Jadi 5 Jutaan ! Tablet Seri S samsung Yang Udah Turun Harga !! (YouTube Video)
Haiika, guys. Di sini kenalin ini adalah Samsung series S. Ibarat restoran ya. Samsung series S itu restoran yang punya safe spesial yang selalu ngasih makanan yang mantap. Nah, ini adalah seri S dengan paket hemat dari Save Spial itu tadi. Karena ini series S yang harganya cuma R jutaan. [Musik] Jadi kenalin ini adalah Samsung Galaxy Tab S10 FE. Dari boknya aja udah kelihatan nih. Ini adalah box paket hemat karena tipis banget. Tapi yang menarik kalau kalian lihat dia udah include sama stylus. Tapi tentu aja yang namanya versi hemat ya pasti ada yang dipangkas ya. Ibaratnya kalau kalian beli mie instan bumbunya itu ketinggalan gitu ya. masih enak asalkan porsinya pas. Kebutuhan kalian untuk beli Tab S10 FE pas ya masih nyaman aja. Okelah, jadi langsung aja kita bahas apa yang dikasih dan apa yang dikorbankan dari Samsung Galaxy Tab S10 FE biar kalian tuh enggak cuma tergiur harga murah aja biar paham. Kalau kita ngomongin F atau fans edition ibaratnya ini kayak teman seperjuangan ya. Karena fans-fans Samsung itu pasti tahu gimana susahnya untuk dapetin barang Samsung. Bukan susah karena langkah sih, tapi karena mahal. Makanya pas ada tablet mahasiswa dengan OS istimewa kayak gini yang langsung aja sikat ya. Langsung aja unboxing-nya karena pasti juga cepat aja karena isinya cuman tabletnya sendiri. Uh, ada stylusnya guys. Saya pinjam istilahnya Mas Dedi. Ada stylus, ada stylus dan ada stylus. Karena kan kalau charger tetap enggak ada. Terus di sini ada SIM ejector, ada kabel, sama ada buku panduan yang saya yakin 99,99% kalian juga enggak bakal baca. Dan ini adalah Samsung Galaxy Tab S10 FE-nya. Beh, kalau tampak dari luaran ya, ini udah mirip banget sama Samsung S series yang not FE. Bedanya di kamera sih, tapi secara looks, feelnya udah mirip banget sama seri S-nya. Kesan pertama itu penting, apalagi kalau dikenalin sama calon mertua dan si Samsung Galaxy Tab S10F ini jujur cakep. Desainnya ini ciri khas Samsung seri Type S, minimalis, elegan, gak neko-neko. Terus bahan bodinya ini juga full aluminium yang ngasih rasa solid dan gak ringkih. Jadi pas kita pegang atau kita tes bending-banding kayak gini, enggak kerasa kayak mainan anak-anak. Ketebalannya ini cuma 6 mm. Terus di samping kanannya ada volume up and down, ada tombol power yang jadi satu sama fingerprint. Bagian atas ada speaker, ada mic, ada sim tray yang kalau saya baca-baca sih sim tray-nya itu masih support sama micr SD ya. Nah, di A56-nya aja enggak ada. Masa di Tab F10 FE-nya ada dan hasilnya uh ternyata masih ada ya. Karena mungkin karena dia Wii only yang masuk Indo, jadi diganti sama micro SD. Terus di bagian bawah ada doking untuk aksesoris skill keyboard. Di bagian sini ada type C dan ada speaker lagi. Kalau untuk berat bobotnya ini sekitar 497 gr ya. Kalau misalkan kita gunakan untuk nonton tutorial video masakmemasak ya walaupun akhirnya pesan GoFood juga kalau saya itu masih enak, masih enteng. Distribusi beratnya itu seimbang. Jadi bagian kanan kiri atas bawah ini enggak ada yang titik paling berat di bawahnya itu jadi lebih enak aja. Dan yang jarang terjadi di tablet midrange kayak gini, Samsung ngasih sertifikasi IP rating 68. Jadi kalau tiba-tiba masak memasaknya tadi kena kuah soto, tabletnya enggak bakal ko. Okelah, sekarang kita coba nyalain dulu ya si Samsung Galaxy-nya. Dan untuk layar sih dia enggak ada proteksinya sama sekali dan layarnya cepat nempel fingerprint. Tuh, kelihatan kan ya, enggak ada tempernya atau anti reflectif-nya. nya jadi ya reflek kalau posisinya hitem kayak gini. Untuk layar tampak depan ya masih lumayan tebal lah kalau dibandingkan kakaknya yang beneran seri S bukan seri fan edition. Tapi untuk resolusi