timeless, lebih enak, lebih panjang umurnya agar enggak gampang bosan. sedikit apa ya tingkah gitu misalnya akan ngebuat dia lebih enggak ngebosenin. Iya dong. Iya. Enggak. Jadi ya bagi saya ee ya meskipun dia enggak sesangar e saudara variannya tapi ini adalah mobil yang membuat saya betah untuk ngelihat dia dalam waktu yang lebih lama. Dan satu lagi teman-teman, mungkin bagian dalamnya teman-teman sudah lihat ya, interior itu keren teman-teman. Kayak Civic yang sekarang terutama area dashboard itu enak banget dilihat. Jadi sepanjang perjalanan selain ngelihat ke e jalan gitu ya, melihat layout dashboard-nya pun juga menyenangkan buat saya gitu. Jadi desain adalah hal yang e bagus dari CRV ini. Akomodasi teman-teman ini mobil lumayan panjang tapi dibagi dalam tiga baris. Jadi ada bangku baris ketiga dan itu bagus buat akomodasi untuk membawa tujuh orang penumpang. Nah, e ini sliding dia bisa ini yang paling lega. Kemudian yang paling maju itu segini empat jari. Tapi kalau saya set untuk lima jari gitu ya, ini duduk di bangku baris ketiga itu pun juga oke teman-teman. Masih bisa dan e sandarannya pun juga bisa diliningkan walaupun enggak terlalu besar gitu ya sudutnya. Jadi ee dia tetap bisa memberikan situasi yang lebih rileks. Cuma memang kalau dibanding ee duduk di bangku baris kedua dengan ketiga ya tetap lebih enak di bangku baris kedua ya itu karena dekat dengan lantai dia jadi kayak agak angkring gitu teman-teman. Rasanya buat perjalanan jauh buat penumpang dewasa saya 168 cm enggak nyaman gitu. Tapi yang penting ada, yang penting ada karena yang hybridnya itu cuma dua baris kan jadi hanya lima penumpang ee gitu. Lalu ee ini semuanya bisa dilipat rata, lantai rata dan bagus buat akomodasi. Mantap. Saya suka dengan pelipatan lantai rata karena mobil sekarang enggak semuanya bisa memberikan itu kayak misalnya Zenx gitu misalnya atau Fortuner pun juga belum ya. Jadi e pelipatan seperti ini adalah sesuatu yang menyenangkan bagi penumpang apalagi untuk kepraktisan dalam mengakomodir enggak hanya penumpang namun juga barang. gitu. Nah, ini teman-teman nih saya lipat dulu biar kelihatan. Ini di lima jari ya. Tapi kalau yang paling leganya nih, W ini udah lebih dari 10 jari mungkin 15 dan intinya adalah ini lega. Dan ini pun juga bisa di e recline, Teman-teman. Nah, nih saya lipat dulu biar Teman-teman bisa melihat. Eh, kok dilipat sih? Direbahin maksudnya. Nah, ini titik paling rebahnya tuh ya. Oke. Dan ini by the way ada e enggak hanya sunroof tapi juga panoramik. Jadi kalau buat duduk di bangku baris kedua sepanjang jalan ngelihat ke atap itu adalah salah satu opsi. Enggak hanya ngelihat ke samping tapi juga ke atap. Dan itu menyenangkan. Itu menyenangkan untuk perjalanan jauh gitu. Dan sekali lagi ee buat mereka yang enggak terlalu butuh untuk akomodasi tujuh penumpang mungkin ngelihat ini biasa aja ya. Tapi yang penting dia punya bangkunya. Entah dipakai atau enggak, mau dijadiin ruang kargo apa enggak e enggak apa-apa. Yang pasti dia bisa menampung ee tujuh orang penumpang. Kemudian soal fitur, Teman-teman. Mungkin bisa menjadi kekurangan kalau Teman-teman membandingkan dengan yang KK variannya hybrid IHF. Tapi secara basic teman-teman ini mobil udah lengkap banget. Ini mobil sudah lengkap banget. CRV Turbo. Dia ada Honda Sensing e fitur ADAS artinya dia punya nilai keselamatan yang bagus. Dia juga ada Honda Connect dan teman-teman bisa kelihatan di sini ya dia ada AC dual zone, lalu kemudian ada wireless charger Apple CarPlay, Android Auto pun juga ada. Bahkan yang Apple CarPlay-nya wireless gitu. E ada pedle shift juga. Ini sangat fun to drive. Lalu kemudian ini joknya pun juga power seat dengan