JADI 22 JUTAAN!!! | Samsung Galaxy Z Fold7 Setelah 2 Minggu (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wasalam ala rasulillah. Ini adalah Samsung Galaxy ZFold 7, satu buah foldable terbarunya Samsung yang dikira-kira sih emang akan menarik banyak pengguna baru ya. Yet at the same time pengguna lamanya foldable akan dipaksa untuk belajar lagi menggunakan handphone ini. Loh kok bisa? Yuk kita bahas. Novoch review. Bangan review dan Samsung Galaxy Z4 yang saya gunakan ini sudah dipakai selama kurang lebih 2 pekan ya. Emang sengaja dikirim lebih cepat sama Samsung untuk saya pakai kemudian saya ceritakan di video seperti ini. Hal pertama yang emang sangat menarik pas saya buka dan main-main dengan handphone ini itu adalah masalah form factornya. Dia ini jauh lebih tipis dan juga lebih ringan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. 8,9 mili pas ketutup, 4,2 mili pas kebuka. pengguna foldable lama ataupun juga baru pasti ma lah dengan far factor yang seperti ini. Samsung beda satu generasi aja bisa menipiskan foldable sampai kayak begini. Jadi pertanyaannya selama ini mereka ngapain aja? Nahan. Tapi memang satu hal yang saya amini ya untuk Samsung bisa achieve form factor Vult 7 seperti ini overhaul-nya itu enggak main-main. Mulai dari konstruksi hingch-nya menggunakan hingch yang baru sampai susunan konstruksi layar yang juga sekarang ini udah berbeda ya. menggunakan susunan titanium plate untuk bagian dasarnya dan juga UTG atau ultra tin glass bagian atasnya itu yang 50% lebih tebal. Tapi memang perubahan ini membawa impact ya selain masalah tipis-tipisnya aja untuk pengguna lama yang terbiasa ngebuka F 6 atau Fold 5 dengan semudah itu, kali ini rasanya seperti agak lebih berat gitu, agak lebih kokoh dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Enggak berarti lebih kokoh jadi susah atau berat banget juga, tapi feels different untuk pengguna FT lama yang terbiasa dengan bentuk lebih tebal. Jadi kayak perlu punya positioning tersendiri gitu untuk terbiasa ngebuka foldult 7. Ya, bisa dibilang ini adalah kayak semacam learning curve lah yang emang harus kita lewati sebagai pengguna foldable, terutama dari yang generasi-generasi sebelumnya. Oh ya, Factor baru ini juga membuat Samsung menghilangkan digitizer di Samsung Galaxy ZF 7 yang berarti gak bisa lagi menggunakan S Pen. Alasannya sih katanya pengguna S Pen tuh kecil banget ya di Samsung Fold itu tidak sampai 3%. Tapi lucunya memang casing third party yang termasuk cepat habis itu adalah casing yang ada stylusnya. Lucu ya. Anyway, untuk menangani masalah ini sekarang sih saya beli satu buah stylus seperti ini. Jadi ujungnya ini ada stylus biasa dan ujungnya satu lagi adalah stylus yang ada dish-nya atau ada piringannya. Ini membuat nulis jadi lebih presisi dan rasa stylusnya juga jadi lebih besar gitu ya. Lebih enaklah dibandingin dengan S Pen yang memang agak lebih tipis dan juga lebih kecil. Do I miss fitur-fitur yang ada di Sen? Iya. Tapi apakah ini bisa menggantikan? Secara fungsi dasarnya iya. Tapi tetaplah Sen masih dikangeni ya. Oh ya, untuk kondisi layarnya sendiri Samsung Galaxy Jol 7 juga ada peningkatan ya dari sisi besaran layarnya. Main screen handphone ini sekarang 8 inci dan untuk cover screen-nya 6,5 inci. Good news-nya adalah untuk yang suka baca-baca dokumen atau baca-baca buku, main screen sekarang jadi lebih