Ini HP TERPINTAR Bikinan GOOGLE (YouTube Video)
Pixel 11 Pro ini aneh ya. Secara hardware upgrade-nya enggak banyak, tapi justru ada beberapa fitur baru yang bikin gua mikir, kok HP lain belum kepikiran bikin gini ya? Ada kamera yang bisa milihin sendiri kapan harus jepret, teleprompter yang ngikutin cara kita ngomong sampai zoom 120 kali yang hasilnya diproses sampai gini dong. Cuman pertanyaannya apakah fitur-fitur tadi beneran kepakai? Terus setelah 11 generasi pxel sekarang udah cukup menarik buat kita lirik belum? Yang bikin sebelah apa aja? Yuk kita bahas. Buat unboxing enggak jauh beda ya. Ada gambar HP-nya yang lagi tengkurep terus tulisan Google Pixel 11 Pro di samping. Lanjut. Di belakang kita dikasih tarikan buat bukanya sret. Habis itu tinggal slide aja dari samping. Dan sekarang gambar HP-nya berubah. Tinggal tulang doang. Ini isinya garis-garis doang. Nah, ini dia HP-nya. Oh ya, di dalam boknya kita dapat kabel chargeran dan satu lagi ngumpet di belakang bok ini. Kertas-kertas yang jarang kita baca plus SIM card injector. Pas dinyalain langsung disambut sama Android 17 dan gua set up dulu kayak biasa regi sidik jari dan setelah kelar. Yang gua suka dari Pixel itu blotware-nya sangat minim ya. Kebanyakan app bawaan Google doang. Tapi buat storage yang kepakai cukup gede loh sampai 42 gig sendiri dari total 512 punya gua padahal biasa tuh cukup minim di 20 gigaan mungkin. Terakhir gua juga dapat free clear hard case yang udah support Max nih. Cakep juga sih masih bisa memperlihatkan warna HP kita. Impresi gua sama HP ini cukup surprise sama warna canyon-nya. Karena dari foto gua kira bakal lebih ke orange, tapi pas dilihat langsung lebih ke pink ini. Dan cakep juga kok. selebihnya masih pixel banget punya kamera bar memanjang ke samping dengan posisi tombol yang selalu bikin gua kegoocek karena dia power dulu baru volume di bawah. Frame-nya pakai finishing glossy yang jujur bukan selera gua sih. Walaupun ngerti juga glossy kayak gini bikin tampilannya berasa lebih mewah. Tapi ternyata gua baru nge khusus warna obsidian alias hitem. Frame-nya matte loh. Wah kalau tahu gitu sih gua bakal beli yang hitam aja dah. Terus perubahan yang cukup kelihatan ada di kamera barnya ya. Area hitemnya sekarang dibikin bablas sampai ujung yang menurut gua malah kelihatan lebih clean. Temperature sensor yang sebelumnya ada di Pixel 10 Pro juga udah hilang diganti sama satu tompel putih berkilau yang namanya highlight. Jadi, D itu bakal nyala saat kita ngobrol sama Gemini. Tapi, posisi HP-nya emang harus benar-benar tengkurep. Cuma sayangnya pas gua cobain masih belum jalan ya, Guys. Padahal udah gua aktifin loh settingannya. Apakah mungkin nunggu software update selanjutnya? Selain itu, highlight juga bisa dipakai buat kasih tanda kalau ada telepon masuk dan warnanya bisa kita atur per kontak. Jadi, misalnya kalau istri telepon itu kasih warna pink, teman kasih warna biru, sedangkan selingkuhan mending jangan dikasih warna aja sih. Cuma untuk sekarang fungsinya emang masih lumayan basic. Dari informasi resmi Google, belum ada dukungan notifikasi aplikasi pihak ketiga. Walaupun mereka udah bilang kemampuan highlight ini bakal ditambah ke depannya, termasuk notifikasi pesan dari kontak tertentu. Jadi, semoga nanti enggak cuman jadi lampu cantik doang ya dia. Dan selain highlight, tompel putih ini juga berfungsi sebagai fresh ya, Guys. Dan ingat ini cuman ada di seri Pixel 11 Pro doang. Pixel 11 basic ada putih-putih juga tapi enggak support highlight. Dan lanjut kita ke bagian depan yang bisa dibilang mirip kayak pendahulunya. Punya bezel yang normal, gak bisa dibilang tipis juga, cuma nilai plusnya dia simetris. Fil genggam juga mirip ya, punya tebal di 8,4 mili dan berat 204 gr. Oke, lanjut kita ke spesifikasi yang lengkapnya teman-teman. Langsung lihat aja di layar bisa di-pause juga. Paling perbedaan dibanding 10 Pro ini yang pertama secara layar sih untuk ukuran masih sama di 6,3 inch. Cuman sekarang di 11 Pro ini lebih terang dan perlindungan layarnya ditambah anti scratch shield di atas Gorilla Glass Victus 2. Sedangkan chipset pakai tensor G6. Dan daripada pamer kencang-kencengan, Google lebih fokus ke power efisiency yang meningkat 20% dan kemampuan TPU-nya naik 50%. Jadi, buat