lumbar support. eh RB8. Lalu dia e semua yang bisa dilihat di sini disentuhnya enak. Nih nih kayak gini nih. Soft Touch. Lalu kemudian ini joknya pun juga teksturnya bagus. Desainnya tuh enak teman-teman. Tadi saya sudah bahas soal desainnya dan eh ini adalah sebuah fitur karena ya Honda memutuskan untuk menggunakan material yang juga enak untuk disentuh teman-teman gitu. Ada mode berkendara, ada hill disent control. Mode berkendarnya airon doang ya. Lalu kemudian ada electric parking brake, break hold. Menurut saya sih ini udah sebuah e sebagaimana layaknya sebuah Honda. Lalu kemudian kalau malam nih, ambient light-nya pun juga menenangkan untuk dilihat sebagai ruang. Jadi asik. Lalu ada sunroof sama panoramic roof. Jadi ya benar dia enggak selengkap Kakak variannya. Tapi ini udah lengkap. Ini udah lengkap gitu. Dan tambahan juga teman-teman ini ada colokan USB, ada yang type A, ada yang type C dan di sini dua E dan C. Sementara yang belakang type C semua. Jadi untuk mengisi daya gadget penumpang di belakang sepanjang perjalanan itu enggak masalah gitu. Dan by the way, Teman-teman, ini electric seat-nya enggak hanya di pengemudi, tapi juga di penumpang depan. Jadi, ya okelah. Eh, fitur adalah sesuatu yang bisa menjadi netral buat dibandingin sama hybrid. Mungkin dia sebuah kekurangan. Tapi untuk mobil di kelasnya itu pun juga sudah sangat bagus bisa menjadi kelebihan. Oke, Teman-teman sekarang kita ngebahas bagaimana dia berperform. Tapi by the way tadi saya lupa kasih tahu kalau fiturnya dia ada satu lagi yang perlu saya sebutin power tailgate dan elektrik eh apa namanya pintu belakang elektris gitu ya dan enggak hanya operasional dengan tombol atau yang di dashboard sini e tapi juga bahkan dia bisa eh handspray teman-teman eh dengan ayunan kaki dan itu memudahkan. Oke, performanya teman-teman yang efisiensi dulu. Performa efisiensi di rute dalam kota dia dapat 11,6 km/l ya. Untuk mobil di kelasnya saya rasa itu wajar ya karena CX5 yang pendekatannya itu dengan mesin besar 2.500 cc tapi tanpa turbo juga di sekitar segitu sebelasan km/l. Lalu di route tol, Teman-teman, dia dapat 15,4 km/l. itu pun juga masih setara dengan apa yang bisa didapatkan oleh efisiensinya C X5 2.5. Nah, di rute kombinasi dia dapat 15,7 teman-teman. Jadi, saya bisa bilang bahwa di rute kombinasi dengan average speed 50 dengan average speed 50 km/h ya itu kecepatan optimalnya dan itu menyenangkan karena irit juga kan ya. Saya bisa bilang bahwa eh ini adalah mobil dengan performa efisiensi yang wajar. Enggak ada yang menonjol, tapi wajar. Kenapa enggak bisa menonjol? Karena dia tanda kutip ya terbentur sama pencapaian KK variannya yang hybrid teman-teman itu di rute dalam kota dapat 25,6. 100% lebih irit dari keiritan CRV turbo 25,6 udah kayak motor. Jadi ee sekali lagi bukan dianya yang boros, tapi hybridnya yang memenuhi ekspektasi sebagai mobil eh hybrid yang iritnya itu luar biasa. Eh, kemudian kalau soal akselerasi 0 sampai 100 km/h e gaspol dia dapat 10,1 itu udah lumayan sebenarnya tapi bukan yang paling kencang. Karena kalau dibanding sama C X5 yang benar-benar bisa berjaban dengan dia dapat 9,2 detik. Apalagi kalau dibanding sama CRV hybrid KK variannya dapat 8,3 detik. Jadi ini kencang tapi jelas bukan yang paling kencang. Kalau rasa berkendara teman-teman saya bisa bilang bahwa itu bisa menjadi kelebihan tapi juga bisa menjadi kekurangan. Kelebihannya adalah ini sebuah Honda teman-teman. Hampir di semua model yang Honda tawarkan, enggak hanya di Indonesia tapi juga dunia, itu adalah mobil yang berbakat fun, fun to drive. Enak dipacu terutamanya enggak hanya enak dipakai jalan santai, tapi juga enak dipacu. Karena