iPhone 17 Pro | laaaah kok jadi gini ?? (YouTube Video)
Hai Andika, guys di sini dan ini adalah iPhone R yang sebenarnya ini adalah Infinix Smart 10 Plus yang saya minta editor saya untuk diedit sebagai iPhone karena desainnya mirip banget. Coba iPhone ngeluarin yang warna coral red kayak gini juga deh. Pasti juga mirip apalagi yang seri pro ya. Wah, seri tuh kalau mereka ngeluarin warna kuning, wah udah kayak iPhone yang collab sama Poco. [Musik] Kita coba bahas member terbarunya dulu ya, si iPhone tanpa 17. Kenapa kita bahas duluan? Karena beberapa tahun belakangan ini wah netizen itu ngerujak Apple terutama di iPhone habis-habisan. Katanya iPhone itu sekarang staknan enggak ada inovasinya ya. Paling upgrade-nya ya prosesor yang lebih kencang, kamera yang lebih bagus, terus lebih tipis dan ringan. Udah enggak ada inovasi yang ground breaking. Kayak kalau kalian ingat di tahun 2015 itu ada kayak fanmade iPhone. Nanti katanya di tahun 2025 iPhone bakalan bisa terbang kayak drone. Ada iPhone yang katanya bakalan ada airbag. Jadi kalau jatuh dia bakalan airbag-nya keluar. Ya itu cuman imajinasi aja ya. Enggak ada inovasi yang benar-benar ground breaking. HP lipat aja, iPhone juga masih belum bikin sampai sekarang. Nah, iPhone dengan iPhone-nya mencoba menjawab, "Ya, ini inovasi dari kita. iPhone, HP paling tipisnya iPhone. Dan bisa dibilang sih ini adalah HP yang paling tipis yang pernah ada ya. Karena ya kalau kita ngomongin kompetitor, kompetitornya itu ada Samsung S25H kalau saya enggak salah ingat ya. S25H itu 5,8 mm dengan bobot sekitar 163 gr. Sementara iPhone ini lebih tipis. Dia dimensinya ada di 5,5 mm ya. Selisnya cuma 0,3 mm dan lebih ringan juga ada di 156 gr. Dan bahan materialnya untuk frame-nya dia pakai titanium. Jadi titanium ini bisa dibilang bahan yang material paling kuat lah untuk di smartphone saat ini. Dan bagian depan belakang itu pakai ceramic Shield generasi kedua yang katanya tiga kali lebih kuat atau empat kali lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Nah, untuk ngebutin ini ya kita tinggal tunggu aja nanti Om Botak atau Om Jerry Rick Everything untuk t bending seberapa kuat kalau dibandingkan dengan S25-nya Samsung. iPhone ini kalau dipresentasi mereka kemarin ya mereka mengusung ya portable tapi tetap stylish dengan mereka itu mengambil inspirasi yang cukup sukses di MacBook Air dan juga iPad R. Nah, sekarang R-Ran ini coba diterapkan sama mereka di iPhone. Yang paling saya suka dari HOs kemarin, keren sih ya, the paradox that you have to hold to believe. Jadi kalian harus pegang dulu untuk percaya kalau HP-nya ini kencang tapi dimensinya tipis. Karena itu paradoks. Itu sebenarnya adalah kontradiktif. Untuk kencang tapi tipis itu susah memang. Nah, soal kamera sayangnya untuk iPhone ini cuma ada satu kamera 48 megapel fusion kamera si S25H aja itu saya kritik habis-habisan karena dia enggak punya kamera tele tapi seenggaknya masih dua kamera dengan ultrawide-nya. Nah, si iPhone malah bikin cuma satu kamera. Suksesornya si iPhone yang paling enggak sukses menurut saya yaitu iPhone 16 dengan single kameranya. Walaupun katanya two inone kamera karena 48 megap fusion kamera jadi ada telenya tapi telnya