Ini plus minus VinFast VF6 (YouTube Video)
[Musik] [Tepuk tangan] Halo, kembali lagi di Autonet Max dengan Audi. Dan di samping gua ini atau di dalam gua ini atau gua duduk di dalam sini adalah si Finfast VF6. Kita udah pernah bahas detail-detailnya dari si FinFast VF6, tapi di video kali ini kita akan bahas empat kelebihan dan empat kekurangan beserta drivingnya si VF6 ini. Penasaran? Cek terus video ini. Sekarang kita masuk ke kelebihannya dari si VF6 dulu. Kelebihan pertamanya adalah tentu saja desainnya. Desainnya dia orisinil tapi tidak melupakan elemen-elemen desain khinfast. By the way, desainnya si VF6 ini didesain oleh rumah desain dari Italia, Torino Desain. Jadi enggak heran dia punya detail-detail kayak isinya beneran bolong, lampunya bikin aksennya kayak begini. Stensnya sendiri dia agak rendah tapi agak lebar. Itu Italia banget. Dan gua juga berani bilang di antara lineup finast lainnya, VF6 ini adalah finfast tercakep menurut gua. Kelebihan kedua adalah ini nih, interior desainnya menganut tipe-tipe mobil-mobilistik kekinian. Dia clean, enggak punya instrumen panel sama sekali. Semua informasi kayak kecepatan e baterai segala macam ada di tengah. Dan tengahnya sini dia juga sudah mengadopsi ala-ala drivers oriented kayak BMBM zaman dulu. Jadi dia bikin agak miring khusus buat driver. Tapi buat kalian yang konvensional masih tetap mau lihat jarum, bukan jarum sih ya, kecepatan atau apa segala macam di depan. Kalian punya HUD display di depan sini. Ini terang, bisa kalian kontrol juga dari sini brightness-nya segala macamnya. Informasinya juga lengkap, kecepatan, range-nya, baterainya berapa segala macamnya. Termasuk ADASnya bisa kalian lihat dari sini. Jadi, basically nyetir enggak usah lihat sini, tinggal lihat depan aja dan tampilannya tapi masih tetap clean. Kelebihan selanjutnya adalah kekedapan kabinnya. Jadi, kekedapan kabinnya si VF6 ini sih juara ya. Baik lagi kalian enggak bakal dengar suara-suara yang mengganggu dari sekitar lingkungannya. Biarpun kacanya belum double glas, tapi dia cukup kedap dan ee suara-suara dari bagian bawahnya juga relatif lebih minim. Memang ada sedikit suara ban, tapi enggak sampai signifikan-sifikan, banget. Enggak sampai signifikan-signifikan banget. Tambahnya lagi, kalau kalian paduin kekedapan itu dengan entertainment-nya harusnya enak ya kan. Karena entertainmentnya sudah dilengkapi dengan Android Auto dan Apple CarPlay yang wireless. Jadi kalian enggak usah repot-repot ngonein HP kalian pakai kabel ke head unit systemnya. Nah, sekarang kita bahas kelebihan selanjutnya, performa dan handling-nya dari si VF6. Jadi, gua sempat nyobain mobil ini di HF dan di antara semua lineup Finfas yang waktu itu gua coba VF6 ini yang menurut gua paling fun to drive. Gimana enggak, fun torsi 250 Nm dipadukan dengan baterai hampir 60 kWh ini bikin mobil ini kerasa apa ya namanya ya? Zippy. Zipy banget. Contoh paling gampang kita ganti ke e normal ya. Normal dulu deh ya. Nih normal. Normal kalau kita tarik gini nih. Akselerasinya di bawah 10 detik. Cuman kalau kalian lebih mau ngerasa lagi ganti ke sport. Sport ini respon throttle-nya jadi instan. Itu udah hampir 90 tadi jalan begitu doang. Ini mobilnya jadi zipy banget. Tambahannya lagi setup suspensinya juga dewasa. Alah dewasa. Dia tuh bisa meredam dengan baik ya, tapi dia tidak membuat mental-mental. Mobilnya enggak kerasa mental-mental. Malah mobilnya cenderung kerasa lebih kaku, lebih stif. Travelnya main tapi kaku gitu loh. Jadi otomatis kecepatan tinggi mobilnya kerasa lebih stabil dan kalau kalian tekak-tekuk juga mobilnya juga jauh lebih enak. Biarpun bobot steeringnya bukan yang paling gimana-gimana banget ya. Bobot sih lumayan tapi ee biasalah feel steeringnya enggak sampai gimana banget. Tapi balik lagi di antara semua mobil FinFast yang pernah gua cobain, VF6 ini adalah yang paling fun. Kalau kalian mau lihat detail-detailnya mobil ini ada apa aja feature-nya dan desainnya, kalian bisa lihat di videonya si Satria yang waktu launching ini di Surabaya. Kekurangan pertama dari mobil ini adalah posisi duduk termasuk kursinya. Jadi gini-gini, posisi duduknya sebenarnya ideal, enak. Kalian bisa setting dengan pengaturan elektrik korsinya di sini semuanya naik turun segala macamnya kalian bisa dapatin posisi enak. Setirnya juga bisa dapat enak. Duduknya ngedelap kayak sedan. Tapi kursinya kursinya tuh kayak keras gitu loh. Busanya tuh di sebelah sini ya di punggung bagian punggung sama di bagian bawah sini itu kayak kurang empuk dan cenderung profilnya tuh flat rata. Jadi kayak duduk di kursi