yang enggak tahu, TPU itu tensor processing unit yang kalau gua simpelin merupakan bagian chip yang banyak dipakai buat proses AI di device, termasuk fitur-fitur gem ini. Untuk skor anutunya sendiri kalau gua tes dapetnya R,8 juta. Ya emang enggak terlalu gede untuk ukuran flagship karena dari dulu Google Tensor ini enggak pernah bersaing buat performa kencang lebih ke komputasi AI, kamera, dan image processing. Oh ya, sebenarnya secara RAM ada downgrade 2 yang mana buat varian base storage 256 dapat di 12 gig aja, sedangkan 512 dan 1 ter di 16 gig. Nah, kalau baterai entah kenapa kapasitasnya downgrade juga turun 20 mAh. Tapi sejalan sama power efisiensi dari tensor G6 tadi, kalau gua cek baterai live-nya malah lebih tinggi 30 plus jam berbanding 24 plus di 10 Pro. Habis itu wireless charging-nya juga lebih dicepetin lagi. Terakhir dari sisi kamera ada dua lensa yang upgrade. Pertama kamera utama. Walaupun secara megapel dan ukuran sensornya masih sama tuh, tapi Google ngeklaim kalau sensor yang dipakai di 11 Pro ini pakai sensor baru. Jadi menarik nih buat kita lihat apakah secara hasil emang ada beda. Habis itu buat upgrade yang benar-benar kelihatan ada di telefotonya yang secara sensor lebih gede dan diklaim 30% lebih bisa menangkap cahaya. Jadi secara teori hasil low light-nya bakal lebih baik tuh. Selain itu, ada satu fitur yang tetap harus gua mention dan sebenarnya udah ada dari Pixel 10 Pro lalu yaitu Pixel Snap. Jadi HP ini udah punya magnet bawaan dan bisa langsung nempel ke berbagai aksesoris Maxsave atau C2 tanpa perlu casing tambahan. Tuh bisa langsung nempel kayak gini. Entah buat wireless charging, stand, grip, atau aksesoris SMFE yang selama ini gua pakai. Udah sih, itu aja. Paling buat yang kepo. Kenapa gua sikat yang pro doang, bukan yang Pro XL? Karena selain bisa lebih berhemat, secara spek juga bedanya enggak terlalu jauh sih. Cuman di ukuran layar baterai selisih 260 mAh dan charging lebih cepat 15 wat. Bet, Guys, kalau kalian suka gua ngebahas HP unik kayak Pixel 11 Pro ini, jangan lupa kasih tahu gua dengan like video ini ya. Dan sekalian biar modal gua beli HP ini enggak sia-sia. Thank you. Oke, lanjut kita ke fitur baru dari HP ini, yaitu Magic Capture. Ini menurut gua cocok banget buat orang yang skill fotonya ya kayak youtuber cupu lah ya. Kadang kita tahu nih mau foto apa, tapi enggak tahu kapan timing terbaik buat jepretnya. Nah, dengan pakai Magic Capture, sekali kita aktifin, HP-nya bakal terus ngelihat momen yang ada di depan kamera. Terus AI-nya yang bakal pilih timing foto yang dianggap paling bagus. Bahkan bisa sekalian crop, unblur, dan kita tetap dapat versi videonya juga. Jadi misalnya nih bocil lagi lari-larian, lompat atau ekspresinya berubah terus daripada gua spam shutter sambil berharap ada satu yang bagus, biarin EA aja mikirin kapan harus jepret. Dan sejauh gua coba hasilnya oke-oke juga loh. Walaupun beberapa ada yang biasa aja sih. Habis itu ada kamera looks. Kalau kalian pernah pakai fotographic style di iPhone, konsepnya bakal berasa familiar. Ada yang lebih natural sampai beberapa style kayak editorial, klasik, atau velvet. dan masing-masing masih bisa kita customize lagi. Habis itu ada Pro Zoom yang sekarang Zoom Pixel 11 Pro bisa sampai 120 kali dibanding 100 kali di 10 Pro. Yang kiri adalah informasi gambar sebelum diproses lebih jauh, sedangkan yang kanan hasil akhirnya. Dan lanjut kita kalau ke mode portrait. Sekarang udah bisa shoot lima kali ya yang pakai telefotonya. Nih agak aneh sih kenapa 10 Pro lalu cuman bisa di satu atau dua kali aja. Nah, yang terakhir malah mungkin ini fitur kamera favorit gua sebagai content creator. Namanya creator suit suit suit sets. Ya, itulah. Jadi di dalam kameranya sekarang ada telepromative jadi script bisa nongol langsung di layar kamera dan kerennya bukan cuma auto scroll dengan speed yang kita tentuinya. Dia bisa dengerin kita ngomong dan teleprompternya bakal ngikutin pace ngomong kita. Smartphone review video with a day in a life concept. If you enjoy the content, misalnya gua ngomong lebih pelan, dia ikut pelan. Youtuber cupu. Tapi sayangnya buat sekarang bahasa Indonesia belum support deh. Jadi kalau scriptnya Indonesia, tracking pembicaranya belum jalan dengan maksimal. Terus