Jungkat

Ini Sih Udah Gak Perlu Bawa Kamera Gede !! Review DJI Osmo Pocket 4P (YouTube Video)

  • 07/08/2026

Ini adalah kamera kecil dengan dua lensa yang bisa mudah [musik] masuk ke kantong. Lensa satunya 20 mili buat nunjukin saya ada di mana, white. Dan satu lagi 60 mili buat lihat [musik] ekspresi saya gimana atau bisa buat beol close up dengan detail dan juga blur [musik] yang mirip kayak kamera mirrorless. Namanya DJI Umo Pocket 4P 4P. Harganya mulai dari 11,5 jutaan. bisa rekam 4K 240 FPS, punya gimbal mekanical, tracking, memori internal, dan clip dynamic [musik] range sampai 17 stop dengan teknologi low dynamic range, intinya dia ini kamera pocket yang hampir sempurna. Tapi sebelum kita terlalu cinta dengan dia, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan. Kayak satu contoh aja ya, baterainya sekarang datanya lebih pendek dibandingkan Pocket 3 atau Pocket 4 yang biasa. Dan ada beberapa hal yang langsung aja di video kali ini kita bahas. Jadi buat yang belum tahu ini namanya adalah DJI Umo Pocket 4P 4P. Ini varian DJI Osmo Pocket yang paling flagship, keluarga tertingginya dari DJI [musik] Osmo Pocket series. Secara resmi sebenarnya produk ini tuh dipamerkan di Canes. Harganya untuk di Indonesia ya, resminya itu untuk yang standar [musik] combo itu di Rp1.500. Sementara untuk yang flo combo Rp12.500. [musik] Selisihnya Rp1 juta. Dan kalau kalian kira ini sebenarnya cuman kayak Pocket 3 atau Pocket 4 yang ditambahi dengan kamera tele aja, wah kalian salah. Karena variasi kita untuk mengambil gambar itu jadi lebih luas. Masalahnya dengan harga kisaran R jutaan itu sama aja kayak kita beli kamera entry levelnya mirless. Jadi apakah juta ini worth to buy? Kalau dari sisi desain bentuk dasarnya ya masih sangat DJI pocket banget. Jadi ada layar oled 2 inch yang bisa diputar, ada joystick, ada tombol rekam, tombol zoom, tombol custom, dan kepala gimbal di bagian [musik] atas. Bedanya sekarang kepalanya itu lebih berisi. Jadi dia ada dua benjolan lensanya. beratnya sekitar 230 gram. Kalau pocket 4 itu 190 gr. Ya, masih oke sih. Karena dengan selisih beberapa gram aja kita bisa dapat lensa tel dibandingkan kita bawa kamera mirrorless satu lensa fix white, satu lensa fix untuk tele itu lebih berat. Layarnya punya kecerahan sampai 1000 nit. Jadi secara teori kalau kita pakai outdoor buat nge-vlog di maldive atau di Madura yang panas banget itu masih bisa terlihat. Apakah masih bisa disebut pocket kamera? Bisa sih, tergantung pocketnya ya. Kalau misalkan poket kalian itu celana gombroh gitu masih bisa lah. Tapi kalau misalkan pocketnya itu celana skinny, wah jadinya bukan video cinematic, paha kalian tuh yang rematick. Kalau standar combo dapatnya itu mirip-mirip sama kayak Pocket 4 lah ya. Jadi ada magnet flight dan beberapa aksesoris. Nah, bedanya kalau yang flo combo, flock combo itu ada Osmo frame tab-nya, terus ada DJI mic Mini 2 transmitter, Mini tripod, dan beberapa aksesoris mannetic dan juga tas tambahan. Sayangnya dia enggak dapat case ya. Kalau di Pocket 4 kan kita walaupun enggak dapat case, dapat lock-nya ya. Nah, untungnya saya punya 3D printer. Jadi, saya print sendiri cas-nya. Terus kita manfaatkan talinya kayak gini dan ya jadinya aman. Tuh, jadinya sekarang lebih aman, lebih safe. Jadi kalau misalkan ditaruh di tas dia enggak goyang-goyang ya. Karena saya takut aja ya walaupun gimbalnya udah ada protection-nya kayak dia lebih berat kepalanya sekarang ada dua. Takut aja gitu kalau misalkan jatuh. Nah, kalau