Intip Teknologi Masa Depan dari NVIDIA: JAJAL RTX Editor's Day 2026 di San Francisco (YouTube Video)
Halo teman-teman, balik lagi di JagatReview TV dan kali ini bersama saya Rifki di segmen Jajal Jagat Jalan Liputan. Dan kali ini saya berada di San Francisco, California di Amerika Serikat untuk menghadiri acaranya Nvidia nih. Tuh logonya gede banget ya di atas. Nah, di sini mereka lagi ngenalin eh prosesor atau mungkin CPU, GPU. Lebih tepatnya mungkin bisa dibilang superchip ya. Ya, superchip baru mereka yang sebenarnya udah diumumin dari Computex kemarin sih, RTX Spark. Tapi kali ini mereka akan nge jelasin lebih dalam lagi termasuk eh apa aja sih yang disupport kayak AI apa aja atau ada agentic AI apa, performanya kayak gimana, itu bakal dibahas lebih dalam lagi di sini. Udah penasaran? Yuk, ikut sama saya bareng-bareng ke dalam ya. Di acara kali ini Nvidia memperkenalkan lebih dalam tentang spesifikasi superchip terbaru mereka, RTX Spark. Di sini kita bisa lihat penamaan resmi dari superchip yang satu ini ya, yaitu RTX Spark N1X atau N1X. RTX Spark N1X ini memiliki performa AI up to satu petaflop FP4 AI performance. Dan seperti yang sebelumnya sudah diumumkan saat Computex, RTX Spark memiliki 20 core ARM 64-bit CPU dengan opsi RAM 64 GB atau 128 GB. Tapi di sini ada informasi baru karena selain chip yang sudah diumumkan, RTX Spark N1X akan memiliki satu chip lagi dengan konfigurasi yang lebih rendah, yaitu 18 cores yang terdiri dari 9 performance cores dan 9 efficient cores. Selain itu, GPU core-nya juga akan lebih rendah ya dari 6.144 turun menjadi 5.120. Varian RTX Spark N1X yang lebih rendah ini nantinya akan hadir dengan opsi RAM dari 24 GB hingga 32 GB. Sedangkan untuk RTX Spark N1X dengan 20 CPU cores akan hadir dengan opsi RAM dari 24 GB hingga 128 GB seperti informasi awal saat Computex. RTX Spark and 1X dengan 18 CPU core ini akan ditargetkan untuk penggunaan gaming, content creation, dan agentic AI dengan cloud models. Jadi, kalian bisa tetap gaming, content creating, dan melakukan AI di laptop yang tipis seperti ini. Di event ini, Nvidia juga mengumumkan bahwa RTX Spark yang menjalankan Quant 3.8 Flash Next diklaim memiliki tingkat kepintaran yang mirip dengan Sonet 5.5 medium milik cloud. Walaupun tentunya untuk kecepatan processing prompt memang belum bisa secepat lewat cloud ya. Dengan 61 juta output token per bulan, cloud membutuhkan biaya sebesar 1.200 US dollar per bulan dibandingkan dengan Quant 3.8 Flash Next di RTX Spark yang diklaim hanya membutuhkan 20 US dollar untuk kebutuhan listrik laptopnya. Tapi ingat, ini masih klaim Nvidia ya. Nvidia juga akan meluncurkan Nemotron 3.5 Bolt 74B, sebuah open weight mixture of experts large language model yang didesain dengan tujuan khusus untuk menjalankan local AI agents di laptop dan desktop dengan RTX Spark yang rencananya akan dirilis pada tanggal 15 Oktober ini. RTX Spark juga diklaim sudah mendukung berbagai software yang umum digunakan saat bekerja. List software-nya banyak banget sih, jadi bisa kalian lihat sendiri nih ya. Nvidia juga mengumumkan berbagai top AI agents yang sudah dioptimasi untuk RTX Spark seperti GitHub Copilot, Hermes, Open Qual, Perplexity, Pi, dan Work Buddy. Tapi enggak hanya itu, pada kesempatan kali ini Nvidia juga mengumumkan software personal AI router terbaru mereka yang disebut Nvidia Pair. Software ini mampu mendeteksi PC lain di jaringan internet lokal yang sama yang sudah diinstal dengan Nvidia Pair. Secara teoritis, software ini akan secara otomatis membagi workload kerjaan AI dari satu PC ke PC lainnya di