besar. Tapi memang faktor X-nya ada di layar depan kali ya. Dari yang tadinya lebih seperti remote, sekarang ini lebih seperti handphone pada umumnya aja kalau saya pribadi. Jadinya penggunaan fault ini akhirnya 60% lebih banyak di layar depannya. ngetik pakai satu tangan hayu, pakai dua tangan hayu. Nonton pun juga streaming hayu. Samsung Galaxy ZF 7 kalau saya lagi nonton YouTube nih sambil makan gitu misalnya tinggal buka aja YouTube-nya terus saya bikin full screen masih bisa dibuka dalam kondisi seperti ini. Jadi flex sekitar 45 derajat tapi masih menggunakan layar depan untuk nontonnya. Sementara untuk foldable lain dalam kondisi seperti ini itu biasanya udah pindah tuh gambarnya ada di bagian layar dalam. Dan ini untungnya masih hadir di Samsung Galaxy J4 Series ya, tidak berubah. Tapi memang ada hubungannya juga dengan hingch yang baru ini. Posisi layar yang tadinya bisa ada di angka sekitar 160 derajat seperti ini sekarang itu jadi tidak mudah di-achieve. Ada kalanya nih nonton dengan kondisi seperti ini tiba-tiba layarnya jatuh sendiri ke 180 derajat. Jadi tidak bisa ada di angka 175 ataupun juga 170. Iya. take and gift lah. Enggak semua orang juga perlu kondisi layar seperti ini. Tapi kalau lagi butuh ya sekarang harus diakali mungkin menggunakan layar depan dengan kondisi diangkat jadi seperti ini. Balik lagi ke form factor handphone yang tipis. Satu hal yang harus saya acungi jempol adalah Samsung masih bisa menaruh baterai 4.400 mA di handphone tipis ini. Jadi masih sama seperti generasi sebelumnya. Ofic harusnya bisa lebih besar. Benar. Tapi kita harus mengerti pendekatan Samsung yang memang lebih konservatif untuk masalah baterai. Harapannya deh tahun depan bisa lebih ada peningkatan. Untuk nge-charge-nya sendiri, Samsung Galaxy J 7 ini masih bertahan di 25 watt. Jadi, ya untuk nge-charge handphone ini dari 0 ke 100% pengalaman saya masih harus memerlukan waktu 1 jam 21 menit. Tapi untuk efisiensi baterainya, nah ini menarik nih. Perpaduan Snapdragon 8 Elite dengan One UI8 dengan optimalisasi baterai dari Samsung, dia bisa nih bertahan dengan koneksi WiFi itu up to 17 jam lah berdasarkan penggunaan saya sendiri. Sementara kalau GSM dia ini bertahan di area sekitar 13 sampai 15 jam. Untuk screen on time sendiri rata-rata dia bermain di angka 5 jam 50 menitan, baik menggunakan GSM ataupun juga menggunakan Wii. Jadi ya hitungan baterainya bisa dibilang cukup efisien. Sementara untuk benchmarking baterai sendiri seperti biasa ya, YouTubean 30 menit, brightness-nya 100%. Dia hanya menggunakan daya 3%. Sementara tiktokan 30 menit dengan kondisi layar yang sama juga hanya menghabiskan daya 3% aja. Untuk performanya, Samsung Galaxy Zfold 7 menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite 4 Galaxy berpadu dengan RAM 12 GB dan juga storage. Yang saya pegang ini unit 256 GB. Jadi barang langka ya karena yang beredar kebanyakan 512. Untuk skor sintetis benchmark yang saya punya AnTu itu ada di angka Rp1.893.000-an dan ini menggunakan AnTuTu versi 10.1.9 yang udah saya gunakan dari tahun 2004 kemarin ya, biar rata semua ketahuan skornya gimana. Harusnya kalau menggunakan Anutu yang lebih baru skornya bisa lebih tinggi lagi. Sementara untuk Geekbench 6 hasil single core-nya di 2.482 dengan multiore score 8.151, open CL di 15.462 dan vulcannya di 25.407. Sementara untuk 3D mark-nya, Wildli