ini ngambil dari resolusi yang gede 48 megap dibanding ke 12 megapel jadi telefoto jadi kayak two inone kamera ya kalau kayak gitu sih namanya curang ya karena dia enggak punya physical tele yang kualitasnya ya kayak two inone sistem kamera biasa aja terus si iPhone ini buat ngegedein baterainya sekarang untuk semua regin ya bahkan di Indonesia nanti kalau misalkan dijual resmi juga di Indonesia bakalan enggak ada sim card fisiknya. Jadi cuman pakai e SIM. Tapi seperti biasa, Apple enggak announce berapa kapasitas baterainya. Tapi saya tahu sih nanti saya kasih tahu di bagian akhir. Intinya kalau di website Apple cuma 26 atau 27 jam video playback yang kalau secara playback dia itu mirip sama 16 Pro dan juga 16E. Yang 16E ini udah pernah saya bahas. 16 ini kadang ngecasnya sehari bisa dua kali bahkan tiga kali kalau misalkan saya gunain untuk ekstreme video 4K-nya. Dan katanya sih di presentasi kemarin all day batery left atau seharian penuh batery left. Tapi yang lucu untuk iPhone ini dia juga ada aksesori Maxve-nya buat nambah baterai. Nah, kalau misalkan all baterai left ngapain bikin Maxift power bank-nya? Kan ini kontradiktif jadinya ya. Kalau untuk chipset, chipsetnya sih seharusnya lebih kencang dibandingkan A19 yang bakalan dipakai di iPhone 17 yang reguler. Jadi dia pakai A19 Pro. Cuman kalau saya lihat di website-nya, perbedaannya dengan varian yang Pro yang sama-sama pakai A19 Pro. Jadi di R ini untuk jumlah core di GPU-nya itu disunat. Kalau yang varian Pro dengan A19 Pro itu 6 CPU core dan juga 6 GPU ce. Sementara untuk yang R itu 6 core CPU tapi jumlah GPU core-nya itu disunat. Jadi cuma 5 core GPU aja. Dan yang unik untuk iPhone ini untuk frame-nya dia pakai titanium. Dia pakai frame yang paling kuat di antara 17 series yang lainnya. 17 standar, 17 Pro, 17 Pro Max itu pakai rangka aluminium. Jadinya kan downgrade, Bang. Iya sih, secara material memang downgrade, tapi pengakuan halusnya Apple kenapa pakai aluminium? Karena katanya aluminium ini lebih cepat menghantarkan panas dan untuk bikin vamper chamber-nya lebih mudah. Karena dari history-history sebelumnya kayak 15 Pro dan juga 15 Pro Max yang pakai titanium, banyak user yang mengeluhkan soal panas ketika digunakan untuk main game yang lama untuk atau untuk record video 4K secara terus-menerus. Untuk warna si iPhone ini ada space black, clot white, terus light gold, sama sky blue. Warnanya sih saya oke. Yang enggak oke itu harganya. Harganya itu di hampir 1$.000 1.000 - 1999 yang kalau dirupiahin itu sekitar Rp16.400 400 lah belum pajak ya. Untuk S25H kalau saya enggak salah itu harganya R juta up walaupun sekarang sudah turun jadi Rp15 jutaan ya. Kita coba lihatlah iPhone nanti berapa harganya dan apakah banyak yang beli. Tapi kalau saya pribadi jujur untuk single kamera saya enggak bakal beli sih. Lanjut kita bahas ke iPhone yang standar atau reguler. iPhone 17 non Pro non R. Nah, berita baiknya untuk seri reguler ini sekarang Android fans itu udah enggak bisa nghujat. Wah, HP mahal tapi masih 60 Hz. Karena sekarang untuk yang varian reguler, layarnya itu plek ketiplek sama varian yang Pro ataupun Pro Max. Jadi, layarnya udah support sama promotion yang bisa adaptif 