jaringan yang sama saat PC lain tidak digunakan atau di kondisi idle. Dan ini bukan hanya berlaku di Windows ya, PC lain yang menggunakan OS berbeda seperti Linux atau bahkan MacBook juga bisa diintegrasikan dengan software ini. Nah, RTX Park sendiri juga sudah disiapkan untuk software developer karena kita bisa langsung request kebutuhan code local AI di test langsung di perangkat Windows dan kalau seandainya butuh test ke Linux, di Windows itu sudah ada WSL ya atau Windows Subsystem for Linux. Jadi kita bisa menjalankan native Linux environment tanpa perlu set up virtual machine atau dual boot. Seluruh library dari Nvidia di GitHub juga sudah tersedia sebagai skill AI agent. Jadi tinggal install sesuai kebutuhan. Nvidia juga mengklaim bahwa RTX Park sudah mendukung rilis PyTorch CUDA dan Python dan mendukung lebih dari 2000 conda packages dan 97% dari top 15.000 Python packages. Kita juga dikasih teaser nih tentang DGX Station yang diklaim punya performa hingga 20 petaflops. Beh, ini mah sudah kencang banget ya. Dan ini menggunakan 748 GB coherent memory yang masih baru akan rilis di Desember mendatang. Nah, setelah menyimak presentasi mengenai RTX Park, kita juga diajak untuk memasuki area demo RTX Park nih. Pertama, kita bisa lihat demo image dan video generation di ComfyUI menggunakan RTX 2.5. Menariknya di demo kali ini Nvidia mampu menggabungkan kemampuan video generator dengan upscaling dari RTX Video Super Resolution dan RTX Video Frame Generation. Karena base video generation-nya punya resolusi lebih rendah sebelum di-upscale, videonya bisa dihasilkan dalam waktu yang lebih cepat kalau dibandingkan tanpa super resolution dan video frame generation. Nah, untuk video hasilnya ini punya resolusi 4K 120 FPS dan sudah HDR loh. Keren banget nih. Nah, kalau yang ini adalah demo agentic AI yang berfungsi sebagai AI Chief of Staff. Di sini kita bisa tanya ke AI-nya saat baru saja bangun tidur, apa yang perlu kita lakukan hari ini. Agen akan merangkum isi email dan kalender untuk memberikan ringkasan kegiatan kita seharian ini. Agen juga akan memberikan daftar kerjaan yang bisa dia kerjakan tanpa kita harus turun tangan langsung. Kita bisa meminta agen untuk membantu preparasi dari meeting atau kerjaan harian kita dan menampilkan mana yang urgent serta apa yang harus kita lakukan saat meeting. Dan saat diberi izin, agen juga dapat melakukan modifikasi dokumen di Google Files dan walaupun ini nyambung ke internet karena butuh akses ke Gmail, Google Calendar dan Google Drive, tapi semua kerjaan agennya atau semua kalkulasi dari AI-nya ini dilakukan secara offline ya. Jadi, privasi dan rahasia perusahaan tetap aman nih. Nah, demo berikutnya ini tentang NVIDIA Pair yang tadi sudah dijelasin saat presentasi. Jadi, kita bisa request ke Agentic AI Open Cloud dan karena laptop ini baru kita pakai, kerjaan ini di-routing oleh NVIDIA Pair dari laptop ke RTX Spark Mini PC yang lagi idle. Keren ya, jadi software-nya bisa langsung ngebagi kerjaan ke PC lain sesuai dengan beban kerja device-nya. Nah, demo berikutnya adalah AI Home Assistant dengan RTX Spark. Di sini kita bisa integrasiin Agentic AI yang jalan di RTX Spark untuk jadi asisten rumah pribadi. Contohnya, di sini kita bisa request ke Open Cloud melalui mikrofon untuk ngambil dan ngeberesin kaos kaki yang berserakan. Di sebelah kanan ada robot yang otomatis berjalan untuk mengambil kaos kaki sesuai perintah kita tadi dan memasukkannya ke keranjang cucian. Dan selama proses ini, kita bisa amati kerjaan robotnya melalui PC tadi, canggih benar nih. Nah, berikutnya kita juga