ISUZU PANTHER Gen.1 | Yang Penting Irit dan Jalan! | Motomobi Used Car (YouTube Video)
Nostalgia lagi. Ini adalah panter yang pertama, panter tertua. Dan ini adalah penter high grade. Yes. [Musik] Hello YouTube, selamat datang di channel Motomobil. Wah, Panter Isuzu Panther. Sayang sekali sekarang sudah tidak diproduksi lagi dan tidak dilanjutkan lagi produksinya. Padahal namanya sudah melekat di rakyat Indonesia. Hasilnya sekarang mobil di Indonesia yang bernama hewan hanya sisa Kijang saja itu pun sudah mulai dihilangkan karena masih ada embel-embel nama Innova di belakangnya. Hm. Oke, Isuzu Panther ini tidak sepanjang sejarah Toyota Kijang. Karena Isuzu Panther ini baru muncul tahun 1991 dengan kode body TBR52 yang moncong depannya mirip dengan yang akan kami review di Motomobil Y Car kali ini. Nah, Anda pasti ingat juga iklan yang ini hanya R44.000 dari Jakarta sampai ke Bali cuman Rp44.000. dari Jakarta sampai deh di Bali. Hematkan Isusu Panter ya. Paner ini dibuat sebagai mobil serba guna irit bahan bakar dibandingkan dengan lawan-lawannya yang saat itu semuanya peminum bensin. Apalagi dari semua nama hewan, panter ini adalah nama yang paling seram dan bisa memakan kijang, zebra, bahkan kuda yang belum ada pada saat itu. Paner generasi pertama tersedia dalam beberapa varian dari yang paling murah hingga yang paling mahal yaitu standar deluxe atau total AC royal dan high grade. Namun selain varian pabrikan Astra Isuzu, beberapa karoseri terkenal juga membuat versi yang unik seperti panther Sparta, panter Miabi, Miabi, Panther Samurai, Panther Champ dan lain-lain. Walaupun bentuknya aneh-aneh. Mesin yang ditawarkan paner generasi pertama ini hanya satu dengan mesin diesel C223 2300 cc indirect injection. Mesin ini dipakai karena sudah dipakai di Chevrolet Trooper atau Chevrolet Loof di tahun 0-an yang perawatannya sangat mudah, tangguh, dan juga irit bahan bakar. Oke, cukup dengan sejarahnya. Sekarang kami lanjutkan review-nya saja. Bagaimana rasanya orang-orang yang hidup tahun 90-an? Nah, bersama dengan si mamang-mamang itu. Ayo, Mamang, silakan. Aduh, ya Allah. Ketemu lagi. Ini Mamang bilang adalah panter yang tertuanya atau pendahulu dari semua panter. Sayangnya panter di Indonesia itu udah disuntik mati dan harga panter sekarang sudah mulai melambung. Enggak tahu kenapa gitu ya. Seperti yang satu ini. Ini adalah panter yang mamang bilang, mamang lihat. Ini adalah yang paling menggiurkan untuk dibeli karena semuanya mulus, semua sampai ke interiornya masih bagus, luarnya masih merepresentasikan. Ini adalah Panther yang dipakai di tahun 90-an. Yes. Ini adalah paner C223 mesinnya gitu ya, 2300 cc gitu. Dengan lampu yang seperti ini. Belum yang ee ada yang facelift-nya tuh kan, ada yang facelift-nya yang 2.500 cc. Udah enggak kayak gini batok-batok lampunya gitu ya. Sebetulnya ini batok lampunya harusnya yang burem cuman karena tuntutan zaman gitu ya, kita harus terang lampunya. Jadi makanya dia pakai LED di dalamnya sini gitu ya. Mengikuti perkembangan zaman aja gitu. Terus nih ya penter besi. Makanya kalau ditabrak ini wasalam. Tuh lihat sampai ke pinggir-pinggirnya juga besi gitu. Terus dulu ya Panter tuh punya logo yang seperti ini kayak es krim diamond gitu. Logonya begini gitu. Ada tulisan Izuzu-ya. Grillnya sederhana seperti ini. Cup mesinnya ada kontor-konurnya sedikit. Kecerutannya di situ. What the meaning of kecrutan. Udah lama enggak ngomong itu. Dulu tuh panter ya dibagi menjadi empat gitu. Ah, standar total AC, deluxe, sama high grade. Kebetulan yang mamang dapat untuk kami review hari ini gitu ya, kita dapat yang versi high grade-nya atau versi yang paling tinggi dari sebuah panter di tahun itu, gitu. Ada tulisan panter