gini kan aman. Nah, kalau kalian minat dengan protective case-nya, kalian bisa cek di link pembeliannya. Nanti saya printin, kalian bisa custom nama juga warnanya kalian juga bisa milih ya, support UMKM lah ya. Tapi soal warna tergantung filamen kita ya, adanya apa. Terus kalau kalian tanya, "Bang, saya berarti harus beli yang mana? Yang standar aja apa udah cukup atau langsung vlog combo aja?" Kalau cuma pengen kamera kecil buat traveling, dokumentasi keluarga, terus kalian jarang nge-vlog [musik] sendirian, yang standar combo aja menurut saya udah lebih dari cukup. Tapi kalau sering buat konten sendirian kayak contohnya wawancara, review produk, terus ngeletakin kameranya itu agak jauh, fllow combo masih lebih relevan karena ada mikrofon dan juga frame tap-nya. [musik] Ini selisihnya sekitar R jutaan. Tapi sebenarnya yang paling krusial itu frame tap-nya yang nanti akan kita bahas. Sekarang kita masuk ke bagian kenapa wajib beli DJI Usmo Pocket 4P? Jelas kameranya. Kameranya ada dua. Kamera pertama pakai sensor 1 inch dengan lensa ekuivalen itu 20 mm dengan bukaan F2.0 dan kamera W. Ini cocoklah buat vlog, pemandangan, [musik] ruangan, foto, kelompok, keluarga, dan footage-fotage sambil jalan, landscape. Pokoknya kalian butuh semua area itu tercaptur bisa. Kamera keduanya pakai sensor 1/1.28 inch dengan lensa ekuivalennya itu 60 mm dengan bukaan F1.8. Beh, bukaannya gede [musik] banget. Dan ini bukan sekedar kayak crop dari kamera utama ya. Kameranya ini benar-benar punya sensor dan lensa sendiri. Jadi saat kita pindah dari satu kali ke tiga kali, transisi dari zoom satu kali ketiga kali itu kelihatan sama kayak transisinya di smartphone lah. Terus si lensa tele-nya ini buat apa? Tergantung kebutuhan. Kalau misalkan kalian adalah seorang travel vlogger Solo, jadi pas tiba di tempat wisata, kalian bisa pakai lensa wet-nya 20 mili. Jadi kalian bisa memperlihatkan orangnya, bangunannya, jalannya, suasananya, itu semua bisa masuk. Tapi ketika ada musisi jalanan, terus ada detail ornamen gedung atau tiba-tiba di situ ada orang yang buka dapur MBG, nah kalian bisa tuh shoot dengan lensa 60 mil-nya tanpa kalian harus dekatin kameranya ini ke objeknya. Skenario kedua bisa untuk potret ataupun wawancara atau interview ya. Kalau interview menurut saya bagusnya sih pakai lensa 60 mil-nya karena terlihat lebih estetik dan muka itu jadi kayak lebih padat. Jadi perspektif wajah itu lebih terlihat natural dan background-nya terlihat lebih mudah terpisah dari subjek. DJ GI sih nyebut efek blurnya itu setara dengan kamera full frame yang bukanya 6.3. Tapi sebenarnya kalau kita compare langsung dengan kamera mirrorless ataupun kamera full frame beda ya. Jadi jangan disamain lensa fix 60 mili dengan bukaan F1.8 di kamera miroless sama kamera pocket karena beda hukum fisikanya udah jelas beda. [musik] Sensornya lebih gede di kamera mirrorless. Terus skenario lain bisa buat review produk. Nah, ini bidang saya ya. Biasanya saya tuh liputan di Comutechek, CS atau sekedar cuman launching brand. [musik] Nah, saya itu sekarang udah malas banget bawa kamera yang gede-gede. Bahkan kalau saya lihat sekarang di liputan entah itu di event-event gede biasanya 60% lah orang-orang itu pakai DJI Usme Pocket semua karena ya seenteng ini dan senyaman ini. Jadi kalau buat review produk ya kamera lensa 20 mil-nya bisa halo guys kayak gini. ni. Nah, terus kalau misalkan ada produk yang pengin saya highlight, [musik] tinggal saya flip aja kameranya terus diboll