udah cukup di full HD plus walaupun panelnya masih pakai IPS dan tadi juga kita sempat tes pakai Kalman dan color akurasinya dapat hampir 100% sRGB yang udah cukup sebenarnya. Jadi kalau misalkan kita gunain untuk nonton video masakmemasak tadi, ibaratnya kita bisa tahu mana ayam kampung dan mana ayam pejantan karena warnanya beda. Untuk refresh range dia juga dipangkas ya. Kalau KK-nya itu udah 120 Hz. Ini adaptifnya di 60 sampai 90 Hz. Yang kalau kita gunakan untuk scrolling masih oke sebenarnya karena ada loh pesaingnya yang inisialnya itu iPad R A16 generasi 11 itu masih 60 Hz. Buat di YouTube dia juga udah bisa 2160p XDR-nya nyala. Yang kualitas layarnya ya kalian nilai sendiri aja deh. Samsung tuh warnanya itu pas gitu. Tapi untuk speakernya coba ya. Speakernya saya nyalain dulu. Volumenya paling kencang. Uh, saya barusan ng-review tablet lain juga tadi barusan harganya sejutaan. Jadi, setelah ng-review tablet sejutaan terus ke Samsung kayak ekspresinya mungkin terlihat lebah ya. Tapi emang beneran langsung kerasa gitu bedanya. Ini imersifnya dapat, bassnya dapat. Coba ya kita putar lagu Jedak-jeduk ya. Bnya itu masih ada dan berlayer gitu, agak empuk gitu. Walaupun memang enggak sekencang kakaknya ya, karena kan ya form ve vornya aja udah beda. Sekarang sebelum kita bahas software, mungkin kita bahas dulu performanya ya. Kita cek AnTutunya berapa. Jadi dia ini pakai chipset yang sama dipakai sama Galaxy A56 yaitu Exyos 1580. yang Samsung Clim performanya itu sekitar naik 40% dibandingkan generasi sebelumnya si S9 FI dan hasilnya hampir Rp900.000 tapi GPU-nya kencang juga karena ini GPU-nya pakai kerja sama dengan AMD. Dan untuk tes lainnya tadi juga udah kita screenshot untuk CPU throttle selama 30 menit masih aman-aman aja sama kayak di Samsung Galaxy A56. Stres test dia juga lolos dengan skor 96,8%. Geig Bandch 6 skornya multiore-nya hampir 4.000. Single core-nya juga lumayan kencang. Dan ini main game apa nih? Aduh, saya enggak kelihatan lagi. Ini main game Mobile Legends. Itu dapat di 100 eh bukan dapat settingannya di 90 fps, tapi dia tetap bisa stabil di 90 fps. Ini harusnya kalau kita lihat chartnya ya, misalkan Mobile Legends kenal sama chipset ini, sama tablet ini dan mau ngebuka 120 FPS harusnya sih masih aman-aman aja. Ini kita coba main di 11 menit berarti 1 match. Dan untuk suhu temperatur bagian dalamnya, wih gila ini dingin banget ya, 32,3 derajat Celcius. Lanjut ke game kedua. Ini game apa? PUBG. PUBG dia dapat settingannya sayangnya masih 60 fps ya. Harusnya sih bisa kebuka 120 fps karena enak aja kalau misalkan main game PUBG di tablet kayak gini. Ini kita coba main sekitar 21 menit dan aman-aman aja. Temperatur juga di 32 derajat celcius. Temperatur bagian dalam ya. Terus Gensin Impact ini di settingan medium dia bisa dapat segini. Kadang bisa turun sampai 30 FPS di sini. Tapi ini turunnya bukan karena gameennya sih. Kadang itu kalau misalkan loading atau kita lagi ee transport, bukan transport apa sih yang pindah map antar map di Gensin Impact itu kan dia loading ya. Jadi dia turunnya kadang sampai bawah segini. Tapi untuk average dia dapatnya di 53 fps. Temperaturnya juga masih lumayan dingin ya di 34 derajat celcius. Ini kita main sekitar berapa nih? Setengah jam. Lanjut ke gameering wave. Ini game yang kata kalian itu game berat. Bang, jangan main genin lagi. Main watering wave aja karena lebih berat. Oke, kita ladenin. Dan hasilnya memang berat sih. Karena ini kita di settingan grafiknya performance, terus resolution-nya di medium yang berarti 60 fps. Average FPS dia dapat di 45, drop-nya bisa sampai 28 fps. Suhu bagian dalam 35,3 derajat celcius. Nah, di wering wave ini tadi juga sempat kita fleir suhu permukaannya dan hasilnya suhu bagian depan lumayan hanget ya