seperti ini. Velegnya juga veleg 14 inch gitu ya. Nih ini udah digedein sih bannya dulu. Enggak seperti ini gedenya. Ini pakai 205 kalau enggak salah. Dulu tuh pakai 195, 185 gitu. Lebih kurus lah. Lebih kurus. Tapi ringnya 14 depannya cakram, belakangnya tromol. Terus dia pakai PCD 4* 114. Karena Mamang gedenya sama panter, jadi Mamang agak-agak nostalgia. Panjangnya ini kayak yang panjang kan, padahal sebetulnya enggak. Ini panjangnya hanya 4,4 man saja. Wheel base-nya tapi panjang 2,6 m ya. Avanza kalah gitu ya. Dan mobil-mobil sekelasnya ini mungkin yang paling panjang di zaman dulu. 2,6 m ya 2.600 something something something. Ground clearance-nya ini udah kayak Jeep. Lihat jengkal mangganya enggak ketemu. Dua jengkal dong. Tinggi sekali. Cuman ya ini karena gara-gara bannya udah diganti juga jadi efeknya menjadi lebih tinggi. Belakangnya juga pakai per daun tapi gak tahu kenapa di zaman dulu per daun itu nyaman, bingung racikannya seperti apa gitu. Buka pintunya ini yang khas model cepol seperti ini. Kalau ditutup suaranya prok bukan dep gitu bukan prok. Nih yang belakang prok. spionnya sederhana seperti itu yang dipakai tangan. Terus tangki bensinnya ngisinya di sebelah kanan diesel. Pakai diesel apapun dia maju. Minyak jelantah juga maju. Wah keren sekali ini belakangnya ya. Masih bisa dibuka nih kayak model zebra atau kijang-kijangan pada saat itu ya. Ini memang perhewanan pada saat itu ketat sekali. Ada kijang, ada zebra, ada panther, kuda, apalagi kancil. Tapi enggak jadi. Belakangnya juga cukup sederhana. Ini mirip seperti Kijang juga. Yang sebelah sininya adalah body mati gitu. Jadi enggak bisa terbuka sepenuhnya. Hanya 3/4atnya saja. Dan di belakang sini ini sekaligus menjadi bagasi ataupun untuk ngangkut orang yang kursinya itu berhadap-hadapan. Ya, ini adalah lawan sejatinya dari Kijang gitu. Mau nuruninnya enggak tega, masih diplastikin. Ampun. Oh ya, kalau mau nanya, mobil ini sedang di jual juga. Jadi bisa dilihat di Instagram-nya mobilrapi.garage. Nah, ya bisa ke Instagramnya dan tanyakan saja harganya berapa. Yang kebetulan ini adalah tahun 5 atau hampir ke akhir peralihan ke facelift-nya di tahun 7. Dia menjadi 2.500 cc. Dan ini masih mesin yang C223. Ada logo panternya. Ini udah plastik tapi beda depannya besi knalpotnya. Terus ada karet-karet di sini buat naikin sini supaya enggak baret. Tuh keren sekali. Kita lihat mesinnya. Wah mesinnya ini dia. Hah panas. Yes. Ini adalah mesin C223. Sebetulnya mesin ini udah dipakai dari zaman 0-an. Kalau pernah ngedengar ada Chev Rollet loof, terus juga mamang juga pernah pakai Chevrolet Trooper, itu dipakai di mesin itu juga. Dan mesin ini terbukti handal walaupun memang tenaganya agak under power agak ya. Karena untuk sebuah mesin diesel memang horsepower-nya enggak gede-gede amat, cuman torsinya yang harus besar. Tenaganya itu cuman 58 horsepow. Coba bayangin dia narik beban ini mobilnya. beratnya bersama mesinnya itu sampai 2,3 ton. Ini mesin berat banget gitu ya. Terus ya torsinya kira-kira dua kali lipat dari itu ya. Tapi bisa narik mobil ini dengan ya sedikit underper cuman masih irit gitu untuk luar kotaan sekitar 11-an 110 dengan konsumsi solar. Aduh enggak tega lagi nyebutinnya. Enggak enggak busuk sih sebetulnya. Sadar subsidi. Sada subsidi itu bisa gitu ditelan sama minyak jelantah boleh, minyak goreng hayo. Ini mesin yang luar biasa railable-nya. Cuman kelemahannya di paner ini karena dia mesinnya berat di depan, kaki depannya menjadi imbasnya ya. Kaki depan untuk panter ini maupun panter-penter selanjutnya itu menjadi yang ringkih walaupun nyaman. Eh kan mobil tua tuh berat-berat susah. Nah, harga kakinya masih reasonable. Untuk software car-nya juga masih murah ya. Enggak