Iqoo Neo 10 Ditantang Poco F7 ‼️ O segitu aja 😗 (YouTube Video)
berani kasih harga R juta lah. Si Poco di Instagramnya malah ketawa. Slide kedua bilangnya mantau. Slide ketiga oh segitu aja. Wah, seru nih. Saya suka keributan ini. Udah pasti nyindir si IQ Neo 10en sih. Karena postingan itu lahir setelah si Io ini launching dan nanti bakalan ada Poco F7 5G juga yang secara spesifikasi sama dengan ICON Newon ini. Sama-sama pakai Snapdragon 8S Gen 4. Dan menurut saya ini seru aja sih. Saya suka sama marketingnya Poco karena dia berani nyenggol-nyenggol ya walaupun nyenggolnya itu tipis-tipis lah kayak kita lihat di kolom komentarnya. Ada yang tanya ini dari Gilang Surya apakah pertanda F7 gimana tuh tandanya? Kayak adminnya Puku Indonesia di Instagram ini ngelempar sesuatu tapi kalau pas ada yang ngunter kayak ya dibikin ambigo aja gitu. Terus ada Ican 114 bau-baunya bakal ada yang datang nih. Gimana tuh baunya? Kan ngeselin ya sebenarnya ya. Terus ada dari Ryuki 4004. Jangan sampai kalah, King. Oh, jelas. Wah, ini nih saya suka nih. Saya suka keributan dan juga kompetisi yang sehat kayak gini. Karena kayak PD banget gitu si Poco Indonesia ini seolah-olah bakal bisa mengalahkan si IC Neo 10. Yang mengalahkan itu entah dari segi harga atau dari segi fitur. Tapi sebenarnya ya kalau secara spesifikasi si PUK F7 ini udah bisa kita lihat di beberapa channel review. Di Cina pun juga udah dijual. Karena nama dari Poco F7 di negara asalnya ini adalah Redmi Turbo 4 Pro. Karena saya ikutan kepancing dan saya jadi ikut dramanya Poco ini. Coba kita lihat deh kalau secara spesifikasi dibandingkan dengan IQ New 10 si Redmi Turbo 4 Pro atau Poco F7 ini kayak gimana sih? Cset jelas dia pakai Snapdragon 8S Gen 4. RAM sama-sama ada varian 16 GB. Storage bahkan puku ada yang 1 TB. Tapi kayaknya gak bakalan masuk Indo deh yang 1 TB karena ya negara kita ini negara [Musik] mentang-mending. Desainnya juga mirip-mirip sama IQ. Mirip itu maksudnya mereka enggak jualan desain yang gaming kayak Infinite GT30 Pro yang ada RGB joget-joget. Enggak. Mereka tetap ngejual desain yang kalem. Bahkan si Poco F7 desainnya itu beda banget dengan Poco F7 Pro ataupun Poco F7 Ultra. Desainnya itu mirip banget sama iPhone 16 yang kalau saya lihat di channelnya Mas-Mas India. Emangnya bisa bahasa India, Bang? Enggak bisa. Itu harus saya transkrip dulu teksnya jadi India terus saya translate lagi ke bahasa Indonesia. Kata Masnya, bagian belakang itu pakai finishing kaca frame aluminium yang kalau dijejerkan sama iPhone 16 vibes-nya sama. Bukan hal yang jelek juga sih. iPhone 16 itu desainnya cakep kok. Kalau secara desain, coba deh kalian tulis di kolom komentar kalian suka yang mana. Coba deh kita bumbui drama ini biar makin seru. Oh ya, kalau soal brief quality, si AQ Neo ini diklaim dia punya standar militer sertifikasi ya, STD 810H. Tapi kalau kita ngomongin IP rating, IP ratingnya dia ini IP65 yang masih kalah kalau dibandingkan dengan Poco F7 yang udah IP 68. Kalau buat warna Poco ini ada empat ding, hijau, hitam, silver, sama Harry Potter Edition. yang masuk Indonesia saya enggak tahu yang mana. Cuman kalau saya lihat dari gambar saya lebih suka yang warna hijau sih. Kalau yang Iiku, saya lebih suka yang warna orange ini sih. Beda gitu sama yang lain. Dan cocok aja sama background saya. Tampak depan layar nyaris tanpa basel tipis dan dimensinya gede 6,83 inch. Tapi di bagian ini puku menurut saya juga masih kalah karena memang resolusinya sama-sama 1,5K AMOLED, tapi refresh range-nya masih di 120 Hz. Nah, IQ 144 Hz. Pig brightness juga unggul IQ kalau secara angka. Tapi nanti pas udah ada unitnya bisa kita compare beneran ya. Soal baterai IQ ini kayaknya enggak lama lagi deh untuk harus merelakan. Kemarin mereka itu menang Muri award, rekor MUR lah untuk baterai yang paling gede 7.300 mAmp. Nah, si Poco F7 nanti kapasitas baterainya itu 7.550 mamp gede 