1 sampai 120 Hz. Layarnya juga naik dari iPhone 16 to itu 6,1 inch. Sekarang iPhone 17 naik jadi 6,3 inch sama dimensinya dengan iPhone 17 Pro. Terus fitur-fitur kayak always on display, pick brightness 3.000 nit sekarang ini adalah iPhone yang pick brightness-nya paling kencang karena dulu tuh kalau enggak salah cuma 2.000 nitz itu pun varian yang pro doang ya. Nah, sekarang varian yang reguler juga dapat 3.000 nits pit. Nah, untuk ceramic shield generasi keduanya juga masuk ke varian yang standar dan juga pro. Pernah enggak sih kalian tuh kalau pakai iPhone saya ya kalau misalkan pakai iPhone yang benar-benar kayak di Jeju kemarin panas banget. Percuma kayak brightness-nya itu benar-benar langsung redup gitu. Jadi di odoor yang benar-benar panas, brightness-nya langsung redup dan enggak bisa dilihat. Nah, sekarang coba diperbaiki sama Apple dengan ada coatingnya itu ceramic shield generasi kedua proteksinya plus ada tujuh layer proteksi lagi untuk anti reflectif ya. Semoga aja dengan ini bisa menolong panasnya. ya. Jadi, brightness-nya itu enggak bakalan berkurang ketika di outdoor dan reflectifnya juga berkurang. Cuman kalau untuk ngomongin reflektif sebenarnya di S25 series anti reflectif ini juga udah ada. Jadi di iPhone pun juga bukan hal baru ya. Kalau untuk kamera, kamera depannya baik varian Air, Pro dan juga Pro Max itu punya selfie kamera yang sama dengan teknologi baru. Namanya itu selfie center stage camera dengan resolusinya 18 megapel. Jadi sekarang kalau misalnya kita mau selfie entah itu foto atau video tinggal tap aja kita bisa pilih aspek rasionya lah bisa 4 bing 3, 1 banding 1, 16 b 9 atau 9 b 16 yang sebenarnya ini juga bukan hal baru ya bisa ultrawid juga bukan hal baru karena di Samsung dan di Android lain fitur ini juga udah ada cuman bedanya di Samsung memang kita harus ganti aspek rasionya agak ribet. Nah, saya enggak tahu nih di Apple nanti bakalan cuman tap-tap aja terus ganti atau gimana. Biasanya sih Apple memang telat tapi lebih mudah biasanya ya. Tapi kalau dibilang ini fitur baru yang benar-benar inovasi dari Apple enggak juga. Terus sekarang dia juga bisa record dual video. Gila 2025 Apple announce dia bisa record dual video. Jadi kamera depan dan kamera belakang bisa record berbarengan. Entah Android itu mulai kapan ya dual video ya. Bahkan di Infinix yang harga R jutaan aja juga udah bisa dual video. Tapi fans Apple bakalan selalu bilang, "Tapi kalau Apple yang bikin bakal lebih bagus." selalu kayak gitu ya. Tapi nanti kita buktiin deh kalau misal udah ada barangnya apakah benar lebih bagus Apple begin-nya ketimbang Android. Kalau untuk kamera belakangnya sama kayak iPhone 16 lah. Dia punya dua konfigurasi kamera. Jadi ada main kamera 48 megapel fusion tadi dan 48 megapel ultrawide yang Fusion juga. Jadi agak membingungkan memang. Yang intinya dia enggak ada physical-nya enggak kayak seri Pro ataupun Pro Max. yang kalau di website-nya kita komparasi, komparasinya kira-kira seperti ini. Cuman yang lebih terlihat sih di optical zoom-nya ya. Kalau misalkan yang 17 to itu mentok cuma sampai optical zoom itu di dua kali. Sementara untuk Pro dan juga Pro Max karena ada physical tele-nya dia bisa dizoom sampai 8 kali. Dan Apple bilang ini adalah telefoto yang paling jauh dari iPhone yang pernah mereka bikin. 