enggak enggak rugi ngejajanin penter seperti ini. Ngebukanya kayak ditahan gitu ya. Segimana segini. Jadi akses masuknya memang agak terbatas cuman enggak apa-apa. Ini adalah sebuah mobil yang sangat value banget gitu ya. Nih lihat legendaknya segini. Headroom-nya lumayan gede gitu ya. Bisa selonjoran masuk di situ tuh kaki duduknya enak, joknya ngebelesek, enak, empuk gitu ya. Terus kalau mau dipakai mundurin lagi bisa. Nah, ini kalau mau dipundurin lagi sampai ke belakang itu bisa asal jok yang di belakang itu dibuka gitu ya. Di tengah juga enak nih ya. Ini kan sebetulnya dia pengger roda belakang ya. Cuman kalau duduk di tengah ini lantainya rat. Emang suka sekali tuh. Duduk di tengahnya juga masih enak ini. Bahkan kalau di tengah sini walaupun kelihatannya itu kursinya dipakai untuk satu, dua orang, tiga ini tambahan. Ini bisa muat empat orang. Ini trim pintunya tuh kurus gitu. Jadi bisa sampai uh cukup c ah gitu masih bisa tu ya. Terus masih ada hand rest. Kalau misalnya cuman dua orang saja coba. Enak loh duduknya. Terus dikasih apa aja, Mang? Tempat barang enggak ada. Naruhnya di mana aja lah terserah. Sini enggak ada saku, belakang juga enggak ada. Tapi disediain asbak di tengah ya. Asbak itu di priority gitu. Terus ada satu yang mamang baru notice di pan itu adalah ini ada lubang di tiap pintu sebelah sini. Di depan pun juga ada. Jadi dulu tuh belum eh penar sama yang namanya flap gitu ya, flap udara. Jadi kalau misalnya intinya ditutup ada kedap kan, ada dek gitu ya, itu bisa ngeluarin udara. Nah, ini di pentera, di sini kita ke depan. Nah, di depan bahkan ada dua lubang tuh di trim pintunya. Trim pintunya kurus-kurus ada power window, ada window locknya, central locknya di sebelah sini. Jadi nyatu sama kuncinya juga. Joknya seperti ini. Masih pakai kain. Mamang senang yang kain-kainan gini. Jadi kalau panas itu dudukin enggak aw gitu ya, enggak panas. Masih enak duduk. Terus kalau painter perhatikan dashboard-nya kalau mau beli ya. Kalau mau beli karena material-material yang dipakai di Panther itu sebetulnya kurang begitu bagus atau terbilang ringkih. Plastik-plastiknya tuh walaupun ini keras gitu ya, cuman ada yang bisa retak itu banyak terjadi. Apalagi kalau misalnya panernya tuh dipakai kerja terutama di konsol tengah seperti ini. Ini yang sering terjadi retak atau hilang tutupnya lah kayak gini-gitu dan ini lumayanlah ada sebetulnya cuman malas aja gitu kalau nyari. suaranya kayak trik nostalgia dulu mamang gitu ya pakai panter-panteran gitu ya sama keluarga jadi kalau pas beli penter kayak gini bisa beli operasionalnya operasional yang rendah atau beli nostalgianya jadi memang itu dulu di belakang ya jadi orang tua kita itu berjuang untuk kita anak-anak kita menjadi seperti mamang kayak gini ya mungkin nanti bisa jadi presiden kita enggak tahu gitu ya berawal dari sebuah mobil seperti ini. Ini adalah mobil yang bersejarah ini adalah mobil membawa kita sampai kita gede karena bisa nyimpan duit lebih banyak gitu karena duit temper itu kan irit ya. Ini adalah mobil yang value-nya wow. Suara mesinnya juga menjadi nostalgia. Nah, kan sekarang kan udah pada-pada elektrik tuh udah enggak ada suaranya. Ini bisa menjadi nostalgia. Suara mesin truk seperti masuk ke rumah itu. Papa pulang. Makanya sayang kedua orang tua. Nice. Ini ya. Mamang dulu ingat gitu ya dengan dashboard yang flat seperti ini bisa nyimpan bakso tiga piring di sini taruh gitu ya. Lagi makan ah naruh di sini. ada jam digital tire di sebelah situ, speedometernya di sebelah sini, boksnya di sebelah sini, terus namanya penter ya itu enggak kayak Kijang dulu. Penter tuh dia padahal disediain ini adalah secara semburan ke kaki cuman enggak disambungin sama Isuzu. Enggak