di sini ada mic indicator sama sosial media grid buat bantu framing vertical content. Mantap ya. Jarang banget gua lihat brand HP yang seall out ini mikirin orang yang bikin konten langsung dari HP. Oke, kalau ngomongin software Pixel 11 Pro ini langsung jalan di Android 17 dan salah satu jualan besarnya jelas Gemini Intelligence. Untuk Android 17 sendiri gua udah bikin videonya khusus, jadi kalau mau lihat perubahan interface atau fitur Android lebih detail bisa cek video ini. Dan di sini gua pengin lebih fokus ke beberapa implementasi AI yang bisa dicoba di HP ini. Misalnya gua punya foto atau screenshot yang isinya jadwal. Gua bisa panggil Gemini dan bilang, "Masukin semua jadwal ini ke kalender gua." Dan dia bisa memahami informasi dari gambar tadi, lalu melakukan action ke aplikasi yang dibutuhin. Menurut gua arah AI kayak gini jauh lebih menarik ya, karena dia mulai berubah dari AI yang kita ajak ngobrol. Jadi, AI yang beneran ngerjain sesuatu buat kita. Terus ada fitur baru di Gboard namanya Rambl. Besok kamu tolong ke kantor agak pagian ya? Eh, enggak deh. Maksudnya agak siangan sekitar jam . Kali. Eh, enggak, enggak, enggak. Sekitar jam . udah cukup sih. Sama jangan lupa bawa snack. Tapi snack-nya bukan yang bukan yang chip gitu sih, tapi lebih ke snack sehat kayak buah. Oke, don't be. Oh ya, terakhir ini juga buat content creator, Guys. Yang mana screen recording-nya dia itu sekarang bisa tampilin video selfie kita loh. Tuh, dengan background yang transparan ya, yang mana ini juga bisa kita gedein, kecilin dan udah tinggal bikin content reaction aja kita tinggal start dan pas udah recording gini kita tinggal react aja videonya. Wah, ada Bang Radit. Ih, topinya keren ya. Tapi aku tahu sayang Kak Anisa cakep banget istrinya Bang Radit tuh. Hah, ada pama gigi juga. Ah, bisa buat hasil kameranya singkat aja karena masih khas Pixel. Apalagi dynamic range-nya ini aduh high banget. Padahal kondisi lagi backlight. Lihat dami rangechnya, Guys. Beh, Pixel gitu loh. Foto-fotonya juga cakep, apalagi buat foto bocil. Sedangkan telefoto gua sempat bandingin sama Pixel 10 Pro dan di kondisi daylight gini jujur buat kebanyakan orang agak susah sih buat dapat perbedaannya. Bakal lebih berasa pas nanti low light yang bakal gua tunjukin sekejap. Bocil dapat full markah. Good job. Cuman satu yang gua ngelihat enggak ada di Google Pixel, yaitu kemampuan buat pindah lensa depan belakang saat recording gini. Ya, si Google Pixel belum join the Club nih, padahal udah banyak HP bisa. Kalian lihat aja nih tampilannya enggak bisa pindah lenso. Dan terbukti ya detail-teloto low light 11 Pro lebih baik. Noise-nya juga lebih minim dibanding 10 Pro yang udah mulai kabur. Jadi upgrade lensa tele fotonya emang beneran berasa. HP ini punya empat warna ya, ada Canyon yang gua pakai ini, oli, fox, sama obsidian yang frame-nya metad. Untuk harganya sendiri cukadw mulai dari 222,3 juta sampai 29,2 juta. Cuma untungnya pas gua beli ini lagi ada promo upgrade storage. Jadi harga 256 dapatnya 512. Dan buat teman-teman yang bingung bisa beli di mana, paling dekat sih ke Singapura atau kalau mager bisa colek jasip rekomendasi gua Sg.shipshop. Pengiriman cepat, bayar pajak resmi juga dan tentunya IMEI aman. Kalau minat langsung DM IG-nya mereka aja. Jadi kesimpulannya menurut gua Pixel 11 Pro tahun ini bukan HP yang upgrade hardware-nya drastis dibanding 10 Pro. yang justru lebih menarik ada di software dan AI-nya tuh mulai dari Magic Capture, Creator Suite, Pro Zoom sampai Gemini. Walaupun beberapa fitur ini bukan enggak mungkin nantinya ikut turun ke pikel generasi sebelumnya. Dan gua pribadi lebih mirip versi Pro dibanding Pro XL karena fitur utamanya hampir sama tapi ukuran HP lebih ke kompact dan harganya juga lebih murah. Cuma dengan harga mulai dari R2 jutaan, jelas ini bukan HP buat semua orang. Menurut gua lebih cocok buat orang yang pengin sesuatu yang beda. Karena HP Pixel tuh punya daya tariknya tersendiri mulai dari desain, software, kamera, sampai AI-nya. Tapi kalau kalian nyari performa atau spek paling tinggi di kelas harganya, masih banyak pilihan lain yang lebih menggoda sih. Apalagi Pixel ini juga enggak dijual resmi di Indonesia. Menurut kalian gimana, Guys? Kalau budget bukan masalah.
