Ini Masih Mending Dari Yang Lain !! Hands-on POCO F9 Ultra (YouTube Video)
POCO sekarang jual HP hampir 14 juta rupiah. Kebayang enggak sih sebuah HP dengan brand POCO yang biasanya itu bikin kompetitornya pusing, sekarang harganya bikin kita pusing. Itu asumsi kalau kalian enggak ngikutin kenaikan harga komponen sekarang ya. Karena walaupun POCO ini hampir 14 juta, sudah masuk ranah flagship, kalau dibandingkan dengan kompetitornya, dia masih yang paling worth it. 14 juta POCO F9 Ultra worth it. Emang worth it di apanya? Langsung saja kita bahas ya. [musik] Hai Andika, Guys di sini. Yap, saya telat banget sih ya nge-review si POCO F9 Ultra ini karena launching-nya sudah lumayan lama. Ya, karena kemarin harganya masih agak sedikit digoreng. Nah, ini saya dapat harga yang menurut saya masih oke lah ya. Ini dapat di 13 jutaan [musik] sesuai dengan harga launching-nya. Dan kalau launching sebenarnya kalian bisa dapat di 11 juta ya ketika promo. Nah, di harga ini kita langsung dapat RAM-nya 16 GB, tidak ada itu yang namanya virtual memory ya. Ini real RAM-nya 16 GB dengan storage 512. Di saat brand-brand lain harga segitu, wah, kalian cek sendiri saja deh RAM-nya berapa, storage-nya berapa, chipset-nya apa. Nah, si POCO berani kasih Snapdragon 8 Gen 5. Ya, ini prosesor yang sama sih ya dengan F8 sebelumnya, cuma enggak bisa kita bandingin [musik] karena ya dengan kenaikan harga seperti ini ya POCO 14 juta, coba kita lihat deh di dalam paket pembeliannya ini ada apa saja. Ya, jadi seperti biasa ada buku panduan dengan stiker, terus kita juga masih dapat softcase transparan seperti ini. Ini kita cepat saja ya karena ya saya yakin kalian juga sudah nonton unboxing-nya di mana-mana karena sudah launching lama. Nah, kalau yang kalian lihat kan banyak warna birunya itu yang bergendi ya ke iPhone-iPhone-an. Cuma karena banyak yang bikin konten warna ungu, jadi saya memilih beda ya warna hitam kayak gini saja. Nah, hitamnya ini cakep sih ya. Hitamnya itu kayak warna-warna stone, warna batu gitu. Tapi nanti kita bahas lagi. Kita coba [musik] lihat di sini ada apa aja. Yap, uh adapternya kita langsung dapat 100 watt, Guys. Wuh, plus ada kabel type A to type C seperti biasanya. Pertama pegang yang saya rasain dia lebih berat sih ya. Memang kalau secara data [musik] dia itu sekarang bobotnya ada di kalau di GSM Arena sih 235 gram ya. Wah, meleset dikit. Jadi di timbangan saya 236 gram. Dibandingkan dengan POCO F8 Ultra dulu itu sekitar 218 gram. Dan untuk ketebalannya itu sekarang ada di 8,74 mili. Jadi memang kerasanya lebih bulky tapi udah enggak ada yang namanya POCO itu kopong ya. Udah solid banget. Feel-nya udah 14 jutaan lah. Feel-nya udah flagship. Plus wah, masih ada fingerprint magnetnya ya. Apalagi buat tangan saya yang cepat banget basah nih. Tuh, masih ada lah tipis-tipis. Terus di sini ada speaker by Bose. Wuh, ini woofer-nya langsung di sini kelihatan ya. Terus secara feel material ya dia kerasa lebih solid. Mungkin ini adalah POCO yang paling solid yang pernah saya rasain ya. Ini sambil kita nyalain dan kita instalasi untuk hands-on ya. Ini review-nya nanti mungkin 2 minggu lagi lah. Saya mau cobain dulu dia. Ya, kalau untuk feel-nya udah flagship sih. Ini bisa saya bilang ini adalah POCO dengan feel flagship yang pernah saya pegang. Oke, jadi POCO-nya udah selesai kita instalasi untuk hands-on. Wuh, refresh sudah kencang ini dengan brightness yang lumayan ya. Ini kalau misalkan saya tembakan ke lighting kalian masih bisa lihat kan ya. Ya, walaupun ada glare-glare-nya atau refleksinya karena