bisa lihat kemampuan Agentic AI saat digunakan untuk coding. Sebagai contoh, di sini mereka menggunakan Micro Duck, sebuah robot dengan dua kaki yang bisa kita latih untuk simulasi fisika. Di sini mereka perintahkan AI-nya untuk membuat simulasi fisika dua robot yang bermain sepak bola. Saat pertama kali Micro Duck menjalankan simulasi, gerakannya masih menyalahi fisika ya, terasa aneh dan kaku. Tapi setelah beberapa kali di-training, Micro Duck bisa menghasilkan gerakan permainan sepak bola yang lebih realistis fisiknya. Nah, kalau yang ini adalah demo NVIDIA Broadcast yang baru. Di versi baru ini terdapat fitur RTX Video Super Resolution untuk meningkatkan resolusi dan RTX Video Frame Generation untuk meningkatkan frame rate gambar yang ditangkap oleh kamera. Selain itu semua, Hermes Agent yang jalan di RTX Park juga bisa mengakses dan melakukan editing video di DaVinci Resolve langsung loh. Wih, keren banget nih. Nah, berikutnya kita cek ke area gaming. Ini nih yang paling ditunggu-tunggu. Nah, menurut NVIDIA, RTX Park bakal langsung support game-game triple A lengkap dengan teknologi ray tracing dan DLSS. Jadi, seperti yang bisa kalian lihat di sini ya, ini kita lagi jalanin Alan Wake 2 dan game-nya bisa jalan lancar banget tanpa ada nge-lag-nge-lag atau frame drop di laptop tipis seperti ini. Nah, selain itu NVIDIA juga menyatakan bahwa RTX Park sudah mendukung berbagai anti cheat yang ada di game-game kompetitif mainstream. Nah, contohnya nih kita lagi mainin Marvel Rivals. Game-nya bisa jalan dengan normal tanpa ada masalah bentrok anti cheat. Jadi, aman ya. Nah, untuk game seperti Valorant, NVIDIA sudah menginfokan kepada kami bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Riot untuk membuat anti cheat yang kompatibel dengan RTX Park. Nah, selain itu kita juga bisa lihat performa DLSS 5 di game terbaru nih, NBA 2K 27. Kalian bisa lihat ya kualitas dan detail bayangan serta tekstur kulitnya bisa beda banget, jauh lebih bagus dan lebih detail, lebih realistis dibandingkan saat DLSS 5 dimatikan. Nah, yang terakhir dari gaming, ini yang menurut saya paling menarik sih. Pertama ada demo Minecraft dengan path tracing. Kita bisa lihat di sini lighting-nya beneran realistis ya. Lava-nya beneran nyala berpijar, gelap terang dan detail bayangannya juga realistis. Tapi, Minecraft mah udah biasa. Game yang sebelahnya ini yang keren nih. Iya, kalian pasti udah banyak yang tahu ya. Ini adalah game Skyrim, tapi ini dikasih mod AI NPC. Jadi, NPC-NPC yang ada di game Skyrim ini bisa kita ajak ngobrol langsung pakai mikrofon. Dan semua percakapannya itu di-generate pakai lokal AI yang terinstal langsung di laptop ini. Nah, enggak usah berlama-lama, mending langsung kita coba aja ya. Karena sejujurnya saya sendiri juga udah penasaran nih. Jadi, NPC-nya bisa diajak langsung ya, diajak ngobrol langsung. Kita eh semuanya udah di-AI-in pakai AI gitu. Kita bisa ngobrol langsung ke NPC-nya. Contohnya kalau misalnya kita mau tukeran barang sama dia, kita mau beli barang. Kita juga bisa nanya nih. Tuh, dia langsung kebuka shop-nya gitu. Kita tinggal ngomong langsung aja ke NPC-nya. Jadi, beneran kayak ngobrol langsung. Keren banget sih ini. Nah, percakapan ini bukan hanya bisa dipakai untuk ngobrol basa-basi atau ngebuka menu shop ya. Kita juga bisa langsung nerima quest melalui percakapan ini kalau NPC-nya punya quest untuk kita. Beneran keren sih. Seandainya kalau banyak game RPG yang bisa kayak gini, ini mungkin bisa bakal makin immersive ya mainnya karena kita tinggal ngobrol aja, kita enggak perlu ngeklik-ngeklik menu nih. Dan yang terakhir, ini bukan demo RTX Station ya, tapi demo DGX Station. Iya, jadi PC yang gede ini isinya adalah DGX Station. Sebagai contoh, kita ada proyek nih buat ngebangun sebuah gedung pencakar langit. Nah, di sini kita ada file dokumen proposal yang isinya sangat lengkap mulai dari legalitas, budget, ukuran bangunan, desain, konsep simbol bangunan, material yang digunakan sampai fungsi tiap lantai dari bangunan tersebut. Nah, dokumen ini kita masukkan ke AI Agent yang kita gunakan untuk ngecek apakah desain bangunan ini mungkin untuk dibangun secara fisika. Nah, kalian bisa lihat ya hasil analisanya ini detail banget termasuk rincian fungsi tiap lantai dan ukuran atau luas tiap lantainya. Nah, setelah selesai dicerna, Agent akan menganalisa bangunan dengan SAP 2000 untuk memastikan bahwa struktur bangunannya sudah aman dan sesuai dengan standar. Berikutnya, bangunan didesain lebih detail lagi di FreeCAD BIM IFC untuk membuat desain bangunan yang lebih rinci termasuk jenis material yang digunakan pada bangunan ini. Dan di saat yang bersamaan, desain gedung ini dibangun juga di aplikasi Blender dan ComfyUI untuk memberikan tampilan realistis dari bangunan termasuk desain interior bangunannya ya. Dan ini semua bisa dikerjakan oleh AI Agent di DGX Station dengan total waktu hanya 26 menit 30 detik. Nah, ini keren banget ya. Tapi, kalau kalian lihat rincian waktu tiap pekerjaan yang ini, lalu kalian bingung karena jumlahnya itu bisa lebih dari 26 menit. Tapi, tenang karena durasi di sebelah kanan itu bukan dijumlahkan. Jadi, untuk software yang tidak perlu menunggu satu sama lain, contohnya nih FreeCAD sama Blender itu kan hasilnya beda. Itu dua software bisa dijalankan secara bersamaan. Nah, makanya Nah, bisa cuman 26 menit. Biasanya desain kayak gini itu bisa makan waktu berhari-hari dan ini selesai kurang dari 30 menit. Keren banget lah yang satu ini. Nah, setelah selesai dari area demo, kita juga bisa lihat-lihat laptop yang dipamerkan oleh tiap brand seperti saat kita Computex kemarin ya. Pertama dari Asus ada seri ProArt nih yang punya opsi ukuran layar 14 inci atau 16 inci. Nah, di sini kita juga bisa lihat ProArt mini PC yang pakai RTX Spark. Nah, di area berikutnya ada dari Dell yang membawa Dell XPS ke acara ini. Lalu dari HP ada laptop dari seri Omnibook nih. Nah, berikutnya ada juga dari Microsoft Surface yang memamerkan laptop yang udah dibongkar per layer. Keren. Berikutnya dari Lenovo memamerkan Lenovo Yoga 9N2-in-1, laptop convertible dengan RTX Spark. Dan yang terakhir ada dari MSI yaitu MSI Prestige 16 Flip AI, sebuah laptop convertible juga dan pakai RTX Spark. Nah, kalau laptop-laptop yang ini kemarin waktu Computex sih kita udah lihat ya. Ya, jadi itu tadi rangkaian acara yang ada di NVIDIA RTX Editor Day kali ini di San Francisco, California. Dari serangkaian acara yang udah kalian lihat tadi, apa sih yang paling menarik dari laptop-laptop RTX Spark yang dipamerin kali ini? Coba kalian tulis di kolom komentar ya. Apakah kemampuan gaming-nya atau kemampuannya buat editing AI offline atau mungkin kemampuan dia untuk integrasi DLSS dan frame generation di software-software yang kita enggak kepikiran gitu kayak Blender atau mungkin video generation gitu. Coba tulis di kolom komentar ya dan tenang, kita juga akan review laptop yang pakai prosesor RTX Spark. Harusnya sih enggak lama lagi ya review-nya bakal keluar untuk laptop yang satu ini. Nah, biar enggak ketinggalan jangan lupa subscribe dulu ya. Dan sekian untuk video Jajal kali ini. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah.