tahu kenapa. Ini adalah versi awal-awal menurut Mamang ini adalah yang paling bagus speedometernya. Ini kan speedometernya ya. Terus juga ada fuel gauge-nya. Ini temperatur mesin. Ada amper baterainya di sebelah sini. Terus ada temperatur oli. Ini adalah yang paling lengkap. Enggak tahu kenapa penter-penter setelah ini itu enggak seperti ini gitu. Padahal ini lengkap sekali. Dan jarumnya tuh bukan jarum. Jadi kayak cuman bar gitu. Lucu banget loh. Nah, ada fitur cruise control sih. Bu bukan cruise control. Jadi dulu Mamang punya panter ee kalau di jalan tol malas nginjak gas, gedein aja langsamnya di sini ya. Meninggiin sendiri tuh. Eh, ada R fogernya juga di sebelah sini tuh ada Roger. AC-nya kontrol AC-nya sangat simpel, ada temperatur, ada fannya sampai empat dan ada double blower. Yang penter tuh bukan ditaruh di sini, tapi di belakang. Jadi kalau misalnya aduh kedinginan terlalu dingin mamang dulu caranya begini matiinnya kay N gitu caranya ini mungkin konsol tengah ini itu hanya tersedia di high grade atau versi-versi atasnya cuman ini udah cukup berguna di tahun itu cup holder itu menjadi berharga sekali karena pada saat itu itu belum ada fitur-fitur yang holder gitu buat simpan itu simpan di tengah sini, sebelah sini dan bahkan di sini ya. Tapi bahannya memang ringki sekali. Kalau nginjak anak-anak pun kayaknya bisa patah hati-hati kalau beli penter itu aja sebetulnya paner tuh lihat inferiornya. Apakah ada yang lihatornya terus speakernya ini lucu di penter itu ada di sini bukan di pintu ada di sini. Dan di belakang itu bukan di pintu belakang tapi di paling belakang kiri kanan. Dan ini lucunya ada sunset dan ada se. Oh ya ini yang jualnya juga masih nyimpan tip yang aslinya tadi ada di belakang tuh diganti ke Bluetooth biar ada hiburan lagi. Nah gitu duduknya gimana Mang? Sebetulnya jauh dari kata ergonomise. Sama pada saat itu juga senter zebra itu enggak ada yang mendapatkan titik ergonomis yang baik. Bahkan mamang itu ngerasa ngedelap banget karena joknya terlalu empuk ngebles ke dalam gitu ya. Tapi orang zaman dulu itu bisa kuat naik penter ini dari Papua mungkin dari Sabang sampai Merauke bisa kuat. Sekarang kita rasakan apakah penter enak di tahun 2025. kita nostalgia mamang sepanjang perjalanan mamang senyum terus ya Allah masih membayangkan dulu tuh pakai panter high sportyy yang mungkin tahu itu kayak gitu tuh bentuknya dulu mamang gede juga sama itu. Terus masih kebayang juga rasa suspensinya yang mengayun-ngayun lembut gitu loh. Kalau penter tuh enggak hars gitu ya. Berbeda sama Kijang yang agak sedikit lebih keras apalagi kuda lebih keras lagi. Cuman kalau penter itu nyamannya cuman limbungnya juga luar biasa. Yang paling limbung dari semua perhewanan adalah penter. Cuman kebayar sama rasa suspensinya yang super empuk seperti ini. Memang enggak tahu racikannya per daun bisa seempuk ini tuh gimana caranya. Yang Mama rasain lagi ya, selain suspensinya yang empuk, yang mengayun-ngayun lembut, yaitu dari rasio giginya. Rasio giginya memang tidak sependek kijang mamang yang super. Mungkin ini di sekitar 4,7 lah atau 4,5 gitu. Jadi gigi satu, gigi duanya tuh pendek-pendek. Cuman gigi tiganya udah lumayan panjang. Gigi empat lebih berasa lagi napasnya. Ini gigi empat ini memang di masih 50 km/j. Cuman memang bakalan betah dengan suspensi seperti ini di tol dengan kecepatan yang konstan di 80 aja udah enak gitu loh. Handling bisa mamang bilang, wah dari kata ini sih dibelokin kayak kapal ya. Enggak ngaruh tuh lihat di cuman aduh enak banget ini buat prusing deh. Terus kalau mamang bilang antara pilih mana mang 2.300 cc atau yang 2.500 yang direct injection. Sebetulnya performa mesinnya hampir mirip-mirip, agak-agak underper. Kalau kita gas juga cuman segitu-gitu aja gitu loh. Cuman kalau untuk naik-naik gunung ini karena torsinya torsi diesel gitu ya. Jadi it's ok lah. Bukan untuk speed kalau paner itu, tapi untuk nyaman. Kita coba performanya. 