sasisnya tuh support buat dia menikung, berzigzag gitu misalnya. Enak buat dia berpindah lajur secara cepat gitu. Itu menyenangkan. itu menyenangkan dari dulu dan sampai sekarang dia seperti itu. Responnya pun transmisinya terutama itu juga responsif. Jadi teman-teman enggak merasakan apa ya hambatan ketika mau tiba-tiba berakselerasi tiba-tiba mau nyalip mobil atau truk di depan gitu ya. Enggak. Tapi memang karena udah ngerasain hybrid kayak gimana ya atau beberapa mobil kayak misalnya CX5 yang e NA gitu ya tanpa turbo ini turbole-nya tetap terasa teman-teman. Jadi kalau Teman-teman cukup peka ya e dan udah ngerasain beberapa mobil yang lain gitu berasa bahwa ini L turbonya cukup ngeganggu kalau ketika dia mau berakselerasi. Buat teman-teman yang udah sensitif gitu berasa. Tapi kalau yang ee terbiasa berkendara dengan wajar gitu ya, mungkin light turbonya enggak terlalu terasa dan jelas enggak terlalu mengganggu. Tapi buat ee teman-teman yang suka wah ini ee pengin seresponsif mungkin akselerasinya ini baru berasa kalau leg turbonya itu ee ada gitu. Jadi saya bisa bilang bahwa benar dia fun, dia enak buat menikung layaknya Honda gitu ya. Enak dia berpacu di kecepatan tinggi gitu like Honda. Tapi ee mungkin yang menjadi handicap-nya adalah soal L turbonya gitu, Teman-teman. Jadi mungkin kita bisa sampai e pada akhir ulasan bahwa plusnya banyak. Dia e harganya oke, desainnya oke, lalu kemudian fiturnya juga enggak buruk. Lalu nama besar CRV pun juga bagus. Ini teman-teman C RV dia enggak hanya bertahan karena ada model lain atau dari merek lain yang enggak bertahannya X-Trail redup. Lalu kemudian Almas pun juga sulit menyainginya. Lalu kemudian Rino Coleos akhirnya tumbang gitu ya. Si RV enggak hanya bisa bertahan tapi dia juga bisa berkembang pilihannya. Di Indonesia pun juga ada hybrid yang sangat potensial. Jadi ini adalah mobil yang sangat bagus, enggak hanya secara produk, tapi juga sebagai nama e nama besar gitu ya. Jadi ini adalah mobil yang oke. Tapi apakah dia lebih baik dari KK variannya yang hybrid? saya agak sulit nih memutuskannya karena sekali lagi buat teman-teman atau buat e mereka yang suka dengan konvensional apalagi tanpa baterai, tanpa ditakuti dengan ee kekhawatiran baterai di e pengguna jangka panjang gitu ya, ini adalah mobil yang sangat menyenangkan, Teman-teman. Tapi kalau ee mungkin seperti saya gitu ya, yang terbuka untuk teknologi baru lalu kemudian enggak terlalu bermasalah dengan e baterai gitu ya, apa yang diberikan si RV hybrid itu menurut saya value-nya jauh lebih tinggi. Ini mobil udah di 750 jutaan lebih. Jadi kalau selisihnya R0 jutaan menurut saya itu enggak apa-apa bisa diterima buat mereka yang udah bisa beli mobil R50 jutaan gitu ya. selisih 60 jutaan bisa diterima. Dan ketika kita sudah bisa ee punya budget ekstra R0 jutaan lalu kemudian enggak masalah dengan atau enggak khawatir dengan baterai gitu, CRV hybrid kayaknya value-nya lebih tinggi, Teman-teman. Lebih kencang, lebih irit, eh flagship pula jadi secara gengsi juga lebih tinggi gitu ya. ee sebuah pilihan sih jadinya yang konvensional dengan harga lebih murah ini sementara yang high tech lebih tinggi, fitur lebih baik, dan tampang lebih eh full gitu ya, hybrid e pilihannya gitu. Kalau menurut teman-teman gimana? Menurut teman-teman apakah yang konvensional seperti ini akan berpotensi lebih timeless atau yang hybrid itu lebih diterima sesuai dengan zamannya? tolong tulis di kolom komentar ya. Mungkin itu teman-teman dari saya. Terima kasih sudah menonton dan sampai ketemu di video Grid Auto berikutnya. Terima kasih teman-teman. Uh, kencang juga ini. Enggak ada yang bisa bilang ini adalah mobil yang pelan.
