IPS, SSD 512. Bisa Gaming?? Rekomendasi Laptop 6 - 10 jutaan 2025 (YouTube Video)
Di video sebelumnya, Mas Dika udah bahas mengenai rekomendasi DKID untuk laptop di 2 sampai R jutaan. Berarti kalau adaannya itu sampai Rp5.999.000. Yang belum nonton videonya nanti card-nya saya letakkan di atas atau mungkin nanti di akhir video saya letakkan untuk link ke sananya. Nah, di video 2 sampai 5 jutaan itu didominasi sama brand-brand lokal karena memang di range itu lebih memprioritaskan untuk price to performance-nya. Harga murah tapi gimana caranya dapat sekencang mungkin? Tapi di video kita kali ini kita akan bahas laptop di harga 6 sampai R jutaan. Dan ini beda seperti video sebelumnya di mana 6 jutaan itu punya scop yang jauh lebih luas. kita udah pasang beberapa standar untuk laptop-laptop yang masuk kriteria DKID biar kalian enggak nyesel kalau nanti beli. Yang pertama yang pasti untuk 6 sampai R jutaan harus dapat di Intel Core i3 generasi ke-12 atau Ryzen 3 7000 series. Yang kedua itu RAM minimal harus 8 mungkin pasti del lah ya karena 4 sudah enggak zaman sekarang. Lalu untuk layar itu harus pakai IPS atau minimal pakai IPS level. Untuk storage-nya harus pakai 512 juga karena 256 gig. Terlalu kecil gitu ya. Dan untuk garansinya itu harus minimal 2 tahun karena kita enggak akan masukin garansi-garansi gimmik. Garansi gimik itu kayak begini, Guys. Garansi 3 tahun, tapi untuk 1 tahun pertamanya spare part e 2 tahun setelahnya itu service. Jadi, kalian kalau setelah after 1 tahun gitu ya ada kerusakan, kalian harus beli spare part-nya, lalu biaya pasangnya gratis. Itu menurut kami garansi gimmik. Jadi buat Acer ya untuk range harga yang mungkin under R jutaan itu enggak akan masuk kriteria kita. Nah, berhubung stok di DKID di range harga itu juga enggak banyak ya, kita coba izin ke salah satu MD. MD itu ee bukan majelis dakwah ya, tapi main distributor. Salah satu main distributor yang cukup gede di Kota Surabaya dan baru buka di Kota Malang. Jadi, kita akan coba ublek-ublek dan cari produknya yang sesuai dengan kriteria kita yang kita bisa sarankan untuk kalian. Nama MD ini atau mungkin kalian sudah pernah dengar ya atau nama toko retail ini namanya Expocom gitu ya. Ya udah gak usah basa-basi dan kebanyakan intro cus kita langsung berangkat ke sana. Dan setelah muter-muter ngintip sana sini dan nyatatin performance dan spesifikasinya. Ini dia lima laptop rekomendasi DKID di pertengahan tahun 2025. Jadi tonton sampai habis. [Musik] Oke, sekarang kita akan masuk ke produk yang pertama. Ada Asus Expertbook P1. Sebenarnya direntang harga R jutaan itu banyak banget. Salah satu contohnya ya itu ada Acer Firtel Core i3 generasi ke-12 gitu ya. Layar juga udah IPS, cakep juga. Tapi sayang garansinya seperti yang kita jelasin di awal gimik. Garansi 3 tahun servis dan 1 tahun pertamanya cuman part. Jadi sebenarnya hitungan cuman 1 tahun. Nah, makanya kita pilih Asus Expertbook ini. Dia pakai spesifikasi Intel Core i3 generasi ke-13 13 ya. Dia punya hybrid prosesor dan punya performance kurang lebih sekitar 10 sampai 15%. Lebih kencang jika dibandingkan dengan Intel Core i3 generasi ke-12 atau 1215. RAM pakai 8 gig dan yang pasti untuk layarnya sudah FHD IPS level. At least itu better jika dibandingkan dengan TN dan storage-nya sudah 512 gig. Dan yang bikin PD dari produk ini ya itu garansinya benar-benar murni 3 tahun. Enggak ada gimik-gimikan. Dan kalau kalian pikirin misal ada problem ya untuk 3 tahun ke depan, kalian enggak bingung mikirin biaya. Dan kalau kita ngomong desainnya juga ini benar-benar fresh banget kalau kalian bandingkan dengan Asus Vivook yang sudah bertahun-tahun secara desain dipertahankan oleh Asus. Dan ini juga kalian bisa tekan layarnya sampai 180 derajat seperti ini. Dan portnya bisa dikatakan cukup lengkap. Dia kasih USB type E yang 3.2 gen 1 dan juga ada yang menggunakan 3.2 gen 2 yang speed-nya kencang sampai 10 GB/s. Tapi ya saya sudah konfirmasi nih sama orang Asus apakah expertbook P1 ini bisa diperlakukan sama seperti P3 atau P5? Jawabannya enggak. Jadi jangan harap ya kalian beli laptop ini lalu kalian siram siram air seperti review kita yang sebelumnya enggak bisa. Tapi seenggaknya di laptop harga R jutaan dia punya standar military grade 810HAH. At least kalian bisa pakai laptop ini di banyak kondisi karena dia sudah cukup tahan dengan suhu-suhu ekstrem, kelembaban ekstrem, dan juga goncangan. Jadi bisa dibanting. Jangan punya orang. Jadi, buat teman-teman yang lagi cari laptop di rentang harga R jutaan dan cari laptop yang serius banget gitu ya untuk kalian pakai kerja, kalian pakai traveling, laptop ini bisa jadi pilihan kalian. Dan Asus nge-bandra laptopnya di harga Rp7.199.000. Itu harga SRP tapi beda di Expocom. Nanti untuk linknya kalian enggak perlu repot-repot cari, saya letakkan di kolom deskripsi. Untuk selisihnya lumayan kok, Guys. Jadi, selisihnya kalian bisa pakai untuk upgrade RAM ya. Kalau ada sisa lagi, kalian bisa pakai untuk beli cilok lah. Sekarang kita akan lanjut ke laptop yang kedua. Ada di sebelahnya nih, Guys. Lenovo Ideapit Slim 3 14i RU9 2C atau 2D. Itu cuman beda warna doang, Guys, ya. Nah, untuk spesifikasinya cakep banget untuk di harga segini, gitu, ya. Dia pakai Intel Core 3 bukan i3. Nah, secara otomatis itu versi upgrade dari 1315 U yang punya performance berarti kenaikannya ya kurang lebih sekitar 20% lah dibandingkan i3 generasi ke-13. RAM 8 gig dan internal storage 512 GB gen 4 bukan gen 3. Ingat ya, speed-nya kencang banget. Nilai plus besarnya dari laptop ini itu ya selain perubahannya yang fresh banget jika dibandingkan dengan Lenovo Adia P3 di mana sound-nya sekarang pindah ke atas gitu ya. yang sebelumnya ada di bagian bawah. Dan untuk Lenovo Idap 3 yang sekarang itu beda dari yang sebelumnya karena dia punya ADP. Sebelumnya ADP minimal ada di Lenovo IDPad 5, tapi di entry level sekarang sudah ada. Dan dibandingkan dengan semua brand, di mana brand-brand lain kan biasanya ADP di 1 tahun pertama. Lenovo full cover 2 tahun dengan multilim garansi. Cakep enggak tuh? Dan juga yang gak kalah penting di laptop harga entry level kayak gini, Lenovo udah kasih sertifikasi standar military grade 810H yang sama seperti Expertbook. Jadi kalian bisa dalam tanda kutip agak sedikit siksa gitu ya. Kalian mau panas-panasan kerja di laptop ini lalu disusu lembab gitu ya. Kalian ajak ke kutub utara aman banget. Apalagi dijatuhin juga aman asalkan enggak kalian cilupin ke air gitu ya. Bahaya. Jadi combo ADP 2 tahun plus standar military grade itu cakep banget, gak bisa ditolak. Dan secara dimensi juga bisa dikatakan laptop ini tipis banget. Lalu juga ada backlit keyboard-nya cakep. Dan Lenovo di semua laptopnya mulai entry level, mid sampai high itu terkenal banget dengan kualitas keyboard yang nyaman dan empuk. Dan salah satunya di laptop ini. Kalian bisa banget ngentik-ngetik lama di laptop ini. Dan daya tahan baterainya juga cakep, lama banget juga. Apakah laptop ini ada kekurangan? Ada enggak? Semuanya perfect. RAM-nya itu on board alias enggak bisa di-upgrade. Jadi kalau kalian next time butuh performance lebih atau multitasing lebih, ya sayangnya enggak bisa diapa-apain gitu ya. Tapi karena berhubung ini laptop Intel gitu ya, bukan AMD yang kalian enggak bisa berharap untuk main game triple A harusnya sih RAM 8 gig itu sudah sangat cukup untuk kalian bisa multitasking ngerjain kantor apa pekerjaan kantoran harian gitu ya. Lalu game-game ringan gitu kayak Valoran. masih bisa kok, jadi enggak perlu khawatirlah. Nah, Lenovo nge-banraw laptop ini itu di harga SRP-nya di Rp7.99.000, tapi expocom tadi coba kita intipitip di harga 6,8 jutaan lebih dikit. Worth it banget. Jadi kalau teman-teman cari laptop yang bisa dikatakan cukup slip, desainnya juga fresh dan minimalis, ada ADP dan military grade, ini kayaknya opsi cakep sih buat kalian. Dan sekarang kita akan masuk ke rekomendasi yang ketiga, yaitu kita ada laptop gaming yang bisa dikatakan paling murah di market sekarang, yaitu MSIT 15 B12 UCX. Laptop ini enggak cuman murah tapi worthed parah ya, karena di harga sekitar R,5 jutaan gitu ya, kalian sudah dapat prosesor H series pasti ya di i5 12450H dan RTX 2050. Jadi kalau kalian ya kalian pakai untuk game-game kompetitif kayak Valoran udah pasti 144 Hz di layarnya kepakai gitu ya game-game kayak Apex terus Dota 2 itu hajar semua. Apalagi kalau kalian memang seorang programming, kalian pakai untuk pengcodingan AI pakai Python gitu ya karena memang basic-nya dia RTX dan sudah punya DLSS itu gas banget. Jadi aman banget. Jadi untuk ee AI-nya akan belajar jauh lebih cepat jika dibandingkan kalian menggunakan IGP atau VGA dari kubu sebelah dari si merah. Nah, untuk layarnya seperti yang saya sebut tadi itu sudah 144 Hz gitu ya. Ini udah cakep banget. Jadi kalau kalian pakai main game atau aiming di Valoran gitu ya, itu udah aman banget. Kalau misal kalian saat aiming dan meleset gitu ya, jangan salahin laptopnya, salahin skill kalian. Karena kenapa di laptop kayak gini kalian bisa gagal gitu ya? Karena dengan Valoran doang otomatis kalian bisa dapat mungkin di setting medium gitu ya, itu bisa lebih dari 144 FPS. Jadi layarnya itu udah cakep banget. Dan kalau kalian bisa mentoleransi ya karena memang laptop gaming beda seperti laptop consumer yang 14 inch gitu ya. Secara bobot dia cukup berat dan ya memang kalau kita ngomongin seri-seri gaming itu ada yang lebih berat. Bobotnya di MSIT ini itu ada sekitar 1,9 kilo dan nilai minusnya selain bobot itu tadi yang pasti ada di office di mana rata-rata untuk laptop MSI itu tanpa office. Kalau kalian bisa mentoleransi dua hal itu bobot dan office di laptop ini kalian bisa sangat pertimbangkan di mana lagi kalian bisa dapat di harga Rp8 jutaan gitu ya di Expocom tadi. Nanti coba deh kalian lihat linknya di bawah. Dapat laptop gaming dengan garansi full dot 2 tahun, layar IPS level, dan RAM 8 gig. Kalau kalian butuh lebih, upgrade aja karena ada slot tambahan dan maksimal ada di 64 gig. Nah, MSI nge-bandra laptop ini di SRP di harga Rp8.999.000. Tadi di awal agak meleset, Guys. Di Expocom itu dipasang di harga Rp8.750.000. Lumayan sedisi R50. Kalian bisa pakai untuk beli mouse gaming lah. Lanjut ke rekomendasi keempat. Kita masuk ke seri gaming lagi. Jadi sebenarnya seri ini gitu ya mau dilewatkan tuh kayak sayang banget gitu ya. Karena memang harganya mepet dari harga MSI Tin 15 tadi selisih beberapa ratus ri.000 lah. Tapi dia punya layar yang jauh lebih cakep karena memang pakai layar full IPS bukan IPS level. Lalu juga ada office-nya dan kalau kita ngomongin prosesor juga bisa dikatakan ya lebih baru karena dia pakai Ryzen 5 7535 HS. Ingat ya, high performance slim dan juga pakai GPU yang sama RTX 2050 4 gig. Secara performance prosesor ya kalau kita ngomongin Intel Core i5 12450H dibandingkan dengan Ryzen 5 7535HS gitu ya, Ryzen 5 agak kalah di single core performance-nya, tapi multiore-nya itu bisa dijagoin banget. Jadi jelas secara performance di harga Rp9 jutaan enggak bisa diremain. Dan perbedaan lain jika dibandingkan dengan MSI Tetin 15 yang sudah kita bahas barusan untuk cooling system di Acer karena memang dia sudah pakai dua buah fan beda seperti yang MSI. Secara otomatis dia khasnya Acer gitu ya di laptop gaming-nya biasanya dia punya konsistensi performance yang jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan produk-produk lain yang punya harga selevel. Karena kalau kita ngomongin pendingin, jujur aja gitu ya, musuhnya laptop gaming itu cuman dua, Guys. Ada di suhu dan listrik. Kalau kalian bisa jaga dua hal itu, harusnya laptop bimbing kalian kalian pakai untuk 45 tahun ke depan harusnya juga aman. Sama seperti MS. Jadi, kalau dengan spesifikasi kayak gini tuh ya, kalian pakai untuk eh gaming kompetitif ya, tipis-tipis main di triple A gitu ya. Lalu juga kalian pakai coding editing ringan itu gas banget. Bahkan untuk editing yang FHD atau 4K di Premiere itu gas aja langsung, kalian enggak perlu bingungin. Dan Acer nge-bandrol laptop ini di harga Rp9.649.000. Dan kalau kalian cek Tokopedianya si Expocom itu ada di Rp9 juta kecil. Kalian cek link di bawah. Oke, sekarang kita akan masuk ke rekomendasi yang terakhir. Harusnya sih untuk di laptop harga R jutaan ya, laptop ini enggak bisa ditolak sih. Ini dia Lenovo Lock Essensial dengan SKU15 Iax9E. Kenapa enggak bisa ditolak? Ya karena dia pakai Intel Core i5 gitu ya, 12450 HX. Ingat ya, HX itu versi upgrade dari 12450 HBZI karena performance-nya jauh lebih kencang. Lalu RAM itu sudah di atas laptop-laptop yang kita rekomendasikan tadi. Ini sudah 12 gig, yang lainnya cuma 8 gig. Lalu kalau SSD 512 basic pakai Gen 4 juga. Dan untuk GPU-nya dia pakai RTX 3050 bukan versi yang 4 gig tapi versi yang 6 gig. Beda banget seperti lock essensial di generasi sebelumnya. Dan yang enggak kalah penting juga dia sudah include Office jelas bukan 2021 tapi 2024. Nah, kalau kita ngomongin CPU-nya terlebih dahulu gitu ya, dibandingkan dengan IF itu TDP-nya naik cukup signifikan. Yang biasanya cuma 45 watt, tapi yang ini bisa sampai di 55 watt. Secara otomatis gapers-nya itu bisa sampai 15% dibandingkan I5 yang basic. Lalu untuk GPU-nya sendiri yang punya VR RAM 6 gig itu kalian pakai untuk game-came yang jauh lebih berat gitu ya dibandingkan dengan RTX 2050 yang cuman 4 gig ini. Di game triple A si apalagi cuman main game-game kompetitif macam Valoran ini tugas saja langsung aja dan bisa dikatakan untuk cooling systemnya juga upgrade cukup proper jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Secara desain bisa dikatakan ini cukup solid walaupun memang bahan yang dipakai bukan bahan metal gitu ya. Kalau kalian ketuk-ketuk ini masih menggunakan bahan polikarbonat di hampir keseluruhan sisinya. Tapi so far ini bahannya solid banget. Kita enggak ada komplain sama sekali. Dan untuk bobotnya ya selayaknya laptop gaming itu ya lebih berat jika dibandingkan dengan MS ini yang cuma 1,9 tapi ini ada di 2,4. Dan yang pasti kalau kita menyentuh Lenovo di seri walaupun ini seri gaming entry level gitu ya, dia punya garansi full 2 tahun dan semuanya dicover ADP beda seperti sebelah. Jadi laptop ini sebenarnya udah sangat siap tempur di harga R jutaan lebih dikit benar-benar mulai prosesor seri HX RTX yang pakai 6 gig kalian pakai desain kalian pakai oh ya by the way layarnya dia hampir 100% sRGB. Jadi kalau kita ngomongin desain dan butuh color akurasi tinggi ini sudah siap. Dan Lenovo ini nge-bandro laptopnya kalau kita berpacu pada website-nya gitu ya atau beberapa website gitu dibandrol di Rp1.799.000 Tapi di sini cuman R jutaan, enggak sampai R,5 juta. Cakep enggak tuh? Nah, tadi kita sudah ngobrol sama Mas-mas yang ada di Expocom, setiap pembelian secara offline gitu ya, kalian bisa mendapatkan TWS seperti ini, smartwatch yang kayak gini juga. Ini lumayan sih harganya. Lalu ada e mouse wireless yang kayak gini ada. Wah, ini ini saya pakai sih. Ini lumayan harganya, Guys. Dan lumayan enak dengan syarat dan ketentuan berlaku. Yang pasti harus beli offline, ya. harus beli offline. Enggak cuman bonusnya aja yang menarik. Jadi kalau sekalian lihat-lihat di etalasanya si Expocom gitu ya, ada produk contoh kayak Legend Pro 7 yang pakai Ultra 9 sama RTX 5090. Wah, itu idaman cowok banget sih itu. Kalau kalian punya atau yang cewek-cewek gitu ya, punya pacar kalian hadiahin itu udah otomatis jatuh cinta kalian sama eh cowok kalian jatuh cinta sama kalian. Dan enggak cuman itu, Expocom juga jual berbagai macam produk device pendukung. Ada monitor juga tadi di atas tadi kita lihat ada all-inone juga. Lalu ada ada printer juga ya. Ada ada printer juga. Banyak banget. Kalian bisa cek-cek nanti untuk link pembeliannya gitu ya. Official store-nya saya letakkan di deskripsi dan nanti kita juga letakkan nomor customer service-nya. Kalian bisa ee komunikasi sama mereka dan bahkan nego-negoan terserah kalian. Untuk teman-teman yang ada di Kota Malang gitu ya, kalian bisa datang ke MT Harono nomor berapa? 187. 187 atau di depan persis Mall di Noyo City. Kalau enggak pengin repot, ya kalian tinggal belanja di toko official store-nya mereka. Oke, cukup sekian video kita kali ini. Thank you banget buat Expocom yang sudah ngizinin kita ngeliput gitu ya, cari barang-barang untuk kita rekomendasiin ke kalian. Jangan lupa subscribe channel ini biar lebih berkembang dan kita punya sosial media juga yang bisa kalian ikuti Expocom. Jangan lupa untuk kalian ikuti juga sosial medianya. Saya Rico. See you on the next video.