550 kalau dibandingkan dengan IQ Neo 10. Tapi kalau soal fast charging, Poco kalah sih. Karena si Icon ini punya cas 120 watt flash charge yang ngecas 0 ke 36 menit itu 100%. Tapi masih lebih kencang saya ngecas sih. Saya ngecas itu paling 5 menit aja selesai ngecas emosi maksudnya tarik nafas gitu biasa. Dan kalau saya lihat dari videonya Mas-Mas India ini, dia bilang kalau 90 watt-nya ini ngecas full 100% sekitar 1 jam 90 menit. Tapi kayaknya enggak mungkin deh karena 90 watt itu lumayan kencok kok. Jadi nantilah kita coba tes sendiri ya. Mungkin itu versi Cina yang bloodware-nya banyak jadi ya ngecasnya lebih pelan mungkin atau pas 80% dia di limit lagi biar baterainya lebih awet. Y kita lihat nanti aja. Terus untuk baterai ini di Poco F7 di website-nya yang bahasa Cina yang harus saya translatekan dulu translate itu pakai circle to search-nya di IC New 10 itu enggak ada bypass charging. Sementara IQ New 10 udah ada bypass charging ya ada plus minusnya lah. Soal performa seharusnya sih di Antutu itu sama-sama R jutaan ya karena chipsetnya sama. Terus konfigurasi RAM dan storage juga mirip-mirip UFS 4.1 dengan LPDDR5X. Cuman kalau saya lihat di videonya Bang Eendi, youtuber cupu, dia juga udah bahas ya si Puk F7 dengan nama lain ini, tapi AnTutunya enggak sampai 2 juta. Kalau saya lihat AnTutunya sih masih versi yang 10.4.8 ya. Harusnya AnTuTu yang terbaru skornya tembus R juta kok. Buat tes performa dan gaming-nya kalian mampir aja ke channel YouTube-nya Bang Effendi di YouTuber Cupu. Itu udah dibahas detail sama dia juga udah bandingin beberapa generasi. udah lengkap banget termasuk suhu dan lain-lain. Tapi kalau kita mau bandingin sedikit sama IQ Neo, tapi btw versinya Bang ED itu versi Cina ya, belum versi retail Indonesia, belum versi resmi lah. Kalau buat main game Gensin average sih masih dapat di 52 derajat ya. Tapi kalau dibanding IQ skornya mirip-mirip sebenarnya tapi IQ lebih stabil. Lihat aja chartnya kita main setengah jam ini. Ini pun dengan settingan highest dan game super resolution-nya nyala ya. Dan masalah suhu, semoga aja nanti ke depannya di Poco F7 suhunya lebih dingin lah. Karena kalau saya lihat di videonya Bang Effendi lumayan suhunya dibandingkan dengan Iiku. Suhu IQ itu lebih dingin. Karena kalau kita lihat secara vaper chamber ya, klaimnya si IQ ini lebih gede sih. Memang vaper chambernya 7.000 mm. Tapi sekali lagi ini bukan data yang bisa kita benarkan ya. Karena versinya Bang Eend itu bukan versi Indonesia. Terus broadware-nya juga pasti masih banyak. Terus beliau juga udah upload itu 3 bulan lalu. Jadi seharusnya mungkin udah bakalan ada software update ya. Yang bener sih nanti kita tunggu aja si Poco F7 real-nya terus kita bandingin. Ya, sekarang saya cuma mau membumbui aja dramanya. Jadi buat kalian fans Poco jangan kecil hati dulu. Buat fans Iiku juga jangan jumawa dulu. Masih dipantau loh sama adminnya PUKO. Soal kamera seru juga. Jadi secara konfigurasi kameranya sama. Kamera belakangnya itu memiliki spesifikasi yang mirip, tapi soal selfie kamera beda. Di IQ kamera depannya 32 megap dan bisa record 4K 60 fps. Sedangkan di Poco mentok kamera depannya itu 1080p 60 fps. Video belakangnya Poco bisa 4K 30 fps, sedangkan IQ bisa 60 fps. Tapi kalau kita lihat hasilnya sebenarnya mirip-mirip aja ya. Karena aku sama Poco ini mereka jualannya ke performa. Jadi kameranya ya pokoknya bisa buat foto dan video lah karena di videonya Bang Effendi itu juga masih endut-endutan. Di video saya kemarin si IQ pun juga walaupun 4K60 masih endut-endutan juga. Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang bakalan bikin perdebatan di kolom komentar. Kalian komen aja ya. Kita ramaikan perdamaan ini ya. Harga harganya ya. Ketika video ini saya buat, saya coba research harganya di Cina itu harganya ini. Kalian lihat aja bingung kan? Sama saya juga, saya enggak bisa bahasa Mandarin. Jadi, kita harus translate dulu pakai si ICON juga. Dan hasilnya setelah dianslate ini harganya kita udah bikin tabelnya sendiri. Jadi untuk yang 12 GB 256 Rp4.300, 16 GB 256 R5 juta dan 16512 itu di Rp5.900. Tapi itu kan harga Cina ya. Dan BTB Cina itu juga ada harga subsidi ternyata ya buat brand-brand yang istilahnya brand dalam negeri atau TKD-nya itu benar-benar dari sana. Jadi disubsidi tapi subsidinya itu dikasihkan ke customer gitu. Jadi dipotong lagi harganya. Setelah subsidi harganya gila-gilaan itu 12256 Rp3,7 juta, 1651 jadi R5 jutaan aja. Nah, kalau kalian tanya apakah nanti yang diekspor itu bakalan disubsidi juga? Saya enggak tahu ya. Cuman kalau saya lihat video, saya pernah lihat videonya Om Fitrah sama Raditiya Dika ketika ngomongin mobil listrik. Mobil listrik itu kalau diekspor itu ada subsidi dari pemerintah juga. Mungkin HP ada, tapi mungkin yang kalian tahu bisa tulis di kolom komentar ya. Kayaknya menarik kalau misalkan Indonesia kayak Advance, Axi atau apapun yang brand lokal di subsidi juga tapi subsidinya itu kayak beli-mobil listrik lah itu kan di subsidi di subsidi pajaknya ya. Nah, ini di subsidi harganya. Tapi brandnya enggak usah disubsidi. Yang disubsidi itu masyarakat yang mau beli HP-nya. Kayaknya itu bakal lebih menarik dan bisa bikin brand lokal makin ya enggak cuman OMOM aja gitu. Dan kalau saya lihat dari harga Cina sih ya enggak bakalan sama atau lebih murah dari harga Cina itu enggak mungkin ya. Tapi kalau kita lihat dari puku F6 harganya itu mulai dari 4 triple9 ya kayaknya bakalan di situ deh. Saya yakin pasti lebih murah karena adminnya udah bikin kayak gitu segitu aja. Saya yakin pasti lebih murah sih. Cuman pertanyaannya kalau misalkan harga PU F7 nanti 49 dibandingkan dengan IQ kemarin berapa ya? 5,5 juta yang 8256, kira-kira kalian bakal pilih yang mana? Coba deh kita tulis di kolom komentar dan coba kita lihat apakah si adminnya IQ Indonesia juga bakalan ngerespon tipis-tipis aja lah. Karena ini udah dipancing sama PU nih tinggal disambut biar digoreng terus jadi ramei gitu. Karena kalau ramei yang untung juga sebenarnya mereka berdua Ikiku dan juga Puku.
Video Lainnya
Smartphone yang mendadak panas saat dipakai bermain game kompetitif sering kali menjadi momok yang mengganggu kenyamanan. Menghadapi masalah klasik ini, opsi...
Pasar ponsel pintar kelas menengah ke atas kini menyajikan persaingan yang semakin ketat, terutama dengan hadirnya jajaran perangkat baru yang menawarkan kombinasi...
Pasar ponsel pintar di rentang harga Rp5 hingga Rp7 juta kini menjelma menjadi medan pertempuran yang paling sengit, menawarkan lompatan performa ekstrem yang...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar smartphone kelas menengah bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini yang digadang-gadang sebagai calon POCO X8 Pro Max. Menariknya, perangkat...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kini semakin memanas dengan hadirnya jajaran perangkat lima jutaan yang membawa spesifikasi rasa flagship. Lewat kurasi ketat...
Memilih smartphone di akhir tahun sering kali menjadi jebakan batman karena godaan diskon besar yang bertebaran di berbagai e-commerce. Melalui panduan belanja...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp 1 hingga 5 jutaan kini terasa seperti menjelajahi medan perang spesifikasi yang sangat sengit. Menariknya, pergeseran tren...
Pasar ponsel pintar di penghujung tahun selalu menyajikan kompetisi sengit, di mana deretan perangkat baru saling sikut demi memikat hati konsumen yang bersiap...
Pasar ponsel pintar di kelas harga 6 jutaan kini sedang berada di titik paling kompetitif, menyajikan pertempuran sengit antara inovasi kecerdasan buatan kelas atas...
Pasar gawai akhir tahun selalu menyajikan persaingan sengit ketika para produsen berlomba memikat konsumen. Peta kompetisi kali ini tidak lagi sekadar perang...

