dengan 44,5 derajat Celcius. Belakang titik terpanasnya ada di 46,4 derajat Celcius. Walaupun ini titiknya cuma di dekat kamera aja enggak melebar ke mana-mana, tapi kalau angka 46 ya masih lumayan anget sih. Mungkin karena memang cuman segini aja nih tipisnya 6 mm. S25H itu 5,8 mm. ini 6 mm dan stylus-nya ini beda dengan S25 Ultra ya yang udah enggak ada Bluetooth-nya. Ini masih ada. Jadi kita bisa masuk ke air comand ini. Nah, kalau misalkan kita mau efek-efek melayang kayak gini tuh atau mau buat stylusnya jadi kamera bisa juga nih settingan Rom-nya ada di sini ya. Terus selain itu juga ada multiwind for all apps. Jadi walaupun aplikasi yang enggak support sama Samsung bakalan dipaksa support sama dia. Terus ya ada beberapa kayak dailyboard game booster setting juga ada. dan dia juga punya pressure level yang cukup dengan 4096 sensitivity ya. Jadi gak ada yang namanya delay. Terus kalau misalkan kita gunain di aplikasi bergambar, aplikasi untuk gambar maksudnya ya, itu kalau kita tekan tipis dia bakal tipis. Kita tekan agak dalam linen-nya bakal tebal. Dan kalau kalian tanya, "Bang, ini sudah support sama arm rejection enggak?" Udah nih. Tuh, palm rejection-nya udah enggak ada tuh. Aman. Terus kalau kita lihat di sini menu-menunya juga mirip ya, sama di Galaxy Tab S yang non FE. Terus kalau di sini kita lihat ada AI select, terus ada screen wide juga ya. Mirip-miriplah kalau untuk itunya. Terus juga ada fitur untuk handwriting assist ya. Jadi kita misalkan kalian enter di sini dia bakalan tuh enter terus door misal. Karena ini language-nya saya tes saya eh saya set di bahasa Inggris gitu. Jadi enak kalau kalian malas ngetik bisa tulis tangan aja biar jadi ketikan kayak gini. Nah, sekarang kita ngomongin software-nya ya. Bentar, ini bisa nempel enggak? Wih, bisa. Jadi ada magnet di atasnya. Ngomongin software dia pakai Android 15 yang dicustom sama One UI dan kalau kalian ngikutin DKID, OneUI itu termasuk custom UI yang paling saya suka sih. Karena tuh lihat toggelnya aja rapi terus terpisah cakep gitu. Dan aplikasi bawahnya ada pen up. Pen up ini kalau misalkan kalian pakai stylus-nya ini enak sih. Kalian bisa nge-trace gambar pakai warna. Ada Smart Things juga. Jadi Smart Things ini fungsinya kalau misalkan kalian punya ekosistemnya Samsung, mesin cuci Samsung, bis kulkasnya Samsung. Terus beberapa terpati yang kerja sama sama Samsung. Intinya rumah kalian itu bisa kalian operasikan cuma dari tablet aja. Jadi kalau misalkan kalian lagi pergi jauh eh lupa matiin kompor, matiin lampu, tinggal matiin dari sini aja. Terus untuk Galaxy AI-nya coba kita lihat dia ada apa aja ya. Kalau di S25 Ult itu langsung muncul tuh Galaxy AI di sini. Tapi kalau ini enggak muncul. Oh ini adanya advance fature dan coba kita lihat kalau untuk intelligent feature-nya. Nah ini jadi ada best face. Kalau misalkan kalian foto kurang siap bisa pakai face. Custom filter ada, auto trim ada. Object eraser jelas ada, read alon juga ada. Jadi buat yang malas baca minta dibacain bisa. Lanjut kita bahas kameranya ya. Tapi kamera ini jangan sampai kalian berpikiran, wah karena ini Samsung kameranya pasti bagus. Karena ini tablet ya turunin ekspektasinya lah. Enggak mungkin ada tablet yang berkedok mirrorless gitu. Enggak ada. Orang beli tablet itu kalau soal kamera biasanya cuman dua. Kalau enggak scanning dokumen ya iseng-iseng doang. Contohnya nangkap momen, nangkap kucing, nangkap kepiting, nangkap maling. Jadi di bagian belakang ada kamera 13 megpel yang hasilnya coba ya, kita coba selfie kameranya dulu. Selfie kameranya cukup unik karena dia 12 megapel. Wah, yang hasilnya kira-kira kayak gini ya. Ini engak wah banget gila. Ini nge- white banget dan hasilnya juga cakep. Jadi skin tone bagus, noise juga ada, tapi