dia memang enggak matte layarnya. Tapi brightness-nya separuh aja belum. Tapi kalian lihat nih. Tuh, kalau untuk masalah brightness ini aman. Untuk refresh rate dia udah mirip-mirip kayak HP gaming ya. HP gaming ROG itu kan dia punya refresh rate up to 185 Hz. Nah, ini juga sama 60 dan juga 185 Hz. Ini kita kunci saja di 185 Hz. Dan kalau kita gunakan untuk scrolling-scrolling, wah ini sih satu sentuhan saja sudah langsung sampai bawah tuh. Dan dia feel-nya smooth, haptic feedback-nya juga enak. Jadi pas kita scroll nih, ada kayak tek gitu haptic feedback-nya. Coba kalau misalkan kita gunakan untuk ketik, wah ini sih sudah haptic feedback-nya flagship ya. Jadi tactile-nya enggak delay, ya ibaratnya kayak dia punya keyboard fisik walaupun dia enggak ada fisiknya. Wah, ini kalau untuk layar OLED-nya coba lihat hitamnya itu pekat banget. Karena memang dia pakai AMOLED Hyper RGB namanya dengan dimensi 6,9 inch. Dan untuk brightness-nya itu bisa sampai HBM-nya itu di 2.200 nits. Dengan peak-nya itu bisa sampai 10.000 nits claim-nya ya. Cuman peak itu susah diukur karena memang ya enggak semua spot, kadang di titik-titik spot tertentu itu pun kadang juga harus konten yang HDR. Banyaklah syaratnya ya, tapi intinya kalau kita tembakan ke lighting dengan posisi OLED kayak gini masih oke. Kalau enggak nih lihat hitamnya, emh pekat banget. Terus kalau YouTube-nya ini kayaknya belum di-upscaling. Uh, sudah guys 1440 nih. Jadi kalau misalkan kita upscaling lagi bisa di 160p. Wah, detail-nya sih sudahlah ya, karena AMOLED tajam, pekat. Tapi nanti di review-nya kita coba tes untuk pakai Kalman berapa sih. Dan sekarang audionya wah wah, ini nih baru enggak gimmick ya. Karena ada beberapa brand yang menurut saya, saya sebut saja deh Infinix. Infinix itu kan dituning sama JBL ya. Cuman JBL-nya itu kurang JBL gitu, JBL-nya kurang nendang gitu. Tapi kalau ini saya enggak usah ngetes lagu andalan kita, Mang Remix menurut saya sudah kencang. Kalau kalian pengin tahu Mang Remix di speaker boost ini kayak apa, [musik] kita coba ya. Oke, ini volume mentok. Coba kita tes. kayak punya speaker portable gitu. Bass-nya itu empuk. Ya, enggak yang ya kalau dibandingkan dengan speaker portable lebih kencang speaker portable. Tapi untuk HP, ini termasuk bukan salah satu ya. Mungkin ini adalah satu-satunya HP yang speaker-nya kencang tanpa [musik] harus pakai speaker eksternal ya. Karena ada Lenovo Tab itu yang pakai speaker kan dia termasuk eksternal juga ya, walaupun ditempelin. Tapi ini yang sudah nyatu sama HP, untuk speaker-nya terbaik sih. Kalau soal layar ini, kalau kita mau cari kompetitornya mirip-mirip sama IQ 15 lah ya. Cuman bedanya IQ 15 itu resolusinya lebih tinggi, sama-sama AMOLED-nya. Dia itu 2K 144 Hz. Jadi, Poco lebih unggul di angka refresh rate. Sementara IQ [musik] lebih unggul di resolusi yang lebih tinggi. Kalau untuk spesifikasinya ini ya, RAM-nya 16, Snapdragon 8 Elite Gen 5, Android-nya versi 16. Wah, sayangnya belum 17 ya. Tapi pasti dapat upgrade sih nanti ke 17. Internal storage-nya 512. Dan untuk harganya yang varian ini saya cek tadi terakhir itu di 13 jutaan. Jadi, saran saya kalau misalkan kalian dapat di harga 13 jutaan dapat yang 16 giga 512, beli saja ya. [musik] Karena kondisi RAM dan storage itu ke depan bakalan lebih mahal. Sebelum kita ke baterai, kita cobain lihat dulu menu-menunya ya kayak Hyper AI-nya. Wah, banyak banget ya AI-nya Xiaomi ini. Bahkan dia punya tab sendiri untuk Hyper AI. Nanti di review-nya kita coba apakah ada yang lokal jalannya. Terus selain speaker ini, dia