8 kali atau setara dengan 200 mm berarti. Cuman di Samsung ya sekali lagi Samsung ya ataupun Huawei dia udah bisa sampai 10 kali, ada yang 15 kali. Jadi kalau untuk zoom-zooman Android masih lebih oke sih. Kalau untuk desain sih masih mirip kayak generasi sebelumnya dari iPhone 12 ke 15 eh 12 ke 16 bahkan ya. iPhone 17 ini masih mirip dengan dual konfigurasi kameranya. Kalau untuk soal warnanya ada black, ada white, ada lavender, ada miss blue, dan ada Sgage. Dan untuk harganya itu start from 799 USD atau kalau dirupiahkan sekitar Rp13 juta. Itu harga sana ya. Kalau nanti masuk Indo biasanya harganya nambah ya. Harganya resminya berapa nanti kita update lah. Sekarang lanjut ke varian yang mungkin paling ditunggu-tunggu ya, yaitu varian Pro dan juga Pro Max. Sempat ada isu kalau teknologi Ted Pro Max itu bakal lebih bagus ketimbang varian yang Pro. Tapi setelah launching kemarin ternyata enggak ya. Untuk Pro dan juga Pro Max sama aja konfigurasi kameranya. Bedanya ya cuman di dimensi, tapi enggak ada penambahan dimensi dari seri sebelumnya. Jadi untuk yang Pro itu tetap di 6,3 inch, yang Pro Max di 6,9 inch. Yang dimensinya berubah itu cuman yang versi reguler dari 6,1 ke 6,3 inch. Yang paling bikin geger sih desainnya ya, karena desainnya banyak yang bilang mirip sama puku. Nah, kalau di videonya kemarin sih jujur mirip sih ya. Kalau misalkan ada warna kuning itu bakalan kelihatan poko banget memang. Tapi saya kan belum lihat reelnya kayak gimana ya, karena katanya bagian back covernya itu bakalan pakai seramic shield 2. Jadi coba kita lihat nanti kalau misalkan kena reflective lighting. Tapi kalau emang beneran mirip ukus sih wah gokil sih iPhone sih. Cuman kata Apple kenapa desainnya itu dibikin kayak bingkai kameranya lebih gede? katanya sih untuk nampung sensor yang sekarang lebih gede. Jadi sekarang untuk konfigurasi tiga kamera bagian belakangnya itu semuanya pakai 48 megap semuanya fusion kamera yang ya itu tadi. Jadi dia punya optical zoom sampai 8 kali atau setara lensa 200 mm. Nah, si telefoto desainnya ini pakai desain yang namanya Tetra Prism Periscope generasi kedua dengan sensor 56% lebih gede dari tele di iPhone 16 Pro Max. Dan Apple bilang karena 48 megapel-nya ini semua fusion kamera. Jadi kita kayak ngebawa 8 lensa, tapi cuman ada tiga physical kamera. Wah, sampai zoom-nya itu delan kali. Soal performa ada bedanya. Jadi varian yang Pro dan juga Pro Max walaupun enggak di-enon sama Apple D Stage tapi untuk RAM dia naik jadi 12 GB. Sementara untuk varian R dan juga yang reguler itu tetap di 8 GB. Dan khusus varian Pro dan juga Pro Max katanya dapat vaper chamber yang lebih gede yang disegel di dalam casing-nya yang fungsinya buat nyebarin panas lebih cepat biar suhunya terkontrol. Yaitu tadi memang kalau secara material dia down gear jadi aluminium tapi kalau secara penyebaran panas itu lebih cepat dan lebih terkontrollah suhunya. Terus di dalam iPhone 17 series itu ada cip baru yang namanya N1 yang dia ngurus wireless. Jadi dia ngaktifin Wii 7 dan juga Bluetooth 6 atau Bluetooth 5.4 lah ya sebenarnya tepatnya karena kayak