jarang-jarang. Dan ini nge-wait banget loh ini. Kalau misalnya kita gunain nge-vlog tuh kira-kira seperti ini tuh background saya aja langsung kelihatan semua tuh. Ini enaknya kalau misalnya kita gunakan untuk ya foto call sama keluarga ramei-ramei 1 2 3 4 dah 10 orang bisa masuk lah ini ya. Gila ini nge-white banget dan kualitasnya juga lumayan oke. Tapi kalau untuk kamera belakang langsung aja kita balik ya. Bisakah dia ng-record sambil balik? Kita coba. Wah bisa ternyata, Guys. Dan kira-kira hasilnya kayak gini kalau pakai kamera belakang. Coba kalian tulis di kolom komentar deh, apakah lebih bagus kamera belakang atau kamera depannya. Terus kalau buat rekam video ya, resolusinya ini bisa sampai 4K 30 fps. Jadi kalau misalkan tiba-tiba ada momen penting dan HP-nya enggak ada, ya masih bisalah tabletnya ini digunain untuk nangkap momen itu. Tablet udah canggih, tapi gimana baterainya? Apakah baterainya nih kayak dompet tanggal tua yang cepat habis? Baterainya 8.000 mAh. Gede lumayan sih kalau di pengetesaan kita ya. Gensin Impact 20 menit dia berkurang 10%. PUBG 30 menit berkurang 6%. Wering Wave yang lumayan boros 30 menit berkurang 10%. TikTok, YouTube, dan juga Netflix sama-sama berkurang 3%. Nah, kalau saya lihat di phone arena katanya kalau penggunaan campuran itu sekitar 7 jam 6 menit. Kalau browsing 16 jam 30 menit. Video mungkin ini maksudnya record video ya itu 9 jam 52 menit. Dan gaming 10 jam 46 menit. Ini main game apa nih? Game dinosaurus yang di Chrome itu tanpa internet. Ngecasnya gimana? Nah, ini sama kayak seri-seri udah support 45 watt fast charging. Tapi walaupun udah 45 watt, tetap aja Samsung udah terkenal dengan tradisinya, enggak dapat charger. Fitur lain kayak bagian printilan-printilan penting. Koneksinya udah pakai WiFi 6, Bluetooth-nya versi 5.3, terus audionya tadi udah di-support sama AKG dengan stereo. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video dari Samsung Galaxy Tab S10 FE. Sekarang coba kita simpulkan kelebihannya apa dulu. Kalau dari segi desain dan quality, ciri khas S series banget. Dia juga udah tahan cipratan. Cipratan air mata juga tahan, kecuali cipratan air keras. Terus kalau untuk refresh rate 90 Hz ya kalau dibuat untuk scrolling mantan masih amanlah, masih mulus. Paling mental aja yang enggak mulus. S-nya kita dapat gratis. Yang S-nya ini bisalah kalau buat nulis utang utang teman yang belum bayar bisa. Baterainya awet. Fitur AI-nya juga cukup lengkap. Nah, kalau untuk kekurangannya, performa gaming-nya okelah ya. Tapi kalau kalian gunain untuk main game Ging Impact atau Wooding Wave seperti yang kalian lihat di chart tadi agak ngos-ngosan. Charger enggak ada di box ya. Seperti biasa Samsung mungkin lama-kelamaan kekurangan enggak ada charger ini udah bakalan hilang karena semua orang udah memaklumi. Kamera belakangnya menurut saya biasa aja tapi kamera depannya saya malah suka karena nge-wide dan kualitasnya juga bagus. Nah, sekarang pertanyaannya tablet ini buat siapa? ya buat mahasiswa atau pelajar ya buat nugas, nyatet, terus hiburan semua masuk, terus pekerja kreatif pemula yang pengin mulai gambar digital atau edit video ringan bisa terus buat keluarga muda yang pengin nonton sama anaknya ketika di mobil atau lagi di jalan, enggak di rumah, nyaman-nyaman juga. Tapi kalau ditanya ini tablet bukan untuk siapa? Ya, buat kalian yang gamer hardcore, yang benar-benar nyari performance, yang benar main game sampai berjam-jam, bukan ini sih. Kalian bisa coba Samsung Galaxy Tab S10 Ultra itu yang chipsetnya lebih kencang dan secara form ve voringnya bakal lebih bagus. Saya di Kaster the Budi and see you on the next video. Bye byye. Wah, tapi emang tipis banget ya. Yeah.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...


