stress test untuk stabilitasnya ada di angka 56,7% dengan bentukan grafik yang bisa dibilang ini menarik ya. Jadi enggak tinggi langsung patah turun, tapi emang gradually. Jadi secara performa gaming ini yang kayaknya perlu kita tes lebih lanjut untuk tahu gimana performanya nantinya. Sayangnya di video ini belum ada performa gaming-nya. Jadi silakan subscribe untuk ngedapatin info lebih lanjut nantinya di video followup Samsung Galaxy Zfold 7. Insyaallah semoga dimudahkan bikinnya ya. Oh ya, tapi yang namanya Samsung Galaxy Z4 itu memang out of the box menurut saya ada beberapa settingan yang harus dirubah supaya lebih nyaman. Ya, ini settingan yang selalu saya pakai di Samsung Galaxy Foldable Series. Yang pertama untuk navigasinya saya ubah dari buttons menjadi gestures. Ini kunci supaya lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Dan masih di bagian settings, pindah ke bagian advance features, klik lapse. Dan jangan lupa untuk diaktifkan multi window for all apps-nya. Jadi untuk beberapa apps yang by default-nya tidak bisa multiwindow seperti Sony monitor and control atau mungkin juga Instagram jadi bisa dipaksa multiwindow. Terus back dan jangan lupa untuk mengaktifkan multi windows-nya dengan swipe for split screen dan juga swipe for pop up view. Dan gak ketinggalan untuk flex mode panel-nya juga diaktifkan dan pilih auto show panel when folded untuk beberapa aplikasi streaming. Karena ini juga menjadi kunci untuk kenyamanan ya. Enggak ketinggalan one handed mode-nya untuk gesture juga diaktifkan. balik ke bagian display dan terus scroll ke bawah dan bagian continue apps on cover screen ini dipilih antara always atau swipe up. Kalau saya pribadi memilih menggunakan yang swipe up. Jadi misalnya nih lagi buka IG menggunakan screen. Di saat saya tutup handphone-nya dia akan meminta swipe up untuk saya bisa kembali membuka IG. Jadi enggak langsung aktif IG-nya. Beberapa detik swipe up-nya ini akan hilang dan ya layar akan kekunci. Nah, ini adalah hal-hal simpel yang sebenarnya membantu penggunaan harian dari Samsung Galaxy ZFold 7. Oh, ngomongnya soal penggunaan harian juga ya untuk yang doyan ngirit-ngirit menggunakan Samsung Galaxy J4 7 pakai CapCut misalnya. Untuk preview-nya di CapCut itu memungkinkan kita ya dengan layar yang besar di main screen itu jadi pindah di bagian kiri tidak di bagian atas. Dan menurut saya ini adalah satu buah hal yang membuat penggunaan aplikasi CapCard jadi lebih ergonomis di Samsung Galaxy ZF 7. membuka valve 4K 10 bit 422. Bisa dibilang untuk playback dan juga swiping tentu ini berjalan dengan aman. Sementara di saat saya coba render ya bisa dibilang juga hasil rendernya ini waktunya proper. Nah, enggak seru kayaknya kita ngomongin handphone, enggak ngomongin kameranya. Mengingat Samsung Galaxy Zfold 7 salah satu powernya ada di kamera ya. Ultra unfold katanya karena emang dia udah menggunakan main sensornya sama seperti Galaxy S25 Ultra yaitu 200 megapel berpadu dengan ultra wide angle 12 megapel dan juga 10 megap tele kamera. Jujur pengin banget sih sebenarnya semua kamera ultra dibawa ke sini ya. Enggak cuman main kameranya aja tapi ya udahlah itu mungkin bisa buat ke depan-ke depannya. Sekarang kita nikmatin dulu aja yang ada. Secara hasil sih bisa dibilang ya dengan sensor main kameranya tentu ya clarity jadi udah oke. Dynamic range juga looks-nya cakep, warna