pakai lensa tele tiga kali. Optikalnya ya, bukan digital. Jadi gambarnya itu lebih Kalau misalkan review laptop, keyboard-nya itu bisa terhighlight dengan bagus. Kalau review smartphone, bingkai kameranya juga bisa terlihat Hampir tidak terlihat kalau itu pakai DJI Usmo Pocket. Terus apalagi ya telenya ini ya? Kalau misalkan kalian konser atau misalkan adik kalian wisuda, anak wisuda, kan biasanya enggak bisa kita berdiri terus kayak mendekati anak kita. Itu kan susah ya. Jadi kita bisa dari jauh bisa pakai lensa tiga kalinya. Nah, kalau misalkan 12 kali sebenarnya masih bisa tapi lensa zoom sampai 12 kalinya itu enhance dari digital. Jadi kualitasnya enggak sama dengan optikal yang tiga kalinya. Oke, sekarang kita masuk ke fitur-fitur kameranya. itu [musik] tadi kan real scenarionya seperti apa, tapi kalau untuk fitur dan juga speknya, nah untuk kamera white-nya atau zoom satu kalinya ini dia punya teknologi baru yang namanya Lovic dan ngedukung di log 10 bit yang di ji mengklaim range-nya ini bisa sampai 17 stop. Bahasa bayinya kalau misalkan kita shoot kondisi backl biasanya kan kita harus milih ya antara milih background-nya itu yang lebih terang atau muka kita yang lebih terang. enggak bisa dua-duanya, kita dipaksa harus milih. Tapi dengan teknologi Lovic dan juga 17 top dynamic range ini kita enggak usah milih. Kita bisa ambil dua-duanya dan dua-duanya enggak ada yang terlalu gerap dan enggak ada yang terlalu terang. Balance atau biasanya skenarionya itu di cafe terus kalian pengen nunjukin jendelanya. Nah, jendelanya kan biasanya ada backl ya. Nah, dengan Lovic ini dua-duanya itu bisa balance. Kalian bisa lihat aja sampel-sampel ini. Lihat highlight-nya, shadow-nya, warna kulit, dan footage low light-nya. dengan teknologi Lovic ini, ini udah oke banget untuk kelas kamera Pocket. Tapi yang perlu dicatat, 17 stopnya ini baru bisa dicapai kalau misalkan kalian aktifkan mode di loog [musik] to 10 bit-nya ya dan cuma ada di lensa satu kalinya, lensa 60 mili-nya enggak bisa. Jadi saran saya kalau butuh WF full yang cepat ya pakai yang normalnya aja plus pakai film tone-nya. Di situ kan udah ada beberapa gradingannya. Kita bisa milih sesuai selera kita mau gradingan warnanya kayak apa di film tun-nya ini. Tapi kalau kalian punya gradingan kalian sendiri ya pakai delog 2 atau mau pakai yang zoom diog tight bit yang satunya itu bisa tuh pakai dua lensanya. Ya, biasanya kalau untuk produksi YouTube yang lebih serius atau film-film cinematick sih kebanyakan pakainya di lock ya karena itu warna flat yang bisa kita warnain sendiri. Fitur lain, kamera Wet-nya ini bisa rekam 4K 240 FPS. Kalau untuk lensa tele-nya yang tiga kalinya itu bisa 4K 200 fps. In real-nya ini berguna bangetlah kalau misalkan kalian mau bikin slowo kayak air terciprat, terus rambut gerak, olahraga, kendaraan, kopi dituang, produk dijatuhkan, itunya gerakan-gerakan fast movement yang pengen kalian bikin cinematick dengan slow motion. Tapi sebenarnya 240 FPS-nya ini bukan high frame rate yang bakalan kita pakai sehari-hari sih. Cuman kayak footage ya sesuai kebutuhan aja lah. Kenapa? Karena high frame rate ini pertama kalau kita pakai baterainya ini cepat habis. Kedua kalau kita pakai dia cepat panas juga. Jadi disesuaiin aja kebutuhannya. Jangan semuanya itu dipukul rata pakai 4K 240 fps. Plus satu lagi kekurangannya kalau kalian pakai 4K 240 fps storage-nya bakalan gampang penuh. Tapi ngomongin storage sekarang di GISM Pocket 4 series ya, series semuanya baik yang non