juga punya backlight effect-nya ya. Jadi, kita tinggal aktifin saja. Misalkan ini on. Ya, tapi baterainya bakal lebih cepat habis sih kalau misalkan kita nyalain ya. Terus jadi kita bisa atur backlight effect-nya itu mau ketika nyala terus atau ketika cuman screen is face down ya. Tapi kita on-kan saja. Terus misal saya mau coba di screen recorder. Oh, bisa kita atur juga ya. Jadi, kalau misalkan kita lagi ngaktifin aplikasi apa gitu, tandanya di bagian belakangnya bisa [musik] nyala. Cuman brightness-nya, uh brightness-nya juga bisa kita atur. Bentar, saya mau tes dulu kalau uh ada game lighting PUBG juga ya. [musik] Oke deh, kita coba buka PUBG apakah dia bisa langsung nyala? Belum kelihatan nyalanya, Guys. Oh, ternyata cuman pas para shooting ya. Hmm. Oke, jadi enggak semuanya bisa nyala. Coba fitur-fitur lain notification. Oke deh, kita main PUBG sampai para shooting deh sambil saya penasaran kalau misalkan kita posisinya untuk main game ini apakah berat? Distribusinya sih iya dia lebih berat di sebelah kiri ya [musik] karena memang eh bingkai kameranya itu ada di sini dan bam-nya juga lumayan tebal walaupun bam setebal ini kalau kita taruh meja enggak mungkin dia jungkat-jangkit karena bingkainya ini dari pojok kiri ke sini itu rata ya. Kalau misalkan dia cuman vertikal di sini aja pasti jungkat-jangkit. Sambil kita tunggu masuk lobi, kita coba lihat game turbonya ada apa aja. Nah, ini PUBG langsung bisa 60 FPS terus settingan-settingan lain. Ya, wide boost. Uh, kencang banget suaranya kaget. Ada DND, ada game audio. Uh, game audio ini apa nih? Coba kita aktifin ya. Terus ada gyro boost, brightness. Banyak sih setting-nya. Coba kita lihat. Wah, banyak juga di sini. Ada performance mode. Ada game DND. Oke, kita coba play. Belum nyala dia. Harus para shooting ya? Cuman para shooting aja yang support-nya. Wih, langsung nyala, Guys. Tuh ya. Jadi PUBG support-nya memang di para shoot aja. Jadi ya ini gimik-gimik seru sih ya. Toh, sebenarnya kita juga enggak bisa lihat ketika kita main tapi menyenangkan. Nah, ini warnanya kira-kira seperti ini. Jadi kalau misalkan musik juga dia bakal ngikutin. Tuh, dan ini suaranya kencang banget sih. Dan refresh rate-nya walaupun enggak semua aplikasi support dengan 180 Hz tapi ini smooth banget sih. Nih, coba. Ya kan? Mantap sih apalagi kalau kalian pakai sarung tangan, ya. Itu bisa lebih licin. Sarung tangannya mungkin POCO bisa ngasih bonus gratis, ya, sarung tangan. Tapi sarung tangan PUBG murah sih, Guys. Cuman saya penasaran kalau misalkan kita dugem pakai YouTube dengan lagu Mangu Remix tadi, itu kan sudah saya aktifin, ya, YouTube-nya, ya. Apakah bisa, ya? Tes, oke, kita coba. Set. Waduh. Waduh, tapi nempel fingerprint, ya. Coba kita lihat bass-nya dia. Oh, anjay. Suk duru duk. Jadi, dia ikutin ikutin musiknya sih. Coba ini kalau misalkan saya pause, oh, dia mati, ya. Ah, enggak bisa. Jadi, dia cuman ngikutin aplikasi yang support aja, Guys. Oke, sekarang lanjut kita coba lihat untuk baterainya, ya, karena baterainya sekarang juga gede. Baterainya itu sekarang di 8.050 mAh. Entah kenapa POCO juga ada 8.050, kenapa enggak 8.000 aja sih? Harus ada 50-nya itu saya juga bingung. Mungkin kena PPN kali, ya. Tapi kalau dibandingin dengan kompetitornya kayak A5 15 itu 7.000, bahkan POCO F8 [musik] sebelumnya itu 6.500. Jadi, secara baterai dengan chipset yang sama, harusnya sih kalau dibandingkan dengan POCO F8 ini jauh lebih awet, ya. Terus kayak kompetitor yang lain, Oppo Find X6 itu 7.000 mAh juga, S26 4.300, Vivo X300 itu 6.000 mAh. Itu saya ambil dengan