belum ada teknologi Bluetooth 6 sebenarnya digenepin diader mungkin sama iPhone. Terus ada protocol trade buat iu dan juga HomeKit dan N1 buatan Apple ini. Apple sih sesumbar kalau personal hooppod dan juga airdrop-nya bakal lebih cepat. Cuman saya tuh jujur aja paling malas kalau pakai personal hotspot dari Apple. Terutama untuk tetering HP Android karena dipakai 5 menit terus enggak dipakai internetan hilang gitu ya. Nah, sebenarnya Apple kalau misalkan personal hotnya enggak usah sesumber aneh-aneh deh. Bikin aja dia tetap stay walaupun internetnya enggak dipakai. Itu aja udah senang saya. Terus sekarang modemnya itu pakai modem baru yang namanya C1X. Dulu kan C1 ya, yang katanya C1X ini sih lebih kencang tapi lebih efisien. Cuman apakah itu bisa dipakai di Indo? Nanti kita coba juga dan coba kita lihat penkapan sinyalnya apa lebih baik ketimbang kompetitornya. Nah, sekarang kita bahas soal baterai. Walaupun Apple enggak meng-announce kapasitas baterainya berapa, tapi saya menemukan sumber yang bisa dibilang sumber A1 lah untuk kapasitas baterainya. Jadi untuk iPhone 17 itu naik 4% dari iPhone 16 kapasitasnya itu 3.700 m. Sementara iPhone 17R 3.150 mamp yang kalau dibandingin sama S25H lebih gede S25H. Makanya mereka ngasih aksesoris power bank karena 3.100 di tahun 2025 ya. Tapi kita enggak boleh suzon lah ya karena Apple kan terkenal dengan efisiensinya. Jadi nanti kita coba apakah dia kuat seharian. Untuk iPhone 17 Pro di 4.250 mAms naik sekitar 19% naik signifikan dibandingkan 16 Pro dan untuk iPhone 17 Pro Max itu di mAz. Akhirnya naik sekitar 8,6% ya. Dan akhirnya dia naik dari standarnya Android Baterai yang standarnya itu 5.000 walaupun sekarang Android udah ada yang 7.000, ada yang 8.000, Realme bahkan bikin Rp15.000 R000 ya. Apple 5.000 mungkin mereka merasa udah cukup lah ya. Terus untuk charging naik dari yang 25 watt atau berapa ya? 25 watt ya kayaknya generasi sebelumnya. Sekarang naik jadi 40 watt. Terus mic shift-nya juga naik dari 15 watt sekarang ke 25 watt. Kalau ngomongin soal charging sebenarnya makanya muka saya enggak X. Enggak X enggak X enggak X. Makanya muka saya enggak excited karena di Android yang midrang saja bisa 120 watt. Xiaomi itu ya 120 watt. Ngecas 0 ke 100% cuma butuh 30 menit. 40 watt di Apple ya okelah ya. Samsung masih lebih unggul karena Samsung itu yang versi terbaru sekarang udah 45 watt di S25 Ultranya. Kalau untuk software dan juga fitur AI Apple intelligence-nya saya enggak mau bahas karena saya udah jadi korban PHP-nya Apple intelligence karena Apple intelligence-nya enggak pernah saya pakai. Jadi kalau soal AI A saya pakai Samsung jujur aja karena untuk ERA-nya aja ya memang dia on device ya, privacy jadi lebih oke tapi hasilnya itu kayak kalau enggak bisa bikin jangan bikin gitu loh maksud saya ya walaupun dia on device memang cuman kalau seburuk itu enggak usah dibikin. Malu-maluin ya dan ya jadi iOS-nya namanya 26 bukan kan sekarang 18 bukan 19 naik ya. Jadi dia kayak cuman tahun aja ya walaupun sekarang tahun 2025 harusnya iOS 25 tapi di iOS 26 dan apa yang baru di iOS 26 ya pertama jelas liquid glass UI-nya yang katanya tampilannya bakalan kayak kaca sekarang terus on device gen