P atau P itu punya internal storage 100 GB. Nah, ini cocok banget buat saya yang sering banget lupa bawa micro SD yang sekecil itu. Kelebihan lain kamera pocket dibandingkan smartphone biasa jelas ya, dia punya threeis gimbal yang enggak dimiliki [musik] sama smartphone biasa. Jadi gerakan kayak pen, tilt, dan roll itu bisa distabilin. Bukan cuma kayak sekedar digital stabilization. Jadi kalau mau jalan ngikuti orang, ngambil low angle, tracking shot di lorong-lorong bisa. Dan dia juga ada modenya. Sama halnya kayak kalian ngoperasiin drone lah, ada beberapa mode yang bisa gimbalnya [musik] ini auto. Cuman tetap 3 axis gimbalnya ini bukan robot ya. Jadi kalau misalkan kalian bikin footage sambil jalan tapi jalannya biasa aja ya tetap ada kelihatan naik turunnya. Nah, kalau mau stabil banget ada istilahnya itu ninja walk atau gampangnya ini jalan tapi kayak kalian nahan pipis pas enggak ada toilet jadi kayak pelan-pelan banget gitu. Tapi sebenarnya kalau kalian enggak terlalu bisa Ninjaw sih. Pocket 4P ini punya active track generasi baru yang dapat ngelakuin tracking sampai 12 kali zoom-nya itu bisa di active tracking. Plus ada multiers tracking juga. Jadi kalau misalkan kalian adalah ya dance lah ya, kalian bikin boyband atau bband orang terus kalian joget-joget itu bakalan bisa tetap masuk di frame walaupun ada anggota member kalian yang mungkin lepas dari frame gitulah. Nah, yang saya suka di DJI Pocket 4P ini buat saya pribadi ya karena itu saya seringnya liputan sendirian bukannya apa, karena liputan itu seringnya [musik] saya bayar sendiri karena kalau bayarin tim biasanya boncos, tiket pesawat hotelnya mahal. Nah, karena kayaknya DJ J ini sadar kalau yang pakai device [musik] mereka itu kebanyakan solo sendirian, makanya di vlog combonya mereka nyediain yang namanya [musik] Usmo frame tab. Jadi kayak remote kecil dengan layar yang nampilin live view. Frame tab ini bisa ngontrol pocket 4P dari jarak jauh saat kameranya diletakkan jauh, kita tetap bisa lihat framing, milih subject, tracking, dan ngecek rekaman. Ini jauh lebih praktis dibandingkan kita harus jalan lagi ke Pocket 4P-nya terus kita cek. ya kan lebih enak ya kalau misalkan kita bisa lihat preview-nya di tangan. Nah, kalau misalkan buat demo-demo masak lah, tutorial yang butuh satu kamera tanpa dibantu teman, ini enak banget. Kalau untuk audio sebenarnya untuk internal mic-nya dia udah bagus sih. Jadi dia punya tiga mikrofon internal yang juga ngedukung arah audionya itu dari mana. Jadi mau dari depan belakang, seluruh arah. Terus wine noise reduction, vocal boost, dan audio zoom menyesuaikan arah tangkapan suara itu bisa dilakuin di sini. Cuman kalau saya pribadi jarang banget pakai internalnya karena kebanyakan liputannya kan ramai ya. Nah, jadi kalau lokasinya ramai atau buat wawancara, saran saya tetap pakai wireless microphone-nya. Si Pocket 4P ini bisa terhubung langsung dengan dua transmitter dari keluarga DJI MIC yang kompatibel. Dan ketika transmitternya terhubung, kameranya dapat nyimpan audio wireless dan audio internal di trek terpisah. Ini penting banget sih karena yang namanya mic wireless ya kadang itu kegeser baju suaranya kreskres gitu. itu. Nah, kalau TRK terpisah dengan internal storage-nya, kita bisa milih tuh kalau misalkan yang sini rusak ada backup-nya lah. Untuk baterai Pocket 4P ini diklaim punya kapasitas baterai 1545 mAmz yang klaimnya bisa bertahan di 210 menit di resolusi 1080p 24 fps dan layar dan Wi-Fi yang mati. Tapi in real use-nya