58 horsep. Yeah, baby. Wuhu. Enggak. Ini memang mobil nostalgia. Mobil untuk apa ya? buat cruising jarak jauh di 80 sih udah udah oke banget sih. Enggak akan capek pakainya tuh lihat mengayun-ngayunnya tuh pentter. Cara duduknya mamang sih bakal betah kayak gini ya kalau keluar kota ya. Sebetulnya enggak ergonomis sih, cuman nyaman aja gitu duduknya. Kayak kita berasa duduk di sofa dikasih setir sama pedal gas dan rem sama kopling ya buat minum itu enggak enggak ergonomi sama sekali cuman nyaman, enggak akan pegal lah duduknya di sofa soalnya. Soal kekedapan, kekedapannya enggak ada sama sekali. Jeleklah suara mesinnya merasuk masuk ke dalam jiwa. Berisik di dalam kabin ini. Traffic noise-nya juga kedengeran. Suara ban sih enggak terlalu lah ya. Ketutup sama suara mesin ya. Kegedapannya jangan dibahas. Sudah kalau skor pasti rendah sekali. Mamang biasanya suka kasih skor kalau ke depan. Ya mungkin kalau dikasih skor ini 5 atau 4 set ini dari 10. Berisik. Di rem di hari Senin, ngeremnya di hari Kamis. Iya. satu agak-agak ya memang penter seperti itu ya lebih enak remnya kijang atau kuda sekalipun itu lebih enak kalau paner remnya enggak sih tuh druising di 80 terus kita melalui jalur Cipali ini nikmat sekali pakai paner nikmatin aja dah yang penting apa irit irit banget udah gitu harga solar kan tahu sendiri solar subsi CD. Wah, irit ini enggak akan habis-habis sih sampai Semarang kayaknya enggak akan deh. Tapi ya konstan gini di 80. Apalagi kalau jalurnya Cipali itu kan tolnya agak-agak ya, agak bergelombang segala macam. Ini enggak akan kerasa sih nyampai. Apalagi dengan keluarga besar. Ah, senang tuh ngegosip. AC ya itu tergantung yang punyanya. AC panther itu biasanya dingin dan ini pun dingin. Enggak tahu kenapa kalau penter itu AC-nya suka dingin aja ya. Bingung mamang juga. Handling sih enggak banget ya kayak kapal. Value-nya dia di situ sih. Dia irit operasionalnya. Solarnya murah. Harga spar part-nya tergolong terjangkau dan ada di mana-mana. Mesin paner ini relable, gampang dirawat juga. Itu nilai valueya sebuah panter ya, May. Terus ya walaupun kecepatannya begitu, cuman kalau untuk naik-naik gunung enggak usah diraguin. Penter itu bakal kuat walaupun merayap. Ih, ya Allah, Panter. Tapi enggak tahu kenapa ya Panter itu ya punya kesan yang lu mau bawa gua ke mana aja hayu gitu. Kalau Pter ke jalan jelek juga hayu, jalan mulus juga hayu. Mau sampai ke mana pun minyaknya ada. Itulah Petter. Nastagia sekali Mamang naik ini. Overall mengenai Isuzu Panter generasi pertama. Merupakan mobil yang legendary dan sudah pantas untuk menjadi koleksi di garasi Anda. Walaupun pantas dijadikan koleksi, namun Panter generasi pertama ini masih bisa diajak menjadi kendaraan operasional. diajak mengangkut beban, membawa anggota keluarga lengkap dengan bonus minim perawatan dan irit bahan bakar. Minusnya adalah hmm sudah disebutkan oleh Mama Mamang itu. Suspensinya limbung, handling-nya buruk, remnya kurang pakem, dan kekedapan kabinnya sangat buruk. Apakah Anda termasuk yang bisa menerima semua kekurangan itu? Nah, mungkin Panter bisa jadi pilihan Anda. Harganya tergolong stabil, bahkan gelap apabila kondisinya seperti yang ada di video ini. Namun, punya range antara 50 sampai Rp0 jutaan tergantung kondisi. Semua ini adalah opini pribadi saya dan Mau Amang itu. Kami tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motomobi, Om Mobi, dan Mesmobi apabila belum beriku dengan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.