taman jadinya kesannya tuh. Padahal kalau dia bikin busanya lebih empukan dikit atau lebih nonjol dikit itu kayak lebih supporting badan lebih enak. Sayang aja sih. Padahal balik lagi posisi duduknya udah ideal. Komplain atau kelemahan selanjutnya yang gua alamin dari mobil ini adalah nih ruang gas dan remnya. Jadi gini, ini mobil aslinya setir kiri mereka pindahin ke setir kanan. Gua enggak tahu gimana enggak mau sujon juga. Mungkin waktu ngedesain setir kanan ini gitu kan ada berapa part yang agak berbeda dengan setir kirinya. otomatis ya apa ya namanya? Kalau kalian mindahin kaki dari pedal gas ke pedal rem itu kan kalian biasanya angkat dikit terus pindahkan atau ya paling kagak geser gini nih tuh. Oke, tapi di sini kalau lu pakai sepatu-sepatu tertentu yang ini gua kaki gua 43 ini kebetulan sepatu gua enggak terlalu panjang banget. Biasanya sepatu-sepatu modern nih ya kayak sneakers-sneakers gitu kan panjang banget. Jadi agak tinggi gini. Ini kalau gua tarik nih. Tuh ini udah mentok nih. Tuh lihat deh. Ini jadi kayak aduh tuh. Aduh gitu loh. Kayak space di atasnya itu kayak kurang lega minor. Tapi kan kalian injak rem dan gas setiap saat. Enggak enak jadinya. Kalau bisa diperbaikin sih ininya nih kayak cover panelnya dibikin agak kecoowakan dikit, agak kenaikan dikit akan lebih bagus. Kelapan ketiga yang menurut gua setelah gua pakai mobil ini beberapa lama adalah ini. Dia kelihatan keren. Tuas transmisinya kelihatan keren. Dia ada empat pilihan tombol. satu pilihan tombol untuk favorite itu kalian bisa atur RnD dan parking-nya. Tapi ketika kalian parkir ya maju mundur, maju mundur itu enggak bisa kayak cuman lu taruh nop ya atau tuas yang lu udah apa? Pek pek pek pek tek tek tek tek atau tek tek tek tek tek tek tek tek gitu kan. Enggak usah ngelihat lagi ini. Pencet muter, pencet lagi muter, pencet lagi muter. Ribet, man. Dan gua ngerasain sendiri waktu parkir yang lumayan sempit dan harus maju mundur. Jadi gua dari muter lihat dulu. Oh iya lihat dulu ya. Karena takut salah pencet tombol malah yang ada dia maju malah jadi mundur mundur jadi maju gitu. Biarpun emang jauh ya cuman bikin yang lebih intuitif. Ini contoh design overfunction. It looks good tapi aktual penggunaannya kurang. Kelemahan selanjutnya yang bikin kesal adalah speakernya. Jadi mobil ini kisaran harganya 380-an sampai R00 jutaan. Gua berharap speaker yang ditaruh di sini entah dia 6 atau 8 punya kualitas yang lebih bagus. Tidak seperti ini. Enggak ada detailnya. Punch-nya enggak ada, bassnya enggak ada. Jadi lebih kerasa kayak speaker-speaker mobil R00 jutaan. Sayangnya lagi-lagi head unitnya terintegrasi. Jadi untuk mengganti ini agak sulit ya. Atau mungkin kalian kalau bisa ngakalin ini tambahin DSP lah biar suaranya lebih ada punch-nya gitu. Kalau speaker bawaannya ya wis terimalah. Oke, sebelum kita masuk ke kesimpulannya, jadi sebenarnya dengan segala macam kekurangan dan kelebihannya itu Finfas VF6 ini cocok untuk siapa sih? Kalau menurut gua pribadi, kalau kalian orangnya emang demen mobil yang stylish ya, yang demen mobil yang cantik dan ditambah lagi dikemudikannya juga enak, fun to drive-nya ada, EV pula gitu kan, range-nya cukup 300 sampai 400 dalam kotak. Ini gua cas kemarin ee 99% gua cuman dari 29% apa 28% gua cuman habis sekitar 180 R10.000-an ribuan dan cukup gitu loh karena mobilnya enggak terlalu gede juga 4,1an 4,2 mcah dibawa di jalanan Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Nah, kalau kalian mau cari mobil kayak gitu VF6 ini cocok buat kalian. Oke, sekarang sampai pada kesimpulannya. Si FinFas VF6 memang dia punya beberapa kekurangan dan beberapa kelebihan yang mungkin buat buat sebagian besar orang itu make or break ya. Dia di satu sisi dia tampil cantik, feature-featur-nya juga oke. Dan mobilnya fun to drive banget buat sebuah Finfas. Ini finas paling fun to drive yang gua tahu. Cuman emang ada beberapa detail-detail lagi-lagi yang kayak enggak di-polish dengan baik, enggak dipoles dengan baik. Ruang kakinya yang gua bilang agak susah, itulah penggunaan tombol tengah yang kadang-kadang merepotkan kalau lagi parkir. Tapi ya kalian cocok enggak? Kalian mau apa enggak dengan detail-detail seperti itu ya? Kalau kalian merasa itu tidak apa-apa, monggo FinFast VF6 ini bisa cocok buat kalian. Tapi kalau kalian enggak suka, ya monggo silakan cari mobil lain. Oke, mungkin sekian kesimpulan video kita kali ini. Thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, sharean, subscribe dan komen. Jangan lupa tekan tombol lonceng untuk tahu video-video terbaru dari Aud Audio. Bye bye.