juga entah gimana ceritanya kok kayaknya main kameranya kayak lebih pop gitu secara warna. Tapi ini juga yang ngebikin saya akhirnya jadi jarang menggunakan ultra wide angle dan juga jarang menggunakan telekameranya. Mentok-mentok saya biasanya pakai di 2,9 kali zoom. Sementara untuk kamera depannya sendiri, baik main screen ataupun juga cover screen. Sekarang sama kameranya 10 megapel dan memiliki view angle itu 100 derajat. Jadi lebar sengajalah untuk yang masih pengin conference videoan atau mungkin juga menggunakan Zoom meeting gitu ya. Jadi lebih proper lagi. Dan ya di bagian main screen-nya UDC-nya udah enggak ada ya. Jadi emang ada punch hole-nya kelihatan. Oke, kalau kita ngomongin masalah kamera ya, jujur kamera belakang dari handphone ini emang powernya berasa banget di main kameranya. Ini bisa dilihat sekarang saya lagi ngerekam pakai main kameranya. Dan kalau kondisi cahaya cukup, kita rekam pakai ultra wide angle juga masih oke. Bahkan ultra wide angle-nya bisa autofokus. Jadi aman hitungannya. Tapi akan berasa perbedaannya begitu kita ada di area yang cukup gelap. Main kamera sih udah kelihatannya ajib banget ya. Main di 1080 pun juga jatuhnya udah oke. Tapi begitu kita coba main menggunakan ultra wide angle-nya, nah berasa nih kena hit di bagian itu. Jadi ya a untuk video skornya sih sebenarnya udah lumayan tinggi, tapi harapan emang semua kameranya bisa punya sensor yang lebih powerful lagi sama seperti main kameranya yang ultra unfolded ini ya atau ultra unfold. Sekarang untuk perekaman kamera depannya ini seperti ini. Ini yang menggunakan screen-nya. Dan kalau kita coba buka menggunakan si apa namanya? Main screen-nya itu seperti ini. Field of view-nya sih sebenarnya kurang lebih mirip-mirip ya. Enggak terlalu berbeda juga sama yang tadi. Sama-sama lebar dan kualitasnya mirip atau bahkan sama dengan yang tadi. Jadi ya hitungannya udah ok lah untuk Samsung ngasih kamera seperti ini di main screen. Jadi kalau misalnya pengen zoom jadinya lebih handal juga. Nah, karena saya bikin video ini setelah Samsung Galaxy ZFold 7 ini resmi dirilis dan juga setelah selesai masa PO, tentu secara harga bisa dibilang udah ada pergoyangan nih. Dan ini emang menarik banget ya. Tadi saya coba cari-cari untuk Samsung Galaxy ZF 7 yang varian 12512. Ternyata saya menemukan toko yang saat ini udah menjual di harga R5 juta, ya. eh R5 juta, jadi ini ada satu buah angka yang sangat-sangat lukratif sekali ya, jauh dibandingin harga rilisnya ada di angka sekitar 27 atau 28 gitu kan. Bedanya udah turun banget nih. Jadi kalau emang misalnya pengin gas ya menurut saya sih gas-gas aja karena secara harga menarik ya. Terus juga kalau misalnya pengin beli yang varian 256, wah ini lebih ngadi-ngadi lagi. Harganya mulai dari Rp22 jutaan. Ngerti? ini bukan satu buah harga yang murah gitu ya, tetap agak lumayan. But then again, if you buy this, biasanya sih you also know how to maximize this and also gain more money from this ya. Dan ya, itu dia experience 2 minggu menggunakan Samsung Galaxy J 7 dan kenapa sebagai pengguna foldable tetap learning curve-nya ada tapi buat yang belum pernah pakai device ini jadi sangat menarik. Menurut saya sih seperti itu. Menurut Anda gimana? Silakan tulis kolom komentar. Yuk kita diskusi buat sekarang. Taufik noob undur diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