kompetitor yang harganya mirip-mirip, ya, antara range 13 sampai 15 [musik] juta. Nah, jadi kalau soal baterainya sih oke, plus tadi kita dapat 100 watt charging-nya, jadi 0 ke 100%-nya cepat. Terus ada kabelnya atau wireless charging-nya itu di 50 watt juga. Jadi, kalau misalkan kalian pakai back cover-nya ini untuk ngecas TWS, TWS-nya itu masih fast charging. Bagian kameranya juga biasanya kan POCO itu bagian kamera kayak, "Ah, entar dulu deh, performa dulu aja." Makanya dia selalu dijuluki price to performance. Tapi tahun ini karena ada kenaikan [musik] harga, kameranya itu dibikin lebih serius. Jadi, kameranya itu punya main 200 megapixel, ada OIS. Terus dia juga ada telephoto periscope yang di bagian ini, yang kelihatan ada periskopnya ini, [musik] 50 Megapixel, terus ada Ultra Wide 50 Megapixel, dan selfie-nya 32 Megapixel. Jadi, enggak ada yang namanya lensa gimik. Oke, sekarang kalau untuk foto-foto preview-nya sekilas saja lah ya, karena nanti di video review-nya biar lebih banyak sampelnya. Tapi, hasilnya kira-kira seperti ini nih. Ini pakai Ultra Wide-nya satu kali dua kali lima kali dan 10 kalinya. Uh, masih oke ya. Bentuk tekstur di pot ini masih kelihatan dengan jelas. Nah, kalau untuk videonya langsung saja sama Azura, tipis-tipis saja, nanti biar sampel videonya lebih banyak di video review ya. Nah, ini adalah kamera depan dari Poco F9 Ultra. Kalau soal warna sih, dia masih natural, enggak dibikin kayak terlalu putih atau terlalu kuning gitu, enggak. Terus soal tekstur juga masih oke, walaupun aku lihat sedikit di-enhance kayaknya ya. Tapi, overall masih kelihatan cukup natural. Terus, kalau soal dynamic range, kita coba sekarang. Hmm. Masih oke, langitnya masih kelihatan biru, walaupun enggak kayak kayak brightness-nya agak dinaikin sama dia gitu kan, tapi dinding jadi enggak tetap enggak nyalu gitu. Jadi, dia masih masih bisa membedakanlah gitu. Jadi, masih oke. Nah, kalau ini adalah kamera belakang dari Poco F9 Ultra. Nih, kalau soal gempa, dia tidak gempa sama sekali. Terus, kalau soal warna juga dia natural, warna kuning masih kelihatan, hijau masih kelihatan. Enggak over-saturated, tapi juga enggak puyeh. Terus, dia ini bisa di-zoom sampai 10 kali nih, sambil ini ya, coba lihat. Meng, tuh. Sampai 10 kali coba. Walaupun ya, kalau 10 kali sih aduh, goyang-goyang banget. Tapi, kayak baguslah ya, masih cukup oke lah 10 kalinya ini, enggak kayak yang pecah banget. Terus, kalau soal fokus, kita sekarang coba lihat ya. Di sini ada Emeng besar. Halo, Sayang. Tuh, ini fokus Emeng. Fokus ke belakang Emeng. Fokus Emeng lagi. Fokus ke belakang Emeng. Tuh, perpindahan fokusnya itu enggak patah-patah gitu loh. Terus dia juga enggak kayak apa ya, loncat-loncat gitu fokusnya. Jadi, oke lah ya. Dipakai motret juga oke. Mantap deh. Ya, oke. Karena ini cuman unboxing dan juga hands on, saya mau bahas kalau misalkan dengan harga 13 juta, memang dia Poco yang paling mahal ya, Guys. Tapi, di kondisi sekarang dia tetap yang paling worth it. Karena kalau kita lihat kompetitornya ya, pertama ada iQOO 15 tadi yang pas saya lihat di Shopee Official Store-nya ketika video ini dibuat ya, harganya itu ada di 13 triple 9 untuk varian yang 12 256. Jadi, mirip juga dengan si Poco F9 Ultra ini. Chipset-nya sama pakai Snapdragon 8 Gen 5. Layarnya 2K AMOLED 144, baterai 7.000. Ya, untuk kompetitor yang paling serius itu iQOO sih. Kedua ada Samsung Galaxy S26. Nanti editor tolong di-pop up aja. Harganya pas video ini dibuat juga sekitar 13 jutaan yang S26 reguler ya. Ketiga ada Vivo X300 dengan [musik] Dimensity 9.500-nya, tapi harganya itu 14 juta something. Ada Oppo Find X9 juga 14,7 juta. Tadi saya lihat 12 256 pakai Dimensity 9.500 [musik] juga. Kameranya sih hasil buat 50 megapixel. Tapi, Poco F9 Ultra ini masih lebih murah ya secara harga resmi karena RAM-nya 16 GB dengan storage-nya 512 [musik] GB. Hampir dua kali lipatnya. Ini yang bikin saya bilang Poco masih lebih worth it karena dia tetap agresif ya. Bukan karena semua lawannya kalah, enggak sebenarnya karena punya karakter masing-masing. Justru kompetitornya itu bagus-bagus kok. Tapi, kalau saya mau tulis spek-nya satu persatu terus kalian bandingin, Poco tetap price to performance dan lebih all rounder dengan harga yang lebih masuk akal. Karena Poco ngebawa RAM 16 GB, storage 512, chip-nya juga bukan yang tertinggi tapi tertinggi tahun lalu, layarnya gede, refresh rate-nya gede, audionya boost, baterainya gede 8.000, terus juga wireless charging-nya 50 watt, dan kameranya juga enggak ada yang gimmick. Kameranya tetap bagus ya untuk ukuran POCO yang biasanya dia enggak peduli kamera. Tapi sebenarnya kalau ditanya apakah dia murah? Enggak juga ya, karena dibandingin dengan POCO F8 Ultra dia naik sekitar 2 juta rupiah. Chipset-nya masih sama lagi, speaker bus juga ada di POCO F8. Jadi sebenarnya ini sebelum saya review ya, saya belum tahu fitur-fitur tersembunyinya, tapi kalau kita lihat dari unboxing hands-on ini aja. Kalau kalian punya POCO F8 Ultra sama-sama punya bus, sama-sama punya chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, [musik] ya kalau enggak penting-penting banget sebenarnya enggak perlu upgrade sih. Cuman kalau misalkan kalian bandingin dengan kompetitor yang lainnya, mungkin kalian belum punya POCO F8 sekarang ya. Sebenarnya di harga 13 jutaan ya dia yang masih paling worth it di kondisi sekarang ya. Karena untuk HP-HP yang saya sebutin tadi sebenarnya itu HP yang launching-nya bisa dibilang sudah lebih lama lah, yang software update-nya sudah jalan, garansinya juga sudah jalan. Tapi kalau POCO ini benar-benar baru launching kemarin. Tapi ya kekurangannya tetap ada ya. Ya kayak bobotnya jadi lebih berat sekarang 235 gram, terus 185 hertz-nya ini saya yakin ini walaupun belum saya review karena dari dahulu kala juga kayak gitu 185 hertz-nya ini cuman di aplikasi beberapa aplikasi aja dan juga di home screen aja. Ya perlu frame interpolation juga kalau misalkan di game-nya butuh ditarik ke 185 FPS. Overall kesimpulan pertama saya masih di unboxing ya. Intinya kalau kalian punya uang dan kalian memang butuh HP dan kalian POCO F8-nya itu ya terjadi apa-apa, kalian bisa beli POCO F9 sih. Karena kalau dibandingin dengan kompetitornya, ya sudahlah, mungkin judulnya ini cocoknya ya, sudahlah beli aja walaupun saya belum review ya. Kalau kalian punya pertanyaan tentang review-nya nanti tulis aja di kolom komentar. Jadi saya mau pindahin SIM card saya dulu ke sini. Kita coba pakai POCO F9 Ultra ini terutama baterainya apakah cuman gimmick, apakah memang beneran bisa lebih awet. Karena secara chipset, terus speaker sama kameranya cantik coba kita lihat. Ya, tapi overall kalau kalian punya budget segitu [musik] dan memang butuh HP dan kalian cari RAM yang 16 GB 512, butuh game, ya si Poco F9 Ultra ini bisa jadi rekomendasi yang sangat menarik sih sebelum harganya naik ya, karena kemarin ketika launching juga sudah mulai banyak tuh scalper-scalper yang menimbun ini karena harganya dibandingkan yang lain ya, dia memang masih jauh lebih worth it. Saya Dika Satabudi [musik] and see you on the next video. Bye bye.