AI-nya bakalan lebih bagus dan ya jadi mungkin itu recap-nya untuk iPhone ya. Kalau untuk Apple Watch-nya saya enggak tertarik sih. Apple Watch-nya itu ya enggak hal baru juga ada slip score yang itu. Di Samsung juga udah ada kompetitor brand juga ada. Apalagi yang baru kemarin ya, Watch Watch Ultranya katanya bisa tahan 40 jam. Terus dia juga bisa slip up apnea, bisa untuk hipertensi. Yang hipertensinya itu cuman possible hipertensi aja. Itu udah kalah jauh lah kalau dibandingkan sama Huawei 2 kalau enggak salah namanya. Jadi Huawei itu benar-benar bisa ngukur hipertensi secara real time terus-menerus. Cuman memang dia kayak ngembang gitu. Nah, kalau misalkan si Apple Watch itu dia ngembang juga kayak benar-benar alat ukur hipertensi, saya baru percaya kalau dia akurat. Ya, kalau cuman possible hipertensi aja kayak cuman ya berarti kemungkinan hipertensi. Nah, kalau Huawei kan yang di itu udah beneran ngukur kita hipertensi atau enggak, bukan buat possible lagi. Terus untuk AirPods Pro Gen 3 yang baru, dia ada translate ya. Translate-nya itu katanya real time. Dan kalau misalkan kita punya AirPods 3 juga lawan berlawanan kayak gini, itu lebih bagus. Cuman itu juga bukan hal baru juga. Bahkan harga Rp600.000-an untuk TWS sekarang juga udah bisa transit real time. Ya, yang paling menarik sih mungkin iPhone ya. Nah, recap-nya apa yang unggul dari Apple sekarang dibanding kompetitor? Jelas chipset dan juga software-nya matang ya. Kalau saya harus akui kalau misalkan chipsetnya iPhone itu memang kencang tapi dia efisien. itu harus diakui. Terus soal video sejauh ini menurut saya sebenarnya kalau misalkan side to set ya contoh Exarlesseless Ultra atau Oppo Find X8 Ultra video kita set to set sama iPhone S25 Ultra lah kita set to set K sama iPhone itu masih debatable lah soal videonya tapi kalau udah ketemu sosial media contoh kita buat live kita upload di Instagram entah kenapa kompresinya itu bagus di Apple jadi kalau untuk live terus kita mainnya sosmate apalagi sekarang zaman sosmate ya video sih harus diakui masih unggul Apple dan nanti videonya di iPhone 17 ini kayak apa. Kita lihat nanti kalau udah ada barangnya. Tapi kalau kita ngomongin Android apa yang unggul ya zoom-nya walaupun iPhone bilang zoom-nya sampai 8 kali, lihat aja pixelnya dia bisa zoom 100 kali dan ada AI zoom-nya yang AI zoom-nya itu juga jauh lebih baik ketimbang AI zoom dibandingkan HP-HP Android yang lain. Belum lagi kecepatan charging-nya, belum lagi fitur foldable di Android. Ya, jujur aja kalau saya lihat presentasinya kemarin, fitur yang kenapa alasan satu-satunya alasan kenapa saya masih beli iPhone. Karena saya kerjanya content creator dan saya harus bikin video. Dan videonya Apple kalau di-upload di sosm ya jujur aja memang belum ada yang ngalain. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja recap kali ini dan buat kalian yang mungkin ah nonton atau lihat kalian lihat recap ini, coba deh tulis di kolom komentar gimana menurut kalian keseluruhan soal iPhone 17 series ini. Saya Kri and see you on the next video. Bye byye. Aduh, udah ngantuk banget ini. Belum ngedit lagi ini ngedit.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...

