pas saya pakai 4K 60 fps ya sekitar 2 jam lah dengan baterainya sisa sekitar 20-an%. Kalau untuk pengisiannya dari 0 ke 80% dia cuma butuh waktu sekitar 19 menit. Sedangkan kalau 0 ke 100% butuhnya sekitar setengah jam. Cepat. Jadi aman kalau untuk pengecasannya enggak ada komplit. Terus ya itu tadi seperti yang saya bilang dia punya internal storage 100 gig yang biasanya kalau saya liputan saya mindahinnya itu ke Windows, ke HP saya sendiri. Jadi bisa koneksi Wii gitu pakai aplikasinya. jadi lebih cepat karena kalau misalkan pakai internal storage biasanya kan harus copo dulu pasang di SD card ribet lah ini lebih cepat tapi transfernya memang lebih cepat kalau pakai SD card ya. Nah tadi kan kita ngomongin bagus-bagusnya aja tapi apakah dia sempurna? Enggak juga ada beberapa kekurangan yang menurut saya harus dipertimbangkan. Pertama yaitu tadi di lock to 10 bit-nya itu cuma bisa di lensa zoom satu kalinya. Lensa t 60 mili-nya enggak bisa. Yang kedua, dia lebih besar dan juga lebih berat karena saya terbiasa pakai Pocket 3 dan Pocket 4. Terus pakai Pocket 4P ini lumayan kerasa harus adaptasi lah 2 sampai 3 hari baru tuh saya kerasa kalau dia ok lah ya bukan yang ringan. Keempat karena dia bentuknya baru, form ve vornya baru lebih gede juga jadi aksesoris selamanya itu enggak kompatibel kalau dimasukin di sini. Kelima, dia enggak waterproof, enggak tahan air. Jadi, jangan dibawa hujan-hujan atau kalian bawa berenang di kolam jangan. Kalau kalian butuh yang kayak gitu, DJI ada sendiri namanya DJI Osmo Action yang memang itu fungsinya ya action cam. Terus walaupun dia ada lensa telenya tetap menurut saya paling optimal itu di satu kali dan juga tiga kalinya karena itu kan optikal ya. Di atas itu dia kelihatan banget cropping digitalnya. Dan sekarang kesimpulannya. Kesimpulannya apakah si DJI Osmo Pocket 4p ini worthed buat dibeli? Kalau buat saya pribadi ini worth it banget ya karena dia sesuai banget dengan kebutuhan saya. Saya butuh banget kamera atau lens satel 60 mili untuk close up biro. Jadi kalau dibilang apakah saya butuh 4K 240 FPS-nya? Enggak terlalu ya. Accidental aja saya butuh. Terus apakah saya butuh Lovic 17 stop-nya? Itu butuh juga. Karena kalau kita ngomongin claim yang 17 stop dynamic range di Pocket 4 juga udah ada. Tapi yang saya butuhin ya jelas lensa telnya karena blurnya itu kalau orang lihat sekilas aja apalagi lihat di smartphone itu udah kayak pakai kamera mirrorless walaupun kalau diputar di layar yang lebih gede kelihatan tuh kalau pakai pocket ya. Tapi intinya kalau kalian punya Pocket 3 dan kalian masih puas dengan hasil [musik] kameranya menurut saya enggak wajib upgrade. Terus kalau kalian punya Pocket 4 dan jarang pakai tele juga jangan terlalu memaksakan diri. Jadi jangan sampai wah kemarin baru aja beli Pocket 4, udah muncul lagi Pocket 4P. Biasanya kayak gitu ya. Kalau kita ngikutin teknologi dan nyesal terus enggak akan ada habisnya. Sesuaiin aja sama kebutuhan. Karena kalau enggak butuh tele, pocket biasa aja udah lebih dari cukup. Tapi kalau kebutuhan kalian itu kayak saya, butuh close up, butuh tele, ya si DJI Pocket 4P ini bisa jadi jawaban yang sangat-sangat [musik] menarik sih ya. Saya Andika and see you on the next video. Bye byye. Eh, Btw, link pembeliannya di kiri. Dan saya juga penasaran ya, kalau misalkan kalian punya uang R jutaan, kalian mau beli pocket atau kamera mirolos aja. Coba tulis di [musik] kolom komentar ya. Say budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube