iQOO 15R: Si Penantang POCO F8 Pro (YouTube Video)
Selain bisa tahu daya tahan baterai HP ini yang gak masuk akal, gua juga bakal buktiin seberapa sakti performance IQ 15R ini yang pakai chipset baru Snapdragon 8 gen 5. Pertanyaannya, seberapa jauh dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5 di IQ 15? Terus apa lagi sih yang dipangkas dari flagship-nya? Nah, setelah nonton video ini nanti teman-teman bantu jawab deh. Apakah IQ 15R ini cuman jadi HP nanggung atau justru paling cocok buat kebanyakan orang? Yuk, kita bahas. Oke, jadi misi menghabiskan baterai HP ini kita mulai di jam 10.30 siang dengan baterai masih di 100%. Seperti biasa kita mulai dengan ritual wajib yaitu brand road dulu, scroll sosmpad biar realistis. Habis itu langsung gas ke game berat. Yang pertama Genchin Impact settingan highest 60 fps selama 30 menit. Dan kelihatan terlalu gampang buat HP ini. FPS rata-rata atas mentok di 60 fps stabil. Suhu mulai berasa hangat di 43 sampai 44 derajat, tapi masih dalam batas aman. [musik] Dan karena kurang menantang, lanjut ke wooding wave, settingan mentok juga 30 menit. Nah, di sini mulai ada perlawanan. FPS-nya sedikit turun ke 59,4 tapi itu pun masih termaksud stabil banget ya. Suhu ada naik mendekati 46 derajat lebih panas dari Genin tadi. Dan bisa dibilang kedua-dua game berat ini bisa dilibas dengan FVS rata atas. Eh, tapi gua penasaran deh kalau Mobile Legends yang bisa sampai 144 FPS gimana tuh hasilnya? Rata-rata di 142,8 FPS. Kalau kalian lihat grafiknya sempat drop tuh. Itu bukan saat war ya, tapi pas udah selesai match balik ke lobi. Jadi bukan frame drop performa saat gaming. Buat suhunya sendiri 41an derajat cuman anget-anget manjah aja. By the way, Guys, gua baru ng kalau speaker HP ini agak kureng ya, mirip kayak IQ 15 di awal-awal ya. Semoga HP ini bisa kebagian update juga kayak flagship-nya. Dan yang bikin gua agak kaget, setelah semua tes berat tadi, baterai masih sisa 73%. Wah, di titik ini [musik] gua mulai mikir, oke, ini harus lebih sadis lagi. Kita matiin Wii full data seller dan lihat SOT nanti bakal tembus berapa. Dan sebelum kita ke tes selanjutnya, gua mau share bentar impresi sama HP ini yang mana ukuran 6,59 inch ini menurut gua nanggung tapi enak. Lebih nyaman dari 6,85 inch di IQ 15 reguler, tapi belum bisa dibilang compact juga. Dan desainnya bukan selera gua, tapi harus diakui HP ini punya identitas. Varian silver ini ada pola pxel gaming yang kalau digoyang warnanya berubah. [musik] Lumayan beda dari HP rata-rata yang sekarang desainnya mirip-mirip tuh. Kalau dibandingin sama IQ 15, untuk frame kamera masih kotak khas IQ, [musik] tapi dalamannya cuman ada dua lensa aja dan enggak ada lampu joget-joget kayak versi regular. Untuk build quality sih udah mantap. Frame metal back glass matate yang punya tebal masih oke di 8,1 mili dan berat 206 gr. Terus buat layarnya flat dengan bezel tipis, tapi punya dagu yang sedikit lebih tebal. Walaupun kalau dilihat sekilas gini enggak terlalu ganggu sih. Oke, balik lagi ke misi habisin baterai yang sisa dengan full data selular. Dan di tes berikutnya nonton YouTube sekitar 2 jam 20 menit. Hasilnya cukup awet. Baterai berkurang cuma 10%. Habis itu lanjut main Mobile Legends yang sekalian gua baru sadar belum tunjukin game mode-nya. Nih fiturnya cukup lengkap ya. Beberapa yang mantap ada 4D vibration, motion control, bypass charging, dan favorit gua highlight. Highlight ini sih keren deh. Nanti gua tunjukin lebih detail. Wah, kayaknya ada yang aneh sama HP ini, Guys. Jadi, sekarang baterainya ada di 50% set. 5 sore. Dan SOT-nya dapat di 5 jam 45 menit. Kalau dikali du artinya dapat 10 jam lebih. Wah, untuk sementara ini dia pemakaiannya. Emang YouTube tadi gua sempat lama pakainya, tapi sisanya itu nge-game semua ya. Next, kita hajar Genchin Impact. Dan sambil tunggu kelar, mari bahas spek yang lengkapnya. Teman-teman bisa langsung lihat di layar aja. Paling yang mau gua highlight bedanya apa sih sama flagship IQ 15 regular? Yang paling kerasa dulu yaitu layar. IQ 15 itu gede di 6,85 inch, sementara 15R 6,59. Kayak yang gua bilang sebelumnya, feel pakainya beda nih. Masuk ke performance pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 di IQ 15 dan Snapdragon 8 gen 5 tanpa Elite di IQ 15. Dua-duanya kencang, tapi versi Elite jelas lebih buas. Terus kedua HP ini sama-sama pakai chip tambahan, cuman yang di IQ 15 ini pakai chip terbaru Q3. Sedangkan 15R masih Q2 dengan pendingin yang lebih luas di 15 reguler 8K berbanding 6,5K. Dan kalau soal benchmark biar ada bayangan nih dibanding IQ 15 flagship-nya itu lebih ngebut sekitar 20 sampai 30-an% [musik] mau di Antutu Geekbench ataupun 3D Mark dengan stabilisasi yang lebih baik sekitar 10%-an dibanding IQ 15. Cuma ada plot twist-nya nih. Biasanya ya versi ekonomisnya kan punya baterai yang lebih kecil, [musik] tapi justru IQ 15R ini malah makin gede 7.600 mAh berbanding 7.000. di video IQ 15 gua kemarin bisa dapat SOT di 7 jaman. Jadi pertanyaannya apakah IQ 15R ini bisa lebih gila? Nanti kita buktiin ya. [musik] Dan kalau kalian suka gua mendedikasikan hidup gua buat ngetes searian kayak gini bisa kasih tahu gua dengan like video ini ya. dan subscribe juga biar 1 juta subscriber kesampean di tahun ini. Thank you. Dan lanjut buat charging. Dua-duanya sama-sama 100 wat cuman IQ 15 udah support 40 wat wireless charging yang sayangnya belum ada di 15. Soal kamera, lensa utamanya sama-sama 50 megapel walaupun beda sensor tuh. Untuk selfie juga sama-sama 32 megap. Tapi yang namanya flagship tetap lebih lengkap di 15 reguler ya karena ada periscop telefoto dan ultrawide 50 megapel. Sedangkan 15 ini enggak ada telefoto dan mesti puas dengan ultrawide [musik] 8 megap. Terakhir 15 ini belum support eim dan update Android-nya juga lebih pendek empat kali update tuh dibanding 5 kali di 15 regular. Dan setelah puas ngebedah spek dan benchmark, mari kita balik ke dunia nyata cobain kameranya. Yuh. Setelah bersusah payah ngabisin baterai HP ini, sekarang saatnya kita bergerak dikit dan update dulu. Sekarang jam udah mau jam . baterai ada di 37% ya, Guys. Satu yang gua noti untuk stabilisasi selfie gini agak bergejolak ya, belum sampai gempa parah tapi kalau jalan kelihatan goyangnya. Cuma untungnya kualitas gambarnya masih oke. Sementara buat lensa utama ada berasa kedutan saat di bawah jalan gini. Tapi secara gambar udah ok lah ya. detailnya dapat dan boke naturalnya juga kelihatan rapi. Dan karena ini HP Iiku saudaranya Vivo, dia punya fitur pindah lensa depan belakang dan sebaliknya ya. Lihat ada di sebelah sini ya. Tuh pindahkan. Kalau ngomongin foto, hasil lensa utamanya buat gua udah bagus dengan racikan cas Vivo terutama buat foto orang. Cuma begitu pindah ke ultrawide kualitasnya mulai turun, detail berkurang dan cenderung lebih gelap. Dan saat kita pakai kameranya kelamaan, ada berasa hanget ya di HP ini ya, Guys. Oke, sekarang gimana kalau tipis-tipis kita bandingin sama IQ 15 regular? Yang paling jelas tentu saat zoom jauh. IQ 15 unggul karena punya tambahan lensa periscope jadi udah beda level ini. Sedangkan ultrawide sekilas mirip tapi di beberapa area gelap IQ 15 bisa mengekspos area shadow lebih baik. Untuk lensa utama sama mirip juga, paling dari sisi warna IQ 15 sedikit lebih akurat dan konsisten. Selfie juga cenderung lebih cerah di IQ 15. Oh ya, sama kedutan kecil yang gua rasain di lensa utama itu enggak kejadian di IQ 15 ya. Terakhir soal resolusi IQ 15 bisa sampai 8K30 [musik] sedangkan 15R mentok di 4K60 lensa belakang dan depan. Terus khusus ultra wide IQ 15 cuma bisa shoot di 1080p 30 ya. [musik] Kalau diperhatiin lensa 0,6 kalinya enggak muncul di resolusi yang lebih tinggi. Jadi kalau ngomongin kamera menurut gua ini bukan prioritas utama HP ini. Tapi tetap ada nilai plusnya terutama racikan cash Vivo yang bikin hasil lensa utamanya masih bisa dipamerin di sosm. [musik] Huh, kelar juga, Guys, keluarnya. Dan update dulu nih sekarang jam 07 baterai ada di 24% ya kelihatan enggak? Dan yang enak habis ambil footage tadi gua enggak perlu ribet-ribet transfer file tinggal lempar lewat office kit ke Mac. Rasanya kayak air drrop cepat dan simpel. Mirroring juga lancar, minim delay. Jadi kalau lagi butuh tunjukin layar HP misal buat presentasi tanpa pegang HP-nya itu sendiri kepakai banget. Bahkan bisa remote PC juga. Nanti layar di PC bakal gelap tampilnya di HP. Jadi kalau lagi di luar dan butuh akses file cepat ini lumayan ngebantu. Jujur ini salah satu alasan kenapa gua bilang nilai plus HP ini ada di software sih. Origin OS6-nya sekarang rasanya jauh lebih matang dibanding zaman Fouch dulu. Fiturnya makin banyak [musik] tapi enggak berasa ribet. Dan gua enggak bakal bahas ulang secanggih apa OS-nya ini ya. Buat detailnya kalian langsung chose aja ke video ini. Huh. Setelah kelar beres transfer file tadi, sekarang baterai tinggal 22% di jam .30 ya, Guys. Gimana habisinnya? Ya, kita nge-game lagi aja ya. Penasaran nih sot-nya bakal dapat berapa, ya? Kacau, kacau. Nah, sekarang balik lagi ke PUBG yang mana pengalaman mainnya masih konsisten mulus. Untuk settingannya dapat di ultra ekstrem kalau grafiknya pilih smooth atau super smooth. Bisa jalan stabil juga tuh. Sunya ada beberapa panas dikit tapi masih wajar untuk gyrof delay enggak berasa. Dan di sini gua mau tunjukin fitur highlight tadi. Jadi kalau fitur ini diaktifin saat kita pencet tombolnya yang di tengah, HP ini bakal nyimpan 15 detik sebelumnya. Ya, jadi bukan mulai rekam dari sekarang, tapi dia udah nyimpan di belakang layar. Ini keren banget kalau tiba-tiba ngebunuh musuh atau ada kejadian kocak enggak perlu record dari awal match. Buat yang suka bikin konten gaming, ini fitur favorit banget deh. Dan karena tadi baterainya masih bundle, gua lanjut lagi main wering wave sampai benar-benar sekarat yang akhirnya baterai tinggal di 4%. Dan total screen on time yang gua dapat ada di 8 jam 38 menit, Guys. Ini tinggi banget, apalagi dengan pemakaian yang termasuk berat. Kalau dilihat breakdown-nya hampir setengahnya itu udah dipakai buat nge-game. YouTube sekitar 2,5 jam, Mobile Legends, Genchin, IG sekitar sejam, woodering wave dan PUBG sekitar 40 menitan, kamera setengah jam. Dan ini dengan resolusi layar gua set di UHD dan refresh rate adaptif. Kalau dibandingin sama IQ 15 yang dapat SOT 7 jam 47 menit, ini udah lebih awet hampir 1 jam ya. Jadi 7600 mAh di HP ini bukan gini. Kalau soal harga dari bocoran yang gua dapat, kemungkinan 8+ 256 [musik] itu ada di kisaran R jutaan dan varian tertingginya 12 + 512 bisa tembus di Rp9 juta. Kalau benar segitu, jujur gua enggak kaget sih. Kagetnya pas kemarin waktu IQ 15 rilis, sekarang semua brand lagi pada kompak naikin harga. Cuma walaupun [musik] gitu, gua yakin HP ini tetap punya peminatnya sendiri. Di antaranya buat orang yang ngincer flagship-nya IQ 15 tapi budget enggak kesampean, tetap mau performance tinggi dan enggak perlu telefoto. Dan malah dapat bonus baterainya yang lebih awet dari flagship. Tapi saran gua kalau tujuan kalian cuman buat gaming doang, agak sayang pilih HP ini sih. Masih ada opsi lain yang bisa kasih performance ngebut di harga lebih bagus. Menurut gua IQ 15R ini salah satunya lebih cocok buat profesional muda yang masih nge-game tipis tapi tetap butuh HP yang enak dipakai harian. Terus bisa dapat nilai plus dari origin OS kayak Vivo Office Kit tadi buat kerjaan. Sama satu lagi koreksi kalau salah untuk reputasi After Sales Vivo sejauh yang gua tahu emang cukup bagus. Gimana guys? Apakah [musik] kalian incer HP ini atau setelah tahu detail dan harganya jadi berubah pikiran? Coba kasih tahu di komen ya, kalian tim yang mana.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...

















